twittsev.com

Situs Web Pendidikan Terupdate

Del Piero Tantang Kekuatan Inter

Del Piero Tantang Kekuatan Inter

Del Piero Tantang Kekuatan Inter

Del Piero Tantang Kekuatan Inter

Del Piero Tantang Kekuatan Inter

naples – juventus berbenah. beberapa pemain baru yang memiliki talenta didatangkan manajemen the old lady. dengan komposisi saat ini, jeventus menantang jawara serie a inter milan pada kompetisi musim depan.

ikon juventus alessandro del piero menyatakan siap mematahkan dominasi inter dalam kurun tiga tahun terakhir ini. hadirnya kekuatan baru dinilai del piero bakal mengantarkan juventus sebagai klub yang disegani.

pemain yang resmi bergabung adalah penyerang diego ribas dari werder bremen dan bek fabio cannavaro (real madrid). juventus juga diklaim setahap lagi memiliki gelandang gelandang felipe melo dari fiorentina.

selain itu, hadirnya mantan bek juventus ciro ferrara sebagai pelatih akan membantu juventus menjegal prestasi nerazzurri.

“saya berharap juve mulai dengan langkah tepat dan berakhir pada sebuah catatan yang baik,” kata del piero seperti dilansir reuters, rabu (8/7/2009).

“saya tidak bisa menilai ferrara sebagai pelatih lagi, tapi saya dapat menjamin anda bahwa dia adalah sosok luar biasa. saya berharap musim depan akan menarik dan kami akan menampilkan permainan serta hiburan,” papar del piero.

“tujuan kami adalah lebih baik dari musim terakhir,” pungkasnya.

Baca Juga :

Mitos Tentang Rokok

Mitos Tentang Rokok

Mitos Tentang Rokok

Mitos Tentang Rokok

Mitos Tentang Rokok

Rokok adalah benda beracun yang memberi efek santai dan sugesti merasa lebih jantan. Di balik kegunaan atau manfaat rokok yang secuil itu terkandung bahaya yang sangat besar bagi orang yang merokok maupun orang di sekitar perokok yang bukan perokok. Berikut adalah mitos-mitos rokok yang salah:

1. Merokok itu keren dan modern.
Yang benar adalah merokok membuat gigi kuning, kulit keriput, mata merah dan nafas bau. Apakah ini tandanya keren dan modern?

2. Kamu enggak ingin ketinggalan zaman sebab sekarang semua orang merokok.
Yang benar adalah hanya satu diantara lima siswa SMU adalah perokok, tetaplah pada pendirianmu, beranikah untuk mengatakan “tidak”. Mereka akan mengagumimu “PD” kamu dan kamu pastinya bangga juga.

3. Kamu masih muda bisa berhenti kapan saja kamu mau.
Yang benar adalah sekali kamu mencoba merokok, sulit untuk berhenti karena nikotin adalah zat adiktif. Kenyataannya adalah sebagian besar perokok berat, mulai merokok pada usia remaja dan mereka sulit untuk berhenti.

4. Merokok membuat kamu seksi.
Pernah dengar? Mencium perokok seperti mencium asbak! Belum lagi rambut dan baju kamu berbau seperti cerobong asap.

5. Merokok menjadi badan langsing.
Kalau ini benar, kamu nggak pernah melihat orang gemuk merokok dong! Buktinya, perokok bisa gemuk atau kurus.

6. Merokok bukan masalah dan tidak akan mematikan.
Yang benar adalah, walaupun dibutuhkan waktu 10 – 20 tahun , tetap terbukti rokok mengakibatkan 80% terjadinya kanker paru dan 50% terjadinya serangan jantung, disamping berbagai kanker lainnya, impotensi, gangguan kesuburan dan lain-lain.

7. Kalau sedikit tidak apa-apa.
Yang benar adalah : Berapa isapan saja sudah meningkatkan denyut jantung , tekanan darah , kekurangan oksigen, nafas tersengal-sengal, batuk, mual, sakit kepala. 43% dari orang yang merokok 3 batang saja sehari, sudah dapat menimbulkan ketagihan dan meningkatkan resiko serangan jantung 2-3 kali dibandingkan yang tidak merokok.

8. Kalau kamu kuat dan mandiri , tidak seorangpun bisa mengatur kamu untuk tidak merokok.
Yang benar adalah : Kebebasan dan kedewasaan berarti bisa memutuskan sendiri apa yang baik bagi diri sendiri berdasarkan logika dan nalar yang benar , tidak harus ikut-ikutan.

