twittsev.com

Situs Web Pendidikan Terupdate

 Karakteristik Premanisme

 Karakteristik Premanisme

 Karakteristik Premanisme Karakteristik Premanisme

Premanisme banyak  tumbuh dan berkembang di kota-kota besar, dan bertanggung  jawab atas banyaknya kejahatan dalam bentuk pencurian, perusakan milik orang lain, dengan sengaja melanggar dan menantang otoritas orang dewasa serta moralitas yang konvensional, melakukan tindak kekerasan menteror lingkungan, dan lain-lain.[2] Pada umumnya para penganut paham premanisme sangat agresif sifatnya, suka berbaku hantam dengan siapapun juga tanpa suatu-sebab yang jelas, dengan tujuan sekedar untuk mengukur kekuatan kelompok sendiri, serta membuat onar di tengah ligkungan.

Pada intinya, gerombolan pemuda (preman) dari suatu gang dengan ciri-ciri a-sosial dan kriminal itu adalah anak-anak normal: namun oleh satu atau beberapabentuk pengabaian, dan upaya mecari kompensasi bagi segala kekurangannya, menyebabkan anak-anak muda ini kemudian menjadi jahat. Mereka lantas berusaha mendapatkan segala sesuatu yang ”memuaskan”, yang tidak cukup diberikan oleh orang tua mereka, keluaraga dan masyarakat sekitarnya. Hal-hal yang tidak ditemukan ditengah-tengah keluaraga dan lingkungan sendiri, kemudian justru ditemukan didalam gang itu: yaitu antara lain berupa posisi sosial, status, suatau ideal, pribadi idola, aksi-aksi bersama. Ikatan persahabatn, simpati kasih sayang, prestise, harga diri, rasa aman terlindung, dan seterusnya.[3]

Kebanyakan geng tersebut pada awalnya merupakan kelompok bermain yang beroperasi bersama-sama untuk mencari pengalaman baru yang menggairahkan, dan melakukan eksperimen yang  merangsang  jiwa mereka. Dari permainan yang netral dan menyenangkan hati itu, lama kelamaan perbuatan mereka menjadi liar dan tidak terkendali, ada di luar kontrol orang dewasa. Lalu berubah aksi-aksinya menjadi tindak kekerasan dan kejahatan.

Sumber :

https://whypoll.org/

 

 Risiko tanggung gugat (liability risk)

 Risiko tanggung gugat (liability risk)

 Risiko tanggung gugat (liability risk) Risiko tanggung gugat (liability risk)

Risiko yang mungkin kita alami atau derita sebagai tanggung jawab akibat kerugian atau lukanya pihak lain. Misalkan, pemberian asuransi oleh mandor bangunan kepada para pekerjanya.

Risiko yang dihadapi perlu ditangani dengan baik untuk mempertimbangkan kehidupan perekonomian di masa mendatang. Dalam menangani risiko tersebut minimal ada lima cara yang dapat dilakukan, antara lain:

  1. Menghindari risiko (risk avoidance)

Dapat dilaksanakan dengan cara mempertimbangkan risiko yang mungkin timbul sebelum kita melakukan aktivitas-aktivitas. Setelah mengetahui risiko yang mungkin timbul kit bisa menetukan apakah aktivitas tersebut bisa kita lanjutkan atau kita hentikan.

  1. Mengurangi risiko (risk reduction)

Tindakan ini hanya bersifat meminimalisasi risiko yang mungkin terjadi.

  1. Menahan risiko (risk retention)

Berarti kita tidak melakukan aktivitas apa-apa terhadap risiko tersebut. Risiko tersebut dapat ditahan karena secara ekonomis biasanya melibatkan jumlah yang kecil. Bahkan kadang-kadang orang tidak sadar akan usaha menahan risiko ini.

  1. Membagi risiko (risk sharing)

Tindakan ini melibatkan orang lain untuk sama-sama menghadapi risiko.

