twittsev.com

Situs Web Pendidikan Terupdate

Pendidikan

Karir Di Bidang Teknologi Informasi

Karir Di Bidang Teknologi Informasi

Karir Di Bidang Teknologi Informasi

Karir Di Bidang Teknologi Informasi

Karir Di Bidang Teknologi Informasi

Secara umum karir dibidang teknologi informasi atau komputer dapat dibedakan menjadi sebagai berikut :
  • Ahli SI yaitu seorang ahli dalam melakukan analisa dan menyusun suatu program atau sistem informasi. Ahli S1 ini dapat dikelompokan menjadi sistem analis dan pemograman.
  • Ahli ilmu komputer, yaitu seorang yang mampu mengembangkan sistem komputer baik software maupun hardware.
  • Ahli hardware, yaitu orang yang memiliki keahlian dala merakit, menginstal, dan melakukan perawatan secara teknis peralatan-peralatan komputer, termasuk didalamnya jaringan komputer dan internet.
  • Operator, yaitu orang yang bertugas untuk mengoperasikan dan mengawasi sistem komputer dan S1 yang diimplementasikan didalam perusahaan. Disamping itu, ia juga bertugas untuk memasukan data-data awal maupun data transaksi.

Baca Juga :

Kegiatan utama SDM

Kegiatan utama SDM

Kegiatan utama SDM

Kegiatan utama SDM

Kegiatan utama SDM

SDM mendukung area fungsional lain dengan membantu mendapatkan personil baru, mempersiapkan personil untuk melakukan tugasnya, dan menangani semua pencatatan yang berhubungan dengan pegawai dan mantan pegawai. Dalam memenuhi tanggung jawabnya, SDM melaksanakan empat kegiatan utama yaitu;
a. Perekrutan & penerimaan.
SDM membantu membawa pegawai baru ke dalam perusahaan dengan memasang iklan lowongan kerja di koran, memberitahukan posisi yang diminta kepada agen kerja swasta maupun pemerintah, melakukan wawancara pemilihan di kampus dan di fasilitas perusahaan, dan mengurus ujian bagi para pegawai. SDM selalu mengikuti perkembangan terakhir dalam pemerintah yang mempengaruhi praktek kepegawaian dan menasehati manajemen untuk menentukan kebijakan yang sesuai.
b. Pendidikan dan Pelatihan
Selama periode kepegawaian, SDM dapat mengatur berbagai program pendidikan dan pelatihan yang diperlukan untuk meningkatkan pengetahuan dan keahlian kerja pegawai. Contohnya, staff SDM dpat membantu analis sistem dalam melatih pemakai selama tahap penerapan dari siklus hidup sistem.
c. Manajemen Data
SDM menyimpan database yang berhubungan dengan pemakai dan memproses data untuk memenuhi kebutuhan informasi pemakai.
d. Penghentian dan Administrasi Tunjangan
Ketika pegawai berhenti bekerja, SDM memproses kertas kerja yang diperlukan dan kadang melakukan wawancara keluar. Salah datu tujuan wawancara ini untuk belajar bagaimana perusahan dapat memberikan pelayanan yang lebih baik bagi pegawainya di masa yang akan datang. Setelah penghentian, SDM mengurus program pensiun perusahaan bagi mantan pegawai yang berhak.
Saat pegawai bekerja untuk perusahaan, mereka tidak dikelola oleh SDM, tetapi oleh manajer area tempat mereka bekerja. SDM karena itu melaksanakan fungsi pendukung, memudahkan arus sumber daya personil melalui perusahaan.
Manajemen sumber daya manusia tidak terjadi pada lingkungan yang statis, tapi pada lingkungan yang selalu berubah. Karena itu proses pengolahan sumber daya manusia di perusahaan tidak pernah berhenti demi mendapatkan sumber daya yang sesuai dengan waktu dan tugas yang ahrus dipikulnya. Beberapa proses yang dilakukan dalam mengolah sumber daya manusia adalah:
a. Perencanaan SDM, aktivitas ini dimaksudkan untuk mendapatkan sumber daya manusia yang selalu sesuai dengan kebutuhan. Tujuan ini dilakukan dengan melakukan analisis terhadap infomasi yang berkaitan dengan SDM yang ada diperusahaan saat ini seperti;
1) Informasi keahlian yang dimiliki dan yang diperlukan, lowongan pekerjaan yang ada dan rencana penambahan atau pengurangan karyawan dibagian tertentu.
2) Informasi tentang lingkungan seperti informasi tentang pasar tenaga kerja.
Dalam pelaksanaa sumber daya manusia ada dua aspek yang harus dipertimbangkan, seperti;
  • Kebutuhan SDM dimasa mendatang dengan menentukan berapa jumlah, jenis dan tingkat keahlian SDM yang diperlukan
  • Keseimbangan SDM dimasa mendatang dengan membandingkan kebutuhan SDM dimasa mendatang dengan jumlah karyawan saat ini yang diperkirakan tetap bergabung dengan organisasi.
  • Penerimaan atau pemutusan hubungan kerja berdasarkan kondisi SDM saat ini dan kebutuhan dimasa datang.
  • Pengembangan SDM yang dimaksudkan untuk menjamin terpenuhnya kebutuhan organisasi akan karyawan yang memiliki kemapuan dan penglaman yang sesuai.

