twittsev.com

Situs Web Pendidikan Terupdate

Carut marut Indonesia

Carut marut Indonesia

Carut marut Indonesia

Carut marut Indonesia

Carut marut Indonesia

Di hari kebangkitannya yang ke 100 tahun

Indonesia diwarnai berbagai macam kejadian, yang hampir bisa disetarakan sebagai fragmen dagelan sebuah bangsa.
Lihat saja berita-berita media, dan detailnya di internet, banyak berita yang membuat kita bertanya-tanya.
Diantaranya, penemuan blue energi, bahan bakar berasal dari air, semua pihak menanggapi menurut versinya masing-masing, baik politikus, ilmuwan, lembaga riset, sampai wakil presiden.

Belum selesai masalah blue energi

muncul lagi kehebohan yang lain, seorang yang tidak jelas asal usulnya,Ahmad Zaini, mengaku memiliki dana ribuan trilyun, bayangkan, ribuan trilyun..!!! untuk menghitung jumlah nol nya saja kita kesulitan, apalagi membayangkan seberapa besar dana tersebut.

Ribut-ribut terakhir adalah seorang motivator

Tung Desem Waringin, yang akan membagi-bagikan uang lewat pesawat. Sebuah kegiatan yang sangat kontroversial, lebih cenderung arogan.
Mengapa uang itu tidak disumbangkan saja melalui badan amal, jika memang niatnya sedekah..
Membagi-bagikan uang dari udara, ibarat memberi makan ikan di kolam, makanan di lempar, dan ikan-ikan akan berebutan, sang pemilik melihat dari atas, mungkin sambil bernyanyi-nyanyi, atau mengajak anak kecil melihat ikan..
Memang itu adalah uang dia sendiri, hasil jerih payah, namun apakah itu cara yang bijak dalam penggunaannya..??

Tirto Adi Suryo

Tirto Adi Suryo

Tirto Adi Suryo

Tirto Adi Suryo

Tirto Adi Suryo

Tak banyak yang tahu, siapa Tirto Adi Suryo

seorang pelopor, masterpiece dalam bidang media dan pergerakan nasional yang sesungguhnya. Kisahnya terangkum jelas dalam buku-buku karya Pramudya Ananta Toer, Tetralogi Pulau Buru. Yang beberapa waktu lamanya di larang beredar oleh penguasa Indonesia dan kembali muncul ketika rezim orde baru runtuh.
Mas, Tirto Adhi Suryo adalah bangsawan jawa pelopor pembentuk kesadaran nasionalisme tersebut. Lewat kecakapannya sebagai primbumi terdidik, lahir organisasi modern pertama; Serikat Priayi (SP). Organisasi ini tidak berumur panjang, dan tidak pernah kelihatan memimpin kesadaran politik anti penjajah karena di dalamnya tergabung kaum priayi Jawa yang masih memegang teguh status kepriayiannya. Namun organisasi ini telah menjadi media pertama kali secara struktur kaum pribumi mendiskusikan embrio sebuah Nation. Kesadaran pembentuk nation justru sesungguhnya berasal dari koran bernama “Medan Priayi” yang didirikan Tirto Adhi suryo pada tahun 1907 dengan format 125 kali 195mm, dengan tebal 22 halaman terbit seminggu sekali. Kenapa koran ini yang menjadi peletak dasarnya? Karena lewat koran inilah gagasan nasionalisme tertulis pertama kali dan dibaca dan menjadi pembentuk kesadaran awal tentang nasionalisme melampaui perbedaan agama, suku, dan organisasi. Koran tersebut diterbitkan dengan semboyan: “Suara orang-orang yang terperintah”. Kita masih mengingat bagaimana peranan tulisan telah menentukan proses gerak sejarah bangsa termasuk pembentukan nation, karena tanpa tulisan maka betapa sulitnya menyatukan nusantara yang Terdapat lebih dari tigaratus etnik berbeda di Indonesia, masing-masing dengan identitas budayanya sendiri, dan lebih dari duaratus limapuluh bahasa berbeda yang diucapkan di kepulauan (archipelago)Indonesia.

Pelopor pers nasional

Raden Mas Tirto Adhi Soerjo lahir di Blora tahun 1880 sebagai Raden Djokomono. Ia adalah siswa Stovia di Batavia yang tidak tamat menjadi “dokter Jawa”. Sejak muda, sudah mengirimkan tulisan-tulisan ke sejumlah surat kabar dalam bahasa Belanda dan Jawa. Selama dua tahun, ia ikut membantu Chabar Hindia Olanda, pimpinan Alex Regensburg, kemudian pindah menjadi redaktur Pembrita Betawi, pimpinan F. Wiggers, yang kelak digantikannya.

Setelah menikah dengan R.A. Siti Habibah

ia tinggal di Desa Pasircabe, 3 pal dari ibu kota Kabupaten Bandung. Di sinilah ia ditawari oleh Bupati Cianjur, R.A.A. Prawiradiredja, untuk menerbitkan surat kabar sendiri. Terbitlah Soenda Berita pada tahun 1903. Inilah surat kabar pribumi pertama berbahasa Melayu, yang dimodali, dicetak, ditangani oleh pribumi.
Soenda Berita berhenti terbit tahun 1906. Tirto Adhi Soerjo tinggal di Bogor, kemudian bersama beberapa prijaji di Batavia, mendirikan Sarikat Prijaji dengan anggota sekira 700 orang dari berbagai daerah di Hindia Belanda. Sarikat Prijaji menginginkan sebuah surat kabar untuk corong suara mereka yang lebih dari Soenda Berita yang tak mau bicara politik. Maka pada tanggal 1 Januari 1907, diterbitkanlah Medan Prijaji. Sesuai dengan namanya, Medan Prijaji merupakan suara golongan priayi.