9. Merokok pasti tidak jelek, buktinya diiklankan secara luas dimana-mana.
Apa kamu nggak sadar bahwa tanpa keuntungan yang aduhai, iklan rokok akan rela menginvestasikan modalnya buat prosi bermilyar-milyar? Dari mana untungnya? Ya dari ketagihan kamu itu!

10. Masa iya iklan rokok akan berbohong.
Sekarang begini saja, beli permen yang biasa diecer pun ada tulisan daftar kandungan isi dibungkusnya. Apalagi rokok yang komoditasnya mendunia. Apa kamu pernah lihat daftar kandungan bahan berbahaya di bungkus atau iklan rokok?

11. Emang kenapa kalau merokok? Lagian kan MURAH!
Faktanya, jika Anda tidak merokok dalam 1 tahun, anda bisa menghemat 3 JUTA rupiah! Ga percaya?? Hitung sendiri.

Baca Juga :

Pembalak dan Pembeli Sama Jahatnya

Pembalak dan Pembeli Sama Jahatnya

Pembalak dan Pembeli Sama Jahatnya

Pembalak dan Pembeli Sama Jahatnya

Pembalak dan Pembeli Sama Jahatnya

Kondisi hutan Indonesia yang kian lama kian gundul tak luput dari perhatian vokalis, komposer, dan pencipta lagu Iwan Fals. Menurutnya, gundulnya hutan Indonesia tak lepas dari aksi pembalakan liar oleh pihak tak bertanggung jawab.

“Sama-sama jahatnya antara pembeli dan pembalak pohon, ini masalah hidup matinya kita. Keuntungannya hanya sesaat,” tandas Iwan dalam jumpa pers Djarum Trees For Life di Desa Wonosalam, Kecamatan Gajah, Demak, Jawa Tengah, Kamis (27/5/2010).

Lanjut Iwan, sudah semestinya aparat yang berwenang semakin tegas untuk menangani pembalakan liar. “Saya enggak mau ke situ, saya hanya mau menanam pohon saja. Untuk masalah itu sudah ada polisi kok,” katanya.

Di luar upaya hukum yang bisa dilakukan, Iwan optimistis jika upaya penghijauan yang terus digalakkan masih belum terlambat. “Saya bahagia di desa Demak ini, saya optimistis begitu datang dari Semarang sampai sini sudah ditanami pohon sampai beberapa ratus. Yang membuat saya optimistis lagi teman-teman dari Djarum tidak cuma menanam, tapi dijagain sampai tiga tahun,” ungkap Iwan.

Rasa optimistis Iwan tersebut bukan tanpa alasan. Indonesia yang memiliki iklim tropis memungkinkan pohon trembesi sebagai salah satu tanaman penyerap gas karbon dioksida mampu tumbuh dengan baik. “Aku yakin iklim kita tropis itu bagus buat tanam pohon, saya harap teman-teman OI (Orang Indonesia) di Demak bisa melakukan itu,” imbau Iwan.

Karenanya, Iwan berharap agar 2.767 pohon trembesi yang sudah ditanam di sepanjang jalan Semarang-Kudus bisa dijaga dan dilestarikan. “Tanpa dukungan untuk menanam, pohon tidak tumbuh karena pohon itu peka sekali, butuh diperhatikan. Kalau terus menanam, menjaga, dan menyayangi, saya rasa itu tidak akan sulit,” tutupnya. (FAN)

Baca Juga :

Pengurangan Emisi di Provinsi

Pengurangan Emisi di Provinsi

Pengurangan Emisi di Provinsi

Pengurangan Emisi di Provinsi

Pengurangan Emisi di Provinsi

Lahan gambut di wilayah Riau tetap mudah terbakar meski sudah beralih fungsi menjadi kebun kelapa sawit. Foto sebuah perusahaan perkebunan kelapa sawit di Riau, pekan lalu, oleh Greenpeace, yang disampaikan pada konferensi pers di Jakarta, Senin (15/6).

Menteri Kehutanan Zulkifli Hassan menyatakan, basis pelaksanaan program kegiatan pengurangan emisi dari penggundulan dan perusakan hutan (reduction of emmisions from deforestation and degradation/REDD+) akan dipusatkan di wilayah provinsi. Namun, untuk penetapan provinsi mana saja yang akan ditetapkan sebagai pusat kegiatan REDD+, wilayahnya akan ditetapkan bersama antara pemerintah RI dan Kerajaan Norwegia.

Provinsi mana saja yang akan dijadikan pusat kegiatan, akan ditetapkan bersama oleh pemerintah RI dan Norwegia.
— Zulkifli Hasan

Hal itu diungkapkan Zulkifli Hassan menjawab pers, seusai makan siang di sela-sela Konferensi mengenai Perubahan Iklim dan Hutan (Oslo Climate and Forest Conference/OCFC) di Hamelkollen Park Hotel Rica, Oslo, Norwegia, Kamis (27/5/2010) siang waktu setempat atau malam hari waktu Indonesia Bagian Barat.

