twittsev.com

Situs Web Pendidikan Terupdate

Reformasi Pendidikan di Indonesia: Berhasilan atau Gagal?

Reformasi Pendidikan di Indonesia: Berhasilan atau Gagal?

Pada th. 2005, lebih dari satu sebagai respon pada permintaan untuk “re-memprofesionalkan” profesi guru, Indonesia mengadopsi UU Guru dan Dosen yang di sediakan komprehensif, paket memahami reformasi manajemen guru dan mekanisme pembangunan dan lembaga. Meskipun pendidikan tambahan yang dibutuhkan oleh guru untuk menjadi bersertifikat di bawah Undang-Undang memicu lebih dari satu hasil siswa yang positif, fakta sertifikasi dan dua kali lipat penghasilan yang mengikutinya. Sejumlah mekanisme jaminan mutu ditujukan untuk menopang proses ini, cuma saat ini tengah dimasukkan ke dalam daerah yang kala berguna seluruhnya mempunyai potensi untuk mewujudkan lebih dari satu tujuan awal dari diterbitkannya UU tersebut.

Di seluruh lokasi di dunia, peran guru dalam mengimbuhkan pendidikan yang berkwalitas baik dianggap jadi kritis. Guru yang perlu bekerja lebih ekstra, teknik belajar mengajar yang berpusat pada siswa aktif untuk mengimbuhkan kurikulum yang relevan, dalam konteks panggilan yang lebih kuat untuk desentralisasi, manajemen berbasis sekolah, perlu mempromosikan dukungan penduduk untuk sekolah, perlu memperlihatkan kedua prinsip-prinsip etika yang kuat dan praktek yang baik dan pada akhirnya perlu memberi impuls pada siswa, memastikan kesegaran dan keselamatan mereka, dan menopang mereka belajar apa yang mendambakan siswa perlukan.

Peran ini variasi bagi guru benar-benar mutlak di Indonesia, bersama nyaris tiga juta guru – dari TK sampai pendidikan menengah akademik dan kejuruan; di sekolah umum, swasta, dan Islam. Dengan dua macam status kepegawaian pegawai negeri dan status kontrak selagi – Indonesia mempunyai salah satu kader terbesar dan paling bervariasi dari keguruan di dunia. Bagaimana perihal ini dicoba untuk diprofesionalkan, profesi guru bersama reformasi manajemen guru dan pengembangan proses dan lembaga pendidikan guru dan proses yang membuahkan guru – dan type efek reformasi ini udah mempunyai pada mutu pendidikan dan hasil peserta didik, karenahal itu mutlak bagi pembangunan bangsa di masa depan.

Jawaban Indonesia pada tantangan ini adalah perintis menata peran, kiat dan tanggung jawab Guru dan Dosen mengacu UU Nomor 14 th. 2005, konsekuensinya tambahan biaya dibutuhkan pula untuk meningkatkan mutu dan kesejahteraan mereka dalam menopang UU Pendidikan yang sebelumnya terbit th. 2003. Aturan Guru layaknya yang dikenal diuraikan berkenaan kompetensi yang dibutuhkan guru di empat bidang (pedagogik, pribadi, sosial, dan profesional) dan penggabungan mereka ke dalam standar guru nasional, peran beraneka unit Kementerian dan lembaga dalam menopang guru mencapai kompetensi ini, proses sertifikasi guru dan kualifikasi yang dibutuhkan untuk sertifikasi tersebut, dan kondisi di mana guru dapat menerima tunjangan spesifik dan profesional.

Sebuah reformasi utama adalah persyaratan bahwa seluruh guru perlu resmi “bersertifikat”. Proses sertifikasi yang dihasilkan mandat penyelesaian gelar empat th. bersama kualifikasi profesional pascasarjana dalam pedagogi praktis subjek yang dapat diajarkan. Guru yang berhasil menerima tunjangan profesi untuk melipatgandakan penghasilan mereka.

Isu-isu mutlak regulasi tentang pengelolaan guru dan pengembangan yang dibutuhkan untuk pertimbangan lebih lanjut, pengembangan profesional berkesinambungan dan link ke promosi dan gaji bertahap, penilaian kinerja guru, dan peran kepala sekolah dalam kepemimpinan instruksional. Dengan kata lain, UU Guru mengimbuhkan yang komprehensif, paket yang memahami reformasi yang membentuk agenda ambisius untuk melakukan perbaikan proses pendidikan nasional.

