twittsev.com

Situs Web Pendidikan Terupdate

Kisah Nabi Nuh A.S

Kisah Nabi Nuh A.S

Nabi Nuh adalah nabi keempat sehabis Adam, Syith dan Idris dan keturunan kesembilan berasal dari Nabi Adam. Ayahnya adalah Lamik bin Metusyalih bin Idris.

Dakwah Nabi Nuh Kepada Kaumnya

Nabi Nuh terima wahyu kenabian berasal dari Allah di dalam jaman “fatrah” jaman kekosongan di antara dua rasul di mana umumnya manusia secara beransur-ansur meniadakan ajaran agama yang dibawa oleh nabi yang meninggalkan mereka dan ulang bersyirik meninggalkan amal kebajikan, melaksanakan kemungkaran dan kemaksiatan di bawah pimpinan Iblis.
Demikianlah maka kaum Nabi Nuh tidak luput berasal dari proses tersebut, agar kala Nabi Nuh berkunjung di tengah-tengah mereka, mereka sedang menyembah berhala ialah patung-patung yang dibuat oleh tangan-tangan mereka sendiri disembahnya sebagai tuhan-tuhan yang bisa membawa kebaikan dan manfaat serta menampik segala kesengsaraan dan kemalangan.berhala-berhala yang dipertuhankan dan menurut keyakinan mereka membawa kemampuan dan kekuasaan ghaib ke atas manusia itu diberinya nama-nama yang silih berubah menurut kehendak dan selera kebodohan mereka.Kadang-kadang mereka namakan berhala mereka ” Wadd ” dan ” Suwa ” kadang kala ” Yaguts ” dan seandainya udah jemu digantinya bersama nama ” Yatuq ” dan ” Nasr “.

Nabi Nuh berdakwah kepada kaumnya yang udah jauh tersesat oleh iblis itu, mengajak mereka meninggalkan syirik dan penyembahan berhala dan ulang kepada tauhid menyembah Allah Tuhan sekalian alam melaksanakan ajaran-ajaran agama yang diwahyukan kepadanya serta meninggalkan kemungkaran dan kemaksiatan yang diajarkan oleh Syaitan dan Iblis.
Nabi Nuh menarik perhatian kaumnya agar memandang alam semesta yang diciptakan oleh Allah berupa langit bersama matahari, bulan dan bintang-bintang yang menghiasinya, bumi bersama kekayaan yang tersedia di atas dan di bawahnya, berupa tumbuh-tumbuhan dan air yang mengalir yang memberi kenikmatan hidup kepada manusia, pengantian malam jadi siang dan sebaliknya yang kesemua itu jadi bukti dan tanda nyata akan ada keesaan Tuhan yang harus disembah dan bukan berhala-berhala yang mereka bikin bersama tangan mereka sendiri.Di samping itu Nabi Nuh termasuk mengumumkan kepada mereka bahwa akan tersedia gajaran yang akan di terima oleh manusia atas segala amalannya di dunia iaitu syurga bagi amalan kebajikan dan neraka bagi segala pelanggaran pada perintah agama yang berupa kemungkaran dan kemaksiatan.

Nabi Nuh yang dikurniakan Allah bersama sifat-sifat yang patut dimiliki oleh seorang nabi, fasih dan tegas di dalam kata-katanya, bijaksana dan sabar di dalam tindak-tanduknya melaksanakan tugas risalahnya kepada kaumnya bersama penuh kesabaran dan kebijaksanaan bersama langkah yang lemah lembut mengetuk hati nurani mereka dan kadang kala bersama kata-kata yang tajam dan suara yang kasar seandainya menghadapi pembesar-pembesar kaumnya yang keras kepala yang enggan terima hujjah dan dalil-dalil yang dikemukakan kepada mereka yang tidak bisa mereka membantahnya atau mematahkannya.

Akan tetapi biarpun Nabi Nuh udah mengupayakan sekuat tanaganya berdakwah kepda kaumnya bersama segala kebijaksanaan, kecekapan dan kesabaran dan di dalam tiap-tiap kesempatan, siang mahupun malam bersama langkah berbisik-bisik atau langkah terang dan terbuka terbyata cuma sedikit sekali berasal dari kaumnya yang dpt terima dakwahnya dan ikuti ajakannya, yang menurut kala riwayat tidak melebihi bilangan seratus orang Mereka pun terdiri berasal dari orang-orang yang miskin berkedudukan sosial lemah. Sedangkan orang yang kaya-raya, berkedudukan tingi dan terpandang di dalam masyarakat, yang merupakan pembesar-pembesar dan penguasa-penguasa selamanya membangkang, tidak mempercayai Nabi Nuh mengingkari dakwahnya dan sesekali tidak merelakan melewatkan agamanya dan keyakinan mereka pada berhala-berhala mereka, bahkan mereka mengupayakan bersama mengadakan persekongkolan hendak melumpuhkan dan mengagalkan usaha dakwah Nabi nuh.

Berkata mereka kepada Nabi Nuh: “Bukankah engkau cuma seorang daripada kami dan tidak berbeda drp kami sebagai manusia biasa. Jikalau betul Allah akan mengutuskan seorang rasul yang membawa perintah-Nya, nescaya Ia akan mengutuskan seorang malaikat yang patut kami dengarkan kata-katanya dan kami ikuti ajakannya dan bukan manusia biasa seperti engkau cuma dpt diikuti orang-orang rendah kedudukan sosialnya seperti para buruh petani orang-orang yang tidak berpenghasilan yang bagi kami mereka seperti sampah masyarakat.Pengikut-pengikutmu itu adalah orang-orang yang tidak membawa daya fikiran dan ketajaman otak, mereka mengikutimu secara buta tuli tanpa berkhayal dan menimbangkan masak-masak benar atau tidaknya dakwah dan ajakanmu itu. Cuba agama yang engkau bawa dan ajaran -ajaran yang engkau sadurkan kepada kami itu betul-betul benar, nescaya kamilah pernah mengikutimu dan bukannya orang-orang yang mengemis pengikut-pengikutmu itu. kami sebagai pemuka-pemuka penduduk yang pintar berfikir, punya kecerdasan otak dan pandangan yang luas dan yang dipandang penduduk sebagai pemimpin-pemimpinnya, tidaklah mudak kami terima ajakanmu dan dakwahmu.Engkau tidak membawa kelebihan di atas kami berkenaan soaL-soal kemasyarakatan dan pergaulan hidup.kami jauh lebih pintar dan lebih mengetahui drpmu berkenaan perihal itu semua.nya.Anggapan kami terhadapmu, tidak lain dan tidak bukan, bahawa engkau adalh pendusta belaka.”

Nuh berkata, menjawab ejekan dan olok-olokan kaumnya: “Adakah engkau mengira bahwa saya dpt memaksa anda ikuti ajaranku atau mengira bahwa saya membawa kekuasaan untuk menjadikan anda orang-orang yang beriman jika anda selamanya menampik ajakan ku dan selamanya membuta-tuli pada bukti-bukti kebenaran dakwahku dan selamanya mempertahakan pendirianmu yang tersesat yang diilhamkan oleh kesombongan dan kecongkakan gara-gara kedudukan dan harta-benda yang anda miliki.Aku cuma seorang manusia yang mendpt amanat dan diberi tugas oleh Allah untuk menyampaikan risalah-Nya kepada kamu. Jika anda selamanya berkeras kepala dan tidak mahu ulang ke jalur yang benar dan terima agama Allah yang diutuskan-Nya kepada ku maka terserahlah kepada Allah untuk menentukan hukuman-Nya dan gajaran-Nya keatas diri kamu. Aku cuma pesuruh dan rasul-Nya yang diperintahkan untuk menyampaikan amanat-Nya kepada hamba-hamba-Nya. Dialah yang berkuasa memberi hidayah kepadamu dan mengampuni dosamu atau turunkan azab dan seksaan-Nya di atas anda sekalian jika Ia kehendaki.Dialah pula yang berkuasa turunkan seksa danazab-nya di dunia atau menangguhkannya hingga hari kemudian. Dialah Tuhan pencipta alam semesta ini, Maha Kuasa ,Maha Mengetahui, maha pengasih dan Maha Penyayang.”.

