twittsev.com

Situs Web Pendidikan Terupdate

Faktor – faktor yang memengaruhi proses asimilasi sebagai berikut.

Faktor – faktor yang memengaruhi proses asimilasi sebagai berikut.

A. Sikap dan kesediaan saling menenggang (toleransi).
B. Sikap dalam menghadapi orang asing dan kebudayaannya.
C. Adanya kesempatan di bidang ekonomi yang seimbang.
D. Keterbukaan golongan penguasa.
E. Adanya kesamaan dalam berbagai unsur budaya.
F. Perkawinan campuran.
G. Adanya musuh bersama dari luar.

Faktor – Faktor Penghambat Asimilasi Sebagai Berikut.

A. Ada isolasi kebudayaan dari salah satu kebudayaan kelompok.
B. Minimnya pengetahuan dari salah satu kelompok atas kebudayaan kelompok lain.
C. Ketakutan atas kekuatan kebudayaan kelompok lain.
D. Perasaan superioritas atas kebudayaan kelompok tertentu.
E. Adanya perbedaan ciri – ciri badaniah.
F. Adanya perasaan “in-group” yang kuat.
G. Adanya diskriminasi.
H. Adanya perbedaan kepentingan antarkelompok.

3. Akomodasi
Proses akomodasi adalah proses pemulihan hubungan baik antara dua pihak atau lebih yang pada mulanya mengalami suatu sengketa. Proses akomodasi ini memerlukan perhatian dari kedua belah pihak bahkan kadang – kadang membutuhkan pihak ketiga sebagai penengah. Dengan demikian, pertikaian menjadi berangsur – angsur reda.

Beberapa bentuk akomodasi yaitu sebagai berikut.
A. Pemaksaan (coercion) adalah suatu bentuk akomodasi yang dilakukan dengan paksaan oleh pihak ketiga yang lebih kuat kedudukannya.
B. Kompromi (compromise) adalah suatu penyelesaian sengketa dengan cara mengurangi tuntutan dari kedua belah pihak sehingga terjadi titik temu.
C. Penggunaan jasa perantara (mediation) penggunaan jasa menengah (orbitrase).
D. Peradilan (adjudication) adalah suatu penyelesaian sengketa dengan penyelesaian sesuai dengan hukum yang berlaku melalui pengadilan.
E. Toleransi (tolerance) adalah suatu penyelesaian sengketa dengan jalan memberikan toleransi kepada masing – masing pihak dengan demikian akan terjadi pemulihan hubungan baik.
F. Stalemate adalah proses penyelesaian sengketa yang terjadi secara sendirinya. Hal ini terjadi masing – masing pihak menyadari bahwa konflik hanya akan merugikan kedua belah pihak terutama apabila kedua belah pihak mempunyai kedudukan yang seimbang.

4. Akulturasi
Akulturasi adalah proses sosial yang timbul karena penerimaan dan pengolahan unsur – unsur kebudayaan asing tanpa menghilangkan unsur – unsur kebudayaan asli. Akulturasi merupakan perpaduan dua unsur kebudayaan dalam kurun waktu yang lama. Dalam akulturasi unsur – unsur kebudayaan asing tersebut melebur ke dalam kebudayaan asli dengan tidak menghilangkan kepribadian kedua unsur kebudayaan tersebut.

Unsur – unsur yang mudah diterima dalam akulturasi, antara lain :
A. Kebudayaan material
B. Teknologi baru yang manfaatnya cepat dirasakan dan mudah dioperasikan, misalnya kebudayaan pertanian (alat – alat, pupuk, dan benih)
C. Kebudayaan yang mudah disesuaikan dengan kondisi setempat (kesenian, olahraga)
D. Kebudayaan yang pengaruhnya kecil, misalnya model pakaian.

Unsur – unsur kebudayaan yang sukar diterima antara lain :
A. Kebudayaan yang mendasari pola pikir masyarakat, misalnya unsur keagamaan.
B. Kebudayaan yang mendasari proses sosialisasi yang sangat meluas dalam kehidupan masyarakat, misalnya makanan pokok, sopan santun, dan mata pencaharian.

Individu yang mudah menerima budaya asing, yaitu :
A. Golongan muda yang belum memiliki identitas dan kepribadian yang mantap
B. Golongan masyarakat yang hidupnya belum memiliki status yang penting
C. Kelompok masyarakat yang hidupnya tertekan, misalnya pengangguran dan penduduk terpencil

Recent Posts