twittsev.com

Situs Web Pendidikan Terupdate

Pendidikan

Tingkatkan Jiwa Kepemimpinan Melalui Latihan Dasar Kepempinan Siswa

Tingkatkan Jiwa Kepemimpinan Melalui Latihan Dasar Kepempinan Siswa

Tingkatkan Jiwa Kepemimpinan Melalui Latihan Dasar Kepempinan Siswa

 

Tingkatkan Jiwa Kepemimpinan Melalui Latihan Dasar Kepempinan Siswa

Guna meningkatkan pendidikan karakter

SMA Al Biruni Cerdas Mulia selenggrakan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) di Vila Merah Cilengkrang, Kabupaten Bandung. Kegiatan yang berlangsung pada pertengahan Desember tersebut diikuti oleh 50 siswa yang tergabung dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkann jiwa kepeminpinan siswa sejak usia remaja.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Rudi Zamal Mutakin mengatakan, kegiatan tersebut merupakan program tahunan yang selalu dilaksanakan oleh sekolah dengan tujuan untuk menggali karakter kepemimpinan siswa. “Karena setiap siswa harus bisa menjadi pemimpin, minimal mepimpin dan mengendalikan dirinya sendiri untuk melaksanakan peraturan sekolah,  aturan di rumah dan norma di masyarakat luas,” tuturnya baru-baru ini.

Kepemimpinan menjadi penting untuk terus digali dan dilatih

karena, masih menurut Rudli,  karakter tersebut adalah kunci untuk berhasil di masa depan, dimana zaman berubah menjadi sangat kompleks. “Tanpa mempunyai jiwa kepemimpinan yang cerdas, tangguh, taqwa, mandiri dan berakahlaq mulia, maka akan sulit untuk menggapai kesuksesan di mana depan,” ucapnya.

Cara menumbuhkan karakter kepemimpinan

Salah satu cara menumbuhkan karakter kepemimpinan tersebut adalah dengan simulasi pemecahan masalah yang dikemas sebagai permainan kelompok. Lewat permainan tersebut, siswa diharuskan mampu memecahkan masalah secara tim. “Bisa  diibaratkan masalah yang dihadapi di lingkungan mereka,  ketika di tangani dengan peranan yang tepat, maka masalah tersebut akan bisa dipecahkan dengan sangat mudah,” kata Rudli

Salah satu siswa Al Biruni Cerdas Gemilang, Ahmad Syifa Maarif  mengatakan sangat mendapatkan pelajaran dari acara LDKS ini. Selain mendapatkan ilmu yang baru, Siswa kelas XI tersebut pun mendapatkan ilmu keorganisasian, khususnya di bidang kepemimpinan. “Dapet banyak ilmu dan semoga bisa membanggakan sekolah ,” ucapnya.

Yayasan Al Biruni Cerdas Mulia

Yayasan Al Biruni Cerdas Mulia merupakan Yayasan di kota Bandung yang mengelola sekolah inklusi mulai dari TK hingga SMA. Sekolah yang beralamat di Kecamatan Panyileukan, Kota Bandung tersebut memiliki visi untuk menjadikan sekolah terbaik yang berorientasi pada keunggulan dan penghargaan terhadap ragam potensi dan kecerdasan dalam rangka membentuk cendekiawan muslim yang tangguh, cerdas, kreatif dan berakhlak mulia.

 

Sumber : https://pendidikan.co.id/

Proses Pembentukan Urin (Filtrasi, Reabsorpsi, dan Augmentasi)

Proses Pembentukan Urin (Filtrasi, Reabsorpsi, dan Augmentasi)

Proses Pembentukan Urin (Filtrasi, Reabsorpsi, dan Augmentasi)

Proses Pembentukan Urin (Filtrasi, Reabsorpsi, dan Augmentasi)

Proses Pembentukan Urin (Filtrasi, Reabsorpsi, dan Augmentasi)

Kali ini akan diberikan materi mengenai pembahasan Proses Pembentukan Urin, mulai dari proses Filtrasi, Reabsorpsi, hingga proses Augmentasi. Silahkan disimak.

Proses Pembentukan Urin

Proses pembentukan urin daiam ginjal dapat dibagi menjadi tiga tahap, yaitu filtrasi (penyaringan), reabsorpsi (penye- rapan kembali), dan augmentasi (penge- luaran zat).

Filtrasi (Penyaringan)

Filtrasi terjadi di kapsul Bowman dan glomerulus. Untuk memahami bagaimana cara darah disaring, perhatikan struktur glomerulus pada Gambar 7.3. Dinding terluar kapsul Bowman tersusun dari satu lapis sel epitelium pipih. Antara dinding luar dengan dinding daiam terdapat ruang kapsul yang berhubungan dengan lumen tubulus kontortus proksimal. Dinding daiam kapsul Browman tersusun dari sel- sel khusus yang disebut podosit.

Proses Filtrasi

Ketika darah masuk ke glomerulus, tekanan darah menjadi tinggi sehingga mendorong air dan komponen-komponen yang tidak dapat larut melewati pori-pori endotelium kapiler, glomerulus, kemudian menuju membran dasar, dan melewati lempeng filtrasi, lalu masuk ke daiam ruang kapsul Bowman.

Hasil filtrasi dari glomerulus dan kapsul Bowman disebut filtrat glomerulus atau urin primer. Komposisi urin primer dapat dilihat di Tabel 7.1 berikut.

Reabsorpsi (Penyerapan Kembali)

Reabsorpsi terjadi di tubulus kontortus proksimal, lengkung Henle, dan sebagian tubulus kontortus distal. Reabsorpsi dilakukan oleh sel-sel epitelium di seluruh tubulus ginjal. Banyaknya Zat yang dire- absorpsi tergantung kebutuhan tubuh saat itu. Zat-zat yang direabsorpsi antara lain adalah air, glukosa, asam amino, ion-ion Na+, K+, Ca2+, Cl , HC03-, Hb042-, dan sebagian urea.

Reabsorpsi terjadi secara transpor aktif dan transpor pasif. Glukosa dan asam amino direabsorpsi secara transpor aktif di tubulus proksimal. Reabsorpsi Na+, HCO3 , dan H2O terjadi di tubulus kontortus distal.