Dalam kesibukannya, Tirto Adhi Soerjo mengadakan rapat di rumahnya, di Bogor tanggal 27 Maret 1909 untuk mendirikan Sarekat Dagang Islamiyah. Perkumpulan ini dipimpin Achmad Badjenet, seorang saudagar di Bogor. Tirto Adhi Soerjo sendiri berkedudukan sebagai Sekretaris-Adviseur.

Tahun 1909, Tirto Adhi Soerjo melalui Medan Prijaji membongkar skandal yang dilakukan Aspiran Kontrolir Purworejo A. Simon. Diberitakan bahwa A. Simon yang disebutnya “snot aap” (monyet ingusan) telah bersekongkol dengan wedana dalam mengangkat seorang lurah di Desa Bapangan. Lurah yang terpilih dengan suara terbanyak malah ditangkap, dikenakan hukuman dan dibuang ke Teluk Betung Lampung.

Sepulang dari pembuangan, Tirto Adhi Soerjo membenahi NV-Medan Prijaji, H.M. Arsyad keluar dari perusahaan, kini Tirto Adhi Soerjo sendiri menjadi pemimpin perusahaan dengan komisaris Haji Anang Tajib, seorang saudagar besar, dan Haji Amir, saudagar kain, keduanya tinggal di Bandung.

Masa keruntuhan Medan Prijaji dimulai dengan pemberitaan-pemberitaan tentang Bupati Rembang, R. Adipati Djojodiningrat (suami R.A. Kartini) yang dituduh menyalahgunakan kekuasaan, pada terbitan 17 Mei 1911, kemudian pemberitaan yang dianggap menghina Residen Ravenswaai dan Residen Boissevain yang dituduh menghalangi putra R. Adipati Djojodiningrat menggantikan jabatan ayahnya. Tirto Adhi Soerjo pun terkena delik pers dan diputus pengadilan untuk dihukum buang ke Ambon selama 6 bulan. Sementara itu, kesalahan manajemen menyebabkan kesulitan keuangan yang berat hingga akhirnya NV Medan Prijaji dinyatakan pailit. Medan Prijaji berhenti terbit 22 Agustus 1912. Nasib lebih buruk lagi, Tirto Adhi Soerjo disandera para kreditornya sehingga baru tahun 1913 ia pergi ke tempat pembuangannya. Tirto Adhi Soerjo pergi dengan mental patah dan apa yang sudah dibangunnya ikut runtuh.

Sekembali dari Ambon, ia tinggal di Hotel Medan Prijaji (ketika ia sedang di Ambon namanya diubah menjadi Hotel Samirono oleh Goenawan). Antara tahun 1914-1918, Tirto Adhi Soerjo sakit-sakitan dan akhirnya meninggal pada tanggal 7 Desember 1918. Mula-mula ia dimakamkan di Manggadua Jakarta kemudian dipindahkan ke Bogor tahun 1973. Di nisannya tertulis: “Perintis Kemerdekaan; Perintis Pers Indonesia”. Layaklah ia disebut sebagai Bapak Pers Nasional.
Namun, gelar Perintis Pers atau Perintis Kemerdekaan saja tidak cukup. Dari jumlah 129 pahlawan nasional yang kita miliki hingga tahun 2006, hanya ada 3 orang yang tercatat pernah sebagai wartawan yaitu, Abdul Muis, Douwes Dekker, dan Adam Malik. Berdasarkan peraturan pemerintah yang berlaku (UU No 33 Tahun 1964, UU No 22 Tahun 1999, PP Pemerintah tahun 2000, Kep Mensos tahun 1997), Tirto Adhi Soerjo ini memenuhi syarat untuk diajukan sebagai pahlawan nasional dari Jawa Barat. Meskipun ia bukan orang Sunda, ia berkiprah di Jawa Barat, mengangkat nama Jawa Barat dalam pergerakan nasional, baik melalui pers maupun politik, bahkan kuburannya pun di Jawa Barat.

Sumber : https://www.okeynotes.com/blogs/212521/21236/pengertian-akhlak

Kamuflase Bernama Pemilu

Kamuflase Bernama Pemilu

Kamuflase Bernama Pemilu

Kamuflase Bernama Pemilu

Sekali lagi, rakyat indonesia dihadapkan pada sebuah drama baru

perhelatan akbar bernama pemilihan umum, yang di eufimis kan menjadi “pesta demokrasi”. Istilah pesta demokrasi sendiri tidak diketahui adalah warisan dari pemerintahan Soeharto, yang memang memiliki strategi yang sangat jitu dalam menggunakan metafor dan eufimisme kata-kata.

Yang menjadi pertanyaan kini adalah

benarkah pemilu adalah benar-benar pesta demokrasi, jika sampai sejauh ini ajang pemilu hanya melahirkan koruptor-koruptor baru, serta menjadi sebuah pintu gerbang bagi mereka yang akan menumpukkan pundi-pundi uang. Istilah yang tepat untuk pemilu adalah pesta elite politik.!!
Seperti telah diketahui, partai peserta pemilu tumbuh seperti jamur di musim penghujan, tentu saja dengan visi dan misi yang yahud, luar biasa dan ambisius, apalagi kalau bukan untuk mensejahterakan rakyat.

