twittsev.com

Situs Web Pendidikan Terupdate

Pendidikan

Sejarah pertumbuhan olahraga Tenis di Dunia dan di Indonesia

Sejarah pertumbuhan olahraga Tenis di Dunia dan di Indonesia

Asal mula pertama tenis tetap merupakan perdebatan. Beberapa pendapat sangat percaya bahwa Mesir, Yunani, dan Romawi kuno udah memainkan suatu permainan yang jadi cikal dapat tenis. Gambar atau pengakuan tentang permainan yang menyerupai tenis berikut belum dulu ditemukan, tetapi lebih dari satu kata bahasa Arab yang berasal berasal dari era Mesir kuno dinyatakan sebagai bukti. Teori-teori berikut menyatakan bahwa kata tenis berasal berasal dari nama sebuah kota Mesir, Tinnis, yang terletak di tepi sungai Nil dan kata raket dikembangkan berasal dari kata bahasa Arab untuk telapak tangan, yaitu rahat.

Sebagian besar sejarawan sangat percaya asal mula tenis adalah permainan kuno yang dimainkan di anggota utara Perancis terhadap abad ke-12. Permainan itu dijalankan dengan memukul bola memakai telapak tangan. Louis X berasal dari Perancis adalah salah satu penyuka permainan jeu de paume, (“permainan telapak tangan”), yang nantinya berkembang jadi tenis, dan ia tercatat jadi orang yang membangun lapangan tenis di didalam ruangan menurut style modern. Louis tidak menyukai bermain tenis di lapangan terbuka dan memerintahkan pembuatan lapangan tertutup di didalam ruangan di Paris “sekitar akhir abad ke-13”. Sayangnya, terhadap Juni 1316 di Vincennes, Val-de-Marne, dan sehabis satu permainan tertentu yang melelahkan, Louis meminum sejumlah besar anggur dingin dan kemudian meninggal akibat radang paru-paru atau pleuritis, biarpun ada juga dugaan keracunan. Karena kematiannya tersebut, Louis X jadi pemain tenis pertama yang namanya dicatat didalam sejarah.

Raket mulai digunakan terhadap abad ke-16 dan permainannya mulai disebut “tenis”, yang berasal berasal dari istilah didalam bahasa Perancis lama tenez, yang bisa disimpulkan “tahan!”, “terima!”, atau “ambil!”, suatu interjeksi yang digunakan oleh pemain yang melakukan service dimaksudkan terhadap lawannya. Permainan berikut populer di Inggris dan Perancis, biarpun permainan berikut hanya dimainkan di didalam ruangan dan bola sewaktu-waktu bisa terlihat lewat tembok.

Asal mula permainan Tenis modern
Pada abad 19 barulah tenis dimunculkan lagi oleh para bangsawan Inggris dengan membangun fasilitas-fasilitas country club atau lapangan tenis di rumahnya yang besar. Karena terhadap waktu itu tenis populer dimainkan di halaman rumput, maka populer dengan sebutan ‘Lawn Tennis’ atau tenis lapangan rumput. Pada era ini juga mulai terlihat bola berasal dari karet vulkanisir yang terhadap waktu itu diakui bisa mengurangi kerusakan rumput di lapangan tanpa mengurangi elastisitas berasal dari bola itu sendiri.

Sebutan Lawn Tennis berasal berasal dari seorang Inggris bernama Arthur Balfour. Sejak ditemukannya lawn tennis, orang mulai bereksperimen dengan memainkannya di permukaan lain seperti clay court (tanah liat) dan hard court (semen). Menggeliatnya permainan tenis ternyata bisa menggeser permainan Croquet sebagai olahraga musim panas. Puncaknya berjalan terhadap tahun 1869 kala salah satu klub croquet ternama di Inggris, All England Croquet Club, tidak berhasil menarik banyak peminat dan mencoba untuk memasukan tenis sebagai olahraga lainnya. Hasilnya klub ini benar-benar berhasil menarik peminat khususnya terhadap permainan Tenis berikut hingga terhadap tahun 1877 mengganti namanya jadi ‘All Engand Croquet plus Lawn Tennis Club’. Sejarah ini berlanjut kala wilayah klub yang bertempat di Wimbledon berjalan kenaikan sewa tanah yang memaksa klub untuk beroleh dana lebih berasal dari biasanya. Oleh karena itu klub mengadakan turnamen tenis pertama di Wimbledon dengan membentuk sebuah panitia untuk mengadakan pertandingan dan menyebabkan keputusan yang baku didalam permainan ini. Turnamen berikut diikuti oleh 20 peserta dengan pirsawan sekitar 200 orang dan ini merupakan cikal dapat turnamen Wimbledon yang merupakan salah satu turnamen grand slam tenis bergengsi di dunia.

Terdapat bermacam tipe permainan yang memakai raket yang dimainkan dewasa ini dan tenis merupakan salah satu permainan yang paling disukai. Menurut lebih dari satu catatan sejarah, permainan memakai bola dan raket udah dimainkan sejak sebelum saat Masehi, yaitu di Mesir dan Yunani. Pada abad ke-11 sejenis permainan yang disebut jeu de paume, yang menyerupai permainan tenis kini, udah dimainkan untuk pertama kali di sebuah kawasan di Perancis. Bola yang digunakan dibalut dengan benang berbulu tetapi pemukulnya sebatas tangan.

