twittsev.com

Situs Web Pendidikan Terupdate

Umpan balik

Umpan balik

            Umpan balik di dalam organisasi terbentuk dari sumber-sumber formal dan informal, yang hasilnya berupa komuoikasi nonverbal yang terjadi secara rutin dan akhimya. membentuk suatu tabulasi statistik. Umpan ba!ik dilihat sebagai suatu dasar bagi evaluasi yang akan mempengaruhi distribusi penghargaan, pelaksanaan pinalti/hukuman dan alteration proses perencanaandan operasi yang membentuk umpan balik. Sebuah desain formal dan sistematis dari pengumpulan dan penyaluran umpan balik memastikan variabel-variabel telah diidentifikasi, ukuranukuran telah didefinisi, data-data telah dikumpulkan. Ukuran dapat dibentuk secara internal, seperti umpan balik yang disediakan dari suatu analisis terhadap varians biaya standar; ukuran dapat juga dibuat dari sumber-sumbereksternal perusahaan; seperti marketshare industri atau efisiensi data. Proses umpan balik didalam subsistem pengendalian keuangan terkadang dimengerti dengan baik seperti  dalam aplikasi mekanis yang rielibatkan sistem tertutup yang teridentifikasi dengan baik hubungan sebab-akibatnya. Di dalam aplikasi manajemen, kehadiran faktor manusia dan kompleksitas motivasi manusia menyatakan bahwa hubungan antara umpan balik dan aksi-aksi di masa depan itu tidak pasti dan membingunnkan.

Interaksi Pengendalian

 Perencanaan, operasi, dan aktivitas-aktvitas umpan balik telah diidentifikasi sebagai tiga aspek dari prosesadministratif yang sangat didukung oleh rancangan pengendalian terpadu Ketika nasing-masing dimensi ini dibahas, akan tampak bahwa dimensi-dimensi tersebut bukanlah aktivitas-aktivitas yang berdiri sendiri. Desain dari subsistem Perencanaan, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang, penciptaan dukungan pengendalian bagi operasi, cara keputusan untuk menekankan ukuran-ukuran umpan balik tertentu untuk mengidentifikasi keberhasilan dan kegagalan merupakan permasalahan yang sangat terkait satu sama lain. Hubungan ini dapat ditata untuk menciptakan manfaat yang basar jika suatu organisasi dapat menghubungkan subsistem pengendalian secara baik guns mendukuhg Perencanaan, operasi, dan fungsi umpan balik.

Memperluas Konsep-konsep Tradisional

Memperluas Konsep-konsep Tradisional

Konsep pengendalian tradisional da!am akuntansi sering diasumsikan bahwa produksi informasi akuntansi adaJah langkah terakhir dari peran akuntan. Dalam pendekatan keperilakuan terhadap desain dan iniplementasi Gubsistem pengendalian keuangan, angan, menghasilkan informasi bukanlah akhir dari keterlibatan akuntan. Tetapi produksi informasi dapat dilihat sebagai sebuah langkah tengah danbukannya Iangkah akhir. Informasi akuntansi diperlakukan sebagai bagian sebuah desain proses peringatan untuk membantu mengatur organisasi denganmempengaruhi perilaku semua anggota. Tujuan pengendalian didasari keinginan untuk memilih suatu inisiatif yang akan mengubah kemungkinan pencapaian hasil keperilakuan yang diharapkan, dan produksi informasi akuntansi lebih dilihat sebagai serene daripada sebagai sebuah akhir. Saat desain sistem pengendalian telah memenuhi kriteria informasi akuntansi yang

akurat dan dapat diandalkan, penekanannya biasanya ditempatkan pada tujuh faktor berikut ini:

  1. Mempekerjakan personel yang akan melaksanakan tanggung jawabnya dengan kompeten dan penuh integritas.
  2. Mengindari fungsi-fungsi yang tidak harmonis dengan cara memisahkan tugas dan tanggungjawab.
  3. Mendefinisikan wewenang yang terkait dengan suatu posisi sehingga kesesuaian dari transaksi-transaksi dilaksanakan dan dapat dievaluasi.
  4. Membangun metode sistematis untuk meyakinkan bahwa transaksi-transaksi telah dicatat secara akurat.
  5. Memastikan bahwa dokumentasi memadai.
  6. Menjaga aset-aset dengan mendesain berbagai prosedur yang membatasi akses terhadap aset.
  7. Mendesain suatu pemeriksaan independen untuk meningkatkan akurasi.

