twittsev.com

Situs Web Pendidikan Terupdate

Memberi Kemudahan melalui Safari Layanan

Memberi Kemudahan melalui Safari Layanan

Memberi Kemudahan melalui Safari Layanan

Memberi Kemudahan melalui Safari Layanan

Banjarbaru, Kemendikbud — Tahun 2019 menjadi tahun yang bersejarah bagi Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan (LPMP Kalsel), karena memulai Safari Layanan sebagai gebrakan inovasi. Safari Layanan adalah layanan yang diberikan dalam mobil layanan yang dibuat mirip seperti kondisi Unit Layanan Terpadu dan berkunjung ke daerah daerah tertentu yang jauh dari pusat kota. Masyarakat dapat meminta informasi, menyampaikan pengaduan, bertanya, berdialog, memberikan saran dan masukan, serta konsultasi terkait layanan yang ada di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Ide ini muncul dari Kepala LPMP Kalsel, Nuryanto, pada akhir Februari lalu. Safari Layanan berawal dari masukan pihak internal dan eksternal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), karena menganggap informasi yang didapat oleh guru-guru di tingkat kabupaten/kota tentang kebijakan kementerian masih kurang.

Menindaklanjuti ide pimpinannya, jajaran LPMP Kalsel kemudian mengadakan rapat untuk mendiskusikan tim yang akan diberangkatkan serta memilih kabupaten/kota yang dituju dalam kegiatan perdana yang bertajuk Safari Layanan ini.

Tahap berikutnya, LPMP Kalsel mengirim surat kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten

yang ditunjuk sambil mengutarakan maksud dan tujuan Safari Layanan. Kabupaten Kota Baru dan Kabupaten Tanah Bumbu menjadi prioritas untuk dikunjungi karena merupakan daerah yang terjauh dari pusat kota dan tercatat sebagai daerah yang paling sedikit berkunjung ke Unit Layanan Terpadu (ULT) LPMP. Setelah mendapat persetujuan dari dinas pendidikan setempat, ditentukan lokasi, tanggal dan tempat pelaksanaan Safari Layanan.

Dalam misi pertamanya ke Kota Baru pada Maret lalu, mobil layanan harus menempuh perjalanan selama 11 jam melalui jalur darat dan laut. “Minibus yang kami miliki kami setting (rancang) dengan sarana penunjang seperti kursi, meja, kontak power diesel, laptop, lampu darurat, spanduk atau banner, dan lain-lain,” ujar Koordinator Layanan Informasi ULT LPMP Kalsel, M.Jazuli. Ia sudah memimpin ULT sejak Maret 2018 lalu.

Lebih lanjut ia menerangkan, layanan yang diberikan dalam mobil layanan dibuat mirip seperti kondisi layanan di Kantor LPMP Kalsel. “Petugas terdiri dari tiga orang dan satu orang supir,” ujarnya saat ditemui dalam Gebyar Hardiknas di Kantor Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini Dan Pendidikan Masyarakat (BP PAUD Dikmas), di Landasan Ulin, Banjar Baru, Kalsel, beberapa waktu lalu.

Ia juga bercerita mengenai animo pengunjung yang datang ke dua daerah tersebut. “Mereka sangat berterimakasih dapat dilayani di tempat mereka dan berharap untuk dijadwalkan rutin kunjungan ke daerah,” ucapnya penuh antusias.

Apresiasi terhadap keberadaan Safari Layanan juga datang dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kota Baru dan Dinas Pendidikan Kabupaten Tanah Bumbu. Mereka berharap, kunjungan akan merambah hingga ke tingkat kecamatan dan diadakan secara terus menerus.

Merespons aspirasi masyarakat, Jazuli mengatakan Safari Layanan direncanakan akan mengunjungi dua sampai tiga kabupaten/kota sekaligus. Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan perjalanan tersebut berkisar antara dua sampai tiga bulan.

Ia juga menyampaikan pentingnya koordinasi antar unit pelaksana teknis (UPT)

untuk menciptakan keselarasan dalam optimalisasi layanan. “Sebelum layanan dimulai, kami koordinasi dengan BP PAUD Dikmas meminta agar operator NUPTK/Dapodik stand by untuk membantu layanan sehingga jika kami terkendala saat menghadapi guru-guru jenjang TK/PAUD, ada yang membantu. Begitu juga dengan operator disdik provinsi jenjang SMA/SMK dan operator disdik kabupaten /kota untuk jenjang SD dan SMP yang kami siagakan untuk mem-back up layanan kami,” tuturnya.

Kegiatan Safari Layanan ULT LPMP Kalsel berlangsung mulai tanggal 26-27 Maret 2019 di Kabupaten Kota Baru dan dilanjutkan pada tanggal 28-29 Maret 2019 di Kabupaten Tanah Bumbu. Untuk Kabupaten Kota Baru, jumlah pengunjung sebagian besar berasal dari guru SD, yakni 41,1 persen dari total 176 pengunjung. Sebagian besar pengunjung mengurus Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK), dengan persentase sebesar 75,3 persen dari keseluruhan layanan yang diberikan.

Sama dengan daerah sebelumnya, pengunjung di Kabupaten Tanah Bumbu

sebagian besar berasal dari guru SD atau 40,7 persen dari total 86 pengunjung. Sebagian besar berkaitan dengan NUPTK dengan persentase sebesar 84,7 persen.

Semua pengunjung baik di Kabupaten Tanah Bumbu maupun di Kabupaten Kota Baru diberikan instrumen kepuasan layanan. Dari 86 responden yang berasal dari Tanah Bumbu, sebanyak 94,2 persen menyatakan puas dengan layanan petugas. Bahkan 100 persen pengunjung di Kabupaten Kota Baru merasakan puas terhadap layanan yang diberikan.

Ke depan, Jazuli berkeinginan ada peningkatan sarana untuk mendukung Safari Layanan. “Perlu disediakan mobil yang sesuai dengan standar sehingga nyaman bagi petugas dan pelanggan,” katanya. (Denty Anugrahmawaty/Desliana Maulipaksi).

 

Sumber :

http://bengawan.uns.ac.id/jam-tangan-pengukur-tensi/