twittsev.com

Situs Web Pendidikan Terupdate

Sistem Zonasi PPDB Diduga Diakali Pakai Surat Keterangan Domisili

Sistem Zonasi PPDB Diduga Diakali Pakai Surat Keterangan Domisili

Sistem Zonasi PPDB Diduga Diakali Pakai Surat Keterangan Domisili

Sistem Zonasi PPDB Diduga Diakali Pakai Surat Keterangan Domisili

Sistem Zonasi PPDB Diduga Diakali Pakai Surat Keterangan Domisili

Sistem zonasi yang diterapkan penuh pada penerimaan peserta didik baru (PPDB) di tingkat SMPN di Ponorogo

dinilai ada celah untuk dilakukan kecurangan. Keadaan tersebut membuat Komisi A dan Komisi D DPRD Ponorogo berinisiatif untuk menggelar rapat dengar pendapat (RDP) bersama dindik dan kepala SMPN 1 Ponorogo.

”Banyak keluhan dari masyarakat yang kita terima tentang dugaan kecurangan PPDB di tingkat SMPN,” kata Anggota Komisi A Rahmat Taufik saat ditemui beritajatim.com usai rapat dengar pendapat, Kamis (20/6/2019).

Taufik mengungkapkan banyaknya keluhan tersebut dialamatkan ke SMPN 1 Ponorogo, yang notabene selama ini menjadi sekolah unggulan di bumi reyog. Dugaan kecurangannya, menurut Taufik tentang pengurusan kepindahan domisili yang menjadi celah banyak siswa dari luar zona mendaftar ke sekolah yang bukan dalam zonanya.

”Ada indikasi data domisili dibuat lebih dekat dengan jarak sekolah yang akan didaftar,” katanya.

Surat keterangan domisili ini, kata Taufik, diperparah dengan didapatkan mudah di kelurahan atau desa di sekitar sekolah tersebut.

Sehingga banyak anak yang tempat tinggalnya masih dalam zona, banyak tersisih oleh siswa di luar zona yang menggunakan surat keterangan domisili.

”Tadi kami minta data PPDB SMPN 1 Ponorogo supaya bisa ikut mengevaluasi,” katanya.

Dalam data tersebut, jika pihaknya mendapati ada yang menabrak aturan, Taufik meminta SMPN 1 Ponorogo tegas untuk menggugurkan siswa tersebut. Supaya bisa diganti dengan siswa yang betul-betul berasal dari dalam zona tersebut.

”Kami juga berencana akan memanggil lurah atau kepala desa yang dengan mudah mengeluarkan surat keterangan domisili itu,” katanya.

Sementara itu Kepala SMPN 1 Ponorogo Yuli Dwi Astuti mengatakan memang dari awal disadari surat keterangan domisili

ini rawan disalahgunakan. Namun sesuai permendikbud nomor 51 tahun 2018 memang bisa digunakan syarat untuk mendaftar. Untuk itu pihaknya juga sudah antisipasi jika ada orangtua yang akan berusaha memalsukan dokumen demi anaknya bisa masuk ke sekolahnya.

Yakni saat pendaftaran yang lalu, calon peserta didik dan orangtua membuat surat pernyataan bermaterai yang menerangkan bahwa dokumen yang diserahkan adalah asli. Dan apabila ketahuan tidak asli maka pendaftaran dalam jalur zonasi ini dinyatakan gugur.

”Ada sekitar 50 siswa dari 288 siswa diterima yang mendaftar menggunakan surat keterangan domisili di sekolah kami,” katanya.

 

Baca Juga :

Wabup Sidoarjo Hadiri Halal-bi Halal Keluarga Besar PGRI

Wabup Sidoarjo Hadiri Halal-bi Halal Keluarga Besar PGRI

Wabup Sidoarjo Hadiri Halal-bi Halal Keluarga Besar PGRI

Wabup Sidoarjo Hadiri Halal-bi Halal Keluarga Besar PGRI

Wabup Sidoarjo Hadiri Halal-bi Halal Keluarga Besar PGRI

Ditengah pengaruh dan kecanggihan tehnologi gadget yang sudah mendominasi anak didik saat berada di lingkungan

, Wakil Bupati Sidoarjo H. Nur Ahmad Saifuddin meminta para guru mampu mencetak kader bangsa yang tangguh dalam ilmu dan akhlaq.

Permintaan Nur Ahmad itu disampaikan dalam acara halal bi halal pendidik dan tenaga kependidikan Keluarga Besar Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) dan IGTKI Cabang Waru di Halaman SMPN 2 Waru, Kamis (20/6/2019).

Dikatakan Nur Ahmad dalam halalbihalal bertemakan

“Kita tingkatkan Soliditas dan Solidaritas serta Profesionalisme Guru” itu, pendidikan dan guru adalah komponen sangat penting dalam mewujudkan kemajuan sebuah bangsa.

“Peran guru sebagai agen perubahan harus diwujudkan, dan kualitas guru dari masa ke masa harus terus ditingkatkan,” kata Nur Ahmad.

Karena itu, tambah Cak Nur, guru yang ada, harus professional

, kreatif, inovatif, dan menyenangkan. Dalam mendidik harus benar-benar menjadi tauladan yang baik. “Guri harus bisa memgembangkan metode pendidikan yang baik dan menarik agar proses pendidikan berjalan optimal dan untuk menghasilkan anak-anak yang cerdas dan berakhlaq baik,” papar dia.

