twittsev.com

Situs Web Pendidikan Terupdate

Kedudukan NDP dan Mission HMI

Kedudukan NDP dan Mission HMI

Kedudukan NDP dan Mission HMIKedudukan NDP dan Mission HMI

Hubungan antara NDP dan Mision HMI bagai dua sisi mata uang. HMI mempunyai dua misi yang sangat jelas yatiu keIslaman dan keIndonesiaan. Misi keIslaman dalam rumusan NDP dapat posisi yang sangat penting, di mana sumber Al-Quran dan Sunah Rasul menjadi pedoman dasar dalam perumusan NDP.

  1. Metode Pemahaman NDP, Penjelasan Hubungan Antara Iman, Ilmu, Dan Amal

NDP menurut DR. Nur Ahmad Fadhil Lubis MA, kata-kata dan kalimat dalam NDP sarat akanmakna dan bersifat global. Dengan model seperti ini ada keuntungan dan kerugiannya. Keuntungan NDP yang dirumuskan lebih dari 30 tahun yang lalu, sampai hari ini tetap “awet” dan tetap terbuka untuk ditafsirkan oleh siapa saja. Hal ini tidak perlu dirisaukan apa lagi dikhawatirkan seolah kader-kader HMI mengalami stagnasi intelektual. Kerugiannya, NDP menjadi agak sulit untuk dipahami, termasuk bagi orang-orang yang mengaku atau dijuluki penceramah NDP. Akhirnya hal ini melegenda dan menjadi mitos dikalangan HMI.

Sumber :

https://teknologia.co.id/

Pengertian Al-Wara

Pengertian Al-Wara

Pengertian Al-WaraPengertian Al-Wara

Secara lughawi wara’ artinya hati-hati. Secara istilah wara’ adalah sikap menahan diri agar hatimu tidak menyimpangkap sekejap pun dari mengingat Allah. Sufi yang lain mengemukakan bahwa wara’ adalah seorang hamba tidak berbicara melainkan dalam kebenaran, baik dalam keadaan rida maupun dalam keadaan marah.[1]

Definisi wara’ menurut Sufi, adalah bahwa : “Kamu menahan diri agar hatimu tidak menyimpang dalam sekejappun dari mengingat Allah. Jadi, wara’ itu permulaannya zuhud, keberadaannya wara’ karena ada rasa takut akan Allah, takut terjadi karena makrifat kepada Allah, makrifat sendiri terjadi karena dekat dengan Allah SWT (taqarrub).

Dalam tradisi sufi yang dimaksud dengan wara’ adalah meninggalkan segala sesuatu yang tidak jelas atau jelas hukumnya (subhat).[2] Hal ini berlaku pada segala hal atau aktifitas kehidupan manusia, baik yang berupa benda maupun perilaku seperti makanan, minuman, pakaian, pembicaraan, perjalanan, duduk, berdiri, bersantai bekerja dan lain-lain. Disamping meninggalkan segala sesuatu yang belum jelas hukumnya, dalam tradisi sufi wara’ juga berarti meninggalkan segala sesuatu yang berlebihan, baik berwujud benda maupun perilaku. Lebih dari itu meningglkan segala segala sesuatu yang tidak bermanfaat, atau tidak jelas manfaatnya.

Adapun yang menjadi dasar ajaran wara’ adalah nabi Muhammad SAW artinya: “Sebagian dari kebaikan tindakan keislaman seseorang adalah bahwa ia menjauihi sesuatu yang tidak berarti.” Juga hadits lain yang artinya: “: Bersikaplah wara’ dan kamu akan menjadi orang yang paling taat beribadah”

  1. Tingkatan Wara’

Wara’ ada empat tingkatan, yaitu:

  1. Wara’ orang ‘awam

yakni wara’ orang kebanyakan yaitu menahan diri dari melakukan hal-hal yang dilarang Allah SWT.

  1. Wara’ orang saleh

Menahan diri dari menyentuh atau memakan sesuatu yang mungkin akan jatuh kepada haram, misalnya memakan sesuatu yang tidak jelas hukumnya (subhat)

  1. Wara’ muttaqin

Menahan diri dari sesuatu yang tidak diharamkan dan tidak syubhat karena takut jatuh kepada yang haram.