 

b. Penerimaan, aktivitas ini berkaitan dengan masalah pengadaan SDM yang sesuai dengan kebutuhan yang telah direncanakan. Pencarian SDM biasanya dilakukan melalui Koran, internet, penyalur tenaga kerja, dari mulut kemulut dan mencari kekapus-kampus.
c. Pemilihan, aktivitas ini dilakukan dengan mengevaluasi informasi yang diperoleh dari formulir pendataran atau lamaran yang diterima, interview, berbagai macam tes, seperti tes iQ dan EQ dan lain bentuk informasi yang dianggap perlu oleh manajemen SDM dalam penyeleksian untuk mendapatkan SDM yang sesuai denga rencana yang telah ditentukan.
d. Sosialisasi, aktivitas ini dilakukan untuk membantu SDM yang baru diterima agar dapat beradaptasi dengan lingkungan intern organisasi. SDM baru tersebut diperkenalkan dengan rekan-rekan barunya serta tanggung jawab yang diembannya.
e. Pelatihan dan pengembangan, aktivitas pelatihan dimaksudkan untuk meningkatkan kinerja SDM saat ini agar mampu melaksanakan tugas yang diberikannya secara efektif dan efisien, sedangkan program pengembanganya dimaksudkan untuk mempromosikan SDM tersebut.
f. Penilaian kerja, aktivitas ini dilakukan dengan mambandingkan antara kinerja secara individu/organisasi/sub organisasi dengan standar yang telah ditentukan.
g. Promosi, mutasi, penurunan pangkat, pemecatan, aktivitas ini mencerminkan nilai SDM tertentu bagi organisasi perusahaan. SDM yang menunjukan kinerja yang baik akan dipromosikan ke jabatan yang lebih tinggi atau ditingkatkan keahliannya sedangkan SDM yang memiliki kinerja rendah akan diturunkan pangkatnya, dipindahkan ke posisi yang kurang penting atau dipecat.

Teknik bermain tenis lapangan dan langkah memegan raket

Teknik bermain tenis lapangan dan langkah memegan raket

Ada sebagian teknik didalam olahraga tenis yang dapat kalian pelajari diantaranya yaitu:

1. Sikap Menerima Servis

Memegang raket di depan badan (salah satu tangan).
Tangan yang lain memegang leher raket.
Raket setinggi bahu.
Badan agak membungkuk.
Berdiri dengan kaki agak dibuka.
Berat badan agak condong ke depan.
Pandangan lihat net.
2. Pukulan

a. Forehand drive

Tangan memegang raket.
Raket diayun dari belakang.
Perkenaan bola, di samping pinggang.
Gerakan sambungan ditunaikan dengan lengan lurus ke depan.
b. Backhand drive

Tangan memegang raket.
Tangan diputar ke didalam (kiri).
Perkenaan bola tepat di samping kiri pinggang.
Gerakan sambungan ke arah depan.
c. Servis

Pegang raket dengan langkah kontinental.
Berat badan ke depan kala bola dilambungkan.
Bola dilambungkan ke sebelah kanan badan.
Lutut ditekuk.
Memukul bola dengan posisi tangan lurus.
Kaki belakang ganti ke depan.
Badan melindungi keseimbangan.
d. Pukulan voli
Pukulan voli ditunaikan sebelum bola memantul ke lapangan.

Pegang raket.
Berat badan di kaki belakang.
Kaki belakang dilangkahkan ke depan. Pada kala perkenaan bola, tangan diluruskan.
Pukulan tidak keras.
e. Pukulan melambung (lob)

Pegang raket, tarik ke belakang.
Perkenaan bola ditunaikan secara rileks.
Gerakan sambungan ke arah depan.
f. Pukulan overhead smash
Pukulan smash ini wajib dilatih secara berulangulang, untuk membiasakan pukulan secara keras dan mematikan lawan.

Pegang raket.
Angkat raket ke atas.
Kaki kanan di belakang.
Perkenaan bola tepat di atas kepala.
Gerakan sambungan diarahkan ke bawah.
g. Pukulan chop

Pegang raket, putar badan ke samping kiri.
Tarik raket ke samping kanan.
Perkenaan bola pada posisi di samping badan.
Gerakan mengikuti arah pukulan ke depan.

3. Teknik memegang raket

a. Forehand eastern;
Eastern merupakan grip yang paling ringan diaplikasikan petenis pemula. Grip ini seringkali disebut sebagai

‘pegangan berjabat tangan’. Anda dapat mencobanya dengan mengawali pegangan dari leher raket, layaknya menjabat tangan, lantas turun ke ujung gagang raket. Posisi dari pangkal telunjuk condong berada pada sisi kanan (untuk pemain tangan kanan) atau sisi kiri (untuk pemain kidal).

