twittsev.com

Situs Web Pendidikan Terupdate

Sebelas Tahun Menunggu Aliran Listrik

Sebelas Tahun Menunggu Aliran Listrik

Sebelas Tahun Menunggu Aliran Listrik

Sebelas Tahun Menunggu Aliran Listrik

Sebelas Tahun Menunggu Aliran Listrik

GARUT-Rasa bahagia terlihat dari warga RW 12 Kampung

Sukamanah Desa Limbangan Kecamatan Ciwangi Kabupaten Garut, setelah Perusahaan Listrik Negara (PLN) akhirnya menyambungkan jaringan listrik.

Ketua RW Endang Setiawan mengatakan sejak tahun 1996 sudah mengajukan penyambungan listrik namun baru mendapatkan respon tahun lalu.

“Tahun ini akhirnya tersambung,” ujarnya, Rabu (8/2).

Di kampung ini terdapat 20 rumah yang selama

ini gelap atau mendapatkan listrik dari kampung sebelah. Dengan adanya sambungan ini menurutnya kegiatan masyarakat akan semakin ramai.

GM PLN Jabar Iwan Purwana

mengatakan penyambungan ini merupakan salah satu dari program listrik desa.

“Ini bagian dari listrik Caang yang digalakkan Pemprov Jabar,” ujarnya. jo</string>

 

Baca Juga :

Harga Jual Listrik Energi Terbarukan Dibawah Keekonomian

Harga Jual Listrik Energi Terbarukan Dibawah Keekonomian

Harga Jual Listrik Energi Terbarukan Dibawah Keekonomian

Harga Jual Listrik Energi Terbarukan Dibawah Keekonomian

Harga Jual Listrik Energi Terbarukan Dibawah Keekonomian

BANDUNG-Energi terbarukan menjadi salah satu core bisnis PT Len.

Sejumlah lokasi telah disiapkan untuk dibangun PLTS.

Namun demikian, pengembangan energi terbarukan termasuk energi matahari atau surya masih terkendala harga jual yang dianggap lebih murah dari biaya produksinya.

“Harga jualnya 85 % dari harga produksi. Ini membuat pengembangan energi terbarukan sementara lihat-lihat dulu,” ujar Dirut PT Len Zaky Gamal, Jumat (10/02).

Menurutnya PT Len sangat bersemangat membangun PLTS hanya s

aja setelah ada Permen ESDM nomor 12 tentang patokan harga EBT (Energi Bari Terbarukan) semangat itu sedikit kendor.

“Kami juga melihat-lihat dulu, sebab mambangun

energi terbarukan dan menjualnya juga harus untung bagi perusahaan. Tapi kalau harga jual 85% dari keekonomian, tentu kami berpikir ulang,” tegasnya.

Ia mengatakan potensi energi terbarukan di Indonesia sangat besar demikian juga di wilayah Jabar. Jo

 

Sumber :

https://www.kiwibox.com/alistudio/blog/entry/147702837/gelombang-elektromagnetik/

RZ dan Kitabisa Launching Water Well di Bogor

RZ dan Kitabisa Launching Water Well di Bogor

RZ dan Kitabisa Launching Water Well di Bogor

RZ dan Kitabisa Launching Water Well di Bogor

RZ dan Kitabisa Launching Water Well di Bogor

BANDUNG-Rumah Zakat (RZ) bersama meresmikan water well di Desa Sinarsari,

Kecamatan Dramaga, Bogor. Bantuan sarana air bersih dan pengeboran sumur dibangun, sebab di wilayah tersebut tidak semua warga punya sumur dan karena tempat ini berada di atas, ketika warga memerlukan air, maka harus ke sumber mata air di sungai yang ada di bawah dengan kondisi jalan yang cukup terjal dan berbahaya, sehingga hanya bisa diakses pada pagi dan siang hari. Peresmian dihadiri oleh Kepala Desa Sinarsari, Camat Dramaga, Anggota DPRD Bogor, dan perwakilan RZ Pusat.

“Alhamdulillah dengan adanya bantuan dari para donatur RZ melalui web

 

bantuan untuk pembangunan sarana air bersih ini dapat terkumpul.

Proses pembangunan sarana air bersih dimulai sejak bulan Desember 2016 hingga Januari 2017,” ujar Sopian, Relawan Inspirasi RZ Bogor, Senin (13/2).

Meski awalnya pembangunan sarana air bersih ini terkendala lokasi lahan, namun dengan adanya bantuan dan kerja sama warga serta pengurus PNPM Sarana Air Bersih di beberapa wilayah di Bogor, maka lahan untuk sarana air bersih akhirnya didapat dari tanah wakaf milik salah satu warga.

