twittsev.com

Situs Web Pendidikan Terupdate

Pendidikan

Gratis, Enam Kelas UKW PWI Riau XII

Gratis, Enam Kelas UKW PWI Riau XII

Gratis, Enam Kelas UKW PWI Riau XII

Gratis, Enam Kelas UKW PWI Riau XII

Gratis, Enam Kelas UKW PWI Riau XII

Masih bersempena dengan Hari Pers Nasional (HPN) 2019 Tingkat Provinsi Riau, PWI Riau bekerjasama

dengan SKK Migas Sumbagut akan menggelar Uji Kompetisi Wartawan (UKW) Angkatan XII di Pekanbaru pada 21-22 Maret akan datang.

UKW PWI Riau Angkatan XII ini dibuka hanya untuk anggota PWI Riau dan gratis, tidak dikenakan biaya sama sekali.

“PWI Riau menyampaikan apresiasi dan terimakasih yang tulus ikhlas kepada SKK Migas Sumbagut. Khususnya kepada Kepala Perwakilan SKK Migas Sumbagut, Pak Avicenia Darwis dan jajaran, yang langsung kongkrit merespon program-program PWI Riau, terutama program UKW PWI,” kata Ketua PWI Riau H Zulmansyah Sekedang.

Itu disampaikan Zulmansyah disela-sela pertemuan silaturrahmi antara PWI Riau dan SKK Migas Sumbagut

di Restoran Pondok Yunus Pekanbaru, Sabtu (9/3/2019). Selain Ketua PWI Riau, hadir dalam silaturrahmi itu Sekretaris Amril Jambak, Wakil Ketua Bidang Pendidikan Harri B Koriun dan Ketua Seksi Pemberdayaan Wartawati Henni Elyati. Sementara dari SKK Migas Sumbagut, hadir langsung Kepala Perwakilan Avicenia Darwis, Senior Manager Humas Evy Yanti dan sejumlah staf.

Dijelaskan Zulmansyah, bersamaan dengan UKW PWI Riau XII, juga akan diselenggarakan Pendidikan dan Latihan (Diklat) Jurnalistik untuk Wartawan Migas. Jumlah peserta diklat direncanakan untuk 100 wartawan, sedangkan untuk UKW ditetapkan 42 wartawan.

“Peserta diklat diutamakan pengurus PWI Riau dan wartawan daerah yang berada dalam area perusahaan migas

. Sedangkan UKW diutamakan bagi wartawan yang belum pernah ikut UKW dan masing-masing PWI kabupaten/kota diberikan jatah dua wartawan di daerahnya untuk ikut serta dengan rekomendasi ketua PWI daerah masing-masing. Batas pendaftaran untuk semua wartawan daerah adalah Sabtu, 16 Maret 2019,” kata Zulmansyah.

Zulmansyah mengakui, sejauh ini persentase wartawan PWI Riau yang sudah lulus UKW masih rendah. Dari 1.029 anggota PWI Riau baru sekitar 40 persen yang sudah lulus UKW. “Target PWI Riau tahun 2019 ini lebih 50 persen dari anggota lulus UKW. Program UKW ini adalah program  utama di PWI Riau,” kata Direktur Harian Riau Pos ini.

Sisi lain, Zulmansyah berharap para sahabat dan mitra-mitra PWI Riau lainnya dapat membantu menyukseskan program UKW PWI Riau ini dengan meniru SKK Migas Sumbagut. “Kita bersyukur sudah ada mitra yang memberi perhatian lebih kepada wartawan PWI Riau.

Sekedar informasi, setiap kelas UKW PWI untuk tujuh wartawan menjadi pesertanya memerlukan biaya Rp15 juta. Kalau tanpa bantuan sponsor atau mitra, maka setiap wartawan peserta UKW bisa dikenakan biaya sampai Rp2 juta. Itu tentu berat bagi wartawan. Makanya, terimakasih sebesar-besarnya PWI Riau sampaikan kepada SKK Migas Sumbagut yang sudah membantu UKW PWI Riau sampai enam kelas sekaligus,” tutup Ketua SPS Riau ini

 

Baca Juga :

Seleksi Politeknik Negeri Mulai Dibuka

Seleksi Politeknik Negeri Mulai Dibuka

Seleksi Politeknik Negeri Mulai Dibuka

Seleksi Politeknik Negeri Mulai Dibuka

Seleksi Politeknik Negeri Mulai Dibuka

Sebanyak 42 politeknik negeri Se-Indonesia mulai membuka seleksi masuk bagi calon mahasiswa melalui dua jalur.

Prosesnya tidak hanya melalui seleksi akademik, namun juga ujian masuk.

Akses siswa-siswi Indonesia untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi negeri (PTN) semakin terbuka luas. Selain dapat mendaftarkan diri ke perguruan tinggi akademik (universitas dan institut), calon mahasiswa juga dapat mendaftarkan diri ke politeknik negeri.

Saat ini politeknik negeri merupakan salah satu pilihan bagi siswa-siswi lulusan SMA/SMK sederajat untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi. Politeknik menghasilkan lulusan terampil dan memiliki sertifikasi sehingga dapat bersaing di dunia kerja dan industri.

Panitia Nasional Penerimaan Mahasiswa Politeknik Negeri mengumumkan bahwa ada dua jalur seleksi mahasiswa politeknik

negeri yaitu jalur Penelusuran Minat dan Kemampuan Politeknik Negeri (PMDK-PN) dan Ujian Masuk Perguruan Tinggi Negeri (UMPN).

“Seringkali siswa-siswi hanya mengandalkan SNMPTN (seleksi nasional masuk perguruan tinggi negeri) dan SBMPTN (seleksi bersama masuk perguruan tinggi negeri) untuk kuliah di perguruan tinggi negeri, padahal mereka juga bisa mendaftarkan diri melalui jalur PMDK-PN dan UMPN untuk masuk Politeknik Negeri,” kata Ketua Forum Wakil Direktur Bidang Akademik Politeknik Negeri Se-Indonesia Zainal Nur Arifin kemarin.

Terdapat 42 politeknik negeri dari ujung barat ke timur wilayah Indonesia yang tergabung dalam jalur seleksi ini. Dengan demikian, melalui jalur politeknik ini ditawarkan ratusan program studi yang linear, mulai dari saintek, sosial, pariwisata, dan bahasa.

