twittsev.com

Situs Web Pendidikan Terupdate

Pendidikan

Kalahkan Juara Bertahan, Spektronics ITS Juarai Chem-E-Car di Amerika

Kalahkan Juara Bertahan, Spektronics ITS Juarai Chem-E-Car di Amerika

Kalahkan Juara Bertahan, Spektronics ITS Juarai Chem-E-Car di Amerika

Kalahkan Juara Bertahan, Spektronics ITS Juarai Chem-E-Car di Amerika

Kalahkan Juara Bertahan, Spektronics ITS Juarai Chem-E-Car di Amerika

Tim Spektronics Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya kembali mengharumkan merah putih

di mancanegara. Tak tanggung-tanggung, tim Chem-E-Car kebanggaan ITS ini berhasil merebut dua gelar juara sekaligus, yakni juara pertama Race Competition (kompetisi utama) dan Best Video Competition di ajang American Institute of Chemical Engineers (AIChE) Chem-E-Car Competition 2017 di Minneapolis, Amerika Serikat, Minggu (29/10).

Hebatnya lagi, tim ITS yang merupakan satu-satunya perwakilan dari Asia Tenggara (ASEAN) ini juga berhasil melumpuhkan tim juara bertahan dari Universitas of California – Irvine, AS dan juga Korea Advance Institute of Sains Technology (KAIST), Korea Selatan. Ini juga kali pertamanya keikutsertaan Tim Spektronics ITS di AS dan baru kali pertama tim dari ASEAN meraih juara 1. Bahkan, keberhasilan ini disusul dengan dinobatkannya video Spektronics yang merupakan karya dari tim ITS TV sebagai Best Video Competition di ajang ini.

Spektronics Aerio Superior (AS), prototipe mobil berukuran mini ramah lingkungan yang berhasil mengalahkan 42 tim

peserta lainnya yang berasal dari berbagai negara seperti Amerika, China, Puerto Rico, Yunani, Hongkong, Taiwan, Arab Saudi, dan Korea Selatan. Mobil ini diramu dengan reaksi kimia H2O2 dengan Ferum (III) Khlorida (FeCl3) sebagai katalis.

Rifky Putra Herminanto, koordinator tim Spektronics AS, menjelaskan bahwa pada kompetisi utama (Race Competition) setiap tim diberikan dua kali kesempatan run menempuh jarak 23,5 cm dengan tingkat error (berhenti sebelum garis finish) terkecil. Tak hanya itu, mobil juga diwajibkan untuk membawa beban air sebesar 157 mililiter yang diberitahu sejam sebelum kompetisi. “Dalam hal ini, mobil yang memiliki tingkat error terkecil atau yang berhasil meraih jarak paling dekat dengan target yang akan menjadi juara,” jelas Rifky yang dihubungi lewat pesan online, Senin (30/10) pagi.

Lebih lanjut Rifky menceritakan, pada kesempatan pertama run, tim Spektronics berada di urutan ke-6

dengan error hingga 73 cm. Namun pada kesempatan kedua, setelah berdiskusi dan menganalisa reaksi yang terjadi, mobil Spektronics ITS berhasil melesat menyalip dan menjadi juara pertama dengan error hanya dua sentimeter dari target sehingga bisa menyabet juara satu. “Perolehan tingkat error ini cukup kompetitif dengan juara dua dari University of California – Irvine yang memiliki tingkat error sembilan sentimeter,” jelas mahasiswa angkatan 2015 ini.