Dari rilis RZ, pembangunan sarana air bersih di wilayah tersebut berupa 2 toilet, 1 MCK,

dan 1 tempat wudhu. Selain itu dilakukan pengeboran sumur dari Water Well ke sumber mata air sedalam 28 meter. Fasilitas umum ini dapat digunakan oleh 50 Kepala Keluarga (KK) atau sekitar 200 warga yang ada di sana. Untuk ke depannya biaya perawatan pun berasal dari sumbangan masyarakat yang menggunakan Water Well tersebut.

“Saya ucapkan terima kasih atas bantuan yang telah diberikan. Sarana air bersih ini tentu sangat bermanfaat untuk masyarakat sekitar. Alhamdulillah sekarang warga tidak perlu lagi jauh-jauh mengambil air ke sungai,” kata Latif, Kepala Desa Sinarsari. (Pun)

 

Sumber :

https://www.kiwibox.com/reedcooper/blog/entry/147950987/how-to-learn-more-about-business

Jabar Terbanyak Bank Di Likuidasi

Jabar Terbanyak Bank Di Likuidasi

Jabar Terbanyak Bank Di Likuidasi

Jabar Terbanyak Bank Di Likuidasi

Jabar Terbanyak Bank Di Likuidasi

BANDUNG-Kasus bank bermasalah di Indonesia dan akhirnya harus

dilikuidasi oleh Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) hingga saat ini masih tinggi terjadi di sejumlah provinsi di Indonesia.

Menurut Direktur Group Litigasi LPS, Arie Budiman, sejak berdirinya LPS pada tahun 2005, hingga 31 Juli 2017 tercatat ada sekitar 81 perbankan yang sudah dilikuidasi oleh LPS.

“81 perbankan yang dilikuidasi masing-masing 1 Bank Umum, 75 BPR

dan 5 BPR Syariah,” ucap Arie, dalam Media Workshop tema “Peran dan Fungsi LPS Dalam Menjaga Stabilitas Sistem Perbankan,” di Bidakara Grand Savoy Homan, Senin (28/08).

Menurut Arie, dari 81 perbankan yang dilikuidasi oleh LPS, Jawa Barat menjadi yang tertinggi dengan kasus bank yang di likuidasi sebanyak 20 bank disusul Jabodetabek dan Banten 19 bank dan Sumatera Barat sebanyak 14 bank.

“Untuk tahun ini di Jabar belum ada yang dilikuidasi, tapi sejak 2005

lalu sudah ada 20 bank, yang sudah selesai 18 bank dan sedang proses 2 bank,” katanya.

 

Baca Juga :

 

 

Yoahana: Hapus Manta Rantai Kekerasan

Yoahana Hapus Manta Rantai Kekerasan

Yoahana: Hapus Manta Rantai Kekerasan

Yoahana Hapus Manta Rantai Kekerasan

Yoahana Hapus Manta Rantai Kekerasan

BANDUNG-Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak

Yohana Susana Yambise menegaskan, tradisi bulying atau kekerasan harus segera diputus mata rantainya agar tidak menjadi budaya ke depannya. Hal itu disampaikan Yohana saat memberikan kuliah umum di hadapan mahasiswa baru UPI Bandung di kamapus UPI Jl. Setiabudi Bandung, Kamis (31/8), pada acara penutupan Masa Pengenalan Kampus bagi mahasiswa baru.

“Tidak ada ajakan lain kecuali menghapus mata rantainya. Jika tidak, akan terjadi terus. Peran kampus harus nyata di sini” katanya.

Salah satu cara memutus mata rantai kekerasan adalah dengan pengawasan ketat

dari kampus atau sekolah pada setiap kegiatan mahasiswa di kampus.

“Pihak kampus harus mengawasi ketat setiap kegiatan, bila perlu ada dosen yang terjun langsung dalam setiap kegitan tersebut. Jangan hanya memberi ijin secara administratif, tetapi hadir langsung secara fisik” jelasnya.

Dalam kesempatan itu Menteri PPA Yohana Yambise juga memberikan motivasi

pada mahasiswa baru tentang peran perempuan dengan mencontohkan dirinya sebagai anak Papua yang berhasil dalam bidang akademik. (Pun)

 

Sumber :

https://s.id/4wzUI

Fesyar 2017 tingkat Jabar ditutup, Selanjutnya di Surabaya

Fesyar 2017 tingkat Jabar ditutup, Selanjutnya di Surabaya

Fesyar 2017 tingkat Jabar ditutup, Selanjutnya di Surabaya

Fesyar 2017 tingkat Jabar ditutup, Selanjutnya di Surabaya

Fesyar 2017 tingkat Jabar ditutup, Selanjutnya di Surabaya

BANDUNG-Mengawali ISEF tahun 2017 yang akan diadakan bulan November 2017

di Surabaya, seluruh Kantor perwakilan bank Indonesia yang tersebar di 34 provinsi secara serentak menyelenggarakan Festival Ekonomi Syariah.