Zainal menerangkan, PMDK-PN merupakan jalur seleksi masuk perguruan tinggi negeri vokasi

dengan menggunakan seleksi akademik dan prestasi non-akademik. Jalur ini dibuka untuk lulusan SMA/SMK/ MA yang masih duduk di kelas 12 atau kelas 3 semua jurusan.

Pendaftaran PMDK-PN dibuka serentak mulai 4 Februari hingga 6 April 2019. Masyarakat yang berminat mendaftar bisa mengakses informasi mekanisme pendaftaran melalui laman www.pmdk.politeknik.or.id.

Bagi calon mahasiswa yang ingin mendaftar dapat menghubungi sekolah untuk kemudian mendapat rekomendasi dari pihak sekolah. Berikutnya, pendaftar akan memperoleh username dan password yang digunakan untuk melengkapi isian dan mengunggah dokumen pendukung.

Zainal menegaskan bahwa pendaftaran jalur ini dilakukan secara online, sederhana, dan tidak dipungut biaya. Pendaftaran pun tidak dibatasi kuota tertentu serta akreditasi sekolah tidak menentukan kuota pendaftar.

“Seusai jalur PMDK-PN ini, kami juga akan membuka jalur Ujian Masuk Politeknik Negeri Nasional. Jadi, silahkan dimanfaatkan kesempatan ini untuk bisa belajar di salah satu perguruan tinggi negeri vokasi di Indonesia, Politeknik,” jelas Zainal.

Dari tahun ke tahun peminat dan pendaftar jalur ini meningkat. Hal ini menunjukkan bahwa masyarakat makin memahami keistimewaan belajar di politeknik. Melalui pendidikan vokasi maka mahasiswan akan diajari pengembangan keterampilan melalui komposisi praktikum dan teori dalam proses belajar mengajar.

 

Sumber :

https://www.emailmeform.com/builder/form/dy7F32bEQRA8hK

Bunda Arni Boyong Pelajar Kelas X mIPA 5, SMAN 2 Dumai Ke Sumbar

Bunda Arni Boyong Pelajar Kelas X mIPA 5, SMAN 2 Dumai Ke Sumbar

Bunda Arni Boyong Pelajar Kelas X mIPA 5, SMAN 2 Dumai Ke Sumbar

Bunda Arni Boyong Pelajar Kelas X mIPA 5, SMAN 2 Dumai Ke Sumbar

Bunda Arni Boyong Pelajar Kelas X mIPA 5, SMAN 2 Dumai Ke Sumbar

Arni Iswari, S.Si, M.Pd, guru SMA Negeri 2 Dumai memboyong siswa-siswi kelas X mIPA 5 ke Sumatera Barat

. Hal ini dilakukan dalam rangka menjalankan program tahunan yakni studi tour yang bertujuan untuk mengenal alam Indonesia.

“Kita perkenalkan ke anak-anak bahwa alam di negeri kita sangat indah dan tak kalah dari luar negeri. Makanya kita bawa ke Sumatera Barat yang sangat terkenal memiliki keindahan alam yang disebut pesona Indonesia,” ujar Bunda Arni sepulang dari studi tour.

Arni mengucapkan terima kasih kepada kepala SMAN 2 Dumai, Drs. Yulizar yang telah mengizinkannya dan anak-anak untuk mengadakan kegiatan studi tour.

“Terima kasih juga kepada kepala kacab Dumai, Provinsi Riau dan tak lupa juga ucapan terima kasih

kepada Ibu Heppy Syuryani, M.Si yang telah membantu dana kami dalam perjalanan ini,” ungkapnya.

Pengalaman di Hari Pertama
Arni menceritakan pengalamannnya bersama anak-anak saat bincang-bincang dengan monitorriau.com Senin (08/04/2019). Dikatakannya, rombongan berangkat dari Dumai 1 April 2019 pukul 2019 dari kantor travel PT Dumai Citra Wisata yang menjadi pemandu wisata keliling Sumbar.

Hari pertama di Sumbar, rombongan langsung mengunjungi kawasan Pulau Mandeh

y

ang menjadi objek wisata paling hits di Sumbar. Kawasan ini terletak kecamatan Koto XI Tarusan Kabupaten Pesisir Selatan Sumatera Barat, berjarak 56 kilometer dari kota Padang, sekitar 70 menit menggunakan transportasi darat.

“Kami lakukan snorkeling di Pulau Sironjong Ketek, cliff jumping dan swimming di pulau Sironjong Besar, banana boat di Pulau Sutan dan menikmati keindahan hutan mangrove yang melewati sungai Nyalo/ gemuruh yang ternyata di dalamnya ada air terjun yang sangat indah,” kata Arni menceritakan.

 

Sumber :

https://www.emailmeform.com/builder/form/dzu6Ja5keW

Bani Isra’il Mengembara Tidak Berketentuan

Bani Isra'il Mengembara Tidak Berketentuan

Bani Isra’il Mengembara Tidak Berketentuan

Bani Isra'il Mengembara Tidak Berketentuan

Bani Isra’il Mengembara Tidak Berketentuan

Bani Isra’il Mengembara Tidak Berketentuan Tempat Tinggalnya (nomade??)