“Basis kegiatannya akan dipusatkan di provinsi. Namun, provinsi mana saja yang akan dijadikan pusat kegiatan, akan ditetapkan bersama oleh pemerintah RI dan Norwegia,” tandas Zulkifli

Sumber : https://sorastudio.id/

Presiden Jamin Industri Sawit

Presiden Jamin Industri Sawit

Presiden Jamin Industri Sawit

Presiden Jamin Industri Sawit

Presiden Jamin Industri Sawit

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyatakan, pemerintah tetap akan menjamin terselenggaranya industri minyak kelapa sawit meskipun selama dua tahun terdapat larangan izin membuka lahan baru dari kawasan hutan dan hutan gambut.

Kebijakan kami untuk industri kelapa sawit tetap dan tidak akan berubah.
— Presiden SBY

Pernyataan itu disampaikan Presiden Yudhoyono, selaku co-chairman menjawab pers, saat ditanya dalam acara konferensi pers bersama Perdana Menteri Norwegia Jens Stoltenberg selaku pimpinan sidang pembukaan Konferensi mengenai Perubahan Iklim dan Hutan (Oslo Climate and Forest Conference/OCFC) di Hamelkollen Park Hotel Rica, Oslo, Norwegia, Kamis (27/5/2010) siang waktu setempat, atau malam hari waktu Indonesia bagian barat.

“Kebijakan kami untuk industri kelapa sawit tetap dan tidak akan berubah,” tandas Presiden.

Menurut Presiden, selama dua tahun ini, Pemerintah Indonesia tidak akan mengekspansi lahan-lahan hutan baru dan kawasan hutan gambut, terkecuali memanfaatkan lahan-lahan yang telantar selama ini. “Kami memiliki policy untuk menggunakan lahan telantar dan tidak melakukan ekspansi ke lahan hutan dan gambut,” ujar Presiden.

Presiden Yudhoyono juga menambahkan, Indonesia berdasarkan kepakatan yang telah ditandatangani bersama Jens Stoltenberg dalam letter of intent (LOI) tentang kerja sama RI dan Norwegia untuk mengurangi emisi gas rumah kaca dari deforestasi dan degradasi hutan, juga memiliki kesepakatan yang akan dilaksanakan.

Dalam kesempatan yang sama, Jens menyatakan, bantuan untuk program pengurangan emisi dari deforestasi dan degradasi hutan (Reduction of Emmisions from Deforestation and Degradation/REDD+) akan meningkat menjadi 4 miliar dollar AS, yang berasal dari Jerman sebanyak 350 juta euro dan negara lainnya, seperti Jepang, AS, dan Inggris.

Sumber : https://balikpapanstore.id/

BERHENTILAH SEKOLAH SEBELUM TERLAMBAT

BERHENTILAH SEKOLAH SEBELUM TERLAMBAT

BERHENTILAH SEKOLAH SEBELUM TERLAMBAT

BERHENTILAH SEKOLAH SEBELUM TERLAMBAT

BERHENTILAH SEKOLAH SEBELUM TERLAMBAT

Jika orientasi pendidikan adalah untuk mencetak tenaga kerja guna kepentingan industry dan membentuk mentalitas pegawai katakanlah hingga dua decade ke depan yang akan dihasilkan adalah jutaan calon penganggur. Sekarang saja ada sekitar 750.000 lulusan program diploma dan sarjana yang menganggur. Jumlah penganggur itu akan makin membengkak jika ditambah jutaan siswa putus sekolah dari tingkat SD hingga SLTA.
Jadi, untuk apa sebenarnya generasi bangsa bersekolah hingga ke perguruan tinggi? Jika jawabannya agar mereka bisa jadi pegawai, fakta yang ada sekarang menunjukkan orientasi tersebut keliru. Dari 105 juta tenaga kerja yang sekarang bekerja, lebih dari 55 juta pegawai adalah lulusan SD. Pemilik diploma hanya sekitar 3 juta orang dan sarjana sekitar 5 juta orang. Jika sebagian besar lapangan kerja hanya tersedia untuk lulusan SD, lalu untuk apa anak-anak kita harus buang-buang waktu dan uang demi melanjutkan pendidikan yang lebih tinggi?
Faktanya sekarang semakin tinggi pendidikan juga ternyata tidak menjamin mudah mendapat pekerjaan . yang diperlukan sekarang adalah menggali kreativitas dan imajinasi. Dua hal yang susuah dimiiliki begitu saja, pendidikan sekolah sampai perguruan tinggi memang penting tapi ada kadangnya kita bisa mendapat ilmu pengetahuan di luar. Kini ilmu pengetahuan sudah tesedia secara digital, bisa lewat internet di computer, warnet , maupun telpon genggam. Hanya bagaimana kita mengembangkannya dengan imajinasi dan kreativitas hingga bisa menciptakan sesuatu yang tidak hanya berguna untuk diri sendiri tapi juga untuk orang banyak.
Jadi, cukup berikan kemampuan menggunakan kompuer, mencari sumber informasi yang dibutuhkan di internet, dan bahasa inggris secukupnya karena di dunia maya tersedia mesin penerjemah aneka bahasa yang instan. Anak-anak cukup sekolah 12 tahun saja. Mereka tidak usah jadi pegawai. Dunia kreatif yang bernilai tinggi tersedia untuk mereka, sepanjang manusia masih ada.