Untuk regional kawasan timur Indonesia di pusatkan di Makassar, regional Sumatera di Medan dan regional Jawa dipusatkan di Bandung, dengan mengusung tema “Mendorong peran ekonomi syariah dalam rangka penguatan ekonomi regional”.

Adapun tujuan utama dari kegiatan Fesyar adalah agar pengembangan ekonomi syariah

dapat dilakukan secara serentak di seluruh Indonesia, melalui edukasi dan sosialisasi produk produk keuangan syariah bagi masyarakat.

Kepala BI Jabar Wiwiek Sisto Widayat mengatakan, perekonomian syariah memiliki peran yg sangat penting dan strategis dalam pembangunan nasional serta diharapkan menjadi solusi bagi pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui sinergi dengan berbagai institusi pusat maupun daerah termasuk Bank Indonesia

“Salah satunya melalui kegiatan ISEF (indonesia shari’a economic forum) sejak 2014

untuk mengenalkan bentuk kegiatan ekonomi dan produk keuangan syariah yg bertujuan menjadikan Indonesia sebagai pusat pengembangan ekonomi syariah global,” ujarnya, Minggu (3/9).

Selain itu kegiatan ini juga sebagai ajang mempromosikan dan mendekatkan produk dan jasa umkm industri kreatif dan ketahanan pangan berbasis syariah kepada masyarakat serta sebagai upaya mengenalkan dan mendorong ekonomi syariah.

Kegiatan Grand Final Fesyar 2017 tingkat Provinsi Jawa Barat pada sore hari ini secara resmi ditutup oleh Kepala BI Jabar. Jo

 

Sumber :

https://bit.ly/2ID5Hmu

PERINGATI HARI KARTINI

PERINGATI HARI KARTINI

 

KEPANJEN

Suasana berbeda terlihat di sejumlah kantor SKPD di Kabupaten Malang, Senin (22/4) pagi. Hampir seluruh para perempuan Aparatur Sipil Negara (ASN) dan tenaga honorer mengenakan pakaian kebaya. Mereka penuh semangat tinggi mengenakan baju khas tersebut guna memperingati Hari Kartini yang jatuh pada tanggal 21 April, kemarin. Sedangkan, ASN pria menggunakan seragam yang berlaku di hari ini, yakni PDH Keky.

SKPD yang turut memperingati Hari Kartini dengan cara tersebut adalah seluruh SKPD yang berkantor di lingkungan Kantor Bupati Malang di Kota Kepanjen. Mereka kompak menggunakan kebaya sejak berangkat dari tempat tinggalnya. Pagi tadi, sesampai di kantor, mereka pun menjalankan aktifitas secara normal, salah satunya mengawalinya dengan mengikuti apel pagi di halaman belakang Kantor Bupati Malang. Hingga menjalani aktifitas pekerjaan dalam memberikan pelayanan sebaik-baiknya bagi masyarakat.

Dalam apel kali ini, ada yang tampak berbeda

Mulai dari Pembina Apel yang diambil oleh Shanti Purwaningtyas selaku Kepala Bagian Tata Pemerintahan Umum Sekretariat Daerah Kabupaten Malang, hingga para Pemimpin Pasukan dipilih semuanya para perempuan dengan berkebaya. Hal ini sekaligus bagian dari upaya mengenang dan menghormati jasa perjuangan ibu Kartini. Pemandangan serupa juga terjadi di SKPD lainnya.

‘’Bersyukur kita memiliki ibu Kartini karena atas perjuangan beliaulah, kita bisa sejajar dengan kaum pria. Hanya satu yang menjadi kelemahan kaum perempuan yaitu tidak tahu bahwa dirinya itu berharga. Dan, para ibu-ibu dan perempuan ASN di lingkungan Pemkab Malang hari ini mengenakan kebaya sebagai bentuk upaya mengenang dan menghormati perjuangan beliaulah, ibu Kartini,” terang Shanti Purwaningtyas saat memberikan arahan pada apel pagi tadi.