Pegangan model ini dapat beri tambahan variasi pukulan yang lengkap, baik itu flat, slice, maupun spin. Pilihan grip ini sesuai sekali bagi pemain yang kerap mengandalkan permainan volley ke depan net dikarenakan anda dapat dengan ringan dan cepat sesuaikan grip untuk pukulan volley ke depan net. Namun minus pegangan ini sekali kembali agak ada masalah untuk hadapi bola-bola topspin yang berwujud parabolik.

b. Continental;
Grip ini merupakan grip klasik yang selamanya digunakan oleh pemain-pemain tenis masa dahulu saat raket kayu masih digunakan. Posisi tangan berada tepat di atas gagang raket dan posisi pangkal telunjuk berada di sudut 1 (untuk pemain tangan kanan) atau sudut 4 (untuk pemain kidal).

c. Western.
Grip model ini merupakan grip yang ekstrim digunakan terutama untuk memproses pukulan topspin. Pemain spesialis lapangan tanah review (clay) kebanyakan gunakan grip model ini, termasuk banyak pemain modern kala ini.

Grip ini sebagai ‘pegangan wajan’ dikarenakan langkah memegang raket ini layaknya kala kita memegang gagang wajan atau panci masakan. Caranya adalah memasang posisi pangkal telunjuk pada sisi bawah dari gagang raket. Atau anda dapat mengawali dari posisi semi-western lantas bergeser satu sudut ke sisi bawah gagang raket.

Sumber : https://penjaskes.co.id/

Baca Juga :

Sejarah pertumbuhan olahraga Tenis di Dunia dan di Indonesia

Sejarah pertumbuhan olahraga Tenis di Dunia dan di Indonesia

Asal mula pertama tenis tetap merupakan perdebatan. Beberapa pendapat sangat percaya bahwa Mesir, Yunani, dan Romawi kuno udah memainkan suatu permainan yang jadi cikal dapat tenis. Gambar atau pengakuan tentang permainan yang menyerupai tenis berikut belum dulu ditemukan, tetapi lebih dari satu kata bahasa Arab yang berasal berasal dari era Mesir kuno dinyatakan sebagai bukti. Teori-teori berikut menyatakan bahwa kata tenis berasal berasal dari nama sebuah kota Mesir, Tinnis, yang terletak di tepi sungai Nil dan kata raket dikembangkan berasal dari kata bahasa Arab untuk telapak tangan, yaitu rahat.

Sebagian besar sejarawan sangat percaya asal mula tenis adalah permainan kuno yang dimainkan di anggota utara Perancis terhadap abad ke-12. Permainan itu dijalankan dengan memukul bola memakai telapak tangan. Louis X berasal dari Perancis adalah salah satu penyuka permainan jeu de paume, (“permainan telapak tangan”), yang nantinya berkembang jadi tenis, dan ia tercatat jadi orang yang membangun lapangan tenis di didalam ruangan menurut style modern. Louis tidak menyukai bermain tenis di lapangan terbuka dan memerintahkan pembuatan lapangan tertutup di didalam ruangan di Paris “sekitar akhir abad ke-13”. Sayangnya, terhadap Juni 1316 di Vincennes, Val-de-Marne, dan sehabis satu permainan tertentu yang melelahkan, Louis meminum sejumlah besar anggur dingin dan kemudian meninggal akibat radang paru-paru atau pleuritis, biarpun ada juga dugaan keracunan. Karena kematiannya tersebut, Louis X jadi pemain tenis pertama yang namanya dicatat didalam sejarah.

Raket mulai digunakan terhadap abad ke-16 dan permainannya mulai disebut “tenis”, yang berasal berasal dari istilah didalam bahasa Perancis lama tenez, yang bisa disimpulkan “tahan!”, “terima!”, atau “ambil!”, suatu interjeksi yang digunakan oleh pemain yang melakukan service dimaksudkan terhadap lawannya. Permainan berikut populer di Inggris dan Perancis, biarpun permainan berikut hanya dimainkan di didalam ruangan dan bola sewaktu-waktu bisa terlihat lewat tembok.

Asal mula permainan Tenis modern
Pada abad 19 barulah tenis dimunculkan lagi oleh para bangsawan Inggris dengan membangun fasilitas-fasilitas country club atau lapangan tenis di rumahnya yang besar. Karena terhadap waktu itu tenis populer dimainkan di halaman rumput, maka populer dengan sebutan ‘Lawn Tennis’ atau tenis lapangan rumput. Pada era ini juga mulai terlihat bola berasal dari karet vulkanisir yang terhadap waktu itu diakui bisa mengurangi kerusakan rumput di lapangan tanpa mengurangi elastisitas berasal dari bola itu sendiri.

