twittsev.com

Situs Web Pendidikan Terupdate

Kisah Nabi Adam

Table of Contents

Kisah Nabi Adam

Setelah Allah s.w.t.menciptakan bumi dengan gunung-gunungnya,laut-lautannya dan tumbuh-tumbuhannya,menciptakan langit dengan mataharinya,bulan dan bintang-bintangnya yang bergemerlapan menciptakan malaikat-malaikatnya ialah sejenis makhluk halus yangdiciptakan untuk beribadah menjadi perantara pada Zat Yang Maha Kuasa dengan hamba-hamba khususnya para rasul dan nabinya maka tibalah niat Allah s.w.t. untuk menciptakan sejenis makhluk lain yang dapat menghuni dan mengisi bumi memeliharanya nikmati tumbuh-tumbuhannya,mengelola kekayaan yang terpendam di dalamnya dan berkembang biak turun-temurun waris-mewarisi selama jaman yang sudah ditakdirkan baginya.

Kekhuatiran Para Malaikat.

Para malaikat kala diberitahukan oleh Allah s.w.t. dapat kehendak-Nya menciptakan makhluk lain itu,mereka khuatir kalau-kalau niat Allah menciptakan makhluk yang lain itu,disebabkan kecuaian atau kelalaian mereka dalam ibadah dan menggerakkan tugas atau gara-gara pelanggaran yang mereka laksanakan tanpa disadari.Berkata mereka kepada Allah s.w.t.:”Wahai Tuhan kami!Buat apa Tuhan menciptakan makhluk lain tak hanya kami,padahal kita selamanya bertasbih,bertahmid,melakukan ibadah dan mengagungkan nama-Mu tanpa henti-hentinya,sedang makhluk yang Tuhan dapat ciptakan dan turunkan ke bumi itu,nescaya dapat bertengkar satu dengan lain,akan saling bunuh-membunuh berebutan menguasai kekayaan alam yang muncul diatasnya dan terpendam di dalamnya,sehingga dapat terjadilah rusaknya dan kehancuran di atas bumi yang Tuhan ciptakan itu.”

Allah berfirman,menghilangkan kekhuatiran para malaikat itu:
“Aku mengetahui apa yang kamu tidak ketahui dan Aku sendirilah yang mengetahui hikmat penguasaan Bani Adam atas bumi-Ku.Bila Aku sudah menciptakannya dan meniupkan roh kepada nya,bersujudlah kamu di hadapan makhluk baru itu sebagai penghormatan dan bukan sebagai sujud ibadah,karena Allah s.w.t. melarang hamba-Nya beribadah kepada sesama makhluk-Nya.”
Kemudian diciptakanlah Adam oleh Allah s.w.t.dari segumpal tanah liat,kering dan lumpur hitam yang berbentuk.Setelah disempurnakan bentuknya ditiupkanlah roh ciptaan Tuhan ke dalamnya dan berdirilah ia tegak menjadi manusia yang sempurna.

Iblis Membangkang.

Iblis membangkang dan enggan mematuhi perintah Allah layaknya para malaikat yang lain,yang segera bersujud di hadapan Adam sebagai penghormatan bagi makhluk Allah yang dapat diberi amanat menguasai bumi dengan segala apa yang hidup dan tumbuh di atasnya dan juga yang terpendam di dalamnya.Iblis merasa dirinya lebih mulia,lebih utama dan lebih agung berasal dari Adam,karena ia diciptakan berasal dari unsur api,sedang Adam berasal dari tanah dan lumpur.Kebanggaannya dengan asal usulnya menjadikan ia sombong dan merasa rendah untuk bersujud menjunjung Adam layaknya para malaikat yang lain,walaupun diperintah oleh Allah.

Tuhan bertanya kepada Iblis:”Apakah yang mencegahmu sujud menjunjung suatu hal yang sudah Aku ciptakan dengan tangan-Ku?”
Iblis menjawab:”Aku adalah lebih mulia dan lebih unggul berasal dari dia.Engkau ciptakan saya berasal dari api dan menciptakannya berasal dari lumpur.”
Karena kesombongan,kecongkakan dan pembangkangannya laksanakan sujud yang diperintahkan,maka Allah menghukum Iblis dengan mengusir berasal dari syurga dan mengeluarkannya berasal dari barisan malaikat dengan disertai kutukan dan laknat yang dapat melekat pd.dirinya hingga hari kiamat.Di samping itu ia dinyatakan sebagai penghuni neraka.

