twittsev.com

Situs Web Pendidikan Terupdate

Pendidikan

Pengertian dan tugas manager

Pengertian dan tugas manager

Pengertian dan tugas manager

Pengertian dan tugas manager

Pengertian dan tugas manager

Yang dimaksud dengan manager adalah orang atau seseorang yang harus mampu membuat orang-orang dalam organisasi yang berbagai karakteristik, latar belakang budaya, akan tetapi memiliki ciri yang sesuai dengan tujuan (goals) dan teknologi (technology).

Dan tugas seorang manager adalah bagaimana mengintegrasikan berbagai macam variabel (karakteristik, budaya, pendidikan dan lain sebagainya) kedalam suatu tujuan organisasi yang sama dengan cara melakukan mekanisme penyesuaian.

Adapun mekanisme yang diperlukan untuk menyatukan variabel diatas adalah sebagai berikut:

  • Pengarahan (direction) yang mencakup pembuatan keputusan, kebijaksanaan, supervisi, dan lain-lain.
  • Rancangan organisasi dan pekerjaan.
  • Seleksi, pelatihan, penilaian, dan pengembangan.
  • Sistem komunikasi dan pengendalian.
  • Sistem reward.

Sumber : https://jilbabbayi.co.id/wolf-online-apk/

Model Teori Management SDM

Model Teori Management SDM

Model Teori Management SDM

Model Teori Management SDM

Model Teori Management SDM

Ada tiga teori utama management SDM yang hingga kini masih terpakai di dalam dunia usaha, diantaranya adalah:

  • Teori Management Tradisional, teori ini berkembang pada abad 19 yang menitikberatkan pada bagaimana para pegawai/karyawan untuk mematuhi/mengikuti langkah-langkah yang sudah ditetapkan bagi pelaksanaan pekerjaan mereka. Para bawahan tidak diberi kesempatan untuk mengembangkan kreatifitas, kemandirian, melainkan hanya dilatih untuk menjadi setia dan loyal. Dua konsep utama yang merupakan pusat model tradisional ini adalah: (a) Ketertiban dan stabilitas (orderliness) dan (b) kewenangan yang didasarkan pada kemampuan.
  • Teori Human Relations, teori ini merupakan pengembangan dan penggabungan dari teori model tradisional dimana management harus berhubungan dengan manusia seutuhnya daripada hanya ketrampilan dan bakat. Dengan demikian penekanan pada unsur manusia selalu dikaitkan dengan hasil yang lebih baik, produksi yang lebih tinggi, efisiensi yang meningkat,dan efektifitas yang meningkat.
  • Teori Human Resources Management, teori ini berangkat dari pemahaman dasar atas kebutuhan dasar manusia sesuai dengan teori Abraham Maslow (1> Basic physical needs, 2> Safety and security needs, 3> Need to belong – to be wanted and loved, 4>Need for achievement, status, and self-esteem, 5> Self actualization) sehingga pengakuan luar kurang penting ketimbang kepuasan bathiniah. Model ini menekankan bahwa jika menginginkan performansi suatu bagian lebih baik, maka seorang manager harus lebih baik banyak memanfaatkan seoptimal mungkin sumber daya bawahannya.

Sumber : https://jilbabbayi.co.id/amigo-pancho-apk/

ASPEK PEMIKIRAN CYBERCRIME LAW

ASPEK PEMIKIRAN CYBERCRIME LAW

ASPEK PEMIKIRAN CYBERCRIME LAW

ASPEK PEMIKIRAN CYBERCRIME LAW

ASPEK PEMIKIRAN CYBERCRIME LAW

Sebelum melangkah ke proses pembentukan undang-undang itu sendiri ada hal-hal yang perlu diketahui sejalan dengan adanya perubahan dari kondisi interaksi masyarakat dari sebelum ke sesudah adanya dunia maya. Perkembangan teknologi telah mengubah kebiasaan hidup dan memperluas lingkungan interaksi.

Dalam konferensi ‘Digital Cops in A Virtual Environment’ yang diadakan oleh Yale University Law School, 26 -28 Maret 2004, dikatakan bahwa pergeseran ke lingkungan digital (digital environment) mengakibatkan 6 (enam) fenomena, yaitu:

1. Perubahan Tempat Kejadian Perkara (crime scene).

Tempat terjadinya kejahatan bukan lagi harus di suatu lokasi yang secara fisik ada, melainkan di situs web, ruang chatting, email atau di atas jaringan komputer.

2. Lahirnya Bentuk-Bentuk Kejahatan Baru

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, semakin mudahnya melakukan kejahatan yang meliputi penyalah gunaan informasi elektronik untuk terorisme, espionase, trafik data ilegal, penipuan identitas dll.