Sebutan Lawn Tennis berasal berasal dari seorang Inggris bernama Arthur Balfour. Sejak ditemukannya lawn tennis, orang mulai bereksperimen dengan memainkannya di permukaan lain seperti clay court (tanah liat) dan hard court (semen). Menggeliatnya permainan tenis ternyata bisa menggeser permainan Croquet sebagai olahraga musim panas. Puncaknya berjalan terhadap tahun 1869 kala salah satu klub croquet ternama di Inggris, All England Croquet Club, tidak berhasil menarik banyak peminat dan mencoba untuk memasukan tenis sebagai olahraga lainnya. Hasilnya klub ini benar-benar berhasil menarik peminat khususnya terhadap permainan Tenis berikut hingga terhadap tahun 1877 mengganti namanya jadi ‘All Engand Croquet plus Lawn Tennis Club’. Sejarah ini berlanjut kala wilayah klub yang bertempat di Wimbledon berjalan kenaikan sewa tanah yang memaksa klub untuk beroleh dana lebih berasal dari biasanya. Oleh karena itu klub mengadakan turnamen tenis pertama di Wimbledon dengan membentuk sebuah panitia untuk mengadakan pertandingan dan menyebabkan keputusan yang baku didalam permainan ini. Turnamen berikut diikuti oleh 20 peserta dengan pirsawan sekitar 200 orang dan ini merupakan cikal dapat turnamen Wimbledon yang merupakan salah satu turnamen grand slam tenis bergengsi di dunia.

Terdapat bermacam tipe permainan yang memakai raket yang dimainkan dewasa ini dan tenis merupakan salah satu permainan yang paling disukai. Menurut lebih dari satu catatan sejarah, permainan memakai bola dan raket udah dimainkan sejak sebelum saat Masehi, yaitu di Mesir dan Yunani. Pada abad ke-11 sejenis permainan yang disebut jeu de paume, yang menyerupai permainan tenis kini, udah dimainkan untuk pertama kali di sebuah kawasan di Perancis. Bola yang digunakan dibalut dengan benang berbulu tetapi pemukulnya sebatas tangan.

Permainan ini kemudian diperkenalkan ke Italia dan Inggris terhadap abad ke-13 dan mendapat sambutan hangat didalam waktu yang singkat. Banyak peminatnya ternyata di pada rakyat setempat terhadap permainan ini. Sejak itu pertumbuhan tenis konsisten meningkat ke negara-negara Eropa yang lain.

Raket bersenar diperkenalkan pertama kali terhadap abad ke-15 oleh Antonio da Scalo, seorang pastur berbangsa Italia. Ia menulis keputusan lazim bagi semua permainan yang memakai bola, juga tenis. Majalah Inggris “Sporting Magazine” menamakan permainan ini sebagai ‘tenis lapangan’ (lawn tennis). Dalam buku “Book of Games And Sports”, yang diterbitkan didalam tahun 1801, disebut sebagai “tenis panjang”. Tenis terhadap awalnya merupakan permainan masyarakat kelas atas. Tenis lapangan rumput yang populer terhadap zaman Ratu Victoria selanjutnya ditiru oleh golongan menengah, yang menjadikannya sebagai permainan biasa.

Klub tenis pertama yang didirikan adalah Leamington di Perancis oleh J.B. Perera, Harry Gem, Dr. Frederick Haynes, dan Dr. Arthur Tompkins terhadap tahun 1872. Pada era itu, tenis disebut sebagai pelota atau lawn rackets. Dalam tahun 1874 permainan tenis udah pertama kali dimainkan di Amerika Serikat oleh Dr. James Dwight dan F.R. Sears. Sementara itu, All England Croquet Club pun udah didirikan terhadap tahun 1868. Dua tahun sehabis itu dibukalah kantornya di Jalan Worple, Wimbledon. Pada tahun 1875, klub ini juga bersedia memperuntukkan lebih dari satu berasal dari lahannya untuk permainan tenis dan badminton. Sehubungan dengan itu, keputusan permainan tenis lapangan rumput ditulis. Amerika Serikat mendirikan klub tenis yang pertama di Staten Island. Bermula berasal dari situlah, permainan tenis di Amerika Serikat berkembang dengan pesat sekali. Dari sana lahir banyak pemain tenis tangguh yang menguasai percaturan tenis tingkat dunia. Kejuaraan tenis pertama bermula tahun 1877.

Besar kemungkinan, orang Belandalah yang memper¬kenalkan tennis di Indonesia, biarpun tidak kemungkinannya sangat kecil pula permainan ini dibawa para pelaut Inggris yang datang di kota-kota besar Kepulauan Nusantara.

Sejarah Tenis di Indonesia
Tennis mulai berkembang terhadap tahun-tahun 1920-an seiring kian banyaknya murid-murid Indonesia memasuki sekolah ¬sekolah menengah, khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya. Mereka – umumnya para siswa Stovia, Rechrsschool, dan -NIAS – yang terhadap perkembangannya memperkenalkan olah raga ini ke kalangan yang Iebih luas. Tennis pun mulai dimainkan atau dipertanding¬kan didalam kegiatan bermacam organisasi pemuda di era itu. Olah raga inipun mulai diamati sehagai penghimpun massa, khususnya oleh kaum nasionalis yang mencita¬-citakan Kemerdekaan Indonesia.