Tidak kurang-kurang karunia Allah S.w.t. yang diberikan kepada kaum Bani Isra’il. Mereka telah dibebaskan dari kekuasaan Fir’aun yang kejam yang telah menindas dan memperhambakan mereka berabad-abad lamanya. Telah diperlihatkan kepada mereka bagaimana Allah S.w.t. telah membinasakan Fir’aun, musuh mereka tenggelam di laut. Kemudian tatkala mereka berada di tengah-tengah padang pasir yang kering dan tandus, Allah S.w.t. telah memancarkan air dari sebuah batu dan menurunkan hidangan makanan “Manna dan Salwa” bagi keperluan mereka.
Di samping itu Allah S.w.t. mengutuskan beberapa orang rasul dan nabi dari kalangan mereka sendiri untuk memberi petunjuk dan bimbingan kepada mereka. Akan tetapi karunia dan nikmat Allah S.w.t. yang susul-menyusul yang diberikan kepada mereka, tidaklah mengubah sifat-sifat mereka yang tidak mengenal syukur, berkeras kepala dan selalu membangkang terhadap perintah Allah S.w.t. yang diwahyukan kepada rasul-Nya.
Demikianlah tatkala Allah S.w.t. mewahyukan perintah-Nya kepada Nabi Musa untuk memimpin kaumnya pergi ke Palestin, tempat suci yang telah dijanjikan oleh Allah S.w.t. kepada Nabi Ibrahim AS untuk menjadi tempat tinggal anak cucunya, mereka membangkang dan enggan melaksanankan perintah itu. Alasan penolakan mereka ialah karena mereka harus menghadapi suku “Kana’aan” yang menurut anggapan mereka adalah orang-orang yang kuat dan perkasa yang tidak dapat dikalahkan dan diusir dengan adu kekuatan. Mereka tidak mempercayai janji Allah S.w.t. melalui Musa, bahwa dengan pertolongan-Nya mereka akan dapat mengusir suku Kan’aan dari kota Ariha untuk dijadikan tempat pemukiman mereka selama-lamanya.
Berkata mereka tanpa malu, menunjuk sifat pengecutnya kepada Musa : “hai Musa, kami tidak akan memasuki Ariha sebelum orang-orang suku Kan’aan itu keluar. Kami tidak berdaya menghadapi mereka dengan kekuatan fisikal karena mereka telah terkenal sebagai orang-orang yang kuat dan perkasa. Pergilah engkau berserta Tuhanmu memerangi dan mengusir orang-orang suku Kan’aan itu dan tinggalkanlah kami di sini sambil menanti hasil perjuanganmu.”
Naik pitamlah Nabi Musa melihat sikap kaumnya yang pengecut itu yang tidak mau berjuang dan memeras keringat untuk mendapat tempat pemukiman tetapi ingin memperolehnya secara hadiah atau melalui mukjizat sebagaimana mereka telah mengalaminya dan banyak peristiwa. Dan yang menyedihkan hati Musa ialah kata-kata mengejek mereka yang menandakan bahwa dada mereka masih belum bersih dari benih kufur dan syirik kepada Allah S.w.t.
Dalam keadaan marah setelah mengetahui bahwa tiada seorang dari pada kaumnya yang akan mendampinginya melaksanakan perintah Allah S.w.t. itu, berdoalah Nai Musa : “Ya Tuhanku Alloh S.w.t. aku tidak menguasai selain diriku dan diri saudaraku Harun, maka pisahkanlah kami dari orang-orang yang fasiq yang mengingkari nikmat dan karunia-Mu.”
Sebagaimana hukuman bagi Bani Isra’il yang telah menolak perintah Allah S.w.t. memasuki Palestin, Allah S.w.t. mengharamkan negeri itu atas mereka selama empat puluh tahun dan selama itu mereka akan mengembara berkeliaran di atas bumi Allah tanpa mempunyai tempat mukim yang tetap. Mereka hidup dalam kebingungan sampai musnahlah mereka semuanya dan datang menyusul generasi baru yang akan mewarisi negeri yang suci itu sebagaimana yang telah disanggupkan oleh Allah S.w.t. kepada Nabi Ibrahim.

Isi Cerita Ini Terdapat Dalam Al-Quran Surah “Al-Maidah (Ayat 20-26) Sebagai Berikut :

“20) Dan {ingatlah} ketika Musa berkata kepada kaumnya : “Hai kaumku, ingatlah nikmat Allah S.w.t. atasmu ketika Dia mengangkat nabi-nabi di antaramu dan dijadikannya kamu orang-orang merdeka dan diberi-Nya kepada mu apa yang belum pernah diberi-Nya kepada seorang pun di antara umat-umat yang lain”.

”21) Hai kaumku, masuklah ke tanah suci {Palestin} yang telah ditentukan oleh Allah S.w.t. bagimu dan janganlah kamu lari kebelakang {karena takut kepada musuh} maka kamu akan menjadi orang-orang yang rugi”.

”22) Mereka berkata : hai Musa, sesungguhnya dalam negeri itu ada orang-orang yang gagah perkasa sesungguhnya kami tidak sesekali akan memasukinya sebelum mereka keluar dari padanya. Jika mereka keluar dari padanya, pasti kami akan memasukinya”.

”23) Berkatalah dua orang di antara orang-orang yang takut {kepada Allah S.w.t.} yang Allah S.w.t. telah memberi nikmat atas keduanya: “Serbulah mereka melalui pintu gerbang {kota} itu, maka bila kamu memasukinya niscaya kamu akan menang. Dan hanya kepada Allah S.w.t. hendaklah kamu bertawakkal, jika kamu orang-orang yang beriman”.

”24) Mereka berkata : hai Musa, kami sesekali tidak akan memasuki selama-lamanya selagi mereka ada di dalamnya karena itu pergilah kamu bersama Tuhanmu dan berperanglah kamu berdua, sesungguhnya kami hanya duduk menanti disini saja”.

”25) Berkata Musa : Ya Tuhanku Alloh S.w.t. aku tidak menguasai kecuali diriku sendiri dan saudaraku. Sebab itu pisahkanlah antara kami dengan orang-orang yang fasiq itu”.

”26) llah S.w.t. berfirman : {Jika demikian} maka sesungguhnya negeri itu diharamkan atas mereka selama empat puluh tahun {selama itu} mereka akan berpusing-pusing kebingungan di bumi itu. Maka janganlah kamu bersedih hati {memikirkan nasib} orang-orang yang fasiq itu.” {Al-Maidah : 20 ~ 26}

Baca Juga :