Nabi bersabda, yang artinya:

“seorang hamba tidak akan mencapai derajat muttaqin sehingga dia meninggalkan apa yang tidak berdosa karena takut akan apa yang dapat menimbulkan dosa” (HR. Ibn Majah)

  1. Wara’ orang benar

Wara’ orang benar ialah menahan diri dari apa yang tidak berdosa sama sekali dan tidak khawatir jatuh kedalam dosa, tapi dia menahan diri melakukannya karena takut tidak ada niat untuk beribadah kepada Allah atau karena dapat membawanya kepada sebab-sebab yang memudahkannya jatuh kepada yang makruh atau maksiat. Menahan diri melakukan sesuatu yang tidak dilarang karena takut tidak ada niat untuk beribadah kepada Allah

Sumber :

https://rakyatlampung.co.id/

Memperluas Konsep-konsep Tradisional

Memperluas Konsep-konsep Tradisional

Konsep pengendalian tradisional da!am akuntansi sering diasumsikan bahwa produksi informasi akuntansi adaJah langkah terakhir dari peran akuntan. Dalam pendekatan keperilakuan terhadap desain dan iniplementasi Gubsistem pengendalian keuangan, angan, menghasilkan informasi bukanlah akhir dari keterlibatan akuntan. Tetapi produksi informasi dapat dilihat sebagai sebuah langkah tengah danbukannya Iangkah akhir. Informasi akuntansi diperlakukan sebagai bagian sebuah desain proses peringatan untuk membantu mengatur organisasi denganmempengaruhi perilaku semua anggota. Tujuan pengendalian didasari keinginan untuk memilih suatu inisiatif yang akan mengubah kemungkinan pencapaian hasil keperilakuan yang diharapkan, dan produksi informasi akuntansi lebih dilihat sebagai serene daripada sebagai sebuah akhir. Saat desain sistem pengendalian telah memenuhi kriteria informasi akuntansi yang

akurat dan dapat diandalkan, penekanannya biasanya ditempatkan pada tujuh faktor berikut ini:

  1. Mempekerjakan personel yang akan melaksanakan tanggung jawabnya dengan kompeten dan penuh integritas.
  2. Mengindari fungsi-fungsi yang tidak harmonis dengan cara memisahkan tugas dan tanggungjawab.
  3. Mendefinisikan wewenang yang terkait dengan suatu posisi sehingga kesesuaian dari transaksi-transaksi dilaksanakan dan dapat dievaluasi.
  4. Membangun metode sistematis untuk meyakinkan bahwa transaksi-transaksi telah dicatat secara akurat.
  5. Memastikan bahwa dokumentasi memadai.
  6. Menjaga aset-aset dengan mendesain berbagai prosedur yang membatasi akses terhadap aset.
  7. Mendesain suatu pemeriksaan independen untuk meningkatkan akurasi.

Prinsip-prinsip yang berhubungan dengan desain pengendalian internal mencerminkan pengalaman dari profesi audit. Pengalaman yang tidak ternilai ini dapat digunakan untuk merancang dan mengimolementasikan sistem pengendaliankeuangan melalui perluasan seperangkat yang dimiliki dari informasi akuntansiuntuk lebih rhengarahkan proses administratif. Istilah ‘pengendalian akuntansi’dengan pengamanan asetaset dan peningkatan akurasi dan keandalan informasi akuntansi. Istilah pengendalian administratif dihubungkan dengan peningkatan efisiensi operasi dan kepatuhan kepada kebijakan manajemen. Contoh-contoh dari pengendalian akuntansi termasuk Pemisahan tugas-tugas yang berhubungan dengan pencatatan dan pengendalian fisik terhadap aset; sedangkan laporan kinerja dan pengendalian kualitas merupakan contoh dari pengendalian administratif. Kedua jenis pengendaliatl tersebut, tanpa mempedulikan klasifikasinya, dapat digunakan dalam desain dan implementasi sistempengendalian keuangan untuk mendukung proses adminstratif. Perluasan konsepkonsep tradisional dari pengendalian menyebabkan perluasan lingkup pengendalianakuntansi dan laporan keuangan yang mencakup prosesproses administratif organisasi.