Perkembangan Tenis Indonesia makin lama pesat terlihat berasal dari keikutsertaan tiga wakil pribumi terhadap semacam kejuaraan nasional yang diselenggarakan oleh De Alegemeene Nederland¬sche Lawn Tennis Bond (ANILTB) di Malang, Jawa Timur, akhir 1934, dan mereka bisa berjaya. Di partai tunggal putra, dua saudara Soemadi dan Samboedjo Hoerip maju babak final, yang pertandingan akhirnya dimenangkan oleh Samboedjo. Yang lebih mengesankan adalah dua partai berikutnya, yang memperagakan keistimewaan anak jajahan atas penjajahnya. Yang pertama, pasangan ganda putra Hoerip Bersaudara, yang menggilas pasangan Belanda, Bryan/Abendanon, 6-3, 6-4 di final. Juara ganda campuran juga diraih keluarga Hoerip, Samboedjo dan Soelastri, yang mendepak pasangan “penjajah” , Bryan/Nn. Schermbeek, 6-4, 6-2 sekaligus mencetak gelar pemegang juara tumarnen ANILIB tiga kali beruntun, 1932-19.34.

Prestasi ini tak ayal mendorong Indonesia Moeda mcngadakan Pekan olah raganya sendiri, yang berjalan terhadap tiap hari lagi tahun atau pertemuan tahunannya. Tennis, tentu, juga di antaranya cabang-cabang yang dipertandingkan. Salah Satu di antaranya yang dijalankan terhadap Desember 1935 di Semarang – yang juga sekali¬gus jadi waktu dicetuskannya pembentukan Persatuan Lawn Tcnnis Indonesia (PELTI).

Kejuaraan ini sendiri diprakarsai oleh dr. Hoerip yang diakui sebagai Bapak Tennis Indonesia. menyatukan 70 petennis berasal dari semua Jawa, kejuaraan ini dipantau dan mendapat perhatian nyata-nyata berasal dari pihak kolonnial Belanda. Itu tercermin berasal dari pemuatan moment perlu olah raga tennis berikut didalam surat kabar De Locomotif 30 Desember 1935. dengan Judul yang kalau diterjemahkan berbunyi : “Kejuaraan Tennis Seluruh Jawa berasal dari Pcrsatuan Lawn Tennis Indonesia” . Namun, di pihak lain, ini juga bermakna pengakuan pihak Belanda bahwa ANILTB udah beroleh saingannya.

Tanggal 26 Desember 1935 kemudian dicatat sebagai hari lahirnya PELTI . Gagasan pendirian PELTI sendiri, yang dikemukakan terhadap Kejuaraan Tennis di Semarang itu. berasal berasal dari Mr. Budiyanto Martoatmodjo. tokoh tennis berasal dari Jember – ia kemudian diakui sebagai pencetak basic utama pendirian organisasi PELTI. Ketika mcnguraikan azas dan target pendiriannya ia mcngatakan bahwa PELTI, sebagaimana organisasi kebangsaan lainnya, sama sekali “Tidak berbentuk mengasingkan diri.” Maka PELTI dapat senantiasa siap bekerja sama dengan persatuan tennis manapun dan apa saja, asal atas basic saling menghargai.

Diungkapkan pula. target praktis utama PELTI adalah mengembangkan dan memajukan permainan lawn tennis di tanah air dan bagi bangsa sendiri. Dengan langkah ini. Iebih jauh, diinginkan dapat dicapai tali persaudaraan yang erat di pada segala perhimpunan dan pemain tennis bangsa Indonesia. PELTI juga dapat menyebarluaskan keputusan permainan, memberi info dan dukungan didalam pembuatan lapangan tennis. Juga meng¬adakan dan sesuaikan dan juga menyumbang bagi terlaksananya pertandingan, di samping mengusahakan memasyarakatkan permainan tennis itu sendiri.

Gagasan pendirian PELTI mendapat dukungan yang memadai, khususnya di kalangan yang berani mengambil dampak berhadapan dengan pemerintah kolonial, juga berasal dari kalangan yang terpandang. Di Semarang saja, para simpatisan semacam itu tidak sedikit jumahnya. Misalnya: Dr. Buntaran Martoatmodjo (yang kemudian, sejak 1935, jadi ketua PELTI lima tahun berturut¬-turut), Dr. Rasjid, Dr. Mokhtar, Dr. Sardjito, R.M. Soeprapto, Nitiprodjo, dan lebih dari satu lainnya. Dari Para tokoh bermacam kota Iainnya, dukungan diwakili oleh: Mr. Budhiyarto Martoatmodjo (Jember), R.M. Wazar (Bandung), Djajamihardja (Jakarta), Mr. Susanto Tirtoprojo (Surabaya), Mr. Soedja (Purwokerto), Berta Mr. Oesman Sastroamidjojo, ahli olah raga tennis yang namanya populer di Eropa.

