twittsev.com

Situs Web Pendidikan Terupdate

KEEFEKTIFAN MODEL TIPE COURSE REVIEW HORAY

KEEFEKTIFAN MODEL TIPE COURSE REVIEW HORAY

KEEFEKTIFAN MODEL TIPE COURSE REVIEW HORAY

KEEFEKTIFAN MODEL TIPE COURSE REVIEW HORAY

Pendidikan merupakan sarana untuk meningkatkan kualitas manusia dengan segala upaya secara sadar untuk mengubah tingkah laku seseorang dalam keberlangsungan pembangunan bangsa. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 Ayat 1 menyebutkan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013 menyebutkan bahwa proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Untuk itu setiap satuan pendidikan melaksanakan proses pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran serta penilaian proses pembelajaran untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas ketercapaian kompetensi lulusan.
Selaras dengan pernyataan di atas, Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar tingkat SD/MI dalam Permendikbud Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah menyatakan bahwa Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan mulai dari SD/MI/SLB sampai SMP/MTs/SMPLB. IPS mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang terkait dengan isu sosial. Pada jenjang SD/MI mata pelajaran IPS mengarahkan peserta didik untuk menjadi warga negara Indonesia yang demokratis, dan bertanggung jawab, serta warga yang cinta damai. Oleh sebab itu, mata pelajaran IPS dirancang untuk mengembangkan pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan untuk menyesuaikan terhadap kondisi sosial di masyarakat dalam memasuki kehidupan masyarakat yang dinamis.
Pembelajaran IPS yang dilakukan seorang guru harus interaktif dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan. Keberhasilan dari kegiatan pembelajaran dapat dicapai apabila guru melaksanakan pembelajaran yang efektif bagi peserta didik. Keefektifan pembelajaran bagi peserta didik di kelas dapat dicapai dengan perencanaan yang tepat, pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang baik, pengalaman pembelajaran bermakna, indikator dan penilaian proses pembelajaran. Untuk menciptakan keefektifan pembelajaran dalam kegiatan pembelajaran, maka diperlukan model dan strategi pembelajaran agar menunjang proses pembelajaran dan memberikan pengalaman pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik (Trianto, 2014 : 19).

Model pembelajaran Course Review Horay adalah salah satu model pembelajaran yang dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik. Model pembelajaran Course Review Horay merupakan model pembelajaran inovatif yang menciptakan pembelajaran yang efektif dengan suasana yang meriah, menyenangkan dan menarik. Model pembelajaran ini juga melatih peserta didik untuk saling menghargai, berdiskusi dan kerjasama dalam menyelesaikan tugas-tugasnya. Sehingga model pembelajaran Course Review Horay dapat menciptakan kelas dengan pembelajaran yang efektif yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia (Huda, 2014 : 229-230).

