twittsev.com

Situs Web Pendidikan Terupdate

Kesimpulan

Table of Contents

Kesimpulan

  1. Secara fitrah, manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa mengisolasi diri. Manusia saling bahu membahu untuk memenuhi kebutuhan bersama dengan membentuk institusi sebagai sarana untuk mewujudkan cita-cita kebutuhan bersama, termasuk kebutuhan akan terwujudnya keadilan dan perlunya institusi hukum sebagai sarana untuk mewujudkannya.
  2. Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang kemasyarakatan, baik itu proses sosial, interaksi sosial masyarakat, lembaga sosial masyarakat, perubahan gaya hidup, struktur sosial masyarakat, mobilitas sosial, gender, perubahan sosial, perlawanan sosial, konflik, integrasi sosial, keluarga dan sebagainya.
  3. Hukum adalah keseluruhan norma yang oleh penguasa masyarakat yang berwenang menetapkan hukum, dinyatakan atau dianggap sebagai peraturan yang mengikat bagi sebagian atau seluruh anggota masyarakat tertentu, dengan tujuan untuk mengadakan suatu tata yang dikehendaki oleh penguasa tersebut.
  4. Sosiologi hukum merupakan cabang ilmu pengetahuan yang memahami, mempelajari, menjelaskan secara analiti sempiris tentang persoalan hukum dihadapkan dengan fenomena-fenomena lain dimasyarakat. Hubungan timbal balik antara hukum dengan gejala-gejala sosial lainnya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam mempelajari sosiologi hukum. Jadi, titik tekan Sosiologi hukum ini lebih mengarah kepada pola perilaku masyarakat dalam memandang hukum yang terjadi disekitar mereka. Bagaimana suatu masyarakat mentaati hukum, dan melanggar hukum, dan menjalani hukum tersebut. Sosiologi hukumpun sangat dibutuhkan oleh masyarakat karena sosiologi hukum ini akan memberi penjelasan dari setiap objek yang dipelajarinya,
  5. Kelahiran dan perkembangan aliran dan pemikiran dalam sosiologi hukum telah dipengaruhi oleh aliran filsafat hukum dan pemikiran para sosiolog, seperti Emile Durkheim dan Max Weber.
  6. Ruang lingkup sosiologi hukum secara umum, yaitu hubungan antara hukum dengan gejala-gejala sosial sehingga membentuk kedalam suatu lembaga sosial ( social institution) yang merupakan himpunan nilai-nilai, kaidah-kaidah dan pola-pola perikelakuan yang berkisar pada kebutuhan-kebutuhan pokok manusia yang hidup dimasyarakat dan atau dalam lingkup proses hukumnya ( law in action) bukanlah terletak pada peristiwa hukumnya (law in the books).
  7. Saran

Dalam penyajian makalah ini dirasakan penulis masih jauh dalam kesempurnaan, oleh karenanya memohon kritik yang membangun guna penyempurnaan dan perbaikan dari penyajian makalah ini, selanjutnya diharapkan dengan adanya pembahasan ini dapat lebih memahami arti, aliran pemikiran, ruang lingkup dan masalah yang dijumpai dalam materi sosiologi hukum.

 

Sumber :

https://callcenters.id/