Permainan ini kemudian diperkenalkan ke Italia dan Inggris terhadap abad ke-13 dan mendapat sambutan hangat didalam waktu yang singkat. Banyak peminatnya ternyata di pada rakyat setempat terhadap permainan ini. Sejak itu pertumbuhan tenis konsisten meningkat ke negara-negara Eropa yang lain.

Raket bersenar diperkenalkan pertama kali terhadap abad ke-15 oleh Antonio da Scalo, seorang pastur berbangsa Italia. Ia menulis keputusan lazim bagi semua permainan yang memakai bola, juga tenis. Majalah Inggris “Sporting Magazine” menamakan permainan ini sebagai ‘tenis lapangan’ (lawn tennis). Dalam buku “Book of Games And Sports”, yang diterbitkan didalam tahun 1801, disebut sebagai “tenis panjang”. Tenis terhadap awalnya merupakan permainan masyarakat kelas atas. Tenis lapangan rumput yang populer terhadap zaman Ratu Victoria selanjutnya ditiru oleh golongan menengah, yang menjadikannya sebagai permainan biasa.

Klub tenis pertama yang didirikan adalah Leamington di Perancis oleh J.B. Perera, Harry Gem, Dr. Frederick Haynes, dan Dr. Arthur Tompkins terhadap tahun 1872. Pada era itu, tenis disebut sebagai pelota atau lawn rackets. Dalam tahun 1874 permainan tenis udah pertama kali dimainkan di Amerika Serikat oleh Dr. James Dwight dan F.R. Sears. Sementara itu, All England Croquet Club pun udah didirikan terhadap tahun 1868. Dua tahun sehabis itu dibukalah kantornya di Jalan Worple, Wimbledon. Pada tahun 1875, klub ini juga bersedia memperuntukkan lebih dari satu berasal dari lahannya untuk permainan tenis dan badminton. Sehubungan dengan itu, keputusan permainan tenis lapangan rumput ditulis. Amerika Serikat mendirikan klub tenis yang pertama di Staten Island. Bermula berasal dari situlah, permainan tenis di Amerika Serikat berkembang dengan pesat sekali. Dari sana lahir banyak pemain tenis tangguh yang menguasai percaturan tenis tingkat dunia. Kejuaraan tenis pertama bermula tahun 1877.

Besar kemungkinan, orang Belandalah yang memper¬kenalkan tennis di Indonesia, biarpun tidak kemungkinannya sangat kecil pula permainan ini dibawa para pelaut Inggris yang datang di kota-kota besar Kepulauan Nusantara.

Sejarah Tenis di Indonesia
Tennis mulai berkembang terhadap tahun-tahun 1920-an seiring kian banyaknya murid-murid Indonesia memasuki sekolah ¬sekolah menengah, khususnya di kota-kota besar seperti Jakarta dan Surabaya. Mereka – umumnya para siswa Stovia, Rechrsschool, dan -NIAS – yang terhadap perkembangannya memperkenalkan olah raga ini ke kalangan yang Iebih luas. Tennis pun mulai dimainkan atau dipertanding¬kan didalam kegiatan bermacam organisasi pemuda di era itu. Olah raga inipun mulai diamati sehagai penghimpun massa, khususnya oleh kaum nasionalis yang mencita¬-citakan Kemerdekaan Indonesia.

Perkembangan Tenis Indonesia makin lama pesat terlihat berasal dari keikutsertaan tiga wakil pribumi terhadap semacam kejuaraan nasional yang diselenggarakan oleh De Alegemeene Nederland¬sche Lawn Tennis Bond (ANILTB) di Malang, Jawa Timur, akhir 1934, dan mereka bisa berjaya. Di partai tunggal putra, dua saudara Soemadi dan Samboedjo Hoerip maju babak final, yang pertandingan akhirnya dimenangkan oleh Samboedjo. Yang lebih mengesankan adalah dua partai berikutnya, yang memperagakan keistimewaan anak jajahan atas penjajahnya. Yang pertama, pasangan ganda putra Hoerip Bersaudara, yang menggilas pasangan Belanda, Bryan/Abendanon, 6-3, 6-4 di final. Juara ganda campuran juga diraih keluarga Hoerip, Samboedjo dan Soelastri, yang mendepak pasangan “penjajah” , Bryan/Nn. Schermbeek, 6-4, 6-2 sekaligus mencetak gelar pemegang juara tumarnen ANILIB tiga kali beruntun, 1932-19.34.

Prestasi ini tak ayal mendorong Indonesia Moeda mcngadakan Pekan olah raganya sendiri, yang berjalan terhadap tiap hari lagi tahun atau pertemuan tahunannya. Tennis, tentu, juga di antaranya cabang-cabang yang dipertandingkan. Salah Satu di antaranya yang dijalankan terhadap Desember 1935 di Semarang – yang juga sekali¬gus jadi waktu dicetuskannya pembentukan Persatuan Lawn Tcnnis Indonesia (PELTI).

Kejuaraan ini sendiri diprakarsai oleh dr. Hoerip yang diakui sebagai Bapak Tennis Indonesia. menyatukan 70 petennis berasal dari semua Jawa, kejuaraan ini dipantau dan mendapat perhatian nyata-nyata berasal dari pihak kolonnial Belanda. Itu tercermin berasal dari pemuatan moment perlu olah raga tennis berikut didalam surat kabar De Locomotif 30 Desember 1935. dengan Judul yang kalau diterjemahkan berbunyi : “Kejuaraan Tennis Seluruh Jawa berasal dari Pcrsatuan Lawn Tennis Indonesia” . Namun, di pihak lain, ini juga bermakna pengakuan pihak Belanda bahwa ANILTB udah beroleh saingannya.