Pada umumnya, mereka menyaksikan simpatik inspirasi Dr. Hoerip, yang sebernarnya udah dicetuskan sejak 1930, diilhami oleh berdirinya PSSI terhadap 30 April tahun itu. Tapi para tokoh tadi tidak serupa pendapar didalam lebih dari satu hal, khususnya tentang waktu yang pas bagi pendirian Induk organisasi tennis Itu. Dari bermacam sikap yang lahir – revolusioner, moderat, plintat-plintut – akhirnya golongan tengahlah yang merupakan mayoritas. Pengalaman pahit saat-saat pendirian PSSI tampaknya jadi cermin pembanding bagi para pelopor PELTI, hingga mereka pilih bersikap Iebih hati-hati meng¬hadapi reaksi pemerintah Belanda – mereka pastinya tidak suka menyaksikan setiap kegiatan yang berbentuk mem¬persatukan kekuatan. Para pendiri PELTI tidak Ingin organisasi yang dapat mereka dirikan mati didalam kandungan. Itulah sebabnya PELTI baru berdiri lima tahun kemudian, 1935.
Hingga sekarang meski tidak begitu populer olahraga tenis tetap eksis di setiap kejuaraan lokal, nasional maupun Internasional.

Baca Juga :

Hirarki data

Hirarki data

Hirarki data

Hirarki data

Hirarki data

Perusahaan secara taradisional mengorganisasikan data mereka dalam suatu hirarki yang terdiri dari elemen data (field), catatan (record), dan file.
o Elemen data, adalah unit yang terkecil, tidak dapat lagi dibagi menjadi unit yang lebih kecil. Misalnya nama, nomor pegawai, gaji, upah perjam dll.
o Catatan, terdiri dari elemen data yang berhubungan dengan suatu objek atau kegiatan tertentu, misalnya catatan yang menjelaskan tiap jenis persediaan dan tiap penjualan.
o File adalah suatu kumpulan catatan data yang berhubungan dengan suatu subyek tertentu. Misalnya file pemesanan pembelian, file data pegawai, file penjualan.

Penyimpanan Sekunder (secondary storage)
Penyimpanan sekunder dibagi berdasarkan akses datanya
1. Sequential access storage device (SASD)
Alat penyimpanan dengan penyusunan dan pembacaan datanya secara berurut yaitu satu catatan mengikuti catatan lain.
2. Direct access storage device (DASD)
Alat penyimpanan dengan penyusunan dan pembacaan datanya langsung pada posisinya.
Pengolahan data (data processing)

Ada 2 cara dalam pengolahan data:
1. Pengolahan data berkelompok (batch processing) pengolahan yang dilakukan dengan mengumpul transaksi dalam periode tertentu
2. Pengolahan data langsung (online processing)
pengolahan data yang dilakukan per transaksi, kadang saat transaksi terjadi. Real Time System: Sistem yang mengendalikan sistem fisik dan mengharuskan komputer berespon cepat pada status sistem fisik Database.

Era Database
Sebelum era database ditandai dengan
o Sumber data dikumpulkan dalam file-file yang tidak terhubung satu dengan lainnya
o Setiap aplikasi memiliki/merancang file data sendiri
o Memiliki kelemahan: duplikasi data, ketergantungan data, kepemilikan data tersebar
Untuk memecahkan masalah di atas dilakukan dengan cara pengorganisasian data secara fisik dan mengarah ke organisasi logis. Organisasi fisik (logical organization), mengintegrasikan data dari beberapa lokasi fisik yang berbeda dan merupakan cara pemakai melihat data. Organisasi fisik (physical organization), merupakan cara komputer melihat data sebagai file-file yang terpisah.

Dua teknik untuk memenuhi kebutuhan integrasi logis:
1. Integrasi logis dalam satu file
o Inverted file
Suatu file yang disimpan secara urutan tertentu, dengan suatu indeks yang menyertainya memungkinkan record-record dari file itu dipilih dalam urutan berbeda.
o Linked list
Suatu teknik yang dapat mencapai hasil yang sama tanpa menggunakan indeks tetapi dengan menentukan field tersendiri yang ditambahkan pada tiap record dalam file.

2. Integrasi logis antara beberapa file
Mengunakan link untuk menghubungkan record-record dalam suatu file dengan record yang berhubungan secara logis difile lain.

Konsep database
Merupakan integrasi logis dari catatan-catatan dalam banyak file. Database adalah suatu koleksi data komputer yang terintegrasi, diorganisasikan dan disimpan dalam suatu cara yang memudahkan pengambilan kembali.

Baca Juga :

Bahasa C++

Bahasa C++

Bahasa C++

Bahasa C++

Bahasa C++

C++ adalah salah satu bahasa pemrograman komputer. Dibuat pada tahun 1980-an oleh Bell Labs (Bjarne Stroustrup) sebagai pengembangan dari Bahasa pemrograman C. Salah satu perbedaan yang paling mendasar dengan bahasa C adalah dukungan terhadap konsep pemrograman berorientasi objek (Object Oriented Programming).