Namun rakyat terlanjur apatis dan skeptis

bahkan tak jarang mungkin mereka berpikir, “lebih baik kembali ke jaman soeharto”. Bisa jadi benar, karena stabilitas sosial politik adalah mutlak untuk negeri yang sedang membangun.
Namun jaman harus berubah, dan ternyata Indonesia atau tepatnya para elite yang belum siap atau tidak mampu untuk mengikuti arus perubahan, karena tidak didukung oleh moralitas dan sistem pendukung yang bagus.
Undang-undang seperti dibuat hanya untuk kepentingan sesaat mereka,meskipun tak menutup mata bahwa KPK sebagai pemburu koruptor semakin menunjukkan taringnya.

Akan tetapi, sampai saat ini yang terlihat, Pemilu masih berupa sebuah kamuflase untuk sebuah kekuasaan atas nama perjuangan untuk kesejahteraan rakyat..
Entah sampai kapan…

Sumber : https://www.okeynotes.com/blogs/212521/21235/contoh-teks-eksplanasi

Sinergi Lembaga Komunitas Diharapkan Permudah Akses Pendidikan

Sinergi Lembaga Komunitas Diharapkan Permudah Akses Pendidikan

Sinergi Lembaga Komunitas Diharapkan Permudah Akses Pendidikan

Sinergi Lembaga Komunitas Diharapkan Permudah Akses Pendidikan

Sinergi Lembaga Komunitas Diharapkan Permudah Akses Pendidikan

Pendidikan merupakan permasalahan serius yang perlu penanganan secara massif

terutama para pihak-pihak yeng memiliki kewenangan untuk memajukan bidang pendidikan. Terutama dalam hal pemerataan pendidikan hingga pelosok daerah.

Selain lembaga terkait, ada juga komunitas-komunitas yang cukup memberikan perhatian terhadap dunia pendidikan, salah satunya dari komunitas GreatEdu.

CEO GreatEdu, Robert E Sudarwan mengatakan, Jakarta memiliki banyak potensi tidak hanya potensi materil, melainkan juga potensi kumpulan manusianya yakni komunitas. Data Jakarta mencatat ada 33 komunitas di Jakarta yang aktif di berbagai aktivitas pendidikan.

Baca Juga:

Penerapan Sistem Zonasi Membutuhkan Perpres

Sinergi Komunitas Penting untuk Wujudkan Pendidikan Berkualitas

“Banyak komunitas yang tentunya belum tercatat dan memiliki banyak potensi dan prestasi.

Acara ini diinisiasi oleh GreatEdu bahwa hadirnya komunitas memberikan banyak impact bagi lingkungan sekitar,” kata Robert dalam acara Rembuk Komunitas Pendidikan di Kedai Kepikiran Kopi, Pasar Minggu, Kamis 23 Mei 2019.

“Jika komunitas-komunitas tersebut bersinergi dan berkolaborasi untuk pendidikan, akan lebih banyak lagi manfaat yang bisa dirasakan masyarakat. Terutama kemudahan akses pendidikan berkualitas yang merupakan salah satu persoalan utama dibalik keberadaan sekolah-sekolah berprestasi,” sambungnya.

Robert mengungkapkan, rembug ini bertujuan menyamakan kepahaman dan sinergi mengenai keresahan dan masalah yang dihadapi oleh masing-masing komunitas. Acara yang dihadiri oleh 17 komunitas ini membuka mata bahwa masih banyak masyarakat yang belum bisa menerima akses pendidikan yang baik.

“Komunitas ini banyak bercerita sulitnya akses pendidikan itu tidak hanya milik masyarkat

desa tetapi yang utama justru berada di masyarakat miskin kota. Mengenai pendidikan pada masyarakat miskin kota ini menjadi konsern bagi komunitas

Dalam Rembuk Komunitas Pendidikan Jakarta ini,” ungkapnya.

M Chozin Amirullah, pemantik diskusi mengatakan, ini adalah awal dari terciptakanya kemudahan akses pendidikan yang digerakan langsung oleh orang terdekat di masyarakat yaitu komunitas.

“Acara ini akan berlanjut untuk mensinergikan antar komunitas agar tergali lagi potensi masing-masing yang belum termaksimalkan. Harapannya komunitas ini mampu membantu masyarakat untuk akses pendidikan yang lebih baik,” pungkasnya.

 

 

Baca Juga :

DPR Pertanyakan Siswa Tak Diluluskan karena Kritik Kebijakan Sekolah

DPR Pertanyakan Siswa Tak Diluluskan karena Kritik Kebijakan Sekolah

DPR Pertanyakan Siswa Tak Diluluskan karena Kritik Kebijakan Sekolah

DPR Pertanyakan Siswa Tak Diluluskan karena Kritik Kebijakan Sekolah

DPR Pertanyakan Siswa Tak Diluluskan karena Kritik Kebijakan Sekolah

Siswa Kelas XII jurusan IPS SMAN 1 Sembalun Lombok Timur, NTB Aldi Irpan

disebutkan tidak lulus dikarenakan mengkritik kebijakan sekolah. DPR menyoroti peristiwa tersebut.

Wakil Ketua Komisi X DPR, Reni Marlinawati kebijakan sekolah yang tidak meloloskan siswa karena mengkritik kebijakan sekolah. “Kami menyayangkan kebijakan sekolah yang tidak meloloskan siswa karena dipicu mengkritik kebijakan sekolah. Jika itu menjadi dasarnya, ini jelas melanggar prinsip demokratisasi di dunia pendidikan,” ujar Reni di Gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Senin (20/5/2019).

Reni meminta agar persoalan yang telah menjadi perbincangan di publik i

ni dapat segera direspons oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. “Perlu ada klarifikasi secara mendalam atas persoalan tersebut. Jika memang ketidaklulusan siswa hanya dipicu oleh karena mengkritik kebijakan sekolah, harus ada koreksi atas kebijakan tersebut,” tambah Reni.