 

Sumber :

https://my.sterling.edu/ICS/Academics/LL/LL379__UG08/FA_2008_UNDG-LL379__UG08_-A/Blog_7.jnz?portlet=Blog_7&screen=View+Post&screenType=next&&Id=5e5e7037-c643-42d7-80f4-f9afafdd43bb

Versi QS, UNAIR Masuk 5 Besar Kampus Terbaik di Indonesia

Versi QS, UNAIR Masuk 5 Besar Kampus Terbaik di Indonesia

Versi QS, UNAIR Masuk 5 Besar Kampus Terbaik di Indonesia

Versi QS, UNAIR Masuk 5 Besar Kampus Terbaik di Indonesia

Versi QS, UNAIR Masuk 5 Besar Kampus Terbaik di Indonesia

Universitas Airlangga kembali mengukuhkan diri sebagai bagian dari lima perguruan tinggi terbaik di Indonesia.

Kali ini reputasi itu diperkuat dengan hasil rilis QS World University Rankings (QS WUR) sebagai lembaga perankingan perguruan tinggi dunia.

Hari ini QS World University Rankings merilis hasil ranking terbaru kampus-kampus di seluruh dunia. Termasuk rangking kampus-kampus di Indonesia, Rabu (19/5/2019). Terdapat sebanyak sembilan perguruan tinggi Indonesia yang masuk katagori top 1.000 kampus terbaik dunia. Universitas Airlangga masuk di lima besar kampus terbaik.

Rangking UNAIR berada di atas Universitas Padjadjaran (Unpad) di posisi keenam, Bina Nusantara University (BINUS) ketujuh, serta berurutan Universitas Diponegoro (Undip) dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) di posisi kedelapan serta kesembilan.

Mengenai hasil rilis QS World University Rankings

(QS WUR) itu, Rektor Universitas Airlangga Prof. Moh. Nasih memberikan keterangan pers pada Selasa (19/6) di Ruang Rektor, Kantor Manajemen Kampus C UNAIR bahwa kesembilan perguruan tinggi 1.000 top dunia dari peringkat paling tinggi yaitu Universitas Indonesia, Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, Institut Pertanian Bogor, UNAIR, Universitas Padjajaran, Bina Nusantara University (BINUS), Universitas Diponegoro (Undip), dan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).

Perguruan tinggi di Jatim yang masuk top 1.000 tahun ini adalah UNAIR dan ITS. Sementara Universitas Brawijaya turun dari posisi tahun sebelumnya.

“UNAIR mengalami lompatan yang luar biasa. Dari peringkat sebelumnya di angka 751-800, UNAIR naik di angka 651-700. Bagi UNAIR, peningkatan rangking itu adalah capaian tertinggi sejak tahun 2014,” ujar Prof. Nasih.

Menurut Prof Nasih, ada sejumlah indikator utama yang masuk dalam jajaran 500 terbaik dunia itu.

Indikator pertama adalah employer reputation. Pada indikator tersebut, UNAIR masuk 393 top dunia. Penilaian itu dilihat dari relevansi pendidikan dengan dunia kerja. Termasuk berkaitan dengan lulusan UNAIR yang diakui berkontribusi di berbagai macam organisasi. Kaitan itu, lanjut dia, penilaian didasarkan pada stakeholder pengguna lulusan UNAIR.

Selanjutnya, indikator kedua adalah masalah kualitas pendidikan atau academic reputation. Dalam indikator tersebut, UNAIR masuk top 401 dunia. Itu menunujukkan bahwa kualitas pendidikan UNAIR diakui orang di seluruh dunia.

 

Sumber :

https://connect.barton.edu/ICS/Academics/BUS/CIS_PLA/Special_Courses-CIS_PLA-CIS_1/Blog_1.jnz?portlet=Blog_1&screen=View+Post&screenType=next&Id=733e5ae0-fdb0-4a5e-8203-a8835054b9ee

Organisasi Niaga

Organisasi Niaga

Organisasi Niaga

Organisasi Niaga

Organisasi Niaga

Organisasi sosial adalah perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum, yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara. Sebagai makhluk yang selalu hidup bersama-sama, manusia membentuk organisasi sosial untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri. Organisasi sosial bisa di katakan adalah perkumpulan sosial yang dibentuk oleh masyarakat, baik yang berbadan hukum maupun yang tidak berbadan hukum, yang berfungsi sebagai sarana partisipasi masyarakat dalam pembangunan bangsa dan negara. Sebagai makhluk yang selalu hidup bersama-sama, manusia membentuk organisasi sosial untuk mencapai tujuan-tujuan tertentu yang tidak dapat mereka capai sendiri.

Macam-macam organisasi niaga

Perseroan Terbatas (PT).
Perseroan Terbatas dahulu disebutNaamloze Vennootschaap (NV), yaitu suatu persekutuan untuk menjalankan usaha yang memiliki modal terdiri dari saham-saham, yang pemiliknya memiliki bagian sebanyak saham yang dimilikinya.
Perubahan kepemilikan perusahaan dapat dilakukan tanpa perlu membubarkan perusahaan. Setiap orang dapat memiliki lebih dari satu saham yang menjadi bukti pemilikan perusahaan. Pemilik saham memiliki tanggung jawab yang terbatas yaitu sebanyak saham yang dimiliki.
Apabila utang perusahaan melebihi kekayaan perusahaan, maka kelebihan utang tersebut tidak menjadi tanggung jawab para pemegang saham. Apabila perusahaan mendapatkan keuntungan maka keuntungan tersebut dibagi sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan.