Kaum Nuh menyampaikan syarat bersama berkata: “Wahai Nuh! Jika engkau menghendaki kami mengikutimu dan memberi sokongan dan impuls kepada anda dan kepada agama yang engkau bawa, maka jauhkanlah para pengikutmu yang terdiri berasal dari orang-orang petani, buruh dan hamaba-hamba sahaya itu. Usirlah mereka berasal dari pengaulanmu gara-gara kami tidak dpt bergaul bersama mereka duduk berdampingan bersama mereka mengikut langkah hidup mereka dan bergabung bersama mereka di dalam suatu agama dan kepercayaan. Dan bagaimana kami dpt terima satu agama yang menyamaratakan para bangsawan bersama orang awam, penguasa dan pembesar bersama buruh-buruhnya dan orang kaya yang berkedudukan bersama orang yang miskin dan papa.”

Nabi Nuh menampik pensyaratan kaumnya dan berkata: “Risalah dan agama yang saya bawa adalah untuk semua orang tiada pengecualian, yang pintar mahupun yang bodoh, yang kaya mahupun miskin, majikan ataupun buruh ,diantara peguasa dan rakyat biasa seluruhnya membawa kedudukan dan tempat yang mirip trehadap agama dan hukum Allah. Andai kata saya mencukupi pensyaratan anda dan meluluskan keinginanmu menyingkirkan para pengikutku yang setia itu, maka siapakah yang dpt ku mengharapkan akan meneruskan dakwahku kepada orang ramai dan bagaimana saya hingga hati menjauhi drpku orang-orang yang udah beriman dan terima dakwahku bersama penuh keyakinan dan keikhlasan di kala anda menolaknya serta mengingkarinya, orang-orang yang udah membantuku di dalam tugasku di kala anda menghambat usahaku dan merintangi dakwahku. Dan bagaimanakah saya dpt mempertanggungjawabkan tindakan pengusiranku kepada mereka pada Allah seandainya mereka mengadu bahawa saya udah membalas loyalitas dan ketaatan mereka bersama sebaliknya sekedar untuk mencukupi permintaanmu dan tunduk kepada pensyaratanmu yang tidak lumrah dan tidak dpt di terima oleh akal dan fikiran yang sihat. Sesungguhnay anda adalah orang-orang yang bodoh dan tidak berfikiran sihat.”.

Pada akhirnya, gara-gara mulai tidak berdaya ulang mengingkari kebenaran kata-kata Nabi Nuh dan mulai kehabisan alasan dan hujjah untuk melanjutkan dialog bersama beliau, maka berkatalah mereka: “Wahai Nabi Nuh! Kita udah banyak bermujadalah dan berdebat dan cukup berdialog serta mendengar dakwahmu yang udah membosankan itu. Kami selamanya tidak akan mengikutimu dan tidak akan sesekali melewatkan keyakinan dan adat-istiadat kami agar tidak tersedia gunanya ulang engkau mengulang-ulangi dakwah dan ajakanmu dan bertegang lidah bersama kami. datangkanlah apa yang engkau sangat orang yang menepati janji dan kata-katanya. Kami mengidamkan memandang kebenaran kata-katamu dan ancamanmu di dalam kenyataan. Karena kami masih selamanya belum mempercayaimu dan selamanya meragukan dakwahmu.”

Nabi Nuh Berputus Asa Dari Kaumnya

Nabi Nuh berada di tengah-tengah kaumnya selama sembilan ratus lima puluh th. berdakwah menyampaikan risalah Tuhan, mengajak mereka meninmggalkan penyembahan berhala dan ulang menyembah dan beribadah kepada Allah Yang maha Kuasa memimpin mereka muncul berasal dari jalur yang sesat dan gelap ke jalur yang benar dan terang, mengajar mereka hukum-hukum syariat dan agama yang diwahyukan oleh Allah kepadanya, mangangkat darjat manusia yang tertindas dan lemah ke tingak yang sesuai bersama fitrah dan qudratnya dan mengupayakan menyingkirkan sifat-sifat sombong dan bongkak yang melekat pd para pembesar kaumnya dan medidik agar mereka berkasih sayang, tolong-menolong di antara sesama manusia. Akan tetapi di dalam kala yang cukup lama itu, Nabi Nuh tidak sukses menyedarkan an menarik kaumnya untuk ikuti dan terima dakwahnya beriman, bertauhid dan beribadat kepada
Allah jika sekelompok kecil kaumnya yang tidak meraih seramai seratus orang, biarpun ia udah melaksanakan tugasnya bersama segala daya-usahanya dan sekuat tenaganya bersama penuh kesabaran dan kesusahan menghadapi penghinaan, ejekan dan cercaan makian kaumnya, gara-gara ia mengharapkan akan dtg masanya di mana kaumnya akan sedar diri dan dtg mengakui kebenarannya dan kebenaran dakwahnya. Harapan Nabi Nuh akan kesedaran kaumnya ternyata semakin hari semakin berkurangan dan bahawa cahaya iman dan takwa tidak akan menebus ke di dalam hati mereka yang udah tertutup rapat oleh ajaran dan bisikan Iblis. Hal mana Nabi Nuh berupa berfirman Allah yang bermaksud:
“Sesungguhnya tidak akan seorang drp kaumnya mengikutimu dan beriman jika mereka yang udah mengikutimu dan beriman lebih dahulu, maka jgnlah engkau bersedih hati gara-gara apa yang mereka perbuatkan.”
Dengan penegasan firman Allah itu, lenyaplah sisa harapan Nabi Nuh berasal dari kaumnya dan habislah kesabarannya. Ia memohon kepada Allah agar turunkan Azab-Nya di atas kaumnya yang berkepala batu seraya berseru:”Ya Allah! Jgnlah Engkau biarkan seorang pun drp orang-orang kafir itu hidup dan tinggal di atas bumi ini. Mareka akan mengupayakan menyesatkan hamba-hamba-Mu, jika Engkau biarkan mereka tinggal dan mereka tidak akan melahirkan dan turunkan tak hanya anak-anak yang berbuat maksiat dan anak-anak yang kafir spt.mereka.”

Doa Nabi Nuh dikalbulkan oleh Allah dan permohonannya diluluskan dan tidak harus ulang mengacuhkan dan mempersoalkan kaumnya, gara-gara mereka itu akan terima hukuman Allah bersama mati tenggelam.

Nabi Nuh Membuat Kapal

Setelah terima perintah Allah untuk membuat sebuah kapal, segeralah Nabi Nuh menghimpun para pengikutnya dan mulai mereka menghimpun bhn yang dibutuhkan untuk maksud tersebut, sesudah itu bersama menyita tempat di luar dan agak jauh berasal dari kota dan keramaiannya mereka bersama rajin dan tekun bekerja siang dan malam merampungkan pembinaan kapal yang diperintahkan itu.

Walaupun Nabi Nuh udah menjauhi kota dan masyarakatnya, agar dpt bekerja bersama tenang tanpa gangguan bagi merampungkan pembinaan kapalnya tetapi ia tidak luput berasal dari ejekan dan cemuhan kaumnya yang kebetulan atau sengaja lewat tempat kerja membina kapal itu. Mereka mengejek dan mengolok-olk bersama mengatakan: “Wahai Nuh! Sejak seandainya engkau udah jadi tukang kayu dan pembuat kapal?Bukankah engkau seorang nabi dan rasul menurut pengakuanmu, kenapa sekarang jadi seorang tukang kayu dan pembuat kapal.Dan kapal yang engkau bikin itu di tempat yang jauh berasal dari air ini adalah maksudmu untuk ditarik oleh kerbau ataukah mengharapkan angin yang ankan menarik kapalmu ke laut?”Dan lain-lain kata ejekan yang di terima oleh Nabi Nuh bersama sikap dingin dan tersenyum seraya menjawab: “Baiklah tunggu saja saatnya nanti, jika anda sekrg mengejek dan mengolok-olok kami maka akan tibalah masanya kelak bg kami untuk mengejek anda dan akan anda ketahui kelak untuk apa kapal yang kami siapkan ini.Tunggulah saatnya azab dan hukuman Allah menimpa atas diri kamu.”