Iblis dengan sombongnya menerima dengan baik hukuman Tuhan itu dan ia hanya mohon sehingga kepadanya diberi kesempatan untuk hidup kekal hingga hari kebangkitan kembali di hari kiamat.Allah meluluskan permohonannya dan ditangguhkanlah ia hingga hari kebangkitan,tidak berterima kasih dan bersyukur atas pemberian jaminan itu,bahkan sebaliknya ia mengancam dapat menyesatkan Adam,sebagai gara-gara terusirnya dia berasal dari syurga dan dikeluarkannya berasal dari barisan malaikat,dan dapat mendatangi anak-anak keturunannya berasal dari segala sudut untuk memujuk mereka meninggalkan jalur yang lurus dan bersamanya menempuh jalur yang sesat,mengajak mereka laksanakan maksiat dan hal-hal yang terlarang,menggoda mereka sehingga melalaikan perintah-perintah agama dan mempengaruhi mereka sehingga tidak bersyukur dan beramal soleh.

Kemudian Allah berfirman kepada Iblis yang terkutuk itu:
“Pergilah engkau dengan pengikut-pengikutmu yang seutuhnya dapat menjadi mengisi neraka Jahanam dan bahan bakar neraka.Engkau tidak dapat berdaya menyesatkan hamba-hamba-Ku yang sudah beriman kepada Ku dengan sepenuh hatinya dan punya aqidah yang mantap yang tidak dapat tergoyah oleh rayuanmu meskipun engkau gunakan segala kepandaianmu menghasut dan memfitnah.”

Pengetahuan Adam Tentang Nama-Nama Benda.

Allah hendak menghalau analisis rendah para malaikat pada Adam dan menyakinkan mereka dapat kebenaran hikmat-Nya menunjuk Adam sebagai penguasa bumi,maka diajarkanlah kepada Adam nama-nama benda yang berada di alam semesta,kemudian diperagakanlah benda-benda itu di depan para malaikat seraya:”Cubalah sebutkan bagi-Ku nama benda-benda itu,jika kamu benar merasa lebih mengetahui dan lebih mengetahui berasal dari Adam.”
Para malaikat tidak berdaya memenuhi tentangan Allah untuk menyebut nama-nama benda yang berada di depan mereka.Mereka mengakui ketidak-sanggupan mereka dengan berkata:
“Maha Agung Engkau! Sesungguhnya kita tidak punya ilmu berkenaan suatu hal terkecuali apa yang Tuhan ajakan kepada kami.Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana.”

Adam selanjutnya diperintahkan oleh Allah untuk memberitahukan nama-nama itu kepada para malaikat dan sesudah diberitahukan oleh Adam,berfirmanlah Allah kepada mereka:”Bukankah Aku sudah katakan padamu bahawa Aku mengetahui rahsia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan.”

Adam Menghuni Syurga.

Adam diberi area oleh Allah di syurga dan baginya diciptakanlah Hawa untuk mendampinginya dan menjadi teman hidupnya,menghilangkan rasa kesepiannya dan melengkapi kepentingan fitrahnya untuk mengembangkan keturunan. Menurut cerita para ulamat Hawa diciptakan oleh Allah berasal dari keliru satu tulang rusuk Adam yang disebelah kiri diwaktu ia masih tidur sehingga kala ia terjaga,ia memandang Hawa sudah berada di sampingnya.ia ditanya oleh malaikat:”Wahai Adam! Apa dan siapakah makhluk yang berada di sampingmu itu?”

Berkatalah Adam:”Seorang perempuan.”Sesuai dengan fitrah yang sudah diilhamkan oleh Allah kepadanya.”Siapa namanya?”tanya malaikat lagi.”Hawa”,jawab Adam.”Untuk apa Tuhan menciptakan makhluk ini?”,tanya malaikat lagi.
Adam menjawab:”Untuk mendampingiku,memberi kebahagian bagiku dan mengisi kepentingan hidupku sesuai dengan niat Allah.”