 

Baca Juga :

Spektronics ITS, Wakil Indonesia Pertama, di AIChE Chem-E-Car Competition AS

Spektronics ITS, Wakil Indonesia Pertama, di AIChE Chem-E-Car Competition AS

Spektronics ITS, Wakil Indonesia Pertama, di AIChE Chem-E-Car Competition AS

Spektronics ITS, Wakil Indonesia Pertama, di AIChE Chem-E-Car Competition AS

Spektronics ITS, Wakil Indonesia Pertama, di AIChE Chem-E-Car Competition AS

Spektronics Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya adalah tim Chem-E-Car

yang pertama di Indonesia. Chem-E-Car merupakan sebuah prototipe mobil berenergi bahan kimia. Tim Spektronics ITS berdiri pada tahun 2010, atas tantangan dari dosen Kimia ITS, Hamzah Fansuri S.Si M.Si Ph.D, kepada lima mahasiswa ITS. Setiap tahunnya, tim Spektronics ITS memproduksi prototipe mobil dengan berbagai inovasi untuk dilombakan dan sampai sekarang telah memiliki 14 generasi mobil.

Setiap generasi mobil memiliki prestasi sendiri-sendiri. Mulai dari mobil generasi pertama

yang meraih Best Design dan 3rd Place Poster di Taiwan Chem-E-Car Competition 2010, generasi ke-2 meraih 2nd Place Poster and Presentation di Malaysia Chem-E-Car Competition 2010, generasi ke-3 meraih 1st Place di Indonesia Chem-E-Car Competition (ICECC) 2011 dan 3rd Place Poster di Germany Chem-E-Car Competition 2011, generasi ke-4 meraih Big Five Place di Malaysia Chem-E-Car Competition 2010, generasi ke-5 meraih 2nd Place Race and Poster di ICECC 2013, dan generasi ke-6 meraih 1st Place and 3rd Place Poster di Australia Chem-E-Car Competition 2013.

Sementara generasi ke-7 meraih 1st Place Poster dan 3rd Place Winner di ICECC 2014

, generasi ke-8 meraih 2nd Place di ICECC 2014 dan 4th Place Race di Australia Chem-E-Car Competition 2014, generasi ke-9 meraih Best Concept and Presentation di ICECC 2015 dan 6th Place di Chemeca APPChe 2015. Sedang generasi ke-10 yang disebut Spektronics X meraih 1st Winner di ICECC 2015, 2nd Runner Up di Chemeca APPChe 2015, Best Poster di Malaysia Chem-E-Car Competition 2016, dan 1st Race di Chemeca Adelaide 2016. Generasi ke-11 meraih 1st Winner di ICECC 2016, dan generasi ke-12 meraih Best Economical Car di ICECC 2016. Sampai pada tahun 2017 yaitu generasi ke-13 yang disebut Spektronics Aerio Superior meraih 1st Winner dan 4th Place Poster di Malaysia Chem-E-Car Competition, serta generasi ke-14 yang meraih 1st Winner di Indonesian Chem-E-Car Competition (ICECC) 2016.

 

Sumber :

https://obatsipilisampuh.id/

Lagi, ITS Sabet Juara Umum KBGI

Lagi, ITS Sabet Juara Umum KBGI

Lagi, ITS Sabet Juara Umum KBGI

Lagi, ITS Sabet Juara Umum KBGI

Lagi, ITS Sabet Juara Umum KBGI

SURABAYA – Departemen Teknik Infrastruktur Sipil Institut Teknologi Sepuluh Nopember

(ITS) Surabaya patut berbangga dengan pencapaiannya dalam Kontes Jembatan Indonesia (KJI) dan Kontes Bangunan Gedung Indonesia (KBGI) 2017 yang dilaksanakan di Politeknik Negeri Malang, Minggu (12/11). Dalam gelaran tahunan ini, tim ITS berhasil menyabet kembali gelar juara umum untuk KBGI dan juara 1 untuk kategori Jembatan Canai serta juara Implementasi Desain kategori Jembatan Baja untuk KJI.

Pada kontes bergengsi dalam dunia Teknik Sipil tersebut, ITS mampu memenangkan lima dari enam kategori di KBGI. Antara lain juara untuk kategori estetika terbaik, kategori kreativitas, kategori berkinerja Seismik (ketahanan terhadap gempa), dan kategori metode pelaksanaan konstruksi. Selain itu, ITS juga berhasil menduduki peringkat 1 untuk KBGI ini. Dengan kemenangan lima kategori ini, ITS berhak menyandang sebagai juara umum KBGI.