Setelah selesai pekerjaan pembuatan kapal yang merupakan alat pengangkutan laut pertama di dunia, Nabi Nuh terima wahyu berasal dari Allah: “Siap-siaplah engkau bersama kapalmu, seandainya tiba perintah-Ku dan muncul gejala drp-Ku maka segeralah angkut bersamamu di di dalam kapalmu dan kerabatmu dan bawalah dua gunakan berasal dari tiap-tiap model makhluk yang tersedia di atas bumi dan belayarlah bersama izin-Ku.”
Kemudian tercurahlah berasal dari langit dan memancur berasal dari bumi air yang deras dan dahsyat yang di dalam sekelip mata udah jadi banjir besar melanda semua kota dan desa menggenangi daratan yang rendah mahupun yang tinggi hingga meraih puncak bukit-bukit agar tiada tempat berlindung berasal dari air bah yang dahsyat itu jika kapal Nabi Nuh yang udah terisi penuh bersama para orang mukmin dan pasangan makhluk yang diselamatkan oleh Nabi Nuh atas perintah Allah.

Dengan iringan “Bismillah majraha wa mursaha” belayarlah kapal Nabi Nuh bersama lajunya menyusuri lautan air, menentang angin yang kadang kala lemah lembut dan kadang kala ganas dan ribut. Di kanan kiri kapal terlihatlah orang-orang kafir bergelut melawan gelombang air yang menggunung mengupayakan menyelamat diri berasal dari cengkaman maut yang udah sedia menerkam mereka di di dalam lipatan gelombang-gelombang itu.

Tatkala Nabi Nuh berada di atas geladak kapal menyimak cuaca dan melihat-lihat orang-orang kafir berasal dari kaumnya sedang bergelimpangan di atas permukaan air, tiba-tiba terlihatlah olehnya tubuh putera sulungnya yang bernama “Kan’aan” timbul tenggelam dipermainkan oleh gelombang yang tidak menaruh belas kasihan kepada orang-orang yang sedang terima hukuman Allah itu. Pada kala itu, tanpa disadari, timbullah rasa cinta dan kasih sayang seorang ayah pada putera kandungnya yang berada di dalam kondisi risau menghadapi maut ditelan gelombang.

Nabi Nuh secara spontan, terdorong oleh suara hati kecilnya berteriak bersama sekuat suaranya memanggil puteranya: “Wahai anakku! Datanglah kemari dan gabungkan dirimu bersama keluargamu. Bertaubatlah engkau dan berimanlah kepada Allah agar engkau selamat dan terhindar berasal dari bahaya maut yang engkau meniti hukuman Allah.” Kan’aan, putera Nabi Nuh, yang tersesat dan udah terkena racun rayuan syaitan dan hasutan kaumnya yang sombong dan keras kepala itu menampik bersama keras ajakan dan panggilan ayahnya yang menyayanginya bersama kata-kata yang menentang: “Biarkanlah saya dan pergilah, jauhilah aku, saya tidak rela berlindung di atas geladak kapalmu saya akan bisa menyelamatkan diriku sendiri bersama berlindung di atas bukit yang tidak akan dijangkau oleh air bah ini.”

Nuh menjawab: “Percayalah bahawa tempat satu-satunya yang bisa menyelamatkan engkau ialah bergabung bersama kami di atas kapal ini. Masa tidak akan tersedia yang bisa melewatkan diri berasal dari hukuman Allah yang udah ditimpakan ini jika orang-orang yang memperolehi rahmat dan keampunan-Nya.”

Setelah Nabi Nuh mengucapkan kata-katanya tenggelamlah Kan’aan disambar gelombang yang ganas dan lenyaplah ia berasal dari pandangan mata ayahnya, tergelincirlah ke bawah lautan air mengikut kawan-kawannya dan pembesar-pembesar kaumnya yang durhaka itu.

Nabi Nuh bersedih hati dan berdukacita atas kematian puteranya di dalam kondisi kafir tidak beriman dan belum mengenal Allah. Beliau berkeluh-kesah dan berseru kepada Allah: “Ya Tuhanku, memang puteraku itu adalah darah dagingku dan adalah bahagian berasal dari keluargaku dan memang janji-Mu adalha janji benar dan Engkaulah Maha Hakim yang Maha Berkuasa.” Kepadanya Allah berfirman: “Wahai Nuh! Sesungguhnya dia puteramu itu tidaklah termasuk keluargamu, gara-gara ia udah menyimpang berasal dari ajaranmu, melanggar perintahmu menampik dakwahmu dan ikuti jejak orang-orang yang kafir drp kaummu.Coretlah namanya berasal dari daftar keluargamu.Hanya mereka yang udah terima dakwahmu ikuti jalanmu dan beriman kepada-Ku dpt engkau masukkan dan golongkan ke di dalam barisan keluargamu yang udah Aku janjikan perlindungannya danterjamin keselamatan jiwanya.Adapun orang-orang yang mengingkari risalah mu, mendustakan dakwahmu dan udah ikuti udara nafsunya dan tuntutan Iblis, pastilah mereka akan binasa meniti hukuman yang udah Aku memastikan biarpun mereka berada dipuncak gunung. Maka janganlah engkau sesekali menanyakan berkenaan sesuatu yang engkau belum ketahui. Aku ingatkan janganlah engkau hingga tergolong ke di dalam golongan orang-orang yang bodoh.”

Nabi Nuh sedar langsung sehabis terima teguran berasal dari Allah bahwa cinta kasih sayangnya kepada anaknya udah menjadikan ia lupa akan janji dan ancaman Allah pada orang-orang kafir termasuk puteranya sendiri. Ia sedar bahawa ia tersesat pd kala ia memanggil puteranya untuk menyelamatkannya berasal dari bencana banjir yang didorong oleh perasaan naluri darah yang menghubungkannya bersama puteranya padahal semestinya cinta dan taat kepada Allah harus mendahului cinta kepada keluarga dan harta-benda. Ia sangat sesalkan kelalaian dan kealpaannya itu dan menghadap kepada Allah memohon ampun dan maghfirahnya bersama berseru: “Ya Tuhanku saya berlindung kepada-Mu berasal dari godaan syaitan yang terlaknat, ampunilah kelalaian dan kealpaanku agar saya menanyakan sesuatu yang saya tidak mengetahuinya. Ya Tuhanku seandainya Engkau tidak memberi ampun dan maghfirah serta turunkan rahmat bagiku, nescaya saya jadi orang yang rugi.”

Setelah air bah itu meraih puncak keganasannya dan habis binasalah kaum Nuh yang kafir dan zalim sesuai bersama kehendak dan hukum Allah, surutlah lautan air diserap bumi sesudah itu bertambatlah kapal Nuh di atas bukit ” Judie ” bersama iringan perintah Allah kepada Nabi Nuh: “Turunlah wahai Nuh ke darat engkau dan para mukmin yang menyertaimu bersama selamat dilimpahi barakah dan inayah berasal dari sisi-Ku bagimu dan bagi umat yang menyertaimu.”

Kisah Nabi Nuh Dalam Al-Quran

Al-Quran menceritakan kisah Nabi Nuh di dalam 43 ayat berasal dari 28 surah di antaranya surah Nuh berasal dari ayat 1 sehinga 28, termasuk di dalam surah “Hud” ayat 27 agar 48 yang mengisahkan dialog Nabi Nuh bersama kaumnya dan perintah pembuatan kapal serta kondisi banjir yang menimpa di atas mereka.

Pengajaran Dari Kisah Nabi Nuh A.S.

Bahawasanya pertalian antara manusia yang terkait gara-gara ikatan persamaan keyakinan atau penamaan aqidah dan pendirian adalah lebih erat dan lebih berkesan drp pertalian yang terkait gara-gara ikatan darah atau kelahiran. Kan’aan yang biarpun ia adalah anak kandung Nabi Nuh, oleh Allah s.w.t. dikeluarkan berasal dari bilangan keluarga ayahnya gara-gara ia menganut keyakinan dan agama berbeda bersama apa yang dianut dan didakwahkan oleh ayahnya sendiri, bahkan ia berada di pihak yang memusuhi dan menentangnya.