Kembali Menyembah Patung Anak Lembu

Kembali Menyembah Patung Anak Lembu

Kembali Menyembah Patung Anak Lembu

Kembali Menyembah Patung Anak Lembu

Kembali Menyembah Patung Anak Lembu

Bani Isra’il Kembali Menyembah Patung Anak Lembu

Nabi Musa berjanji kepada Bani Isra’il yang ditinggalkan di bawah pimpinan Nabi Harun bahwa ia tidak akan meninggalkan mereka lebih lama dari tiga puluh hari, dalam perjalananya ke Thur Sina untuk berminajat dengan Tuhan Alloh S.w.t. Akan tetapi berhubung dengan adanya perintah Allah S.w.t. kepada Musa untuk melengkapi jumlah hari puasanya menjadi empat puluh hari, maka janjinya itu tidak dapat ditepati dan kedatangannya kembali ke tengah-tengah mereka tertunda menjadi sepuluh hari lebih lama dari pada yang telah dijanjikan.
Bani Isra’il merasa kecewa dan menyesalkan kelambatan kedatangan Nabi Musa kembali ke tengah-tengah mereka. Mereka menggerutu dan mengomel dengan melontarkan kata-kata kepada Nabi Musa seolah-olah ia telah meninggalkan mereka dalam kegelapan dan dalam keadaan yang tidak menentu. Mereka merasa seakan-akan telah kehilangan pimpinan yang biasanya memberi bimbingan dan petunjuk-petunjuk kepada mereka.
Keadaan yang tidak puas dan bingung yang sedang meliputi kelompok Bani Isra’il itu, digunakan oleh seorang munafiq, bernama Samiri yang telah berhasil menyusup ke tengah-tengah mereka, sebagai kesempatan yang baik untuk menyebarkan benih syiriknya dan merusakkan akidah para pengikut Nabi Musa yang baru saja menerima ajaran tauhid dan iman kepada Allah S.w.t. Samiri yang munafiq itu menghasut mereka dengan kata-kata bahwa Musa telah tersesat dalam tugasnya mencari Tuhan bagi mereka dan bahwa dia tidak dapat diharapkan kembali dan karena itu dianjurkan oleh Samiri agar mereka mencari tuhan lain sebagai ganti dari Tuhan Musa.
Samiri melihat bahwa hasutan itu dapat menggoyahkan iman dan akidah pengikut-pengikut Musa yang memang belum meresap benar ajaran tauhidnya segera membuat patung bagi mereka untuk disembah sebagai tuhan pengganti Tuhannya Nabi Musa. Patung itu berbentuk anak lembu yang dibuatnya dari emas yang dikumpulkan dari perhiasan-perhiasan para wanita. Dengan kepandaian tekniknya patung itu dibuat begitu rupa sehingga dapat mengeluarkan suara menguap seakan-akan anak lembu sejati yang hidup. Maka diterimalah anak patung lembu itu oleh Bani Isra’il pengikut Nabi Musa yang masih lemah iman dan akidahnya itu sebagai tuhan persembahan mereka.
Ditegurlah mereka oleh Nabi Harun yang berkata : “alangkah bodohnya kamu ini! Tidakkah kamu melihat anak lembu yang kamu sembah ini tidak dapat bercakap-cakap dengan kamu dan tidak pula dapat menuntun kamu ke jalan yang benar. Kamu telah menganiaya diri kamu sendiri dengan menyembah pada sesuatu selain Allah S.w.t.”
Teguran Nabi Harun itu dijawab oleh mereka yang telah termakan hasutan Samiri itu dengan kata-kata : “kami akan tetap berpegang pada anak lembu ini sebagai tuhan persembahan kami sampai Musa kembali ke tengah-tengah kami.”
Nabi Harun tidak dapat berbuat banyak menghadapi kaumnya yang telah berbalik menjadi murtad itu, karena ia khuatir kalau mereka dihadapi dengan sikap yang keras, akan terjadi perpecahan di antara mereka dan akan menjadi keadaan yang lebih rumit dan gawat sehingga dapat menyulitkan baginya dan bagi Nabi Musa kelak bila ia datang untuk mencarikan jalan keluar dari krisis iman yang melanda kaumnya itu. Ia hanya memberi peringatan dan nasehat kepada mereka sambil menanti kedatangan Musa kembali dari bukit Thur Sina.
Dalam pada itu, Nabi Musa setelah selesai bermunajat dengan Tuhan Alloh S.w.t. dan dalam perjalanannya kembali ke tempat di mana kaumnya sedang menunggu memperoleh isyarat tentang apa yang telah terjadi dan dialami oleh Nabi Harun selama ketiadaannya. Nabi Musa sangat marah dan sedih hati tatkala ia tiba di tempat dan melihat kaumnya sedang berpesta mengelilingi anak patung lembu emas, menyembahnya dan memuji-mujinya. Dan karena sangat marah dan sedihnya ia tidak dapat menguasai dirinya, kepingan-kepingan Taurat dilemparkan berantakan. Harun saudaranya dipegang rambut kepalanya ditarik kepadanya seraya berkata menegur : “apa yang engkau buat tatkala engkau melihat mereka tersesat dan terkena oleh hasutan dan fitnahan Samiri? Tidakkah engkau mematuhi perintahku dan pesanku ketika aku menyerahkan mereka kepadamu untuk engkau pimpin? Tidakkah engkau berdaya melawan hasutan Samiri dengan memberi petunjuk dan penerangan kepada mereka dan mengapa engkau tidak cepat memadamkan api kemurtadan ini sebelum menjadi besar begini?”
Harun berkata menanggapi teguran Musa : “hai anak ibuku, janganlah engkau memegang janggut dan rambut kepalaku, menarik-narikku. Aku telah berusaha memberi nasehat dan teguran kepada mereka, namun mereka tidak mengindahkan kata-kataku. Mereka menganggap aku lemah dan mengancam akan membunuhku. Aku khawatir jika aku menggunakan sikap dan tindakan yang keras, akan terjadi perpecahan dan permusuhan di antara sesama kita, hal mana akan menjadikan engkau lebih marah dan sedih. Lepaskanlah aku dan janganlah membuatkan musuh-musuhku bergembira melihat perlakuanmu terhadap diriku. Janganlah disamakan aku dengan orang-orang yang zalim.”
Setelah rasa jengkel mereda dan sedihnya dan memperoleh kembali ketenangannya, berkatalah Nabi Musa kepada Samiri, orang munafiq yang menjadi biang keladi dari kekacauan dan kesesatan itu : “hai Samiri, apakah yang mendorongmu menghasut dan menyesatkan kaumku, sehingga mereka kembali menjadi murtad, menyembah patung yang engkau buatkan dari emas itu?”
