twittsev.com

Situs Web Pendidikan Terupdate

9 Cara Mudah Melatih Kecerdasan Emosional Yang Dimiliki

9 Cara Mudah Melatih Kecerdasan Emosional Yang Dimiliki

Untuk menjangkau kesuksesan dalam karier dan kehidupan pribadi, kepintaran intelektual saja tidak cukup. Anda pun harus pandai dalam membina dan mengelola relasi yang positif dengan orang lain. Hal tersebut tentunya dibuka dari diri sendiri. Anda butuh mengantongi jati diri yang positif supaya Anda dapat menghadapi kondisi sesulit apa pun. Itulah kenapa Anda membutuhkan kepintaran emosional. Namun, melatih kepintaran emosional bukan sesuatu yang dapat Anda kerjakan dalam masa-masa semalam. Anda butuh membentuknya perlahan-lahan. Akan tetapi, kita tak butuh khawatir sebab mengasah kepintaran emosional pada dasarnya paling sederhana. Ikuti saja petunjuk mudahnya inilah ini.

Apa tersebut kecerdasan emosional?

Sebelum melatih kepintaran emosional Anda, usahakan pahami dulu apa tersebut kecerdasan emosional yang pun sering dinamakan emotional intelligence atau emotional quotient (EQ). Berdasarkan keterangan dari para pakar psikologi dan pertumbuhan mental, kepintaran emosional ialah kemampuan guna mengenali dan mengelola emosi yang dialami Anda sendiri maupun orang lain.

Seperti halnya kemampuan berhitung, berbahasa, dan bekerja, keterampilan ini pun perlu diasah. Memahami emosi orang beda dan menanggapinya dengan tepat ialah kemampuan yang bermanfaat supaya Anda dapat bernegosiasi dan berkolaborasi dengan teman kerja. Di samping itu, kepekaan emosional pun sangat bermanfaat dalam kehidupan sosial, keluarga, atau ketika menjalin asmara bareng dengan pasangan.

Melatih kecerdasan emosional

Ada prinsip-prinsip utama yang perlu diisi untuk melatih kepintaran emosional. Silakan simak 9 tips yang dapat Anda contek inilah ini.

1. Kenali emosi yang kita rasakan

Selalu tanyakan pada diri kita sendiri apa yang sedang kita rasakan. Baik ketika Anda merasakan kejadian tak mengenakkan, mendapat kabar baik, bahkan saat Anda sedang jenuh dan tidak bersemangat. Jangan menyepelekan proses ini. Mengenal perasaan kita sendiri dapat membantu Anda menebak tindakan apa yang bakal Anda lakukan saat menghadapi kondisi tertentu. Anda juga jadi dapat mengendalikan diri dan menangkal perbuatan-perbuatan yang bakal Anda sesali di lantas hari.

Misalnya saat Anda baru saja ditegur oleh atasan. Cobalah guna bertanya pada diri sendiri apakah yang kita rasakan secara dominan ialah kecewa pada diri sendiri, marah pada anggota kesebelasan yang lain, atau Anda malah tidak menikmati apa pun. Dari sini, Anda dapat mencari tahu tahapan selanjutnya dan meyakinkan kejadian ini tak terulang lagi.

2. Minta pendapat orang lain

Kadang, Anda perlu pendapat dari orang beda untuk mengetahui diri kita sendiri. Tak masalah, Anda dapat mencoba bertanya pada orang-orang terdekat soal pandangan mereka terhadap diri Anda. Misalnya ketika Anda kelelahan, apa yang seringkali Anda kerjakan atau keluhkan? Bagaimana urusan itu memengaruhi orang-orang di dekat Anda? Ini akan menolong Anda mengenali pola perilaku kita sendiri sekaligus mengetahui perasaan orang-orang yang dekat dengan Anda.

3. Mengamati setiap evolusi emosi dan mood Anda

Biasakan untuk meneliti dan menikmati setiap evolusi emosi, keadaan hati, atau pola perilaku Anda. Anda juga tak bakal lagi merasakan mood swing yang tidak jelas asal-usulnya. Dengan begitu, kita jadi dapat mengatasi masalah-masalah yang awalnya tidak begitu kita sadari. Sebagai contoh, kita tiba-tiba bangun pagi dalam suasana uring-uringan. Jika kita terbiasa untuk meneliti dinamika perasaan dan peristiwa dalam hidup Anda, Anda barangkali menyadari bahwa penyebabnya ialah rasa gugup lantaran Anda mesti presentasi di depan supervisor kita siang ini.