Sedangkan untuk KJI, ITS harus berpuas diri dengan memenangkan lima subkategori dari tujuh

subkategori untuk Kategori Jembatan Canai. Lima kategori yang berhasil diborong ITS ialah kategori Metode Pelaksanaan Konstruksi, kategori K3 (Kesehatan dan Keselamatan Kerja), kategori Implementasi Desain dan kategori Jembatan Terkokoh serta peringkat 1 KJI. Satu lagi, ITS juga berhasil menjuarai subkategori Implementasi Desain untuk kategori Jembatan Baja.

BACA JUGA – Kado Dies Natalis Ke-57, ITS Digandeng Kerja Sama Oleh Kemenhub dan KPK
Prof Ir M Sigit Darmawan MEngSc PhD, pembimbing lomba KBGI mengatakan bahwa mempertahanakan juara umum KBGI merupakan prestasi yang luar biasa. “Sungguh tak disangka, apalagi mengingat kemampuan peserta KBGI tahun ini hampir merata,” ujar Dekan Fakultas Vokasi tersebut.

Menurut Sigit, keberhasilan timnya membawa kembali piala bergilir KBGI ini juga berkat

determinasi yang sangat kuat dari anggota tim KBGI dan dukungan Departemen Teknik Infrastruktur Sipil serta seluruh sivitas akademika ITS. “Ini merupakan prestasi ITS bersama,” ucap alumnus S1 Teknik Sipil ITS tersebut.

Meskipun tim KJI belum mendapat juara umum, namun Sigit tetap merasa bangga pada usaha tim KJI. “Yang terpenting adalah dalam berlomba tim ITS selalu bermain sportif dan jujur serta taat pada Kerangka Acuan Kerja (KAK). Kami selalu memegang motto Cerdas Amanah Kreatif (CAK),” jelas pria yang meraih gelar masternya di The University of Melbourne ini.

 

Sumber :

https://lakonlokal.id/

Analisis Penyebab Kebakaran Hutan Indonesia, Mahasiswa ITS Raih Juara Pertama

Analisis Penyebab Kebakaran Hutan Indonesia, Mahasiswa ITS Raih Juara Pertama

Analisis Penyebab Kebakaran Hutan Indonesia, Mahasiswa ITS Raih Juara Pertama

Analisis Penyebab Kebakaran Hutan Indonesia, Mahasiswa ITS Raih Juara Pertama

Analisis Penyebab Kebakaran Hutan Indonesia, Mahasiswa ITS Raih Juara Pertama

 

Mahasiswa Statistika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) tampil sukses menjuarai Lomba Karya Tulis Ilmiah

di Universitas Mulawarman, Minggu (25/03). Tim yang terdiri dari Dedi Setiawan, Bekti Indasari, dan Dewi Lutfia Pratiwi ini berhasil menggondol juara pertama dan memperoleh penghargaan dalam kategori best speaker.

Berawal dari pengalaman saat melakukan kerja praktek di Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Dedi Setiawan berinisiatif mengemban tugas untuk menganalisis wilayah yang berpotensi terjadinya kebakaran lahan dan hutan melalui data gambar yang diberikan oleh satelit NASA.

Dedi berpikir bahwa menganalisis wilayah-wilayah tersebut tidak cukup hanya berdasarkan data-data kejadian kebakaran sebelumnya, tetapi tingkat curah hujan juga harus diperhitungkan. Dari masalah ini, Dedi bersama tim mengangkat ide untuk menganalisis titik panas kebakaran di beberapa wilayah Indonesia berdasarkan pengaruh curah hujan dengan metode Cluster K-Means dan SDV.