Samiri menjawab : “aku telah melihat sesuatu yang mereka tidak melihatnya. Aku telah melihat kuda malaikat Jibril. Aku mengambil segenggam tanah bekas jejak telapak kakinya itu, lalu aku lemparkannya ke dalam emas yang mencair di atas api dan terjadilah patung anak lembu yang dapat menguak, mengeluarkan suara sebagaimana anak lembu biasa. Demikianlah hawa nafsuku membujukku untuk berbuat itu.”
Berkata Nabi Musa kepada Samiri : pergilah engkau dan jauhilah pergaulan manusia sebab karena perbuatan kamu itu engkau harus dipencilkan dan menjadi tabu {sesuatu yang terlarang} jika disentuh atau menyentuh seseorang ia akan menderita sakit demam panas. Ini adalah ganjaranmu di dunia, sedang di akhirat nerakalah akan menjadi tempatmu. Dan tuhanmu yang engkau buat dan sembah ini kami akan bakar dan campakkannya ke dalam laut. Kemudian berpalinglah Nabi Musa kepada kaumnya berkata : hai kaumku, alangkah buruknya perbuatan yang kamu telah kerjakan setelah kepergianku! Apakah engkau hendak mendahului janji Tuhanmu? Bukankah Tuhanmu telah menjanjikan kepadamu janji yang baik, berupa kitab suci? Ataukah engkau menghendaki kemurkaan Tuhan menimpa atas dirimu, karena perbuatanmu yang buruk itu dan perlanggaranmu terhadap perintah-perintah dan ajaran-ajaranku.
Kaum Musa menjawab : kami tidak sesekali melanggar perjanjianmu dengan kemauan kami sendiri, akan tetapi kami disuruh membawa beban-beban perhiasan yang berat kepunyaan orang Mesir yang atas anjuran Samiri kami lemparkan ke dalam api yang sedang menyala. Kemudian perhiasan-perhiasan yang kami lemparkan itu menjelma menjadi patung anak lembu yang bersuara, sehingga dapat menyilaukan mata kepala kami dan menggoyahkan iman yang sudah tertanam di dalam dada kami.
Berkata Musa kepada mereka : sesungguhnya kamu telah berbuat dosa besar dan menyia-nyiakan dirimu sendiri dengan menjadikan patung anak lembu itu sebagai persembahanmu, maka bertaubatlah kamu kepada Tuhan, Penciptamu dan Pencipta Alam Semesta dan mohonlah ampun dari padanya agar Dia menunjukkan kembali kepada jalan yang benar.
Akhirnya kaum Musa itu sadar atas kesalahannya dan mengakui bahwa mereka telah disesatkan oleh syaitan dan memohon ampun dan rahmat Allah S.w.t. agar selanjutnya melindungi mereka dari godaan syaitan dan iblis yang akan merugikan mereka di dunia dan akhirat. Demikian pula Nabi Musa beristighfar memohon ampun baginya dan bagi Harun saudaranya setalah ternyata bahwa ia tidak melalaikan tugasnya sebagai wakil Musa dalam menghadapi krisis iman yang dialami oleh kaumnya. Berdoa Musa kepada Tuhannya : Ya Tuhanku, ampunilah aku dan saudaraku dan masukkanlah kami berdua ke dalam lingkaran rahmat-Mu sesungguhnya Engkaulah Maha Pengampun Lagi Maha Penyayang.
Setelah suasana yang meliputi hubungan Musa dengan Harun di satu pihak dan hubungan mereka berdua dengan kaumnya di lain pihak menjadi tenang kembali, kepingan-kepingan Taurat yang bertaburan sudah dihimpun dan disusun sebagaimana asalnya, maka Allah S.w.t. memerintahkan kepada Musa agar membawa sekelompok dari kaumnya menghadap untuk meminta ampun atas dosa mereka menyembah patung anak lembu.
Tujuh puluh orang dipilih oleh Nabi Musa di antara kaumnya untuk di- ajak pergi bersama ke bukit Thur Sina memenuhi perintah Allah S.w.t. meminta ampun atas dosa kaumnya. Mereka diperintahkan untuk keperluan itu agar berpuasa, mensucikan diri, pakaian mereka dan pada waktu yang telah ditentukan berangkatlah Nabi Musa bersama tujuh puluh orang itu menuju ke bukit Thur Sina.
Setiba mereka di bukit Thur Sina turunlah awan yang tebal meliputi seluruh bukit, kemudian masuklah Nabi Musa diikuti para pengikutnya ke dalam awan gelap itu dan segera mereka bersujud. Dan sementara bersujud terdengarlah oleh kelompok tujuh puluh itu percakapan Nabi Musa dengan Tuhannya Alloh S.w.t. Pada saat itu timbullah dalam hati mereka keinginan untuk melihat Zat Allah S.w.t. dengan mata kepala mereka setelah mendengar percakapan-Nya dengan telinga.Maka setelah selesai Nabi Musa bercakap-cakap dengan Allah S.w.t. berkatalah mereka kepadanya : “kami tidak akan beriman kepadamu sebelum kami melihat Allah S.w.t. dengan terang.” Dan sebagai jawapan atas keinginan mereka yang menunjukkan keingkaran dan ketakaburan itu, Allah S.w.t. seketika itu juga mengirimkan halilintar yang menyambar dan merenggut nyawa mereka sekaligus.
Nabi Musa merasa sedih melihat nasib fatal yang menimpa kelompok tujuh puluh orang yang merupakan orang-orang yang terbaik di antara kaumnya. Ia berseru memohon kepada Allah S.w.t. agar diampuni dosa mereka seraya berkata: wahai Tuhanku, aku telah pergi ke bukit Thur Sina dengan tujuh puluh orang yang terbaik di antara kaumku kemudian aku akan kembali seorang diri, pasti kaumku tidak akan mempercayaiku. Ampunilah dosa mereka, Wahai Tuhanku dan kembalilah kepada mereka nikmat hidup yang Engkau telah cabut sebagai pembalasan atas keinginan dan permintaan mereka yang durhaka itu.
Allah S.w.t. memperkenankan doa Musa dan permohonannya dengan dihidupkan kembali kelompok tujuh puluh orang itu, maka bangunlah mereka seakan-akan orang yang baru sadar dari pingsannya. Kemudian pada kesempatan itu Nabi Musa mengambil janji dari mereka bahwa mereka akan berpegangan teguh kepada kitab Taurat sebagai pedoman hidup mereka melaksanakan perintah-perintahnya dan menjauhi segala apa yang dilarangnya.