Prinsip-prinsip yang berhubungan dengan desain pengendalian internal mencerminkan pengalaman dari profesi audit. Pengalaman yang tidak ternilai ini dapat digunakan untuk merancang dan mengimolementasikan sistem pengendaliankeuangan melalui perluasan seperangkat yang dimiliki dari informasi akuntansiuntuk lebih rhengarahkan proses administratif. Istilah ‘pengendalian akuntansi’dengan pengamanan asetaset dan peningkatan akurasi dan keandalan informasi akuntansi. Istilah pengendalian administratif dihubungkan dengan peningkatan efisiensi operasi dan kepatuhan kepada kebijakan manajemen. Contoh-contoh dari pengendalian akuntansi termasuk Pemisahan tugas-tugas yang berhubungan dengan pencatatan dan pengendalian fisik terhadap aset; sedangkan laporan kinerja dan pengendalian kualitas merupakan contoh dari pengendalian administratif. Kedua jenis pengendaliatl tersebut, tanpa mempedulikan klasifikasinya, dapat digunakan dalam desain dan implementasi sistempengendalian keuangan untuk mendukung proses adminstratif. Perluasan konsepkonsep tradisional dari pengendalian menyebabkan perluasan lingkup pengendalianakuntansi dan laporan keuangan yang mencakup prosesproses administratif organisasi.

 Perluasan lingkup keterlibatan akuntan terhadap proses akuntansi, tidak dapat disangkal lagi adalah sesuatu yang penting dalam pengendalian akuntansi. Pengetahuan tentang pengendalian akuntansi tradisional dan pengalaman dalam sistem akuntansi merupakan hal yang berharga dan dapat dengan mudah diperluas kedalam aplikasi-aplikasi pengendalian yang lain. Bagaimanapun juga, untuk nwmbuat suatu perluasan yang sukses,

pengetahuan tentang pengendalian akuntansi harus dikombinasikan dengan berbagai sumber pengetahuan untuk mencapai tujuan mempengaruhi perilaku para anggota organisasi melalui penggunaan sinyal-sinyal akuntansi, dalam bagian selanjutnya, hubungan data akuntansi dan pengendalian terhadap proses administratif akan dijelaskan dengan lebih detail.

Sumber :

https://student.blog.dinus.ac.id/blogtekno/status-whatsapp-kini-bisa-hanya-teks/

Alam sekitarnya

Alam sekitarnya

Pengetahuan suku banjar tentang alam sekitar,yaitu penngetahuan mengenai musim-musim,dan gejala alam.Pengetahuan tentang musim ini digunakan masyarakatnya untuk menentukan kapan musim tanam bagi mereka yang bertani,sedangkan bagi yang bermata pencaharian melaut musim digunakn untuk mengetahui kapan musim yang baik untuk pergi melaut.


  1. Tumbuhan yang tumbuh di sekitar daerah tempat tinggalnya

Pengetahuan tentang Flora ini berfungsi untuk mengetahui tumbuh-tumbuhan yang ada di sekitar mereka,tumbuh-tumbuhan apa saja yang dapat dijadikan sayur serta tumbuh-tumbuhan yang digunakan untuk pengobatan suatu penyakit dan tumbuh-tumbuhan yang digunakan untuk upacara keagamaan.

  1. Binatang yang hidup di daerah tempat tinggalnya

Pengetahuan tentang Fauna merupakan pengetahuan mengenai binatang-binatang yang ada dan hidup di lingkungan alam mereka.Bagi masyarakat yang suka berburu atau bermata pencaharian berburu pengetahuan ini sangat penting karena untuk mengetahui binatang apa saja yang dapat diburu serta mengetahui daerah buruan.Bagi masyarakat petani pengetahuan tentang fauna ini juga sangat penting untuk menjaga tanaman mereka dari binatang yang dapat merusaknya.Tetapi petani juga dapat mengetahui binatang yang dapat dipelihara dan dimanfaatkan untuk menjaga tanaman mereka seperti Anjing yang dapat dilatih untuk untuk menjaga tanaman petani dari gangguan binatang lain seperti Babi dan Anjing juga bisa digunakan untuk berburu.

  1. Zat-zat, bahan mentah, dan benda-benda dalam lingkungannya

Pengetahuan tentang Pengobatan Tradisional. Pengobatan tradisional ini ada yang didapat dari keturunan yang di wariskan secara turun-temurun ataupun dari belajar.

  1. Tubuh manusia

Pengetahuan ini umumnya terbentuk sebagai usaha pengobatan berbagai penyakit. Cara penyembuhannya bisa dengan cara rohani dan jasmani. Penyembuhan dengan cara rohani lebih ke bacaan ayat-ayat suci al-quran dan itu biasanya berkaitan dengan mahluk astral yang tidak bisa dilihat dengan kasat mata. Dan jika pengobatan jasmani lebih ke tenaga dalam yang dikeluarkan dan faktor keturunan juga. Seperti contohnya tukang urut.

  1. Sifat-sifat dan tingkah laku manusia

Kelompok pengetahuan ini yang dikembangkan untuk mengatur pergaulan antar sesama manusia dalam masyarakat. Mereka mengetahui apa yang baik dan dianjurkan oleh kebudayaannya, serta apa yang dilarang dan diberi sanksi oleh masyarakat. Termasuk dalam hal iini adalah pengetahuan tentang tanda-tanda tubuh, sopan-santun pergaulan, norma, dan hukum

SUmber :

https://fgth.uk/kepler-nasa-temukan-20-dunia-baru-yang-berpotensi-dihuni/