Aplikasi Yang digunakan Dalam Bahasa C++
1. Dalam beberapa aplikasi pemrograman pada sistem operasi windows, kita tidak dapat atau sangat sulit menggunakan bahasa pemrograman selain C, misalnya untuk mengaplikasikan sebuah User Interface yang belum memiliki dukungan library untuk C++ pada visual C++ atau dalam pembuatan driver. Penulis menyebutkan sangat sulit berarti tidak menutup kemungkinan menggunakan bahasa lain, bahasa lain kompleksitas pemeliharaan tersebut adalah C++, namun dukungan ofisial dari microsoft untuk penggunaan C++ pada kasus yang disebutkan sebelumnya belum ada sehingga anda harus membuat semacam “wrapper” sendiri jika ingin menggunakan C++ dan hal ini sulit dilakukan bagi pemrogram pemula. Perlu diketahui bahwa Windows saat ini belum merupakan sistem operasi yang benar-benar object oriented (C++ adalah bahasa pemrograman yang object oriented) dan “core” dari sistem operasinya sendiri masih diimplementasikan dalam bahasa C, sehingga fleksibilitas terbesar dalam membuat software untuk windows akan kita peroleh jika kita menggunakan bahasa C. Namun demikian, cara ini juga merupakan salah satu cara yang cukup sulit bagi para pemrogram pemula, namun anda tidak perlu khawatir, sebab dalam tutorial ini akan dijelaskan prinsip dasarnya.

2. Beberapa software membutuhkan kinerja yang tinggi dari segi kecepatan, hal ini bisa dicapai dengan mudah jika kita menggunakan bahasa pemrograman yang “sederhana” seperti C. Penulis sendiri telah membuat beberapa software dalam dua versi, yaitu C “murni” dan C++ , kemudian membandingkan kinerjanya, ternyata software yang diimplementasikan dengan C memiliki kinerja yang lebih tinggi.

3. Kelemahan dari bahasa C yang penulis ketahui sampai saat ini adalah dari segi dan pengembangan software yang kita buat, jika software tersebut sudah cukup kompleks. Sebagai contoh, software ExploChip pada artikel Tutorial Membuat Patch… dibuat dengan C++, C dan Assembly, namun C++ merupakan bahasa yang terbanyak digunakan untuk memudahkan pemeliharaan dan pengembangan.

Setiap kali kita berbicara masalah TCP/IP, maka akan selalu muncul istilah socket. Socket adalah mekanisme komunikasi yang memungkinkan terjadinya pertukaran data antar program atau proses baik dalam satu mesin maupun antar mesin. Pada setiap lingkungan sistem operasi yang mampu berkomunikasi dengan protokol TCP/IP, fasilitas socket selalu tersedia. Tulisan ini akan mencoba memberikan tutorial singkat mengenai dasar pemrograman socket dengan bahasa C. Lingkungan pemrograman yang digunakan dalam tutorial ini adalah Linux dan gcc, sehingga diperlukan sedikit penyesuaian jika akan digunakan pada lingkungan sistem operasi selain varian Unix.

Sumber : https://synthesisters.com/

Sofware yang digunakan dalam Bahasa C.

Sofware yang digunakan dalam Bahasa C.

Sofware yang digunakan dalam Bahasa C.

Sofware yang digunakan dalam Bahasa C.

Sofware yang digunakan dalam Bahasa C.

Bersumber dari bahasa BCPL (Martin Richards -1967) dan B (Ken Thompson -1970) C diciptakan Dennis Ritchie dari Bell Laboratories pada tahun 1972 dan diimplementasikan pada komputer DEC PDP-11. Pada 1978 Dennis Ritchie dan Brian Kernighan kemudian mempublikasikan buku The C Programming Language yang semakin memperluas pemakaiannya dan dijadikan standar oleh ANSI (American National Standard Institute) pada tahun 1989. C kemudian dikembangkan lagi oleh Bjarne Stroustrup menjadi C++ (1986). C dan/atau C++ banyak digunakan (sehingga menjadi ‘standar’) sebagai bahasa pemrograman untuk membuat sistem operasi. Kebanyakan bahasa pemrograman digunakan untuk menulis software aplikasi, yaitu software yang melakukan tugas-tugas user. Sebagai contoh: aplikasi perhitungan gaji, aplikasi pemesanan tiket pesawat, dll. Bahasa C dan C++, selain digunakan untuk menulis software aplikasi, juga bisa digunakan untuk menulis software sistem, yaitu software yang melakukan tugas-tugas yang diperlukan agar operasi dari sistem komputer bisa berjalan dengan baik. Karena komputer hanya bisa mengerti bahasa mesin, maka program yang ditulis dalam bahasa tingkat tinggi (source program/program sumber)harus ditranslasi ke dalam bahasa mesin (object program/program objek) sebelum dieksekusi

Sumber : https://belinda-carlisle.com/

Adu Kuat Xiaomi Black Shark 2 dan Realme X2 Pro

Adu Kuat Xiaomi Black Shark 2 dan Realme X2 Pro

Adu Kuat Xiaomi Black Shark 2 dan Realme X2 Pro

Adu Kuat Xiaomi Black Shark 2 dan Realme X2 Pro

Adu Kuat Xiaomi Black Shark 2 dan Realme X2 Pro

– Xiaomi baru saja mengumumkan jadwal penjualan varian terbaru dari ponsel Xiaomi Black Shark 2 dan Black Shark 2 Pro.