Sumber : https://cloudsoftwareprogram.org/

Musa Bermunajat Dengan Allah S.w.t.

Musa Bermunajat Dengan Allah S.w.t.

Musa Bermunajat Dengan Allah S.w.t.

Musa Bermunajat Dengan Allah S.w.t.

Musa Bermunajat Dengan Allah S.w.t.

Menurut riwayat sementara ahli tafsir, bahawasanya tatkala Nabi Musa berada di Mesir, ia telah berjanji kepada kaumnya akan memberi mereka sebuah kitab suci yang dapat digunakan sebagai pedoman hidup yang akan memberi bimbingan dan sebagai tuntunan bagaimana cara mereka bergaul dan bermuamalah dengan sesama manusia dan bagaimana mereka harus melakukan persembahan dan ibadah mereka kepada Allah S.w.t. Di dalam kitab suci itu mereka akan dapat petunjuk akan hal-hal yang halal dan haram, perbuatan yang baik yang diridhai oleh Allah S.w.t. di samping perbuatan-perbuatan yang mungkar yang dapat mengakibatkan dosa dan murkanya Tuhan Alloh S.w.t.
Maka setelah perjuangan menghadapi Fir’aun dan kaumnya yang telah tenggelam binasa di laut, setelah selesai Nabi Musa memohon kepada Allah S.w.t. agar diberinya sebuah kitab suci untuk menjadi pedoman dakwah dan risalahnya kepada kaumnya. Lalu Allah S.w.t. memerintahkan kepadanya agar untuk itu ia berpuasa selama tiga puluh hari penuh, itu semasa bulan Zulkaedah. Kemudian pergi ke Bukit Thur Sina di mana ia akan diberi kesempatan bermunajat dengan Tuhan Alloh S.w.t. serta menerima kitab penuntun yang diminta.
Setelah berpuasa selama tiga puluh hari penuh dan tiba saat ia harus menghadap kepada Allah S.w.t. di atas bukit Thur Sina Nabi Musa merasa segan akan bermunajat dengan Tuhannya dalam keadaan mulutnya berbau kurang sedap akibat puasanya. Maka ia menggosokkan giginya dan mengunyah daun-daunan dalam usahanya menghilangkan bau mulutnya. Ia ditegur oleh malaikat yang datang kepadanya atas perintah Allah S.w.t. Berkatalah malaikat itu kepadanya : “Hai Musa, mengapakah engkau harus menggosokkan gigimu untuk menghilangkan bau mulutmu yang menurut anggapanmu kurang sedap, padahal bau mulutmu dan mulut orang-orang yang berpuasa bagi kami adalah lebih sedap dan lebih wangi dari baunya kasturi. Maka akibat tindakanmu itu, Allah S.w.t. memerintahkan kepadamu berpuasa lagi selama sepuluh hari sehingga menjadi lengkaplah masa puasamu sepanjang empat puluh hari.”
Nabi Musa mengajak tujuh puluh orang yang telah dipilih di antara pengikutnya untuk menyertainya ke bukit Thur Sina dan mengangkat Nabi Harun sebagai wakilnya mengurus serta memimpin kaum yang ditinggalkan selama kepergiannya ke tempat bermunajat itu.
Pada saat yang telah ditentukan tibalah Nabi Musa seorang diri di bukit Thur Sina mendahului tujuh puluh orang yang diajaknya turut serta. Dan ketika ia ditanya oleh Allah S.w.t. : “Mengapa engkau datang seorang diri mendahului kaummu, hai Musa?” Ia menjawab : “mereka sedang menyusul di belakangku, wahai Tuhanku. Aku cepat-cepat datang lebih dahulu untuk mencapai ridha-Mu.” Berkatalah Musa dalam munajatnya dengan Allah S.w.t.: “Wahai Tuhanku, nampakkanlah zat-Mu kepadaku, agar aku dapat melihat-Mu”
Allah berfirman : “Engkau tidak akan sanggup melihat-Ku, tetapi cobalah lihat bukit itu, jika ia tetap berdiri tegak di tempatnya sebagaimana sedia kala, maka niscaya engkau akan dapat melihat-Ku.” Lalu menolehlah Nabi Musa mengarahkan pandangannya kejurusan bukit yang dimaksudkan itu yang seketika itu juga dilihatnya hancur luluh masuk ke dalam perut bumi tanpa menghilangkan bekas. Maka terperanjatlah Nabi Musa, gementarlah seluruh tubuhnya dan jatuh pingsan.
Setelah ia sadar kembali dari pingsannya, bertasbih dan bertahmidlah ia seraya memohon ampun kepada Allah S.w.t. atas kelancangannya itu dan berkata : “Maha Besarlah Engkau Wahai Tuhanku, ampunilah aku dan terimalah taubatku dan aku akan menjadi orang yang pertama beriman kepada-Mu”.
Dalam kesempatan bermunajat itu, Allah S.w.t. menerimakan kepada Nabi Musa kitab suci “Taurat” berupa kepingan-kepingan batu-batu atau kepingan kayu menurut sementara ahli tafsir yang di dalamnya tertulis segala sesuatu secara terperinci dan jelas mengenai pedoman hidup dan penuntun kepada jalan yang diridhai oleh Allah S.w.t.
Allah S.w.t. mengiring pemberian “Taurat” kepada Musa dengan firman-Nya : “Wahai Musa, sesungguhnya Aku telah memilih engkau lebih dari manusia-manusia yang lain di masamu, untuk membawa risalah-Ku dan menyampaikan kepada hamba-hamba-Ku. Aku telah memberikan kepadamu keistimewaan dengan dapat bercakap-cakap langsung dengan Aku, maka bersyukurlah atas segala karunia-Ku kepadamu dan berpegang teguhlah pada apa yang Aku tuturkan kepadamu. Dalam kitab yang Aku berikan kepadamu terhimpun tuntunan dan pengajaran yang akan membawa Bani Isra’il ke jalan yang benar, ke jalan yang akan membawa kebahagiaan dunia dan akhirat bagi mereka. Anjurkanlah kaummu Bani Isra’il agar mematuhi perintah-perintah-Ku jika mereka tidak ingin Aku tempatkan mereka di tempat-tempat orang-orang yang fasiq.”

Isi Cerita Tentang Munajat Nabi Musa Terdapat Dalam Al Quran Surah “Thaahaa” (Ayat 83-84) Dan Surah “Al-A’raaf” (Ayat 142-145) Sebagai Berikut :

Sumber : https://earlraytomblin.com/

Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Minat Baca Seseorang Anak

Faktor yang Mempengaruhi Pertumbuhan Minat Baca Seseorang Anak

Bukan melulu untuk anak, orang dewasa pun dapat mendapat pencapaian atau prestasi dalam karir jauh di atas rata-rata tanpa mesti berusaha terlalu keras. Kuncinya melulu satu, tumbuhkanlah Minat baca yang tinggi. Berikut ini ialah Faktor yang memprovokasi pertumbuhan Minat baca seseorang.

