twittsev.com

Situs Web Pendidikan Terupdate

UJIAN YANG MEMBAHAGIAKAN

UJIAN YANG MEMBAHAGIAKAN

UJIAN YANG MEMBAHAGIAKAN

UJIAN YANG MEMBAHAGIAKAN

UJIAN YANG MEMBAHAGIAKAN

Ujian adalah bagian dari pembelajaran, yaitu proses pengembangan dan pemberdayaan diri yang mesti dialami dengan martabat. Orang punya beragam sikap dan cara menghadapi peristiwa ujian. Kebanyakan dengan rasa tegang dan takut. Saat ujian sering membuat orang emosional hingga banyak yang tak mampu menguasai diri. Efek psikosomatis, seperti sakit perut, pusing-pusing, atau mual, pun muncul. Memang itu hal yang manusiawi, tapi akibatnya konsentrasi buyar. Daya nalar saat mempersiapkan ujian terganggu. Persiapan ujian menjadi kacau. Hal yang sama terjadi saat menjalani ujian.
Dinamika kondisi emosi dan nalar inilah yang sering kali mewarnai peristiwa ujian. Tak heran kalau setiap ada peristiwa ujian kita menemukan banyak fakta yang mengejutkan. Siswa yang sehari-hari berprestasi justru hasilnya tidak memuaskan. Bahkan gagal. Namun, kegagalan ujian bukan hanya karena gugup, bingung, takut, atau tegang.beberapa siswa gagal mencapai hasil optimal justru karena meremehkan atau kurang cermat. Dengan demikian, perlu sikap bijak memahami suatu hasil ujian.
Ujian yang membahagiakan membutuhkan guru atau dosen berkarakter pembelajar yang sadar dan butuh terus belajar. Sebab, kegagalan pemahaman materi tak selalu disebabkan kelemahan peserta didik. Sering kali permasalahan justru pada para pendidiknya. Sesungguhnya peserta didik adalah mitra, bahkan anugerah yang menuntun para pendidik untuk terus-menerus belajar.
Konon negeri ini butuh banyak guru dan dosen seperti itu, rasanya itulah guru sejati. Ia akan terus membakar semangat belajar dan membangun komunitas pembelajar. Maka, hasilnya adalah ujian yang menjadi peristiwa membahagiakan dan dirinddukan, sekaligus mencerahkan baik anak didik maupun pendidiknya.

Sumber : https://chicagobearsjerseyspop.com/

Pemprov Jatim Wacanakan Durasi Sekolah SMA/SMK Ditempuh 4 Tahun

Pemprov Jatim Wacanakan Durasi Sekolah SMA SMK Ditempuh 4 Tahun

Pemprov Jatim Wacanakan Durasi Sekolah SMA/SMK Ditempuh 4 Tahun

Pemprov Jatim Wacanakan Durasi Sekolah SMA SMK Ditempuh 4 Tahun

Pemprov Jatim Wacanakan Durasi Sekolah SMA SMK Ditempuh 4 Tahun

Pemerintah Provinsi Jatim akan menjadikan durasi pendidikan untuk SMA/SMK bertambah satu tahun

atau dengan kata lain jenjang SMA/SMK akan ditempuh selama 4 tahun. Wacana ini menjadi kajian yang serius bagi Dinas Pendidikan Jawa Timur.

Program yang diwacanakan Gubernur Khofifah, bertujuan untuk membekali siswa dengan keterampilan yang berguna bagi lulusan dalam menghadapi dunia kerja. Tambahan durasi pendidikan selama satu tahun merupakan penerapan program inkubasi.

Sekretaris Dindik Jatim Ramliyanto mengatakan, rencana Gubernur Khofifah dalam penerapan

pendidikan empat tahun tidak lain karena pihaknya ingin membekali siswa dengan dua hal. Yakni keterampilan teknis dan atribut personal. Dalam artian, siswa akan dibekali berbagai bidang sesuai dengan kemampuannya guna menyesuaikan dalam dunia kerja atau industri.

“Banyak anak-anak kita kemamouannya sudah oke. Bahkan sudah mendapatkan sertifikat dari LSP

(lembaga sertifikasi profesi). Tapi ketika masuk dunia kerja ndak bisa kerjasama, ndak bisa mngehadapi tantangan dan ndak bisa hidup dengan kelompok yang berbeda. Oleh karena itu di inkubasi ini dua hal itu dikuatkan,” jelasnya, Senin (4/11/2019).