Baca Juga:

DPR Nilai Pernyataan Praktisi Pendidikan Setyono Bisa Menyulut Polemik

Kasus Pemalsuan SKD, Kemendikbud Serahkan ke Daerah

Wakil Ketua Umum DPP PPP ini menyebutkan dunia pendidikan harus menjadi ruang dialektika bagi pendidik, siswa dan stakeholder pendidikan lainnya. “Dialektika di dunia pendidikan harus dalam koridor etik dan harus dipertanggungjawabkan,” tandas Reni.

 

Sumber :

https://www.deviantart.com/gimadelija/journal/Your-High-School-Diploma-Online-804324339

Dilakukan Melalui Sistem Online, Pendaftar Harus Cermat

Dilakukan Melalui Sistem Online, Pendaftar Harus Cermat

Dilakukan Melalui Sistem Online, Pendaftar Harus Cermat

Dilakukan Melalui Sistem Online, Pendaftar Harus Cermat

Dilakukan Melalui Sistem Online, Pendaftar Harus Cermat

Pendaftaran Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2019 akan dimulai hari ini (10/6) hingga 24 Juni mendatang. Pendaftaran dilakukan melalui sistem online. Pendaftar harus teliti agar semua syarat terpenuhi. Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi Negeri (LTMPT) Ravik Karsidi mengatakan, hari ini pendaftaran akan dibuka pada pukul 13.00 WIB.

Dia mengatakan, pendaftaran SBMPTN tidak dilakukan secara offline di masing-masing kampus, melainkan mendaftar online melalui laman http://pendaftaran.sbmptn.ac.id. “Calon pendaftar harus cermat memperhatikan dengan teliti semua persyaratan dan tahapan pendaftaran di laman tersebut,” katanya kemarin.

Calon mahasiswa jalur SBMPTN diketahui harus memenuhi syarat siswa lulusan SMA/MA/SMK yang lulus pada 2017 dan 2018 harus sudah memiliki ijazah. Sementara siswa SMA/MA/SMK/sederajat lulusan 2019 memiliki surat keterangan lulus pendidikan menengah. Syarat terbaru tahun ini ialah mereka harus mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dan telah memiliki hasil nilai UTBK-nya.

Baca Juga:

Kasus Pemalsuan SKD, Kemendikbud Serahkan ke Daerah

Penerapan Sistem Zonasi Membutuhkan Perpres

Memiliki kesehatan yang memadai sehingga tidak mengganggu kelancaran proses studi. Selain itu juga memiliki NISN. Peserta yang memilih program studi bidang seni dan olahraga wajib mengunggah portofolio. Biaya UTBK ditanggung oleh peserta dan subsidi pemerintah serta syarat terakhir adalah tidak lulus jalur SNMPTN 2019.

Mantan rektor Universitas Negeri Sebelas Maret Solo ini menjelaskan, pemerintah menetapkan melalui Permenristekdikti No 60/ 2018 bahwa kuota setiap program studi yang disediakan untuk calon mahasiswa baru yang mengikuti SBMPTN ditetapkan paling sedikit 40% dari daya tampung program studi di PTN.

Pendaftaran mahasiswa baru dibagi tiga yakni Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 20%, SBMPTN 40%, dan jalur mandiri maksimum 30% dari daya tampung PTN. Ravik menekankan, calon peserta penerima beasiswa Bidikmisi yang telah dinyatakan lulus SNMPTN 2019 dan calon peserta non-Bidikmisi yang dinyatakan lulus SNMPTN 2019 tidak diperbolehkan mendaftar SBMPTN 2019.

“Calon peserta bisa melihat dulu ke laman untuk mempertimbangkan program studi,

daya tampung per PTN, dan juga jumlah peminat program studi PTN tahun 2018. Kami juga mengingatkan kepada peserta pelamar Bidikmisi mempelajari prosedur pendaftaran di laman http://bidikmisi.belmawa.ristekdikti.go.id,” jelasnya.

Untuk menghindari penipuan, Ravik mengingatkan kepada masyarakat dan khususnya para calon pendaftar SBMPTN 2019 bahwa LTMPT tidak menjalin kerja sama dengan pihak mana pun dalam pelaksanaan SBMPTN 2019. Semua informasi resmi dan setiap terjadi perubahan ketentuan yang berkaitan dengan pelaksanaan SBMPTN 2019, katanya, selalu diinformasikan melalui laman resmi di http://sbmptn.ac.id.

Sebelumnya diberitakan, sesi UTBK 2019 telah selesai dilaksanakan sesuai jadwal. UTBK

yang dilaksanakan pada 25 Mei 2019 dengan total peserta terdaftar sebanyak 113.189 peserta yang terbagi pada sesi pagi sebanyak 58.140 peserta dan sesi siang sebanyak 55.049 peserta.

Sesi pagi terdiri atas kelompok Saintek sebanyak 34.167 peserta dan Soshum 23.973 peserta dengan menggunakan 2.016 ruang yang berada di 64 pusat UTBK. Untuk sesi siang peserta kelompok Saintek sebanyak 29.568 peserta dan Soshum 25.481 peserta dengan ruang yang digunakan sebanyak 1.918 ruang yang berada di 56 pusat UTBK

 

Sumber :

https://rahulraheja.atavist.com/school-education-completion-broadening-opportunities

Menganalisis Politik Sultan Agung Menghadapi VOC

Menganalisis Politik Sultan Agung Menghadapi VOC

Belajar berasal dari Perjalanan jihad Sultan Agung berasal dari Mataram. Upaya untuk menegakkan syari’at islam membutuhkan perjuangan dan pengorbanan. Kerajaan Mataram Islam ini udah melaksanakan syariat islam. Pada th. 1613-1645 M Mataram Islam diperintah oleh Sultan Agung yang bertekad mengantarkan mataram menuju puncak kejayaan.

