twittsev.com

Situs Web Pendidikan Terupdate

Ini Orasi Lengkap Megawati Soekarnoputri ‘Cucu Bangsawan Minang’ yang Raih Gelar Doktor Honoris Causa dari UNP Padang

Ini Orasi Lengkap Megawati Soekarnoputri ‘Cucu Bangsawan Minang’ yang Raih Gelar Doktor Honoris Causa dari UNP Padang

Ini Orasi Lengkap Megawati Soekarnoputri 'Cucu Bangsawan Minang' yang Raih Gelar Doktor Honoris Causa dari UNP Padang

Ini Orasi Lengkap Megawati Soekarnoputri ‘Cucu Bangsawan Minang’ yang Raih Gelar Doktor Honoris Causa dari UNP Padang

Megawati Soekarnoputri, putri proklamator RI, Soekarno meraih gelar doktor honoris causa (HC) dari Universitas Negeri Padang, Sumatera Barat, Rabu (27/9/2017) kemarin. Ini merupakan gelar doktor kelima yang diraih Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang juga Presiden ke-5 Republik Indonesia ini.

Megawati merupakan cucu bangsawan Minangkabau. Ibunya, Fatmawati adalah anak pasangan Hasan Din dan Siti Chadijah yang merupakan keturunan Putri Indrapura, salah seorang keluarga raja dari Kesultanan Indrapura, Pesisir Selatan, Sumatera Barat dan merupakan salah seorang pengusaha dan tokoh Muhammadiyah di Bengkulu. Selain itu, pada tahun 2003, Megawati juga diberi gelar Puti Reno Nilam karena suaminya Taufiq Kiemas diangkat menjadi Penghulu atau Ketua Suku Sikumbang di Tanah Datar dengan gelar Datuk Basa Batuah.

Karena itu, tak heran jika Megawati sangat mengenal alam dan tokoh-tokoh Sumatera Barat. Bahkan dalam orasinya tentang politik humanis, Megawati juga memuji perjuangan tokoh-tokoh Sumatera Barat termasuk Rohana Kudus.

Berikut pidato lengkap Megawati Soekarnoputri di depan civitas akademik UNP.

Assalamualaikum, Wr.Wb.

Salam sejahtera bagi kita semua,

Om Swastiastu,

Namo Buddhaya,

Selamat Pagi,

Yang terhormat, Rektor, Senat dan Civitas Akademika Universitas Negeri Padang.

 

Yang terhormat para menteri Kabinet Kerja dan pimpinan lembaga negara Republik Indonesia.

Yang terhormat, anggota DPR-RI, Gubernur dan DPRD Provinsi Sumbar, Bupati dan Walikota se Provinsi Sumbar, Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau Sumatera Barat dan Ketua MUI Sumatera Barat, para alim ulama, dan ninik mamak. Rekan-rekan media, hadirin tamu undangan yang berbahagia.
Puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah Subhanahu Wata’ala, Tuhan Yang Maha Esa. Berkat perkenan-Nya kita dapat berkumpul di Auditorium Universitas Negeri Padang. Ijinkan di awal pidato ilmiah ini, saya menyampaikan rasa terima kasih dan penghormatan kepada Senat Universitas Negeri Padang atas keputusan memberikan gelar Doktor Honoris Causa kepada saya. Saya sangat antusias, bangga dan sekaligus sangat bersyukur, karena gelar yang diberikan adalah dalam Bidang Politik Pendidikan. Universitas Negeri Padang telah membuat keputusan akademis yang membuka kembali cakrawala: politik dan pendidikan adalah dua hal yang tidak mungkin dipisahkan. Politik menghasilkan sistem pendidikan, pendidikan mempengaruhi kehidupan politik.

Hadirin yang saya hormati,

Entitas politik terkecil adalah keluarga. Begitu pula dengan pendidikan, juga dimulai dari dalam keluarga

. Seperti yang saya alami, saya sangat beruntung mendapatkan pendidikan politik langsung dari ayah saya, Bapak Bangsa Indonesia, Bung Karno. Definisi politik yang paling hakiki menurut Bung Karno adalah cara meng-abadi-kan diri bagi kepentingan orang banyak. Maksudnya, membuat diri kita memiliki cita-cita dan tujuan abadi yang tidak berorientasi pada diri sendiri. Dalam politik, setiap diri, dituntut untuk

mempersembahkan seluruh pengabdian ”diriku untuk orang lain”. Tat Twam Asi. Artinya,

”aku adalah engkau, engkau adalah aku”. Kata-kata tersebut mengandung pengertian filosofis, bagaimana seharusnya kita memiliki empati dan menghayati perasaan orang lain. Dalam politik, saya menyebutnya politik berwajah dan berjiwa kemanusiaan, yaitu Politik humanis. Politik sebagai alat untuk mewujudkan kebaikan dan kemaslahatan bagi umat manusia.

 

Sumber :

https://www.artstation.com/ahmadali88/blog/1zBe/history-of-the-singasari-kingdom