Cluster K-Means adalah metode analisis yang digunakannya untuk mengelompokkan obyek-obyek pengamatan menjadi beberapa kelompok sehingga akan diperoleh suatu kelompok dimana obyek-obyek dalam satu kelompok tersebut mempunyai persamaan dan perbedaan yang nyata. Sedangkan Singular Value Decomposition (SDV) adalah teknik untuk mengatur pola tingkat curah hujan yang dominan dari masa ke masa.

BACA JUGA – BNI Bantu ITS Salurkan Kredit Pendidikan

Saat diwawancarai, Dedi bersama tim menyampaikan bahwa data dan fakta

masalah tersebut diolah dengan menggunakan data frekuensi terjadinya kebakaran dan pola tingkat curah hujan di Indonesia dalam kurun waktu antara tahun 1995 sampai 2016 yang diambil dari satelit.

Data-data tersebut dikombinasi dan dianalisis menghasilkan 12.800 titik yang tercatat, yaitu sebanyak 28 titik yang berpotensi tinggi terjadi kebakaran hutan maupun lahan, 116 titik berpotensi sedang, dan 12.690 titik berpotensi rendah. Dari 28 Titik tersebut tersebar di wilayah Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, dan Kalimantan Barat tepatnya.

“Di babak final, tim juri merasa kagum dengan analisis tim kami. Apalagi data referensi yang kami gunakan langsung diambil dari satelit NASA yang terpantau dan terbantu di BMKG. Hal ini tentu berpengaruh pada akurasi dalam analisisnya”, tutur Dedi.

Saat presentasi, tim juga memperoleh apresiasi, komentar dan tanggapan lain dari dewan juri.

Alhasil, tim bisa menjawabnya dengan tepat dan cepat. Sehingga nilai yang diperoleh cukup tinggi dari tim-tim yang bersaing. Tidak heran, Dedi, salah satu anggota dari tim juga mendapat penghargaan presentator terbaik atau “Best Speaker”.

 

Baca Juga :

Jawab Wacana Revolusi Industri 4.0, ITS Gelar FGD

Jawab Wacana Revolusi Industri 4.0, ITS Gelar FGD

Jawab Wacana Revolusi Industri 4.0, ITS Gelar FGD

Jawab Wacana Revolusi Industri 4.0, ITS Gelar FGD

Jawab Wacana Revolusi Industri 4.0, ITS Gelar FGD

Respon cepat diberikan Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) atas peta jalan

dan strategi Indonesia dalam menerapkan Revolusi Industri 4.0, Making Indonesia 4.0, yang dirilis oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo, Rabu (5/4) lalu. Menggandeng Dewan Riset Nasional (DNR), anggota legislatif DPR RI dan praktisi ITS menggelar Focus Group Discussion (FGD) untuk memberikan masukan kepada pemerintah terkait urgensitas inovasi dan kesiapan menyongsong era industri 4.0, Senin (9/4), di Rektorat ITS.

Menghadirkan pembicara antara lain Ir Irnanda Laksanawan MSc Eng PhD

sebagai perwakilan dari DNR, anggota Komisi XI Badan Anggaran DPR RI Ir H M Romahurmuziy MT, Direktur Pusat Unggulan IPTEKS (PUI) Sistem Kontrol Otomotif (SKO) Nur Yuniarto ST PhD, Direktur Utama PT INTI Dr Darman Mappangara M Eng Sc MBA, serta Wakil Rektor ITS bidang Inovasi, Kerja Sama, Kealumnian, dan Hubungan Internasional ITS Prof Dr Ir Ketut Buda Artana ST MSc. Diskusi ini memusatkan perhatian pada peran perguruan tinggi dalam mendukung industri nasional melalui riset dan inovasi technopark.

Ketut Buda Artana menjelaskan, technopark adalah salah satu implementasi

paling relevan dalam mewujudkan Revolusi Industri 4.0 Indonesia melalui perguruan tinggi. Di China, 25 persen Pendapatan Domestik Bruto (PDB) berasal dari sektor technopark yang juga menyumbang 23 persen dari total pajak negara. “Tentunya ini dapat menjadi acuan Indonesia tentang besarnya manfaat yang dapat diperoleh melalui sektor ini,” urainya bersemangat.

