twittsev.com

Situs Web Pendidikan Terupdate

BERI ANAK PEMAHAMAN JIKA IA JADI TUKANG BULLY

BERI ANAK PEMAHAMAN JIKA IA JADI TUKANG BULLY

Dalam bahasa Indonesia, bullying dikenal dengan istilah perundungan. Hal tidak mengasyikkan itu dapat terjadi pada siapa saja, dan pada umur apa pun. Namun, apa jadinya bila ternyata yang mengerjakan perundungan tersebut ternyata anak sendiri? Berikut ialah beberapa urusan yang butuh Anda lakukan, andai menemukan kenyataan bahwa anak jadi tukang bully di luar rumah.

1. Menjelaskan akibat dari bullying
Saat memahami anak jadi tukang bully di luar rumah, orang tua mesti tetap tenang. Menunjukkan reaksi marah yang berlebihan akan menciptakan situasi semakin rumit. Sikap tersebut pun tidak bakal mengubah suasana atau sikap dari si anak tersebut sendiri.

Karena itu, urusan kesatu yang butuh dilakukan ialah menjelaskan apa sebenarnya akibat dari bullying atau perundungan. Ajak anak untuk bertukar pikiran dari hati ke hati. Hindari pula sikap menyudutkan lagipula sampai menghakimi sikapnya.

2. Cari tahu siapa yang menjadi temannya
Pengaruh lingkungan luar terhadap tumbuh-kembang anak pun sangat urgen untuk diperhatikan. Cari tahu siapa saja yang berteman dengannya. Apakah pengaruh dari mereka telah menciptakan anak jadi tukang bully? Jika ya, Anda mesti memberikannya pemahaman yang baik dalam menggali teman. Meski tadinya dia akan menampik dan merasa sikap Anda terlampau berlebihan, urusan ini urgen untuk membuatnya tumbuh jadi individu yang lebih baik di masa depan.

3. Bagaimana andai dia yang terdapat di posisi itu
Saat anak duduk santai di ruang tamu, ajak dia guna ngobrol. Coba tanyakan bagaimana andai posisi tersebut ditempati olehnya. Apakah dia merasa nyaman diperlakukan laksana itu? Apakah dia tidak bakal menyimpan dendam, bilamana seseorang melakukan tersebut padanya? Anda dapat melemparkan pertanyaan-pertanyaan itu sebagai umpan, guna mencari lebih jauh pandangan anak mengenai bullying tersebut sendiri.

4. Menceritakan cerita Anda atau orang terdekat
Anda juga dapat memberinya pandangan lain mengenai bullying, dengan mengisahkan pengalaman orang yang menjadi korban dalam permasalahan itu. Jika kita kebetulan pernah menjadi korban bullying, kisah tersebut pasti akan lebih menyentuhnya. Buat dia tahu bahwa akibat dari perundungan bukan sesuatu yang dapat dianggap sepele. Bahkan, urusan tersebut dapat mendorong seseorang guna bunuh diri.

5. Meminta pertolongan sekolah guna mengawasinya
Orang tua hendak anak bergaul di lingkungan yang aman dan sehat. Namun, urusan tersebut tentu tidak gampang untuk diterapkan, menilik dia bakal menerima tidak sedikit pengaruh dari dunia luar. Untuk menciptakan anak tidak melakukan kekeliruan yang sama, tak terdapat salahnya guna melibatkan pihak sekolah.
Anda dapat meminta pertolongan wali ruang belajar atau unsur konseling untuk memantau perilakunya sekitar di sekolah. Tanyakan bagaimana anak berinteraksi dengan sesama temannya, atau apakah dia tidak jarang melanggar peraturan? Dengan rutin mengerjakan konsultasi dengan pihak sekolah, Anda dapat meyakinkan bahwa anak tidak mengulangi sikap buruknya.

6. Awasi pemakaian ponsel pintar miliknya
Perkembangan teknologi memberi guna dan pun ancaman untuk perkembangan anak. Di satu sisi, kecanggihan teknologi menciptakan arus informasi menjadi lebih cepat dan gampang diakses. Namun di sisi lain, pemakaian teknologi yang tidak tepat dapat membuat seseorang berubah ke arah yang negatif.

Ketika Anda memahami bahwa anak jadi tukang bully, jajaki cek bagaimana dia memakai ponsel pintarnya. Apakah dia tidak jarang membuka website atau akun-akun media sosial yang menyokong sikap perundungan? Apakah dia bergabung dalam grup-grup Whatsapp yang menyimpang? Mengawasi pemakaian ponsel pintar pada anak urgen untuk dilakukan, terutama andai dia masih berada di umur yang belia dan labil.

Itulah sejumlah hal yang dapat Anda lakukan saat mengetahui anak jadi tukang bully. Semoga informasi ini dapat membantu Anda menyerahkan arahan yang baik untuk anak.

http://id.nan-net.jp/system/login/link.cgi?jump=https://www.pelajaran.co.id