twittsev.com

Situs Web Pendidikan Terupdate

Olahraga Bocce, Latih Konsentrasi dan Rangsang Motorik Anak Bekebutuhan Khusus

Olahraga Bocce, Latih Konsentrasi dan Rangsang Motorik Anak Bekebutuhan Khusus

 

Olahraga Bocce, Latih Konsentrasi dan Rangsang Motorik Anak Bekebutuhan Khusus

Bocce atau boccia

Bocce atau boccia merupakan salah satu olahraga khusus anak-anak penyandang tunagrahita, yang masih belum dikenal namanya di Indonesia. Boccia ini menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan di Asian Para Games 2018. Selain di Asian Para Games 2018, olahraga ini pun diperkenalakan di Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) 2018 yang dilaksanakan di Yogyakarta pada beberapa waktu lalu.

Boccia merupakan olahraga melempar bola yang bertujuan untukmecapai atau mendekati satu target

Pada olahraga Boccia, terdapat tiga nomor pertandingan, yaitu nomor individu, pasangan dan beregu. Pemainnya terdiri tiga orang yaitu BC 1, satu orang dan BC 2, dua orang. Seperti dirilis dari kompas.com, ada empat kategori pertandingan unutk nomor individu, yakni BC1, BC2, BC3, dan BC4.

Ada 3 warna bola dalam Boccia, yakni putih, merah, dan biru. Bola putih disebut dengan bola Jack yaitusasaran lempar bola merah dan enam bola biru yang dipegang tim. Semakin dekat jarak bola dengan sasaran, semakin besar kesempatan untuk memenangi pertandingan. Jarak bola dihitung menggunakan alat ukur yang berbentuk seperti jangka. Pelemparan bola dilakukan bergantian. Durasi pertandingannya juga berbeda di setiap nomor. Durasi empat menit untuk individu, lima menit untuk pasangan, dan enam menit untuk beregu.

Olahraga Boccia sangat baik untuk anak-anak Tunagrahita

Dalam olahraga ini, anak dituntut untuk melakukan beberapa gerakan sederhana yang baik untuk merangsang saraf dan gerakan motorik tubuh. Olahraga ini dapat melatih mototrik tangan dan kaki, melatih konsentrasi hingga melatih sosialisasi saat berada dalam tim.

Kepala Sekolah SLB-B Sukapura

Anna Bhudiarti mengatakan olahraga ini dapat melatih kemampuan membidik dan melatih keseimbangan. Anak-anak dibimbing agar melempar bola sejauh-jauhnya, sehingga dapat diukur sejauh mana bola tersebut terjatuh. Selain itu, permainan bola ini dapat meningkatkan konsentrasi.

“Permainan ini pertama kali berasal dari Inggris, khusus diberikan untuk anak-anak down  syndrome. Saat diberikan ternyata mereka juga mampu membidik sesuai arahan,” ujar Anna.

 

Sumber : https://pengajar.co.id/