twittsev.com

Situs Web Pendidikan Terupdate

MEMBENAHI PASAR TRADISIONAL

Table of Contents

MEMBENAHI PASAR TRADISIONAL

MEMBENAHI PASAR TRADISIONAL

MEMBENAHI PASAR TRADISIONAL

Pasar tradisional? Pasti sudah tau bagaimana kondisinya, becek, kotor, dan sesak karena tempat yang tidak tertata. Berdasarkan data Kementrian Perdagangan, dari sekitar 14.000 pasar tradisional yang sudah terdata, sekitar 95 persen kondisinya tidak layak. Pasar-pasar tersebut harus direvitalisasi agar tetap eksis, di tengah masifnya ekspansi pasar modern. Pasar tradisional yang sudah tidak layak rata-rata usianya sudah di atas 20 tahun.
Revitalisasi menjadi kebutuhan mendesak, tetapi harus diingat bukan hanya merehabilitasi fisiknya. Harus dilakukan secara menyeluruh dan harus mampu menjadikan pasar tradisional sebagai ikon perekonomian bangsa, indicator denyut ekonomi suatu daerah, serta identitas social ekonomi masyarakat setempat. Untuk mewujudkannya, revitalisasi harus memerhatikan beberapa aspek. Tata kelola pasar tradisional yang burruk akan menghambat revitalisasi karena membuat bangunan fisik yang sudah megah justru menjadi mandul. Pengelolaan tak hanya menyangkut perawatan, tetapi juga persoalan sampah, distribusi, dan retribusi.
Jika aspek-aspek tersebut terpenuhi, pasti akan sangat nyaman berada di pasar tradisonal. Tidak perlu lagi dikotomi pasar tradisional dan pasar modern. Yang ada hanyalah segmentasi produk. Pasar tradisional lebih unggul dalam penyediaan barang hasil bumi, seperti sayuran dan bahan kebutuhan pokok lainnya. Sebaliknya, barang pabrikan seperti susu, minuman, dan baju ada di pasar modern.

Baca Juga :