Maka di dalam pengertian inilah bisa difahami firman Allah di dalam Al-Quran yang bermaksud: “Sesungguhnya para mukmin itu adalah bersaudara.” Demikian pula hadis Rasulullah s.a.w.yang bermaksud:”Tidaklah sempurna iman seseorang jika jika ia menyintai saudaranya yang beriman sebagaimana ia menyintai dirinya sendiri.”Juga peribahasa yang berbunyi:”Adakalanya engkau memperolehi seorang saudara yang tidak dilahirkan oleh ibumu.”

Sumber : https://tokoh.co.id/

Baca Juga :

Kisah Nabi Idris A.S.

Kisah Nabi Idris A.S.

Tidak banyak info yang didpti tentang kisah Nabi Idris di di dalam Al-Quran mahupun di dalam kitab-kitab Tafsir dan kitab-kitab histori nabi-nabi.Di di dalam Al-Quran cuma terdpt dua ayat tentang Nabi Idris iaitu di dalam surah Maryam ayat 56 dan 57:

“Dan ceritakanlah hai Muhammad kepada mereka , kisah Idris yang terdpt tersebut di di dalam Al-Quran. Sesungguhnya ia adalah seorang yang sgt membetulkan dan seorang nabi. 57 – Dan Kami telah mengangkatnya ke martabat yang tinggi.” Maryam : 56 – 57

Nabi Idris adalah keturunan keenam dari Nabi Adam putera dari Yarid bin Mihla’iel bin Qinan bin Anusy bin Syith bin Adam A.S. dan adalah keturunan pertama yang dikurniai kenabian menjadi Nabi sesudah Adam dan Syith.
Nabi Idris menurut kala riwayat bermukim di Mesir di mana ia berdakwah untuk agama Allah mengajarkan tauhid dan beribadat menyembah Allah dan juga membeeri beberapa pendoman hidup bagi pengikut-pengikutnya sehingga menyelamat diri darii seksaan di akhirat dan kehancuran dan juga kebinasaan di dunia. Ia hidup hingga umur 82 tahun.

Diantara beberapa nasihat dan kalimat mutiaranya ialah :
Kesabaran yang
disertai iman kepada Allah mempunyai kemenangan.
Orang yang suka ialah orang yang berwaspada dan menghendaki syafaat dari Tuhannya bersama dengan amal-amal solehnya.
Bila anda memohon suatu hal kepada Allah dan berdoa maka ikhlaskanlah niatmu demikian pula puasa dan solatmu.
Janganlah bersumpah di dalam situasi anda berdusta dan janganlah menuntup sumpah dari orang yang berdusta sehingga anda tidak menyekutui mereka di dalam dosa.
Taatlah kepada raja-rajamu dan tunduklah kepada pembesar-pembesarmu dan juga penuhilah selamanya mulut-mulutmu bersama dengan ucapan syukur dan puji kepada Allah.
Janganlah iri hati kepada orang-orang yang baik nasibnya, karena mereka tidak dapat banyak dan lama menikmati kebaikan nasibnya.
Barang siapa melampaui kesederhanaan tidak suatu hal pun dapat memuaskannya.
Tanpa membagi-bagikan nikmat yang diperolehnya seorang tidak dpt bersyukur kepada Allah atas nikmat-nikmat yang diperolehinya itu.
Dalam pertalian bersama dengan firman Allah bahawa Nabi Idris diangkat kemartabat tinggi Ibnu Abi Hatim di dalam tafsirnya meriwayatkan bahawa Nabi Idris wafat tatkala berada di langit keempat dibawa oleh seorang Malaikat Wallahu a’alam bissawab.

Sumber : https://tutorialbahasainggris.co.id/

Baca Juga :

Kisah Nabi Adam

Kisah Nabi Adam

Setelah Allah s.w.t.menciptakan bumi dengan gunung-gunungnya,laut-lautannya dan tumbuh-tumbuhannya,menciptakan langit dengan mataharinya,bulan dan bintang-bintangnya yang bergemerlapan menciptakan malaikat-malaikatnya ialah sejenis makhluk halus yangdiciptakan untuk beribadah menjadi perantara pada Zat Yang Maha Kuasa dengan hamba-hamba khususnya para rasul dan nabinya maka tibalah niat Allah s.w.t. untuk menciptakan sejenis makhluk lain yang dapat menghuni dan mengisi bumi memeliharanya nikmati tumbuh-tumbuhannya,mengelola kekayaan yang terpendam di dalamnya dan berkembang biak turun-temurun waris-mewarisi selama jaman yang sudah ditakdirkan baginya.

Kekhuatiran Para Malaikat.

Para malaikat kala diberitahukan oleh Allah s.w.t. dapat kehendak-Nya menciptakan makhluk lain itu,mereka khuatir kalau-kalau niat Allah menciptakan makhluk yang lain itu,disebabkan kecuaian atau kelalaian mereka dalam ibadah dan menggerakkan tugas atau gara-gara pelanggaran yang mereka laksanakan tanpa disadari.Berkata mereka kepada Allah s.w.t.:”Wahai Tuhan kami!Buat apa Tuhan menciptakan makhluk lain tak hanya kami,padahal kita selamanya bertasbih,bertahmid,melakukan ibadah dan mengagungkan nama-Mu tanpa henti-hentinya,sedang makhluk yang Tuhan dapat ciptakan dan turunkan ke bumi itu,nescaya dapat bertengkar satu dengan lain,akan saling bunuh-membunuh berebutan menguasai kekayaan alam yang muncul diatasnya dan terpendam di dalamnya,sehingga dapat terjadilah rusaknya dan kehancuran di atas bumi yang Tuhan ciptakan itu.”

Allah berfirman,menghilangkan kekhuatiran para malaikat itu:
“Aku mengetahui apa yang kamu tidak ketahui dan Aku sendirilah yang mengetahui hikmat penguasaan Bani Adam atas bumi-Ku.Bila Aku sudah menciptakannya dan meniupkan roh kepada nya,bersujudlah kamu di hadapan makhluk baru itu sebagai penghormatan dan bukan sebagai sujud ibadah,karena Allah s.w.t. melarang hamba-Nya beribadah kepada sesama makhluk-Nya.”
Kemudian diciptakanlah Adam oleh Allah s.w.t.dari segumpal tanah liat,kering dan lumpur hitam yang berbentuk.Setelah disempurnakan bentuknya ditiupkanlah roh ciptaan Tuhan ke dalamnya dan berdirilah ia tegak menjadi manusia yang sempurna.

Iblis Membangkang.

Iblis membangkang dan enggan mematuhi perintah Allah layaknya para malaikat yang lain,yang segera bersujud di hadapan Adam sebagai penghormatan bagi makhluk Allah yang dapat diberi amanat menguasai bumi dengan segala apa yang hidup dan tumbuh di atasnya dan juga yang terpendam di dalamnya.Iblis merasa dirinya lebih mulia,lebih utama dan lebih agung berasal dari Adam,karena ia diciptakan berasal dari unsur api,sedang Adam berasal dari tanah dan lumpur.Kebanggaannya dengan asal usulnya menjadikan ia sombong dan merasa rendah untuk bersujud menjunjung Adam layaknya para malaikat yang lain,walaupun diperintah oleh Allah.

Tuhan bertanya kepada Iblis:”Apakah yang mencegahmu sujud menjunjung suatu hal yang sudah Aku ciptakan dengan tangan-Ku?”
Iblis menjawab:”Aku adalah lebih mulia dan lebih unggul berasal dari dia.Engkau ciptakan saya berasal dari api dan menciptakannya berasal dari lumpur.”
Karena kesombongan,kecongkakan dan pembangkangannya laksanakan sujud yang diperintahkan,maka Allah menghukum Iblis dengan mengusir berasal dari syurga dan mengeluarkannya berasal dari barisan malaikat dengan disertai kutukan dan laknat yang dapat melekat pd.dirinya hingga hari kiamat.Di samping itu ia dinyatakan sebagai penghuni neraka.