Persekutuan Komanditer (CV)
Persekutuan Komanditer atau biasa disebut CV (Commanditaire Vennootscap) adalah suatu persekutuan yang didirikan oleh seorang atau beberapa orang yang mempercayakan uang atau barang kepada seorang atau beberapa orang yang menjalankan perusahaan dan bertindak sebagai pemimpin.
Bentuk CV dibagi menjadi 3 yaitu CV Murni, CV Campuran dan CV Bersaham.

CV Murni hanya terdapat satu sekutu komplementer, yang lain merupakan sekutu komanditer.
CV Campuran terbentuk dari suatu firma yang membutuhkan tambahan modal. Dimana sekutu firma tersebut menjadi sekutu komplementer sedangkan sekutu lain menjadi sekutu komanditer.
CV Bersaham adalah CV yang mengeluarkan saham yang tidak dapat diperjualbelikan. Sekutu komplementer maupun komanditer mengambil satu saham atau lebih.

Joint Ventura
Joint Ventura atau Perusahaan Patungan adalah sebuah kesatuan yang dibentuk antara 2 pihak atau lebih untuk menjalankan kegiatan ekonomi bersama. Perusahaan ini umumnya untuk suatu proyek khusus saja dan bisa berupa badan hukum, kemitraan atau struktur resmi lainnya bergantung pada jumlah pertimbangan seperti pertanggungjawaban pajak dan kerugian

Koperasi
Koperasi adalah suatu jenis badan usaha yang beranggotakan orang-orang atau badan hukum yang melandaskan kegiatannya berdasarkan prinsip gerakan ekonomi rakyat yang berasaskan kekeluargaan. Tujuan koperasi adalah mensejahterakan anggotanya (menurut UUD 1945 pasal 33 ayat 1).

Jenis-jenis koperasi antara lain:
Koperasi simpan pinjam, yaitu koperasi yang bergerak di bidang simpanan dan pinjaman.
Koperasi konsumen, yaitu koperasi yang beranggotakan para konsumen dengan menjalankan kegiatan jual beli barang konsumen.
Koperasi produsen, yaitu koperasi yang beranggotakan para pengusaha UKM dengan menjalankan kegiatan pengadaan bahan baku dan penolong untuk anggotanya.
Koperasi pemasaran, yaitu koperasi yang menjalankan kegiatan penjualan produk atau jasa koperasi anggotanya.
Koperasi jasa, yaitu koperasi yang bergerak di bidang usaha jasa lainnya

Kartel
Kartel adalah kelompok produsen mandiri yang bertujuan menetapkan harga, membatasi suplai dan kompetisi.

Baca Juga :

Ciri-ciri organisasi

Ciri-ciri organisasi

Ciri-ciri organisasi

Ciri-ciri organisasi

Ciri-ciri organisasi

Menurut Berelson dan Steiner(1964:55) sebuah organisasi memiliki ciri-ciri sebagai berikut :

Formalitas, merupakan ciri organisasi sosial yang menunjuk kepada adanya perumusan tertulis daripada peratutan-peraturan, ketetapan-ketetapan, prosedur, kebijaksanaan, tujuan, strategi, dan seterusnya.
Hierarkhi, merupakan ciri organisasi yang menunjuk pada adanya suatu pola kekuasaan dan wewenang yang berbentuk piramida, artinya ada orang-orang tertentu yang memiliki kedudukan dan kekuasaan serta wewenang yang lebih tinggi daripada anggota biasa pada organisasi tersebut.
Besarnya dan Kompleksnya, dalam hal ini pada umumnya organisasi sosial memiliki banyak anggota sehingga hubungan sosial antar anggota adalah tidak langsung (impersonal), gejala ini biasanya dikenal dengan gejala “birokrasi”.
Lamanya (duration), menunjuk pada diri bahwa eksistensi suatu organisasi lebih lama daripada keanggotaan orang-orang dalam organisasi itu.

Ada juga yang menyatakan bahwa organisasi sosial, memiliki beberapa ciri lain yang behubungan dengan keberadaan organisasi itu. Diantaranya ádalah:

Rumusan batas-batas operasionalnya(organisasi) jelas. Seperti yang telah dibicarakan diatas, organisasi akan mengutamakan pencapaian tujuan-tujuan berdasarkan keputusan yang telah disepakati bersama. Dalam hal ini, kegiatan operasional sebuah organisasi dibatasi oleh ketetapan yang mengikat berdasarkan kepentingan bersama, sekaligus memenuhi aspirasi anggotanya.
Memiliki identitas yang jelas. Organisasi akan cepat diakui oleh masyarakat sekelilingnya apabila memiliki identitas yang jelas. Identitas berkaitan dengan informasi mengenai organisasi, tujuan pembentukan organisasi, maupun tempat organisasi itu berdiri, dan lain sebagainya.
Keanggotaan formal, status dan peran. Pada setiap anggotanya memiliki peran serta tugas masing masing sesuai dengan batasan yang telah disepakati bersama.

Jadi, dari beberapa ciri organisasi yang telah dikemukakan kita akan mudah membedakan yang mana dapat dikatakan organisasi dan yang mana tidak dapat dikatakan sebagai sebuah organisasi.