  1. Mentransfer risiko (risk transferring)

Berarti memindahkan risiko kerugian kepada pihak lain yang bersedia serta mampu memikul beban risiko.

Recent Posts

 

Spesifikasi enzim

Spesifikasi enzim

Spesifikasi enzim

            Tempat katalitik dari suatu enzim adalah bagian dari tempat pengikatan . Enzim, seperti antibodi sering bersifat sangat khusus dalam mengikat senyawa tertentu, karena gugusan asam amino pada tempat pengikatan hanya cocok untuk senyawa tertentu saja. Dengan istilah teknis dapat dikatakan bahwa suatu enzim dapat menunjukkan kekhususan yang tinggi terhadap substratnya. Dengan kata lain, konsep kekhususan mengandung makna bahwa satu enzim hanya dapat mengkatalis reaksi dari  substrat tertentu saja.

            Kekhususan tiap enzim merupaka

n segi penting dari pengendalian biolgis karena perubahan dalam aktivitas enzim tertentu hanya mempengaruhi senyawa tertentu, tanpa memberi akibat apapun terhadap senyawa yang lain. Ada segi kekhususan terhadap kemampuan katalitik itu sendiri. Kemampuan enzim untuk hanya menggunakan beberapa senyawa sebagai substrat (kekhususan yang tinggi), mengandung arti bahwa tempat pengikatan dapat membentuk tatanan geometrik tertentu , sehingga jumlah rantai samping dalam molekul enzim dapat mennimbulkan gaya yang jauh lebih kuat pada substrat yang cocok bila dibanding dengan gaya yang dapat ditimbulkan pada senyawa lain. Keberadaan gaya yang kuat ini adalah faktor yang sangat penting untuk mempermudah perubahan bentuk substrat sehingga ikatan molekul pada satu substrat dapat terputus dan kemudian membentuk ikatan baru. Enzim berbeda dengan antibodi karena ikatan yang erat dapat mengub

Recent Posts

Pengertian-Pengertian Dasar Tentang Kemanusiaan

Pengertian-Pengertian Dasar Tentang Kemanusiaan

Pengertian-Pengertian Dasar Tentang KemanusiaanPengertian-Pengertian Dasar Tentang Kemanusiaan

Fitrah manusia membuatnya berkeinginan suci dan secara kodrati cenderung kepada kebenaran (Hanief). “Dlamier” atau hati nurani adalah pemancar keinginan pada kebaikan, kesucian dan kebenaran. Tujuan hidup manusia ialah kebenaran yang mutlak atau kebenaran yang terakhir, yaitu Tuhan Yang Maha Esa. Karena secara fitrahnya manusia cenderung kepada kebenaran, kebaikan dan keindahan, maka manusia secara dasar / asasi disebut sebagai mahluk yang mempunyai cita-cita dan cenderung kepada sesuatu yang ideal (mahluk ideal). Dalam arti tidak mau menerima “apa adanya” dan tetap selalu berusaha mewujudkan “apa yang semestinya atau apa yang seharusnya”. Hanya manusia yang dapat membentuk lingkungannya dan bukan lingkungan yang membentuk dirinya. Dengan kesadaran atau pikirannya, ia selalu menginginkan sesuatu yang lebik baik, begitupun seterusnya. Apabila manusia tidak mempunyai nilai kemanusiaan ini, maka dapat dipastikan, manusia saat ini akan tetap dalam keadaan yang sama, tidak maju-maju dan tidak bisa mampu menciptkan sebuah peradaban. Manusia yang hidup berarti dan berharga ialah dia yang merasakan kebahagiaan dan kenikmatan dalam kegiatan – kegiatan yang membawa perubahan kearah kemajuan- kemajuan Keikhlasan adalah kunci kebahagiaan hidup manusia, tidak ada kebahagiaan sejati tanpa keikhlasan dan keikhlasan selalu menimbulkan kebahagiaan.