3. Perubahan Secara Radikal Cara Pelaksanaan Penegakkan Hukum

Mengingat bahwa kejadian di dunia maya ini sulit terdeteksi, maka perlu dipertimbangkan adanya suatu koloborasi dari masyarakat sipil dan aparat penegak hukum untuk melakukan suatu aksi. Ini berarti adanya kemungkinan bagi masyarakat untuk mengambil langkah hukum tertentu untuk menghalangi suatu kejahatan terjadi. Misalnya, bila ada suatu situs yang mempropagandakan terorisme atau pornografi, maka sebuah perusahaan penyedia jasa internet (Internet Service Provider / ISP) secara hukum dibenarkan untuk menutup situs tersebut. Hal ini melindungi ISP dari tuntutan yang bersifat diskriminasi atau penolakan terhadap layanan publik.

4. Penyediaan Sarana Pengawasan Jaringan Moderen Bagi Penegak Hukum

Di beberapa negara yang belum memberlakukan cybercrime law, maka teknik-teknik penyidikan yang menggunakan peralatan canggih belum dapat diterima di persidangan, seperti, alat penyadap jaringan. Meskipun alat penyadap jaringan tersebut dibutuhkan sebagai rekaman otentik terjadinya suatu pelanggaran, namun penggunaan alat ini dapat juga dinilai melanggar hak pribadi seseorang (privacy act). Jadi, perlu ditetapkan alat-alat elektronik / digital apa saja yang bisa digunakan untuk melakukan investigasi, menganalisa kejahatan, mengambil data, menelusuri jaringan dan melindungi infrastruktur masyarakat. Kekhawatiran sebagian besar masyarakat akan kehadiran peralatan tersebut adalah terciptanya suatu super-power control dari pemerintah terhadap kehidupan individu.

5. Terjadinya Antisipasi & Tantangan Terhadap Bentuk Proses Legal

Ruang pengadilan akan mengalami perubahan bentuk dengan dihadirkannya video conferencing. Ini berarti proses menjatuhkan sanksi hukum bisa dilakukan melalui internet pula. Namun bagaimana bila terjadi manipulasi jaringan selama proses tersebut sedang berlangsung yang mengakibatkan terjadi distorsi terhadap keputusan itu sendiri? Seperti halnya sekarang dengan sistem perpajakan di Indonesia di mana laporan tahunan oleh setiap wajib pajak boleh diberikan (malah dianjurkan) melalui online, maka ini berati memungkinkan untuk pengajuan segala bentuk laporan hukum juga boleh disampaikan melalui Internet.

6. Timbulnya Kebebasan Politik Dalam Bentuk Hacktivism

Di Amerika setiap warga mempunyai kebebasan untuk mengungkapkan pendapat. Seringkali kebebasan ini digunakan untuk melakukan indoktrinasi politik terhadap masyarakat luas. Di dunia cyber batasan antara kebebasan berpolitik ke kejahatan politik sulit dibendung. Informasi dari pihak tertentu dapat saja didiseminasikan kepada publik dengan paksa (email spamming). Kejahatan yang eksrim terjadi bila kebebasan ini dipakai untuk memasuk situs-situs lawan politiknya atau yang lebih halus adalah dengan cara ‘tidak sengaja’ mengirimkan ke konstituen lawan politik. Pemerintah Cina telah mengeluarkan suatu undang-undang yang memberikan aparat penegak hukum untuk melakukan filtering terhadap segala informasi yang berada di atas jaringan internet. Filtering ini adalah upaya kegiatan counter surveillance yang ditujukan demi keamanan nasional dan juga kestabilan politik.

Pertimbangan dan pemikiran di atas tersebut masih bisa diperluas lagi dengan menyesuaikan kondisi di Indonesia. Mengingat di Indonesia juga terdapat produk hukum lain, seperti hukum adat dan hukum syariat Islam, maka kompleksitas pembentukan undang-undang ini dinilai cukup tinggi. Itulah sebabnya para legislator kita memerlukan bukan saja keahlian hukum-hukum yang ada di Indonesia, tetapi juga pakar-pakar teknologi informasi dalam menyusun cybercrime law.

Baca Juga :

Lalu bagaimana Hukum Cyber di Amerika???

Lalu bagaimana Hukum Cyber di Amerika

Lalu bagaimana Hukum Cyber di Amerika???

Lalu bagaimana Hukum Cyber di Amerika

Lalu bagaimana Hukum Cyber di Amerika

Sebagaimana kita tahu pusat teknologi yang terkenal terdapat di PAMAN SAM alias Amerika, bagaimana penegakan hukum tentang kejahatan dunia maya di negri Paman Sam ini?