Tanggal 26 Desember 1935 kemudian dicatat sebagai hari lahirnya PELTI . Gagasan pendirian PELTI sendiri, yang dikemukakan terhadap Kejuaraan Tennis di Semarang itu. berasal berasal dari Mr. Budiyanto Martoatmodjo. tokoh tennis berasal dari Jember – ia kemudian diakui sebagai pencetak basic utama pendirian organisasi PELTI. Ketika mcnguraikan azas dan target pendiriannya ia mcngatakan bahwa PELTI, sebagaimana organisasi kebangsaan lainnya, sama sekali “Tidak berbentuk mengasingkan diri.” Maka PELTI dapat senantiasa siap bekerja sama dengan persatuan tennis manapun dan apa saja, asal atas basic saling menghargai.

Diungkapkan pula. target praktis utama PELTI adalah mengembangkan dan memajukan permainan lawn tennis di tanah air dan bagi bangsa sendiri. Dengan langkah ini. Iebih jauh, diinginkan dapat dicapai tali persaudaraan yang erat di pada segala perhimpunan dan pemain tennis bangsa Indonesia. PELTI juga dapat menyebarluaskan keputusan permainan, memberi info dan dukungan didalam pembuatan lapangan tennis. Juga meng¬adakan dan sesuaikan dan juga menyumbang bagi terlaksananya pertandingan, di samping mengusahakan memasyarakatkan permainan tennis itu sendiri.

Gagasan pendirian PELTI mendapat dukungan yang memadai, khususnya di kalangan yang berani mengambil dampak berhadapan dengan pemerintah kolonial, juga berasal dari kalangan yang terpandang. Di Semarang saja, para simpatisan semacam itu tidak sedikit jumahnya. Misalnya: Dr. Buntaran Martoatmodjo (yang kemudian, sejak 1935, jadi ketua PELTI lima tahun berturut¬-turut), Dr. Rasjid, Dr. Mokhtar, Dr. Sardjito, R.M. Soeprapto, Nitiprodjo, dan lebih dari satu lainnya. Dari Para tokoh bermacam kota Iainnya, dukungan diwakili oleh: Mr. Budhiyarto Martoatmodjo (Jember), R.M. Wazar (Bandung), Djajamihardja (Jakarta), Mr. Susanto Tirtoprojo (Surabaya), Mr. Soedja (Purwokerto), Berta Mr. Oesman Sastroamidjojo, ahli olah raga tennis yang namanya populer di Eropa.

Pada umumnya, mereka menyaksikan simpatik inspirasi Dr. Hoerip, yang sebernarnya udah dicetuskan sejak 1930, diilhami oleh berdirinya PSSI terhadap 30 April tahun itu. Tapi para tokoh tadi tidak serupa pendapar didalam lebih dari satu hal, khususnya tentang waktu yang pas bagi pendirian Induk organisasi tennis Itu. Dari bermacam sikap yang lahir – revolusioner, moderat, plintat-plintut – akhirnya golongan tengahlah yang merupakan mayoritas. Pengalaman pahit saat-saat pendirian PSSI tampaknya jadi cermin pembanding bagi para pelopor PELTI, hingga mereka pilih bersikap Iebih hati-hati meng¬hadapi reaksi pemerintah Belanda – mereka pastinya tidak suka menyaksikan setiap kegiatan yang berbentuk mem¬persatukan kekuatan. Para pendiri PELTI tidak Ingin organisasi yang dapat mereka dirikan mati didalam kandungan. Itulah sebabnya PELTI baru berdiri lima tahun kemudian, 1935.
Hingga sekarang meski tidak begitu populer olahraga tenis tetap eksis di setiap kejuaraan lokal, nasional maupun Internasional.

Baca Juga :

Hirarki data

Hirarki data

Hirarki data

Hirarki data

Hirarki data

Perusahaan secara taradisional mengorganisasikan data mereka dalam suatu hirarki yang terdiri dari elemen data (field), catatan (record), dan file.
o Elemen data, adalah unit yang terkecil, tidak dapat lagi dibagi menjadi unit yang lebih kecil. Misalnya nama, nomor pegawai, gaji, upah perjam dll.
o Catatan, terdiri dari elemen data yang berhubungan dengan suatu objek atau kegiatan tertentu, misalnya catatan yang menjelaskan tiap jenis persediaan dan tiap penjualan.
o File adalah suatu kumpulan catatan data yang berhubungan dengan suatu subyek tertentu. Misalnya file pemesanan pembelian, file data pegawai, file penjualan.

Penyimpanan Sekunder (secondary storage)
Penyimpanan sekunder dibagi berdasarkan akses datanya
1. Sequential access storage device (SASD)
Alat penyimpanan dengan penyusunan dan pembacaan datanya secara berurut yaitu satu catatan mengikuti catatan lain.
2. Direct access storage device (DASD)
Alat penyimpanan dengan penyusunan dan pembacaan datanya langsung pada posisinya.
Pengolahan data (data processing)

Ada 2 cara dalam pengolahan data:
1. Pengolahan data berkelompok (batch processing) pengolahan yang dilakukan dengan mengumpul transaksi dalam periode tertentu
2. Pengolahan data langsung (online processing)
pengolahan data yang dilakukan per transaksi, kadang saat transaksi terjadi. Real Time System: Sistem yang mengendalikan sistem fisik dan mengharuskan komputer berespon cepat pada status sistem fisik Database.