        III.     Kemerdekaan Manusia (Ikhtiar) Dan Keharusan Universal (Takdir)

Seperti yang disinggung dalam bab II, bahwa salah satu dari nilai asasi manusia adalah sebagai mahluk yang berkehendak bebas/ merdeka. Tanpa kemerdekaan / kebebasan memilih, maka tak akan ada keikhlasan. Karena pekerjaan itu, tidak dipilih sesuai dengan kehendak hati nuraninya. Keikhlasan yang insani tidak mungkin ada tanpa kemerdekaan Kemerdekaan itu dalam pengertian kebebasan memilih sehingga pekerjaan itu benar-

 

Recent Posts

Pengendalian Terpadu

Pengendalian Terpadu

Secara formal, sistem pengendalian komprehensif merupakansebuah konfigurasi subsistem yangterkait dan formal yang mendukung proses administratif. Untukdapat diformalkan, suatu subsistem pengendalian seharusnya terstruktur dan berkelanjutan, serta didesain dengan sebuah proses yang sesuai untuk mencapai tujuan spesifik. Pendekatan informal adalah sesuatu yang bersifat ad hoc, memiliki tingkat kepribadian yang tinggi dan bertujuan untuk mempertimbangkan variabi!itas. Anggaran, laporan akuntansi, biaya standar, dan pusat pertaoggdngjawaban adalah contohdari pendekatan formal. Norma-norma tak tertulis, manajemen seat-of-thepants dan pengendalian dengan caraintuisimerupakan contoh dari pendekatan formal. Untuk menjadi pengendalian yang komprehensif, suatu sistem pengendalian seharusnya mencakup aktivitas perencariaan, Operasi serta memenuhi fungsi umpan balik. Ketiga face proses administratif dan implikasi oengendaliannya akan didiskusikan dalam sesi berikut.

Perencanaan

Proses perencanaan dicirikan sebagai perilaku penetapan tujuan. Perencanaan formal lebih dari sekedar data-data statistik yang hampir memenuhiseluruh halaman dalam dokunien perencanaan. Aspek penting dari proses penetapan tujuan adalah adanya dua hal dasaryaitu organisasi dan komunikasi. Jika struktur organisasi tidak efisien, maka harus dirampingkan selama proses perencanaan. Proses perencanaan mengangkat berbagai pertanyaan mengenai pengendalian seperti:

Sumber :

Moto G5S Plus masuk India akhir Agustus

 

 Bahan Buangan Padat

 Bahan Buangan Padat

Bahan buangan padat adalah bahan buangan yang berbentuk padat, baik yang kasar maupun yang halus, misalnya sampah. Buangan tersebut bila dibuang ke air menjadi pencemaran dan akan menimbulkan pelarutan, pengendapan ataupun pembentukan koloidal.

  1. Bahan buangan organik dan olahan bahan makanan

Bahan buangan organic umumnya berupa limbah yang dapat membusuk atau terdegradasi oleh mikroorganisme, sehingga bila dibuang ke perairan akan menaikkan populasi mikroorganisme.

  1. Bahan buangan anorganik

Bahan buangan anorganik sukar didegradasi oleh mikroorganisme, umumnya adalah logam. Apabila masuk ke perairan, maka akan terjadi peningkatan jumlah ion logam dalam air. Bahan buangan anorganik ini biasanya berasal dari limbah industri yang melimbatkan unsur-unsur logam seperti timbal (Pb), Arsen (As), Magnesium (Mg), dll.

  1. Bahan buangan cairan berminyak

Bahan buangan berminyak yang dibuang ke air lingkungan akan mengapung menutupi permukaan air. Jika bahan buangan minyak mengandung senyawa yang volatile, maka akan terjadi penguapan dan luas permukaan minyak yang menutupi permukaan air akan menyusut. Penyusutan minyak ini tergantung jenis minyak dan waktu. Lapisan minyak pada permukaan air dapat terdegradasi oleh mikroorganisme tertentu, tetapi membutuhkan waktu yang lama.