Ternyata para siswa dari guru bersertifikat tidak mempunyai hasil belajar yang lebih baik dibandingkan bersama siswa guru non-sertifikasi padahal pendapatanya dinaikkan dua kali lipat dari sebelumnya. Hal ini khususnya disebabkan oleh fakta bahwa pada tahun-tahun awal reformasi, karena pertimbangan politik, sertifikasi bagi banyak guru tidak didasarkan pada desain asli dari pengujian kompetensi namun lebih pada penilaian portofolio guru-dirakit dari pengalaman mereka. Selain itu, nyaris seluruh guru yang perlu mengambil alih pelatihan tambahan di luar portofolio lulus uji kompetensi berikutnya; bersama kata lain, nyaris seluruh guru dalam antrian sertifikasi berhasil. (Meskipun proses portofolio kini udah ditinggalkan menopang uji kompetensi untuk semua, lebih dari satu besar pelamar tetap berhasil dalam proses sertifikasi).

Tidak adanya perbedaan dalam materi dan penilaian pedagogi skor subjek guru bersertifikat dan tidak bersertifikat, memperlihatkan bahwa proses ini sendiri tidak meningkatkan kompetensi atau membedakan guru dalam perihal kualitas.

Namun, belajar sebenarnya memperlihatkan pertalian yang kuat pada ilmu guru (baik materi pelajaran dan pedagogi) dan hasil belajar siswa. Hal ini khususnya disebabkan oleh persyaratan bahwa seluruh guru meraih gelar empat th. sebelum sertifikasi. Dengan kata lain, pelatihan tambahan tidak meningkatkan kualitas, sertifikasi dan tidak meningkatkan penghasilan.

Artikel Lainnya : https://tokoh.co.id/biodata-blackpink-all-member-dan-fakta-terlengkap/

Daya tarik sertifikasi dan penghasilan yang lebih tinggi udah memicu peningkatan besar dalam kuantitas dan mutu lulusan sekolah menengah masuk fakultas pendidikan guru di perguruan Indonesia.
Beragam mekanisme jaminan mutu ditujukan untuk menjadi anggota integral dari reformasi – pengembangan standar kompetensi guru, proses yang lebih baik merekrut dan kepala pelatihan guru dan pengawas, dan proses yang sistematis induksi guru, mentoring, masa percobaan, dan penilaian kinerja – cuma saat ini tengah dimasukkan ke dalam daerah daripada sebelumnya dalam proses di mana itu dapat menjadi lebih berguna. Harapannya adalah bahwa kala mekanisme ini beroperasi layaknya yang direncanakan, efisiensi dan efektivitas proses reformasi guru dapat meningkat.

Akhirnya, biaya reformasi guru (terutama pembayaran tunjangan profesi) udah burgeoned – dan dapat konsisten melakukannya – dan kiat penghematan biaya sehingga berarti dapat diperlukan, khususnya yang tentang bersama efisiensi yang lebih besar dalam penyebaran guru.

Baca Juga :

Pendidikan Berbasis Texbook Digital di Korea Selatan

Pendidikan Berbasis Texbook Digital di Korea Selatan

Korea Selatan telah menjadi tidak benar satu dunia pembawa standar di dalam pendidikan, dengan siswa secara terus menerus mencetak gol di pada tiga negara di standar PISA (Program for International Student Assessment) pengujian di dalam membaca, matematika dan pengetahuan pengetahuan. Didukung oleh prinsip nasional untuk teknologi dan pendidikan, dan mendapat dukungan oleh tidak benar satu tingkat tertinggi penetrasi internet berkecepatan tinggi di dunia, Korea Selatan terus mendorong dan mencampurkan batas-batas teknologi dan pendidikan dengan beberapa langkah seperti inisiatif buku digital, cuma satu anggota berasal dari proyek yang komprehensif Smart Education ‘.

“Pendidikan Cerdas akan membuat perubahan cara kami lihat buku teks,” tulis Ju-Ho Lee, Menteri Pendidikan, Sains dan Teknologi. “Transfer berasal dari buku kertas tradisional untuk buku digital akan terlalu mungkin siswa untuk meninggalkan ransel mereka berat dan menjelajahi dunia di luar kelas.” [1]

Departemen Pendidikan, Sains dan Teknologi (MEST) meluncurkan program pada tahun 2007, menyerukan tidak cuma untuk penciptaan buku digital, tapi terhitung database jaringan berasal dari bahan ajar untuk melayani sebagai yang baru, curriculae fleksibel. Pendidikan guru di dalam teknologi digital, namun, di mulai nyaris 20 tahun di awalnya pada tahun 1988, kala MEST melembagakan Standar Keterampilan ICT untuk Guru di dalam mengantisipasi keperluan kepemimpinan kelas teknologi mahir.

Dalam tiga tahun pertama fase pilot, prototipe buku telah diperkenalkan ke sekolah-sekolah SD dulu, dengan obyek ambisius menempatkan sebuah buku digital di tangan masing-masing siswa pada tahun 2015. Sedangkan investasi startup total diproyeksikan menjadi sekitar US $ 2,4 miliar , tanggapan pada fase awal telah positif, dan MEST berharap digitalisasi akan menghemat duit di dalam jangka panjang dengan kurangi ongkos buku dikarenakan harga PC tablet menjadi tambah terjangkau.

Pendukung program sangat percaya pemakaian buku teks digital punyai banyak keuntungan yang tidak sama atas pembelajaran berbasis cetak tradisional, yang kini banyak diamati oleh pendidik Korea sebagai benar-benar pasif dan ketinggalan zaman. “Sebagai keperluan pendidikan berubah, begitu terhitung metode pembelajaran yang dikembangkan untuk mencukupi keperluan pendidikan,” menjelaskan Sang-Hyun Jang, Direktur Global Futures di Korea Pendidikan & Penelitian Layanan Informasi, lengan rencana pusat inisiatif Pendidikan Cerdas. “Menghafal Rote dan pengulangan adalah metode pembelajaran yang efektif untuk informasi cuma mempertahankan, tapi tidak cocok untuk penerapan pengetahuan dan reproduksi kreatif. Kompetensi kreatif adalah obyek utama pendidikan. ”

Buku digital, pendukung berpendapat, sedia kan platform untuk kurikulum yang mampu dengan ringan diperbarui oleh guru, dan terhitung tawarkan lebih banyak peluang untuk konten dinamis dengan peningkatan interaktivitas. Studi terbaru menunjukkan bahwa fasilitas baru tampaknya punyai pengaruh positif pada siswa belajar, dengan perbaikan diukur di dalam meta-kognisi, self-regulated learning, self-efficacy, eksplorasi informasi, pemecahan masalah, stimulus intrinsik dan refleksi diri. [2]

Mungkin hasil yang paling mengasyikkan sejauh ini menunjukkan bahwa buku teks digital benar-benar efektif di dalam mempersempit kesenjangan pendidikan pada siswa berasal dari kota-kota kecil dan tempat tinggal tangga miskin. [3] Digitalisasi terhitung mempengaruhi kesenjangan kebolehan membaca type kelamin, dengan anak laki-laki menunjukkan kebolehan lebih di dalam membaca secara online , meskipun masih di belakang anak perempuan. Mahasiswa Korea terhitung telah mengungguli orang-orang berasal dari negara-negara lain di melek digital dengan menunjukkan top-notch membaca secara online sebagai lawan membaca di fasilitas cetak. [4]

Mr Jang menjelaskan bahwa tantangan terbesar proyek berada di ranah hukum. “Meskipun faedah dan kemudahan pencarian informasi di lingkungan multimedia, buku digital tambah isu-temui berkaitan dengan hak cipta hukum. Pengembangan buku digital yang sukses dan diseminasi perlu penghapusan type rintangan. ”

Namun demikian, Mr Jang menunjukkan bahwa era depan pendidikan digital adalah “tak terelakkan”, dan terdiri berasal dari cuma satu cara di dalam realisasi ‘U-Learning,’ sebuah rancangan yang mengedepankan bahwa pembelajaran kudu di mana-mana, terus menerus dan fleksibel. Komponen lain berasal dari proyek ini meliputi pengembangan Depan Sistem Pembelajaran Cyber untuk tingkatkan peluang pendidikan luar sekolah, dan pembentukan gateway e-Learning, Koel, untuk berbagi praktek-praktek paling baik di dalam pendidikan digital di seluruh dunia.

Sementara hasilnya menggembirakan, negara-negara lain mampu mendapatkan program susah untuk ditiru. Pendidikan pandai bergantung pada faktor nomor yang unik untuk Korea Selatan. Cepat, internet handal ada nyaris di mana-mana di tempat perkotaan dan pedesaan sama. Negara ini menempatkan premi yang tinggi pada pendidikan, dengan sejumlah besar baik membeli pendidikan swasta dan publik. Komitmen bangsa untuk teknologi di dalam pendidikan tanggal ulang ke ketetapan formal pada tahun 1970 untuk mengintegrasikan komputasi pendidikan ke sekolah-sekolah tinggi dan universitas. Thread ini telah dilakukan ke di dalam kiat pembangunan nasional era kini berpusat di sekitar kemampuannya untuk gunakan dan menciptakan teknologi. Dengan pendekatan yang terkoordinasi pada ekonomi, pendidikan dan kebijakan, Korea Selatan mampu beri tambahan negara-negara lain dengan visi yang berfaedah era depan pendidikan digital.

Baca Juga :

Peringati HCPSN, Pemkab Kediri Gelar Lomba Mewarnai Tingkat Pelajar

Peringati HCPSN, Pemkab Kediri Gelar Lomba Mewarnai Tingkat Pelajar

Peringati HCPSN, Pemkab Kediri Gelar Lomba Mewarnai Tingkat Pelajar

Peringati HCPSN, Pemkab Kediri Gelar Lomba Mewarnai Tingkat Pelajar

Peringati HCPSN, Pemkab Kediri Gelar Lomba Mewarnai Tingkat Pelajar

Untuk memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN). Pemerintah Kabupaten Kediri

menggelar lomba mewarnai bagi siswa siswi Taman Kanak kanak. Lomba diikuti sejumlah 160 peserta perwakilan dari setiap kecamatan se-Kabupaten Kediri. Kegiatan tersebut berlangsung di depan Taman Hijau SLG di bawah rindangnya pohon Ketepeng.

Peringatan ini ditujukan untuk meningkatkan kepedulian, perlindungan, pelestarian puspa dan satwa nasional. Serta untuk menumbuhkan dan mengingatkan akan pentingnya puspa dan satwa dalam kehidupan kita. Peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional dimulai pertama kali pada tahun 1993.

Tema kegiatan adalah ‘Membangun Generasi Milenial Cinta Puspa dan Satwa untuk Indonesia Maju’

. Para peserta mewarnai gambar binatang yang dilindungi keberadaannya, seperti gajah, jerapah, singa, zebra dan lain-lain.

Baca Juga:

Puluhan Ribu Surat Suara Rusak, KPU Kabupaten Kediri Sortir Ulang
Pemkab Kediri Gelar Pameran UMKM di Monumen SLG Sediakan 40 Stand
Pemkab Kediri Kembali Raih Predikat WTP dari BPK
Bupati Kediri: Semoga Idul Adha Bisa Tingkatkan Keimanan dan Ketaqwaan Kita

Putut Agung Subekti, Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kediri mengatakan,

dengan melibatkan anak-anak, berarti mereka sudah dikenalkan tentang lingkungan hidup sejak dini.

“Dari kegiatan ini, anak-anak kita ajarkan pula untuk selalu cinta pada lingkungan, mencintai tanaman dan satwa di sekitar. Harapannya kepada seluruh masyarakat Kab. Kediri untuk selalu melestarikan tumbuhan dan satwa yang ada, jangan sampai diburu ataupun ditembak. Untuk daerah sekitar agar tetap hijau, ayo menanam,” pesannya.

Pada kegiatan ini pula, ada pesan-pesan yang dapat disampaikan untuk mengurangi penggunaan sampah plastik, karena sampah plastik sulit diuraikan oleh tanah. Selain itu penumpukan kotoran plastik juga mengakibatkan pencemaran tanah.

Tidak hanya lomba, siswa siswi TK juga diajak bermain dan bernyanyi yang menambah suasana semakin meriah penuh keceriaan. Di akhir acara diserahkan hadiah bagi para pemenang lomba mewarnai.

 

Baca Juga :

IIK Bhakti Wiyata Sekarang Punya Prodi Profesi Apoteker

IIK Bhakti Wiyata Sekarang Punya Prodi Profesi Apoteker

IIK Bhakti Wiyata Sekarang Punya Prodi Profesi Apoteker

 

IIK Bhakti Wiyata Sekarang Punya Prodi Profesi Apoteker

IIK Bhakti Wiyata Sekarang Punya Prodi Profesi Apoteker

 

Selain dapat menyelenggarakan program Rekognisi Pembelajaran Lampau (RPL), Fakultas Farmasi IIK Bhakti

Wiyata kini resmi mendapatkan persetujuan dari DIKTI untuk membuka Program Studi Profesi Apoteker.

Hal itu diungkapkan langsung oleh Dekan Fakultas Farmasi IIK BW, Dewi Resty Basuki, S.Farm., M.Farm., Apt di Surabaya. Ia menyambut bahagia atas pembukaan prodi profesi Apoteker di IIK BW.

”Puji syukur atas peresmian Prodi Profesi Apoteker di IIK BW. Nilai akreditasi institusi B

dan program studi S1 Farmasi yang juga terakreditasi B yang telah kita miliki menjadi syarat mutlak untuk membuka Program Studi Profesi Apoteker di IIK BW. Dengan diperolehnya izin membuka prodi profesi Apoteker, Fakultas Farmasi IIK BW siap membuka pendaftaran prodi Profesi Apoteker dengan masa studi selama satu tahun atau dua semester dengan beban 34 sks,” ujarnya.

“Dalam menyiapkan Apoteker yang andal, prodi Profesi Apoteker IIK BW juga akan menyelenggarakan Praktik Kerja Apoteker dengan preseptor/pembimbing yang telah tersertifikasi tersebar di berbagai apotek, rumah sakit, puskesmas dan industri yang siap membimbing mahasiswa” tambahnya.

Proses penyerahan SK berdirinya prodi Profesi Apoteker dilakukan langsung oleh Prof.Dr.Ir. Soeprapto, DEA.

, selaku Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah VII Jawa Timur kepada perwakilan Yayasan Bhakti Wiyata Kediri dr. David Raditya Soehartono, B.Com., M.B.A dan didampingi juga oleh Rektor IIK Bhakti Wiyata, Prof. Dr. Muhamad Zainuddin, Apt., di ruang Bumi Lt.6 Gedung Adipadma IIK BW.

Sebelumnya, Fakultas Farmasi IIK Bhakti Wiyata telah menjalani visitasi pengajuan prodi profesi Apoteker oleh Asesor pada tanggal 12 Oktober 2019 lalu. Persiapan matang pun telah dilakukan. Seperti melakukan kerjasama dengan apotek, rumah sakit, industri, serta beberapa puskesmas, prodi profesi Apoteker IIK BW siap melahirkan para apoteker handal dan profesional di masa depa

 

Sumber :

https://www.disdikbud.lampungprov.go.id/projec2014/sejarah-gitar/

Ini Strategi Pemkot Surabaya Menjawab Isu Lingkungan

Ini Strategi Pemkot Surabaya Menjawab Isu Lingkungan

Ini Strategi Pemkot Surabaya Menjawab Isu Lingkungan

Ini Strategi Pemkot Surabaya Menjawab Isu Lingkungan

Ini Strategi Pemkot Surabaya Menjawab Isu Lingkungan

Revolusi industri 4.0 dan isu lingkungan, menjadi salah satu topik yang hangat diperbincangkan akhir-akhir ini.

Untuk menjawab hal itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus melakukan berbagai upaya dan strategi, dalam menyiapkan Sumber Daya Manusia (SDM) menyongsong era baru tersebut.

Salah satunya yakni, melalui kegiatan pameran pendidikan bertajuk “Widya Wahana Pendidikan 2019”. Namun uniknya, kegiatan yang diikuti 72 sekolah negeri dan swasta, serta lembaga pendidikan itu, tak hanya sekadar pameran biasa. Pasalnya, sekolah dan lembaga pendidikan yang mengikuti Widya Wahana Pendidikan, adalah lembaga pendidikan yang telah berprestasi selama tahun 2019.

Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Kota Surabaya, Ikhsan mengatakan, dari pameran

yang digelar selama tiga hari, yakni tanggal 1 – 3 November 2019, pihaknya menilai, bahwa banyak inovasi-inovasi serta kreatifitas anak-anak dan para guru di sekolah yang ditampilkan.

“Dari stand-stand bisa kita lihat semua, mereka anak-anak dengan kreatifitas dan imajinasi tinggi, ada yang menampilkan karya robotiknya, kemudian aplikasi, kemudian film animasi itu juga banyak yang ditampilkan di sini,” kata Ikhsan.

Bahkan, kata Ikhsan, pengunjung atau pelajar yang datang, juga bisa mengembangkan inovasi-inovasi yang ditampilkan itu di masing-masing sekolah. Melalui stand-stand yang ditampilkan, mereka bisa saling sharing dan belajar untuk mengembangkan inovasi dan kreatifitas itu. “Sehingga diharapkan satu tahun ke depan akan lebih banyak lagi inovasi-inovasi kreatifitas yang dilakukan anak-anak dan para guru,” tuturnya.

Produk atau kreatifitas yang ditampilkan tersebut, salah satunya adalah batik. Pengunjung pun

juga bisa belajar langsung dan mempraktikkan proses pembuatan batik yang memiliki beragam jenis itu. “Kita lihat batiknya mereka banyak jenisnya, sehingga banyak kemudian dari pelajar dan para guru yang belajar,” katanya.

Tak hanya belajar membatik, Dispendik Surabaya juga menyiapkan berbagai pelatihan lain dalam kegiatan itu. Diantaranya, make up artis, fotografi, vlog dan sebagainya. Tak ayal, tiap hari, pengunjung pun terus berdatangan, baik dari kalangan pelajar maupun masyarakat umum. “Mereka antusias sekali, mengikuti beragam pelatihan,” kata dia.

Disamping menyiapkan beragam pelatihan dalam strategi menyiapkan SDM menjawab tantangan industri 4.0, beberapa stand pameran juga menampilkan inovasi-inovasi produk daur ulang. Ikhsan menyebut, tantangan dalam konteks lingkungan, menjadi alasan program eco school terus digalakkan di sekolah-sekolah.

“Sebenarnya program peduli lingkungan sudah dicanangkan Ibu Wali Kota di kampung-kampung dan sudah berjalan. Sehingga kemudian upaya ini juga diterapkan di sekolah-sekolah, salah satunya melalui program Eco School,” ungkapnya.

 

Sumber :

https://www.disdikbud.lampungprov.go.id/projec2014/sejarah-youtube/

Wandik Tolak LGBT Hadir di Kota Bogor

Wandik Tolak LGBT Hadir di Kota Bogor

Wandik Tolak LGBT Hadir di Kota Bogor

Wandik Tolak LGBT Hadir di Kota Bogor

Wandik Tolak LGBT Hadir di Kota Bogor

Dewan Pendidikan kota Bogor bekerja sama dengan PKK kota Bogor telah menyelenggarakan acara FGD

(Focused Group Discussion) dengan tema ‘Bahaya LGBT bagi dunia pendidikan dan keluarga Indonesia dan Deklarasi anti dan tolak LGBT di kota Bogor.

Ketua Dewan Pendidikan kota Bogor, Apendi Arsyad mengatakan dengan adanya diskusi tersebut Dewan Pendidikan ingin membangun kesadaran publik terhadap bahaya Lesbi Gay Biseksual dan Transgender (LGBT), khusunya di dunia pendidikan dan keluarga di kota Bogor. Menurutnya LGBT merupakan masalah menular dan berbahaya.

“Saya mendapat informasi dari seminar yang saya ikuti dan media sosial, LGBT ini semakin marak,

kemudian kemarakan ini tentu ada agend-agenda global mencoba Indonesia di jadikan objek untuk perkembang biakan LGBT dengan dana yang cukup besar,” ujarnya.

Menyikapi dugaan kondisi tersebut Apendi mengatakan bahwa menurut para ahli LGBT bahwa dampak dari LGBT itu bisa menular. Ia pun menegaskan bahwa Dewan Pendidikan tidak akan tinggal diam untuk menyelamatma pendidikan, sekolah dan keluarga dari bahaya LGBT.

“Makanya Kami bergadengan dengan PKK kota Bogor, pendidikan domainnya dengan sekolah dan PKK domainnya

dengan keluarga, jika ini LGBT marak di pendidikan dan di keluarga bangsa ini bisa hancur, karena kekuatan bangsa dan negara itu ada di pendidikan dan keluarga,”katanya.

Untuk itu Apendi mengatakan bahwa masyarakat harus pro aktif menangkal dan melawan LGBT.

“Mayoritas di Indonesia ini umat islam, dan di kitab suci agama apapun hubungan sesama jenis itu diharamkan, dan untuk kesehatan juga tidak baik, secara sosiologi juga sangat berbahaya,” ucapnya.

 

Baca Juga :

616 Siswa SD/SMP Ikuti Seleksi FLS2N Kota Bogor

616 Siswa SD SMP Ikuti Seleksi FLS2N Kota Bogor

616 Siswa SD/SMP Ikuti Seleksi FLS2N Kota Bogor

616 Siswa SD SMP Ikuti Seleksi FLS2N Kota Bogor

616 Siswa SD SMP Ikuti Seleksi FLS2N Kota Bogor

Sebanyak 616 sIswa SD/SMP seKota Bogor, mengikuti seleksi festival lomba seni siswa nasional

(FLS2N) tingkat Kota Bogor Tahun 2018, di SMP Negeri 12, Jalan Pemuda, Kelurahan Tanahsareal. Kegiatan ini dibuka langsung oleh Kepala Bidang (Kabid) SMP Dinas Pendidikan (Disdik) Arni Suhaerani, dengan dihadiri sejumlah kepala sekolah.

Ketua FLS2N tingkat Kota Bogor Teddy Kusnadi mengatakan, perlombaan ini bertujuan untuk memotivasi sekolah agar berperan aktif memfasiltasi siswa dan guru pembina dalam pelestarian seni dan budaya.

“Kegiatan ini pun bisa menggali dan melestarikan seni dan budaya bangsa Indonesia yang tersebar di 34 provinsi di seluruh wilayah negeri,” ujar Teddy saat ditemui Metropolitan, kemarin.

Menurutnya, demi meningkatkan kepedulian peserta didik terhadap nilai-nilai seni dan budaya dalam upaya pengenerasian pecinta

seni dan budaya yang berakar pada budaya bangsa. Selain itu, untuk menumbuhkembangkan sikap sportivitas dan kompetatif peserta didik sejak dini.

“Kegiatan ini juga untuk menseleksi siswa-siswi terbaik, dalam mewakili Kota Bogor di ajang FLS2N Provinsi Jawa Barat,” bebernya

Teddy menjelaskan, kegiatan ini berlangsung selama satu hari dan diikuti 66 siswa SD serta 150 siswa SMP, dengan memperlombakan 7 mata lomba untuk jenjang SD dan 13 mata lomba tingkat SMP.

“Untuk SD hanya 4 cabang seni yang dilombakan hingga ke tingkat nasional, yaitu menyanyi tunggal

, seni tari, pantonim serta gambar bercerita. Sedangkan 3 mata lomba, yaitu syahril Qur’an, pianika, pidato Bahasa Indonesia hanya sampai di tingkat Kota Bogor saja,” imbuhnya

Untuk tingkat SMP, lanjut Teddy, hanya lima mata lomba yang sampai ke tingkat nasional, yaitu menyanyi tunggal, tari kelompok, musik tradisional, desain poster, gitar solo.

“Kami berharap dari lomba ini terciptanya sikap toleransi dan cinta terhadap nilai tradisi yang berakar pada budaya bangsa,” tukasnya.

 

Sumber :

https://www.bloglovin.com/@michael8984/you-can-get-best-educational-management-information-3699843

Sekolah Harus Menjadi Rumah Kedua Siswa

Sekolah Harus Menjadi Rumah Kedua Siswa

Sekolah Harus Menjadi Rumah Kedua Siswa

Sekolah Harus Menjadi Rumah Kedua Siswa

Sekolah Harus Menjadi Rumah Kedua Siswa

Kepala Kantor Cabang Dinas (KCD) Pendidikan Wilayah II Jawa Barat Dadang Ruhyat berharap

, agar kepala maupun tenaga pendidik di tingkat SMA/SMK/SLB seKota Bogor, dapat menciptakan dan menjadikan sekolah sebagai rumah kedua bagi peserta didik. Selain itu, sekolah harus mampu agen perubahan bagi para siswanya, terutama dalam menuju kematangan intelektual dan emosional.

“Sekolah harus bisa menjadi jalur untuk mengembangkan kemampuan dan keterampilan para peserta didiknya,” ujar Dadang saat ditemui Metropolitan, kemarin.

Menurutnya, sekolah juga harus menjadi arah utama (kiblat.red) dalam mengembangkan pendidikan. Karena, melaluinya banyak pengajar akan menemukan daya kreativitas dalam diri pelajar.

“Secara potensial, sekolah seakan menjadi petaruh. Karena di sepanjang era kehidupan,

muncul kiat-kiat handal untuk mengatasi problematika pendidikan,” bebernya.

Untuk itu, ia mengingatkan, sekolah harus mempunyai peran mengajar, bukan mendidik. Sedangkan penanggung jawab pertama-tama dan utama dalam pendidikan bukanlah lembaga sekolah, melainkan orangtua dan masyarakat.

“Jadi sekolah harus memaksimalkan kecakapan dan kemampuan kognitif, terutama memberikan pendidikan karakter pada peserta didiknya,” imbuh Dadang.

Sebab, kata dia, pendidikan karakter begitu penting sebagai penyeimbang kecakapan kognitif.

Sebaliknya, pengetahuan karakter tanpa pengetahuan kognitif, maka akan lumpuh. Sehingga mudah disetir, dimanfaatkan, dan dikendalikan orang lain.

“Maka penting artinya untuk tidak mengabaikan pendidikan karakter terhadap peserta didik,” pesannya.

 

Sumber :

https://www.evernote.com/shard/s390/sh/2eefe180-e729-4c7f-8400-37ff03174f1c/2118b646baac4758eb8056f5dab30243

BEKERJA DALAM TIM

BEKERJA DALAM TIM

BEKERJA DALAM TIM

BEKERJA DALAM TIM

BEKERJA DALAM TIM

Tim adalah dua orang atau lebih yang bekerja sama untuk mencapai tujuan yang telah disepakati bersama. Menjadi anggota tim yang memiliki kinerja baik sangat penting untuk keberhasilan tim. Apabila tim memiliki reputasi yang baik, maka tiap-tiap anggota juga dianggap memiliki reputasi yang baik. Demikian juga sebaliknya apabila tim tersebut dianggap tidak efektif, maka sebaik apapun anggotanya tetap akan dianggap tidak berkualitas. Berikut beberapa manfaat bekerja dalam tim yang dapat dirasakan oleh tiap-tiap anggota tim maupun bagi perusahaan.

  • Pemikiran dua orang atau lebihcenderung lebih baik jika dibandingkan dengan pemikiran satu orang
  • Adanya rasa saling percaya dan saling menghargai dari anggota tim sehingga dapat meningkatkan solidaritas tim
  • Tiap-tiap anggota tidak melakukan pekerjaan yang sama setiap waktu sehingga motivasi untuk selalu mempelajari hal-hal yang baru terus ada
  • Semakin cepat dan tepat dalam memberiikan layanan kepada pelanggan sehingga kepuasan pelanggan menjadi lebih cepat pula
  • Usaha dalam pencapaian tujuan perusahaan lebih sistematis dan terarah

Dengan memperhatikan manfaat yang dapat diraih melalui bekerja dalam tim, diharapkan motivasi yang tinggi tiap-tiap anggota tim dapat mewujudkan tim yang berhassil dalam menyelesaikan setiap tugas pekerjaannya secara efektif dan efisien. Berikut sifat-sifat tim yang efektif dan efisien :

  • Berbagi tujuan
  • Mengutamakan produktivitas
  • Pembagian tugas
  • Komunikasi yang jelas
  • Pengembangan diri dan penghargaan
  • Semangat tim dan rasa saling menghormati
  • Keterbukaan pada orang-orang diluar tim

Tim yang baik adalah tim yang mampu mengikuti perkembangan situasi dan kondisi di sekitarnya. Perkembangan tim melalui beberapa tahapan, yaitu sebagai berikut :

  • Tahap pembentukan

Tahap pembentukan ditandai dengan adanya perubahanperan pada diri tiap-tiap anggotanya dari seorang individu bebas menjadi seorang yang menjadi bagian dari sebuah tim.

  • Tahap pergolakan

Pada tahap pergolakan atau ketidakstabilan, setiap anggota mulai mengerti dan memahami segal tugas dan tanggung jawab serta hak dan kewajiban sebagai anggota tim sesuai dengan kedudukannya masing-masing.

  • Tahap penerapan norma

Setelah adanya pergolakandan sedikit perpecahan dalam tim, biasanya timbul kesadaran untuk mulai mempertahankan keutuhan tim dalam rangka mencapai target yang telah disepakati bersama.

  • Tahap pelaksanaan

Tahap pelaksanaan adalah tahap mulai dilaksanakannya aktivitas untuk mencapai target yang telah direncanakan.

  • Tahap evaluasi

Sebuah tim yang telah menyelesaikan tugasnya dapat diketahui apakah tim tersebut berhasil atau gagal dalam mencapai targetnya.

Agar dapat mendukung keberhasilan sebuah tim, pemimpin tim dan segenap anggotanya harus mengetahui tugas dan tanggung jawabnya masing-masing. Agar setiap anggota tim dapat bekerja sama dengan baik, maka harus diciptakan situasi kerja yang kondusif dalam usaha mencapai tujuan. Situasi kerja dapat terbentuk salah satunya dengan mencegah timbulnya konflik dalam tim. Konflik sering kali terlambat disadari sehingga upaya untuk mengatasinya menjadi lebih sulit. Apabila tanda-tanda tersebut mulai dirasakan dalam sebuah tim maka harus segera dicari solusinya agar konflik tidak semakin berkembang sehingga mengancam persatuan tim.

Baca Juga :

Administrasi sebagai pekerjaan

Administrasi sebagai pekerjaan

Administrasi sebagai pekerjaan

Administrasi sebagai pekerjaan

Administrasi sebagai pekerjaan

Seseorang ketika berpikir untuk menghayati dan berusaha mengerti terhadap sesuatu permasalahan administrasi, maka orang bersangkutan berpikir tentang rangkaian teori dalam pengembangan ilmu administrasi. Tetapi ketika seorang berpikir untuk melaksanakan sesuatu kegiatan yang ada kaitannya dengan administrasi, maka orang itu berpikir dan melaksanakan profesi atau pekerjaan administrasi. Proses administrasi dimaknai sebagai pola pemikiran dan rangkaian kegiatan untuk pencapaian suatu hasil tertentu dengan professional sesuai tuntutan kegiatan yang harus dilakukan, sehingga hasil yang diinginkan terwujud.

Administrasi berfungsi untuk menemukan pembagian kerja dalam bermacam-macam karakteristik manusia yang berbeda antara satu dengan lainnya. Kemampuan seorang administrator adalm menentukan tujuan lazimnya mempertahankan bentuk moralitas administrasi berdasarkan rasionalitas pembagian kerja dalam suatu organisasi, walaupun kadang tidak terhindarkan pembagian kerja yang dipaksakan karena dipengaruhi oleh berbagai variable yang subjektif terhadap administrator yang bersangkutan.

Manusia bekerja sebagai profesi didorong oleh dua jenis motif. Pertama, motif yang mengutamakan hasil yang dicapai dengan mengabaikan nilai-nilai moralitas walaupun dalam mencapai hasil itu senantiasa mengatasnamakan ajaran moral, ajaran agama, dan ajaran etika, tetapi setelah mencapai hasil yang diinginkan ajaran agama, moral, dan etika ditinggalkan. Motif kedua mengutamakan ajaran moralitas, agama, dan etika secara konsisten serta senantiasa berusaha menghindari biusan jabatan, rupiah, harta, dan semacamnya. Pekerjaan administrasi dapat diselesaikan secara efektif apabila seluruh pekerja secara berjenjang dapat memahami struktur pekerjaan masing-masing dalam suatu organisasi. Setiap posisi pekerja dalam suatu organisasi selalu membutuhkan tehnik dan metode antara posisi pekerjaan yang satu dengan posisi pekerjaan yang lainnya.