Era Database
Sebelum era database ditandai dengan
o Sumber data dikumpulkan dalam file-file yang tidak terhubung satu dengan lainnya
o Setiap aplikasi memiliki/merancang file data sendiri
o Memiliki kelemahan: duplikasi data, ketergantungan data, kepemilikan data tersebar
Untuk memecahkan masalah di atas dilakukan dengan cara pengorganisasian data secara fisik dan mengarah ke organisasi logis. Organisasi fisik (logical organization), mengintegrasikan data dari beberapa lokasi fisik yang berbeda dan merupakan cara pemakai melihat data. Organisasi fisik (physical organization), merupakan cara komputer melihat data sebagai file-file yang terpisah.

Dua teknik untuk memenuhi kebutuhan integrasi logis:
1. Integrasi logis dalam satu file
o Inverted file
Suatu file yang disimpan secara urutan tertentu, dengan suatu indeks yang menyertainya memungkinkan record-record dari file itu dipilih dalam urutan berbeda.
o Linked list
Suatu teknik yang dapat mencapai hasil yang sama tanpa menggunakan indeks tetapi dengan menentukan field tersendiri yang ditambahkan pada tiap record dalam file.

2. Integrasi logis antara beberapa file
Mengunakan link untuk menghubungkan record-record dalam suatu file dengan record yang berhubungan secara logis difile lain.

Konsep database
Merupakan integrasi logis dari catatan-catatan dalam banyak file. Database adalah suatu koleksi data komputer yang terintegrasi, diorganisasikan dan disimpan dalam suatu cara yang memudahkan pengambilan kembali.

Baca Juga :

Bahasa C++

Bahasa C++

Bahasa C++

Bahasa C++

Bahasa C++

C++ adalah salah satu bahasa pemrograman komputer. Dibuat pada tahun 1980-an oleh Bell Labs (Bjarne Stroustrup) sebagai pengembangan dari Bahasa pemrograman C. Salah satu perbedaan yang paling mendasar dengan bahasa C adalah dukungan terhadap konsep pemrograman berorientasi objek (Object Oriented Programming).

Aplikasi Yang digunakan Dalam Bahasa C++
1. Dalam beberapa aplikasi pemrograman pada sistem operasi windows, kita tidak dapat atau sangat sulit menggunakan bahasa pemrograman selain C, misalnya untuk mengaplikasikan sebuah User Interface yang belum memiliki dukungan library untuk C++ pada visual C++ atau dalam pembuatan driver. Penulis menyebutkan sangat sulit berarti tidak menutup kemungkinan menggunakan bahasa lain, bahasa lain kompleksitas pemeliharaan tersebut adalah C++, namun dukungan ofisial dari microsoft untuk penggunaan C++ pada kasus yang disebutkan sebelumnya belum ada sehingga anda harus membuat semacam “wrapper” sendiri jika ingin menggunakan C++ dan hal ini sulit dilakukan bagi pemrogram pemula. Perlu diketahui bahwa Windows saat ini belum merupakan sistem operasi yang benar-benar object oriented (C++ adalah bahasa pemrograman yang object oriented) dan “core” dari sistem operasinya sendiri masih diimplementasikan dalam bahasa C, sehingga fleksibilitas terbesar dalam membuat software untuk windows akan kita peroleh jika kita menggunakan bahasa C. Namun demikian, cara ini juga merupakan salah satu cara yang cukup sulit bagi para pemrogram pemula, namun anda tidak perlu khawatir, sebab dalam tutorial ini akan dijelaskan prinsip dasarnya.

2. Beberapa software membutuhkan kinerja yang tinggi dari segi kecepatan, hal ini bisa dicapai dengan mudah jika kita menggunakan bahasa pemrograman yang “sederhana” seperti C. Penulis sendiri telah membuat beberapa software dalam dua versi, yaitu C “murni” dan C++ , kemudian membandingkan kinerjanya, ternyata software yang diimplementasikan dengan C memiliki kinerja yang lebih tinggi.

3. Kelemahan dari bahasa C yang penulis ketahui sampai saat ini adalah dari segi dan pengembangan software yang kita buat, jika software tersebut sudah cukup kompleks. Sebagai contoh, software ExploChip pada artikel Tutorial Membuat Patch… dibuat dengan C++, C dan Assembly, namun C++ merupakan bahasa yang terbanyak digunakan untuk memudahkan pemeliharaan dan pengembangan.

Setiap kali kita berbicara masalah TCP/IP, maka akan selalu muncul istilah socket. Socket adalah mekanisme komunikasi yang memungkinkan terjadinya pertukaran data antar program atau proses baik dalam satu mesin maupun antar mesin. Pada setiap lingkungan sistem operasi yang mampu berkomunikasi dengan protokol TCP/IP, fasilitas socket selalu tersedia. Tulisan ini akan mencoba memberikan tutorial singkat mengenai dasar pemrograman socket dengan bahasa C. Lingkungan pemrograman yang digunakan dalam tutorial ini adalah Linux dan gcc, sehingga diperlukan sedikit penyesuaian jika akan digunakan pada lingkungan sistem operasi selain varian Unix.

Sumber : https://synthesisters.com/

Sofware yang digunakan dalam Bahasa C.