Tahapan terjadinya reabsorpsi adalah sebagai berikut: Urin primer masuk dari glomerulus ke tubulus kontortus proksimal. Urin primer ini bersifat hipotonis dibanding plasma darah. Kemudian terjadi reabsorpsi glukosa dan 67% ion Na+, selain itu juga terjadi reabsorpsi air dan ion Cl- secara pasif. Bersamaan dengan itu, filtrat menuju lengkung Henle. Filtrat ini telah berkurang volumenya dan bersifat isotonis dibandingkan cairan pada jaringan di sekitar tubulus kontortus proksimal. Pada lengkung Henle terjadi sekresi aktif ion Cl- ke jaringan di sekitarnya. Reabsorpsi dilanjutkan di tubulus kontortus distal. Pada tubulus ini terjadi reabsorpsi Na+ dan air di bavvah kontrol ADH (hormon antidiuretik). Di samping reabsorpsi, di tu­bulus ini juga terjadi sekresi H+, NH4+, urea, kreatinin, dan obat-obatan yang ada pada

Hasilreabsorpsi ini berupa urin sekunder yang mengandung air, garam, urea dan pigmen empedu yang berhingsi memberi warna dan bau pada urin.

Augmentasi (Pengumpulan)

Urin sekunder dari tubulus kontortus distal akan turun menuju tubulus pengum- pul. Pada tubulus pengumpul ini masih terjadi penyerapan ion Na+, Cl- , dan urea sehingga terbentuklah urin sesungguhnya. Dari tubulus pengumpul, urin dibawa ke pelvis renalis. Dari pelvis renalis, urin mengalir melalui ureter menuju vesika urinaria (kantong kemih) yang merupakan tempat penyimpanan sementara urin (Thibodeau et al. 1999; Padilla et al. 2005). Lihat Gambar 7.4.

Jalur Pembentukan Urin pada Ginjal

Demikian artikel mengenai Proses Pembentukan Urin (Filtrasi, Reabsorpsi, dan Augmentasi), semoga bermanfaat.

 

Sumber : https://www.dosenmatematika.co.id/

Mengenal Tokoh-tokoh Nasional di dalam Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Mengenal Tokoh-tokoh Nasional di dalam Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Tidak jadi ya Squad, sebentar lagi kami akan merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia yang ke-73. Pasti pernak-pernik perlombaan tengah dipersiapkan ya? Baik di sekolah atau pun di lingkungan tempat tinggalmu, HUT kemerdekaan ini tentu sama juga bersama dengan perlombaan.

Iya, betul sekali. Perlombaan di dalam rangka menyambut kemerdekaan Republik Indonesia menanamkan nilai stimulan juang para pahlawan yang berjuang melawan penjajah terhadap waktu itu. Dalam artikel ini kami nggak bahas macam-macam perlombaan di dalam 17-an ya Squad. Kita akan bahas tokoh-tokoh nasional yang tersedia dibalik proklamasi kemerdekaan Indonesia. Ada siapa saja ya?

Siapa sih yang nggak kenal bersama dengan beliau? Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno. Beliau lahir di Surabaya, 6 Juni 1901. Soekarno yang lebih akrab sapa Bung Karno ini perannya banyak sekali lho Squad. Terlebih di dalam bidang politik sejak jaman pergerakan nasional sampai orde lama.

Kamu sadar nggak jika Soekarno itu pernah “diculik”? Diculik di sini bukan berarti disekap lho ya. Maksudnya, Soekarno itu pernah didesak oleh golongan gampang supaya langsung memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Saat itu, Hiroshima dan Nagasaki baru saja dibom oleh Sekutu. Oleh dikarenakan itu, menurut pengamatan golongan muda, ini merupakan waktu yang tepat untuk memproklamirkan kemerdekaan. Para golongan muda kelanjutannya memindahkan Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok terhadap 16 Agustus 1945.

Keesokan harinya, tepat tanggal 17 Agustus 1945 pukul 10:00, Soekarno bersama dengan sura lantang membacakan teks proklamasi yang merupakan sinyal Indonesia telah merdeka. Soekarno wafat terhadap tanggal 21 Juni 1970. Beliau dikukuhkan sebagai Pahlawan Proklamator berdasarkan Keputusan Presiden No. 081/TK/1986 tanggal 23 Oktober 1986. Di tahun 2012 Soekarno juga dikukuhkan sebagai Pahlawan Nasional berdasarkan Keputusan Presiden No. 83/2012.

Pernah atau puas nonton Captain Tsubasa nggak? Siapa pasangan emas dari Tsubasa? Yap. Misaki. Kalau Tsubasa punyai Misaki, maka Bung Karno punyai Bung Hatta sebagai pasangan emas di dalam membangun negara. Nama lengkap Bung Hatta ialah Mohammad Hatta yang lahir di Bukittingi, Sumatera Barat terhadap 12 Agustus 1902. Sama seperti Soekarno, Hatta juga “diculik” ke Rengasdengklok terhadap tanggal 16 Agustus 1945 untuk merumuskan proklamasi.

Di tanggal 17 Agustus, tepat sebelum membacakan proklamasi, Hatta datang menghampiri Soekarno yang tengah demam waktu itu. Hatta datang beri tambahan pemberian kepada Soekarno supaya sanggup bersama langsung memproklamasikan kemerdekaan. Selain dikenal sebagai proklamator, beliau dikenal sebagai seorang yang setia dan berkenan berkorban. Kalian kudu sadar nih Squad bahwa Hatta pernah bersumpah tidak akan menikah sebelum Indonesia Merdeka.

Hatta wafat terhadap 14 Maret 1980. Sesuai bersama dengan amanahnya bahwa beliau ingin dikuburkan di tengah-tengah rakyat, maka dari itu jenazahnya tidak dimakamkan di taman makam pahlawan, melainkan di pemakaman umum Tanah Kusir. Pemerintah Republik Indonesia menganugerahi Hatta gelar Pahlawan Proklamator berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI No.081/TK/1986, tanggal 23 Oktober 1986 dan juga dikukuhkan sebagai Pahlawan Nasional berdasarkan Keputusan Presiden No. 84/2012.

Salah satu golongan muda yang memiliki rencana penculikan Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok ya Sutan Sjahrir. Beliau yang lahir di Padang Panjang, Sumatera Barat terhadap tanggal 5 Maret 1909 ini punyai intektual tinggi di dalam pergerakan nasional. Sjahrir yang menjabat sebagai pemimpin gerakan bawah tanah, meraih kabar dari radio luar negeri bahwa Jepang telah menyerah kepada Sekutu sesudah pengeboman Hiroshima dan Nagasaki.

