twittsev.com

Situs Web Pendidikan Terupdate

Asosiasi Game Indonesia sebut kewajiban data center sukar diterapkan

Asosiasi Game Indonesia sebut kewajiban data center sukar diterapkan

Asosiasi Game Indonesia sebut kewajiban data center sukar diterapkan

Ketua Asosiasi Game Indonesia Narenda Wicaksono mengatakan proses lokalisasi data

(data localization) di Indonesia sulit diterapkan, karena pasar internet sudah bersifat global.

Narenda mengatakan mayoritas developer game Tanah Air membidik pasar global, meskipun ada sebagian yang manargetkan pasar lokal, kewajiban data center berada di Indonesia akan sulit diterapkan.

“Game itu biasanya market-nya global jadi kita lebih menyukai penempatan data center di luar negeri pastinya. Kami misalnya simpan di Google Playstore atau Sony, mereka semua di luar negeri. Kalau pemerintah berani tutup Google Playstore, ya silahkan,” kata Narenda, dalam keterangan yang diterima, Jumat.

Dalam draft revisi PP 82 tahun 2012, pemerintah membagi klasifikasi data elektronik

menjadi tiga yakni Data Strategis, Berisiko Tinggi dan Berisiko Rendah.

Menurut dia, hanya Data Elektronik Strategis yang harus berada di Indonesia, sedangkan penempatan Data Berisiko Tinggi dan Rendah harus memastikan efektivitas dari pengawasan sektor industri masing-masing.

Aturan teknis mengenai pengelolaan data akan dibuat oleh masing-masing sektor industri.

Narenda menegaskan klasifikasi data pada industri game bukan data user

yang perlu dianggap krusial sehingga wajib disimpan di Indonesia.

Saat ini industri dan pasar game Indonesia merupakan yang terbesar di Asia Tenggara.

 

sumber :

https://sel.co.id/seva-mobil-bekas/