twittsev.com

Situs Web Pendidikan Terupdate

keterkaitan hukum wadhi dengan hukum taklifi

keterkaitan hukum wadhi dengan hukum taklifi

Syarat

Secara etimologi berarti ‘alamah (pertanda). Secara terminologi adalah apa yang tergantung adanya hukum dengan adanya syarat dan dengan tidak adanya syarat mana hukum tidak ada. Syarat letaknya diluar hakikat sesuatu maka apabila ia tidak ada maka masyrut pun tidak ada tetapi tidak mesti adanya masyrut. Akad nikah dijadikan syarat halalnya pergaulan suami istri, namun agar akad nikah itu sah disyaratkan dihadiri oleh dua orang saksi. Demikianlah dalam semua perjanjian dan tindakan baru dianggap sah dan mengikat kedua belah pihak apabila terpenuhi syarat-syaratnya. Syarat-syarat dalam kegiatan hukum kadang-kadang ditetapkan syara’ yang seperti ini dinamakan syarat syar’i dan kadang-kadang ditetapkan oleh mukallaf sendiri yang dinamakan syarat ja’li. Contoh syarat syar’i seperti syarat yang ditetapkan sahnya akad nikah yang dihadiri oleh dua orang saksi dan contoh syarat ja’li seperti jatuhnya talak apabila kedua belah pihak mempunyai ikatan perkawinan.
Syarat syar’i dapat dibagi menjadi 2 macam:
· Syarat yang terkandung dalam khitab taklifi yang kadang-kadang dalam bentuk tuntutan untuk memperbuatnya seperti wudhu dalam shalat. Dan kadang-kadang dalam bentuk tuntutan untuk tidak memperbuatnya seperti akad nikah tahlil, ialah nikah yang dilakukan sebagai syarat untuk memperbolehkan suami pertama menikahi kembali istrinya yang ditalak tiga.
· Syarat yang terkandung dalam kitab wadh’i. Contohnya haul bagi yang memiliki harta kekayaan yang cukup nisab menjadi syarat wajib mengeluarkan zakat.
Syarat ja’li dapat dibagi menjadi 3 macam:
· Syarat yang ditetapkan untuk menyempurnakan hikmah sesuatu perbuatan hukum dan tidak bertentangan dengan hikmah perbuatan hukum itu.
· Syarat yang ditetapkan tidak cocok dengan maksud perbuatan hukum yang dimaksud bahkan bertentangan dengan hikmah perbuatan hukum itu.
· Syarat yang tidak jelas bertentangan atau sesuai dengan hikmah perbuatan hukum. Syarat yang seperti ini kalau terjadi dalam bidang ibadah tidak berlaku karena tidak ada seorang juapun yang berhak menetapkan syarat dalam ibadah. Namun, kalau terjadi dalam bidang muamalah dapat diterima.

Recent Posts

HUKUM WADH’I

HUKUM WADH’I

Pengertian

Wadh’i ialah buatan atau bikinan. Hukum wadh’i adalah firman Allah SWT yang menuntut untuk menjadikan sesuatu sebagai sebab, syarat, atau penghalang dari sesuatu yang lain. Hukum wadh’i merupakan hukum yang berhubungan dengan perbuatan mukallaf yang mengandung persyaratan, sebab atau mani’. Hukum wadh’i adalah hukum yang berhubungan dengan dua sebab (sabab) dan yang disebabi (musabbab), antara syarat dan disyarati (masyrut), antara penghalang (mani’) dan yang menghalangi (mamnu’), antara hukum yang sah dan hukum yang tidak sah. Ini disebut hukum wadh’i karena saling berhubungan dan berkaitan.
B. Macam-Macam Hukum Wadh’i
Hukum wadh’i itu terbagi menjadi lima macam yaitu, sebab, syarat, mani’, azimah dan rukhsah, sah dan batal.
1. Sebab
Sebab dalam bahasa Indonesia disebut “sebab”, secara etimologis artinya adalah “sesuatu yang memungkinkan dengannya sampai pada suatu tujuan”. Dari kata inilah yang dinamakan “jalan” karena bisa menyampaikan seseorang kepada tujuan. Secara terminologi sebab adalah sesuatu keberadaannya dijadikan syari’ (pembuat hukum) sebagai pertanda keberadaan suatu hukum, dan ketiadaan sebab sebagai pertanda tidak adanya hukum. Misalnya, Allah menjadikan perbuatan zina sebagai sebab ditetapkannya hukuman, karena zina itu sendiri bukanlah penyebab ditetapkannnya hukuman, tetapi penetapan hukuman itu adalah syari’. Semua tanda yang melahirkan hukum dan apabila hubungan antara tanda dan hukuman nampak cocok itu disebut dengan “’illat”. Tetapi apabila hubungan keduanya tidak cocok itu disebut sebab. Sebab secara garis besar ada dua macam, sebab yang termasuk perbuatan mukallaf dan yang berasal dari perbuatan mukallaf. Sebab yang termasuk perbuatan mukallaf seperti tibanya waktu sholat dan menimbulkan wajib shalat. Dan sebab yang berasal dari perbuatan mukallaf seperti pembunuhan secara sengaja merupakan sebab adanya hukum qishahs (hukuman yang setimpal dengan perbuatan). Sebab dari segi objek dibagi menjadi dua, yaitu;
a. Sabab al-waqti, seperti tergelincirnya matahari sebagai pertanda wajibnya shalat zhuhur, sebagaimana yang difirmankan Allah dalam (QS. Al-Isra’: 78)