Langsung sesudah mendengar berita itu Sjahrir buru-buru kasih tau nih berita berikut ke Bung Hatta. Tapi apa respon Bung Hatta? Kurang mempercayai berita berikut dikarenakan kudu menanti kepastian tentang kekalahan Jepang. Maklum saja, Bung Hatta waktu itu baru tiba dari Dalat, Vietnam, dan Sjahrir langsung memberitahu.

Nah, Syahrir kecewa tuh Squad dan kelanjutannya mengoordinasikan para pemuda untuk mengamankan Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok. Kenapa sih yang dipilih Rengasdengklok? Menurut Syahrir dan golongan muda, Rengasdengklok di tempat Karawang itu merupakan tempat yang safe dari dampak Jepang supaya Soekarno-Hatta sanggup fokus menyusun proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia.

Sutan Sjahrir wafat terhadap 9 April 1966 di Zurich, Swiss dikarenakan penyakit darah tinggi. Pemerintah Indonesia sesudah itu menganugerahi gelar Pahlawan Nasional untuk menghormati jasa-jasanya melalui S.K.Presiden No.76 tahun 1966 tanggal 9 April 1966.

Diplomat yang lahir 23 Maret 1896 di Teluk Jambe, Karawang, merupakan penengah dari perbedaan pandangan golongan tua dan golongan muda tentang proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Golongan muda itu kan ingin Soekarno-Hatta langsung memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, tetapi golongan tua itu maunya sabar pernah nih, nunggu konfirmasi jika Jepang telah benar-benar kalah atau belum. Ahmad Soebardjo yang sadar dari Wikana bahwa Soekarno-Hatta tengah berunding di Rengasdengklok bersama dengan para pemuda, langsung menemui dan ingin mempunyai Soekarno-Hatta lagi ke Jakarta. Ahmad Soebardjo di depan para pemuda mengatakan….

kalau kamu mendengar ucapan dari Ahmad Soebardjo seperti itu, gimana perasaan kalian? Golongan muda yang tadinya nggak yakin bahwa golongan tua akan lakukan proklamasi sesuai bersama dengan desakan para pemuda, bersama dengan ucapan dari Ahmad Soebardjo berikut langsung yakin bahwa tanggal 17 Agustus 1945 akan dilakukan Proklamasi.

Ahmad Soebardjo wafat di Jakarta terhadap 15 Desember 1978. Atas jasa-jasanya terhadap Indonesia, Pemerintah RI menganugerahi gelar Pahlawan Nasional berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor : 058/TK/Tahun 2009 tanggal 6 November 2009.

Selengkapnya : https://www.biologi.co.id/

Jenis-Jenis Bunyi Berdasarkan Frekuensinya

Jenis-Jenis Bunyi Berdasarkan Frekuensinya

Kita semua sudah pasti merasakan duka yang memadai dalam ya Squad atas musibah gempa bumi di Lombok beberapa kala yang lalu. Gempa dengan 7.0 skala Richter itu meluluhlantahkan Lombok dan guncangannya jadi sampai Pulau Bali. Tapi, lepas berasal dari efek gempa tersebut, kamu sadar nggak bahwa kami bisa mendeteksi “bunyi” gempa?

“Emangnya gempa ada bunyinya?”

Penyebab gempa itu kan pergerakan lempengan bumi, dan getaran pergerakan lempeng bumi itu bisa diukur dengan keliru satu alat pendeteksi gempa, Seismograf. Getaran pergerakan lempeng bumi membuahkan bunyi yang tidak bisa didengar oleh telinga manusia sebab frekuensinya rendah.

Nah, bicara berkenaan frekuensi bunyi, ada beberapa jenis-jenis bunyi nih yang bisa kami pelajari. Ada apa saja?

1. Bunyi Infrasonik

Bunyi infrasonik ini merupakan bunyi yang nggak bisa didengar oleh telinga manusia. Namun, bagi beberapa hewan seperti anjing, gajah dan lumba-lumba, bunyi ini tetap bisa mereka dengar. Frekuensi yang dimiliki oleh bunyi infrasonik ini tidak cukup berasal dari 20Hz (Heartz).

Bunyi infrasonik bisa merambat berasal dari jarak yang sangat jauh lho Squad. Selain itu, bunyi ini bisa menembus hambatan tanpa mengurangi besaranya frekuensi yang dihasilkan. Kalau pun ada pengurangan besaran frekuensi, itu terjadi tidak sangat signifikan. Nah, maka berasal dari itu, getaran gempa dan kesibukan gunung berapi pun bisa diketahui. Tentunya ya memanfaatkan alat tadi, Seismograf.

2. Bunyi Audiosonik

Saat kamu nonton film horor, pernah merasakan kaget nggak? Sudah filmnya seram, ditambah dengan volume suara yang besar. Itu yang membuat kaget kan? Nah, volume suara di bioskop itu termasuk bunyi audiosonik lho Squad. Meskipun menurut kamu volumenya udah besar, itu tetap diakui bunyi audiosonik.

ah, beda lagi jika kamu lihat rekan kamu sedang berbisik-bisik di depan kamu. Kamu sadar nggak apa yang diucapkan rekan kamu itu? Nggak kan? Nah, bisik-bisik tersebut di telinga kamu nggak terdengar, artinya bukan bunyi audiosonik.

Apa sih bunyi audiosonik itu? Bunyi audiosonik ini merupakan bunyi yang bisa didengar oleh telinga manusia. Besar frekuensi bunyi ini ialah 20 Hz sampai 20.000 Hz.

3. Bunyi Ultrasonik

Jenis bunyi yang terakhir ialah bunyi ultrasonik. Bunyi ultrasonik ini mempunyai frekuensi lebih besar berasal dari 20.000 Hz (20 KHz). Berhubung frekuensinya yang sangat besar, maka telinga manusia tidak bisa menangkapnya. Tapi hewan seperti kelelawar, bisa mendengar bunyi ini lho. Bunyi ultrasonik ini susah untuk menembus hambatan dengan susunan padat/keras. Jadi, bunyi tersebut hanya bisa dipantulkan.

Ada banyak kegunaan yang bisa kami dapatkan berasal dari pemanfaatan bunyi ultrasonik ini, khususnya di bidang kedokteran. Dalam bidang kedokteran, bunyi ultrasonik ini bisa digunakan untuk mendiagnosa janin dalam kandungan. Ya, nama lain berasal dari sistem tersebut ialah USG (ultrasonografi). Mudahnya bisa dimengerti jika USG itu teknik menampilkan uraian berasal dari situasi anggota dalam tubuh. Nah, sistem pengambilan gambar ini memanfaatkan gelombang suara dengan frekuensi tinggi.