Allah berpesan kepada Adam:”Tinggallah engkau dengan isterimu di syurga,rasakanlah kenikmatan yang berlimpah-limpah didalamnya,rasailah dan makanlah buah-buahan yang lazat yang terkandung di dalamnya sepuas hatimu dan sekehendak nasfumu.Kamu tidak dapat mengalami atau merasa lapar,dahaga ataupun letih selama kamu berada di dalamnya.Akan tapi Aku ingatkan janganlah
makan buah berasal dari pohon ini yang dapat mengakibatkan kamu celaka dan juga orang-orang yang zalim.Ketahuilah bahawa Iblis itu adalah musuhmu dan musuh isterimu,ia dapat mengusahakan membujuk kamu dan menyeret kamu muncul berasal dari syurga sehingga hilanglah kebahagiaan yang kamu tengah nikmat ini.”

Iblis Mulai Beraksi.

Sesuai dengan ancaman yang diucapkan kala diusir oleh allah berasal dari Syurga akibat pembangkangannya dan terdorong pula oleh rasa iri hati dan dengki pada Adam yang menjadi gara-gara hingga ia terkutuk dan terlaknat selama-lamanya tersingkir berasal dari singgahsana kebesarannya.Iblis merasa tunjukkan konsep penyesatannya kepada Adam dan Hawa yang tengah hidup berdua di syurga yang tenteram, damai dan bahagia.

Ia tunjukkan kepada mereka bahawa ia adalah teman mereka dan ingin berikan nasihat dan wejangan untuk kebaikan dan mengekalkan kebahagiaan mereka.Segala langkah dan kalimat halus digunakan oleh Iblis untuk memperoleh kepercayaan Adam dan Hawa bahawa ia serius jujur dalam nasihat dan petunjuknya kepada mereka.Ia membisikan kepada mereka bahwa.larangan Tuhan kepada mereka memakan buah-buah yang ditunjuk itu adalah gara-gara dengan memakan buah itu mereka dapat menjelma menjadi malaikat dan dapat hidup kekal.Diulang-ulangilah bujukannya dengan tunjukkan dapat harumnya bau pohon yang dilarang indah wujud buahnya dan lazat rasanya.Sehingga pada akhirnya termakanlah bujukan yang halus itu oleh Adam dan Hawa dan dilanggarlah larangan Tuhan.

Allah mencela tingkah laku mereka itu dan berfirman yang bermaksud: “Tidakkah Aku menghambat kamu mendekati pohon itu dan memakan berasal dari buahnya dan tidakkah Aku sudah ingatkan kamu bahawa syaitan itu adalah musuhmu yang nyata.”
Adam dan Hawa mendengar firman Allah itu sedarlah ia bahawa mereka sudah terlanggar perintah Allah dan bahawa mereka sudah laksanakan suatu kesalahan dan dosa besar.Seraya menyesal berkatalah mereka:”Wahai Tuhan kami! Kami sudah menganiaya diri kita sendiri dan sudah melanggar perintah-Mu gara-gara terkena bujukan Iblis.Ampunilah dosa kita gara-gara nescaya kita dapat tergolong orang-orang yang rugi jika Engkau tidak mengampuni dan mengasihi kami.”

Adam dan Hawa Diturunkan Ke Bumi.

Allah sudah menerima taubat Adam dan Hawa dan juga mengampuni tingkah laku pelanggaran yang mereka sudah laksanakan perihal mana sudah melegakan dada mereka dan menghalau rasa sedih akibat kelalaian peringatan Tuhan berkenaan Iblis sehingga terjerumus menjadi mangsa bujukan dan rayuannya yang manis tapi berancun itu.

Adam dan Hawa merasa tenteram kembali sesudah menerima pengampunan Allah dan seterusnya dapat menjaga jangan hingga tertipu kembali oleh Iblis dan dapat mengusahakan sehingga pelanggaran yang sudah dilaksanakan dan menimbulkan murka dan teguran Tuhan itu menjadi pengajaran bagi mereka berdua untuk lebih berhati-hati menghadapi tipu daya dan bujukan Iblis yang terlaknat itu.Harapan untuk tinggal terus di syurga yang sudah pudar gara-gara tingkah laku pelanggaran perintah Allah,hidup kembali dalam hati dan fikiran Adam dan Hawa yang merasa kenikmatan dan kebahagiaan hidup mereka di syurga tidak dapat terganggu oleh suatu hal dan bahawa redha Allah dan juga rahmatnya dapat selamanya melimpah di atas mereka untuk selama-lamanya.Akan tapi Allah sudah memilih dalam takdir-Nya apa yang tidak terlintas dalam hati dan tidak terfikirkan oleh mereka. Allah s.w.t.yang sudah memilih dalam takdir-nya bahawa bumi yang penuh dengan kekayaan untuk dikelolanya,akan dikuasai kepada manusia keturunan Adam memerintahkan Adam dan Hawa turun ke bumi sebagai benih pertama berasal dari hamba-hambanya yang bernama manusia itu.Berfirmanlah Allah kepada mereka:”Turunlah kamu ke bumi beberapa daripada kamu menjadi musuh bagi beberapa yang lain kamu sanggup tinggal selamanya dan hidup disan hingga kala yang sudah ditentukan.”