Pada bulan April 2002 di New Jersey, Amerika Serikat, seorang wanita bernama Patricia Barteck memanggil polisi ketika melihat seorang pria asing mengawasinya dari mobilnya yang diparkir di depan rumahnya. Pria tersebut mendatangi rumah Patricia karena mendapat undangan dari Internet untuk melakukan ‘fantasi perkosaan’. Sebenarnya, undangan ini dikeluarkan oleh ipar Patricia yang bernama Jonathan Gilberti. Jonathan menggunakan identitas, data-data fisik, dan alamat rumah Patricia untuk berpartisipasi dalam suatu sex fantasy chat room . Jonathan menggunakan media ini untuk menyatakan ‘keinginannya’ merealisasikan hasratnya untuk diperkosa.

Beruntunglah Patricia segera meminta perlindungan polisi dan aparat hukum sehingga kejadian perkosaan tersebut tidak terjadi. Atas tindakan Jonathan yang membahayakan jiwa Patricia, ia dikenakan hukuman 10 tahun penjara. Proses pengadilan atas diri Jonathan dipenuhi dengan konflik dan perdebatan antara pengacara Jonathan dengan pihak penegak hukum. Masalah timbul ketika harus membuktikan / memberikan barang bukti bahwa telah terjadi suatu kejahatan. Bukti bahwa kejahatan di dunia maya adalah sesuatu yang nyata dan benar-benar membahayakan. Kasus Patricia Barteck mendapat perhatian dari parlemen dan Gubernur New Jersey, Richard Codey, yang pada akhirnya mengeluarkan “Internet Luring Statue”. Undang-undang ini berbunyi:

Seseorang yang melakukan kejahatan tingkat ke-tiga adalah jika orang tersebut mencoba, melalui media elektronik atau yang lain, memancing atau mengimingi orang lain untuk masuk ke suatu kendaraan mobil/motor, tempat/gedung yang terisolasi, atau bertemu di suatu tempat dengan maksud melakukan pelanggaran / tindakan kriminal terhadap orang lain yang telah terpancing atau masuk dalam perangkap.

Khusus tentang satu kejadian tersebut di atas saja, para legislator ditantang untuk mewujudkan suatu undang-undang yang adil, bijaksana dan tepat. Ada beberapa aspek yang perlu dipikirkan dengan mendalam, yakni:

1. a. Bagaimana membuktikan suatu tindakan adalah ‘niat melakukan kejahatan’ versus ‘ekspresi fantasi belaka’? Mengingat salah satu kenyamanan di dunia maya adalah kebebasan menyampaikan, melontarkan dan mengekspresikan ide atau pendapat, maka sangat sulit bagi para legislator untuk menentukan tindakan yang boleh dikategorikan sebagai suatu kejahatan. Ada yang berpendapat sah-sah saja mempunyai ide yang sangat beda dari pendapat umum dan dituangkan ke dalam suatu situs. Jadi kembali lagi ke pertanyaan semula, sudah merupakan suatu kejahatankah bila seseorang menuliskan seksual fantasinya di internet?

1. b. Andaikan ada suatu undang-undang cybercrime yang menyatakan bahwa ekspresi tertulis mengenai suatu tindakan asusila sudah merupakan kejahatan di Indonesia, bagaimana melakukan prosekusi terhadap penulisnya bila tulisan tersebut dilakukan di luar Indonesia? Padahal, korban berada di dalam wilayah hukum Indonesia. Demi memberikan proteksi kepada warga negara Indonesia, maka apakah kita berhak melakukan ekstensifikasi hukum ke negara lain?

1. c. Dapatkah suatu email atau percakapan internet menjadi barang bukti yang cukup kuat dalam suatu kejahatan (mengingat identitas penulis email atau pelaku percakapan dapat saja palsu atau tidak benar)?

1. d. Adalah suatu polemik bila suatu kejahatan mempunyai pilihan untuk dituntut dengan undang-undang yang dianggap ‘menguntungkan’. Contohnya, seseorang melakukan ancaman terhadap rekan kerjanya. Bila kejadian ini dilakukan oleh orang tersebut dengan menulis surat di kertas kemudian dikirimkan kepada rekannya, maka undang-undang yang menjeratnya adalah undang-undang pidana. Dalam hal ini, mungkin hukumannya adalah 3 tahun. Tetapi, bila dilakukan melalui email, maka undang-undang yang berlaku adalah undang-undang cybercrime di mana dapat diancam hukuman 4 tahun. Akan terasa aneh bila terdapat pilihan terhadap suatu kejahatan yang notabene sama.

Seperti yang dikatakan sebelumnya, tantangan yang baru saja kita bahas hanya sebatas satu tipe kejahatan yang muncul di dunia Internet. Padahal ada banyak jenis kejahatan yang termasuk cybercrime. Untuk itulah diperlukan suatu tim khusus di dalam badan legislatif yang merumuskan berbagai aspek kejahatan, situasi dan penanganan hukum demi melindungi warga negaranya.

II. DASAR PEMBENTUKAN CYBERCRIME LAW – Ketahanan & Keamanan Nasional

Bentuk cybercrime sudah sedemikian banyak dan semakin tak dapat dihentikan kecanggihannya berkat kemajuan teknologi, sehingga masyarakat semakin terekspos dan tidak terlindungi. Tidak dapat dipungkiri pula bahwa kebutuhan akan undang-undang ini adalah juga untuk menjaga keamanan dan ketahanan nasional (national security).