Progam inkubasi ini pun masih terus dikaji secara desain dan konsep yang akan diterapkan dalam pendidikan empat tahun bagi jenjang SMA/SMK di Jawa Timur itu. “SMK sudah ada petunjuknya, kalau SMA ini berupa konsep, bentuknya nanti inkubasi,” tutur dia.

 

Baca Juga :

Peralihan Musim, Dinkes Bojonegoro Waspada Demam Berdarah

Peralihan Musim, Dinkes Bojonegoro Waspada Demam Berdarah

Peralihan Musim, Dinkes Bojonegoro Waspada Demam Berdarah

Peralihan Musim, Dinkes Bojonegoro Waspada Demam Berdarah

Peralihan Musim, Dinkes Bojonegoro Waspada Demam Berdarah

Penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) mulai perlu diwaspadai selama musim peralihan.

Sejak pergantian musim dari kemarau ke musim hujan hingga memasuki musim hujan nyamuk pembawa virus aedes aegypti mulai menyebar.

“Mulai dari musim peralihan sampai musim hujan, merata perlu diwaspadai penyebaran demam berdarah dengue,” ujar Humas Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro, Fitri Munira Pitaloka, Kamis (7/11/3019).

Hingga Oktober 2019, kasus demam berdarah sudah terjadi sebanyak 404 kasus

dengan jumlah korban meninggal sebanyak 7 kasus. Sedangkan pada 2018, jumlah kasus demam berdarah sebanyak 589 kasus dengan kasus kematian sebanyak 12 penderita.

Untuk mengantisipasi penambahan jumlah kasus demam berdarah itu maka, pihaknya mengaku telah melakukan langkah antisipasi melalui gerakan serentak satu rumah satu jumantik (juru pemantau jentik).

Gerakan tersebut merupakan keterlibatan masyarakat berbasis keluarga.

“Selain itu juga pemberian penyuluhan dari Puskesmas kepada masyarakat terkait upaya-upaya pencegahan yang dapat dilakukan,” terangnya.

 

Sumber :

https://t.me/belajarngeblogbareng/3

Deklarasi Bioetika dan Human Right Gagas Kemanusiaan Pada Keilmuan Multi Disipliner

Deklarasi Bioetika dan Human Right Gagas Kemanusiaan Pada Keilmuan Multi Disipliner

Deklarasi Bioetika dan Human Right Gagas Kemanusiaan Pada Keilmuan Multi Disipliner

Deklarasi Bioetika dan Human Right Gagas Kemanusiaan Pada Keilmuan Multi Disipliner

Deklarasi Bioetika dan Human Right Gagas Kemanusiaan Pada Keilmuan Multi Disipliner

Berkembangnya zaman menuju modernitas ternyata tidak meninggalkan aspek luhurnya

kehidupan di belakang. Terlebih saat ini Bioetika menjadi isu hangat yang sedang digagas di berbagai negara di dunia.

Begitu pula dengan Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga (Unair) Surabaya hari ini menggelar Seminar ‘Respect For Cultural Diversity’ World Bioethics Day 2019, Selasa (5/11/2019). Bekerjasama dengan UNESCO Chair in Bioethics (UI-UCB) kegiatan ini mendatangkan berbagai narasumber dari beberapa disiplin ilmu.

Bioetika merupakan studi interdisipliner dari filsafat, etika, sosial, hukum, ekonomi, pengobatan medis, etnologis, agama, lingkungan, dan keterkaitan isu-isu interdisipliner tersebut yang timbul dari ilmu pengetahuan dan teknologi biologi, dan aplikasinya didalam masyarakat dan biosfer.

Bioetika pada awalnya digunakan dalam dunia medis atau kedokteran tetapi saat ini hampir semua

disiplin ilmu menerapkan asas kehidupan dalam memastikan bahwa kemajuan IPTEK memberikan kontribusi terhadap keadilan, kesetaraan, dan kepentingan umat manusia.

Dekan Fakultas Kedokteran Unair, Prof Dr dr Soetojo, SpU mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan peringatan Hari Bioethics serta memperkuat asas Bioetika dalam keberagaman.

“Dalam peringatan hari Bioetika, kita merayakannya juga memperkenalkan Bioetika Center yang ada di Unair. Untuk kegiatannya kita membahas perbedaan agar tidak menjadikan hambatan. Bioethics diversity kita kembalikan lagi sesuai asas kita bhineka tunggal Ika,” ujar Prof Soetojo.