Lebih lanjut, kata Ketut, pengembangan bidang technopark ini juga selaras dengan visi ITS yang lebih dahulu mengembangkan kawasan technopark di wilayahnya. “Saat ini ITS telah memiliki tiga Pusat Unggulan Iptek (PUI) dalam bidang otomotif, industri kreatif, dan maritim,” paparnya.

 

Sumber :

https://jicsweb1.dom.edu/ICS/Resources/Offices_-_Departments/Welcome_and_Information_Desk/ELS_-_English_Language_School/Forums.jnz?portlet=Forums&screen=PostView&screenType=change&id=bd529565-edba-472b-a678-1e14e030858b

Bahas Bonus Demografi, Dvillage ITS Ajak Pemuda Bersiap

Bahas Bonus Demografi, Dvillage ITS Ajak Pemuda Bersiap

Bahas Bonus Demografi, Dvillage ITS Ajak Pemuda Bersiap

Bahas Bonus Demografi, Dvillage ITS Ajak Pemuda Bersiap

Bahas Bonus Demografi, Dvillage ITS Ajak Pemuda Bersiap

Indonesia saat ini tengah memasuki era bonus demografi. Bonus demografi

ialah kondisi ketika usia produktif penduduk lebih besar daripada usia nonproduktif. Untuk memaksimalkan pemuda pada era bonus demografi, Dvillage Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya menggelar talkshow bertajuk Youth Optimism of Indonesia. Talkshow ini bertujuan memberikan pemahaman pada generasi muda tentang peran mereka dalam membangun bangsa menjadi lebih baik. TownSquare Surabaya, Minggu (25/3).

Brand Manager AXE, Unilever Indonesia, Raditya Beer mengungkapkan perubahan dunia yang semakin cepat ikut mengarahkan manusia menjadi konsumen yang selektif. Hal itu terbukti dengan berdirinya berbagai industri kreatif di bidang makanan, pakaian dan produk kriya. “Oleh karena itu, pemuda harus mampu menunjukkan peran dalam menghadapi perubahan tersebut, contohnya berpikir kritis dan kreatif,” ujarnya memulai talkshow.

Radit, mengungkapkan untuk mempersiapkan daya saing pemuda dalam menghadapi

Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), pemuda harus melihat persaingan ekonomi dengan perspektif berbeda. Pemuda harus memiliki pemikiran visioner guna mengembangkan diri. Selain itu, generasi muda harus memiliki kemampuan pemecahan masalah yang baik. “Harus mampu memberikan complex problem solving,” tandasnya.

BACA JUGA – Mahasiswa Arsitektur Perlu Kenal UU Arsitek

Pendiri Good News from Indonesia selaku pembicara kedua,Akhyari Hananto menjelaskan indeks daya saing Indonesia menempati posisi ke-36 sesuai data dari World Economic Record. Untuk itu, Indonesia harus memiliki sumber daya yang memadai untuk menunjang majunya bangsa ini. Memasuki bonus demografi di tahun 2030, Indonesia termasuk dalam lima negara dengan ekonomi terbaik setelah Cina, Amerika Serikat, India dan Jepang. “ Ini menjadi berita baik dari peningkatan bonus demografi bagi bangsa Indonesia,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa berita tersebut bisa menjadi bumerang bagi bangsa Indonesia jika tidak

dimanfaatkan dengan baik. Maka dari itu, Indonesia harus meningkatkan daya saing para pemudanya. “Generasi yang ada harus diberi kesempatan, mereka harus dibangun dalam kekuatan daya saing,” tambahnya.