  1. Bahan buangan berupa panas

Perubahan kecil pada temperatur air lingkungan bukan saja dapat menghalau ikan atau spesies lainnya, namun juga akan mempercepat proses biologis pada tumbuhan dan hewan bahkan akan menurunkan tingkat oksigen dalam air. Akibatnya akan terjadi kematian pada ikan atau akan terjadi kerusakan ekosistem.

  1. Bahan buangan zat kimia

Bahan buangan zat kimia banyak ragamnya, tetapi dalam bahan pencemaran air ini akan dikelompokkan menjadi :

  1. Sabun (deterjen, sampo, dan bahan pembersih lainnya),
  2. Bahan pemberantas hama (insektisida),
  3. Zat warna kimia,
  4. Zat radioaktif.

    Recent Posts

Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda (P3B)

Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda (P3B)

Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda (P3B)

Persetujuan Penghindaran Pajak Berganda (P3B)

Dengan tujuan untuk menghilangkan pengenaan pajak berganda internasional dan juga untuk mencegah terjadinya penghindaran pajak (tax avoidance), diperlukan suatu perjanjian perpajakan dengan Negara lain.

 

Undang-undang PPh, telah memberikan mandat kepada pemerintah untuk melakukan perjanjian dengan Negara lain.

 

Dalam penjelasan Pasal 32A UU PPh yang mengatur hal ini dijelaskan bahwa perjanjian perpajakan berlaku sebagai perangkat hukum yang berlaku khusus (lex-spesialis). Dengan demikian, ketentuan dalam UU Pajak Penghasilan tidak berlaku jika di dalam perjanjian perpajakan diatur lain.

 

Masing-masing negara berhak untuk menentukan pajak dalam batas kenegaraannya yang mengakibatkan perbedaan perpajakan di tiap-tiap negara, selain juga disebabkan perbedaan budaya dan pemaksaan pajak. Perbedaan tersebut meliputi perbedaan dalam penentuan pajak dan penentuan biaya.
Keseimbangan dan netralitas
Prinsip equity menyatakan dalam kondisi sama pembayar pajak hendaknya dibebankan pajak yang sama sedang netrality menyatakan pengaruh pajak hendaknya tidak memiliki imbas dalam pengambilan keputusan bisnis.
Sumber pendapatan
Sumber pendapatan dikelompokkan dalam dua kelas yaitu sumber pendapatan dalam negeri dan luar negeri. Sumber pendapatan luar negeri adalah hasil ekspor barang dan jasa termasuk dari cabang di luar negeri dan dikenai pajak pada saat pendapatan diakui. Pajak cabang LN dapat dikenakan dengan menggunakan dua metode yaitu pendekatan teritorial dan worldwide. Pendekatan teritorial berprinsip pajak dikenakan di negara asal di mana pendapatan di dapat. Pendekatan worldwide dikenakan baik pada penghasilan dalam maupun luar negeri (pajak berganda).
Penentuan biaya
Penentuan biaya berpengaruh pada besar pajak. Jika R dan D dikapitalisasi maka pajak penghasilan akan berlangsung selama masa pengakuan nilai sampai habis dalam penghapusannya. Jika diperlakukan sebagai biaya hanya berpengaruh pada periode tertentu sehingga berdampak pada pajak langsung. Perbedaan penentuan umur aset akan menentukan besar biaya. Aset didepresiasi lebih pendek berakibat pada biaya menjadi lebih besar dan pajak lebih kecil.
Tipe-tipe pajak
1. Corporate Income Tax, dua pendekatan yang digunakan sistem klasik yaitu pajak dikenakan jika penghasilan sudah diterima dan dicatat subyek pajak. Dan sistem integral yaitu mengeliminasi pajak berganda lewat dua metode yakni split rate dan imputansi.
2. With Holding Tax, penghasilan yang dihasilkan perusahaan anak di LN dikenakan pajak negara itu, sedang dividen yang dikirim ke perusahaan dikenakan pajak negara tempat perusahaan induk berada.
3. Indirect Tax, pajak tidak langsung dikenal sebagai pajak pertambahan nilai. Konsep mendasari adalah bahwa pajak dikenakan pada tiap tahap produksi. Pertambahan nilai didapat dari penghasilan barang dikurang nilai input, tetapi PPn bukan pajak penjualan.
Penghindaran pajak berganda