Menurut, Dr Peter J Manopo, Ketua Indonesia Bioetik Forum, Pada intinya adalah bagaimana kita bersikap pada kehidupan bukan hanya pada kedokteran melainkan pada semua sisi kehidupan manusia.

“Bioetik bagaimana dasar moral kita bersikap seharusnya kepada sesama makhluk hidup

, baik manusia, hewan maupun tumbuhan,” ungkap dr Peter.

Bioetik dalam bentuk legal sebenarnya baru berkembang tahun 2000-an di Indonesia tetapi dalam bentuk lain sudah ada sebelumnya seperti dalam bentuk sumpah kedokteran, akad nikah, etika persidangan dan sebagainya. Saat ini Bioetika tidak hanya difokuskan pada bagaimana cara bersikap ke sesama makhluk hidup tetapi juga menyangkut Hak Asasi.

 

Sumber :

https://t.me/belajarngeblogbareng/8

Sertifikasi Keahlian di Bidang TI (Nasional & Internasional)

Sertifikasi Keahlian di Bidang TI (Nasional & Internasional)

Sertifikasi Keahlian di Bidang TI (Nasional & Internasional)

Sertifikasi Keahlian di Bidang TI (Nasional & Internasional)

Sertifikasi Keahlian di Bidang TI (Nasional & Internasional)

Teknologi Informasi (IT) merupakan teknologi yang selalu berkembang baik secara revolusioner (seperti misalnya perkembangan dunia perangkat keras), maupun yang lebih bersifat evolusioner (seperti yang terjadi pada perkembangan perangkat lunak). Hal itu mengakibatkan bahwa pekerjaan di bidang Teknologi Informasi menjadi suatu pekerjaan di mana pelakunya harus terus mengembangkan ilmu yang dimilikinya untuk mengikuti perkembangan Teknologi Informasi tersebut.
Sertifikasi keahlian di bidang IT dibutuhkan untuk mendapatkan pengakuan atau spesifikasi untuk bidang spesialisasi anda. Seperti pengalaman terhadap penggunaan software tertentu yang diimplementasikan dalam perusahaan tersebut. Selain itu, Standar kompetensi dibutuhkan untuk memudahkan bagi perusahaan atau instusi untuk menilai kemampuan calon pegawai atau pegawainya.
Sertifikasi adalah independen, obyektif, dan tugas yang regular bagi kepentingan profesional dalam satu atau lebih area di teknologi informasi. Sertifikasi ini memiliki tujuan untuk : Membentuk tenaga praktisi TI yang berkualitas tinggi, Membentuk standar kerja TI yang tinggi, Pengembangan profesional yang berkesinambungan. Jelasnya sertifikasi IT adalah sebuah bentuk penghargaan dan pembuktian yang diberikan kepada seorang individu karena dianggap memiliki keahlian dalam bidang tertentu/spesifik.
Keuntungan Sertifikasi Sertifikasi
Memiliki keuntungan antara lain membuka lebih banyak kesempatan pekerjaan, meningkatkan kredibilitas seorang profesional TI di mata pemberi kerja, meningkatkan posisi dan reputasi bagi yang sudah bekerja,meningkatkan kompetensi dengan tenaga-tenaga TI dari manca negara.
Tujuan Sertifikasi Sertifikasi
Memiliki tujuan diantaranya membentuk tenaga praktisi TI yang berkualitas tinggi, membentuk standar kerja TI yang tinggi, pengembangan profesional yang berkesinambungan.
Jenis Sertifikasi
Sertifikasi memiliki bebagai jenis antara lain :
1. Sertifikasi akademik yang memberikan gelar Sarjana, Master dan lain-lain.
2. Sertifikasi profesi, yaitu suatu sertifikasi yang diberikan berdasarkan keahlian tertentu.

Pembentukan Standar Profesi Teknologi Informasi di Indonesia

Pembentukan Standar Profesi Teknologi Informasi di Indonesia

Pembentukan Standar Profesi Teknologi Informasi di Indonesia

Pembentukan Standar Profesi Teknologi Informasi di Indonesia

Pembentukan Standar Profesi Teknologi Informasi di Indonesia

Dalam memformulasikan standard untuk Indonesia, suatu workshop sebaiknya diselenggarakan oleh IPKIN. Partisipan workshop tersebut adalah orang-orang dari industri, pendidikan, dan pemerintah. Workshop ini diharapkan bisa memformulasikan deskripsi pekerjaan dari klasifikasi pekerjaan yang belum dicakup oleh model SRIG-PS, misalnya operator. Terlebih lagi, workshop tersebut akan menyesuaikan model SRIG-PS dengan kondisi Indonesia dan menghasilkan model standard untuk Indonesia. Klasifikasi pekerjaan dan deskripsi pekerjaan ini harus diperluas dan menjadi standard kompetensi untuk profesioanal dalam Teknologi Informasi.

Persetujuan dan pengakuan dari pemerintah adalah hal penting dalam pengimplementasian standard di Indonesia. Dengan demikian, setelah standard kompetensi diformulasikan, standard tersebut dapat diajukan kepada kepada Pemerintah melalui Menteri Tenaga Kerja. Selain itu standard tersebut juga sebaiknya harus diajukan kepada Menteri Pendidikan dengan tujuan membantu pembentukan kurikulum Pendidikan Teknologi Informasi di Indonesia dan untuk menciptakan pemahaman dalam pengembangan model sertifikasi.

Untuk melengkapi standardisasi, IPKIN sudah perlu menetapkan Kode Etik untuk Profesi Teknologi Informasi. Kode Etik IPKIN akan dikembangkan dengan mengacu pada Kode Etik SEARCC dan menambahkan pertimbangan-pertimbangan yang sesuai dengan kondisi di Indonesia.

Selanjutnya, mekanisme sertifikasi harus dikembangkan untuk mengimplementasikan standard kompetensi ini. Beberapa cara pendekatan dari negara lain harus dipertimbangkan. Dengan demikian, adalah penting untuk mengumpulkan mekanisme standard dari negara-negara lain sebelum mengembangkan mekanisme sertifikasi di Indonesia.

Sumber : https://cialisppc.com/a-new-plant-growth-stimulant/

Standar Profesi di Indonesia dan Regional

Standar Profesi di Indonesia dan Regional

Standar Profesi di Indonesia dan Regional

Standar Profesi di Indonesia dan Regional

Standar Profesi di Indonesia dan Regional

Berdasarkan perkembangan Teknologi Informasi secara umum, serta kebutuhan di Indonesia serta dalam upaya mempersiapkan diri untuk era perdagangan global. Beberapa usulan dituangkan dalam bab ini. Usulan-usulan tersebut disejajarkan dengan kegiatan SRIG-PS (SEARCC), dan IPKIN selaku perhimpunan masyarakat komputer dan informatika di Indonesia. Juga tak terlepas dari agenda pemerinta melalui Departemen terkait.

Langkah-langkah yang diusulan dengan tahapan-tahapan sebagai berikut :

  1. Penyusunan kode etik profesional Teknologi Informasi
  2. Penyusunan Klasifikasi Pekerjaan (Job) Teknologi Informasi di Indonesia
  3. Penerapanan mekanisme sertifikasi untuk profesional TI
  4. Penerapan sistem akreditasi untuk Pusat Pelatihan dalam upaya Pengembangan Profesi
  5. Penerapan mekanisme re-sertifikasi

Promosi Standard Profesi Teknologi Informasi

Beberapa rencana kegiatan SRIG-PS pada masa mendatang dalam upaya memasyarakatkan model standardisasi profesi dalam dunia TI adalah :

  1. Distribusi dari manual SRIG-PS di SEARCC”96 di Bangkok.pada bulan Juli 1996
  2. Promosi secara ekstensif oleh para anggota dari 1996-1997
  3. Presentasi tiap negara yang telah benar-benar mengimplementasikan standard yang berdasarkan model SRIG-PS, pada SEARCC’97 di New Delhi. Ini merupakan penutupan phase 2 dari SRIG-PS.

Rencana strategis dan operasional untuk mempromosikan implementasi dari rekomendasi SRIG-PS di negara-negara anggota SEARCC.

Promosi ini memiliki berbagai sasaran, pada tiap sasaran tujuan yang ingin dicapai adalah berbeda-beda.

  1. Pemerintah, untuk memberi saran kepada pemerintah, dan pembuat kebijaksanaan dalam bidang TI dalam usaha pengembangan sumber daya manusia khususnya bidang TI.
  2. Pemberi Kerja, untuk membangkitkan kesadaran di antara para pemberi kerja tetang nilai-nilai dari standard profesional dalam meningkatkan kualitas profesional TI.
  3. Profesional TI, untuk mendorong agar profesional TI, dari negara anggota melihat nilai-nilai snatndar dalam profesi dak karir mereka.
  4. Insitusi dan Penyusun kebijaksanaan Pendidikan, untuk memberi saran pada pembentukan kurikulum agar dapat memenuhi kebutuhan dan standard profesional di regional ini dalam Teknologi Informasi.
  5. Masyarakat Umum, untuk menyadarkan umum bahwa Standard Profesional Regional adalah penting dalam menghasilkan produk dan jasa yang berkualitas.

Untuk mempromosikan model standardisasi dalam dunia TI ini, SEARCC memiliki berbagai perencanaan kampanye antara lain :

  1. Publikasi dari Standard Profesional Regional diterbitkan di seluruh negara anggota
  2. Presentasi secara formal di tiap negara anggota
  3. Membantu implementasi standard di negara-negara anggota
  4. Memonitor pelaksanaan standard melalui Himpunan/Ikatan nasional
  5. Melakukan evaluasi dan pengujian
  6. Melakukan perbaikan secara terus menerus
  7. Penggunaan INTERNET untuk menyebarkan informasi mengenai standard ini

Untuk mengimplementasi promosi di Phase 2, SRIG-PS memperoleh dana bantuan yang akan digunakan untuk :

  1. Biaya publikasi : disain, percetakan dan distribusi
  2. Presentasi formal di negara anggota
  3. Membantu implementasi standar di negara anggota
  4. Pertemuan untuk mengkonsolidasi, memonitor, dan bertukar pengalaman

Sumber : https://www.quibblo.com/story/DAxA-t0X/How-To-Get-Selected-For-Government-Job

Muhadjir Effedy Ingatkan Sekolah yang Terdampak Banjir

Muhadjir Effedy Ingatkan Sekolah yang Terdampak Banjir

Muhadjir Effedy Ingatkan Sekolah yang Terdampak Banjir

Muhadjir Effedy Ingatkan Sekolah yang Terdampak Banjir

Muhadjir Effedy Ingatkan Sekolah yang Terdampak Banjir

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy meninjau sejumlah sekolah di Ponorogo

terdampak banjir pada hari Selasa (12/3/2019).

Salah satu sekolah yang dikunjungi adalah SMKN 2 Ponorogo. Mantan rektor Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) tersebut mengunjungi sudut per sudut ruangan sekolah. Dalam tinjauan itu, ditemukan fakta bahwa SMKN 2 Ponorogo merupakan daerah langganan banjir.

“Ternyata sekolah ini merupakan langganan banjir,’’ katanya.

Dia menyayangkan ketidakcermatan pengelola sekolah dalam mengatisipasi

sebelum banjir menerjang. Harusnya sekolah, kata Muhadjir alat-alat peraga atau mesin dijauhkan dari banjir. Yaitu ditempatkan yang tinggi supaya tidak terkena air.

“Alat-alat peraga dan mesin kan seharusnya tidak ditempatkan dilantai dasar kalau sekolahnya langganan banjir,” katanya.

Apalagi di sekolah itu, lanjut Muhadjir dibawahnya ada gorong-gorong saluran air

, jika suatu saat debit air meningkat bisa meluber ke sekolah. Pihaknya ingin saluran pembuangan air di sekolah tersebut segera diperbaiki.

‘’Segera dicek kerusakan dan butuh perbaikan seperti apa nantinya,’’ katanya sambil berlalu untuk melanjutkan lagi mengunjungi SMAN 3 Ponorogo.[

 

Baca Juga :

KOMPAK Bersama PWI Jatim Gelar Pelatihan Jurnalistik

KOMPAK Bersama PWI Jatim Gelar Pelatihan Jurnalistik

KOMPAK Bersama PWI Jatim Gelar Pelatihan Jurnalistik

KOMPAK Bersama PWI Jatim Gelar Pelatihan Jurnalistik

KOMPAK Bersama PWI Jatim Gelar Pelatihan Jurnalistik

Animo peserta Upgrading/ Pelatihan Jurnalis Hukum dan Focus Group Discussion

yang digelar Komunitas Media Pengadilan dan Kejaksaan (KOMPAK) bersama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Jatim di Universitas Muhammadiyah Sidoarjo ternyata membludak, Kamis (14/3/2019).

Peserta yang hadir tak hanya berasal dari Surabaya dan Sidoarjo saja. Ada juga utusan jurnalis dari Gresik, Lamongan, Banyuwangi, dan daerah lainnya. Ada sekitar 111 wartawan yang hadir dalam acara tersebut.

Ketua KOMPAK, Budi Mulyono mengatakan lebih dari 100 jurnalis dari berbagai media hadir mengikuti kegiatan dalam rangka rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) Jatim 2019 ini.

“Tercatat 111 wartawan cetak maupun elektronik serta online yang hadir ikut

dalam pelatihan,” katanya.

Budi menambahkan, awalnya panitia hanya menargetkan 75 peserta. Selain di ikuti anggota KOMPAK juga terbuka untuk wartawan yang ‘ngepos’ di luar bidang hukum.
Ahmad Riyadh mendapatkan karikatur kenang-kenangan dari KOMPAK

“Bukan hanya wartawan hukum saja, kita memang mengundang wartawan dari pokja-pokja lain, seperti wartawan ekonomi, politik maupun olahraga, kita undang semua. ternyata sambutannya positif,” jelasnya.

Ada tiga pembicara yang membagikan ilmunya dalam pelatihan ini

. Yakni Aspidus Kejati Jatim, Didik Farkhan, advokat sekaligus Dosen Umsida, Ahmad Riyadh dan Ketua Dewan Kehormatan PWI Jatim, Joko Tetuko.

Didik Farkhan dalam kesempatan pertama menyampaikan soal dasar penulisan dalam suatu kasus, harua bisa membedakan antara status tersangka dan terdakwa.

 

Sumber :

https://www.ram.co.id/

PLN Siap Rekrut Lulusan Terbaik Unair

PLN Siap Rekrut Lulusan Terbaik Unair

PLN Siap Rekrut Lulusan Terbaik Unair

PLN Siap Rekrut Lulusan Terbaik Unair

PLN Siap Rekrut Lulusan Terbaik Unair

PT PLN (Persero) menantang mahasiswa Universitas Airlangga untuk bisa ikut program employee branding mereka.

Salah satunya dengan rekrutmen karyawan untuk lulusan atau calon alumni Unair.

“Kami menantang para talenta muda untuk bergabung di PLN yang akan menjadi para pemimpin perusahaan ini di masa depan. Maka kalian harus mempersiapkan diri mereka melalui segudang prestasi dan minat kerja. Kami menawarkan berbagai bentuk beasiswa dan kesempatan magang bagi talenta berbakat, juga kesempatan mengikuti pelatihan dalam negeri dan internasional, kesempatan menjadi para pembicara di even nasional dan internasional, serta berbagai peluang pengembangan kompetensi diri untuk mengasah kemampuan dan intelengensia, diharapkan menjadi daya tarik bagi para akademia, turut berpartispasi membangun Indonesia menjadi lebih baik,” tantang Direktur Human Capital Management PLN, Muhamad Ali, saat di Convention Centre, Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, Rabu, (13/3/2019).

Tantangan masa depan saat ini membutuhkan sentuhan para SDM milenial yang tergambar

dalam semangat energi optismisme. Itu sebabnya PLN membutuhkan dukungan mereka bersama dengan para talenta muda milenial PLN dari semua unit se-Indonesia, berkarya dan mendukung berbagai produk inovasi perusahaan.

“Kami tidak hanya menjual listrik, melainkan melakukan berbagai inovasi dengan produksi power bank express power service PLN, SPLU (Sistem Penyedia Listrik Umum) yang saat ini manfaatnya dirasakan pengusaha mikro, kecil, dan menengah, termasuk juga sudah mengantisipasi kebutuhan untuk kendaraan listrik, dan sistem Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap,” lanjut Muhamad Ali.

Secara umum kondisi kelistrikan nasional sudah memadai. Apabila dalam kurun waktu

beberapa tahun yang lalu sering terjadi pemadaman listrik, sejak rasio elektrifikasi nasional sudah mencapai di atas 97% (saat ini kondisi faktual 98,30%), maka praktis sudah tidak ada lagi pemadaman listrik, baik secara bergilir ataupun pemadaman total di satu daerah.

 

Sumber :

https://situsiphone.com/