Dalam moment ini

Shanti berpesan, tetaplah berjuang pada garis yang telah ditentukan. Jangan melawan kodrat bahwa kita memang perempuan. Tetapi selaku ibu dan istri, perempuan tetap perempuan. Ditambahkannya, setinggi apapun jabatan perempuan itu, peran terpenting tetap menjadi seorang ibu.

Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Malang

Hal senada disampaikan Kepala Bagian Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Kabupaten Malang, Tien Farihah. Ia pun mengucapkan, selamat Hari Kartini kepada seluruh perempuan di Kabupaten Malang. ”Dengan semangat hari Kartini. Semoga kaum perempuan mampu berada dalam segala situasi dengan kemampuan terbaik,” harapnya menambahkan.

Artikel terkait :

Aplikasi Laut Nusantara Fase Kedua

Aplikasi Laut Nusantara Fase Kedua

 

 

DENPASAR

PT XL Axiata Tbk (XL Axiata) ikut memeringati Hari Bumi yang jatuh pada tanggal 22 April dengan menggelar acara bersih-bersih Pantai Mertasari, Sanur, Bali. Bekerja sama dengan Badan Riset dan Observasi Laut (BROL) Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), keduanya ikut menggandeng beberapa Dinas Kementerian, BPBD Kota Denpasar, civitas akademis, komunitas pecinta lingkungan serta nelayan.

“Isu sampah yang mengotori perairan laut kita termasuk pantai, terutama plastik, juga menjadi perhatian dan kekhawatiran XL Axiata karena bisa mengancam kelestarian lingkungan dan merugikan masyarakat. Kami berharap akan bisa lebih aktif lagi dalam ikut menanggulangi isu sampah ini,” kata Mochamad Imam Mualim dihadapan Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra dan Kepala BROL I Nyoman Radiarta di Bali, Senin (22/4/2019).

XL Axiata melalui program Laut Nusantara

Upaya menjaga kebersihan laut dan pantai juga masuk agenda XL Axiata melalui program Laut Nusantara. Imam Mualim menyebutkan, program dalam jangka panjang juga diarahkan untuk mendukung visi pelestarian ekologi laut. “Akan ada fitur-fitur yang mendukung upaya pelestarian lingkungan di laut tersebut dan bisa dimanfaatkan bukan saja oleh para nelayan, namun juga masyarakat luas melalui aplikasi Laut Nusantara,” tuturnya.

XL Axiata

Bersamaan dengan program bersih-bersih pantai, di lokasi dan waktu yang sama, XL Axiata kembali meluncurkan dan menyosialisasikan program Laut Nusantara fase kedua. Pada program ini tim dari XL Axiata mengajarkan langsung penggunaan aplikasi Laut Nusantara kepada para nelayan.

Tidak lupa, kepada mereka juga diberikan pemahaman mengenai manfaat dari pemanfaatan teknologi digital untuk membantu meningkatkan hasil tangkapan ikan di laut, sekaligus memastikan keamanan mereka dalam bekerja. Salah satu fitur yang mereka butuhkan adalah petunjuk lokasi tempat ikan berada.

Badan Riset dan Observasi Laut

Selama ini hal itu tidak bisa nelayan perkirakan. “Teknologi digital yang didukung data satelit dari Badan Riset dan Observasi Laut (BROL) mampu memberikan data-data ini,” klaimnya.

Selain itu, ada beberapa tambahan fitur di fase kedua yaitu navigasi yang lebih kompleks. Fitur ini memungkinkan pengguna untuk memilih jalur penangkapan ke beberapa titik dan langsung mendapatkan informasi mengenai jarak, waktu tempuh, dan kebutuhan bahan bakar sesuai rencana.

Kemudian fitur feedback untuk menginformasikan kondisi di titik tangkapan sesuai rencana awal apakah sesuai atau tidak. “Ada juga fitur informasi kondisi laut ter-update, ditunjukkan dengan pesan yang muncul berisi data titik koordinat, arah angin, kecepatan angin dan tinggi gelombang. Dengan tambahan fitur ini, diharapkan para nelayan/pengguna aplikasi dapat terbantu dari sisi tangkapan dan keselamatan secara lebih maksimal,” kata I Nyoman Radiarta.

 

Sumber: https://www.ram.co.id/

Merek Ikan Sarden Kalengan

Merek Ikan Sarden Kalengan

 

Badan Pengawas Obat dan Makanan

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menemukan sebanyak 27 merek ikan makarel atau sarden kalengan positif mengandung parasit cacing atau cacing jenis Anisakis Sp. Pertama kali produk ikan makarel kalengan mengandung cacing ditemukan di wilayah Riau. Kemudian dikembangkan seluruh BBPOM di seluruh Indonesia.