Sumber : https://blog-fiesta.com/

Korelasi Pengaruh Tingkat Pendidikan Terhadap Kewirausahaan

Korelasi Pengaruh Tingkat Pendidikan Terhadap Kewirausahaan

Fenomena Susi Pudjiastuti seorang wanita hanya berijazah SMP diangkat Presiden Jokowi sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan. Ibu Susi adalah Presiden Direktur PT ASI Pudjiastuti Marine Product, perusahaan eksportir hasil perikanan. Produksi yang paling dikenal adalah lobsternya. Selain itu, Ibu Susi punya PT ASI Pudjiastuti Aviation yang merupakan perusahaan penerbangan Susi Air berasal dari Jawa Barat. Rasanya benar bahwa pendidikan seseorang tidak 100 persen menanggung kesuksesan seseorang, bersama dengan niat yang besar, Ibu Susi perlihatkan dia bisa berhasil walaupun banyak orang melihat sebelah mata tingkat pendidikannya.

Kewirausahaan diakui sebagai elemen kunci di dalam perkembangan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja. Selain itu, sebagai satu set yang lebih luas berasal dari sikap dan pendekatan untuk masalah, itu diakui penting untuk inovasi di luar bisnis – di dalam pemerintahan, sektor sosial, dan seluruh masyarakat. Oleh gara-gara itu pemerintah makin lama rajin mencari langkah untuk mempromosikan kewirausahaan, termasuk melalui proses pendidikan.

Untuk jalankan inspirasi demikianlah ini tidaklah mudah, sejumlah entrepreneur yang terlampau berhasil berasal dari Thomas Edison untuk Bill Gates, Richard Branson dan di Indonesia ada Bos Susi Air yang diangkat menteri Kelautan Susi Pujiastuti kondang meninggalkan pendidikan formal awal. Hal ini telah menolong membangun persepsi kondang atas keterputusan pada pendidikan dan kewirausahaan, kemungkinan bisa diambil kesimpulan anggapan bahwa kehadiran seorang entrepreneur dilahirkan, bukan disekolahkan.

Hubungan pada pendidikan dan kewirausahaan bagaimanapun termasuk adalah jauh lebih kompleks. Di satu sisi, pendidikan bisa menolong para entrepreneur untuk tidak menyerah di dalam hadapi tantangan masa depan yang senantiasa berubah.

Dalam sebuah penelitian yang dilaksanakan Robinson Tarigan menyimpulkan bahwa mestinya tingkat pendidikan formal yang lebih tinggi memberi peluang bagi si anak didik untuk meraih tingkat
pendapatan yang lebih tinggi. Hasil perbandingan pada empat tesis mahasiswa Pascasarjana PWD USU perlihatkan hasil yang bervariasi. Ada persoalan di mana keluar tingkat pendidikan yang lebih tinggi menghasilkan tingkat penghasilan yang lebih tinggi.

Pada persoalan lain tidak keluar perbedaan nyata pada tingkat pendidikan bersama dengan tingkat pandapatan. Pada persoalan pertama model pekerjaan responden adalah begitu banyak ragam dan di dalam pekerjaan ada penjenjangan jabatan. Pada persoalan ke-2 model pekerjaan responden adalah seragam dan tidak ada penjenjangan jabatan di dalam pekerjaan.

Tingkat pendidikan termasuk tidak berpengaruh nyata terhadap tingkat penghasilan di desa terpencil di mana tidak banyak pilihan atas aktivitas usaha/jenis pekerjaan atau volume bisnis hanya bisa dilaksanakan secara kecil-kecilan. Hal ini artinya sehingga tingkat pendidikan berpengaruh terhadap tingkat pendapatan, maka mesti terdapat pilihan atas model pekerjaan dan di di dalam tiap-tiap model pekerjaan terdapat penjenjangan jabatan.