Iblis dengan sombongnya menerima dengan baik hukuman Tuhan itu dan ia hanya mohon sehingga kepadanya diberi kesempatan untuk hidup kekal hingga hari kebangkitan kembali di hari kiamat.Allah meluluskan permohonannya dan ditangguhkanlah ia hingga hari kebangkitan,tidak berterima kasih dan bersyukur atas pemberian jaminan itu,bahkan sebaliknya ia mengancam dapat menyesatkan Adam,sebagai gara-gara terusirnya dia berasal dari syurga dan dikeluarkannya berasal dari barisan malaikat,dan dapat mendatangi anak-anak keturunannya berasal dari segala sudut untuk memujuk mereka meninggalkan jalur yang lurus dan bersamanya menempuh jalur yang sesat,mengajak mereka laksanakan maksiat dan hal-hal yang terlarang,menggoda mereka sehingga melalaikan perintah-perintah agama dan mempengaruhi mereka sehingga tidak bersyukur dan beramal soleh.

Kemudian Allah berfirman kepada Iblis yang terkutuk itu:
“Pergilah engkau dengan pengikut-pengikutmu yang seutuhnya dapat menjadi mengisi neraka Jahanam dan bahan bakar neraka.Engkau tidak dapat berdaya menyesatkan hamba-hamba-Ku yang sudah beriman kepada Ku dengan sepenuh hatinya dan punya aqidah yang mantap yang tidak dapat tergoyah oleh rayuanmu meskipun engkau gunakan segala kepandaianmu menghasut dan memfitnah.”

Pengetahuan Adam Tentang Nama-Nama Benda.

Allah hendak menghalau analisis rendah para malaikat pada Adam dan menyakinkan mereka dapat kebenaran hikmat-Nya menunjuk Adam sebagai penguasa bumi,maka diajarkanlah kepada Adam nama-nama benda yang berada di alam semesta,kemudian diperagakanlah benda-benda itu di depan para malaikat seraya:”Cubalah sebutkan bagi-Ku nama benda-benda itu,jika kamu benar merasa lebih mengetahui dan lebih mengetahui berasal dari Adam.”
Para malaikat tidak berdaya memenuhi tentangan Allah untuk menyebut nama-nama benda yang berada di depan mereka.Mereka mengakui ketidak-sanggupan mereka dengan berkata:
“Maha Agung Engkau! Sesungguhnya kita tidak punya ilmu berkenaan suatu hal terkecuali apa yang Tuhan ajakan kepada kami.Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui dan Maha Bijaksana.”

Adam selanjutnya diperintahkan oleh Allah untuk memberitahukan nama-nama itu kepada para malaikat dan sesudah diberitahukan oleh Adam,berfirmanlah Allah kepada mereka:”Bukankah Aku sudah katakan padamu bahawa Aku mengetahui rahsia langit dan bumi dan mengetahui apa yang kamu lahirkan dan apa yang kamu sembunyikan.”

Adam Menghuni Syurga.

Adam diberi area oleh Allah di syurga dan baginya diciptakanlah Hawa untuk mendampinginya dan menjadi teman hidupnya,menghilangkan rasa kesepiannya dan melengkapi kepentingan fitrahnya untuk mengembangkan keturunan. Menurut cerita para ulamat Hawa diciptakan oleh Allah berasal dari keliru satu tulang rusuk Adam yang disebelah kiri diwaktu ia masih tidur sehingga kala ia terjaga,ia memandang Hawa sudah berada di sampingnya.ia ditanya oleh malaikat:”Wahai Adam! Apa dan siapakah makhluk yang berada di sampingmu itu?”

Berkatalah Adam:”Seorang perempuan.”Sesuai dengan fitrah yang sudah diilhamkan oleh Allah kepadanya.”Siapa namanya?”tanya malaikat lagi.”Hawa”,jawab Adam.”Untuk apa Tuhan menciptakan makhluk ini?”,tanya malaikat lagi.
Adam menjawab:”Untuk mendampingiku,memberi kebahagian bagiku dan mengisi kepentingan hidupku sesuai dengan niat Allah.”

Allah berpesan kepada Adam:”Tinggallah engkau dengan isterimu di syurga,rasakanlah kenikmatan yang berlimpah-limpah didalamnya,rasailah dan makanlah buah-buahan yang lazat yang terkandung di dalamnya sepuas hatimu dan sekehendak nasfumu.Kamu tidak dapat mengalami atau merasa lapar,dahaga ataupun letih selama kamu berada di dalamnya.Akan tapi Aku ingatkan janganlah
makan buah berasal dari pohon ini yang dapat mengakibatkan kamu celaka dan juga orang-orang yang zalim.Ketahuilah bahawa Iblis itu adalah musuhmu dan musuh isterimu,ia dapat mengusahakan membujuk kamu dan menyeret kamu muncul berasal dari syurga sehingga hilanglah kebahagiaan yang kamu tengah nikmat ini.”

Iblis Mulai Beraksi.

Sesuai dengan ancaman yang diucapkan kala diusir oleh allah berasal dari Syurga akibat pembangkangannya dan terdorong pula oleh rasa iri hati dan dengki pada Adam yang menjadi gara-gara hingga ia terkutuk dan terlaknat selama-lamanya tersingkir berasal dari singgahsana kebesarannya.Iblis merasa tunjukkan konsep penyesatannya kepada Adam dan Hawa yang tengah hidup berdua di syurga yang tenteram, damai dan bahagia.

Ia tunjukkan kepada mereka bahawa ia adalah teman mereka dan ingin berikan nasihat dan wejangan untuk kebaikan dan mengekalkan kebahagiaan mereka.Segala langkah dan kalimat halus digunakan oleh Iblis untuk memperoleh kepercayaan Adam dan Hawa bahawa ia serius jujur dalam nasihat dan petunjuknya kepada mereka.Ia membisikan kepada mereka bahwa.larangan Tuhan kepada mereka memakan buah-buah yang ditunjuk itu adalah gara-gara dengan memakan buah itu mereka dapat menjelma menjadi malaikat dan dapat hidup kekal.Diulang-ulangilah bujukannya dengan tunjukkan dapat harumnya bau pohon yang dilarang indah wujud buahnya dan lazat rasanya.Sehingga pada akhirnya termakanlah bujukan yang halus itu oleh Adam dan Hawa dan dilanggarlah larangan Tuhan.

Allah mencela tingkah laku mereka itu dan berfirman yang bermaksud: “Tidakkah Aku menghambat kamu mendekati pohon itu dan memakan berasal dari buahnya dan tidakkah Aku sudah ingatkan kamu bahawa syaitan itu adalah musuhmu yang nyata.”
Adam dan Hawa mendengar firman Allah itu sedarlah ia bahawa mereka sudah terlanggar perintah Allah dan bahawa mereka sudah laksanakan suatu kesalahan dan dosa besar.Seraya menyesal berkatalah mereka:”Wahai Tuhan kami! Kami sudah menganiaya diri kita sendiri dan sudah melanggar perintah-Mu gara-gara terkena bujukan Iblis.Ampunilah dosa kita gara-gara nescaya kita dapat tergolong orang-orang yang rugi jika Engkau tidak mengampuni dan mengasihi kami.”

Adam dan Hawa Diturunkan Ke Bumi.

Allah sudah menerima taubat Adam dan Hawa dan juga mengampuni tingkah laku pelanggaran yang mereka sudah laksanakan perihal mana sudah melegakan dada mereka dan menghalau rasa sedih akibat kelalaian peringatan Tuhan berkenaan Iblis sehingga terjerumus menjadi mangsa bujukan dan rayuannya yang manis tapi berancun itu.