4. Menulis jurnal atau kitab harian

Supaya kita lebih cepat menguasai sekian banyak  teknik guna mengelola emosi, catat segala kegiatan dan perasaan kita dalam suatu jurnal atau kitab harian. Dengan begitu, Anda bakal semakin mahir mendeteksi emosi yang kita rasakan, penyebabnya, dan teknik menangani emosi tersebut. Hal ini pun berlaku untuk emosi yang dialami orang lain. Dengan menyebutkan dinamika ketika bersangkutan dengan orang lain, kita akan mengajar diri untuk menggali tahu apa yang orang beda rasakan, penyebabnya, dan teknik terbaik menghadapi orang tersebut.

5. Berpikir sebelum bertindak

Untuk melatih kepintaran emosional Anda, tidak boleh terburu-buru dalam memungut keputusan atau mengerjakan sesuatu. Anda butuh waktu guna mempertimbangkan segala kemungkinan. Di samping itu, Anda pun jadi dapat melihat akibat yang dimunculkan tindakan Anda untuk diri sendiri dan orang lain. Kesannya memang lebih mudah disebutkan daripada dilakukan, namun triknya ialah https://www.pelajaran.id dengan  belajar lebih tidak sedikit mendengarkan daripada berbicara. Dengan begitu, Anda bakal terbiasa guna mengendalikan diri sebelum menuliskan atau melakukan sesuatu.

6. Gali akar permasalahannya

Kadang, kendala tersulit dalam melatih kepintaran emosional ialah memahami orang lain. Maka, yang butuh Anda lakukan ialah mengasah empati. Anda dapat mengembangkan empati dengan menanyakan empat pertanyaan urgen ini:

Perasaan apa yang sedang dia ucapkan lewat perbuatan atau kata-katanya?
Mengapa dia merasa demikian?
Apa yang mungkin dirasakan atau dipikirkan olehnya namun tidak kuketahui?
Mengapa aku tidak menikmati apa yang dia rasakan?

Dengan mengetahui orang lain, kita pun dapat menggali akar persoalan yang dihadapi oleh kita dan orang beda tersebut. Karena itu, solusi masalah bakal jadi lebih gampang dan lancar.

7. Berintrospeksi ketika menerima kritik

Melatih kepintaran emosional pun penting untuk dilaksanakan saat Anda merasakan kejadian yang tidak cukup mengenakkan laksana dikritik orang lain. Tanpa kita sadari, kritik ialah hal yang kita perlukan guna mengembangkan diri. Maka, daripada berkecil hati atau marah-marah, usahakan pakai kesempatan ini guna berintrospeksi. Meskipun kita dikritik dengan teknik yang tidak cukup sopan atau tidak menghargai, usahakan untuk konsentrasi pada isi kritiknya, bukan teknik penyampaiannya. Tanyakan pada diri kita sendiri apa yang kira-kira menciptakan orang beda mengkritik diri kita sedemikian rupa? Cobalah guna mengesampingkan sejenak rasa sakit hati atau malu yang menyelimuti kita dan pikirkan apakah kritik itu ada benarnya. Setelah itu, pikirkan pun bagaimana teknik untuk membetulkan diri Anda.

8. Memahami tubuh kita sendiri

Kecerdasan emosional sehubungan langsung dengan situasi tubuh Anda. Ini sebab setiap saraf dan sel dalam tubuh kita saling berpengaruh. Jika kita stres, Anda dapat jadi kehilangan selera santap atau susah tidur. Atau jangan-jangan kita merasa mual sebab sedang gugup. Belajar untuk mengetahui tubuh kita sendiri akan menolong Anda menyadari perasaan dan reaksi kita terhadap kondisi tertentu.

9. Terus melatih kelaziman tersebut

Cara terbaik guna melatih kepintaran emosional ialah dengan terus mempraktekkan langkah-langkah di atas. Proses melatih kepintaran emosional bisa dilangsungkan sepanjang hidup Anda. Namun, semakin kita giat berusaha, hasilnya pun bakal semakin baik dan terasa dalam kehidupan keseharian tanpa mesti menantikan bertahun-tahun lamanya. Anda pun tak butuh susah-susah mengekor terapi atau seminar pengembangan diri yang harganya tidak murah. Jika kita memang percaya bahwa keterampilan mengelola emosi dapat meningkatkan kualitas hidup, kita hanya perlu satu kunci sederhana, yakni terus mendorong diri sendiri guna melatih kepintaran emosional.