Sofware yang digunakan dalam Bahasa C.

Sofware yang digunakan dalam Bahasa C.

Sofware yang digunakan dalam Bahasa C.

Sofware yang digunakan dalam Bahasa C.

Bersumber dari bahasa BCPL (Martin Richards -1967) dan B (Ken Thompson -1970) C diciptakan Dennis Ritchie dari Bell Laboratories pada tahun 1972 dan diimplementasikan pada komputer DEC PDP-11. Pada 1978 Dennis Ritchie dan Brian Kernighan kemudian mempublikasikan buku The C Programming Language yang semakin memperluas pemakaiannya dan dijadikan standar oleh ANSI (American National Standard Institute) pada tahun 1989. C kemudian dikembangkan lagi oleh Bjarne Stroustrup menjadi C++ (1986). C dan/atau C++ banyak digunakan (sehingga menjadi ‘standar’) sebagai bahasa pemrograman untuk membuat sistem operasi. Kebanyakan bahasa pemrograman digunakan untuk menulis software aplikasi, yaitu software yang melakukan tugas-tugas user. Sebagai contoh: aplikasi perhitungan gaji, aplikasi pemesanan tiket pesawat, dll. Bahasa C dan C++, selain digunakan untuk menulis software aplikasi, juga bisa digunakan untuk menulis software sistem, yaitu software yang melakukan tugas-tugas yang diperlukan agar operasi dari sistem komputer bisa berjalan dengan baik. Karena komputer hanya bisa mengerti bahasa mesin, maka program yang ditulis dalam bahasa tingkat tinggi (source program/program sumber)harus ditranslasi ke dalam bahasa mesin (object program/program objek) sebelum dieksekusi

Sumber : https://belinda-carlisle.com/

Adu Kuat Xiaomi Black Shark 2 dan Realme X2 Pro

Adu Kuat Xiaomi Black Shark 2 dan Realme X2 Pro

Adu Kuat Xiaomi Black Shark 2 dan Realme X2 Pro

Adu Kuat Xiaomi Black Shark 2 dan Realme X2 Pro

Adu Kuat Xiaomi Black Shark 2 dan Realme X2 Pro

– Xiaomi baru saja mengumumkan jadwal penjualan varian terbaru dari ponsel Xiaomi Black Shark 2 dan Black Shark 2 Pro.

Pengumuman dilakukan lewat akun Instagram resmi Xiaomi pada Rabu (27/11).

Black Shark 2 Pro akan dijual pada 12 Desember telah mengusung Snapdragon 855 Plus. Ponsel ini dibanderol dengan harga Rp8 juta dan dibekali dengan RAM 8GB, ROM 128GB, baterai 4.000 mAh, layar AMOLED 6,39 inci (2.340 x 1.080 piksel), termasuk bonus aksesori Gamepad left side version. Sebelumnya, Black Shark 2 Pro termurah dibanderol dengan harga Rp9 juta.

Padahal, Realme baru saja meluncurkan ponsel flagship pertamanya yakni X2 Pro yang mengusung cipset Snapdragon 855 Plus dengan harga Rp 7,8 juta. Artinya Black Shark 2 Pro, akan berhadapan langsung dengan Realme X2 Pro, dari sisi harga maupun cipset.

Lihat juga:Penjualan Xiaomi di Eropa Melesat 73 Persen Kuartal III 2019

Menanggapi penjualan perdana Xiaomi Black Shark 2 Pro dengan harga Rp8 juta, Product Manager Realme Indonesia

, Felix Christian membeberkan berbagai strategi yang akan diterapkan Realme.

Strategi agar bisa bersaing dengan Xiaomi Black Shark 2 Pro adalah perbedaan segmentasi pasar. Felix mengatakan Xiaomi Black Shark 2 Pro memiliki fokus pasar gaming. Di sisi lain, Realme X2 Pro memiliki segmentasi yang luas yang tak hanya fokus di dapur pacu, tapi juga dari segi desain hingga kamera.

“Black Shark itu fokus sama gaming, jadi fokus kita berbeda. Realme 2 Pro tidak hanya fokus spesifikasi dalamnya, tetapi juga dari segi kamera yang membedakan ponsel kami dengan ponsel gaming,” kata Felix usai peluncuran X2 Pro dan 5S di Jakarta Barat, Rabu (27/11).

Lihat juga:Alasan HP China Kepung Pasar Indonesia, Libas LG-Sony

Felix menjelaskan dengan menekankan pada desain, kamera, dan dapur pacu, Realme memiliki

segmentasi yang luas. Tak hanya untuk gamer yang kebanyakan fokus pada dapur pacu.

Dari segi kamera, Realme X2 Pro dibekali dengan kamera utama 64 MP. Kamera lainnya memiliki resolusi 13 MP (telephoto), 8 MP (ultra wide) dan 2MP (makro).

Di sisi lain, Black Shark 2 Pro hanya memiliki tiga kamera, dengan kamera utama 48 MP, 12 MP, dan kamera depan 20 MP. Dari segi RAM dan ROM, Black Shark 2 Pro juga kalah dengan RAM 8GB dan ROM 128GB.