Sultan agung memiliki nama lain yakni Mas Rangsang. Ia adalah anak berasal dari raja ke-3 sultan mataram yang bernama Panembahan Anyakrawati atau Mas Jolang. Setelah ia diangkat menjadi raja bergelar Kanjeng Sultan Agung Senapati Ing Alaga Ngabdurahman Sayidin Panatagama yang berarti raja yang besar sebagai panglima perang kala berperang, tetapi ia juga hamba Allah dan juga pemimpin agama.

Sesudah lima th. memerintah, Sultan Agung memindah ibu kota kerajaan Mataram berasal dari Kotagede ke Kerto yang jaraknya sekitar 5 km di sebelah selatan Kotagede. Pemindahan ini memiliki nilai strategis lebih-lebih bidang kenegaraan dan pemerintahan, lebih-lebih di dalam bidang kemiliteran agar tambah kuat. Karena Sultan Agung memperkuat prajurit angkatan laut dan membawa dampak kolam telaga yang lebar dan luas, yang disebut Segarayasa di desa Wonokromo.

Sultan Agung adalah raja terbesar Mataram yang bercita-cita: mempersatukan semua Jawa di bawah Mataram, dan mengusir Perserikatan Perusahaan Hindia Timur atau Perusahaan Hindia Timur Belanda atauVereenigde Oostindische Compagnie(VOC) berasal dari Pulau Jawa. Untuk merealisasikan cita-citanya, ia berniat membendung usaha-usaha Kompeni menggerakkan penetrasi politik dan monopoli perdagangan.
Ekspedisi Jihad
Pada selagi Sultan Agung memimpin Kerajaan Mataram, beliau mengirim pasukan untuk menghimpun semua Jawa. Pasukan Mataram merasa menaklukkan kota-kota kecil seputar Surabaya (1614 M), Wirasaba (1615), Lasem (1616), Pasuruan (1617) dan Madura (1624). Kota Surabaya bisa dikuasai secara menyeluruh pada th. 1628, disebabkan pasukan angkatan laut mataram kalah dan pasukan darat juga kalah. Pasukan Sultan Agung bisa mengalahkan Surabaya bersama langkah membendung sungai Surabaya yang kemudian di alirkan ke sungai porong agar pasukan surabaya kekurangan air.

Pada th. 1628, lokasi Mataram nyaris termasuk semua jawa. Tetapi tetap ada batu sandungan untuk menghimpun semua jawa yakni VOC yang membawa benteng pertahanan di Batavia. Oleh gara-gara itu Sultan Agung berniat mengusir VOC berasal dari Jawa. Niatan ini bukan hanya keinginan saja, tetapi dibuktikan oleh Sultan Agung. Ia mengirim pasukan untuk menyerang Batavia hingga 2 kali serangan.
Serangan pertama, pada bulan Agustus 1628 M dan dilakukan di dalam dua gelombang. Ia mengirim sekitar 20.000 pasukan bersama pakai 60 kapal untuk menyerang Batavia. Gelombang I di bawah pimpinan Baurekso dan Dipati Ukur, sedangkan gelombang II di bawah pimpinan Suro Agul-Agul, Manduroredjo dan Uposonto. Batavia dikepung berasal dari darat dan laut selama tiga bulan, tetapi tidak menyerah. Bahkan sebaliknya, tentara Mataram pada akhirnya terpukul mundur.

Serangan ke dua dilancarkan pada bulan September 1629 M di bawah pimpinan Dipati Purbaya dan Tumenggung Singaranu. Sebanyak 80.000 pasukan mataram diterjunkan dan ditambah bersama persenjataan meriam. Mereka juga menghimpun beras di pelabuhan Tegal dan Cirebon. Untuk memenuhi keperluan makanan pasukan mataram. Dan dibuat lumbung padi di Karawang.

Akhirnya rahasia lumbung padi ini bocor. J.P. Coen pemimpin VOC menyadari hal itu, maka ia tidak tinggal diam. Ia pun mengirimkan kapal-kapal perang belanda ke pelabuhan Tegal dan Cirebon untuk membakar gudang-gudang beras punya pasukan Mataram. Akibat berasal dari pembakaran lumbung padi ini pasukan Mataram kelaparan dan juga di serang penyakit busung lapar dan kolera, agar sebagian besar berasal dari mereka meninggal dunia.

Belajar Dari Pengalaman
Pengalaman adalah guru yang berharga, berasal dari kegagalan serangan Sultan Agung ke Batavia. Ia membawa dampak trik baru di dalam menghimpun Pulau Jawa. Diantara gara-gara kegagalan di dalam perang melawan VOC di Batavia adalah berasal dari segi persenjataan Mataram kalah, berasal dari segi logistik untuk menyuplai pasukan udah bocor lebih-lebih dahulu kemudian oleh Belanda dibakar, berasal dari segi jarak tempuh pada Mataram menuju Batavia jauh, dan berasal dari segi kesegaran pasukan Mataram banyak terjangkiti wabah penyakit.

Di pada faktor yang lain adalah kondisi alam yang tidak menolong gara-gara bertepatan musim penghujan taktik Sultan Agung yakni di dalam usaha membendung sungai Ciliwung pada akhirnya menuai kegagalan juga.