Seperti kita ketahui bahwa di atas jaringan / infrastruktur komputer terdapat jutaan aliran data yang terkoneksi dengan server (rumah data). Meskipun data-data tersebut telah dilindungi dengan peranti keras dan lunak yang paling mutakhir, namun tetap saja cybercrime dapat terjadi. Masalahnya justru bukan dikarenakan ada yang berhasil menembus jaringan (hacking), tetapi justru ada pihak-pihak dari dalam yang melakukan transportasi data secara ilegal (trade secret / industrial espionage). Kegiatan seperti ini popular disebut net-espionage.

Hal lain yang perlu dipertimbangkan dalam keamanan nasional adalah terorisme. Saat ini yang sudah terjadi di Indonesia adalah penggunaan email, chat-rooms dan website untuk melakukan kegiatan terorisme. Salah satu bentuk nyata kegiatan terorisme yang menggunakan Internet adalah aksi menebar fitnah / penghasutan, pengajaran cara merakit bom, pengiriman perintah eksekusi melalui email, dll.

Masih ada banyak lagi bentuk-bentuk cybercrime yang perlu dibuatkan bentuk penanganan hukumnya, antara lain, fraud / pemalsuan identitas, penipuan, spam, harassment / threats / ancaman, perjudian, hacking, penyalah-gunaan password / akses ilegal, pelanggaran hak-cipta / patent online, pengiriman virus, intersepsi / pencurian data, penyalah gunaan sistem / jaringan maupun peranti pendukungnya.

Sumber : https://busbagus.co.id/art-of-conquest-apk/

Regulasi cyber crime internasional

Regulasi cyber crime internasional

Regulasi cyber crime internasional

 Regulasi cyber crime internasional

Regulasi cyber crime internasional

Belum ada hukum yang mampu menangani tindak kejahatan mayantara ini (paling tidak untuk saat ini). Terlebih sosialisasi mengenai hukum cyber dimasyarakat masih sangat minim. Bandingkan dengan negara seperti Malaysia, Singapura atau Amerika yang telah mempunyai Undang-undang yang menetapkan ketentuan dunia cyber. Atau bahkan negara seperti India yang sudah mempunyai “polisi Cyber”. Kendati beberapa rancangan Undang-undang telah diusulkan ke DPR, namun hasil yang signifikan belum terwujud, terlebih belum tentu ada kesesuaian antara undangundang yang akan dibuat dengan kondisi sosial yang terjadi dimasyarakat.

Berbagai upaya telah dipersiapkan untuk memerangi cyber crime. The Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) telah membuat guidelines bagi para pembuat kebijakan yang berhubungan dengan computer related crime , dimana pada tahun 1986 OECD telah mempublikasikan laporan yang berisi hasil survei terhadap peraturan perundang-undangan negaranegara anggota, beserta rekomendasi perubahannya dalam menanggulangi computer related crime, yang diakui bahwa sistem telekomunikasi memiliki peran penting didalam kejahatan tersebut. Melengkapi laporan OECD, The Council of Europe (CE) berinisiatif melakukan studi mengenai kejahatan tersebut. Studi ini memberikan guidelines lanjutan bagi para pengambil kebijakan untuk menentukan tindakan-tindakan apa yang seharusnya dilarang berdasakan hukum pidana negara-negara anggota dengan tetap memperhatikan keseimbangan antara hak-hak sipil warga negara dan kebutuhan untuk melakukan proteksi terhadap computer related crime tersebut

Ketentuan hukum yang ada saat ini bisa digunakan, maka pelaksanaannya akan berbeda dengan dengan penegakan di dunia hukum biasa, Khususnya mengenai apa yang harus dilakukan aparat kepolisian. Maka perlu dibentuk polisi cyber, hakim cyber, dan jaksa cyber yang keahliannya menangani cyber crime. Cyber Crime dalam konvensi Palermo tentang kejahatan transnasional merupakan bagian dari bentuk kejahatan trans nasional

yang disebut dengan hasil kejahatan adalah harta yang diperoleh secara langsung atau tidak langsung melalui bentuk pelanggaran.” Jadi yang dimaksud adalah memiliki atau mengambil barang orang lain tanpa ijin atau melalui pelanggaran hukum.

penegakan Cyber Crime sebagai bukti keseriusan untu melaksanakan kaidah Konsensi Palermo, berupa UU no. 11 tahun 2008 tentan ITE. Konvensi ini digunakan untuk semakin terjaminnya keamananan Internasional dalam menghadapi kejahatan transnasional dalam kerjasama internasional.