Berbeda dengan pernyataan di atas, pembelajaran yang terjadi di Indonesia masih rendah. Supardi (2012 : 114) menyatakan model kegiatan pendidikan di Indonesia lebih banyak menyeragamkan pola pengajaran secara klasikal dengan slogan “masuk bareng keluar bareng” yang menyalahi dari konsep pendidikan yang sesungguhnya. Pembelajaran di sekolah sebagai salah satu bentuk model pendidikan, seharusnya dilakukan dengan azas demokrasi yang disesuaikan dengan potensi dan kecepatan daya tangkap masing-masing peserta didik. Selain itu, faktor proses dan hasil dari pembelajaran juga mempengaruhi kualitas pendidikan di Indonesia. Hal ini dibuktikan dalam laporan UNESCO pada tahun 2012 yang mengungkapkan bahwa Indonesia berada diperingkat ke-64 dari 120 negara berdasarkan Education Development Index (EDI) atau Indeks Pembangunan Pendidikan. Total nilai EDI itu diperoleh dari rangkuman perolehan empat kategori penilaian, yaitu angka partisipasi pendidikan dasar, angka melek huruf pada usia 15 tahun ke atas, angka partisipasi menurut kesetaraan gender, angka bertahan siswa hingga kelas V Sekolah Dasar (Jakaria, 2014 : 500). Dari permasalahan diatas, maka harus dilakukan peningkatan kualitas pendidikan dengan meningkatkan kualitas pembelajaran, penggunaan model inovatif pembelajaran, sarana dan prasarana pembelajaran sekolah.
Rendahnya kualitas pembelajaran di Indonesia juga terjadi di SDN Gugus X. Hasil pembelajaran IPS untuk mengembangkan pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan peserta didik masih rendah. Pada proses pembelajaran IPS di SDN Gugus X, guru masih menerapkan model pembelajaran expository didominasi metode ceramah. Proses pembelajaran yang tidak menggunakan model pembelajaran inovatif dan berpusat pada guru mengakibatkan peserta didik menjadi pasif dan tidak tertarik dengan materi yang diberikan guru. Hal ini sangat mempengaruhi hasil belajar peserta didik.
Berdasarkan hasil wawancara terstruktur didapatkan informasi bahwa proses pembelajaran IPS guru menggunakan model pembelajaran ekspositori yang didominasi metode ceramah, dan tidak ada model pembelajaran inovatif yang digunakan dalam pembelajaran. Saat pembelajaran berlangsung, peserta didik diberi penjelasan materi yang banyak sehingga materi tidak dikuasai peserta didik dengan optimal. Peserta didik juga kurang giat mengulang pelajaran IPS, kurang fokus dalam pelajaran, rasa kantuk yang menular ke peserta didik lain dan rasa bosan terhadap pembelajaran sehingga terkadang guru mengambil langkah untuk bernyanyi bersama sambil tepuk tangan untuk mengembalikan semangat belajar peserta didik. Rasa senang yang dirasakan peserta didik dapat mengembalikan pembelajaran yang kondusif Ditemukan hasil belajar beberapa peserta didik belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditentukan, yaitu 67. Oleh karena itu, diperlukan suatu penelitian yang memberikan inovasi pembelajaran dengan suasana belajar yang lebih menarik, interaktif, menyenangkan karena peserta didik dapat bermain dan bernyanyi bersama serta memberikan ruang untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran yang efektif.
Belajar efektif mempunyai arti penting bagi setiap peserta didik. Belajar adalah bentuk kegiatan psikologis, fisik, dan sosial menuju ke perkembangan pribadi seutuhnya. Belajar akan mengolah kegiatan jiwa dan raga untuk mendapatkan suatu perubahan tingkah laku. Perubahan tingkah laku dari belajar bersifat permanen sebagai hasil dari interaksi pengalaman dengan lingkungannya (Suprijono, 2013 : 3).
Model pembelajaran sebagai suatu inovasi pembelajaran yang dirancang untuk membantu peserta didik memahami teori melalui pengalaman belajar dan praktik empirik. Pembelajaran Course Review Horay (CRH) merupakan cara pembelajaran yang dapat menciptakan suasana kelas menjadi meriah dan menyenangkan karena setiap siswa yang dapat menjawab benar diwajibkan berteriak ‘hore!!’ atau yel-yel lainnya. Metode ini menguji pemahaman siswa dalam menjawab soal, di mana soal tersebut dituliskan pada kartu atau kotak yang telah dilengkapi nomor (Huda, 2014 : 229).
Model Course Review Horay (CRH) termasuk model pembelajaran kooperatif yang merupakan bagian dari strategi pembelajaran inovatif dan dapat mendorong peserta didik menjadi aktif. Pembelajaran kooperatif merupakan pembelajaran yang diyakini sebagai praktik pedagogis untuk meningkatkan proses pembelajaran, gaya berpikir tingkat tinggi, perilaku sosial sekaligus kepedulian terhadap peserta didik yang memiliki latar belakang kemampuan, penyesuaian, dan kebutuhan yang berbeda-beda. Aktivitas pembelajaran kelompok bahwa setiap peserta didik bertanggung jawab atas pembelajarannya sendiri dan meningkatkan pembelajaran anggota dalam kelompoknya (Huda, 2015 : 27).
Proses pembelajaran model Course Review Horay dapat memacu peserta didik untuk selalu berinteraksi dengan tim, berpikir kritis untuk menyelesaikan masalah bersama, munculnya ide-ide kreativitas, dan menjaga kekompakan tim. Keunggulan dari model ini adalah strukturnya yang menarik, tidak monoton karena diselingi dengan hiburan sehingga suasana tidak menegangkan, semangat belajar yang meningkat karena suasana pembelajaran berlangsung menyenangkan dan skill kerja sama antar siswa yang semakin terlatih (Huda, 2014 : 231).
Penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay terhadap pembelajaran IPS materi masalah sosial dengan Standar Kompetensi 2. Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi di lingkungan kab/kota dan provinsi dan Kompetensi Dasar 2.4 Mengenal permasalahan sosial di daerahnya akan menciptakan keefektifan pembelajaran, pengalaman yang bermakna, dan tercapainya tujuan pembelajaran IPS. Pembelajaran IPS yang mengkaji konsep kehidupan nyata dan masalah sosial di masyarakat akan terbantu dengan penerapan model pembelajaran Course Review Horay. Pembelajaran IPS dengan model pembelajaran Course Review Horay dapat mendorong peserta didik dalam menerapkan bimbingan oleh tim, meningkatkan motivasi belajar, menggali makna pengetahuan, mengungkap sudut pandang pengetahuan yang berbeda, menciptakan pemahaman yang bermakna, menghargai pendapat antara anggota, dan memberikan ruang untuk berpartisipasi dalam pembelajaran. Penggunaan model inovatif ini memotivasi peserta didik untuk lebih aktif dan giat dalam proses pembelajaran serta menciptakan situasi pembelajaran yang kondusif dan ideal. Selain itu, pembelajaran model pembelajaran Course Review Horay secara tidak langsung akan meningkatkan hasil belajar IPS peserta didik.