Belajar berasal dari pengalaman ini Sultan Agung melaksanakan rekonsiliasi dan penyatuan secara spiritual bersama kalangan keagamaan. Langkah-langkah yang di membuat adalah penetapan pemakaian penanggalan Islam berdasarkan Qomariah, menikahkan keturunan Sunan Giri di Gresik bersama adik Sultan Agung, dan untuk memperkuat posisinya sebagai sultan di Jawa,Sultan Agung mengutus utusan ke Makah untuk memohon gelar untuk dirinya.
Setahun berikutnya utusan itu kembali bersama membawa restu berasal dari penguasa Makah. Sultan Agung mendapat gelar Sultan Abdullah Muhammad Maulana Matarani. Akhirnya Sultan Agung meninggal pada th. 1645 M dan ia dimakamkan di kompleks makam raja-raja mataram di Imogiri.

Sumber : https://www.kumpulansurat.co.id/

Baca Juga :

Hubungan Sultan Agung dan VOC Pra Konflik 1628-1629

Hubungan Sultan Agung dan VOC Pra Konflik 1628-1629

Mulanya sikap Sultan Agung tahu dan tegas, beliau dambakan berdagang bersama pihak manapun asalkan tidak mengganggu kemerdekaan wilayah kekuasaannya. Sikap yang demikianlah ini ditunjukkan terhadap utusan pertama VOC, Caspar Van Surck yang datang ke Mataram di th. 1614, dan ketika itu Sultan Agung mengemukakan sebuah pesan yaitu beliau berkata:

Buatlah sebuah benteng atau kalau diinginkan sebuah tempat tinggal sedemikian kuat sehingga sanggup bertahan kalau diserbu musuh, hingga saya sanggup berikan bantuan…. Saya tahu benar bahwa tuan-tuan singgah tidak untuk mendiami tanah Jawa…. Saya tidak bermusuhan bersama Banten, bakal tetapi kecuali tuan-tuan diganggu oleh Banten, saya bakal menambahkan 40 gorap (atau Kapal) sebagai bentuan kepada tuan-tuan, balaslah perbuatan mereka (H. J. De Graaf, 1986: 54).

Maka dari perkataan tersebut Sultan Agung sebetulnya tidak menganggap VOC sebagai sebuah ancaman bagi kedaulatan Mataram. Beliau lebih-lebih bersedia menunjang kesulitan-kesulitan VOC didalam hadapi tekanan-tekanan kerajaan Banten serta bersedia menunjang memfasilitasi pembangunan pangkalan dagang di Jepara.

Dalam rangka pembangunan pangkalan dagang atau disebut Loji, VOC di Jepara diputuskan untuk menghendaki perlindungan bahan bangunan melalui kepala dagang Andries Soury dan kepala Loji Steven Doenssen kepada Gubernur Kendal, Kyai Sundana. Tanggal 27 Juli 1615 Kyai Sundana singgah ke loji yang pas itu tengah step pembangunan, dan disepakati bahwa dari pihak Mataram bersedia sedia kan bahan bangunan, lebih-lebih batu bata, untuk pembangunan loji bersama ukuran 25 wadem pesegi (1Vadem= 1,88m) bersama imbalan 4 buah meriam. Serta disepakati pula, sebagai angsuran pertama diserahkan lebih-lebih dahulu dua meriam tersebut segala perlengkapannya (H. J. De Graaf, 1986: 55-56).

Kesepakatan ini tidak berjalan bersama baik, terbukti bersama diutusnya duta VOC untuk mengajukan keberatan-keberatan mereka kepada Sultan Agung sebanyak dua kali. Duta pertama ialah Gerret Fredericks Druyff yang singgah terhadap th. 1616, mengadukan masalah suplai batu bata yang tidak sesuai bersama kesepakatan serta tersedia masalah kesusahan meraih beras. Namun kebutuhan beras seterusnya sanggup dipenuhi bersama baik hingga bersama th. 1618 di pas Mataram menerapkan larangan ekspor beras gara-gara tengah mengalami krisis pangan. Karena larangan ini maka dicabutlah untuk pihak VOC sesudah duta kedua, Cornelis Van Maseyek sanggup berunding bersama Temunggung Singaranu di Mataram. Pada tanggal 22 Juli 1618 rombongan Cornelis Van Maseyck tiba ulang di Jepara bersama membawa bukti tetulis berkenaan pembebasan bea cukai dan pemenuhan kebutuhan beras (H. J. De Graaf, 1986: 58-59).

Hubungan privat bersama VOC bersama Mataram terlampau buruk, itu gara-gara sikap kepala pedagang VOC di Jepara, yaitu Balthasarvan Eyndhoven terlampau tidak baik dan tidak menyenakan, dan selain itu termasuk penyerangan serta perampasan kapal-kapal Mataram oleh VOC termasuk banyak terjadi. Berdasarkan 2 Hal atau alasan ini, maka sesudah itu syah bandar Jepara, Koja Hulubalang terhadap bulan Agustus 1618 atas nama Sultan Agung menyerang loji VOC. Serangan ini nampaknya menewaskan tiga orang Belanda dan menawan yang lainnya (Ricklefs, 2005: 69). Dekatnya pas pada penyampaian bukti tertulis dari pusat Mataram bersama penyerangan loji tersebut cukup mengakibatkan pertanyaan, mungkinkah didalam surat tersebut termasuk terdapat perintah tersirat untuk menyerang loji VOC?. Padahal di awalnya utusan tersebut sudah di terima bersama ramah tamah di pusat Mataram dan sudah pula menambahkan beraneka macam persembahan. Ataukah ini hanya semacam tindakan yang terburu-buru dari syah bandar Koja Hulubalang?. Dengan mengingat sesudah itu surat ke-2 singgah dari Tumenggung Singaranu untuk membebaskan para tawanan Belanda dan memperbolehkannya untuk singgah dan berdagang ulang di Jepara sepanjang tidak mengulang ulang perbuatan-perbuatan jahatnya (H. J. De Graaf, 1986: 61).