Pasal 27 ayat 1 menerangkan bahwa ;“Pihak Negara-negara akan bekerjasama dengan erat satu sama lain sesuai dengan rumah tangga masing-masing sesuai hukum dan administrasi untuk meningkatkan efektifitas penegakan hukum untuk memerangi tindakan pelanggaran yang mencakup dalam konvensi tiap Negara wajib mengadobsi langkah-langkah efektif tersebut.” Bentuk kerjasama dapat berupa organisasi artau konsensi dan atau merespon tiap informasi secara bersama-sama.

Implementasi dari konvensi ini adalah tertuang dalam pasal 34 ayat ;

  1. Setiap negara harus mengambil langkah-langkah yang diperlukan termasuk legislatif dan tindakan-tindakan administratif sesuai dengan prinsip-prinsip dah hukum domestik, untuk menjamin kewajiban dalam konvensi ini.
  2. Pelanggaran yang sesuai dengan pasal 5.6, 8 dan 23 dalam pasal konvesi ini harus dibentuk dalam setiap negara untuk menghadapi kriminal yang mencakup wilayah transnaional baik pribadi maupun kelompok.
  3. Setiap negara harus mengadobsi konvensi ini.

Inilah yang mendasari dibuatnya sebuah hukum yang mengatur dalam mengatasi kejathatan transnasional dalam hal ini cyber crime. Konvensi Cybercrime Budapest, 23.XI.2001isinya merupakan kerjasama dengan negara lain pihak untuk Konvensi cyber Crime. Diyakinkan akan kebutuhan yang, seperti soal prioritas, pidana umum yang bertujuan untuk melindungi masyarakat

terhadap cybercrime, antara lain mengadopsi undang-undang yang sesuai dan mendorong kerjasama internasional. Sadar akan perubahan besar yang dibawa oleh digitalisation, konvergensi dan terus globalisasi komputer jaringan. Keprihatin dengan resiko bahwa komputer dan jaringan informasi elektronik dapat juga digunakan untuk melakukan pelanggaran pidana dan bukti-bukti yang

Isi kesepakatan adalah :

  1. Definisi tentang Cyber Crime Devinisi untuk tujuan Konvensi ini dari sebuah :
  2. “sistem komputer” adalah salah satu komponen atau sekelompok saling terkait atau perangkat, satu atau lebih yang berdasarkan program, melakukan pengolahan data otomatis.
  3. “komputer data” merupakan salah satu perwakilan dari fakta, konsep atau informasi dalam bentuk yang sesuai untuk diproses dalam sistem komputer, termasuk program yang cocok untuk menyebabkan sistem komputer untuk melakukan fungsi.
  4. “layanan” berarti publik atau badan swasta yang memberikan kepada pengguna layanan dengan kemampuan untuk berkomunikasi dengan sistem komputer, dan entitas lain yang proses atau toko-toko komputer data atas nama seperti komunikasi atau pengguna layanan dari operator.
  5. “lalu lintas data” berarti komputer manapun yang berkaitan dengan data yang komunikasi dengan sistem komputer, yang dihasilkan oleh sistem komputer yang membentuk bagian dalam rantai komunikasi, menunjukkan komunikasi dari asal, tujuan, rute, waktu, tanggal, ukuran, durasi, atau jenis layanan.
  1. Langkah-langkah yang akan diambil di tingkat nasional.
  2. substantif hukum pidana
  3. Substansi Hukum Pidana
  4. Prosedur Hukum
  5. Yurisdiksi
  6. Kerjasama Internasional
  7. General prinsip yang berhubungan dengan kerjasama.
  8. General prinsip yang berhubungan dengan ekstradisi
  9. General prinsip yang berhubungan dengan bantuan
  10. Ekspekditen kelestarian komputer yang digunakan.

Sumber : https://vhost.id/arcaea-apk/

Studi Sebagai Sebuah Peluang Untuk Pembangunan: Keterampilan Yang Memberikan Efek Positif

Studi Sebagai Sebuah Peluang Untuk Pembangunan: Keterampilan Yang Memberikan Efek Positif

Gunakan periode di mana Anda menghadiri kuliah atau sekolah untuk memperoleh dan menyempurnakan keterampilan yang relevan dengan pendidikan lebih lanjut Anda, tetapi juga untuk kehidupan dan karir pada umumnya. Secara khusus, saat Anda berfokus pada kegiatan fakultas, pengembangan keterampilan belajar praktis akan memotivasi Anda untuk bekerja, menempatkan pertama tugas mengajar Anda di pusat perhatian Anda, dan berjuang untuk penanganan material yang lebih tepat. Ada cara yang lebih baik untuk menghabiskan waktu di sekolah terutama jika Anda tidak ingin pergi melalui pelajaran yang sama Anda perlu belajar lebih dari sekali-mengenai pendidikan formal dan masa depan Anda juga

Hadiri ceramah dan latihan
Selama kelas, informasi spesifik akan ditunjukkan oleh dosen Anda sebagai yang terpenting. Perhatikan bahwa informasi karena pada potongan informasi yang Anda akan membangun sisa pengetahuan dari pelajaran tersebut. Hal yang besar untuk dilakukan adalah juga menuliskan semua pertanyaan yang mungkin Anda miliki mengenai subjek yang Anda Pelajari karena mencari jawaban tersebut akan membantu Anda belajar lebih cepat dan lebih baik.