Sumber : http://theeacher.isblog.net/dosenpendidikan-introduces-high-school-study-materials-on-their-website-11733434

Tata Kerja dalam Manajemen

Tata Kerja dalam Manajemen

Tata Kerja dalam Manajemen

Tata Kerja dalam Manajemen

Tata Kerja dalam Manajemen

Tata kerja atau metode adalah satu cara bagaimana ( how ) agar sumber – sumber dan waktu yang tersedia dan amat diperlukan dapat dimanfaatkan dengan tepat sehingga proses kegiatan manajemen dapat dilaksanakan dengan tepat pula.

Dengan tata kerja yang baik suatu mamajemen akan berjalan rapi dan sesuai dengan tujutan semula. Kita pasti ingin sesuatu yang kita menej, berjalan dengan baik.

Dengan tata kerja yang tepat mengandung arti bahwa proses kegiatan pencapaian tujuan sudah dilakukan secara ilmiah dan praktis, disamping itu pemakaian tata kerja yang tepat pada pokoknya ditujukan untuk :

Menghindari terjadinya pemborosan di dalam penyalahgunaan sumber-sumber dan waktu yang tersedia.
Menghindari kemacetan-kemacetan dan kesimpangsiuran dalam proses pencapaian tujuan.
Menjamin adanya pembagian kerja, waktu dan koordinasi yang tepat.

Hubungan tata kerja dengan manajemen seperti di bawah ini :

Manajemen : Menjelaskan perlunya ada proses kegiatan dan pendayagunaan sumber-sumber serta waktu sebagai factor-faktor yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan demi tercapainya tujuan.
Tata Kerja : Menjelaskan bagaimana proses kegiatan itu harus dilaksanakan sesuai dengan sumber-sumber dan waktu yang tersedia.

Hubungan Antara Manajemen, Organisasi dan Tata Kerja ( Metode )

Setelah pada posting sebelumnya menjelaskan mengenai pengertian dari Organisasi, Manajemen, dan Tata Kerja (Metode), pada kesempatan ini “Materi Kita” akan memberikan beberapa ilmu pengetahuan mengenai hubungan-hubungan antara ketiga pokok bahasan terdahulu, yaitu Hubungan Manajemen dan Organisasi, Hubungan Manajemen dan Tata Kerja dan Hubungan Manajemen, Organisasi dan Tata Kerja.

Pengulasan ulang mengenai Organisasi, Manajemen, dan Tata Kerja (Metode).

Manajemen adalah proses kegiatan dan pendayagunaan sumber sumber berserta waktu sebagai faktor-faktor yang diperlukan untuk pelaksanaan kegiatan demi tercapainya tujuan.

Proses adalah pengelompokan atau pengurutan cara dalam suatu kerja sama yang efisien.
Metode adalah merupakan bagaimana cara untuk melaksanakan kegiatan itu dengan benar dan berhasil sesuai dengan sumber-sumber tepat dan waktu yang tersedia guna mencapai tingkat efisiensi yang maksimal.

Organisasi diartikan sebagai suatu perkumpulan yang memiliki struktur kepemimpinan dalam satu visi dan misi, untuk mencapai tujuan yang diinginkan organisasi itu sendiri secara bersama-sama.

Sebelum mempelajari hubungan antara ketiga unsur diatas, alangkah baiknya kita ketahui terlebih dahulu fungsi dari manajemen organisasi berikut.

Sumber : https://www.bloglovin.com/@samanthavyas/learning-from-anywhere-modern-students-dont

Korelasi Pengaruh Tingkat Pendidikan Terhadap Kewirausahaan

Korelasi Pengaruh Tingkat Pendidikan Terhadap Kewirausahaan

Fenomena Susi Pudjiastuti seorang wanita hanya berijazah SMP diangkat Presiden Jokowi sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan. Ibu Susi adalah Presiden Direktur PT ASI Pudjiastuti Marine Product, perusahaan eksportir hasil perikanan. Produksi yang paling dikenal adalah lobsternya. Selain itu, Ibu Susi punya PT ASI Pudjiastuti Aviation yang merupakan perusahaan penerbangan Susi Air berasal dari Jawa Barat. Rasanya benar bahwa pendidikan seseorang tidak 100 persen menanggung kesuksesan seseorang, bersama dengan niat yang besar, Ibu Susi perlihatkan dia bisa berhasil walaupun banyak orang melihat sebelah mata tingkat pendidikannya.

Kewirausahaan diakui sebagai elemen kunci di dalam perkembangan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Selain itu, sebagai satu set yang lebih luas berasal dari sikap dan pendekatan untuk masalah, itu diakui penting untuk inovasi di luar bisnis – di dalam pemerintahan, sektor sosial, dan seluruh masyarakat. Oleh gara-gara itu pemerintah makin lama rajin mencari langkah untuk mempromosikan kewirausahaan, termasuk melalui proses pendidikan.

Untuk jalankan inspirasi demikianlah ini tidaklah mudah, sejumlah entrepreneur yang terlampau berhasil berasal dari Thomas Edison untuk Bill Gates, Richard Branson dan di Indonesia ada Bos Susi Air yang diangkat menteri Kelautan Susi Pujiastuti kondang meninggalkan pendidikan formal awal. Hal ini telah menolong membangun persepsi kondang atas keterputusan pada pendidikan dan kewirausahaan, kemungkinan bisa diambil kesimpulan anggapan bahwa kehadiran seorang entrepreneur dilahirkan, bukan disekolahkan.