Hal ini artinya pemerintah mesti tetap memperluas aktivitas ekonomi sehingga lapangan kerja makin lama terbuka dan terdapat peluang untuk pilih pekerjaan dan adanya penjenjangan di dalam model pekerjaan yang tersedia. Demikian termasuk pemerintah mesti mengakses isolasi atas desa terpencil sehingga di desa itu terdapat peluang untuk membangun berbagai bisnis dan masingmasing model bisnis bisa ditingkatkan volumenya.
Namun mesti dicatat bahwa walaupun di dalam persoalan tertentu tidak keluar kaitan pada tingkat pendidikan bersama dengan tingkat pendapatan, hal ini tidak artinya bahwa pendidikan tidak dibutuhkan. Meningkatkan penghasilan hanya keliru satu berasal dari sekian banyak fungsi pendidikan. Pendidikan tidak hanya berfungsi untuk tingkatkan penghasilan melainkan termasuk memperbaiki kepribadian anak-didik dan menolong terciptanya kerukunan di dalam kehidupan bermasyarakat. Hal ini sebenarnya menciptakan nilai tambah ekonomi yang memadai besar. [1]

Artikel Lainnya : https://tutorialbahasainggris.co.id/motivation-letter-5-cara-dan-contoh-membuat-motivation-letter-bahasa-inggris/

Di segi lain, belajar yang mirip mendapatkan bahwa th. lagi pendidikan formal di Amerika Serikat menyebabkan orang cenderung mendambakan jadi pengusaha. Lebih tidak baik lagi, kesuksesan proses pendidikan di seluruh dunia di dalam keterampilan menanamkan tampaknya punya jalinan negatif bersama dengan bagaimana lulusan bisa berpikir mereka untuk memulai usaha.

Profesor Yong Zhao, Dekan Associate Global Education di University of Oregon (AS) baru-baru ini dibandingkan nilai matematika PISA nasional negara-negara maju secara ekonomi bersama dengan nilai-negara yang dirasakan kapabilitas kewirausahaan, berasal berasal dari knowledge survei world monitor Kewirausahaan.
Hasil (lihat grafik) menyarankan kontra-intuitif bahwa keterampilan yang lebih baik sesuai bersama dengan yang kurang percaya diri atas kapabilitas untuk memulai bisnis. Penjelasan yang lebih baik adalah bahwa langkah keterampilan diajarkan menyebabkan kerusakan sikap yang diperlukan untuk memulai bisnis. Mr Zhao berpendapat bahwa “sekolah tradisional punya tujuan untuk buat persiapan karyawan daripada entrepreneur kreatif. Sebagai hasilnya, sekolah tradisional lebih berhasil adalah (sering diukur oleh nilai tes di dalam sebagian mata pelajaran), makin lama menahan kreativitas dan impuls kewirausahaan.

Baca Juga :

Reformasi Pendidikan di Indonesia: Berhasilan atau Gagal?

Reformasi Pendidikan di Indonesia: Berhasilan atau Gagal?

Pada th. 2005, lebih dari satu sebagai respon pada permintaan untuk “re-memprofesionalkan” profesi guru, Indonesia mengadopsi UU Guru dan Dosen yang di sediakan komprehensif, paket memahami reformasi manajemen guru dan mekanisme pembangunan dan lembaga. Meskipun pendidikan tambahan yang dibutuhkan oleh guru untuk menjadi bersertifikat di bawah Undang-Undang memicu lebih dari satu hasil siswa yang positif, fakta sertifikasi dan dua kali lipat penghasilan yang mengikutinya. Sejumlah mekanisme jaminan mutu ditujukan untuk menopang proses ini, cuma saat ini tengah dimasukkan ke dalam daerah yang kala berguna seluruhnya mempunyai potensi untuk mewujudkan lebih dari satu tujuan awal dari diterbitkannya UU tersebut.

Di seluruh lokasi di dunia, peran guru dalam mengimbuhkan pendidikan yang berkwalitas baik dianggap jadi kritis. Guru yang perlu bekerja lebih ekstra, teknik belajar mengajar yang berpusat pada siswa aktif untuk mengimbuhkan kurikulum yang relevan, dalam konteks panggilan yang lebih kuat untuk desentralisasi, manajemen berbasis sekolah, perlu mempromosikan dukungan penduduk untuk sekolah, perlu memperlihatkan kedua prinsip-prinsip etika yang kuat dan praktek yang baik dan pada akhirnya perlu memberi impuls pada siswa, memastikan kesegaran dan keselamatan mereka, dan menopang mereka belajar apa yang mendambakan siswa perlukan.