Dirikanlah shalat karena (telah) tergelincir matahari…

b. Sabab al-ma’nawi, seperti mabuk sebagai penyebab keharaman khamar, sebagaimana sabra Rasulullah saw:

Setiap yang memabukkan itu adalah haram. (H.R. Muslim, Ahmad ibn Hanbal dan Ashhab al-sunan).


Sumber: https://www.dosenpendidikan.co.id/jasa-penulis-artikel/

An-nadb (sunnah)

An-nadb (sunnah)

Yaitu tuntutan dari syari’at untuk melakukan suatu perbutan, namun tuntutan itu tidak secara pasti. Jika dikerjakan mendapat pahala, dan apa bila ditinggalkan tidak akan mendapat hukuman.
Contohnya : Qs. Al baqarah ayat 282
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِذَا تَدَايَنْتُمْ بِدَيْنٍ إِلَىٰ أَجَلٍ مُسَمًّى فَاكْتُبُوهُ
Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu bermu’amalah tidak secara tunai untuk waktu yang ditentukan, hendaklah kamu menuliskannya…

Sunah dibagi menjadi beberapa macam, yaitu:

a) sunah mu’akkadah, yaitu perbuatan yang tidak wajib yang sering dilakukan oleh Rosul. Seperti shalat sunah qobliyah dan ba’diyah yang mengiringi shalat fardhu lima waktu.
b) sunah ghairu ma’akkadah, yaitu segala perbuatan yang tidak wajib kadang-kadang dikerjakan oleh rasul, kadang-kadang ditinggalkan. Seperti puasa senin kamis.
c) sunah al-zawaid yaitu kebiasaan srhari-hari sebagai manusia. Seperti cara makan, cara tidur, dan cara berpakaian.

3. Al- ibahah(mubah)
Yaitu pembebasan untuk memilih antara mengerjakan atau meninggalakan.
Contohnya : Qs. Al-Baqarah ayat 235
وَلَا جُنَاحَ عَلَيْكُمْ فِيمَا عَرَّضْتُمْ بِهِ مِنْ خِطْبَةِ النِّسَاءِ
Dan tidak ada dosa bagi kamu meminang wanita-wanita itu dengan sindiran…
4. Al-karahah (makruh)
Yaitu tuntutan untuk meninggalkan suatu perbuatan, tetapi apabila dikerjakan maka akan mendapat pahala.
Contoh : Qs. Al-Maidah ayat 101
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا لَا تَسْأَلُوا عَنْ أَشْيَاءَ إِنْ تُبْدَ لَكُمْ تَسُؤْكُمْ
Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu menanyakan (kepada Nabimu) hal-hal yang jika diterangkan kepadamu akan menyusahkan kamu…
Macam-macam makruh, yaitu:
a) makruh tanzih, yaitu perbuatan yang terlarang bila ditinggalkan akan diberi pahala tetapi bila dilakukan tidak berdosa dan tidak dikenakan siksa. Contoh : merokok, memakan makanan yang memiliki bau tidak sedap.
b) makruh tahrim, yaitu perbuatan yang dilakukan namun dasar hukumnya tidak pasti. Contoh : memakan daging ular.

