twittsev.com

Situs Web Pendidikan Terupdate

Hipertensi, Salah Satu Penyakit yang Kerap Kambuh Pasa Jemaah Haji Indonesia

Hipertensi, Salah Satu Penyakit yang Kerap Kambuh Pasa Jemaah Haji Indonesia

Sekitar 80.973 jemaah dari 201 kloter haji Indonesia telah sampai di Tanah Suci Mekah hingga dengan tanggal 29 Juli 2018 lalu.

Perjalanan jauh dan suhu panas yang lumayan tinggi, serta riwayat kesehatan yang tidak cukup baik, menciptakan sekitar 55.685 orang atau selama 68,77 persen jemaah haji mempunyai risiko tinggi pada kesehatannya.

Kepala Pusat Kesehatan Haji Eka Jusuf Singka, dilansir dari Antara mengungkapkan bahwa urusan ini tampak dari banyaknya jemaah yang umurnya lebih dari 60 tahun dan pun dari riwayat kesehatannya.

Sampai dengan hari ke-13 penyelenggaraan kesehatan haji di Arab Saudi, mendata jemaah haji yang merasakan masalah kesehatan.

Mengutip laman sah Kementerian Kesehatan RI, jumlah jemaah haji yang diasuh jalan ada sejumlah 22.059 orang (20.564 orang di Madinah dan 1.495 orang di Mekah) dan total rujukan sejumlah 273 orang (252 orang di Madinah dan 21 orang di Mekah).

Di Klinik Kesehatan Haji Indinesia (KKHI) Madinah menerima 14 rujukan, 41 jemaah yang diasuh inap, dan merujuk 21 jemaah ke RSAS. Sementara di KKHI Makkah sudah menerima 10 pasien, masih diasuh inap 7 jemaah, dan merujuk 14 jemaah ke RSAS.

Tim Mobile di bandara mendata 160 jemaah merasakan masalah kesehatan.

‘Diagnosa penyakit terbanyak rawat jalan ialah hipertensi sejumlah 3.727 orang,” kata Eka.

Perawatan gratis

Kepala Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI) Daerah Kerja (Daker) Mekah, Nirwan Satria meminta jemaah haji Indonesia untuk fobia berobat ke KKHI ketika merasa tak sehat.

“Kalau sakit tidak boleh takut berobat di sini. Jangan fobia ditarik bayaran,” katanya dilansir dari laman sah Kementerian Agama.

“Yang urgen dia jemaah haji Indonesia, bahkan bila mau operasi jantung saja, di sini dapat langsung operasi jantung gratis.”

Saat ini, KKHI telah melayani 95 orang jemaah sakit, yang telah dirujuk ke Rumah Sakit Arab Saudi hingga hari ini telah 12 orang, diasuh di KKHI 25 orang, dan 43 orang telah dipulangkan.

Baca Juga:

Indonesia Darurat Campak Rubella Berdasarkan keterangan dari IDAI

Indonesia Darurat Campak Rubella Berdasarkan keterangan dari IDAI

Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengeluarkan Fatwa Nomor 33 tahun 2018 yang mengizinkan pemakaian vaksin Measles Rubella (MR) buatan Serum Institute of India (SII) yang dalam proses produksinya memakai bahan berisi babi.

Sementara pada poin ketiga fatwa tersebut dilafalkan bahwa pemakaian Vaksin MR produk dari Serum Institute of India (SII), pada ketika ini, dibolehkan (mubah) sebab ada situasi keterpaksaan (dlarurat syar’iyyah).

Aman Bhakti Pulungan, Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menuliskan bahwa situasi penyebaran campak dan rubella di Indonesia terbilang darurat.

“Kalau terpaksa ya sangat terpaksa kalau anda lihat secara umum. (Secara global), anda ini terjelek kedua di dunia sesudah India (untuk campak),” kata dia ketika konferensi pers di gedung Kemenkes, Kuningan, Jakarta Selatan, Kamis (23/8).

Lebih lanjut ia menjelaskan, campak tergolong dalam kelompok penyakit yang susah diatasi. Dia menambahkan, satu-satunya teknik untuk menangkal penyebaran campak ialah dengan mengerjakan vaksinasi.

Hanya saja, untuk memastikan vaksinasi campak benar-benar berhasil dan terhindar dari penyakit ini, lingkungan sekitar pun harus aman dari campak alias jangkauan vaksinasi wilayah tersebut mesti sedang di batas aman.

Cakupan vaksinasi aman di angka 90-95 persen. Namun, lanjut Aman, provinsi dengan jangkauan vaksinasi menjangkau 90 persen kemungkinan melulu 15 provinsi, dari total 34 provinsi di Indonesia.

Cakupan vaksinasi ini untuk membuat ‘herd immunity’ yakni, lingkungan atau komunitas yang resisten terhadap sebuah jenis penyakit umumnya sebab vaksin.

Dalam lima tahun terakhir, permasalahan campak dan rubella tidak sedikit bermunculan di Indonesia. Hingga Juli 2018, Kemenkes menulis sebanyak 57.056 permasalahan terduga campak dan rubella yang dilaporkan. Dari jumlah ini, sejumlah 8.964 positif campak dan 5.737 positif rubella.

“Kita mesti belajar dari kejadian di Asmat. 750 anak meninggal sebab campak,” imbuhnya.

Campak adalahpenyakit yang paling mematikan. Aman menjelaskan, campak bisa menimbulkan pelbagai komplikasi laksana pneumonia, diare, meningitis sampai kematian. Sedangkan rubella https://www.bukumedis.com tak menimbulkan fenomena khas, namun sangat riskan saat anak yang terinfeksi rubella berada di sekitar ibu hamil.

Aman berkata, anak infeksi rubella bakal menularkan pada ibu hamil. Akibatnya, ibu merasakan keguguran atau bermunculan dalam situasi cacat permanen atau Congenital Rubella Syndrome (CRS). CRS dapat berupa ketulian, gangguan penglihatan atau kebutaan sampai kelainan jantung.

“Perawatan anak yang terdampak rubella dapat Rp300-400 juta, enggak tahu bila seumur hidup berapa. Indonesia kira-kira terdapat 2.700-2.800 orang yang terkena, coba tersebut dikalikan. Ini sangat terpaksa artinya,” jelas Aman.

Oleh sebab itu, ia menginginkan kesadaran seluruh pihak berhubungan pentingnya vaksinasi. Pada Agustus sampai September, Kemenkes mengadakan imunisasi serentak di luar Pulau Jawa.

“Ini paling darurat, anda harus selamatkan bangsa ini. Ini investasi masa mendatang kita,” ujarnya.

Baca Juga: