twittsev.com

Situs Web Pendidikan Terupdate

Masuk Mahasiswa Baru UIN, Lalin Ciputat Macet Parah

Masuk Mahasiswa Baru UIN, Lalin Ciputat Macet Parah

Masuk Mahasiswa Baru UIN, Lalin Ciputat Macet Parah

Masuk Mahasiswa Baru UIN, Lalin Ciputat Macet Parah

Masuk Mahasiswa Baru UIN, Lalin Ciputat Macet Parah

Arus lalu lintas di Jalan Ciputat Raya arah Pasar Jumat menuju Ciputat macet. Hal ini disebabkan oleh adanya ujian masuk mahasiswa baru di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah. Arah sebaliknya pun macet.

Demikian seperti dikutip dari situs Traffic Media Center (TMC) Polda Metro Jaya, Rabu (16/6/2010). Petugas siaga TMC, AKP Sugeng Budiono menuturkan, sejak pukul 06.15 WIB arus lalin dari arah Ciputat menuju Pasar Jumat maupun sebaliknya padat merayap.

Sedangkan Wakasat Lantas Polres Jakarta Selatan, AKP Joko menjelaskan, kepadatan mulai terasa dari depan Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan). Kepadatan ini semakin bertambah saat kendaraan dari arah Pasar Jumat antre untuk masuk ke Kampus UIN.

Menurut Joko, jumlah kendaraan di seputar Pasar Jumat menuju Ciputat maupun sebaliknya akan bertambah karena adanya kendaraan para calon mahasiswa yang bercampur dengan kendaraan lain yang memang biasa menggunakan ruas jalan tersebut.

Salah seorang pengguna jalan, Arifin menuturkan dirinya telah terjebak kemacetan selama lebih dari setengah jam.

“Saya sudah terjebak kemacetan selama lebih dari 30 menit,” ujarnya kepada detikcom pukul 07.30 WIB.

Saat ini petugas dari Jakarta Selatan dengan dibantu Polsek Ciputat telah disiagakan di lokasi dan di setiap persimpangan untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas.

Sumber : https://merpati.co.id/

Polemik Sistem Zonasi Dirasa Tak Adil Bagi Ortu dan Siswa

Polemik Sistem Zonasi Dirasa Tak Adil Bagi Ortu dan Siswa

Polemik Sistem Zonasi Dirasa Tak Adil Bagi Ortu dan Siswa

Polemik Sistem Zonasi Dirasa Tak Adil Bagi Ortu dan Siswa

Polemik Sistem Zonasi Dirasa Tak Adil Bagi Ortu dan Siswa

Sejak diberlakukannya Peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

(Permendikbud) RI nomor 51 tahun 2018 tentang pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB), bahwa tahun ajaran 2019/2020 menggunakan sistem zonasi.

Tujuan zonasi sendiri disampaikan Mendikbud RI, Muhadjir Effendy, di kantor Kemnedikbud, Selasa, 15 Januari 2019 lalu di situs resmi Kemendikbud RI, salah satunya untuk pemerataan kualitas pendidikan di seluruh tanah air.

Pasalnya banyak sekolah yang terdapat di daerah-daerah yang belum memiliki sekolah berkualitas.

Menurutnya sistem zonasi akan menjadi cetak biru yang digunakan oleh Kemendikbud

dalam upaya untuk mengidentifikasi masalah-masalah yang ada di pendidikan, khususnya di sektor pendidikan formal dan nonformal.

“Tentunya untuk mencari formula penyelesaiannya,”ungkap dia.
TERKAIT

Kepala Sekolah di Pekanbaru akan Dievaluasi
Kisah Perjuangan Guru di Desa Terpencil Riau, Ilham : Saya Rela Tempuh Jalan Berlumpur Agar Murid Tak Kecewa
76 Sekolah Raih Adiwiyata Riau
Ini Harapan 17.724 Guru Honorer di Riau Kepada Pemerintah Di Hari Momentum HGN
Sejarah Berdirinya PGRI

Salah satu adanya perubahan sistem yang diterapkan oleh pemerintah pusat

, dengan menghilangkan sekolah ‘favorit’ dan mengutamakan calon siswa tempatan.

Kuota 90 persen dari daya tampung yang sebelumnya sesuai dengan Permendikbud 51/2018 direvisi dengan adanya Permendikbud nomor 20 tahun 2019 sebagai perubahan.

Melalui edaran ini, diharapkan kepala daerah dapat melakukan penyesuaian ketentuan PPDB sesuai dengan perubahan dalam surat edaran tersebut.

 

Baca Juga :

Rangkai Alat Penjernihan Air Sederhana, Kukerta UNRI Berikan Edukasi ke Masyarakat Bengkalis

Rangkai Alat Penjernihan Air Sederhana, Kukerta UNRI Berikan Edukasi ke Masyarakat Bengkalis

Rangkai Alat Penjernihan Air Sederhana, Kukerta UNRI Berikan Edukasi ke Masyarakat Bengkalis

Rangkai Alat Penjernihan Air Sederhana, Kukerta UNRI Berikan Edukasi ke Masyarakat Bengkalis

Rangkai Alat Penjernihan Air Sederhana, Kukerta UNRI Berikan Edukasi ke Masyarakat Bengkalis

Mahasiswa Univesitas Riau (UNRI) yang sedang melaksanakan pengabdian masyarakat

dalam Kuliah Kerja Nyata (Kukerta) Tematik melaksanakan sosialisasi air bersih dan sanitasi di Desa Tanjung Leban, Kecamatan Bandar Laksamana,(5/8/2019)

Mahasiswa Universitas Riau baru-baru ini merangkai alat teknologi tepat guna yaitu penjernih air sederhana.

Dosen Pendamping Lapangan, Dr. Said Zul Amraini, ST. MT mengapresiasi kegiatan

yang dilakukan mahasiswa kukerta di Desa Tanjung Leban yang telah memberikan solusi terhadap problematika masyarakat dengan menciptkan alat penjernih air.

“Terimakasih banyak atas upaya yang telah dilakukan oleh mahasiswa kukerta UNRI di Desa Tanjung

Leban yang telah menciptakan alat pernjernihan air karena telah membantu masyarakat desa untuk mendapatkan air bersih, semoga ini menjadi amal ibadah dalam wujud nyata pengamalan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk membantu masyarakat,” jelas dosen Teknik Kimia UNRI tersebut.

Hal senada juga diungkapkan Poniran, sebagai pemateri sosialisasi air bersih dan sanitasi di Desa Tanjung Leban.

 

Baca Juga :

Sumber :

https://www.houzz.co.uk/ideabooks/129288756/thumbs/definition-of-relationship-between-social-structure-and-social-mobility

SMA 1 Tembilahan Punya Cara Sendiri Perkuat Karakter Peserta Didik di Bidang Keagamaan

SMA 1 Tembilahan Punya Cara Sendiri Perkuat Karakter Peserta Didik di Bidang Keagamaan

SMA 1 Tembilahan Punya Cara Sendiri Perkuat Karakter Peserta Didik di Bidang Keagamaan

SMA 1 Tembilahan Punya Cara Sendiri Perkuat Karakter Peserta Didik di Bidang Keagamaan

SMA 1 Tembilahan Punya Cara Sendiri Perkuat Karakter Peserta Didik di Bidang Keagamaan

Demi membentuk siswa yang berkarakter, bertakwa, dan berbudi pekerti luhur

, Majelis Guru SMAN I Tembilahan menggagas program kegiatan rutin keagamaan yang bernama Kajian Islam.

Kajian Islam yang telah berlangsung sejak tahun 2015 ini dilaksanakan satu kali dalam sepekan, setiap hari Jumat selepas waktu asar, di Aula Lantai 4 SMAN I Tembilahan.

Kegiatan yang digawangi oleh Organisasi Rohis sekolah ini dinilai perlu dilakukan

oleh pihak sekolah sebagai benteng bagi siswa dalam menjalankan kehidupan yang penuh tantangan dan kebebasan dewasa ini.

Banyak pelajaran dan ilmu bermanfaat yang didapat oleh para siswa. Agenda setiap pertemuan ialah penyampaian materi dan sesi tanya jawab.

Kepala Sekolah, Drs HM Nurlin melalui salah seorang Guru Agama di Instansi

Pendidikan yang tersohor dengan nama SMANSA Tembilahan ini menyebut bahwa pemateri merupakan Ustadz-ustadz yang ada di Tembilahan.

 

Sumber :

https://eliademy.com/catalog/catalog/product/view/sku/b22e91363f

MEMBENAHI PASAR TRADISIONAL

MEMBENAHI PASAR TRADISIONAL

MEMBENAHI PASAR TRADISIONAL

MEMBENAHI PASAR TRADISIONAL

MEMBENAHI PASAR TRADISIONAL

Pasar tradisional? Pasti sudah tau bagaimana kondisinya, becek, kotor, dan sesak karena tempat yang tidak tertata. Berdasarkan data Kementrian Perdagangan, dari sekitar 14.000 pasar tradisional yang sudah terdata, sekitar 95 persen kondisinya tidak layak. Pasar-pasar tersebut harus direvitalisasi agar tetap eksis, di tengah masifnya ekspansi pasar modern. Pasar tradisional yang sudah tidak layak rata-rata usianya sudah di atas 20 tahun.
Revitalisasi menjadi kebutuhan mendesak, tetapi harus diingat bukan hanya merehabilitasi fisiknya. Harus dilakukan secara menyeluruh dan harus mampu menjadikan pasar tradisional sebagai ikon perekonomian bangsa, indicator denyut ekonomi suatu daerah, serta identitas social ekonomi masyarakat setempat. Untuk mewujudkannya, revitalisasi harus memerhatikan beberapa aspek. Tata kelola pasar tradisional yang burruk akan menghambat revitalisasi karena membuat bangunan fisik yang sudah megah justru menjadi mandul. Pengelolaan tak hanya menyangkut perawatan, tetapi juga persoalan sampah, distribusi, dan retribusi.
Jika aspek-aspek tersebut terpenuhi, pasti akan sangat nyaman berada di pasar tradisonal. Tidak perlu lagi dikotomi pasar tradisional dan pasar modern. Yang ada hanyalah segmentasi produk. Pasar tradisional lebih unggul dalam penyediaan barang hasil bumi, seperti sayuran dan bahan kebutuhan pokok lainnya. Sebaliknya, barang pabrikan seperti susu, minuman, dan baju ada di pasar modern.

Baca Juga :

