twittsev.com

Situs Web Pendidikan Terupdate

Kilas Balik: Mengintip Kerja Operator Sekolah Saat PPDB 2019

Kilas Balik: Mengintip Kerja Operator Sekolah Saat PPDB 2019

Kilas Balik Mengintip Kerja Operator Sekolah Saat PPDB 2019

Kilas Balik Mengintip Kerja Operator Sekolah Saat PPDB 2019

Di balik terselenggaranya Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019 di Jawa Barat

, ada andil operator di setiap sekolah yang berperan ganda, yakni sebagai kepanjangan tangan dari tim teknis panitia PPDB pusat dan penjamin berjalannya sistem PPDB di satuan pendidikan. Demi memastikan semuanya berjalan lancar, tak sedikit operator yang rela meluangkan waktu lebih lama di sekolah. Salah satunya, Mochamad Ridwan Saputra, operator Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 13 Bandung.

“PPDB tahun ini sangat luar biasa. Jika tahun kemarin pendaftaran dibagi menjadi dua bagian, sekarang semua disekaliguskan,” ucapnya, saat ditemui di SMAN 13 Bandung, Jalan Raya Cibeureum No. 52, Kota Bandung, Jumat (5/7/2019).

Guna memberi pelayanan optimal, lanjut Ridwan, persiapan pun dilakukan sejak dua minggu

sebelum pelaksanaan pendaftaran. Sesuai instruksi kepala sekolah, Ridwan dan timnya mulai mempersiapkan segala keperluan, seperti memasang perangkat komputer dan mempersiapkan sistem.

“Saking seriusnya melakukan persiapan, kadang sampai lupa makan dan pulang. Kadang pulang jam sembilan malam, pernah juga nginep di sekolah,” ungkapnya.

Namun, bagi Ridwan, kerja kerasnya terbayarkan ketika mampu melayani calon peserta didik dan orang tua dengan optimal. “Alhamdulillah bisa melayani masyarakat dengan penuh sukacita, animo masyarakat benar-benar tinggi. Apalagi ketika melihat salah satu orang tua siswa yang sudah sepuh, tapi beliau tetap semangat,” ujar alumni Univesitas Islam Bandung (Unisba) ini.

Ridwan pun mengungkapkan pengalaman lucu saat proses pendaftaran kemarin. Ia bercerita,

ketika server sempat bermasalah, di hadapannya ada orang tua berwajah garang. Ia pun merasa berdebar karena harus menjelaskan kepada orang tua tersebut bahwa beliau harus menunggu beberapa saat.

Namun alih-alih mendapatkan perlakuan kasar, Bapak tersebut meresponnya dengan ucapan santai, tak semengerikan yang Ridwan pikirkan. “Kirain bakal ngambek, ternyata baik. Mungkin itu salah satu hikmahnya ya, untuk enggak menilai orang dari penampilannya,” tuturnya sambil tertawa.

Mengenai hasil pengumuman seleksi, Ridwan pun mengucapkan selamat kepada seluruh peserta didik yang diterima di sekolah pilihannya. “Peserta didik yang lolos seleksi harus jadi insan pendidikan yang baik, jangan sampai berhenti di sini. Setelah masuk, harus tunjukkan kemampuannya,” pungkasnya.***

 

Sumber :

https://weareglory.com/sejarah-kerajaan-kalingga/