1. Faktor Lingkungan Keluarga

Peranan orang tua paling dibutuhkan, kita dapat membiasakan anak-anak mengenal kitab dan membiasakannya semenjak dini. Bisa memulainya dengan membacakan kitab yang disukainya dan membacanya berulang-ulang, biarkan anak mengetahui isi dari kitab yang dibacanya dan tidak saja sekadar menyimak tetapi pun mengerti isi kitab tersebut.

2. Faktor Kedekatan Individu

Penting untuk kita guna memilih kitab yang bakal dibaca supaya benar-benar cocok dengan keperluan kita ketika ini, pasti saja kita pun harus tahu Minat atau ketertarikan anda terhadap sebuah bacaan supaya buku yang anda beli tidak sia-sia. Begitu pula dengan anak-anak, saya dan anda butuh mencari tahu apa yang menjadi Minat mereka, belikan kitab yang cocok dengan Minat anak supaya anak senang menyimak dan senang mengulang-ulang bacaannya dan dominan menjadi dapat membaca.

3. Strategi Belajar yang Jitu

Dalam menambah Minat baca saya dan anda butuh metode. Pertama anda harus menciptakan proses menyimak sebagai sesuatu yang mengasyikkan seperti halnya bermain. Kedua Proses belajar menyimak harus bertahap yaitu cocok dengan keterampilan dan kemauan. Ketiga proses belajar mesti individual yakni proses belajar yang menjadikan seseorang sebagai subjek belajar, dengan kata lain harus mengetahui betul karakter seseorang supaya mudah dalam mendidik membaca. Tetap motivasi dan terus belajar.

Sumber : https://www.studybahasainggris.com

Indonesia Berpeluang Rebut Kebutuhan Tenaga Pelayaran Kapal Penumpang Internasional

Indonesia Berpeluang Rebut Kebutuhan Tenaga Pelayaran Kapal Penumpang Internasional

Indonesia Berpeluang Rebut Kebutuhan Tenaga Pelayaran Kapal Penumpang Internasional

Indonesia Berpeluang Rebut Kebutuhan Tenaga Pelayaran Kapal Penumpang Internasional

Indonesia Berpeluang Rebut Kebutuhan Tenaga Pelayaran Kapal Penumpang Internasional

Indonesia berpeluang merebut kebutuhan tenaga pelayaran internasional khusus kapal penumpang dalam jumlah

yang cukup besar bilamana pemerintah memberikan dukungan dengan mendatangkan tenaga pendidik profesional di bidang tersebut.

“Dari data pelayaran internasional kebutuhan tenaga pelayaran kapal penumpang sebanyak 80 ribu hingga tahun 2025. Kalau pemerintah mau mendatangkan tenaga pendidik profesional passanger pasti Indonesia bisa merebut porsi lebih besar dari kebutuhan tersebut,” kata Ketua Alumi Akademi Maritim Djadajat, Datep Purwa Saputra dalam acara Reuni Akbar Akademi Maritim Djadajat 1963-2017, di Sunlake Hotel, Sunter, Jakarta Utara, Sabtu (9/9/2017).

Menurut Datep, Indonesia belum bisa menyerap kebutuhan tenaga pelayaran untuk kapal penumpang di internasional karena keterbatasan sekolah yang memberikan program di bidang itu.

Akademi pelayaran baik milik pemerintah atau swasta yang ada lebih konsentrasi mencetak tenaga

pelayaran kapal niaga dan tanker saja.

“Peran tenaga pendidik profesional passanger yang didatangkan pemerintah sangat dibutuhkan dalam mencetak lulusan yang nantinya dapat diserap dalam menjawab kebutuhan tenaga pelayaran kapal penumpang di dunia internsional. Sayang jika ketersediaan kebutuhan tenaga pelayaran penupang di pasar internasional, tidak kita manfaatkan,” terang Datep yang didampingi Ketua Panpel Reuni Akbar Akademi Maritim Djadajat Capt. Arief Sunandar.

Sementara Arief menambahkan, pihaknya bergembira jika lulusan Akademi Maritim Djadajat yang telah meluluskan 50

angkatan tersebar, sudah dapat terserap sebagai tenaga pelayaran ke seluruh Indonesia bahkan internasional hingga Belanda dan Amerika.

Acara Reuni Akbar Akademi Maritim Djadajat menampilkan berbagai hiburan dan penampilan artis kondang Nini Karlina.

 

Baca Juga :

Ini Orasi Lengkap Megawati Soekarnoputri ‘Cucu Bangsawan Minang’ yang Raih Gelar Doktor Honoris Causa dari UNP Padang

Ini Orasi Lengkap Megawati Soekarnoputri 'Cucu Bangsawan Minang' yang Raih Gelar Doktor Honoris Causa dari UNP Padang

Ini Orasi Lengkap Megawati Soekarnoputri ‘Cucu Bangsawan Minang’ yang Raih Gelar Doktor Honoris Causa dari UNP Padang

Ini Orasi Lengkap Megawati Soekarnoputri 'Cucu Bangsawan Minang' yang Raih Gelar Doktor Honoris Causa dari UNP Padang

Ini Orasi Lengkap Megawati Soekarnoputri ‘Cucu Bangsawan Minang’ yang Raih Gelar Doktor Honoris Causa dari UNP Padang

Megawati Soekarnoputri, putri proklamator RI, Soekarno meraih gelar doktor honoris causa (HC) dari Universitas Negeri Padang, Sumatera Barat, Rabu (27/9/2017) kemarin. Ini merupakan gelar doktor kelima yang diraih Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang juga Presiden ke-5 Republik Indonesia ini.

Megawati merupakan cucu bangsawan Minangkabau. Ibunya, Fatmawati adalah anak pasangan Hasan Din dan Siti Chadijah yang merupakan keturunan Putri Indrapura, salah seorang keluarga raja dari Kesultanan Indrapura, Pesisir Selatan, Sumatera Barat dan merupakan salah seorang pengusaha dan tokoh Muhammadiyah di Bengkulu. Selain itu, pada tahun 2003, Megawati juga diberi gelar Puti Reno Nilam karena suaminya Taufiq Kiemas diangkat menjadi Penghulu atau Ketua Suku Sikumbang di Tanah Datar dengan gelar Datuk Basa Batuah.