Selengkapnya : https://www.gurukelas.co.id/

Cara-Cara Menanggulangi Pemanasan Global

Cara-Cara Menanggulangi Pemanasan Global

kamu masih ingat kan, apa saja dampak negatif berasal dari pemanasan global? Sangat merugikan, ya. Dampak negatif berasal dari pemanasan global ini mesti langsung dihentikan. Meskipun tidak mungkin langsung berhenti, namun setidaknya kamu bisa memulai, kan? Kira-kira, apa saja ya yang bisa jadi dilakukan untuk menangani pemanasan global ini? Ada 3 langkah simpel nih yang bisa kamu lakukan, yaitu gunakan kekuatan terbarukan, menaikkan efisiensi bahan bakar kendaraan, dan melaksanakan kegiatan penghijauan. Kuy, kita bahas bersama-sama!

Penggunaan Energi Terbarukan

Cara pertama yang bisa kamu melaksanakan untuk menangani pemanasan global adalah bersama gunakan kekuatan terbarukan di dalam kehidupan sehari-hari. Apa sih kekuatan terbarukan itu? Sesuai bersama namanya, kekuatan terbarukan adalah kekuatan yang bisa mengalami pemulihan secara alami dan juga proses pembaruan energinya bisa konsisten berkelanjutan. Oleh gara-gara itu, kekuatan terbarukan juga kerap disebut sebagai kekuatan berkelanjutan. Jumlah kekuatan terbarukan ini amat banyak, sehingga tidak mesti cemas bakal habis.

Salah satu umpama kekuatan terbarukan adalah panel surya. Panel surya ini bermanfaat untuk merubah cahaya matahari menjadi kekuatan listrik. Wah, menjadi kekuatan listriknya langsung berasal berasal dari matahari? Yes, betul banget! Menarik, ya? Meskipun amat menunjang untuk menangani pemanasan global, ternyata panel surya ini belum kondang digunakan. Salah satu alasannya adalah gara-gara biayanya yang amat mahal terkecuali dibandingkan bersama bahan bakar fosil. Sayang sekali, ya. Semoga ke depannya panel surya ini bisa lebih ringan diakses, ya. Siapa di sini yang rela coba gunakan panel surya?

Peningkatan Efisiensi Bahan Bakar Kendaraan

Kamu pernah membayangkan nggak sih, apa jadinya bumi kita ini terkecuali tiap tiap orang naik kendaraan pribadi? Selain macet, tentu polusinya juga meningkat ya. Polusi yang konsisten meningkat ini bisa sebabkan pemanasan global. Selain itu, polusi juga bisa sebabkan munculnya penyakit, terlebih penyakit pernapasan. Selain itu, tambah banyak kendaraan spesial yang beroperasi, tambah banyak pula bahan bakar yang diperlukan. Lama-lama, bahan bakarnya bisa habis, deh. Menakutkan nggak sih?

Lalu, bagaimana caranya menanggulanginya, nih? Kamu bisa jadi berasal dari perihal sederhana, andaikata naik kendaraan umum, andaikata bus. Coba deh bayangkan, terkecuali 1 bus bisa mengangkut sebanyak 50 orang, berarti sudah tersedia setidaknya 50 orang yang tidak naik kendaraan pribadi. Polusi yang disebabkan oleh kendaraan spesial tersebut juga berkurang, kan? Itu baru berasal dari 1 bus saja. Kalau busnya tersedia banyak, tentu tambah kurangi polusi yang disebabkan oleh kendaraan pribadi, kan? Bahan bakar juga tentu saja bisa dihemat. Jadi, jadi naik kendaraan lazim berasal dari sekarang, yuk!

Melakukan Kegiatan Penghijauan

Kamu pernah dengar arti reboisasi? Yes, yang dimaksud bersama reboisasi adalah penghijauan kembali. Coba, kira-kira, apa yang mesti kamu melaksanakan untuk melaksanakan reboisasi? Betul banget, kamu mesti menanam pohon. Berarti mesti ke hutan, nih? Nggak mesti ke hutan, kok. Kamu bisa memulai kegiatan reboisasi ini berasal dari halaman rumahmu sendiri. Sekarang bahkan sudah banyak komunitas pencinta lingkungan yang ikut dan juga meramaikan kegiatan reboisasi ini. Kamu rela ikutan, nggak?

Baca Juga :

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Apa yang Harus Dicermati Orangtua?

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Apa yang Harus Dicermati Orangtua? – Pendidikan anak umur dini sejatinya ialah sebuah investasi jangka panjang guna anak meraih kesuksesan di masa mendatang. Berkaca pada urusan itu, masing-masing orangtua tentu mengharapkan pendidikan terbaik guna buah hatinya.

Pertanyaan yang lantas mengemuka merupakan, bagaimana teknik orangtua memilih lembaga edukasi anak umur dini atau pre-school yang tepat guna putra-putrinya? Serta hal apa saja yang mesti diamati dalam pemilihan tersebut?

Pada dasarnya, dikutip pada Jumat, (22/1/2016), edukasi terbaik bakal dapat didapatkan anak saat metode dan sistem pembelajaran di ruang belajar sesuai dengan gaya belajar mereka.

Oleh karena tersebut sebelum menilai opsi sekolah mana yang bakal dimasuki, usahakan orangtua mesti terlebih dahulu mengetahui keterampilan dan keperluan si buah hati. Hal ini guna meyakinkan anak dapat mengekor proses pembelajaran dengan mengasyikkan tanpa merasa tertekan.

Kemudian, setelah tersebut barulah orangtua dapat melihat hal lainnya yang wajib diamati saat menilai pre-school guna anak. Berikut pembahasannya.

1. Tenaga pendidik yang cakap

Baik atau tidaknya kualitas pre-school yang bakal dipilih dapat dilihat lewat tenaga pendidiknya. Kerap dilafalkan bahwa tenaga pendidik atau guru ialah ujung tombak yang menilai anak bakal belajar dan bermain dengan mengasyikkan atau tidak.

Di samping harus mempunyai background edukasi yang sesuai, seorang guru pun harus cakap dalam menyerahkan pengajaran yang baik supaya mereka nyaman sedang di kelas.

