twittsev.com

Situs Web Pendidikan Terupdate

Akselerator Karya Seni dan Kuno Diaktifkan Kembali

Akselerator Karya Seni dan Kuno Diaktifkan Kembali

Akselerator Karya Seni dan Kuno Diaktifkan Kembali

Akselerator Karya Seni dan Kuno Diaktifkan Kembali

AKSELERATOR satu-satunya di dunia yang didedikasikan untuk mengautentikasi lukisan dan barang berharga di Museum Louvre, Paris, kembali digunakan setelah mengalami pembaruan.

Berukuran 37 meter (88 kaki), akselerator AGLAE berada di bawah museum

yang menjadi tujuan utama wisata di Prancis itu.

Akselerator telah dibangun kembali untuk memungkinkannya menyelidiki lukisan tanpa membahayakan kerusakan pada karya seni, terutama yang terbuat dari bahan organik.

Selama ini lukisan di Louvre jarang dianalisis dengan akselerator karena takut partikel yang ditembakkan ke objek lukisan dapat mengubah warnanya.

“Sampai sekarang kita hampir tidak pernah menganalisis lukisan karena khawatir balok partikel bisa mengubah warnanya ketika menyentuh pigmen pada cat,” kata Direktur Museum Louvre Isabelle Pallot-Frossard.

Pusat Penelitian dan Pemulihan Museum Prancis (C2RMF) telah menghabiskan sekitar 2,1 juta euro (Rp33,7 miliar) untuk merombak dan meningkatkan mesin, yang dapat menentukan susunan kimia benda tanpa perlu mengambil sampel.

AGLAE bekerja dengan mempercepat helium dan inti hidrogen hingga kecepatan

antara 20.000 sampai 30.000 kilometer per detik dan kemudian membombardir objek, yang memancarkan radiasi yang dapat ditangkap dan dianalisis.

Di antara objek pertama yang diuji oleh akselerator yang baru dikonfigurasi

ialah patung Romawi dari Dewa Lares (Dewa Rumah Tangga) yang melindungi rumah atau negara.

Patung itu dibombardir dengan atom helium dan hidrogen, dengan kecepatan hingga 30.000 km per jam.

 

 

sumber :

https://profilesinterror.com/teks-deskripsi/