 

Prinsip Worlwide Income

Prinsip Worlwide Income

Prinsip Worlwide Income

Prinsip Worlwide Income

Prinsip Worlwide Income

Prinsip worldwide income pada UU PPh biss kita temui pada Pasal 4 ayat (1) UU PPh di mana ditegaskan bahwa penghasilan yang menjadi objek PPh ini bisa berasal dari Indonesia maupun berasal dari luar Indonesia. Kata-kata “dari luar Indonesia” inilah yang menjadikan prinsip pengenaan PPh kepada SPDN menjadi berdimensi internasional.



Kredit Pajak Luar Negeri PPh Pasal 24

 

Terkait dengan prinsip worldwide income di atas, SPDN yang memperoleh penghasilan dari luar negeri akan dikenakan PPh di Indonesia. Negara tempat sumber penghasilan di atas juga kemungkinan besar akan mengenakan pajak atas penghasilan yang bersumber dari negaranya. Dengan demikian, besar kemungkinan akan terjadi pengenaan pajak berganda di mana dua yurisdiksi perpajakan yang berbeda mengenakan pajak kepada penghasilan yang sama yang diperoleh subjek pajak yang sama.

 

Untuk menghindari pengenaan pajak berganda ini, UU PPh secara unilateral memberikan solusi dengan adanya Pasal 24 UU PPh. Pasal ini mengatur bahwa atas pajak yang terutang atau dibayar di luar negeri dapat dikreditkan oleh Wajib Pajak dalam negeri.Namun demikian, besarnya pajak yang bisa dikreditkan dibatasi tidak boleh melebihi penghitungan pajak terutang berdasarkan UU PPh.

 

Dalam menghitung besarnya maksmum kredit pajak PPh Pasal 24 ini, UU PPh menerapkan metode pembatasan tiap negara (per country limitation). Untuk itu maka penentuan Negara sumber penghasilan menjadi penting. Masalah ini diatur dalam Pasal 24 ayat (3) UU PPh di mana penentuan Negara sumber penghasilan ditentukan sebagai berikut :

 

  1. penghasilan dari saham dan sekuritas lainnya serta keuntungan dari pengalihan saham dan sekuritas lainnya adalah negara tempat badan yang menerbitkan saham atau sekuritas tersebut didirikan atau bertempat kedudukan
  2. penghasilan berupa bunga, royalti, dan sewa sehubungan dengan penggunaan harta gerak adalah negara tempat pihak yang membayar atau dibebani bunga, royalti, atau sewa tersebut bertempat kedudukan atau berada
  3. penghasilan berupa sewa sehubungan dengan penggunaan harta tak gerak adalah negara tempat harta tersebut terletak
  4. penghasilan berupa imbalan sehubungan dengan jasa, pekerjaan, dan kegiatan adalah negara tempat pihak yang membayar atau dibebani imbalan tersebut bertempat kedudukan atau berada
  5. penghasilan bentuk usaha tetap adalah negara tempat bentuk usaha tetap tersebut menjalankan usaha atau melakukan kegiatan
  6. penghasilan dari pengalihan sebagian atau seluruh hak penambangan atau tanda turut serta dalam pembiayaan atau permodalan dalam perusahaan pertambangan adalah negara tempat lokasi penambangan berada
  7. keuntungan karena pengalihan harta tetap adalah negara tempat harta tetap berada
  8. keuntungan karena pengalihan harta yang menjadi bagian dari suatu bentuk usaha tetap adalah negara tempat bentuk usaha tetap berada

Sumber :

https://urbanescapesusa.com/

 