Adam dan Hawa merasa tenteram kembali sesudah menerima pengampunan Allah dan seterusnya dapat menjaga jangan hingga tertipu kembali oleh Iblis dan dapat mengusahakan sehingga pelanggaran yang sudah dilaksanakan dan menimbulkan murka dan teguran Tuhan itu menjadi pengajaran bagi mereka berdua untuk lebih berhati-hati menghadapi tipu daya dan bujukan Iblis yang terlaknat itu.Harapan untuk tinggal terus di syurga yang sudah pudar gara-gara tingkah laku pelanggaran perintah Allah,hidup kembali dalam hati dan fikiran Adam dan Hawa yang merasa kenikmatan dan kebahagiaan hidup mereka di syurga tidak dapat terganggu oleh suatu hal dan bahawa redha Allah dan juga rahmatnya dapat selamanya melimpah di atas mereka untuk selama-lamanya.Akan tapi Allah sudah memilih dalam takdir-Nya apa yang tidak terlintas dalam hati dan tidak terfikirkan oleh mereka. Allah s.w.t.yang sudah memilih dalam takdir-nya bahawa bumi yang penuh dengan kekayaan untuk dikelolanya,akan dikuasai kepada manusia keturunan Adam memerintahkan Adam dan Hawa turun ke bumi sebagai benih pertama berasal dari hamba-hambanya yang bernama manusia itu.Berfirmanlah Allah kepada mereka:”Turunlah kamu ke bumi beberapa daripada kamu menjadi musuh bagi beberapa yang lain kamu sanggup tinggal selamanya dan hidup disan hingga kala yang sudah ditentukan.”

Turunlah Adam dan Hawa ke bumi menghadapi langkah hidup baru yang jauh berbeda dengan hidup di syurga yang dulu dialami dan yang tidak dapat berulang kembali.Mereka kudu menempuh hidup di dunia yang fana ini dengan suka dan dukanya dan dapat turunkan umat manusia yang bermacam ragam sifat dan tabiatnya berbeda-beda warna kulit dan kecerdasan otaknya.Umat manusia yang dapat berkelompok-kelompok menjadi suku-suku dan bangsa-bangsa di mana yang satu menjadi musuh yang lain saling bunuh-membunuh aniaya-menganianya dan tindas-menindas sehingga berasal dari kala ke kala Allah mengutus nabi-nabi-Nya dan rasul-rasul-Nya memimpin hamba-hamba-Nya ke jalur yang lurus penuh damai kasih sayang di pada sesama manusia jalur yang menuju kepada redha-Nya dan kebahagiaan manusia di dunia dan akhirat.

Kisah Adam dalam Al-Quran.

Al_Quran menceritakan kisah Adam dalam beberapa surah di antaranya surah Al_Baqarah ayat 30 sehingga ayat 38 dan surah Al_A’raaf ayat 11 sehingga 25

Pengajaran Yang Terdapat Dari Kisah Adam.

Bahawasanya hikmah yang terkandung dalam perintah-perintah dan larangan-larangan Allah dan dalam apa yang diciptakannya kadang kala tidak atau belum sanggup dicapai oelh otak manusia apalagi oleh makhluk-Nya yang terdekat sebagaimana sudah dialami oleh para malaikat tatkala diberitahu bahawa Allah dapat menciptakan manusia – keturunan Adam untuk menjadi khalifah-Nya di bumi sehingga mereka seakan-akan berkeberatan dan bertanya-tanya mengapa dan untuk apa Allah menciptakan model makhluk lain daripada mereka yang sudah patuh rajin beribadat, bertasbih, bertahmid dan mengagungkan nama-Nya.

Bahawasanya manusia meskipun ia sudah dikurniakan kecergasan berfikir dan kemampuan fizikal dan mental ia selamanya mempunyai beberapa kelemahan pada dirinya layaknya sifat lalai, lupa dan khilaf.Hal mana sudah terjadi pada diri Nabi Adam yang meskipun ia sudah menjadi manusia yang prima dan dikurniakan kedudukan yang istimewa di syurga ia selamanya tidak terhindar berasal dari sifat-sifat manusia yang lemah itu.Ia sudah lupa dan melalaikan peringatan Allah kepadanya berkenaan pohon terlarang dan berkenaan Iblis yang menjadi musuhnya dan musuh semua keturunannya, sehingga terjebak ke dalam tipu daya dan terjadilah pelanggaran pertama yang dilaksanakan oleh manusia pada larangan Allah.

Bahawasanya seseorang yang sudah terlanjur laksanakan maksiat dan berbuat dosa tidaklah ia sewajarnya berputus asa berasal dari rahmat dan ampunan Tuhan asalkan ia sedar dapat kesalahannya dan bertaubat tidak dapat melakukannya kembali.Rahmat allah dan maghfirah-Nya dpt mencakup segala dosa yang diperbuat oleh hamba-Nya terkecuali syirik bagaimana pun besar dosa itu asalkan diikuti dengan kesedaran bertaubat dan pengakuan kesalahan.
Sifat sombong dan congkak selamanya mempunyai akibat kerugian dan kebinasaan.Lihatlah Iblis yang turun berasal dari singgahsananya dilucutkan kedudukannya sebagai seorang malaikat dan diusir oleh Allah berasal dari syurga dengan disertai kutukan dan laknat yang dapat melekat kepada dirinya hingga hari Kiamat gara-gara kesombongannya dan kebanggaaannya dengan asal-usulnya sehingga ia berpikiran dan memandang rendah kepada Nabi Adam dan menampik untuk sujud menghormatinya meskipun diperintahkan oleh Allah s.w.t.

Baca Juga :

Cara Sederhana Ibu Bonding dengan Bayi

Cara Sederhana Ibu Bonding dengan Bayi

Bayangan yang hadir saat mendengar ucapan-ucapan yang sehubungan dengan mempunyai bayi biasanya ialah stres, kegiatan yang tak kunjung usai, sampai mungkin terbesit pula ketakutan bakal baby blues. Padahal, anak yang anda punya tak tidak jarang kali membuatmu stres kok, asal tau trik bonding yang tepat.

Kamu dapat menjalin kedekatan dengannya dengan cara-cara tertentu, bahkan dengan pekerjaan sehari-hari.Kegiatan bonding ini bertujuan supaya kamu dan si kecil bisa semakin akrab. Simak yuk sejumlah caranya di bawah ini!

1. Walau mungkin dirasakan hal biasa, menyusui dapat jadi pekerjaan istimewa. Si kecil bisa menjadi paling dekat dengan ibu, ia pun mampu menikmati detak jantungmu, menghirup bau, sampai kontak skin-to skin

2. Mmberikan si kecil pijatan lembut dapat membuatnya merasa rileks, juga ia bakal tertawa andai merasa geli dan kalian menjadi semakin akrab

3. Kamu dapat mengajaknya mengaca bersama-sama, walaupun ia barangkali belum paham namun bayi senang menyaksikan wajah orang. Dia pun dapat lebih mengenal dirinya lo

4. Saat bayi tertidur, anda juga dapat ikut istirahat tanpa butuh merasa bersalah. Orang tua yang istirahat cukup seringkali akan lebih bahagia dan urusan ini bakal berefek pada anakmu juga

5. Skin-to-skin telah terkenal dapat membuat bayi lebih dekat dengan orang tua. Hal ini pun dapat meregulasi pernapasan bayi dan menstabilkan detak jantungnya

6. Hingga bayi berumur tiga bulan, tak terdapat salahnya anda menggendongnya ketika ia menangis. Tenang saja, dia tak begitu saja menjadi manja kok tapi malah kepercayaannya meningkat

7. Bayi seringkali memiliki wewangian yang enak. Sayangnya baunya tidak dapat ditangkap dan diletakkan di botol. Tapi kamu dapat mengendus baunya ketika sedang sedang di dekatnya

8. Kamu dapat tetap menggendongnya seraya menaruhnya di lokasi tidur. Kamu dapat memeluk bayimu sambil dibuai untuk sejumlah waktu

9. Jika bayimu sudah dapat duduk, kamu dapat mengajaknya bermain dengan fauna peliharaan. Perhatikan ketika dia menyentuh sampai mencium bau fauna tersebut

10. Kamu dapat berkencan dengan sang anak mulai dari pergi ke kebun hewan hingga nongkrong di kedai kopi. Hal ini bisa membantunya pun bahwa terdapat dunia luar yang luas dan indah

11. Dengan pertolongan layanan streaming musik, kamu dapat membuat playlist mengandung lagu favoritmu yang anda putar ulang ketika dengannya. Seiring dia tumbuh, dia bakal menyanyi bersamamu

12. Saat anda stres, kamu dapat mengajak bayimu berbicara. Meskipun dia belum memahaminya malah kamu dapat lebih bebas. Pun diam-diam dia menyenangi suaramu

Ternyata hal-hal yang sekitar ini mungkin anda anggap biasa saja, bisa mendekatkan hubunganmu dengan si kecil bila dilaksanakan dengan benar.