Hubungan pada pendidikan dan kewirausahaan bagaimanapun termasuk adalah jauh lebih kompleks. Di satu sisi, pendidikan bisa menolong para entrepreneur untuk tidak menyerah di dalam hadapi tantangan masa depan yang senantiasa berubah.

Dalam sebuah penelitian yang dilaksanakan Robinson Tarigan menyimpulkan bahwa mestinya tingkat pendidikan formal yang lebih tinggi memberi peluang bagi si anak didik untuk meraih tingkat
pendapatan yang lebih tinggi. Hasil perbandingan pada empat tesis mahasiswa Pascasarjana PWD USU perlihatkan hasil yang bervariasi. Ada persoalan di mana keluar tingkat pendidikan yang lebih tinggi menghasilkan tingkat penghasilan yang lebih tinggi.

Pada persoalan lain tidak keluar perbedaan nyata pada tingkat pendidikan bersama dengan tingkat pandapatan. Pada persoalan pertama model pekerjaan responden adalah begitu banyak ragam dan di dalam pekerjaan ada penjenjangan jabatan. Pada persoalan ke-2 model pekerjaan responden adalah seragam dan tidak ada penjenjangan jabatan di dalam pekerjaan.

Tingkat pendidikan termasuk tidak berpengaruh nyata terhadap tingkat penghasilan di desa terpencil di mana tidak banyak pilihan atas aktivitas usaha/jenis pekerjaan atau volume bisnis hanya bisa dilaksanakan secara kecil-kecilan. Hal ini artinya sehingga tingkat pendidikan berpengaruh terhadap tingkat pendapatan, maka mesti terdapat pilihan atas model pekerjaan dan di di dalam tiap-tiap model pekerjaan terdapat penjenjangan jabatan.

Hal ini artinya pemerintah mesti tetap memperluas aktivitas ekonomi sehingga lapangan kerja makin lama terbuka dan terdapat peluang untuk pilih pekerjaan dan adanya penjenjangan di dalam model pekerjaan yang tersedia. Demikian termasuk pemerintah mesti mengakses isolasi atas desa terpencil sehingga di desa itu terdapat peluang untuk membangun berbagai bisnis dan masingmasing model bisnis bisa ditingkatkan volumenya.
Namun mesti dicatat bahwa walaupun di dalam persoalan tertentu tidak keluar kaitan pada tingkat pendidikan bersama dengan tingkat pendapatan, hal ini tidak artinya bahwa pendidikan tidak dibutuhkan. Meningkatkan penghasilan hanya keliru satu berasal dari sekian banyak fungsi pendidikan. Pendidikan tidak hanya berfungsi untuk tingkatkan penghasilan melainkan termasuk memperbaiki kepribadian anak-didik dan menolong terciptanya kerukunan di dalam kehidupan bermasyarakat. Hal ini sebenarnya menciptakan nilai tambah ekonomi yang memadai besar. [1]

Artikel Lainnya : https://tutorialbahasainggris.co.id/motivation-letter-5-cara-dan-contoh-membuat-motivation-letter-bahasa-inggris/

Di segi lain, belajar yang mirip mendapatkan bahwa th. lagi pendidikan formal di Amerika Serikat menyebabkan orang cenderung mendambakan jadi pengusaha. Lebih tidak baik lagi, kesuksesan proses pendidikan di seluruh dunia di dalam keterampilan menanamkan tampaknya punya jalinan negatif bersama dengan bagaimana lulusan bisa berpikir mereka untuk memulai usaha.

Profesor Yong Zhao, Dekan Associate Global Education di University of Oregon (AS) baru-baru ini dibandingkan nilai matematika PISA nasional negara-negara maju secara ekonomi bersama dengan nilai-negara yang dirasakan kapabilitas kewirausahaan, berasal berasal dari knowledge survei world monitor Kewirausahaan.
Hasil (lihat grafik) menyarankan kontra-intuitif bahwa keterampilan yang lebih baik sesuai bersama dengan yang kurang percaya diri atas kapabilitas untuk memulai bisnis. Penjelasan yang lebih baik adalah bahwa langkah keterampilan diajarkan menyebabkan kerusakan sikap yang diperlukan untuk memulai bisnis. Mr Zhao berpendapat bahwa “sekolah tradisional punya tujuan untuk buat persiapan karyawan daripada entrepreneur kreatif. Sebagai hasilnya, sekolah tradisional lebih berhasil adalah (sering diukur oleh nilai tes di dalam sebagian mata pelajaran), makin lama menahan kreativitas dan impuls kewirausahaan.

Baca Juga :

Reformasi Pendidikan di Indonesia: Berhasilan atau Gagal?

Reformasi Pendidikan di Indonesia: Berhasilan atau Gagal?

Pada th. 2005, lebih dari satu sebagai respon pada permintaan untuk “re-memprofesionalkan” profesi guru, Indonesia mengadopsi UU Guru dan Dosen yang di sediakan komprehensif, paket memahami reformasi manajemen guru dan mekanisme pembangunan dan lembaga. Meskipun pendidikan tambahan yang dibutuhkan oleh guru untuk menjadi bersertifikat di bawah Undang-Undang memicu lebih dari satu hasil siswa yang positif, fakta sertifikasi dan dua kali lipat penghasilan yang mengikutinya. Sejumlah mekanisme jaminan mutu ditujukan untuk menopang proses ini, cuma saat ini tengah dimasukkan ke dalam daerah yang kala berguna seluruhnya mempunyai potensi untuk mewujudkan lebih dari satu tujuan awal dari diterbitkannya UU tersebut.