Pengumuman dilakukan lewat akun Instagram resmi Xiaomi pada Rabu (27/11).

Black Shark 2 Pro akan dijual pada 12 Desember telah mengusung Snapdragon 855 Plus. Ponsel ini dibanderol dengan harga Rp8 juta dan dibekali dengan RAM 8GB, ROM 128GB, baterai 4.000 mAh, layar AMOLED 6,39 inci (2.340 x 1.080 piksel), termasuk bonus aksesori Gamepad left side version. Sebelumnya, Black Shark 2 Pro termurah dibanderol dengan harga Rp9 juta.

Padahal, Realme baru saja meluncurkan ponsel flagship pertamanya yakni X2 Pro yang mengusung cipset Snapdragon 855 Plus dengan harga Rp 7,8 juta. Artinya Black Shark 2 Pro, akan berhadapan langsung dengan Realme X2 Pro, dari sisi harga maupun cipset.

Lihat juga:Penjualan Xiaomi di Eropa Melesat 73 Persen Kuartal III 2019

Menanggapi penjualan perdana Xiaomi Black Shark 2 Pro dengan harga Rp8 juta, Product Manager Realme Indonesia

, Felix Christian membeberkan berbagai strategi yang akan diterapkan Realme.

Strategi agar bisa bersaing dengan Xiaomi Black Shark 2 Pro adalah perbedaan segmentasi pasar. Felix mengatakan Xiaomi Black Shark 2 Pro memiliki fokus pasar gaming. Di sisi lain, Realme X2 Pro memiliki segmentasi yang luas yang tak hanya fokus di dapur pacu, tapi juga dari segi desain hingga kamera.

“Black Shark itu fokus sama gaming, jadi fokus kita berbeda. Realme 2 Pro tidak hanya fokus spesifikasi dalamnya, tetapi juga dari segi kamera yang membedakan ponsel kami dengan ponsel gaming,” kata Felix usai peluncuran X2 Pro dan 5S di Jakarta Barat, Rabu (27/11).

Lihat juga:Alasan HP China Kepung Pasar Indonesia, Libas LG-Sony

Felix menjelaskan dengan menekankan pada desain, kamera, dan dapur pacu, Realme memiliki

segmentasi yang luas. Tak hanya untuk gamer yang kebanyakan fokus pada dapur pacu.

Dari segi kamera, Realme X2 Pro dibekali dengan kamera utama 64 MP. Kamera lainnya memiliki resolusi 13 MP (telephoto), 8 MP (ultra wide) dan 2MP (makro).

Di sisi lain, Black Shark 2 Pro hanya memiliki tiga kamera, dengan kamera utama 48 MP, 12 MP, dan kamera depan 20 MP. Dari segi RAM dan ROM, Black Shark 2 Pro juga kalah dengan RAM 8GB dan ROM 128GB.

 

Baca Juga :

Tanggung Jawab Pelaku Usaha

Tanggung Jawab Pelaku Usaha

Tanggung Jawab Pelaku Usaha

Tanggung Jawab Pelaku Usaha

Tanggung Jawab Pelaku Usaha

Tanggung Jawab Pelaku Usaha
Pengertian tanggung jawab produk (pelaku usaha), sebagai berikut, ”Tanggung jawab produk adalah tanggung jawab para produsen untuk produk yang telah dibawanya ke dalam peredaran, yang menimbulkan/ menyebabkan kerugian karena cacat yang melekat pada produk tersebut.“
Di dalam Undang-undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen terdapat 3 (tiga) pasal yang menggambarkan sistem tanggung jawab produk dalam hukum perlindungan konsumen di Indonesia, yaitu ketentuan Pasal 19 Undang-undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen merumuskan tanggung jawab produsen sebagai berikut:
1.Pelaku Usaha bertanggung jawab memberikan ganti rugi atas kerusakan, pencemaran, dan/ atau kerugian konsumen akibat mengkomsumsi barang dan atau jasa yang dihasilkan atau diperdagangkan.
2.Ganti rugi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa pengembalian uang atau penggantian barang dan/ atau jasa yang sejenis atau secara nilainya, atau perawatan kesehatan dan/ atau pemberian santunan yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3.Pemberian ganti rugi dilaksanakan dalam tenggang waktu 7 (tujuh) hari setelah tanggal transaksi.
4.Pemberian ganti rugi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) tidak menghapuskan kemungkinan adanya tuntutan pidana berdasrkan pembuktian lebih lanjut mengenai adanya unsure kesalahan. (50 Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) tidak berlaku apabila pelaku usaha dapat membuktikan bahwa kesalahan tersebut merupakan kesalahan konsumen.”

Baca Juga :