Peran ini variasi bagi guru benar-benar mutlak di Indonesia, bersama nyaris tiga juta guru – dari TK sampai pendidikan menengah akademik dan kejuruan; di sekolah umum, swasta, dan Islam. Dengan dua macam status kepegawaian pegawai negeri dan status kontrak selagi – Indonesia mempunyai salah satu kader terbesar dan paling bervariasi dari keguruan di dunia. Bagaimana perihal ini dicoba untuk diprofesionalkan, profesi guru bersama reformasi manajemen guru dan pengembangan proses dan lembaga pendidikan guru dan proses yang membuahkan guru – dan type efek reformasi ini udah mempunyai pada mutu pendidikan dan hasil peserta didik, karenahal itu mutlak bagi pembangunan bangsa di masa depan.

Jawaban Indonesia pada tantangan ini adalah perintis menata peran, kiat dan tanggung jawab Guru dan Dosen mengacu UU Nomor 14 th. 2005, konsekuensinya tambahan biaya dibutuhkan pula untuk meningkatkan mutu dan kesejahteraan mereka dalam menopang UU Pendidikan yang sebelumnya terbit th. 2003. Aturan Guru layaknya yang dikenal diuraikan berkenaan kompetensi yang dibutuhkan guru di empat bidang (pedagogik, pribadi, sosial, dan profesional) dan penggabungan mereka ke dalam standar guru nasional, peran beraneka unit Kementerian dan lembaga dalam menopang guru mencapai kompetensi ini, proses sertifikasi guru dan kualifikasi yang dibutuhkan untuk sertifikasi tersebut, dan kondisi di mana guru dapat menerima tunjangan spesifik dan profesional.

Sebuah reformasi utama adalah persyaratan bahwa seluruh guru perlu resmi “bersertifikat”. Proses sertifikasi yang dihasilkan mandat penyelesaian gelar empat th. bersama kualifikasi profesional pascasarjana dalam pedagogi praktis subjek yang dapat diajarkan. Guru yang berhasil menerima tunjangan profesi untuk melipatgandakan penghasilan mereka.

Isu-isu mutlak regulasi tentang pengelolaan guru dan pengembangan yang dibutuhkan untuk pertimbangan lebih lanjut, pengembangan profesional berkesinambungan dan link ke promosi dan gaji bertahap, penilaian kinerja guru, dan peran kepala sekolah dalam kepemimpinan instruksional. Dengan kata lain, UU Guru mengimbuhkan yang komprehensif, paket yang memahami reformasi yang membentuk agenda ambisius untuk melakukan perbaikan proses pendidikan nasional.

Ternyata para siswa dari guru bersertifikat tidak mempunyai hasil belajar yang lebih baik dibandingkan bersama siswa guru non-sertifikasi padahal pendapatanya dinaikkan dua kali lipat dari sebelumnya. Hal ini khususnya disebabkan oleh fakta bahwa pada tahun-tahun awal reformasi, karena pertimbangan politik, sertifikasi bagi banyak guru tidak didasarkan pada desain asli dari pengujian kompetensi namun lebih pada penilaian portofolio guru-dirakit dari pengalaman mereka. Selain itu, nyaris seluruh guru yang perlu mengambil alih pelatihan tambahan di luar portofolio lulus uji kompetensi berikutnya; bersama kata lain, nyaris seluruh guru dalam antrian sertifikasi berhasil. (Meskipun proses portofolio kini udah ditinggalkan menopang uji kompetensi untuk semua, lebih dari satu besar pelamar tetap berhasil dalam proses sertifikasi).

Tidak adanya perbedaan dalam materi dan penilaian pedagogi skor subjek guru bersertifikat dan tidak bersertifikat, memperlihatkan bahwa proses ini sendiri tidak meningkatkan kompetensi atau membedakan guru dalam perihal kualitas.

Namun, belajar sebenarnya memperlihatkan pertalian yang kuat pada ilmu guru (baik materi pelajaran dan pedagogi) dan hasil belajar siswa. Hal ini khususnya disebabkan oleh persyaratan bahwa seluruh guru meraih gelar empat th. sebelum sertifikasi. Dengan kata lain, pelatihan tambahan tidak meningkatkan kualitas, sertifikasi dan tidak meningkatkan penghasilan.

Artikel Lainnya : https://tokoh.co.id/biodata-blackpink-all-member-dan-fakta-terlengkap/

Daya tarik sertifikasi dan penghasilan yang lebih tinggi udah memicu peningkatan besar dalam kuantitas dan mutu lulusan sekolah menengah masuk fakultas pendidikan guru di perguruan Indonesia.
Beragam mekanisme jaminan mutu ditujukan untuk menjadi anggota integral dari reformasi – pengembangan standar kompetensi guru, proses yang lebih baik merekrut dan kepala pelatihan guru dan pengawas, dan proses yang sistematis induksi guru, mentoring, masa percobaan, dan penilaian kinerja – cuma saat ini tengah dimasukkan ke dalam daerah daripada sebelumnya dalam proses di mana itu dapat menjadi lebih berguna. Harapannya adalah bahwa kala mekanisme ini beroperasi layaknya yang direncanakan, efisiensi dan efektivitas proses reformasi guru dapat meningkat.

Akhirnya, biaya reformasi guru (terutama pembayaran tunjangan profesi) udah burgeoned – dan dapat konsisten melakukannya – dan kiat penghematan biaya sehingga berarti dapat diperlukan, khususnya yang tentang bersama efisiensi yang lebih besar dalam penyebaran guru.

Baca Juga :

Pendidikan Berbasis Texbook Digital di Korea Selatan

Pendidikan Berbasis Texbook Digital di Korea Selatan

Korea Selatan telah menjadi tidak benar satu dunia pembawa standar di dalam pendidikan, dengan siswa secara terus menerus mencetak gol di pada tiga negara di standar PISA (Program for International Student Assessment) pengujian di dalam membaca, matematika dan pengetahuan pengetahuan. Didukung oleh prinsip nasional untuk teknologi dan pendidikan, dan mendapat dukungan oleh tidak benar satu tingkat tertinggi penetrasi internet berkecepatan tinggi di dunia, Korea Selatan terus mendorong dan mencampurkan batas-batas teknologi dan pendidikan dengan beberapa langkah seperti inisiatif buku digital, cuma satu anggota berasal dari proyek yang komprehensif Smart Education ‘.

“Pendidikan Cerdas akan membuat perubahan cara kami lihat buku teks,” tulis Ju-Ho Lee, Menteri Pendidikan, Sains dan Teknologi. “Transfer berasal dari buku kertas tradisional untuk buku digital akan terlalu mungkin siswa untuk meninggalkan ransel mereka berat dan menjelajahi dunia di luar kelas.” [1]

Departemen Pendidikan, Sains dan Teknologi (MEST) meluncurkan program pada tahun 2007, menyerukan tidak cuma untuk penciptaan buku digital, tapi terhitung database jaringan berasal dari bahan ajar untuk melayani sebagai yang baru, curriculae fleksibel. Pendidikan guru di dalam teknologi digital, namun, di mulai nyaris 20 tahun di awalnya pada tahun 1988, kala MEST melembagakan Standar Keterampilan ICT untuk Guru di dalam mengantisipasi keperluan kepemimpinan kelas teknologi mahir.

Dalam tiga tahun pertama fase pilot, prototipe buku telah diperkenalkan ke sekolah-sekolah SD dulu, dengan obyek ambisius menempatkan sebuah buku digital di tangan masing-masing siswa pada tahun 2015. Sedangkan investasi startup total diproyeksikan menjadi sekitar US $ 2,4 miliar , tanggapan pada fase awal telah positif, dan MEST berharap digitalisasi akan menghemat duit di dalam jangka panjang dengan kurangi ongkos buku dikarenakan harga PC tablet menjadi tambah terjangkau.

Pendukung program sangat percaya pemakaian buku teks digital punyai banyak keuntungan yang tidak sama atas pembelajaran berbasis cetak tradisional, yang kini banyak diamati oleh pendidik Korea sebagai benar-benar pasif dan ketinggalan zaman. “Sebagai keperluan pendidikan berubah, begitu terhitung metode pembelajaran yang dikembangkan untuk mencukupi keperluan pendidikan,” menjelaskan Sang-Hyun Jang, Direktur Global Futures di Korea Pendidikan & Penelitian Layanan Informasi, lengan rencana pusat inisiatif Pendidikan Cerdas. “Menghafal Rote dan pengulangan adalah metode pembelajaran yang efektif untuk informasi cuma mempertahankan, tapi tidak cocok untuk penerapan pengetahuan dan reproduksi kreatif. Kompetensi kreatif adalah obyek utama pendidikan. ”

Buku digital, pendukung berpendapat, sedia kan platform untuk kurikulum yang mampu dengan ringan diperbarui oleh guru, dan terhitung tawarkan lebih banyak peluang untuk konten dinamis dengan peningkatan interaktivitas. Studi terbaru menunjukkan bahwa fasilitas baru tampaknya punyai pengaruh positif pada siswa belajar, dengan perbaikan diukur di dalam meta-kognisi, self-regulated learning, self-efficacy, eksplorasi informasi, pemecahan masalah, stimulus intrinsik dan refleksi diri. [2]

Mungkin hasil yang paling mengasyikkan sejauh ini menunjukkan bahwa buku teks digital benar-benar efektif di dalam mempersempit kesenjangan pendidikan pada siswa berasal dari kota-kota kecil dan tempat tinggal tangga miskin. [3] Digitalisasi terhitung mempengaruhi kesenjangan kebolehan membaca type kelamin, dengan anak laki-laki menunjukkan kebolehan lebih di dalam membaca secara online , meskipun masih di belakang anak perempuan. Mahasiswa Korea terhitung telah mengungguli orang-orang berasal dari negara-negara lain di melek digital dengan menunjukkan top-notch membaca secara online sebagai lawan membaca di fasilitas cetak. [4]

Mr Jang menjelaskan bahwa tantangan terbesar proyek berada di ranah hukum. “Meskipun faedah dan kemudahan pencarian informasi di lingkungan multimedia, buku digital tambah isu-temui berkaitan dengan hak cipta hukum. Pengembangan buku digital yang sukses dan diseminasi perlu penghapusan type rintangan. ”

Namun demikian, Mr Jang menunjukkan bahwa era depan pendidikan digital adalah “tak terelakkan”, dan terdiri berasal dari cuma satu cara di dalam realisasi ‘U-Learning,’ sebuah rancangan yang mengedepankan bahwa pembelajaran kudu di mana-mana, terus menerus dan fleksibel. Komponen lain berasal dari proyek ini meliputi pengembangan Depan Sistem Pembelajaran Cyber untuk tingkatkan peluang pendidikan luar sekolah, dan pembentukan gateway e-Learning, Koel, untuk berbagi praktek-praktek paling baik di dalam pendidikan digital di seluruh dunia.

Sementara hasilnya menggembirakan, negara-negara lain mampu mendapatkan program susah untuk ditiru. Pendidikan pandai bergantung pada faktor nomor yang unik untuk Korea Selatan. Cepat, internet handal ada nyaris di mana-mana di tempat perkotaan dan pedesaan sama. Negara ini menempatkan premi yang tinggi pada pendidikan, dengan sejumlah besar baik membeli pendidikan swasta dan publik. Komitmen bangsa untuk teknologi di dalam pendidikan tanggal ulang ke ketetapan formal pada tahun 1970 untuk mengintegrasikan komputasi pendidikan ke sekolah-sekolah tinggi dan universitas. Thread ini telah dilakukan ke di dalam kiat pembangunan nasional era kini berpusat di sekitar kemampuannya untuk gunakan dan menciptakan teknologi. Dengan pendekatan yang terkoordinasi pada ekonomi, pendidikan dan kebijakan, Korea Selatan mampu beri tambahan negara-negara lain dengan visi yang berfaedah era depan pendidikan digital.

Baca Juga :

Kisah Dua Laut

Kisah Dua Laut

Kisah Dua Laut

Kisah Dua Laut

Kisah Dua Laut

Di Palestina ada dua laut. Keduanya sangat berbeda.
Yang satu dinamakan Laut Galilea, yaitu sebuah danau
yang luas dengan air yang jernih dan bisa di minum.
Ikan dan manusia berenang dalam laut tersebut. Danau
itu juga dikelilingi oleh ladang dan kebun hijau.
banyak orang mendirikan rumah di sekitarnya.

Laut yang lain dinamakan Laut Mati, dan sungguh**
sesuai dgn namanya. Segala sesuatu yg ada didalamnya
mati. Airnya sungguh asin sehingga kita bisa sakit
jika meminumnya. Danau itu tidak ada ikannya dan tidak
ada sesuatupun yg sanggup tumbuh di tepiannya. Tak
juga ada orang yg ingin tinggal di sekitarnya, sebab
baunya sangat tak sedap.

Jadi yang menarik tentang kedua laut itu adalah bahwa
sungai yang mengalir ke keduanya adalah satu sungai.
Trus, apa yang membuatnya kemudian jadi beda? Bedanya,
laut yang satu menerima dan memberi, sedang laut
lainnya menerima dan menyimpannya saja.

Sungai Yordan mengalir ke Laut Galilea dan mengalir
keluar dari dasar danau itu. Danau tersebut
memanfaatkan air sungai Yordan dan kemudian
meneruskannya kepada danau lain yg juga
memanfaatkannya. Sungai Yordan kemudian mengalir ke
Laut Mati namun tdk pernah keluar lagi. Laut Mati
menyimpan air Sungai Yordan bagi dirinya sendiri. Hal
itulah yang membuatnya mati : hanya menerima dan tidak
mau memberi.

Baca Juga :