Di seluruh lokasi di dunia, peran guru dalam mengimbuhkan pendidikan yang berkwalitas baik dianggap jadi kritis. Guru yang perlu bekerja lebih ekstra, teknik belajar mengajar yang berpusat pada siswa aktif untuk mengimbuhkan kurikulum yang relevan, dalam konteks panggilan yang lebih kuat untuk desentralisasi, manajemen berbasis sekolah, perlu mempromosikan dukungan penduduk untuk sekolah, perlu memperlihatkan kedua prinsip-prinsip etika yang kuat dan praktek yang baik dan pada akhirnya perlu memberi impuls pada siswa, memastikan kesegaran dan keselamatan mereka, dan menopang mereka belajar apa yang mendambakan siswa perlukan.

Peran ini variasi bagi guru benar-benar mutlak di Indonesia, bersama nyaris tiga juta guru – dari TK sampai pendidikan menengah akademik dan kejuruan; di sekolah umum, swasta, dan Islam. Dengan dua macam status kepegawaian pegawai negeri dan status kontrak selagi – Indonesia mempunyai salah satu kader terbesar dan paling bervariasi dari keguruan di dunia. Bagaimana perihal ini dicoba untuk diprofesionalkan, profesi guru bersama reformasi manajemen guru dan pengembangan proses dan lembaga pendidikan guru dan proses yang membuahkan guru – dan type efek reformasi ini udah mempunyai pada mutu pendidikan dan hasil peserta didik, karenahal itu mutlak bagi pembangunan bangsa di masa depan.

Jawaban Indonesia pada tantangan ini adalah perintis menata peran, kiat dan tanggung jawab Guru dan Dosen mengacu UU Nomor 14 th. 2005, konsekuensinya tambahan biaya dibutuhkan pula untuk meningkatkan mutu dan kesejahteraan mereka dalam menopang UU Pendidikan yang sebelumnya terbit th. 2003. Aturan Guru layaknya yang dikenal diuraikan berkenaan kompetensi yang dibutuhkan guru di empat bidang (pedagogik, pribadi, sosial, dan profesional) dan penggabungan mereka ke dalam standar guru nasional, peran beraneka unit Kementerian dan lembaga dalam menopang guru mencapai kompetensi ini, proses sertifikasi guru dan kualifikasi yang dibutuhkan untuk sertifikasi tersebut, dan kondisi di mana guru dapat menerima tunjangan spesifik dan profesional.

Sebuah reformasi utama adalah persyaratan bahwa seluruh guru perlu resmi “bersertifikat”. Proses sertifikasi yang dihasilkan mandat penyelesaian gelar empat th. bersama kualifikasi profesional pascasarjana dalam pedagogi praktis subjek yang dapat diajarkan. Guru yang berhasil menerima tunjangan profesi untuk melipatgandakan penghasilan mereka.

Isu-isu mutlak regulasi tentang pengelolaan guru dan pengembangan yang dibutuhkan untuk pertimbangan lebih lanjut, pengembangan profesional berkesinambungan dan link ke promosi dan gaji bertahap, penilaian kinerja guru, dan peran kepala sekolah dalam kepemimpinan instruksional. Dengan kata lain, UU Guru mengimbuhkan yang komprehensif, paket yang memahami reformasi yang membentuk agenda ambisius untuk melakukan perbaikan proses pendidikan nasional.

Ternyata para siswa dari guru bersertifikat tidak mempunyai hasil belajar yang lebih baik dibandingkan bersama siswa guru non-sertifikasi padahal pendapatanya dinaikkan dua kali lipat dari sebelumnya. Hal ini khususnya disebabkan oleh fakta bahwa pada tahun-tahun awal reformasi, karena pertimbangan politik, sertifikasi bagi banyak guru tidak didasarkan pada desain asli dari pengujian kompetensi namun lebih pada penilaian portofolio guru-dirakit dari pengalaman mereka. Selain itu, nyaris seluruh guru yang perlu mengambil alih pelatihan tambahan di luar portofolio lulus uji kompetensi berikutnya; bersama kata lain, nyaris seluruh guru dalam antrian sertifikasi berhasil. (Meskipun proses portofolio kini udah ditinggalkan menopang uji kompetensi untuk semua, lebih dari satu besar pelamar tetap berhasil dalam proses sertifikasi).

Tidak adanya perbedaan dalam materi dan penilaian pedagogi skor subjek guru bersertifikat dan tidak bersertifikat, memperlihatkan bahwa proses ini sendiri tidak meningkatkan kompetensi atau membedakan guru dalam perihal kualitas.

Namun, belajar sebenarnya memperlihatkan pertalian yang kuat pada ilmu guru (baik materi pelajaran dan pedagogi) dan hasil belajar siswa. Hal ini khususnya disebabkan oleh persyaratan bahwa seluruh guru meraih gelar empat th. sebelum sertifikasi. Dengan kata lain, pelatihan tambahan tidak meningkatkan kualitas, sertifikasi dan tidak meningkatkan penghasilan.