 Perluasan lingkup keterlibatan akuntan terhadap proses akuntansi, tidak dapat disangkal lagi adalah sesuatu yang penting dalam pengendalian akuntansi. Pengetahuan tentang pengendalian akuntansi tradisional dan pengalaman dalam sistem akuntansi merupakan hal yang berharga dan dapat dengan mudah diperluas kedalam aplikasi-aplikasi pengendalian yang lain. Bagaimanapun juga, untuk nwmbuat suatu perluasan yang sukses,

pengetahuan tentang pengendalian akuntansi harus dikombinasikan dengan berbagai sumber pengetahuan untuk mencapai tujuan mempengaruhi perilaku para anggota organisasi melalui penggunaan sinyal-sinyal akuntansi, dalam bagian selanjutnya, hubungan data akuntansi dan pengendalian terhadap proses administratif akan dijelaskan dengan lebih detail.

Sumber :

https://student.blog.dinus.ac.id/blogtekno/status-whatsapp-kini-bisa-hanya-teks/

El Gordo: Galaksi Terbesar, Terpanas, dan Paling Terang

El Gordo: Galaksi Terbesar, Terpanas, dan Paling Terang

Tim ilmuwan teleskop luar angkasa Hubble yang dimotori NASA dan European Space Agency (ESA) mengumumkan temuan kluster galaksi terbesar di alam semesta. Bukan terlalu berlebih menyebutnya terbesar gara-gara massanya mencapai 3 juta miliar kali matahari dan hal ini pertama kali berhasil dihitung terhadap 2014.

Galaksi masif ini dinamai El Gordo, yang di dalam bhs Spanyol bermakna gemuk. Nama lainnya adalah ACT-CLJ0101-4915. Dalam rilis yang dikeluarkan NASA terhadap Selasa (16/1/2018), mereka menyebut kluster galaksi X-ray ini tak hanya yang paling besar, tetapi termasuk terpanas dan yang paling terang.

El Gordo: Galaksi Terbesar, Terpanas, dan Paling Terang

Kluster galaksi ini adalah benda terbesar di alam semesta yang terikat bersama dengan gravitasi dan mereka memerlukan miliaran tahun di dalam pembentukannya. Kelompok galaksi yang lebih kecil perlahan berkumpul Seperti diinformasikan Science Daily, Selasa (16/1/2018), terhadap tahun 2012 pengamatan berasal dari Very Large Telescope (VLT) milik ESO, Chandra X-ray Observatory milik NASA dan Atacama Cosmology Telescope perlihatkan bahwa El Gordo sebenarnya terdiri berasal dari dua grup galaksi yang bertabrakan.

Pembentukan kluster galaksi terlalu terkait terhadap materi gelap dan kekuatan gelap. Dengan mempelajari kluster semacam itu, https://www.ilmubahasainggris.com/ selanjutnya menolong menjelaskan fenomena yang susah dipahami ini. Kemudian terhadap 2014, teleskop Hubble baru mendapatkan bahwa lebih dari satu besar massa El Gordo tersembunyi di dalam wujud materi gelap.

Bukti yang ditangkap perlihatkan bahwa materi normal El Gordo lebih dari satu besar tersusun berasal dari gas panas yang terang di domain panjang gelombang X-ray. Gas panas melambat sementara materi gelapnya tidak. Gambar ini diambil oleh kamera Hubble untuk Survei dan Wide-Field Camera 3 sebagai anggota berasal dari program pengamatan yang disebut RELICS (Reionization Lensing Cluster Survey). RELICS mencitrakan 41 gugus galaksi besar bersama dengan tujuan untuk mendapatkan galaksi jarak jauh yang paling terang untuk pembelajaran Teleskop Luar Angkasa James Webb (JWST) yang bakal diluncurkan terhadap 2019.