twittsev.com

Situs Web Pendidikan Terupdate

Memperluas Konsep-konsep Tradisional

Memperluas Konsep-konsep Tradisional

Konsep pengendalian tradisional da!am akuntansi sering diasumsikan bahwa produksi informasi akuntansi adaJah langkah terakhir dari peran akuntan. Dalam pendekatan keperilakuan terhadap desain dan iniplementasi Gubsistem pengendalian keuangan, angan, menghasilkan informasi bukanlah akhir dari keterlibatan akuntan. Tetapi produksi informasi dapat dilihat sebagai sebuah langkah tengah danbukannya Iangkah akhir. Informasi akuntansi diperlakukan sebagai bagian sebuah desain proses peringatan untuk membantu mengatur organisasi denganmempengaruhi perilaku semua anggota. Tujuan pengendalian didasari keinginan untuk memilih suatu inisiatif yang akan mengubah kemungkinan pencapaian hasil keperilakuan yang diharapkan, dan produksi informasi akuntansi lebih dilihat sebagai serene daripada sebagai sebuah akhir. Saat desain sistem pengendalian telah memenuhi kriteria informasi akuntansi yang

akurat dan dapat diandalkan, penekanannya biasanya ditempatkan pada tujuh faktor berikut ini:

  1. Mempekerjakan personel yang akan melaksanakan tanggung jawabnya dengan kompeten dan penuh integritas.
  2. Mengindari fungsi-fungsi yang tidak harmonis dengan cara memisahkan tugas dan tanggungjawab.
  3. Mendefinisikan wewenang yang terkait dengan suatu posisi sehingga kesesuaian dari transaksi-transaksi dilaksanakan dan dapat dievaluasi.
  4. Membangun metode sistematis untuk meyakinkan bahwa transaksi-transaksi telah dicatat secara akurat.
  5. Memastikan bahwa dokumentasi memadai.
  6. Menjaga aset-aset dengan mendesain berbagai prosedur yang membatasi akses terhadap aset.
  7. Mendesain suatu pemeriksaan independen untuk meningkatkan akurasi.

Prinsip-prinsip yang berhubungan dengan desain pengendalian internal mencerminkan pengalaman dari profesi audit. Pengalaman yang tidak ternilai ini dapat digunakan untuk merancang dan mengimolementasikan sistem pengendaliankeuangan melalui perluasan seperangkat yang dimiliki dari informasi akuntansiuntuk lebih rhengarahkan proses administratif. Istilah ‘pengendalian akuntansi’dengan pengamanan asetaset dan peningkatan akurasi dan keandalan informasi akuntansi. Istilah pengendalian administratif dihubungkan dengan peningkatan efisiensi operasi dan kepatuhan kepada kebijakan manajemen. Contoh-contoh dari pengendalian akuntansi termasuk Pemisahan tugas-tugas yang berhubungan dengan pencatatan dan pengendalian fisik terhadap aset; sedangkan laporan kinerja dan pengendalian kualitas merupakan contoh dari pengendalian administratif. Kedua jenis pengendaliatl tersebut, tanpa mempedulikan klasifikasinya, dapat digunakan dalam desain dan implementasi sistempengendalian keuangan untuk mendukung proses adminstratif. Perluasan konsepkonsep tradisional dari pengendalian menyebabkan perluasan lingkup pengendalianakuntansi dan laporan keuangan yang mencakup prosesproses administratif organisasi.

 Perluasan lingkup keterlibatan akuntan terhadap proses akuntansi, tidak dapat disangkal lagi adalah sesuatu yang penting dalam pengendalian akuntansi. Pengetahuan tentang pengendalian akuntansi tradisional dan pengalaman dalam sistem akuntansi merupakan hal yang berharga dan dapat dengan mudah diperluas kedalam aplikasi-aplikasi pengendalian yang lain. Bagaimanapun juga, untuk nwmbuat suatu perluasan yang sukses,

pengetahuan tentang pengendalian akuntansi harus dikombinasikan dengan berbagai sumber pengetahuan untuk mencapai tujuan mempengaruhi perilaku para anggota organisasi melalui penggunaan sinyal-sinyal akuntansi, dalam bagian selanjutnya, hubungan data akuntansi dan pengendalian terhadap proses administratif akan dijelaskan dengan lebih detail.

Sumber :

https://student.blog.dinus.ac.id/blogtekno/status-whatsapp-kini-bisa-hanya-teks/