 

Baca Juga :

Tanggung Jawab Pelaku Usaha

Tanggung Jawab Pelaku Usaha

Tanggung Jawab Pelaku Usaha

Tanggung Jawab Pelaku Usaha

Tanggung Jawab Pelaku Usaha

Tanggung Jawab Pelaku Usaha
Pengertian tanggung jawab produk (pelaku usaha), sebagai berikut, ”Tanggung jawab produk adalah tanggung jawab para produsen untuk produk yang telah dibawanya ke dalam peredaran, yang menimbulkan/ menyebabkan kerugian karena cacat yang melekat pada produk tersebut.“
Di dalam Undang-undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen terdapat 3 (tiga) pasal yang menggambarkan sistem tanggung jawab produk dalam hukum perlindungan konsumen di Indonesia, yaitu ketentuan Pasal 19 Undang-undang No. 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen merumuskan tanggung jawab produsen sebagai berikut:
1.Pelaku Usaha bertanggung jawab memberikan ganti rugi atas kerusakan, pencemaran, dan/ atau kerugian konsumen akibat mengkomsumsi barang dan atau jasa yang dihasilkan atau diperdagangkan.
2.Ganti rugi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat berupa pengembalian uang atau penggantian barang dan/ atau jasa yang sejenis atau secara nilainya, atau perawatan kesehatan dan/ atau pemberian santunan yang sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
3.Pemberian ganti rugi dilaksanakan dalam tenggang waktu 7 (tujuh) hari setelah tanggal transaksi.
4.Pemberian ganti rugi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) tidak menghapuskan kemungkinan adanya tuntutan pidana berdasrkan pembuktian lebih lanjut mengenai adanya unsure kesalahan. (50 Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2) tidak berlaku apabila pelaku usaha dapat membuktikan bahwa kesalahan tersebut merupakan kesalahan konsumen.”

Baca Juga :

E. Komisi Pengawasan Persaingan Usaha

E. Komisi Pengawasan Persaingan Usaha

E. Komisi Pengawasan Persaingan Usaha

E. Komisi Pengawasan Persaingan Usaha

E. Komisi Pengawasan Persaingan Usaha

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) adalah sebuah lembaga independen di Indonesia yang dibentuk untuk memenuhi amanat Undang-Undang no. 5 tahun 1999 tentang larangan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat.
KPPU menjalankan tugas untuk mengawasi tiga hal pada UU tersebut:
1. Perjanjian yang dilarang, yaitu melakukan perjanjian dengan pihak lain untuk secara bersama-sama mengontrol produksi dan/atau pemasaran barang dan/atau jasa yang dapat menyebabkan praktek monopoli dan/atau persaingan usaha tidak sehat seperti perjanjian penetapan harga, diskriminasi harga, boikot, perjanjian tertutup, oligopoli, predatory pricing, pembagian wilayah, kartel, trust (persekutuan), dan perjanjian dengan pihak luar negeri yang dapat menyebabkan persaingan usaha tidak sehat.
2. Kegiatan yang dilarang, yaitu melakukan kontrol produksi dan/atau pemasaran melalui pengaturan pasokan, pengaturan pasar yang dapat menyebabkan praktek monopoli dan/atau persaingan usaha tidak sehat.
3. Posisi dominan, pelaku usaha yang menyalahgunakan posisi dominan yang dimilikinya untuk membatasi pasar, menghalangi hak-hak konsumen, atau menghambat bisnis pelaku usaha lain.
Dalam pembuktian, KPPU menggunakan unsur pembuktian per se illegal, yaitu sekedar membuktikan ada tidaknya perbuatan, dan pembuktian rule of reason, yang selain mempertanyakan eksistensi perbuatan juga melihat dampak yang ditimbulkan.
Keberadaan KPPU diharapkan menjamin hal-hal berikut di masyarakat:
1. Konsumen tidak lagi menjadi korban posisi produsen sebagai price taker
2. Keragaman produk dan harga dapat memudahkan konsumen menentukan pilihan
3. Efisiensi alokasi sumber daya alam
4. Konsumen tidak lagi diperdaya dengan harga tinggi tetapi kualitas seadanya, yang lazim ditemui pada pasar monopoli
5. Kebutuhan konsumen dapat dipenuhi karena produsen telah meningkatkan kualitas dan layanannya
6. Menjadikan harga barang dan jasa ideal, secara kualitas maupun biaya produksi
7. Membuka pasar sehingga kesempatan bagi pelaku usaha menjadi lebih banyak
8. Menciptakan inovasi dalam perusahaan
F. Sanksi dalam Antimonopoli dan Persaingan Usaha
Pasal 36 UU Anti Monopoli, salah satu wewenang KPPU adalah melakukan penelitian, penyelidikan dan menyimpulkan hasil penyelidikan mengenai ada tidaknya praktik monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat. Masih di pasal yang sama, KPPU juga berwenang menjatuhkan sanksi administratif kepada pelaku usaha yang melanggar UU Anti Monopoli. Apa saja yang termasuk dalam sanksi administratif diatur dalam Pasal 47 Ayat (2) UU Anti Monopoli. Meski KPPU hanya diberikan kewenangan menjatuhkan sanksi administratif, UU Anti Monopoli juga mengatur mengenai sanksi pidana. Pasal 48 menyebutkan mengenai pidana pokok. Sementara pidana tambahan dijelaskan dalam Pasal 49.
Pasal 48
(1) Pelanggaran terhadap ketentuan Pasal 4, Pasal 9 sampai dengan Pasal 14, Pasal 16 sampai dengan Pasal 19, Pasal 25, Pasal 27, dan Pasal 28 diancam pidana denda serendah-rendahnya Rp25.000.000.000 (dua puluh lima miliar rupiah) dan setinggi-tingginya Rp100.000.000.000 (seratus miliar rupiah), atau pidana kurungan pengganti denda selama-lamanya 6 (enam) bulan.
(2) Pelanggaran terhadap ketentuan Pasal 5 sampai dengan Pasal 8, Pasal 15, Pasal 20 sampai dengan Pasal 24, dan Pasal 26 Undang-Undang ini diancam pidana denda serendah-rendahnya Rp5.000.000.000 ( lima miliar rupiah) dan setinggi-tingginya Rp25.000.000.000 (dua puluh lima miliar rupialh), atau pidana kurungan pengganti denda selama-lamanya 5 (lima) bulan.
(3) Pelanggaran terhadap ketentuan Pasal 41 Undang-undang ini diancam pidana denda serendah-rendahnya Rp1.000.000.000 (satu miliar rupiah) dan setinggi-tingginya Rp5.000.000.000 (lima miliar rupiah), atau pidana kurungan pengganti denda selama-lamanya 3 (tiga) bulan.