 

Sumber :

https://compass.centralmethodist.edu/ICS/Academics/OTA/OTA107__CM16/SPRG_2017_UNDG-OTA107__CM16_-A/Blog_1.jnz?portlet=Blog_1&screen=View+Post&screenType=next&&Id=b948ea76-a5ee-408e-91d5-4d8dedc1a018

Uji Coba Wisata Danau Sentani Digelar

Uji Coba Wisata Danau Sentani Digelar

Uji Coba Wisata Danau Sentani Digelar

Uji Coba Wisata Danau Sentani Digelar

Uji Coba Wisata Danau Sentani Digelar

SENTANI, KOMPAS.com – Panitia Festival Danau Sentani (FDS) menggelar uji coba wisata danau yang berlangsung pada Jumat (28/5/2010) dengan tetap mengusung tema utama “Loving Culture For Our Future – Cinta Budaya Untuk Masa Depan”.
Tur wisata keliling kampung di bibir danau Sentani berlangsung lancar dan sukses.

“Tur wisata keliling kampung di bibir danau Sentani berlangsung lancar dan sukses. Ini pertanda baik bagi keberhasilan pesta budaya akbar FDS yang digelar 19-23 Juni mendatang,” kata ketua Panitia FDS Ir. Anna OSH Sawai di Sentani, ibu kota Kabupaten Jayapura, Sabtu (29/5/2010).

Dijelaskan, uji coba tur wisata ini dibagi dua paket. Paket pertama dengan durasi 5 jam 20 menit, mulai dari Kalkote menuju Kampung Abar, kemudian ke Ajau lanjut kampung Ifale baru ke Nendali dari Nendali ke Rumah Makan Dapur Papua untuk istrahat sekaligus makan siang.

Paket kedua dengan durasi 7 jam 20 menit, dari Gedung Tabita menuju Kalkote kemudian ke Dondai dilanjutkan ke Kampung Abar lalu ke Ajau/Nendali kemudian ke Kampung Nendali. Dari Nendali menuju Rumah Makan Dapur Papua untuk istrahat sekaligus makan siang.

Saat tiba di Dapur Papua para wisatawan yang kembali melakukan tur wisata langsung disuguhkan minuman segar dengan menunjukkan karcis.

Menurut Anna, tur wisata yang dibagi dua yakni Wisata Darat dan Wisata Danau Sentani akan dipandu 30 pelajar yang fasih berbahasa Inggris.

Untuk Wisata Danau Sentani wisatawan akan mengelilingi Danau Sentani dengan singgah di setiap kampung untuk melihat dari dekat aktivitas masyarakat di Danau Sentani, sementara untuk Wisata Darat wisatawan mendatangi tempat-tempat wisata yang ada di Kabupaten Jayapura.

Dikatakannya, pada uji coba pertama itu persiapan sudah cukup hanya saja para pemandu harus terus memperlancar bahasa Inggrisnya sehingga pada saat berhadapan dengan wisawan mancanegara, mereka tidak mengalami kesulitan. “Persiapannya sudah cukup matang hanya saja bahasa Inggrisnya perlu dipoles lagi supaya tidak kaku pada saat berhadapan dengan wisman nanti,” ujarnya.

Anna menjelaskan, tur wisata ini akan berlangsung terus sepanjang tahun meskipun FDS telah selesai. “FDS boleh berlalu tetapi rangkaian kegiatannya terus dilakukan sampai pada FDS tahun berikutnya yakni pesta budaya FDS 2011,” katanya.

Baca Juga :

Masuk Mahasiswa Baru UIN, Lalin Ciputat Macet Parah

Masuk Mahasiswa Baru UIN, Lalin Ciputat Macet Parah

Masuk Mahasiswa Baru UIN, Lalin Ciputat Macet Parah

Masuk Mahasiswa Baru UIN, Lalin Ciputat Macet Parah

Masuk Mahasiswa Baru UIN, Lalin Ciputat Macet Parah

Arus lalu lintas di Jalan Ciputat Raya arah Pasar Jumat menuju Ciputat macet. Hal ini disebabkan oleh adanya ujian masuk mahasiswa baru di Kampus Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah. Arah sebaliknya pun macet.