Turunlah Adam dan Hawa ke bumi menghadapi langkah hidup baru yang jauh berbeda dengan hidup di syurga yang dulu dialami dan yang tidak dapat berulang kembali.Mereka kudu menempuh hidup di dunia yang fana ini dengan suka dan dukanya dan dapat turunkan umat manusia yang bermacam ragam sifat dan tabiatnya berbeda-beda warna kulit dan kecerdasan otaknya.Umat manusia yang dapat berkelompok-kelompok menjadi suku-suku dan bangsa-bangsa di mana yang satu menjadi musuh yang lain saling bunuh-membunuh aniaya-menganianya dan tindas-menindas sehingga berasal dari kala ke kala Allah mengutus nabi-nabi-Nya dan rasul-rasul-Nya memimpin hamba-hamba-Nya ke jalur yang lurus penuh damai kasih sayang di pada sesama manusia jalur yang menuju kepada redha-Nya dan kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat.

Kisah Adam dalam Al-Quran.

Al_Quran menceritakan kisah Adam dalam beberapa surah di antaranya surah Al_Baqarah ayat 30 sehingga ayat 38 dan surah Al_A’raaf ayat 11 sehingga 25

Pengajaran Yang Terdapat Dari Kisah Adam.

Bahawasanya hikmah yang terkandung dalam perintah-perintah dan larangan-larangan Allah dan dalam apa yang diciptakannya kadang kala tidak atau belum sanggup dicapai oelh otak manusia apalagi oleh makhluk-Nya yang terdekat sebagaimana sudah dialami oleh para malaikat tatkala diberitahu bahawa Allah dapat menciptakan manusia – keturunan Adam untuk menjadi khalifah-Nya di bumi sehingga mereka seakan-akan berkeberatan dan bertanya-tanya mengapa dan untuk apa Allah menciptakan model makhluk lain daripada mereka yang sudah patuh rajin beribadat, bertasbih, bertahmid dan mengagungkan nama-Nya.

Bahawasanya manusia meskipun ia sudah dikurniakan kecergasan berfikir dan kemampuan fizikal dan mental ia selamanya mempunyai beberapa kelemahan pada dirinya layaknya sifat lalai, lupa dan khilaf.Hal mana sudah terjadi pada diri Nabi Adam yang meskipun ia sudah menjadi manusia yang prima dan dikurniakan kedudukan yang istimewa di syurga ia selamanya tidak terhindar berasal dari sifat-sifat manusia yang lemah itu.Ia sudah lupa dan melalaikan peringatan Allah kepadanya berkenaan pohon terlarang dan berkenaan Iblis yang menjadi musuhnya dan musuh semua keturunannya, sehingga terjebak ke dalam tipu daya dan terjadilah pelanggaran pertama yang dilaksanakan oleh manusia pada larangan Allah.

Bahawasanya seseorang yang sudah terlanjur laksanakan maksiat dan berbuat dosa tidaklah ia sewajarnya berputus asa berasal dari rahmat dan ampunan Tuhan asalkan ia sedar dapat kesalahannya dan bertaubat tidak dapat melakukannya kembali.Rahmat allah dan maghfirah-Nya dpt mencakup segala dosa yang diperbuat oleh hamba-Nya terkecuali syirik bagaimana pun besar dosa itu asalkan diikuti dengan kesedaran bertaubat dan pengakuan kesalahan.
Sifat sombong dan congkak selamanya mempunyai akibat kerugian dan kebinasaan.Lihatlah Iblis yang turun berasal dari singgahsananya dilucutkan kedudukannya sebagai seorang malaikat dan diusir oleh Allah berasal dari syurga dengan disertai kutukan dan laknat yang dapat melekat kepada dirinya hingga hari Kiamat gara-gara kesombongannya dan kebanggaaannya dengan asal-usulnya sehingga ia berpikiran dan memandang rendah kepada Nabi Adam dan menampik untuk sujud menghormatinya meskipun diperintahkan oleh Allah s.w.t.

Baca Juga :