“Hal utama yang mesti dilaksanakan guru ialah membuat anak didik nyaman terlebih dahulu sedang di kelas. Jika urusan itu sudah tercapai, maka mereka bakal mempunyai rasa trust untuk guru sampai-sampai pembelajaran menjadi lebih optimal,” ungkap Koordinator Guru Early Years Sinarmas World Academy, Len, Jumat (6/10/2018).

Lebih lanjut, seorang guru pun harus pandai menyaksikan perkembangan dan urusan apa saja yang diperlukan anak. Terlebih bila anak mempunyai masalah dalam proses belajar melatih di kelas. Guru yang baik bakal mengkomunikasikan untuk orangtua tentang pertumbuhan maupun kendala-kendala yang barangkali saja dihadapi si buah hati.

2. Lingkungan sekolah

Hal selanjutnya yang mesti diamati dalam memilih pre-school ialah lingkungan sekolah (environment) tersebut sendiri. Perhatikan, apakah sekolah mempunyai sarana dan prasarana yang mencukupi atau tidak?

Selain tersebut cermati pun ruang belajar anak didik. Melansir Senin (21/5/2018), kelas yang baik untuk siswa pre-school mesti mempunyai furnitur yang cocok ukuran dengan tubuh anak-anak. Dengan begini mereka dapat mengambil barang yang dibutuhkannya sendiri tanpa bergantung untuk orang dewasa.

Komposisi jumlah siswa dengan guru pun harus dicocokkan dengan ruang kelas. Jangan sampai ruang belajar terasa sarat dan sesak. Co-Principal Early Years and Elementary School SWA Kelly mengungkapkan, idealnya jumlah murid dalam satu ruang belajar berjumlah 6-15 anak.

“Hal ini agar anak didik bisa lebih nyaman berada di ruang belajar dan guru dapat melihat perkembangan setiap anak dengan lebih fokus,” jelasnya.

3. Nilai dasar atau filosofi sekolah

Setiap sekolah memiliki nilai dasar dan filosofinya masing-masing. Meskipun secara kasat mata komponen ini tidak tidak sedikit diperhatikan oleh orangtua, namun nyatanya urusan ini paling penting. Sebab, nilai dasar dan filosofi sekolah menilai bagaimana kebiasaan belajar melatih di ruang belajar berlangsung.

Hal terpenting yang mesti Anda kerjakan sebagai orangtua ialah kenali terlebih dahulu nilai-nilai dasar yang dipegang teguh oleh sekolah. Kemudian, sesuaikan pula dengan keperluan anak Anda, apakah jati diri dan gaya belajar si anak sesuai atau tidak.

4. Penggunaan kurikulum

Kurikulum dan pembelajaran adalah satu kesatuan yang saling menyokong dalam suatu pendidikan. Kurikulum yang tepat bakal dapat menyerahkan pembelajaran yang sesuai sampai-sampai proses belajar melatih pun bakal berjalan lancar.

Oleh sebab itu, urgen hukumnya merealisasikan kurikulum yang tepat untuk membuat pendidikan yang berkualitas. Hal ini laksana yang diterapkan oleh Sinarmas World Academy (SWA).

“Pada  https://www.bahasainggris.co.id edukasi anak umur dini, ada sejumlah tahapan bertolak belakang yang dipunyai anak cocok usianya. Dalam urusan ini berarti lain usia maka lain skills pun yang bakal dipelajari,” ungkap Kelly.

Melihat kenyataan tersebut, SWA memakai dua kurikulum yang bertolak belakang sesuai dengan tahapan umur anak, yaitu Early Years Foundation Stage (EYFS) dan Cambridge Primary Curriculum Stage 1.

“Kurikulum EYFS dipakai untuk ruang belajar Toddler (0-2 tahun), Nursery (2-3 tahun), Pre Kindergarten (3-4 tahun), dan Kindergarten 1 (4-5 tahun). Kami menilai kurikulum ini sesuai untuk mereka sebab menyeimbangkan pekerjaan bermain dan belajar,” jelas Kelly.

Pada etape ini peserta didik difokuskan pada empat lokasi pembelajaran, seperti edukasi literasi, matematika dasar, seni dan desain ekspresif, serta pengetahuan dasar komputer dan robotik.

Setelah anak meningkat usia pada rentang 5-6 tahun, lanjut Kelly, mereka bakal masuk ke dalam ruang belajar Kindergarten 2.

“Pada ruang belajar ini kami memakai Cambridge Primary Curriculum Stage 1 yang berfokus pada persiapan peserta didik masuk ke jenjang berikutnya, yaitu sekolah dasar,” ujarnya lagi.

Pembelajaran komputasi matematika mulai diluncurkan di ruang belajar ini. Di samping itu, latihan ilmu pengetahuan alam, bahasa Inggris, bahasa Mandarin, dan kesenian pun mulai difokuskan.

Di samping pentingnya eksistensi kurikulum, ternyata peran orangtua terhadap pertumbuhan anak umur dini di sekolah pun mempunyai posisi yang strategis.

“Orangtua mesti berlaku supportive, cooperative, dan open minded dalam edukasi anak umur dini. Di samping itu, komunikasi yang rapi juga mesti terjalin antara orangtua dan guru, jadi terjalin hubungan yang terbuka,” ujar Kelly.

Dengan begitu, diharapakan murid usia dini dapat mendapatkan edukasi yang berkualitas sebagai bekal guna mengecap edukasi selanjutnya.

baca juga: OPSI 2018, Jadikan Meneliti Hal yang Seru bagi Siswa

OPSI 2018, Jadikan Meneliti Hal yang Seru bagi Siswa

OPSI 2018, Jadikan Meneliti Hal yang Seru bagi Siswa – Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) menjadi di antara agenda urgen Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas dalam rangka membangun insan Indonesia unggul.

Sejak tahun 2009, pekerjaan ini diadakan sebagai wadah untuk siswa SMA/MA mengembangkan bakat, minat, dan keterampilan dalam menganalisis dan berinovasi, serta menumbuh kembangkan kebiasaan meneliti di kalangan siswa.

Di samping itu, pekerjaan OPSI pun menjadi ajang seleksi karya riset unggul guna diikutsertakan dalam sekian banyak ajang lomba riset tingkat internasional.

Tahun ini OPSI diselenggarakan tanggal 15-20 Oktober 2018 di kota Semarang, Jawa Tengah. OPSI 2018 mengangkat semangat dengan tema ”Meneliti Itu Seru”.

Menumbuhkan minat riset siswa

“OPSI hendak mengganti pandangan umum murid terhadap riset yang dirasakan serius, susah dan membosankan. OPSI hendak memberikan murid pengalaman menganalisis dengan teknik menyenangkan, sampai-sampai minat menganalisis terus bertambah dan bisa ditularkan pada rekan dan lingkungannya,” jelas Kasubdit Peserta Didik, Juandanilsyah.

Bidang lomba pada OPSI tahun 2018 dikelompokkan menjadi 3 kelompok bidang penelitian, yaitu:
1. Bidang Matematika, Sains, dan Teknologi (Math, Science, and Technology)
2. Bidang Fisika Terapan dan Rekayasa (Applied Physics and Engineering)
3. Bidang lmu Sosial dan Humaniora (Social Sciences and Humanities)

Minat riset kian bertumbuh

“Antusiasme peserta yang mengekor OPSI tahun ini paling menggembirakan menjangkau 1.593 proposal riset dari 30 provinsi. Jumlah SMA yang tercebur pada OPSI 2018 sejumlah 275 SMA dan 55 Madrasah Aliyah,” tambah Juanda.

Ia menambahkan, dari jumlah tersebut sudah tersaring sejumlah 900 naskah laporan riset di tahap evaluasi naskah dan lantas menjadi 105 naskah terbaik dari 199 siswa.

Pada https://www.sekolahan.co.id  etape ini dilaksanakan penilaian poster/infografis dan evaluasi presentasi guna finalis. Kemudian bakal dipilih 9 naskah terbaik guna mendapatkan Medali Emas, 9 naskah medali perak, 9 naskah medali perunggu dan 9 naskah guna diberikah penghargaan khusus.

Berbagi empiris dan peluncuran buku

Dalam pekerjaan ini juga dikenalkan secara resmi kitab “Meneliti Itu Seru” yang dibentuk oleh pembina OPSI dan diterbitkan Direktorat Pembinaan SMA, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kemendikbud.

Karya kitab “Meneliti Itu Seru” dimaksudkan sebagai wujud nyata untuk menjangkau tujuan OPSI dan pun untuk menyerahkan panduan penelitian untuk peneliti muda.

Tidak melulu kegiatan final penjurian, dalam pekerjaan OPSI ini siswa pun diberikan sekian banyak pembekalan dalam format seminar dengan menghadirkan semua peneliti guna berbagi empiris dan pengetahuan.

baca juga: Jangan Anggap Sepele, Kenali Gejala Awal Penyakit Kanker Sarkoma

Pendekatan Saintifik/Ilmiah dalam Proses Pembelajaran

Pendekatan Saintifik/Ilmiah dalam Proses Pembelajaran

Pendekatan Saintifik

Pendekatan Saintifik

 

Permendikbud No. 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah telah mengisyaratkan tentang perlunya proses pembelajaran yang dipandu dengan kaidah-kaidah pendekatan saintifik/ilmiah. Upaya penerapan Pendekatan saintifik/ilmiah dalam proses pembelajaran ini sering disebut-sebut sebagai ciri khas dan menjadi kekuatan tersendiri dari keberadaan Kurikulum 2013, yang tentunya menarik untuk dipelajari dan dielaborasi lebih lanjut.
Melalui tulisan ini, saya akan sedikit bercerita tentang pendekatan saintifik/ilmiah dalam proses pembelajaran sebagaimana yang telah saya pahami selama ini. Menurut hemat saya, upaya penerapan pendekatan saintifik/ilmiah dalam proses pembelajaran bukan hal yang aneh dan mengada-ada tetapi memang itulah yang seharusnya terjadi dalam proses pembelajaran, karena sesungguhnya pembelajaran itu sendiri adalah sebuah proses ilmiah (keilmuan).
Banyak para ahli yang meyakini bahwa melalui pendekatan saintifik/ilmiah, selain dapat menjadikan siswa lebih aktif dalam mengkonstruksi pengetahuan dan keterampilannya, juga dapat mendorong siswa untuk melakukan penyelidikan guna menemukan fakta-fakta dari suatu fenomena atau kejadian. Artinya, dalam proses pembelajaran, siswa dibelajarkan dan dibiasakan untuk menemukan kebenaran ilmiah, bukan diajak untuk beropini apalagi fitnah dalam melihat suatu fenomena. Mereka dilatih untuk mampu berfikir logis, runut dan sistematis, dengan menggunakan kapasistas berfikir tingkat tinggi (High Order Thingking/HOT). Combie White (1997) dalam bukunya yang berjudul “Curriculum Innovation; A Celebration of Classroom Practice” telah mengingatkan kita tentang pentingnya membelajarkan para siswa tentang fakta-fakta. “Tidak ada yang lebih penting, selain  fakta“,  demikian ungkapnya.


Penerapan pendekatan saintifik/ilmiah dalam pembelajaran menuntut adanya perubahan setting dan bentuk pembelajaran tersendiri yang berbeda dengan pembelajaran konvensional. Beberapa metode pembelajaran yang dipandang sejalan dengan prinsip-prinsip pendekatan saintifik/ilmiah, antara lain metode: (1) Problem Based Learning; (2) Project Based Learning; (3) Inkuiri/Inkuiri Sosial; dan (4) Group Investigation. Metode-metode ini berusaha membelajarkan siswa untuk mengenal masalah, merumuskan masalah, mencari solusi  atau menguji  jawaban sementara atas suatu masalah/pertanyaan dengan melakukan penyelidikan (menemukan fakta-fakta melalui penginderaan), pada akhirnya dapat menarik kesimpulan dan menyajikannya secara lisan maupun tulisan.

Pendekatan Saintifik-Ilmiah

Apakah pendekatan saintifik/ilmiah dengan langkah-langkah seperti dikemukakan di atas bisa diterapkan di semua jenjang pendidikan? Jawabannya tentu akan menjadi perdebatan keilmuan, tetapi saya memegang satu teori yang sudah kita kenal yaitu Teori Perkembangan Kognitif dari Piaget yang  mengatakan bahwa mulai usia 11 tahun hingga dewasa (tahap formal-operasional), seorang individu telah memiliki kemampuan mengkoordinasikan baik secara simultan maupun berurutan dua ragam kemampuan kognitif yaitu: (1) Kapasitas menggunakan hipotesis; kemampuan berfikir mengenai sesuatu khususnya dalam hal pemecahan masalah dengan menggunakan anggapan dasar yang relevan dengan lingkungan yang dia respons; dan (2) Kapasitas menggunakan prinsip-prinsip abstrak; kemampuan untuk mempelajari materi-materi pelajaran yang abstrak secara luas dan mendalam.