Demikian seperti dikutip dari situs Traffic Media Center (TMC) Polda Metro Jaya, Rabu (16/6/2010). Petugas siaga TMC, AKP Sugeng Budiono menuturkan, sejak pukul 06.15 WIB arus lalin dari arah Ciputat menuju Pasar Jumat maupun sebaliknya padat merayap.

Sedangkan Wakasat Lantas Polres Jakarta Selatan, AKP Joko menjelaskan, kepadatan mulai terasa dari depan Sekolah Polisi Wanita (Sepolwan). Kepadatan ini semakin bertambah saat kendaraan dari arah Pasar Jumat antre untuk masuk ke Kampus UIN.

Menurut Joko, jumlah kendaraan di seputar Pasar Jumat menuju Ciputat maupun sebaliknya akan bertambah karena adanya kendaraan para calon mahasiswa yang bercampur dengan kendaraan lain yang memang biasa menggunakan ruas jalan tersebut.

Salah seorang pengguna jalan, Arifin menuturkan dirinya telah terjebak kemacetan selama lebih dari setengah jam.

“Saya sudah terjebak kemacetan selama lebih dari 30 menit,” ujarnya kepada detikcom pukul 07.30 WIB.

Saat ini petugas dari Jakarta Selatan dengan dibantu Polsek Ciputat telah disiagakan di lokasi dan di setiap persimpangan untuk mengantisipasi kepadatan arus lalu lintas.

Sumber : https://merpati.co.id/

Polemik Sistem Zonasi Dirasa Tak Adil Bagi Ortu dan Siswa

Polemik Sistem Zonasi Dirasa Tak Adil Bagi Ortu dan Siswa

Polemik Sistem Zonasi Dirasa Tak Adil Bagi Ortu dan Siswa

Polemik Sistem Zonasi Dirasa Tak Adil Bagi Ortu dan Siswa

Polemik Sistem Zonasi Dirasa Tak Adil Bagi Ortu dan Siswa

Sejak diberlakukannya Peraturan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan

(Permendikbud) RI nomor 51 tahun 2018 tentang pendaftaran penerimaan peserta didik baru (PPDB), bahwa tahun ajaran 2019/2020 menggunakan sistem zonasi.

Tujuan zonasi sendiri disampaikan Mendikbud RI, Muhadjir Effendy, di kantor Kemnedikbud, Selasa, 15 Januari 2019 lalu di situs resmi Kemendikbud RI, salah satunya untuk pemerataan kualitas pendidikan di seluruh tanah air.

Pasalnya banyak sekolah yang terdapat di daerah-daerah yang belum memiliki sekolah berkualitas.

Menurutnya sistem zonasi akan menjadi cetak biru yang digunakan oleh Kemendikbud

dalam upaya untuk mengidentifikasi masalah-masalah yang ada di pendidikan, khususnya di sektor pendidikan formal dan nonformal.

“Tentunya untuk mencari formula penyelesaiannya,”ungkap dia.
TERKAIT

Kepala Sekolah di Pekanbaru akan Dievaluasi
Kisah Perjuangan Guru di Desa Terpencil Riau, Ilham : Saya Rela Tempuh Jalan Berlumpur Agar Murid Tak Kecewa
76 Sekolah Raih Adiwiyata Riau
Ini Harapan 17.724 Guru Honorer di Riau Kepada Pemerintah Di Hari Momentum HGN
Sejarah Berdirinya PGRI

Salah satu adanya perubahan sistem yang diterapkan oleh pemerintah pusat

, dengan menghilangkan sekolah ‘favorit’ dan mengutamakan calon siswa tempatan.

Kuota 90 persen dari daya tampung yang sebelumnya sesuai dengan Permendikbud 51/2018 direvisi dengan adanya Permendikbud nomor 20 tahun 2019 sebagai perubahan.

Melalui edaran ini, diharapkan kepala daerah dapat melakukan penyesuaian ketentuan PPDB sesuai dengan perubahan dalam surat edaran tersebut.

 

Baca Juga :