twittsev.com

Situs Web Pendidikan Terupdate

Teori-Teori Dalam Etika

Table of Contents

Teori-Teori Dalam Etika

Etika sebagai ilmu memiliki sejumlah ruang lingkup kajian, Yakni: Etika menginvestigasi sejarah dalam sekian banyak aliran, lama dan baru mengenai tingkah laku manusia, etika membicarakan tentang cara- teknik menghukum,, menilai baik dan buruk sebuah pekerjaan, etika menginvestigasi faktor- hal penting yang mencetak memenuhi, dan mendorong lahirnya tingkah laku manusia.

Egoisme Adalah tindakan yang memberi hasil atau manfaat untuk diri sendiri. Egoisme secara praktis terlihat dalam aliran inilah ini.

Hedonisme

Hedonisme berarti corak kebiasaan yang lebih mengutamakan kesukaan dalam hati yang mempunyai sifat materi. Mereka berasumsi ukuran makmur atau tidaknya sebuah kehidupan, bahagia atau tidaknya sebuah kehidupan seseorang melulu dapat di identifikasi. dengan kesukaan materi. Mereka hendak memenuhi keakuannya guna mendapatkan kenikamatan apapun bakal mereka kerjakan untuk mengejar kesenangan tersebut tanpa adanya rasa putus asa.

Eudaemonisme

Eudaemonisme berarti bahagia atau kebahagiaan yang lebih tertuju pada rasaa bahagia yang bertujuan untuk mendapat kebahagiaan. Aristoteles berasumsi bahwa kebahagiaan terjangkau dalam pekerjaan yang merrealisasikan bakat bakat dan kesukaan manusia. Setiap insan harus hidup dengan mengembangkan bakat dan keterampilan yang terdapat pada dirinya, sampai-sampai kebahagiaan yang adalahtujuan tersebut akan tercapai.

Deontologisme

Deontologisme berasumsi baik buruknya sebuah tindakan tidak diukur menurut dampak yang ditimbulkannya, namun menurut sifat-sifat tertentu dar itindakan dan tindakan yang bakal dilakukan. Bentuk dari Deontologisme terdapat 2, yaitu:

1) Deontologisme perbuatan Tema sentralnya ialah baik dan buruknya sebuah tindakan bisa dirumuskan untuk kondisi tertentu dan sama sekali tidak terdapat ketentuan umum.

2) Deontologisme ketentuan Kaidah yang berlaku ialah baik buruknya perbuatan diukur pada satu atau sejumlah peraturan yang berlaku umum, tidak disaksikan dari baik buruknya tindakan itu.

Utilitarianisme

Teori ini berasumsi bahwa baik buruknya perbuatan seseorang tersebut diukur dari dampak yang ditimbulkannya, jadi sebuah perbuatan disebutkan baik andai membawa manfaat. Sebaliknya, disebutkan buruk andai menimbulkan mudharak. Untuk tersebut paham ini mengatakan supaya setiap orang menjadikan dirinya membawa guna sebesar-besarnya. Ada 2 format utilitarianisme:

1)Utilitariaanisme perbuatan format ini menganjurkan supaya segala tindakan insan menghasilkan dampak baik yang sebesar mungkin, semua teknik harus ditempuh dan dilakukan untuk menjangkau tujuan dari perbuatan tersebut.

2)Utilitarianisme ketentuan Bentuk dari utilitarianisme peraturan ialah bertindaklah tidak jarang kali sesuai dengan kaidah-kaidah, yang penetapannya mengahasilkn kelebihan dampak baik yang sebesar mungkin dikomparasikan dengan akibat-akibat buruknya.

Sumberhttp://casathome.ihep.ac.cn/team_display.php?teamid=479512