Baca Juga : 

Seleksi Pimpinan KPK Busyro Pede Lolos, Jimly Pasrah

Seleksi Pimpinan KPK Busyro Pede Lolos, Jimly Pasrah

Seleksi Pimpinan KPK Busyro Pede Lolos, Jimly Pasrah

Seleksi Pimpinan KPK Busyro Pede Lolos, Jimly Pasrah

Seleksi Pimpinan KPK Busyro Pede Lolos, Jimly Pasrah

Panitia Seleksi (Pansel) Pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) hari ini menggelar ujian pembuatan makalah bagi peserta seleksi. Dua kandidat utama, Busyro Muqodas dan Jimly Ashiddiqie berbeda pendapat soal kesempatan mereka untuk lolos tahapan selanjutnya.

“Saya cukup percaya diri,” kata Busyro usai menjalani ujian di Kemenkum HAM, Jl HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Rabu (28/7/2010).

Busyro yang membawa sebuah tas hitam, mengaku mengerjakan makalah dengan menggunakan komputer jinjing. Dia juga memuji pertanyaan yang diajukan dalam makalah tersebut.

“Permasalahnnya runut, sistemik dan menarik,” tegas Busyro.

Lain Busyro, lain Jimly. Mantan anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) ini pasrah saja dengan kesempatan dia lolos ke tahapan selanjutnya.

“Saya nggak tahu, serahkan kepada yang nilai,” kata Jimly.

Jimly mengaku membuat makalah sebanyak 10 halaman dan ditulis tangan. Dalam makalahnya, Jimly menerangkan bagaimana supaya ada upaya secara bersama-sama dari penegak hukum lainnya dalam memberantas korupsi.

Jimly juga mengakui jika gaji di KPK cukup kecil. Terlebih jika dibandingkan dengan penghasilannya sebagai anggota Wantimpres.

Menghargai Kehidupan

Menghargai Kehidupan

Menghargai Kehidupan

Menghargai Kehidupan

Menghargai Kehidupan

 

Pada suatu ketika, ada seorang pemuda yang hidup sebatangkara

 merasa jenuh dengan kehidupannya. Dia tidak mengerti, untuk apa sebenarnya hidup di dunia ini. Ia merasa hampa, putus asa, dan tidak memiliki arti akan hidupnya lagi.
“Daripada tidak tahu hidup untuk apa dan hanya menunggu mati, lebih baik aku mengakhiri saja hiduku ini,” katanya dalam hati.  Maka disiapkannyalah seutas tali, ia berniat mengakhiri hidupnya dengan menggantung diri di sebatang pohon.
Pemuda itupun lalu menuju sebuah pohon besar yang ada di tengah hutan. Saat melihat gelagat dari pemuda tersebut, pohon itupun menyela dengan lembut. “Anak muda yang tampan dan baik, tolong jangan menggantung dirimu di dahanku yang telah berumur ini. Sayang, bila dia patah. Padahal setiap pagi ada banyak burung yang hinggap di situ, bernyanyi riang untuk menghibur siapapun yang berada di sekitar sini.”

Dengan bersungut-sungut, si pemuda pergi mendatangi pohon lain

yang tidak jauh dari situ. Saat akan bersiap-siap, kembali terdengar suara lirih dari si pohon, “Hai anak muda, lihatlah di atas sini ada begitu banyak lebah yang sedang mengerjakan sarangnya dengan tekun dan rajin. Jika kamu ingin mengakhiri hidupmu, silakan pindah ke tempat lain. Kasihanilah lebah-lebah itu yang telah bekerja keras membangun sarangnya tetapi tidak dapat menikmati hasilnya jika kamu tetap maksanakan niatmu di dahanku.”

Sekali lagi, tanpa menjawab sepatah kata pun

si pemuda kembali berjalan mencari pohon lain. Kembali kata yang ia dengar dari pohon berikutnya tidak jauh berbeda, “Anak muda, karena rindangnya daunku, banyak dimanfaatkan oleh manusia dan hewan untuk sekadar beristirahat atau berteduh, tolong jangan mati di sini.”
Sejenak si pemuda termenung dan berpikir, “Bahkan sebatang pohonpun begitu menghargai kehidupan ini. Mereka menyayangi dirinya sendiri agar tidak patah, tidak terusik, dan tetap rindang untuk bisa melindungi alam dan bermanfaat bagi makhluk lain”.

Segera timbul kesadaran baru dalam hatinya.

“Aku manusia, masih muda, kuat, dan sehat. Apakah pantas aku melenyapkan kehidupanku ini? Mulai sekarang, aku harus punya cita-cita dan akan bekerja dengan baik dan bisa bermanfaat bagi makhluk lain”.
Dengan perasaan tenang dan penuh semangat, Ia kemudian pulang kembali menuju rumahnya. Dalam hatinya ia menyadari sebenarnya kehidupan ini begitu indah dan menggairahkan jika mau menghargainya. Dengan terus mengisi kehidupan dengan optimisme, penuh harapan dan cita-cita yang diperjuangkan, serta mampu bergaul dengan manusia lainnya, maka tidak akan ada yang sia-sia dalam hidup ini.
Baca Juga :

Carut marut Indonesia

Carut marut Indonesia

Carut marut Indonesia

Carut marut Indonesia

Carut marut Indonesia

Di hari kebangkitannya yang ke 100 tahun

Indonesia diwarnai berbagai macam kejadian, yang hampir bisa disetarakan sebagai fragmen dagelan sebuah bangsa.
Lihat saja berita-berita media, dan detailnya di internet, banyak berita yang membuat kita bertanya-tanya.
Diantaranya, penemuan blue energi, bahan bakar berasal dari air, semua pihak menanggapi menurut versinya masing-masing, baik politikus, ilmuwan, lembaga riset, sampai wakil presiden.

Belum selesai masalah blue energi

muncul lagi kehebohan yang lain, seorang yang tidak jelas asal usulnya,Ahmad Zaini, mengaku memiliki dana ribuan trilyun, bayangkan, ribuan trilyun..!!! untuk menghitung jumlah nol nya saja kita kesulitan, apalagi membayangkan seberapa besar dana tersebut.

Ribut-ribut terakhir adalah seorang motivator

Tung Desem Waringin, yang akan membagi-bagikan uang lewat pesawat. Sebuah kegiatan yang sangat kontroversial, lebih cenderung arogan.
Mengapa uang itu tidak disumbangkan saja melalui badan amal, jika memang niatnya sedekah..
Membagi-bagikan uang dari udara, ibarat memberi makan ikan di kolam, makanan di lempar, dan ikan-ikan akan berebutan, sang pemilik melihat dari atas, mungkin sambil bernyanyi-nyanyi, atau mengajak anak kecil melihat ikan..
Memang itu adalah uang dia sendiri, hasil jerih payah, namun apakah itu cara yang bijak dalam penggunaannya..??

Kamuflase Bernama Pemilu

Kamuflase Bernama Pemilu

Kamuflase Bernama Pemilu

Kamuflase Bernama Pemilu

Sekali lagi, rakyat indonesia dihadapkan pada sebuah drama baru

perhelatan akbar bernama pemilihan umum, yang di eufimis kan menjadi “pesta demokrasi”. Istilah pesta demokrasi sendiri tidak diketahui adalah warisan dari pemerintahan Soeharto, yang memang memiliki strategi yang sangat jitu dalam menggunakan metafor dan eufimisme kata-kata.

Yang menjadi pertanyaan kini adalah

benarkah pemilu adalah benar-benar pesta demokrasi, jika sampai sejauh ini ajang pemilu hanya melahirkan koruptor-koruptor baru, serta menjadi sebuah pintu gerbang bagi mereka yang akan menumpukkan pundi-pundi uang. Istilah yang tepat untuk pemilu adalah pesta elite politik.!!
Seperti telah diketahui, partai peserta pemilu tumbuh seperti jamur di musim penghujan, tentu saja dengan visi dan misi yang yahud, luar biasa dan ambisius, apalagi kalau bukan untuk mensejahterakan rakyat.