BELUT SAWAH

BELUT SAWAH

  • Di Indonesia dikenal ada tiga jenis ikan yang disebut belut. Ketiga jenis ikan tersebut adalah Monopterus albus Zuiew, Synbranchus bengalensis Mc. Clellland, serta Macrotema caligans Cantor. Monopterus albus Zuiew di Indonesia dikenal dengan sebutan welut, lindung. Sementara itu, Synbranchus bengalensis Mc. Clellland, dikenal dengan sebutan kirai. Sedangkan Macrotema caligans Cantor dikenal dengan istilah belut.
  • Ketiga jenis ikan di atas termasuk dalam Family Synbranchidae serta Ordo Synbranchoidea. Dari ketiga jenis belut tersebut, Monopterus albus termasuk dalam jenis belut sawah yang sering dijumpai di lahan-lahan persawahan.
  • Tubuh belut sawah licin berbentuk bulat panjang seperti ular, tetapi tidak memiliki sisik. Belut sawah memiliki sirip punggung serta sirip dubur. Sirip-sirip tersebut berbentuk lipatan-lipatan kulit tanpa jari sirip.
  • Belut sawah tergolong binatang hermaprodit protogyni. Daur hidupnya dimulai dari masa juvenil (hermaprodit), berkembang menjadi belut betina, selanjutnya masuk dalam masa inter-sex, kemudian berkembang lagi menjadi belut jantan. Namun, hingga saat ini belum ada kepastian kapan belut sawah mengalami perubahan kelamin tersebut. Berbagai penelitian telah dilakukan, tetapi hasilnya masih sangat bervariasi. Beberapa ahli telah melakukan penelitian terhadap perubahan jenis kelamin maupun ukuran tubuhnya.
Berdasarkan hasil penelitian, dilakukan oleh Ir. Djatmika D.H. di daerah Magelang, Jawa Tengah dan Bantul, Yogyakarta, pada tahun 1982, diperoleh hasil mengenai ukuran serta jenis kelamin belut sawah sebagai berikut:
  • Benih, merupakan belut berukuran 2-2.7 cm, berwarna putih dengan sedikit warna merah muda. Di dekat kepala, terdapat bagian berwarna hijau, bagian ini merupakan kantong kuning telur cadangan makanannya.
  • Belut betina memiliki panjang tubuh sekitar 20-28 cm , warna punggungnya hijau kecoklatan atau kehitaman, warna perut putih kekuning-kuningan, sedangkan ukuran kepala maupun tengkuknya relatif kecil. Ekor berbentuk memanjang serta bagian ujungnya lancip.
  • Fase Intersex terjadi pada belut yang memiliki panjang tubuh antara 29-35 cm, warna tubuh bagian atas atau punggungnya coklat kehitaman, sedangkan warna bagian perut kuning kecoklatan, ukuran kepala maupun tengkuk relatif lebih besar bila dibanding belut betina, ekor agak panjang serta bagian ujungnya agak tumpul.
  • Belut jantan memiliki panjang tubuh antara 36-48 cm, bahkan di lapangan seringkali ditemui belut jantan berukuran lebih panjang daripada ukuran tersebut. Bagian tubuh atas atau punggung berwarna coklat kehijauan, sementara bagian perut berwarna kuning kecoklatan. Ukuran kepala maupun tengkungnya relatif besar, ekornya pendek, serta bagian ujungnya tumpul.

LINGKUNGAN HIDUP:

  • Belut sawah hidup di daerah persawahan maupun parit-parit di sawah. Mereka hidup di daerah lumpur atau tanah becek sampai kedalaman berkisar 10 cm. Biasanya banyak ditemukan di daerah-daerah pertanaman padi, terutama pada saat masa-masa awal penanaman. Hal ini disebabkan pada masa-masa tersebut, sawah masih digenangi air sehingga masih berlumpur. Sarangnya dibuat dengan cara menggali lubang seperti terowongan berliku, dalam hal ini pola sarang menyerupai huruf U. Binatang ini menyukai media dingin sebagai tempat tinggalnya. Suhu optimal saat budidaya berkisar antara 21 – 27 derajat celsius. Apabila mengalami kenaikan temperatur air, maka belut sawah akan meninggalkan tempat tersebut. Belut sawah mampu hidup di perairan dengan kandungan oksigen terlarut rendah, dimana pada kondisi tersebut, ikan-ikan air tawar lainnya sudah tidak lagi mampu mempertahankan hidupnya. Hal tersebut dikarenakan selain bernapas menggunakan insang juga memiliki alat pernapasan tambahan berupa lipatan-lipatan kulit tipis (lipatan kulit tipis ini terdapat di rongga mulutnya). Oleh karena itu, tidak mengherankan jika Monopterus albus memiliki daya hidup cukup baik. Inilah salah satu kelebihannya sebagai salah satu komoditas perikanan masa depan. Tingginya daya hidup tersebut membuat potensi agribisnis budidaya ikan jenis ini semakin terbuka lebar, sehingga keberhasilan usaha budidaya lebih terjamin.

Baca juga:

Cara Dan Teknik Budidaya Belut Hasil Maksimal

Cara Dan Teknik Budidaya Belut Hasil Maksimal

Cara Dan Teknik Budidaya Belut Hasil Maksimal – BUDIDAYA BELUT merupakan salah satu cabang usaha perikanan darat yang memiliki potensi bisnis sangat tinggi sehingga kegiatan tersebut memegang peranan penting dalam kegiatan ekonomi di sektor perikanan. Produktivitas kegiatan budidaya di sektor perikanan masih memungkinkan untuk dikembangkan, salah satunya adalah memperbaiki dan meningkatkan teknologi budidaya serta melakukan inovasi dalam kombinasi faktor-faktor produksi. Berternak belut merupakan kegiatan agribisnis perikanan yang perlu mendapatkan perhatian serius, mengingat potensi bisnisnya begitu besar bahkan teknologi budidaya yang diterapkan pun relatif lebih mudah diaplikasikan oleh petani atau peternak belut. Salah satu kelemahan dari usaha budidaya ini adalah minimnya pasokan benih belut, sehingga petani banyak yang kesulitan untuk mendapatkan benih. Berikut selengkapnya Cara Dan Teknik Budidaya Belut Hasil Maksimal untuk anda:

PELUANG USAHA BUDIDAYA BELUT SAWAH:

  • Kegiatan budidaya untuk jenis ikan belut memang belum banyak dilakukan secara kultur di kolam-kolam atau tempat-tempat pemeliharaan lain, karena dianggap kurang diminati konsumen. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kini banyak diproduksi makanan olahan berbahan dasar belut, baik dalam bentuk basah maupun kering. Hal ini menyebabkan peningkatan permintaan masyarakat terhadap komoditas perikanan. Meningkatkan permintaan terhadap komoditas belut secara otomatis akan menciptakan peluang agribisnis tersendiri. Oleh karena itu, tidaklah mengherankan jika kini berternak belut mulai banyak dilirik oleh pelaku agribisnis. Mereka berusaha membidik peluang pasar budidaya ini meskipun di daerah-daerah tertentu pengadaan benih belut sangat sulit untuk didapatkan. Pada artikel pendek ini, hanya akan dibahas mengenai cara budidaya untuk konsumsi, dengan masa budidaya selama 2-3 bulan.
CARA BUDIDAYA:
  • Meskipun mudah dilakukan, tetapi teknik atau cara budidaya belum banyak diketahui oleh peternak belut. Hal ini disebabkan secara kultur teknis ternak belut memang masih belum banyak dilakukan. Untuk mendapatkan informasi mengenai teknik budidaya yang baik dapat Anda simak pada ulasan-ulasan di bawah ini, namun sebelum melangkah lebih lanjut, tidak ada salahnya kalau kita mengenal belut lebih dalam lagi untuk sedikitnya membantu memudahkan proses budidaya disamping juga menambah wawasan kita sebagai seorang petani belut.

Sumber: https://newsinfilm.com/