5. AT-Tahrim (haram)
Yaitu suatu tuntutan untuk tidak mengerjakan suatu perbuatan dan apabila dilanggar akan mendapa hukuman (dosa).
Contohnya, Qs Al Maidah ayat 3
حُرِّمَتْ عَلَيْكُمُ الْمَيْتَةُ وَالدَّمُ وَلَحْمُ الْخِنْزِيرِ
“Diharamkan bagimu (memakan) bangkai, darah, daging babi”.
Secara garis besar, haram dibagi kepada dua :
1. Haram karena perbuatan itu sendiri, atau haram karena zatnya, seperti membunuh, mencuri, dll.
2. Haram karena berkaitan dengan perbuatan lain, seperti : puasa ramadhan yang aasalnya wajib menjadiharam dikarenakan dengan berpuasa itu akan menimbulkan sakit yang mengancam keselamatan jiwa.


Sumber: https://www.gurupendidikan.co.id/jasa-penulis-artikel/

Penjualan langsung

Penjualan langsungPenjualan langsung

            Penjualan langsung merupakan cara penjualan di mana penjual langsung berhubungan, berhadapan atau bertatap muka dengan calon pembeli atau langganannya.
Disini pembeli dapat langsung mengemukakan keinginannya bahkan sering terjadi tawar-menawar untuk mencapai kesesuaian. Penjual sebagai alat penghubung bagi perusahaan dan sebagai wakil perusahaan dalam menghadapi pembeli dapat membantu pembeli untuk menetukan pilihannya.

 

Tetapi sering terjadi bahwa penjual justru mempengaruhi pembeli dalam proses pembeliannya. Penjualan langsung ini dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu penjualan melalui toko dan penjualan diluar toko.

1)      Penjualan Melalui toko

Penjualan melalui toko ini sering dilakukan untuk penjualan eceran. Namun, tidak berarti bahwa penjualan eceran itu selalu dilakukan melalui toko. Penjualan partai besar dapat dilakukan oleh penjual yang memiliki took. Dalam penjualan ini, pembeli harus datang ke toko untuk mendapatkan kebutuhannya. Jadi, transaksi jual beli yang dilakukan oleh penjual dan pembeli itu terjadi di toko. Semua contoh barang yang ditawarkan oleh penjual ditempatkan di toko.

Recent Posts

 

 SISTEM PENJUALAN

 SISTEM PENJUALAN SISTEM PENJUALAN

            Penjualan adalah suatu proses kegiatan penyerahan barang atau jasa berdasarkan yang telah disepakati oleh kedua belah pihak yang terkait dalam kegiatan itu. Orang yang menyerahkan barang atau jasa disebut penjual. Setelah penyerahan barang itu, maka penjual akan menerima sejumlah uang (sesuai harga) dari pembeli yang membeli barang atau jasa tersebut. Bentuk penyerahan barang atau jasa tersebut dapat dilakukan sepenuhnya dengan cara pemindahan fisik atau hanya pemindahan hak saja. Sebenarnya suatu penjualan sangat berkaitan erat dengan pengetahuan ilmu menjual. Yaitu kegiatan dengan cara mempengaruhi orang-orang at agar mau membeli barang atau jasa yang ditawarkan, sehingga terjadi suatu kesepakatan jual beli yang diakhiri dengan kepuasan antara penjual dan pembeli.

 

Untuk terjadinya suatu penjualan

 

, seorang penjual harus mengemukakan beberapa hal mengenai barang, antara lain :

  1. Penjelasan mengenai harga yang memadai untuk pemilihan barang yang ditawarkan.
  2. Faedah atau kegunaan barang.
  3. Kekhususan atau keistimewaan barang
  4. Keuntungan tertentu yang mungkin timbul dan diperoleh pembeli dari pemilihan barang itu.