Namun rakyat terlanjur apatis dan skeptis

bahkan tak jarang mungkin mereka berpikir, “lebih baik kembali ke jaman soeharto”. Bisa jadi benar, karena stabilitas sosial politik adalah mutlak untuk negeri yang sedang membangun.
Namun jaman harus berubah, dan ternyata Indonesia atau tepatnya para elite yang belum siap atau tidak mampu untuk mengikuti arus perubahan, karena tidak didukung oleh moralitas dan sistem pendukung yang bagus.
Undang-undang seperti dibuat hanya untuk kepentingan sesaat mereka,meskipun tak menutup mata bahwa KPK sebagai pemburu koruptor semakin menunjukkan taringnya.

Akan tetapi, sampai saat ini yang terlihat, Pemilu masih berupa sebuah kamuflase untuk sebuah kekuasaan atas nama perjuangan untuk kesejahteraan rakyat..
Entah sampai kapan…

Sumber : https://www.okeynotes.com/blogs/212521/21235/contoh-teks-eksplanasi

Merek Ikan Sarden Kalengan

Merek Ikan Sarden Kalengan

 

Badan Pengawas Obat dan Makanan

Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI menemukan sebanyak 27 merek ikan makarel atau sarden kalengan positif mengandung parasit cacing atau cacing jenis Anisakis Sp. Pertama kali produk ikan makarel kalengan mengandung cacing ditemukan di wilayah Riau. Kemudian dikembangkan seluruh BBPOM di seluruh Indonesia.

Kepala BPOM RI

Penny K Lukito menyampaikan pada temuan pertama hanya ada tiga merek ikan sarden yang mengandung cacing. Namun, setelah pemeriksaan dikembangkan, temuan bertambah menjadi 27 merek.

“Dari 66 merek ikan makarel dalam kaleng yang terdiri dari 541 sampel ikan, ada 27 merek yang positif mengandung parasit cacing,” jelasnya dalam konferensi pers di Kantor BPOM RI, Johar Baru, Jakarta Pusat, Rabu (28/3).

Dari 27 merek tersebut

16 di antaranya merupakan produk impor dan 11 merek merupakan produk dalam negeri. Beberapa merek di antaranya produk yang kerap ditemukan di pasaran seperti ABC, King Fisher, Gaga, Pronas, dan beberapa merek lainnya.

Penny mengatakan pihaknya menelusuri dan berkomunikasi dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terkait temuan ini. Koordinasi dengan KKP dilakukan untuk mengetahui asal usul produk dan bahan baku. Ikan makarel hanya ditemukan di perairan luar dan produk sarden dalam negeri yang ditemukan mengandung parasit cacing bahan bakunya dipasok dari luar negeri.

Ikan makarel tak ditemukan di perairan Indonesia

Dan secara natural memang mengandung parasit cacing. Tapi tentunya menjadi tugas kami Badan POM untuk menjamin produk yang diproduksi di sini, diedarkan, dan dikonsumsi oleh masyarakat memenuhi standar-standar yang ada dikaitkan dengan hygienic (higienitas), keamanan, mutunya dan manfaatnya,” papar Penny.

Tindakan dari BPOM selanjutnya ialah menarik produk sarden kalengan dari pasaran. Dalam hal ini BPOM RI telah meminta kepada BBPOM di seluruh Indonesia melakukan penarikan. Selain itu juga pihaknya akan menyetop masuknya 16 merek sarden kaleng impor ke Indonesia.

“Untuk produk dalam negeri juga kita setop karena bahan bakunya datang dari tempat yang kita indikasikan mengandung cacing tersebut. Jadi kita setop semuanya dan terus mengembangkan,” ujarnya.

Merek-merek yang ditemukan tidak mengandung cacing juga akan diteliti. Jika ditemukan mengandung cacing maka produksinya akan dihentikan.

“Jadi ini akan terus berkembang. Tadi ada 66 merek dan sudah 27 merek firm mengandung cacing dan sudah kita banned tidak bisa lagi impor dan produksi di dalam negeri,” jelasnya.

BPOM juga meminta kepada KKP agar menginformasikan temuan ini ke pihak pemasok bahan baku ikan makarel di luar negeri agar menghentikan impornya.

Sumber : https://merkterbaik.com/

Mengenal 6 Ucapan Wanita yang Membuat Pria Sangat Marah

Mengenal 6 Ucapan Wanita yang Membuat Pria Sangat Marah

Mengenal 6 Ucapan Wanita yang Membuat Pria Sangat Marah

Mengenal 6 Ucapan Wanita yang Membuat Pria Sangat Marah

Mengenal 6 Ucapan Wanita yang Membuat Pria Sangat Marah

Berikut enam daftar ucapan yang tidak boleh Anda katakan kepada si dia:

“Lihat betapa pintarnya kakak saya, kamu tidak pernah bisa seperti dia”

Membandingkan kekasih dengan kakak laki-laki Anda hanya akan membuat suasana jadi keruh. Selain itu, membandingkan sosok kekasih dengan ayah, saudara, merupakan hal terburuk yang dapat memicu kebencian dalam dirinya. Jadi, berhenti membuat mereka merasa rendah, bahkan jika aslinya mereka tidak seburuk yang dikira.

“Saya hanya tahu kamu tidak bisa melupakan dia”

Jika Anda pikir ucapan tersebut merupakan cara terbaik untuk mendapatkan kembali cintanya, Anda harus berpikir ulang.

Anda ingin mencari tahu mengenai beberapa kehidupan cinta di masa lalunya, namun Anda harus hati-hati, jangan pernah memaksa untuk melaluinya. Sebab dia tidak akan menganggap hal tersebut seperti intuisi baik. Selain itu, hanya akan memberikan jarak dengannya.

“Ya Tuhan, berapa banyak uang yang dihamburkan untuk teman-teman kamu?”

Ingat, mereka adalah temannya, dan dia akan berbelanja dengan royal saat dia menginginkannya. Kaum pria paling tidak suka diberi tahu bagaimana mengalokasikan uangnya, terutama pada teman-teman mereka. Dan jika Anda mengalami masalah dengan cara dia, katakan padanya dengan kalimat lain, tetapi jangan pernah menuduh.

“Apa yang terjadi dengan ibu kamu, apakah dia selalu memiliki wajah poker?”

Dia mungkin telah berjanji akan mengasihi Anda sampai akhir dunia, tapi satu komentar sinis diarahkan pada ibunya dapat mengubah Anda menjadi penjahat di mata si dia.

Sebab itu adalah salah satu penghancur hubungan, dan tidak akan membiarkan Anda ikut campur dengan kondisi tersebut.

Ketidakpedulian dia dengan wajah dingin ibunya mungkin telah membuat Anda bingung. Tetapi mengungkapkan dengan jelas isi hati kepadanya hanya akan membuat dia menganggap Anda sombong dan tidak sopan terhadap orangtuanya.

“Tidak hari ini, silakan, saya terlalu mengantuk”

Menggunakan kalimat seperti itu saat si dia ingin bercinta memang tidak akan membuatnya pergi, tetapi juga membuatnya bertanya-tanya apakah dia telah memilih gadis yang tepat.

Dia mungkin mulai mempertimbangkan bahwa hidup dengan Anda akan penuh dengan pekerjaan yang membosankan, hanya berbelanja bahan makanan, dan menyaksikan penutupan tayangan televisi sebelum mengakhiri hari.

Memaki dengan kata ‘F’ 

Makian ini mungkin dapat diterima dalam argumen umum, tapi untuk benar-benar mengatakannya kepada pasangan hanya akan membuat hubungan Anda berdua berakhir.

Hal ini benar-benar tidak bisa dimaafkan dan dia akan membenci Anda untuk umpatan tersebut. Bahkan jika Anda berdua mengatakannya dalam pertengkaran, yakinlah dia tidak akan pernah benar-benar melupakannya.

 

Baca Artikel Lainnya: