twittsev.com

Situs Web Pendidikan Terupdate

Negara Yang Paling Banyak Mengacu IFRS

Negara Yang Paling Banyak Mengacu IFRS

Negara Yang Paling Banyak Mengacu IFRS

Negara Yang Paling Banyak Mengacu IFRS

1.    Jerman
Negara ini menganut system Hukum Kode. Sehingga standar akuntansi di Jerman tergantung pada undang-undang. Akuntansi di Jerman didesain untuk menghitung jumlah penghasilan yang hati-hati.
Berikut adalah usaha konvergensi dengan IFRS yang dilakukan oleh Jerman:
–    Praktek akuntansi yang sudah sama : metode penggabungan usaha, pencatatan investasi, akuntansi kemungkinan kerugian, cadangan perataan penghasilan
–     Praktek akuntansi yang belum sama : goodwill, penilaian asset, penyusutan asset, penilaian persediaan, leases, pajak yang ditangguhkan.

2.    Belanda
Belanda merupakan negara yang menganut system Hukum Kode, walaupun penyajian akuntansinya berorientasi kearah penyajian yang wajar. Akuntansi Belanda telah dipengaruhi oleh Negara Amerika Seikat dan Inggris.
Berikut  Usaha Konvergensi dengan IFRS yang dilakukan oleh Belanda:
–    Metode akuntansi penggabungan usaha (sama)
–     Goodwill dari akuisisi dikapitalisasi dan diamortisasi sedang di IFRS dikapitalisasi dan diuji impairment
–    Pencatatan investasi pada perusahaan asosiasi 20%-50% (sama)
–    Penilaian aset dengan biaya historis dan nilai wajar (sama)
–    Penyusutan aset tetap menggunakan manfaat ekonomik (sama)
–     LIFO diizinkan sedang IFRS melarang
–    Akuntansi kemungkinan kerugian diakrukan (sama)
–    Leases dikapitalisasi (sama)
–    Pajak tangguhan diakrukan (sama)
–    Pencadangan perataan penghasilan masih ada, sedang IFRS melarang.

3.    Inggris
Inggris merupakan negara kesatu didunia yang mengembangkan profesi akuntansi. Inggris   merupakan negara yang menganut system Hukum Umum, karena memiliki konsep ‘Penyajian wajar posisi keuangan dan hasil-hasil’ (the true and fair view).
Berikut adalah usaha konvergensi dengan IFRS yang dilakukan oleh Inggris:
–    Metode akuntansi penggabungan usaha dengan metode pembelian (sama)
–    Goodwill yang timbul karena akuisisi dikapitalisasi, sedang IFRS: diamortisasi
–    Pencatatan investasi dalam perusahaan asosiasi yang dimiliki 20%-50% (sama)
–    Penilaian aset dengan biaya historis dan nilai wajar (sama)
–    Penyusutan aset tetap di Inggris menggunakan manfaat ekonomik (sama)
–    LIFO dilarang (sama)
–    Akuntansi kemungkinan kerugian diakrukan (sama)
–    Leases keuangan dikapitalisasi (sama)
–    Pajak tangguhan di Inggris dikapitalisasi (sama)
–    Pencadangan untuk perataan penghasilan tidak diadakan (sama)

Sumber : https://nisachoi.blog.uns.ac.id/seva-mobil-bekas/