Sumber : https://busbagus.co.id/

Perjanjian yang dilarang penggabungan

Perjanjian yang dilarang penggabungan

Perjanjian yang dilarang penggabungan

Perjanjian yang dilarang penggabungan

Perjanjian yang dilarang penggabungan

Perjanjian yang dilarang penggabungan, peleburan, dan pengambil-alihan
– Penggabungan adalah perbuatan hukum yang dilakukan oleh satu Perseroan/Badan Usaha atau lebih untuk menggabungkan diri dengan Perseroan/Badan Usaha lain yang telah ada yang mengakibatkan aktiva dan pasivadari Perseroan/Badan Usaha yang menggabungkan beralih karena hukum kepadaPerseroan/Badan Usaha yang menerima Penggabungan dan selanjutnya Perseroan/Badan Usaha yang menggabungkan diri berakhir karena hukum.
– Peleburan adalah perbuatan hukum yang dilakukan oleh satu Perseroan/Badan Usaha atau lebih untuk meleburkan diri dengan cara mendirikan satu Perseroan/Badan Usaha baru yang karena hukum memperoleh aktiva dan pasiva dari Perseroan/Badan Usaha yang meleburkan diri dan Perseroan/Badan Usaha yang meleburkan diri berakhir karena hukum.
– Pengambilalihan adalah perbuatan hukum yang dilakukan oleh pelaku usaha untuk memperoleh atau mendapatkan baik seluruh atau sebagian saham dan atau aset Perseroan/Badan Usaha. yang dapat mengakibatkan beralihnya pengendalian terhadap Perseroan/Badan Usaha tersebut
Terdapat sepuluh jenis perjanjian dan kegiatan usaha yang dikecualikan dari aturan UU No. 5/1999 (sebagaimana diatur di pasal 50 dan 51 UU No.5/1999). Sepuluh jenis perjanjian dan kegiatan usaha yang dikecualikan tersebut berpotensi menimbulkan masalah dalam pelaksanaannya karena dimungkinkan munculnya penafsiran yang berbeda-beda antara pelaku usaha dan KPPU tentang bagaimana seharusnya melaksanakan sepuluh jenis perjanjian dan kegiatan usaha tersebut tanpa melanggar UU No. 5/1999. Bisa jadi suatu perjanjian atau suatu kegiatan usaha dianggap masuk dalam kategori pasal 50 UU No. 5/1999 oleh pelaku usaha, tetapi justru dianggap melanggar undang-undang oleh KPPU. Oleh karena itu, perlu adanya ketentuan lanjutan yang lebih detil mengatur pelaksanaan sepuluh jenis perjanjian dan kegiatan usaha tersebut demi menghindarkan salah tafsir dan memberikan kepastian hukum baik bagi pengusaha maupun bagi KPPU. Sebagaimana dapat dibaca di pasal 50 dan 51, aturan tentang sepuluh jenis perjanjian dan kegiatan usaha tersebut masing-masingnya diatur dengan sangat singkat, dalam satu kalimat saja.
D. Hal-hal yang Dikecualikan dalam Monopoli
Hal-hal yang dilarang oleh Undang-Undang Anti Monopoli adalah sebagai berikut :
(1) Perjanjian-perjanjian tertentu yang berdampak tidak baik untuk persaingan pasar,
yang terdiri dari :
(a) Oligopoli
(b) Penetapan harga
(c) Pembagian wilayah
(d) Pemboikotan
(e) Kartel
(f) Trust
(g) Oligopsoni
(h) Integrasi vertikal
(i) Perjanjian tertutup
(j) Perjanjian dengan pihak luar negeri
(2) Kegiatan-kegiatan tertentu yang berdampak tidak baik untuk persaingan pasar,
yang meliputi kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
(a) Monopoli
(b) Monopsoni
(c) Penguasaan pasar
(d) Persekongkolan
(3) Posisi dominan, yang meliputi :
(a) Pencegahan konsumen untuk memperoleh barang atau jasa yang bersaing
(b) Pembatasan pasar dan pengembangan teknologi
(c) Menghambat pesaing untuk bisa masuk pasar
(d) Jabatan rangkap
(e) Pemilikan saham
(f) Merger, akuisisi, konsolidasi

Sumber : https://vhost.id/

Pawai Ta’aruf Madrasah Diniyah di Kaliori, Bupati Acungi Jempol

Pawai Ta’aruf Madrasah Diniyah di Kaliori, Bupati Acungi Jempol

Pawai Ta’aruf Madrasah Diniyah di Kaliori, Bupati Acungi Jempol

Pawai Ta’aruf Madrasah Diniyah di Kaliori, Bupati Acungi Jempol

Pawai Ta’aruf Madrasah Diniyah di Kaliori, Bupati Acungi Jempol

Pawai Ta’aruf dan pekan madaris yang diselenggarakan dipusatkan di lapangan Desa Tambakagung

Kecamatan Kaliori, Rembang pada Minggu (4/3/2018) kemarin, mendapat apresiasi yang cukup membanggakan dari Bupati Rembang Abdul Hafidz.

Orang nomor satu di Rembang itu mengaku bangga. Dengan terselenggaranya pawai ta’aruf dan pekan madaris, terlebih di tingkat Kecamatan, menunjukkan bahwa eksistensi Madrasah Diniyah di Rembang perlu diakui.

“Mudah-mudahan. Mudah-mudahan dengan syi’arnya madrasah diniyah ini bisa membangkitkan kita semua membangkitkan warga Kaliori, semua masyarakat Kaliori bisa tahu ilmu agama dan bisa sejahtera tidak sejahtera di dunia tetapi sejahtera di akherat.” harapnya.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Rembang merasa bangga dan mengapresiasi terhadap para guru pendidik

madrasah diniyah, kepala desa, muspika dan wali murid yang bersama-sama menciptakan kader-kader bangsa yang berakhlakul karimah.

Bupati mengakui bahwa pemerintah belum mampu mencukupi untuk memfasilitasi keberadaan madrasah di kabupaten Rembang khususnya di kecamatan Kaliori. Namun, madrasah diniyah justru selalu semangat dan kian menunjukkan eksistensi syiarnya.

Sementara itu, Ketua panitia pawai ta’aruf dan pekan madaris, Yunani menerangkan, kegiatan pekan madaris

yang digelar selama 2 hari yaitu sabtu (3/3) dan minggu (4/3) diikuti sebanyak 21 madrasah diniyah di kecamatan Kaliori dan kecamatan Batangan Pati.

“Rute pawai ta’aruf dimulai dari lapangan desa Tambakagung, menuju pertigaan masjid Kaliori, jalur pantura desa Batursari Batangan ke selatan, pertigaan Kedalon Batangan ke timur dan kembali ke lapangan desa Tambakagung. Sedangkan lomba pekan madaris diisi lomba seni baca Al-Qur’an, tartil Qur’an, sampai dengan pentas senipentas seni,” tuturnya. [DM38]

 

Baca Juga :

Gelar Pajero, Ratusan Siswa SDIT Avicenna Bagikan 2.018 Kurma

Gelar Pajero, Ratusan Siswa SDIT Avicenna Bagikan 2.018 Kurma

Gelar Pajero, Ratusan Siswa SDIT Avicenna Bagikan 2.018 Kurma

Gelar Pajero, Ratusan Siswa SDIT Avicenna Bagikan 2.018 Kurma

Gelar Pajero, Ratusan Siswa SDIT Avicenna Bagikan 2.018 Kurma

Tak kurang dari 300 siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Avicenna Kecamatan Lasem

, Rembang, menggelar pawai jelang Romadhon (Pajero), menyusuri jalanan Kecamatan Lasem, Rabu (9/5/2018).

Para peserta berjalan kaki menempuh jarak sekitar 3 kilometer. Rute yang dilintasi yakni mulai dari halaman sekolah setempat menuju ke barat hingga persimpangan masjid Jami’ Lasem. Dilanjutkan belok ke selatan hingga persimpangan cap jago Kecamatan Lasem.

Kemudian belok ke arah timur hingga Pondok Pesantren Al Wahdah Sumbergirang

, Lasem dan kembali ke halaman SDIT Avicenna Lasem.

Selama perjalanan, para siswa peserta pawai membawa sejumlah atribut sosialisasi bernadakan ajakan untuk berpuasa. Yang menarik perhatian adalam barisan pawai tersebut juga diisi tim marching band dari siswa SD.

Dibantu oleh guru, para siswa juga membagikan buah kurma sebanyak 2.018 buah kepada para pengguna jalan yang melintas, dan masyarakat yang terlintasi rute pawai.

Ratusan Siswa SDIT Avicenna – Berita Rembang
Kepala SDIT Avicenna Lasem, Muhammad Suyuti menyebutkan, kegiatan tersebut selain sebagai media edukasi pada siswa untuk senantiasa berbagi kepada sesama, juga mengingatkan pada masyarakat bahwa bulan puasa segera tiba.

“Buah kurma ini sendiri memang kan sudah semacam menjadi ikon Ramadhan.

Karena merupakan sunnah nabi untuk makan buah tersebut waktu puasa,” jelasnya.

Ia berharap, melalui kegiatan yang telah digelar setiap tahun itu, dapat mengedukasi masyarakat bahwa siswa-siswi yang masih dibawah umur pun bersemangat dalam menyambut bulan suci Ramadhan.

“Kegiatan ini rutin dilaksanakan tiap tahun untuk memberitahu masyarakat bahwa Ramadhan segera tiba, agar menyambutnya dengan sukacita. Dan mempersiapkan diri karena cuaca tahun ini panasnya ekstrim,” katanya.

 

Sumber :

http://blog.ub.ac.id/petrusarjuna/gunner-diary/