BERHENTILAH SEKOLAH SEBELUM TERLAMBAT

BERHENTILAH SEKOLAH SEBELUM TERLAMBAT

BERHENTILAH SEKOLAH SEBELUM TERLAMBAT

BERHENTILAH SEKOLAH SEBELUM TERLAMBAT

BERHENTILAH SEKOLAH SEBELUM TERLAMBAT

Jika orientasi pendidikan adalah untuk mencetak tenaga kerja guna kepentingan industry dan membentuk mentalitas pegawai katakanlah hingga dua decade ke depan yang akan dihasilkan adalah jutaan calon penganggur. Sekarang saja ada sekitar 750.000 lulusan program diploma dan sarjana yang menganggur. Jumlah penganggur itu akan makin membengkak jika ditambah jutaan siswa putus sekolah dari tingkat SD hingga SLTA.
Jadi, untuk apa sebenarnya generasi bangsa bersekolah hingga ke perguruan tinggi? Jika jawabannya agar mereka bisa jadi pegawai, fakta yang ada sekarang menunjukkan orientasi tersebut keliru. Dari 105 juta tenaga kerja yang sekarang bekerja, lebih dari 55 juta pegawai adalah lulusan SD. Pemilik diploma hanya sekitar 3 juta orang dan sarjana sekitar 5 juta orang. Jika sebagian besar lapangan kerja hanya tersedia untuk lulusan SD, lalu untuk apa anak-anak kita harus buang-buang waktu dan uang demi melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi?
Faktanya sekarang semakin tinggi pendidikan juga ternyata tidak menjamin mudah mendapat pekerjaan . yang diperlukan sekarang adalah menggali kreativitas dan imajinasi. Dua hal yang susuah dimiiliki begitu saja, pendidikan sekolah sampai perguruan tinggi memang penting tapi ada kadangnya kita bisa mendapat ilmu pengetahuan di luar. Kini ilmu pengetahuan sudah tesedia secara digital, bisa lewat internet di computer, warnet , maupun telpon genggam. Hanya bagaimana kita mengembangkannya dengan imajinasi dan kreativitas hingga bisa menciptakan sesuatu yang tidak hanya berguna untuk diri sendiri tapi juga untuk orang banyak.
Jadi, cukup berikan kemampuan menggunakan kompuer, mencari sumber informasi yang dibutuhkan di internet, dan bahasa inggris secukupnya karena di dunia maya tersedia mesin penerjemah aneka bahasa yang instan. Anak-anak cukup sekolah 12 tahun saja. Mereka tidak usah jadi pegawai. Dunia kreatif yang bernilai tinggi tersedia untuk mereka, sepanjang manusia masih ada.

Sumber : https://blog-fiesta.com/

UJIAN YANG MEMBAHAGIAKAN

UJIAN YANG MEMBAHAGIAKAN

UJIAN YANG MEMBAHAGIAKAN

UJIAN YANG MEMBAHAGIAKAN

UJIAN YANG MEMBAHAGIAKAN

Ujian adalah bagian dari pembelajaran, yaitu proses pengembangan dan pemberdayaan diri yang mesti dialami dengan martabat. Orang punya beragam sikap dan cara menghadapi peristiwa ujian. Kebanyakan dengan rasa tegang dan takut. Saat ujian sering membuat orang emosional hingga banyak yang tak mampu menguasai diri. Efek psikosomatis, seperti sakit perut, pusing-pusing, atau mual, pun muncul. Memang itu hal yang manusiawi, tapi akibatnya konsentrasi buyar. Daya nalar saat mempersiapkan ujian terganggu. Persiapan ujian menjadi kacau. Hal yang sama terjadi saat menjalani ujian.
Dinamika kondisi emosi dan nalar inilah yang sering kali mewarnai peristiwa ujian. Tak heran kalau setiap ada peristiwa ujian kita menemukan banyak fakta yang mengejutkan. Siswa yang sehari-hari berprestasi justru hasilnya tidak memuaskan. Bahkan gagal. Namun, kegagalan ujian bukan hanya karena gugup, bingung, takut, atau tegang.beberapa siswa gagal mencapai hasil optimal justru karena meremehkan atau kurang cermat. Dengan demikian, perlu sikap bijak memahami suatu hasil ujian.
Ujian yang membahagiakan membutuhkan guru atau dosen berkarakter pembelajar yang sadar dan butuh terus belajar. Sebab, kegagalan pemahaman materi tak selalu disebabkan kelemahan peserta didik. Sering kali permasalahan justru pada para pendidiknya. Sesungguhnya peserta didik adalah mitra, bahkan anugerah yang menuntun para pendidik untuk terus-menerus belajar.
Konon negeri ini butuh banyak guru dan dosen seperti itu, rasanya itulah guru sejati. Ia akan terus membakar semangat belajar dan membangun komunitas pembelajar. Maka, hasilnya adalah ujian yang menjadi peristiwa membahagiakan dan dirinddukan, sekaligus mencerahkan baik anak didik maupun pendidiknya.