Dengan demikian, tampaknya pendekatan saintifik/ilmiah dalam pembelajaran sangat mungkin untuk diberikan mulai pada usia tahapan ini. Tentu saja, harus dilakukan secara bertahap, dimulai dari penggunaan hipotesis dan berfikir abstrak yang sederhana, kemudian seiring dengan perkembangan kemampuan berfikirnya dapat ditingkatkan dengan menggunakan hipotesis dan berfikir abstrak yang lebih kompleks.
Sementara itu, Kemendikbud (2013) memberikan konsepsi tersendiri  bahwa pendekatan ilmiah (scientific appoach) dalam pembelajaran didalamnya mencakup komponen: mengamati, menanya, mencoba, mengolah, menyajikan, menyimpulkan, dan mencipta. Komponen-komponen tersebut seyogyanya  dapat dimunculkan dalam setiap praktik pembelajaran,  tetapi bukanlah sebuah siklus pembelajaran.

Materi PARADIGMA KUANTITATIF POSITIVISTIK

Materi PARADIGMA KUANTITATIF POSITIVISTIK

PARADIGMA KUANTITATIF POSITIVISTIK

 

Munculnya aliran filsafat positivisme ini dipelopori oleh seorang filsuf yang bernama August Comte (1798 – 1875). Comte jugalah yang menciptakan istilah ”sosiologi” sebagai disiplin ilmu yang mengkaji masyarakat secara ilmiah. Mulai abad 20-an sampai dengan saat ini, aliran positivisme mampu mendominasi wacana ilmu pengetahuan. Aliran ini menetapkan kriteria-kriteria yang harus dipenuhi oleh ilmu-ilmu manusia maupun alam untuk dapat disebut sebagai ilmu pengetahuan yang benar, yaitu berdasarkan kriteria-kriteria eksplanatoris dan prediktif. Untuk dapat memenuhi kriteria-kriteria dimaksud, maka semua ilmu harus mempunyai pandangan dunia positivistik,

yaitu : 1) Objektif. Teori-teori tentang semesta haruslah bebas nilai; 2) Fenomenalisme. Ilmu pengetahuan hanya bicara tentang semesta yang teramati. Substansi metafisis yang diandaikan berada di belakang gejala-gejala penampakan disingkirkan; 3) Reduksionisme. Semesta direduksi menjadi fakta-fakta keras yang dapat diamati; dan 4) Naturalisme. Alam semesta adalah obyek-obyek yang bergerak secara mekanis seperti bekerjanya jam (Burhan Bungis: 2005; 31-32).


Kekuatan pengaruh aliran positivistik ini dikarenakan adalah klaim-klaim terhadap ilmu pengetahuan itu sendiri, yaitu imu pengetahuan haruslah nyata dan positivistik. Klaim-klain tersebut adalah : 1) Klaim Kesatuan Ilmu. Ilmu-ilmu manusia dan alam berada di bawah satu payung paradigma yang sama, yaitu paradigma positivistik; 2) Klaim Kesatuan Bahasa. Bahasa perlu dimurnikan dari konsep-konsep metafisis dengan mengajukan parameter verifikasi; dan 3) Klaim Kesatuan Metode. Metode verifikasi bersifat universal, berlaku baik ilmu-ilmu manusia maupun alam.

Aliran positivistik ini akhirnya melahirkan pendekatan-pendekatan paradigma kuantitatif dalam penelitian, dimana obyek penelitian dilihat memiliki keberaturan yang naturalistik, empiris, dan behavioristik, dimana semua obyek penelitian harus dapat direduksi menjadi fakta yang dapat diamati, tidak terlalu mementingkan fakta sebagai makna tetapi mementingkan fenomena yang tampak, serta serba bebas nilai (obyektif) dengan menentang secara tajam sikap subyektif. Tradisi positivistik ini membawa paradigma penelitian sebagai aliran yang berlawanan dengan paradigma kualitatif- fenomenologis.

Sumber : Ngelag.Com

RASIONALISME DAN EMPERISME BERJABAT TANGAN DALAM EPISTEMOLOGI

RASIONALISME DAN EMPERISME BERJABAT TANGAN DALAM EPISTEMOLOGI

RASIONALISME DAN EMPERISME BERJABAT TANGAN DALAM EPISTEMOLOGI

RASIONALISME DAN EMPERISME BERJABAT TANGAN DALAM EPISTEMOLOGI

Cara efisien untuk mendapatkan sebuah pengetahuan yaitu harus melalui proses tertentu agar tidak terjadi kesalahpahaman dalam menangani sebuah permasalahan. Semua permasalahan bisa menjadi rasioanl (masuk akal) tentu harus melewati proses yagn disebut empiris. Kalau ada orang berkata kepada kita “Aku tahu lo cara bermain gitar…!”. Tapi apakah yang dia katakan merupakan ilmu?

Tadi pada hakikatnya kita mengharapkan jawaban yang benar. Bukan jawaban yang bersifat sembarangan. Kalau dilihat dari sejumlah pola pikir manusia, terdapat dua pola dalam memperoleh sebuah pengetahuan. Yang pertama harus kita ketahui adalah berpikir secara rasional yang berdasarkan faham rasiolisme, yaitu ide tentang sesuatu sebenarnya sudah ada tanpa melalui indra. Kemudian yang kedua dikembangkan dengan pola pikir yang empiris.

 

Emmanuel Kant seorang filosof Eropa yang terkenal dalam “Master Piece” nya “chitique of pure reason” (murni) teori tersebut terangkum dalam kepercayaan adanya dua sumber bagi konsepsi. (Pertama) pengindraan (esensi). Kita mengkonsepsi panas, cahaya, rasa dan suara. Karena pendengaran kita terhadap semuanya. (Kedua) fitrah, akal manusia tidak muncul dari pengindraan melainkan memang sudah ada dalam lubuk “fitrah”. Yang menurut Descrates, konsepsi “FHN” ide Tuhan. Menurut Emmanuel Kunt, semua pengetahuan manusia itu FHN, termasuk dua bentuk ruang dan waktu serta dua belas (12) kategori Kunt, yaitu (1) kuantitas = unitas, pluralitas, totalitas (2) kualitas = realitas, penafiaan, liminitas (4) modalitas = kemungkinan kemustahilan, ada dan tiada, keniscayaan ketidakniscayaan.[1]


“EPISTEMOLOGI VERSI RASIONALISME”

 

Dalam pandangan rasionalis manusia terbagi dalam dua bagian. (Pertama) pengetahuan yang mesti atau intuitif. Akal mesti mengakui suatu proposi tertentu tanpa mencari bukti kebenarannya. (Kedua) informasi dan pengetahuan teoritis. Akal tidak akan mempercayai kebenaran beberapa proposisi, kecuali pengalaman “pendahuluan” umpamanya “Bumi itu bulat” contoh ini bila dicodorkan apda akal, maka tidak akan menghasilkan suatu apapun. Jadi doktrin rasional adalah landasan pengetahuan menginformasikan primer. Karena pengalaman primer itu dianggap “sebab à “pertama pengetahuan”. Dan sebab pengatahuan ada dua. Pertama kondisi pokok pengetahuan manusia pada umumnya. Kedua, sebab bagi sebagian informasi.