Kejadian ini rupanya menyebabkan JP Coen selaku Gubernur Jenderal VOC di Batavia marah besar. Meskipun demikianlah ia menahan dirinya, untuk tidak memakai langkah kekerasan militer, ia lebih mengedepankan kepentingannya meraih logistik dari Mataram dan menahan diri untuk membalas perbuatan Mataram. Barulah di bulan November 1618, diperintahkannya Ven der Marer untuk “menghukum” orang-orang Jawa yang salah. VOC mengadakan ekspedisi lintas darat bersama 160 pasukan. Dengan itu kelanjutannya sukses mendiami benteng Jepara, membakar loji dan rumah-rumah disekitarnya, dan merampas kapal-kapal di depan Demak dan Jepara, serta menewaskan lebih kurang 30 orang Jawa. ternyata tidak cukup ekspedisi itu saja, VOC masih termasuk melancarkan serangan untuk ke-2 kalinya terhadap 23 Mei 1619, termasuk termasuk membakar pos Maskapai Hindia Timur milik Inggris (Ricklefs, 2005: 69).

Penaklukan VOC atas Batavia di th. 1619 merupakan titik balik menentukan, gara-gara VOC sudah melaksanakan apa yang harusnya tidak dilakukan mereka bersama merebut lebih dari satu pulau Jawa untuk diperintah dan dikuasai sendiri. Meskipun demikian, Sultan Agung senantiasa fokus untuk menaklukan Surabaya sudah menunda untuk pas perhatiannya terhadap pergantian konstelasi politik di Batavia. Beliau lebih-lebih membebaskan lebih dari satu tawanan orang belanda dan menambahkan perlindungan beras terhadap th. 1621 (H. J. De Graaf 1986: 60).

Baca Juga :

Apa itu visualisasi informasi Jelaskan dan berikan contohnya

Apa itu visualisasi informasi Jelaskan dan berikan contohnya

Apa itu visualisasi informasi Jelaskan dan berikan contohnya

Apa itu visualisasi informasi Jelaskan dan berikan contohnya

Apa itu visualisasi informasi Jelaskan dan berikan contohnya

Informasi merupakan suatu kumpulan data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang bermanfaat untuk penerima yang bisa dijadikan suatu pengambil keputusan
Visualisasi adalah suatu tindakan seseorang dengan menghubungkan konstruk dalaman dengan perkara yang didapat dari kepekaan.

Menampilkan data dengan menggunakan gambar.

• Menemukan cara terbaik untuk mengingat informasi dengan cara penerimaan alami manusia
Contoh: struktur tree dan grafik

Sebutkan dan jelaskan teknik-teknik visualisasi informasi!

·         PENGUMPULAN JUMLAH
– Mengakumulasi elemen individual ke dalam sebuah unit yang lebih besar untuk menghadirkannya seperti sesuatu yang utuh/lengkap.
·         OVERVIEW DAN DETAIL
– Menyediakan tinjauan global maupun kemampuan detail zooming.
·         FOKUS + KONTEKS
– Menunjukkan detail dari satu atau lebih daerah di dalam sebuah konteks global yang lebih besar (eg, fisheye).
·         DRILL-DOWN
– Memilih item individual atau set yang lebih kecil dari sebuah tampilan untuk sebuah pendapat detail / analisis.
·         BRUSHING
·         Memilih atau menunjuk / memspesifikasikan nilai, kemudian melihat item yang tepat di tempat lain pada tampilan.

Jelaskan apa yang dimaksud dengan peripheral awareness!

Peripheral awareness adalah pandangan atau penglihatan yang mampu mengenali situasi di sekeliling / samping. Kemampuan ini sering disebut juga penglihatan luas, yakni mampu melihat berbagai hal yang berada jauh dari titik fokus penglihatan. Kemampuan ini harus dilatih, tidak sembarang dilatih. Harus dilatih dengan cara yang benar dan efektif!

6. Sebutkan dan jelaskan tipe-tipe agent!

Agent: Satu entitas yang mempunyai beberapa tingkat inteligensi tiruan dan akan diprogram untuk melakukan berbagai tugas yang bermanfaat bagi massa.
·
– Autonomy: Agent dapat melakukan tugas secara mandiri dan tidak dipengaruhi secara langsung oleh user, agent lain ataupun oleh lingkungan (environment). Untuk mencapai tujuan dalam melakukan tugasnya secara mandiri, agent harus memiliki kemampuan kontrol terhadap setiap aksi yang mereka perbuat, baik aksi keluar maupun kedalam [Woolridge et. al.,1995].
·   – Intelligence, Reasoning, dan Learning: Setiap agent harus mempunyai standar minimum untuk bisa disebut agent, yaitu intelegensi (intelligence). Dalam konsep intelligence, ada tiga komponen yang harus dimiliki: internal knowledge base, kemampuan reasoning berdasar pada knowledge base yang dimiliki, dan kemampuan learning untuk beradaptasi dalam perubahan lingkungan.
·   – Mobility dan Stationary: Khusus untuk mobile agent, dia harus memiliki kemampuan yang merupakan karakteristik tertinggi yang dia miliki yaitu mobilitas. Berkebalikan dari hal tersebut adalah stationary agent. Bagaimanapun juga keduanya tetap harus memiliki kemampuan untuk mengirim pesan dan berkomunikasi dengan agent lain.