Kepala BPOM RI

Penny K Lukito menyampaikan pada temuan pertama hanya ada tiga merek ikan sarden yang mengandung cacing. Namun, setelah pemeriksaan dikembangkan, temuan bertambah menjadi 27 merek.

“Dari 66 merek ikan makarel dalam kaleng yang terdiri dari 541 sampel ikan, ada 27 merek yang positif mengandung parasit cacing,” jelasnya dalam konferensi pers di Kantor BPOM RI, Johar Baru, Jakarta Pusat, Rabu (28/3).

Dari 27 merek tersebut

16 di antaranya merupakan produk impor dan 11 merek merupakan produk dalam negeri. Beberapa merek di antaranya produk yang kerap ditemukan di pasaran seperti ABC, King Fisher, Gaga, Pronas, dan beberapa merek lainnya.

Penny mengatakan pihaknya menelusuri dan berkomunikasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terkait temuan ini. Koordinasi dengan KKP dilakukan untuk mengetahui asal usul produk dan bahan baku. Ikan makarel hanya ditemukan di perairan luar dan produk sarden dalam negeri yang ditemukan mengandung parasit cacing bahan bakunya dipasok dari luar negeri.

Ikan makarel tak ditemukan di perairan Indonesia

Dan secara natural memang mengandung parasit cacing. Tapi tentunya menjadi tugas kami Badan POM untuk menjamin produk yang diproduksi di sini, diedarkan, dan dikonsumsi oleh masyarakat memenuhi standar-standar yang ada dikaitkan dengan hygienic (higienitas), keamanan, mutunya dan manfaatnya,” papar Penny.

Tindakan dari BPOM selanjutnya ialah menarik produk sarden kalengan dari pasaran. Dalam hal ini BPOM RI telah meminta kepada BBPOM di seluruh Indonesia melakukan penarikan. Selain itu juga pihaknya akan menyetop masuknya 16 merek sarden kaleng impor ke Indonesia.

“Untuk produk dalam negeri juga kita setop karena bahan bakunya datang dari tempat yang kita indikasikan mengandung cacing tersebut. Jadi kita setop semuanya dan terus mengembangkan,” ujarnya.

Merek-merek yang ditemukan tidak mengandung cacing juga akan diteliti. Jika ditemukan mengandung cacing maka produksinya akan dihentikan.

“Jadi ini akan terus berkembang. Tadi ada 66 merek dan sudah 27 merek firm mengandung cacing dan sudah kita banned tidak bisa lagi impor dan produksi di dalam negeri,” jelasnya.

BPOM juga meminta kepada KKP agar menginformasikan temuan ini ke pihak pemasok bahan baku ikan makarel di luar negeri agar menghentikan impornya.

Sumber : https://merkterbaik.com/

Etika bisnis sendiri terbagi dalam

Etika bisnis sendiri terbagi dalam

Etika bisnis sendiri terbagi dalam

Etika bisnis sendiri terbagi dalam

Etika bisnis sendiri terbagi Beberapa diantaranya :

 Normative ethics:

 Concerned with supplying and justifying a coherent moral system of thinking and judging. Normative ethics seeks to uncover, develop, and justify basic moral principles that are intended to guide behavior, actions, and decisions (DeGeorge, 2002)

Descriptive ethics:

Is concerned with describing, characterizing, and studying the morality of a people, a culture, or a society. It also compares and contrasts different moral codes, systems, practices, beliefs, and values (Bunchholtz and Rosenthal, 1998).

Etika adalah

suatu cabang dari filosofi yang berkaitan dengan ”kebaikan (rightness)” atau moralitas (kesusilaan) dari kelakuan manusia. Kata etik juga berhubungan dengan objek kelakuan manusia di wilayah-wilayah tertentu, seperti etika kedokteran, etika bisnis, etika profesional (advokat, akuntan) dan lain-lain. Disni ditekankan pada etika sebagai objek perilaku manusia dalam bidang bisnis. Dalam pengertian ini etika diartikan sebagai aturan-aturan yang tidak dapat dilanggar dari perilaku yang diterima masyarakat sebagai ”baik (good) atau buruk (bad)”. Catatan tanda kutip pada kata-kata baik dan buruk, yang berarti menekankan bahwa penentuan baik dan buruk adalah suatu masalah selalu berubah. Akhirnya, keputusan bahwa manajer membuat tentang pertanyaan yang bekaitan dengan etika adalah keputusan secara individual, yang menimbulkan konskuensi. Keputusan ini merefleksikan banyak faktor, termasuk moral dan nilai-nilai individu dan masyarakat.