Sumber : https://chicagobearsjerseyspop.com/

Pemprov Jatim Wacanakan Durasi Sekolah SMA/SMK Ditempuh 4 Tahun

Pemprov Jatim Wacanakan Durasi Sekolah SMA SMK Ditempuh 4 Tahun

Pemprov Jatim Wacanakan Durasi Sekolah SMA/SMK Ditempuh 4 Tahun

Pemprov Jatim Wacanakan Durasi Sekolah SMA SMK Ditempuh 4 Tahun

Pemprov Jatim Wacanakan Durasi Sekolah SMA SMK Ditempuh 4 Tahun

Pemerintah Provinsi Jatim akan menjadikan durasi pendidikan untuk SMA/SMK bertambah satu tahun

atau dengan kata lain jenjang SMA/SMK akan ditempuh selama 4 tahun. Wacana ini menjadi kajian yang serius bagi Dinas Pendidikan Jawa Timur.

Program yang diwacanakan Gubernur Khofifah, bertujuan untuk membekali siswa dengan keterampilan yang berguna bagi lulusan dalam menghadapi dunia kerja. Tambahan durasi pendidikan selama satu tahun merupakan penerapan program inkubasi.

Sekretaris Dindik Jatim Ramliyanto mengatakan, rencana Gubernur Khofifah dalam penerapan

pendidikan empat tahun tidak lain karena pihaknya ingin membekali siswa dengan dua hal. Yakni keterampilan teknis dan atribut personal. Dalam artian, siswa akan dibekali berbagai bidang sesuai dengan kemampuannya guna menyesuaikan dalam dunia kerja atau industri.

“Banyak anak-anak kita kemamouannya sudah oke. Bahkan sudah mendapatkan sertifikat dari LSP

(lembaga sertifikasi profesi). Tapi ketika masuk dunia kerja ndak bisa kerjasama, ndak bisa mngehadapi tantangan dan ndak bisa hidup dengan kelompok yang berbeda. Oleh karena itu di inkubasi ini dua hal itu dikuatkan,” jelasnya, Senin (4/11/2019).

Progam inkubasi ini pun masih terus dikaji secara desain dan konsep yang akan diterapkan dalam pendidikan empat tahun bagi jenjang SMA/SMK di Jawa Timur itu. “SMK sudah ada petunjuknya, kalau SMA ini berupa konsep, bentuknya nanti inkubasi,” tutur dia.

 

Baca Juga :

Peralihan Musim, Dinkes Bojonegoro Waspada Demam Berdarah

Peralihan Musim, Dinkes Bojonegoro Waspada Demam Berdarah

Peralihan Musim, Dinkes Bojonegoro Waspada Demam Berdarah

Peralihan Musim, Dinkes Bojonegoro Waspada Demam Berdarah

Peralihan Musim, Dinkes Bojonegoro Waspada Demam Berdarah

Penyebaran penyakit demam berdarah dengue (DBD) mulai perlu diwaspadai selama musim peralihan.

Sejak pergantian musim dari kemarau ke musim hujan hingga memasuki musim hujan nyamuk pembawa virus aedes aegypti mulai menyebar.

“Mulai dari musim peralihan sampai musim hujan, merata perlu diwaspadai penyebaran demam berdarah dengue,” ujar Humas Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Bojonegoro, Fitri Munira Pitaloka, Kamis (7/11/3019).

Hingga Oktober 2019, kasus demam berdarah sudah terjadi sebanyak 404 kasus

dengan jumlah korban meninggal sebanyak 7 kasus. Sedangkan pada 2018, jumlah kasus demam berdarah sebanyak 589 kasus dengan kasus kematian sebanyak 12 penderita.

Untuk mengantisipasi penambahan jumlah kasus demam berdarah itu maka, pihaknya mengaku telah melakukan langkah antisipasi melalui gerakan serentak satu rumah satu jumantik (juru pemantau jentik).

Gerakan tersebut merupakan keterlibatan masyarakat berbasis keluarga.

“Selain itu juga pemberian penyuluhan dari Puskesmas kepada masyarakat terkait upaya-upaya pencegahan yang dapat dilakukan,” terangnya.

 

Sumber :

https://t.me/belajarngeblogbareng/3