 

sumber :

http://blog.dinamika.ac.id/arya/2020/07/08/jasa-penulis-artikel/

Alasan-alasan Penjualan

Alasan-alasan PenjualanAlasan-alasan Penjualan

Yang dimasud alasan penjualan adalah faktor-faktor yang dapat dikemukakan oleh penjual kepada calon pembeli mengenai barang-barang yang akan dijual. Misalnya, mengenai mutunya, manfaatnya, nilai ekonominya, dan sebagainya.Setiap perbuatan yang menunjukkan hal-hal yang menyenangkan calon pembeli itu disebut alas an-alasan penjualan.Misalnya, penjual mengatakan bahwa sarung ini tidak luntur. Setelah calon pembeli mendengar, menjadi sadar akan nilai dan keuntungan yang mungkin nanti diperolehnya bila membeli barang tersebut. Jika alasan penjual itu dapat sesuai dengan barang yang terjual, maka tentu calon pembeli dapat menjadi langganan kita.

  1. Teknik-teknik Penjualan

Untuk meyakinkan langganan atau calon pembeli supaya mau membeli, tidak dapat dipisahkan dari cara menawarkan. Dalam usaha meyakinkan pembeli, penjual harus berusaha memperkecil kekurangan-kekurangan yang terdapat pada barang dagangannya.Sebaliknya tunjukkanlah sikap kelebihan yang terdapat dalam barangnya, tetapi jangan lupa semua keterangan tersebut harus dapat dibuktikan. Dalam proses penjualan, saat-saat klimaks adalah pada saat pembeli akan mengambil keputusan untuk membeli. Kemudian baru hal-hal yang menyangkut harga, penyerahan dan berakhirlah suatu proses penjualan.

Sumber :

http://dewi_marisa12u.staff.ipb.ac.id/2020/07/12/jasa-penulisan-artikel/

 

dampak positif dan negatif ideologi pancasila

Pengaruh pancasila sebagai modal bangsa

Setelah Proklamasi Kemerdekaan di tanda tangani Soekarno-Hatta dan kemudian di ucapkan oleh Soekarno pada tanggal 17 Agustus 1945, maka Negara Indonesia ada. Proklamis kemerdekaan itu merupakan norma yang pertama sebagai penjelmaan pertama dari sumber segala sumber hukum yaitu Pancasila yang merupakan jiwa dan pandangan hidup Bangsa Indonesia. Pada anggal 18 agustus 1945 sumber dari segal sumber hukum Negara Indonesia itu dijelmakan dalam Pembukaan UUD 1945 dan pembukaan kecuali merupakan penjelmaan sumber dari segala sumber hukum sekaligus juga merupakan Pokok Kaidah Negara yang Fundamental seperti yang di uraikan oleh Notonegoro. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Proklamasi Kemerdekaan merupakan penjelmaan pertama dari pancasila sebagai sumber hukum yang menegaskan berdirinya Negara Indonesia dan pembukaan merupakan penjelmaan kedua pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum yang memberi tujuan, dasar dan perangkat untuk mencapai tujuan. Keduanya itu berasal dari sumber yang sama tetapi ternyata memiliki fungsi yang sedikit berbeda meskipun tidak dapat dipisahkan. Maka ada yang menyebut Proklamasi Kemerdekaan Indonesia itu sebagai Norma Pertama (Joeniarto, 1966:9), sedangkan menurut Notonegoro Pembukaan merupakan Pokok Kaidah Negara Fundamental dan sekaligus Sumber Tertib Hukum Negara Indonesia yang tertulis.

1. Transformasi Pancasila dalam Kehidupan Bernegara

Setiap sila-sila dalam pancasila sama sekali tidak dapat dipisahkan. Sila-sila tersebut kemudian masuk pada gandung dari pasal-pasal UUD 1945 yang membentuk negara dengan jelas dan menciptakan pasal-pasal yang mengandung dari sila-sila pancasila. Sila ke-4 dengan tegas dapat ditetapkan merupakan sila yang harus menjiwai pasal-pasal yang berkaitan dengan negara. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pasal-pasal UUD 1945 memberi norma hidup bernegara yang jelas yaitu wilayah negara akan ditentukan bersama dengan negara-negara tetangga.[5]

2. Transformasi Pancasila dalam Kehidupan Berbangsa
Konsep bangsa yang digunakan untuk merumuskan sila sila ketiga
terutama konsep E. Renan yaitu sekelompok manusia yang mempunyai keinginan bersama untuk bersatu dan tetap mempertahankan persatuan, sedangkan faktor-faktor yang mendorong manusia yang ingin bersatu itu bermacam-macam. Maka untuk melacak pasal-pasal yang mentransformasikan sila ke-3 itu orang harus mengingat unsur-unsur konsep bangsa tersebut. Dalam hal ini keinginan bersama untuk bersatu beserta faktor-faktornya.
Norma-norma itulah yang harus diikuti agar orang-orang Indonesia dapat hidup berbangsa sesuai dengan pancasila. Dalam hal ini pengajaran dan kebudayaan merupakan penunjang hidup berbangsa yang amat strategis, sebab lewat kedua hal itu sifat-sifat kesukuan yang mempunyai daya tolak menolak yang memecah belah dapat diperlemah atau bahkan dihilangkan. Sedangkan sifat-sifat kesukuan yang mempunyai daya tarik menarik dan saling melengkapi untuk mencapai kesempurnaan dapat dikembangkan dan disebarluaskan.[6]

3. Transformasi Pancasila dalam Kehidupan Bermasyarakat
Hidup bermasyarakat ialah hidup bersama. Kehidupan bersama ini dapat dilihat dari beberapa segi. Segi ekonomi menampakkan kegiatan berproduksi, pembagian dan penggunaan barang dan jasa, segi kehidupan politik menampakkan kegiatan penggunaan kekuasaan dalam masyarakat, segi agama dsb. Dalam kehidupan bersama itu selalu nampak unsur-unsur sosial yang menjadi objek studi sosiologi. Unsur-unsur sosial yang pokok ialah norma-norma sosial, lembaga-lembaga sosial, kelompok-kelompok sosial serta lapisan sosial. Unsur-unsur itu terjalin menjadi satu sama lain dan keseluruhannya disebut struktur sosial. Pengaruh timbal balik antara segi-segi kehidupan tersebut disebut proses sosial.[7]

Recent Posts

romusha adalah

SEJARAH MODAL BANGSA INDONESIA PRA-KEMERDEKAAN

Modal bangsa Indonesia (masa penjajahan)

Ketika redaksi “Indonesia Merdeka” pada tahun1924 menulis sebuah pengantar yang berisi tentang, “Indonesia Merdeka telah menjadi suara pelajar Indonesia muda. Mungkin suara ini belum terdengar oleh penguasa, tetapi suatu waktu, suara itu pasti akan tertangkap. Suara itu tidak dapat diabaikan begitu saja, karena di belakangnya berdiri suatu kemauan yang keras untuk merebut kembali dan mempertahankan hak-hak tertentu, yakni agar dapat dibentuk suatu Negara Indonesia Merdeka, cepat atau lambat!”[1]

Anak-anak muda Indonesia telah merasakan pukulan dari kolonial dan rasial, membuat para pemuda yang belajar terpanggil karena menyadari bahwa mereka sebagai pengemban tugas untuk memberi perlindungan terhadap kemanusiaan. Kesadaran yang mendalam, bahwa kemerdekaan hanya dapat dicapai dengan segenap tenaga dan kekuatan diri. Hal ini membuat mahasiswa Indonesia mengesampingkan kepentingan mereka dan mengorbankan diri pribadi untuk mencapai kemerdekaan.[2]

Selain itu, langkah selanjutnya yang dipikirkan oleh pemuda-pemuda Indonesia adalah meyakinkan kepada seluruh masyarakat bahwa kita punya kekuatan di setiap daerah yang masing-masing mempunyai suku, ras, dan agama yang berbeda. Dengan moral yang mencerminkan sila pancasila, tertanam di setiap individu masyarakat Indonesia meyakini bahwa persatuan adalah kekuatan yang paling besar untuk meciptakan sebuah negara yang merdeka. Oleh sebab itu, nilai-nilai pancasila di ambil dari sikap moral yang ada di individu bangsa Indonesia. Dalam hal ini, nilai-nilai pancasila masih belum jelas batas-batas antara sila satu dengan sila lainnya. Masyarakat masih memahaminya sebagai nilai-nilai kehidupan yang harus dikejar, bukan prinsip-prinsip abstrak yang akan menjadi pedoman bangsa.[3]

Lalu muncullah himpunan Indonesia yang menyadari bahwa gerakan kebangsaan dapat mencapai banyak hal apabila faktor-faktor kekuasaan psikologis itu, yang merupakan tumpuan si penjajah dapat diruntuhkan.
1. Melawan polotik memecah-belah dan menguasai
Dengan adanya himpunan Indoneseia yang menimbulkan propaganda cukup menakuti para penguasa, terbukti dengan ditariknya majalah Indonesia Merdeka tahun 1925 dari kantor-kantor pos di Indonesia. Walaupun sudah disita, gagasan tentang persatuan Indonesia sudah menyebar mencapai berbagai lapisan masyarakat.
2. Memerangi usaha membiarkan masa Indonesia dungu
Memerangi usaha membiarkan Indonesia dungu merupakan tugas pergerakan nasional dan Tanah Air. Dengan menyebarluaskan prinsip-prinsip yang akan membebaskan rakyat banyak dar tirani mental polotik kolonial Belanda. Rakyat Indonesia harus diberi pandanga nyang luas soal pendidikan massa melalui sejarah, politik, dan lain-lain. Dengan keaadan psikis yang baik akan memperkuat dan meningkatkan kadar rakyat yang baik.


Sumber: https://belantaraindonesia.org/

Peran Pemerintah sebagai Pengatur Kegiatan Ekonomi

Peran Pemerintah sebagai Pengatur Kegiatan Ekonomi

      Pemerintah memegang peranan penting sebagai pusat atau pengatur perekonomian. Dengan adanya pemerintah, akan ada perubahan dalam proses penentuan keseimbangan pendapatan nasional. Seperti pungutan pajak yang berfungsi untuk mengurangi pengeluaran agregat dengan mengurangi pengeluaran rumah tangga. Selain itu pajak dapat membuat pemerintah menaikkan pembelanjaan yang bersifat agregat. Perekonomian 3 sektor tidak melibatkan proses ekspor dan import, sehingga perekonomian 3 sektor dinamakan sebagai kegiatan ekonomi tertutup.

      Selain sebagai pengatur, pemerintah juga memiliki peranan sebagai konsumen produk barang dan jasa. Pemerintah harus menggunakan berbagai produk seperti alat-alat kantor, kelengkapan Negara, jasa aparatur Negara dan lain-lain, Pemerintah memiliki tugas sebagai prosusen yang mengelola berbagai perusahaan Negara untuk menghasilkan produk yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak. Contoh: air,gas, listrik,dll.

       Pajak Pemerintah memiliki tugas untuk menarik pajak dari setiap wajib pajak untuk mempertahankan stabilitas ekonomi Negara.

 

Recent Posts

Masalah Makro Ekonomi Dan Kebijakan Fiskal

Masalah Makro Ekonomi Dan Kebijakan Fiskal

Masalah Makro Ekonomi Dan Kebijakan Fiskal
Langkah-langkah pemerintah untuk membuat perubahan-perubahan dalam sistem pajak atau dalam pembelanjannya dengan maksud unttuk mengatasi masalah-masalah ekonomi yang dihadapi dinamakan kebijakan fiskal . Dalam suatu perekonomian tertutup, yaitu perekonomianyang tidak menjalankan kegiatan perdagangan luar negeri. Dua masalah makro ekonomi yang utama adalah pengangguran dan inflasi.

Pada hakekatnya kebijakan fiskal tersebut merupakan kebijakan T (mengubah tarif-tarif pajak) dan kebijakan G (mengubah pengeluaran pemerintah) dengan tujuan untuk mempengaruhi aktivitas perekonomian yang bersangkutan sesuai dengan sasaran-sasaran yang digariskan oleh pemerintah yang bersangkutan .

Masalah pengangguran dan inflasi

Tingkat kegiatan ekonomi negara yang wujud pada suatu waktu tertentu adalah berbentuk salah satu dari tiga keadaan berikut:
-Mencapai tingkat konsumsi tenaga kerja penuh
-Menghadapi masalah pengangguran
-Menghadapi masalah inflasi

 

Sumber :

http://www.unmermadiun.ac.id/sewulan/index.php/2020/07/situs-jasa-penulis-artikel/