Karena itu, tak heran jika Megawati sangat mengenal alam dan tokoh-tokoh Sumatera Barat. Bahkan dalam orasinya tentang politik humanis, Megawati juga memuji perjuangan tokoh-tokoh Sumatera Barat termasuk Rohana Kudus.

Berikut pidato lengkap Megawati Soekarnoputri di depan civitas akademik UNP.

Assalamualaikum, Wr.Wb.

Salam sejahtera bagi kita semua,

Om Swastiastu,

Namo Buddhaya,

Selamat Pagi,

Yang terhormat, Rektor, Senat dan Civitas Akademika Universitas Negeri Padang.

 

Yang terhormat para menteri Kabinet Kerja dan pimpinan lembaga negara Republik Indonesia.

Yang terhormat, anggota DPR-RI, Gubernur dan DPRD Provinsi Sumbar, Bupati dan Walikota se Provinsi Sumbar, Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau Sumatera Barat dan Ketua MUI Sumatera Barat, para alim ulama, dan ninik mamak. Rekan-rekan media, hadirin tamu undangan yang berbahagia.
Puji dan syukur kita panjatkan kepada Allah Subhanahu Wata’ala, Tuhan Yang Maha Esa. Berkat perkenan-Nya kita dapat berkumpul di Auditorium Universitas Negeri Padang. Ijinkan di awal pidato ilmiah ini, saya menyampaikan rasa terima kasih dan penghormatan kepada Senat Universitas Negeri Padang atas keputusan memberikan gelar Doktor Honoris Causa kepada saya. Saya sangat antusias, bangga dan sekaligus sangat bersyukur, karena gelar yang diberikan adalah dalam Bidang Politik Pendidikan. Universitas Negeri Padang telah membuat keputusan akademis yang membuka kembali cakrawala: politik dan pendidikan adalah dua hal yang tidak mungkin dipisahkan. Politik menghasilkan sistem pendidikan, pendidikan mempengaruhi kehidupan politik.

Hadirin yang saya hormati,

Entitas politik terkecil adalah keluarga. Begitu pula dengan pendidikan, juga dimulai dari dalam keluarga

. Seperti yang saya alami, saya sangat beruntung mendapatkan pendidikan politik langsung dari ayah saya, Bapak Bangsa Indonesia, Bung Karno. Definisi politik yang paling hakiki menurut Bung Karno adalah cara meng-abadi-kan diri bagi kepentingan orang banyak. Maksudnya, membuat diri kita memiliki cita-cita dan tujuan abadi yang tidak berorientasi pada diri sendiri. Dalam politik, setiap diri, dituntut untuk

mempersembahkan seluruh pengabdian ”diriku untuk orang lain”. Tat Twam Asi. Artinya,

”aku adalah engkau, engkau adalah aku”. Kata-kata tersebut mengandung pengertian filosofis, bagaimana seharusnya kita memiliki empati dan menghayati perasaan orang lain. Dalam politik, saya menyebutnya politik berwajah dan berjiwa kemanusiaan, yaitu Politik humanis. Politik sebagai alat untuk mewujudkan kebaikan dan kemaslahatan bagi umat manusia.

 

Sumber :

https://www.artstation.com/ahmadali88/blog/1zBe/history-of-the-singasari-kingdom

Ketua MPR Ajak Alumni Menwa Amalkan Sumpah Pemuda

Ketua MPR Ajak Alumni Menwa Amalkan Sumpah Pemuda

Ketua MPR Ajak Alumni Menwa Amalkan Sumpah Pemuda

Ketua MPR Ajak Alumni Menwa Amalkan Sumpah Pemuda

Ketua MPR Ajak Alumni Menwa Amalkan Sumpah Pemuda

Ketua MPR RI, Zulkifli Hasan Zulkifli mengajak para alumni Resimen Mahasiswa (Menwa)

untuk menjadi pelopor,6 agen, dan model perubahan untuk menularkan rasa cinta tanah air dan memperkuat persatuan bangsa.

“Alumni Menwa harus menjadi yang terdepan untuk mengokohkan persatuan,” kata Zulkifli saat menghadiri upacara Hari Ulang Tahun Ikatan Alumni Resimen Mahasiswa (IARMI) ke-37 d Pangkalan TNI Angkatan Laut, Kota Malang, Jawa Timur pada Sabtu (28/10).

Zulkifli menegaskan bahwa tujuan Indonesia merdeka adalah bersatu untuk bisa berdaulat.

Menurutnya dalam kedaulatan akan terwujud keadlilan dan kesejahteraan.

“Masalah keragaman sudah selesai sejak Indonesia merdeka. Saatnya mengokohkan pesatuan untuk kedaulatan negara demi terciptanya keadilan dan kesejahteraan,” ungkap Zulkifli yang juga merupakan Ketua IRMI.

Dalam sambutannya, Zulkifli mengingatkan peristiwa Sumpah Pemuda. Ia mengatakan bahwa abad ke-20 lahi

r organisasi-organisasi pegerakan seperti Budi Utomo, Syarikat Islam, dan Muhammadiyah. Puncaknya dalam Kongres II Pemuda lahirnya Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1028.

“Sumpah Pemuda merupakan bentuk kesediaan pemuda dari berbagai latarbelakang untuk bersatu dalam nusa, bangsa, dan bahasa Indonesia,” ujar Zulkifli.

Pada kesempatan itu, Zulifli juga mengajak alumni Menwa menjadi untuk menjadi garda terdepan dalam menerapkan komitmen Sumpah Pemuda dan semboyan ‘Pejuang, Pemikir, Pemikir Pejuang’.

Ia juga bercerita bahwa saat ini merah putih terkoyak karena fenomena saling menista, konflik di Pilkada, dan banyaknya pejabat yang ditangkap KPK.

“Demokrasi Pancasila seharusnya melahirkan keadlian namun yang ada malah perpecahan,” tutupnya.

 

Sumber :

https://www.artstation.com/ahmadali88/blog/Yyj3/history-of-youth-oath-day-october-28-1928