Artikel Lainnya : https://tokoh.co.id/biodata-blackpink-all-member-dan-fakta-terlengkap/

Daya tarik sertifikasi dan penghasilan yang lebih tinggi udah memicu peningkatan besar dalam kuantitas dan mutu lulusan sekolah menengah masuk fakultas pendidikan guru di perguruan Indonesia.
Beragam mekanisme jaminan mutu ditujukan untuk menjadi anggota integral dari reformasi – pengembangan standar kompetensi guru, proses yang lebih baik merekrut dan kepala pelatihan guru dan pengawas, dan proses yang sistematis induksi guru, mentoring, masa percobaan, dan penilaian kinerja – cuma saat ini tengah dimasukkan ke dalam daerah daripada sebelumnya dalam proses di mana itu dapat menjadi lebih berguna. Harapannya adalah bahwa kala mekanisme ini beroperasi layaknya yang direncanakan, efisiensi dan efektivitas proses reformasi guru dapat meningkat.

Akhirnya, biaya reformasi guru (terutama pembayaran tunjangan profesi) udah burgeoned – dan dapat konsisten melakukannya – dan kiat penghematan biaya sehingga berarti dapat diperlukan, khususnya yang tentang bersama efisiensi yang lebih besar dalam penyebaran guru.

Baca Juga :

Pendidikan Berbasis Texbook Digital di Korea Selatan

Pendidikan Berbasis Texbook Digital di Korea Selatan

Korea Selatan telah menjadi tidak benar satu dunia pembawa standar di dalam pendidikan, dengan siswa secara terus menerus mencetak gol di pada tiga negara di standar PISA (Program for International Student Assessment) pengujian di dalam membaca, matematika dan pengetahuan pengetahuan. Didukung oleh prinsip nasional untuk teknologi dan pendidikan, dan mendapat dukungan oleh tidak benar satu tingkat tertinggi penetrasi internet berkecepatan tinggi di dunia, Korea Selatan terus mendorong dan mencampurkan batas-batas teknologi dan pendidikan dengan beberapa langkah seperti inisiatif buku digital, cuma satu anggota berasal dari proyek yang komprehensif Smart Education ‘.

“Pendidikan Cerdas akan membuat perubahan cara kami lihat buku teks,” tulis Ju-Ho Lee, Menteri Pendidikan, Sains dan Teknologi. “Transfer berasal dari buku kertas tradisional untuk buku digital akan terlalu mungkin siswa untuk meninggalkan ransel mereka berat dan menjelajahi dunia di luar kelas.” [1]

Departemen Pendidikan, Sains dan Teknologi (MEST) meluncurkan program pada tahun 2007, menyerukan tidak cuma untuk penciptaan buku digital, tapi terhitung database jaringan berasal dari bahan ajar untuk melayani sebagai yang baru, curriculae fleksibel. Pendidikan guru di dalam teknologi digital, namun, di mulai nyaris 20 tahun di awalnya pada tahun 1988, kala MEST melembagakan Standar Keterampilan ICT untuk Guru di dalam mengantisipasi keperluan kepemimpinan kelas teknologi mahir.

Dalam tiga tahun pertama fase pilot, prototipe buku telah diperkenalkan ke sekolah-sekolah SD dulu, dengan obyek ambisius menempatkan sebuah buku digital di tangan masing-masing siswa pada tahun 2015. Sedangkan investasi startup total diproyeksikan menjadi sekitar US $ 2,4 miliar , tanggapan pada fase awal telah positif, dan MEST berharap digitalisasi akan menghemat duit di dalam jangka panjang dengan kurangi ongkos buku dikarenakan harga PC tablet menjadi tambah terjangkau.

Pendukung program sangat percaya pemakaian buku teks digital punyai banyak keuntungan yang tidak sama atas pembelajaran berbasis cetak tradisional, yang kini banyak diamati oleh pendidik Korea sebagai benar-benar pasif dan ketinggalan zaman. “Sebagai keperluan pendidikan berubah, begitu terhitung metode pembelajaran yang dikembangkan untuk mencukupi keperluan pendidikan,” menjelaskan Sang-Hyun Jang, Direktur Global Futures di Korea Pendidikan & Penelitian Layanan Informasi, lengan rencana pusat inisiatif Pendidikan Cerdas. “Menghafal Rote dan pengulangan adalah metode pembelajaran yang efektif untuk informasi cuma mempertahankan, tapi tidak cocok untuk penerapan pengetahuan dan reproduksi kreatif. Kompetensi kreatif adalah obyek utama pendidikan. ”

Buku digital, pendukung berpendapat, sedia kan platform untuk kurikulum yang mampu dengan ringan diperbarui oleh guru, dan terhitung tawarkan lebih banyak peluang untuk konten dinamis dengan peningkatan interaktivitas. Studi terbaru menunjukkan bahwa fasilitas baru tampaknya punyai pengaruh positif pada siswa belajar, dengan perbaikan diukur di dalam meta-kognisi, self-regulated learning, self-efficacy, eksplorasi informasi, pemecahan masalah, stimulus intrinsik dan refleksi diri. [2]

Mungkin hasil yang paling mengasyikkan sejauh ini menunjukkan bahwa buku teks digital benar-benar efektif di dalam mempersempit kesenjangan pendidikan pada siswa berasal dari kota-kota kecil dan tempat tinggal tangga miskin. [3] Digitalisasi terhitung mempengaruhi kesenjangan kebolehan membaca type kelamin, dengan anak laki-laki menunjukkan kebolehan lebih di dalam membaca secara online , meskipun masih di belakang anak perempuan. Mahasiswa Korea terhitung telah mengungguli orang-orang berasal dari negara-negara lain di melek digital dengan menunjukkan top-notch membaca secara online sebagai lawan membaca di fasilitas cetak. [4]