Intinya, dasar pengetahuan itu diperoleh melalui secara rasional, terlepas dari pengalaman manusia (pasti). Namun dari manakah kita mendapatkan kebenaran bila kebenaran itu terlapas dari pangalaman manusia. Kalau kita mengambil gagasan Bung Hatta “Pengetahuan yang di dapat dari pengalaman disebut pengetahuan pengalaman atau pengetahuan. Pengetahuan yang didapat dengan jalan keterangan disebut ilmu.[2] Dari sinilah kita dapat menggambarkan bahwa pengetahuan yang didapat tanpa ada bukti yang empiris maka pengetahuan pantas dipertanyakan. Dan cara berpikir seperti itu akan menyebabkan kita terjatuh kedalam pengetahuan yang benar menurut anggapan masing-masing. Oleh sebab itu, kita harus mengetahui pula pola berfikir yang empiris.


EPISTEMOLOGI VERSI EMPIRISME

 

John Lock filosof Inggris mengemukakan sumber segala ide adalah pengalaman yang terdiri dari sensasi dan refleksi. Karyanya adalah Essay Concerning Human Understanding.[3]. Teori emperikal mengatakan bahwa akal manusia dapat dengan konsepsi-konsepsi dan gagasan-gagasan adalah bekal bagi penginderaan.

Mao Tse Tung (1893-1976) menyatakan bahwa “Sumber segala pengetahuan tersembunyi dalam pengindraan oleh organ-organ jasmani manusia terhadap alam objektiv yang mengelilinginya. Teori emperikal berdasarkan atas eksperimentasi. seseorang yang tidak memiliki satu macam indra, maka dia tidak dapat mengkonsepsikan pengertian yang mempunyai hubungan dengan indra tersebut.

Tapi apakah pendekatan empiris ini membawa lebih dekat kepada kebenaran ? Jawaban tidak. Sebab gejala yang terdapat dalam pengalaman. Baru bila mempunyai arti kalau kita bisa memberikan penafsiran kepada mereka. Jujun S. Suria-Sumantri dalam bukunya “Ilmu dalam Perspektif” mengatakan, “Seperti biasanya, waktu mengendapkan sifat ekstrim dari tiap-tiap bentuk pemikiran yang radikal. Lambat laun akan berubah menjadi lebih moderat, sehingga kompromi lebih mudah dicapai, demikian juga dengan pendekatan rasional dan empiris yang membentuk dua kutub yang saling bertentangan yang akhirnya kedua belah pihak saling menyadari bahwa rasionalisme dan empirisme mempunyai kelebihan dan kekurangan masing-masing.[4]

Dari sinilah timbul gagasan untuk menggabungkan keduanya utnuk mendekatkan kepada metode yang lebih diandalakan dalam menemukan pengetahuan yang benar. Bukankah bila kekurangan dan kelebihan disatukan akan lebih bagus? Ibarat kopi itu pahit dan gula manis, apabila keduanya disatukan maka akan terasa nikmat.

Misalnya seperti Carles Darwin yang menggabungkan metode deduksi Aristoteles dengan metode induksi Bacon. Dalam gabungan antara kedua metode adalah merupakan kegiaran beranling antara deduksi dan induksi yang mana awalnya seorang penyelidik mempergunakan induksi dalam menggabungkan antara pengamatan dengan hipotesis. Kemudian secara deduktif hipotesis ini dihubungkan dengan pengetahuan yang ada untuk melihat kecocokannya dan implikasinya yang kemudian hipotesis ini di uji benar apa tidak secara empiris.


KOMBINASI ANTARA RASIONALISME DENGAN EMPIRISME

 

Rasionalisme memberikan kerangka berfikir yang koheren dan logis, sedangkan empirisme adalah kerangka pengujian dalam menghasilkan suatu kebenaran. Kedua metode ini apabila dipergunakan secara dinamis maka akan menghasilkan pengetahuan yang konsisten dan sisematis serta dapat diandalkan. Karena pengetahuan itu melewati pengujian yang empiris. Oleh sebab itulah muncul “Metode eksperimen” yang merupakan jembatan antara penjelasan teoritis yang hidup di alam rasional dengan pembuktian yan dilakukan secara empiris.

Metode ini dikembangkan oleh sarjana-sarjaan muslim pada masa keemasan islam ketika ilmu-ilmu yang sudah mencapai kulminasi antara abad IX dan XII Masehi. Pengembangan metode ini mempunyai pengaruh penting tehadap cara berpikir manusia. Sebab dengan demikian maka dapat diuji berbagai penjelasan teoritis. Apakah sesuai dengan kenyataan empiris atau tidak?

Dalam bagan logika ilmiah yang merupakan pertemuan antara rasionalisme dan empirisme, misalnya Galiko (1564-1642) dan Norton (1642-1727) yang merupakan pioner yang mempergunakan gabungan berpikir deduktif dan induktif.

Berpikir deduktif memberikan sifat rasional kepada pengetahuan ilmiah dan bersifat konsisten dengan pengetahuan yang telah dikumpulkan sebelumnya. Penjelasan rasional ini[5] bukan berarti bersifat final. Oleh sebab itu, maka dipergunakan pula cara berfikir yang induktif sebagai contoh, “Mobil itu bermerek Inova”. Tapi bagi yang tidak tahu, maka pengkajian secara empiris mempunyai sebuah makna lain. Dari sinilah pendekatan rasional digabungkan dengan pendekatan empiris dalam langkah yang disebut metode ilmiah. Sumber : gurupendidikan.co.id