Perhatikan membuat pekerjaan rumah dan kegiatan mengajar yang serupa. Melalui pekerjaan ini, Anda akan memperoleh pengetahuan yang diperlukan, dan bersiap untuk ujian. Jadi, mulailah dengan PR sekarang, menyelesaikan tugas sebelumnya untuk memeriksa, dan memberikan pekerjaan kepada Profesor atau asisten dalam tenggat waktu yang dijadwalkan. Pekerjaan rumah, proyek, dan bahan lain yang perlu Anda hasilkan untuk kelas dirancang untuk membantu Anda belajar. Menggunakannya sepenuhnya dan mendapatkan pengetahuan dan keterampilan dengan cepat.

Pastikan Anda tidak menciptakan kesenjangan waktu antara pembelajaran yang dapat menjadi kontraproduktif. Ketika datang untuk belajar setiap mata pelajaran, mengikuti kurikulum. Selama satu sesi pembelajaran, gunakan hanya jeda yang akan mempersiapkan Anda dengan benar untuk materi yang tersisa.

Manfaatkan alat yang Anda berikan
Kecuali bahwa Anda akan melakukan tugas dalam waktu, Anda akan memahami peran pelaksanaan tugas yang akurat, yang penting, misalnya, dalam keadaan di mana ujian atau colloquiums Anda memerlukan respon yang tepat waktu secara tertulis. Ini akan membantu Anda di kemudian hari ketika Anda akan harus mengelola karir Anda, kehidupan pribadi, tujuan dan hobi, dan keluarga.

Jangan lupa untuk menguji pengetahuan Anda dan dengan demikian mengambil keuntungan dalam hal kemungkinan bahwa Anda membuat perbaikan yang diperlukan sebelum ujian atau colloquium di Fakultas.

Juga, dianjurkan bagi siswa untuk mempelajari materi dalam urutan yang disajikan dalam buku teks. Yaitu, dalam rangka untuk memperjelas segmen tertentu, sangat penting untuk memahami bagian dengan mana mereka saling berhubungan, dalam rangka untuk membangun pengetahuan baru pada penjelasan yang diperoleh sebelumnya.

Terlepas dari bidang studi yang dipilih, jelas bahwa kebiasaan kerja yang sukses akan memberikan hasil yang baik dalam bentuk nilai. Tapi yang paling penting mereka akan memberi kita keterampilan yang akan digunakan untuk kita melalui semua kehidupan kita.

Baca Juga :

Tips Pendidikan Karakter Sederhana Sekolah di Jepang

Tips Pendidikan Karakter Sederhana Sekolah di Jepang

Sebagai negara maju yg berperan pada banyak sekali bidang penting di dunia, Jepang memiliki poly hal yg cukup populer.

Siapa yg tak kenal kebudayaan Jepang? Selain tradisi leluhurnya yg banyak diangkat menjadi manga atau anime, karakter penduduknya pula begitu menarik. Betapa seriusnya Jepang terhadap pendidikan karakter.

Jadi pendidikan karakter sekolah dasar sudah mengajarkan bagaimana cara berinteraksi, mengenal emosi orang lain, menekan egosentris, gotong royong, disiplin, dan tertib.

Melalui serangkaian pendidikan karakter tadi, anak didik sekolah dasar pada Jepang dibutuhkan tumbuh sebagai insan dengan karakter yang cantik dan kuat. Sehingga mereka siap sebagai bagian dari warga yang tangguh.

1.Post It ucapan terima kasih
Post It ucapan terima kasih atau Arigatou Posuto Itto poly ditempel di sebuah media berbentuk hati. Tempelan-tempelan post it berwarna merah hati ini berisi ucapan terima kasih anak didik terhadap temannya.

Misalnya “terima kasih lantaran telah membuatkan bekal”, “terima kasih karena sudah meminjami saya pulpen”, & banyak lagi. Pemilihan warna & bentuk media “hati” tempelan juga memiliki tujuan eksklusif pastinya.

Dari hal sederhana sepeti ini kita bisa belajar supaya nir lupa mengucapkan terima kasih meskipun untuk hal sepele. Kamu jua ingat bilang terima kasih buat orang yang telah membantu engkau ya.

2.Peta keamanan lingkungan
Peta Keamanan Lingkungan biasa disebut Chiiki Anzen Mappu merupakan salah satu cara yg dilakukan sekolah di Jepang buat mendidik siswanya peduli menggunakan keamanan lingkungan.

Siswa pada Jepang membuat karya berupa peta “Chiiki Anzen Mappu” yg isinya berupa tempelan foto dan berita hasil karya siswa. Misalnya terdapat sebuah foto perempatan jalan, nah di bawahnya akan diberi catatan tulisan, “Di sini poly tikungan, lho. Kalian hati-hati ya kalo lewat sini karna poly orang dan sepeda!”

3.Mendidik gotong royong
Banyak goresan pena pada dinding sekolah Jepang mendidik agar sanggup selalu gotong royong. Kalau kamu acapkali nonton anime atau baca manga pasti tahu bahwa sekolah pada Jepang punya pembagian jadwal piket membersihkan kelas atau pembagian pengurus makan siang. Nah, di dinding sekolah di jepang niscaya tertempel jadwal tugasnya.

4.Mendidik buat selalu memiliki tujuan
Di beberapa sekolahan Jepang terdapat banyak tempelan foto siswa yang dibawahnya masih ada goresan pena siswa tersebut. Tulisan itu isinya berupa sasaran yg ingin dicapai murid tersebut pada semester ini.

Target mereka gak muluk-muluk, malah terkesan sederhana misalnya “ingin mampu bangun pagi”, “ingin rutin makan sayur”, “nggak terlambat tiba sekolah” & masih banyak lagi. Tempelan tersebut ada poly banget macam targetnya. Bisa sasaran bulanan atau tahunan, sasaran langsung atau sasaran seluruh murid di sekolah.

5.Koran yg ditulis tangan
Koran yang ditulis tangan atau tegaki shinbun ini ditulis sendiri oleh murid. Meskipun begitu layout dan isinya ngga kalah menarik dengan koran dalam umumnya.

6.Mengasah empati
Pihak sekolah mengasah ikut merasakan nir dengan cara memberi pidato panjang kali lebar kali tinggi yg membosankan. Kamu jua niscaya bosan kan mendengarkan ceramah?

Mereka cukup menaruh gambar lalu siswa diminta menuliskan ungkapan atau istilah-istilah yg akan diucapkan apabila melihat orang misalnya digambar. Jadi kesannya gak omong doang akan tetapi bisa langsung terjun ke lapangan melihat kondisi yang terdapat.

Sumberhttps://www.surveymonkey.com/r/WQYTPVV

Teori-Teori Dalam Etika

Teori-Teori Dalam Etika

Etika sebagai ilmu memiliki sejumlah ruang lingkup kajian, Yakni: Etika menginvestigasi sejarah dalam sekian banyak aliran, lama dan baru mengenai tingkah laku manusia, etika membicarakan tentang cara- teknik menghukum,, menilai baik dan buruk sebuah pekerjaan, etika menginvestigasi faktor- hal penting yang mencetak memenuhi, dan mendorong lahirnya tingkah laku manusia.

Egoisme Adalah tindakan yang memberi hasil atau manfaat untuk diri sendiri. Egoisme secara praktis terlihat dalam aliran inilah ini.

Hedonisme

Hedonisme berarti corak kebiasaan yang lebih mengutamakan kesukaan dalam hati yang mempunyai sifat materi. Mereka berasumsi ukuran makmur atau tidaknya sebuah kehidupan, bahagia atau tidaknya sebuah kehidupan seseorang melulu dapat di identifikasi. dengan kesukaan materi. Mereka hendak memenuhi keakuannya guna mendapatkan kenikamatan apapun bakal mereka kerjakan untuk mengejar kesenangan tersebut tanpa adanya rasa putus asa.

Eudaemonisme

Eudaemonisme berarti bahagia atau kebahagiaan yang lebih tertuju pada rasaa bahagia yang bertujuan untuk mendapat kebahagiaan. Aristoteles berasumsi bahwa kebahagiaan terjangkau dalam pekerjaan yang merrealisasikan bakat bakat dan kesukaan manusia. Setiap insan harus hidup dengan mengembangkan bakat dan keterampilan yang terdapat pada dirinya, sampai-sampai kebahagiaan yang adalahtujuan tersebut akan tercapai.

Deontologisme

Deontologisme berasumsi baik buruknya sebuah tindakan tidak diukur menurut dampak yang ditimbulkannya, namun menurut sifat-sifat tertentu dar itindakan dan tindakan yang bakal dilakukan. Bentuk dari Deontologisme terdapat 2, yaitu:

1) Deontologisme perbuatan Tema sentralnya ialah baik dan buruknya sebuah tindakan bisa dirumuskan untuk kondisi tertentu dan sama sekali tidak terdapat ketentuan umum.

2) Deontologisme ketentuan Kaidah yang berlaku ialah baik buruknya perbuatan diukur pada satu atau sejumlah peraturan yang berlaku umum, tidak disaksikan dari baik buruknya tindakan itu.

Utilitarianisme

Teori ini berasumsi bahwa baik buruknya perbuatan seseorang tersebut diukur dari dampak yang ditimbulkannya, jadi sebuah perbuatan disebutkan baik andai membawa manfaat. Sebaliknya, disebutkan buruk andai menimbulkan mudharak. Untuk tersebut paham ini mengatakan supaya setiap orang menjadikan dirinya membawa guna sebesar-besarnya. Ada 2 format utilitarianisme:

1)Utilitariaanisme perbuatan format ini menganjurkan supaya segala tindakan insan menghasilkan dampak baik yang sebesar mungkin, semua teknik harus ditempuh dan dilakukan untuk menjangkau tujuan dari perbuatan tersebut.

2)Utilitarianisme ketentuan Bentuk dari utilitarianisme peraturan ialah bertindaklah tidak jarang kali sesuai dengan kaidah-kaidah, yang penetapannya mengahasilkn kelebihan dampak baik yang sebesar mungkin dikomparasikan dengan akibat-akibat buruknya.

Sumberhttp://casathome.ihep.ac.cn/team_display.php?teamid=479512

Keunggulan dari model Course Review Horay

Keunggulan dari model Course Review Horay

Keunggulan dari model Course Review Horay

Keunggulan dari model Course Review Horay

Keunggulan dari model Course Review Horay

Keunggulan dari model Course Review Horay dalam pembelajaran tersebut menjadi bahan menarik bagi peneliti dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik. Penelitian model pembelajaran Course Review Horay pernah dilakukan beberapa peneliti, diantaranya penelitian yang dilakukan oleh Widyani Made dkk pada tahun 2014 dengan judul “PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPA PESERTA DIDIK KELAS V SD SARASWATI 2 DENPASAR”. Hasil penelitian menunjukkan uji-t diperoleh t hitung = 8,35 dan taraf signifikan 5%, sehingga terdapat perbedaan hasil belajar IPA dengan model Course Review Horay (CRH) dengan rata-rata sebesar 76,43 sedangkan pembelajaran konvensional dengan rata-rata 70,75. Pada tahun 2013 Liliana dkk telah melakukan penelitian dengan judul “EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN COURSE REVIEW HORAY TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN EKONOMI”. Hasil penelitian menunjukan nilai kelas eksperimen lebih tinggi dibanding kelas kontrol. Penelitian dengan judul “KEFEKTIFAN MODEL COURSE REVIEW HORAY TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS” yang dilakukan oleh Meidian Kusumahati memberikan hasil thitung > ttabel (5,1311 > 2, 373). Hal ini menyatakan bahwa pembelajaran yang menggunakan model Course Review Horay lebih tinggi dengan rata-rata 81,25 dibanding pembelajaran konvensional dengan rata-rata nilai 68,55.
Pada penelitian di atas terdapat persamaan dan perbedaan. Persamaan dalam penelitian tersebut terletak pada model pembelajaran, fokus terhadap hasil belajar dan instrument observasi serta tes dalam melaksanakan penelitian. Persamaan lain yang terlihat yaitu hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran yang menggunakan Course Review Horay mengalami peningkatan yang signifikan. Sedangkan perbedaan pada penelitian tersebut terletak pada media penelitian, mata pelajaran yang akan diteliti, subyek penelitian dan rancangan desain penelitian.
Jenis penelitian yang dilakukan peneliti adalah penelitian kuasi eksperimen. Penelitian menggunakan metode eksperimen dan nonequivalent control group design. Penelitian ini mencari pengaruh perlakuan model Course Review Horay terhadap hasil belajar IPS peserta didik. Pada penelitian terdahulu, diketahui bahwa model Course Review Horay dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik sehingga penelitian tersebut dapat sebagai acuan dan memperkuat teori dalam penelitian ini. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan variabel yang sama dan lokasi penelitian yang lebih luas dibanding dengan penelitian sebelumnya. Peneliti juga menggunakan instrument yang mencakup wawancara terstruktur, observasi, tes dan dokumentasi. Adanya indikator hasil belajar yang lebih jelas dalam aspek kognitif mencakup pengetahuan, pemahaman, penerapan, dan analisis sehingga proses pencapaian hasil belajar peserta didik terlihat dengan jelas. Kejelasan dari hasil belajar tercermin dari tujuan instruksional yang berisi rumusan kemampuan yang dikuasai peserta didik sebagai dasar penilaian. Sehingga, hasil belajar menandakan hasil tercapainya tujuan dari proses pembelajaran.
Berdasarkan uraian latar belakang tersebut, peneliti memandang penting penelitian ini untuk menambah kajian tentang model pembelajaran Course Review Horay dan hasil belajar. Dengan demikian, judul penelitian yang peneliti laksanakan adalah “KEEFEKTIFAN MODEL TIPE COURSE REVIEW HORAY TERHADAP HASIL BELAJAR IPS PESERTA DIDIK KELAS IV SDN DI GUGUS X”.