Mr Jang menjelaskan bahwa tantangan terbesar proyek berada di ranah hukum. “Meskipun faedah dan kemudahan pencarian informasi di lingkungan multimedia, buku digital tambah isu-temui berkaitan dengan hak cipta hukum. Pengembangan buku digital yang sukses dan diseminasi perlu penghapusan type rintangan. ”

Namun demikian, Mr Jang menunjukkan bahwa era depan pendidikan digital adalah “tak terelakkan”, dan terdiri berasal dari cuma satu cara di dalam realisasi ‘U-Learning,’ sebuah rancangan yang mengedepankan bahwa pembelajaran kudu di mana-mana, terus menerus dan fleksibel. Komponen lain berasal dari proyek ini meliputi pengembangan Depan Sistem Pembelajaran Cyber untuk tingkatkan peluang pendidikan luar sekolah, dan pembentukan gateway e-Learning, Koel, untuk berbagi praktek-praktek paling baik di dalam pendidikan digital di seluruh dunia.

Sementara hasilnya menggembirakan, negara-negara lain mampu mendapatkan program susah untuk ditiru. Pendidikan pandai bergantung pada faktor nomor yang unik untuk Korea Selatan. Cepat, internet handal ada nyaris di mana-mana di tempat perkotaan dan pedesaan sama. Negara ini menempatkan premi yang tinggi pada pendidikan, dengan sejumlah besar baik membeli pendidikan swasta dan publik. Komitmen bangsa untuk teknologi di dalam pendidikan tanggal ulang ke ketetapan formal pada tahun 1970 untuk mengintegrasikan komputasi pendidikan ke sekolah-sekolah tinggi dan universitas. Thread ini telah dilakukan ke di dalam kiat pembangunan nasional era kini berpusat di sekitar kemampuannya untuk gunakan dan menciptakan teknologi. Dengan pendekatan yang terkoordinasi pada ekonomi, pendidikan dan kebijakan, Korea Selatan mampu beri tambahan negara-negara lain dengan visi yang berfaedah era depan pendidikan digital.

Baca Juga :

Peringati HCPSN, Pemkab Kediri Gelar Lomba Mewarnai Tingkat Pelajar

Peringati HCPSN, Pemkab Kediri Gelar Lomba Mewarnai Tingkat Pelajar

Peringati HCPSN, Pemkab Kediri Gelar Lomba Mewarnai Tingkat Pelajar

Peringati HCPSN, Pemkab Kediri Gelar Lomba Mewarnai Tingkat Pelajar

Peringati HCPSN, Pemkab Kediri Gelar Lomba Mewarnai Tingkat Pelajar

Untuk memperingati Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional (HCPSN). Pemerintah Kabupaten Kediri

menggelar lomba mewarnai bagi siswa siswi Taman Kanak kanak. Lomba diikuti sejumlah 160 peserta perwakilan dari setiap kecamatan se-Kabupaten Kediri. Kegiatan tersebut berlangsung di depan Taman Hijau SLG di bawah rindangnya pohon Ketepeng.

Peringatan ini ditujukan untuk meningkatkan kepedulian, perlindungan, pelestarian puspa dan satwa nasional. Serta untuk menumbuhkan dan mengingatkan akan pentingnya puspa dan satwa dalam kehidupan kita. Peringatan Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional dimulai pertama kali pada tahun 1993.

Tema kegiatan adalah ‘Membangun Generasi Milenial Cinta Puspa dan Satwa untuk Indonesia Maju’

. Para peserta mewarnai gambar binatang yang dilindungi keberadaannya, seperti gajah, jerapah, singa, zebra dan lain-lain.

Baca Juga:

Puluhan Ribu Surat Suara Rusak, KPU Kabupaten Kediri Sortir Ulang
Pemkab Kediri Gelar Pameran UMKM di Monumen SLG Sediakan 40 Stand
Pemkab Kediri Kembali Raih Predikat WTP dari BPK
Bupati Kediri: Semoga Idul Adha Bisa Tingkatkan Keimanan dan Ketaqwaan Kita

Putut Agung Subekti, Plt. Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Kediri mengatakan,

dengan melibatkan anak-anak, berarti mereka sudah dikenalkan tentang lingkungan hidup sejak dini.

“Dari kegiatan ini, anak-anak kita ajarkan pula untuk selalu cinta pada lingkungan, mencintai tanaman dan satwa di sekitar. Harapannya kepada seluruh masyarakat Kab. Kediri untuk selalu melestarikan tumbuhan dan satwa yang ada, jangan sampai diburu ataupun ditembak. Untuk daerah sekitar agar tetap hijau, ayo menanam,” pesannya.

Pada kegiatan ini pula, ada pesan-pesan yang dapat disampaikan untuk mengurangi penggunaan sampah plastik, karena sampah plastik sulit diuraikan oleh tanah. Selain itu penumpukan kotoran plastik juga mengakibatkan pencemaran tanah.

Tidak hanya lomba, siswa siswi TK juga diajak bermain dan bernyanyi yang menambah suasana semakin meriah penuh keceriaan. Di akhir acara diserahkan hadiah bagi para pemenang lomba mewarnai.

 

Baca Juga :