– Delegation: Sesuai dengan namanya dan seperti yang sudah kita bahas pada bagian definisi, agent bergerak dalam kerangka menjalankan tugas yang diperintahkan oleh user. Fenomena pendelegasian (delegation) ini adalah karakteristik utama suatu program disebut agent.
·   – Reactivity: Karakteristik agent yang lain adalah kemampuan untuk bisa cepat beradaptasi dengan adanya perubahan informasi yang ada dalam suatu lingkungan (enviornment). Lingkungan itu bisa mencakup: agent lain, user, adanya informasi dari luar, dsb [Brenner et. al., 1998].
·  – Proactivity dan Goal-Oriented: Sifat proactivity boleh dikata adalah kelanjutan dari sifat reactivity. Agent tidak hanya dituntut bisa beradaptasi terhadap perubahan lingkungan, tetapi juga harus mengambil inisiatif langkah penyelesaian apa yang harus diambil [Brenner et. al., 1998]. Untuk itu agent harus didesain memiliki tujuan (goal) yang jelas, dan selalu berorientasi kepada tujuan yang diembannya (goal-oriented).

· – Communication and Coordination Capability:

Agent harus memiliki kemampuan berkomunikasi dengan user dan juga agent lain. Masalah komunikasi dengan user adalah masuk ke masalah user interface dan perangkatnya,sedangkan masalah komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi dengan agent lain adalah masalah sentral penelitian Multi Agent System (MAS). Bagaimanapun juga untuk bisa berkoordinasi dengan agent lain dalam menjalankan tugas,perlu bahasa standard untuk berkomunikasi. Tim Finin [Finin et al., 1993] [Finin et al., 1994] [Finin et al., 1995] [Finin et al., 1997]dan Yannis Labrou [Labrou et al., 1994] [Labrou et al., 1997] adalah peneliti software agent yang banyak berkecimpung dalam riset mengenai bahasa dan protokol komunikasi antar agent. Salah satu produk mereka adalah Knowledge Query and Manipulation Language (KQML). Kemudian masih berhubungan  dengan ini komunikasi antar agent adalah Knowledge Interchange Format (KIF).

Baca Juga : 

Tugas Softskill Interaksi Manusia dan Komputer

Tugas Softskill Interaksi Manusia dan Komputer

Tugas Softskill Interaksi Manusia dan Komputer

Tugas Softskill Interaksi Manusia dan Komputer

Tugas Softskill Interaksi Manusia dan Komputer

1. Contoh : Ibu sedang memasak di Dapur

2. Jenis LTM yang menyimpan data berdasarkan waktu adalah Episodik
3. Proses memanggil kembali informasi secara langsung disebut Recall
4. Membagi tugas kedalam sub-sub tugas merupakan teknik analisa tugas yaitu Dekomposisi Tugas
5. Mengumpulkan informasi dengan cara mengurutkan dan memisahkan entri berdasarkan beberapa atribut
merupakan teknik analisa tugas yaitu Klasifikasi

6. Visual Basic merupakan salah satu contoh prototyping tools tipe Interface Builders

7. Proses login pada v-class sebagai pengganti absensi di kelas konvensiaonal merupakan contoh prinsip design grafis yaitu Consistency

8. Bentuk mouse yang nyaman digenggam adalah hasil dari hubungan ilmu IMK dengan ilmu Ergonomi

9. Informasi yang sudah lama berada di LTM akan lambat laun terlupakan merupakan proses melupakan informasi yang disebut Decay
10. Informasi akan terlupakan karena adanya informasi baru merupakan proses melupakan informasi yang disebut Interference
11. Teknik penggunaan huruf, karakter, symbol, pada design grafis disebut Typography
12. Dalam design grafis, yang digunakan untuk melambangkan suatu menu/perintah dan juga membuat perintah tersebut mudah dikenali yaitu Icon
13. Garis tersembunyi yang digunakan untuk membantu mengalokasikan komponen jendela disebut Grids
14. HTML merupakan salah satu contoh prototyping tools tipe Scripted Simulations
15. Bahasa komputer yang berupa urutan dan struktur dari input hingga output adalah Sintaksis

16. Salah satu contoh notasi diagramatik adalah Flow Chart

17. Jenis dialog yang berfokus pada menus, buttons, forms, icons adalah WIMP
18. Prinsip design grafis yang mengatur tentang kedekatan objek-objek yang terkait misalnya antara textbox dengan variabelnya adalah Proximity
19. Jenis user interface yang menggunakan unsur multimedia adalah GUI
20. Panjang gelombang spectrum cahaya pada warna disebut Hue
21. Bahasa komputer yang paling rendah dan berupa icon-icon pada layar adalah Leksikal
22. Metode rapid prototyping yang ditemukan tahun 1986 di USA, disebut Stereolithography
23. Corel draw merupakan salah satu contoh prototyping tools tipe Draw/Paint Program
24. Yang merupakan salah satu contoh prototyping tools tipe Scripted simulations adalah Power Point
25. Prinsip design grafis yang terlihat dari senadanya header pada halaman suatu website adalah Metaphor/Metafora
26. Rata kiri, rata kanan atau rata tengah adalah contoh prinsip design grafis yaitu Alignment
27. Yang merupakan salah satu contoh prototyping tools tipe Interface builders adalah Delphy
28. Dapat memvisualisasikan dan memanipulasi informasi yang sama dalam representasi yang berbeda adalah fungsi dari paradigma jenis VDU

29. Contoh dari paradigma Direct Manipulation adalah konsep WYSIWYG

30. Untuk memudahkan kita dalam mengingat kadang kita mengelompokkan deretan angka atau huruf ke dalam kelompok-kelompok angka atau huruf yang lebih kecil, deretan angka atau huruf itu disebut Chunk
31. Proses tersimpannya suatu informasi karena pengulangan disebut Rehearsal