twittsev.com

Situs Web Pendidikan Terupdate

Pendidikan

E. Komisi Pengawasan Persaingan Usaha

E. Komisi Pengawasan Persaingan Usaha

E. Komisi Pengawasan Persaingan Usaha

E. Komisi Pengawasan Persaingan Usaha

E. Komisi Pengawasan Persaingan Usaha

Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) adalah sebuah lembaga independen di Indonesia yang dibentuk untuk memenuhi amanat Undang-Undang no. 5 tahun 1999 tentang larangan praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat.
KPPU menjalankan tugas untuk mengawasi tiga hal pada UU tersebut:
1. Perjanjian yang dilarang, yaitu melakukan perjanjian dengan pihak lain untuk secara bersama-sama mengontrol produksi dan/atau pemasaran barang dan/atau jasa yang dapat menyebabkan praktek monopoli dan/atau persaingan usaha tidak sehat seperti perjanjian penetapan harga, diskriminasi harga, boikot, perjanjian tertutup, oligopoli, predatory pricing, pembagian wilayah, kartel, trust (persekutuan), dan perjanjian dengan pihak luar negeri yang dapat menyebabkan persaingan usaha tidak sehat.
2. Kegiatan yang dilarang, yaitu melakukan kontrol produksi dan/atau pemasaran melalui pengaturan pasokan, pengaturan pasar yang dapat menyebabkan praktek monopoli dan/atau persaingan usaha tidak sehat.
3. Posisi dominan, pelaku usaha yang menyalahgunakan posisi dominan yang dimilikinya untuk membatasi pasar, menghalangi hak-hak konsumen, atau menghambat bisnis pelaku usaha lain.
Dalam pembuktian, KPPU menggunakan unsur pembuktian per se illegal, yaitu sekedar membuktikan ada tidaknya perbuatan, dan pembuktian rule of reason, yang selain mempertanyakan eksistensi perbuatan juga melihat dampak yang ditimbulkan.
Keberadaan KPPU diharapkan menjamin hal-hal berikut di masyarakat:
1. Konsumen tidak lagi menjadi korban posisi produsen sebagai price taker
2. Keragaman produk dan harga dapat memudahkan konsumen menentukan pilihan
3. Efisiensi alokasi sumber daya alam
4. Konsumen tidak lagi diperdaya dengan harga tinggi tetapi kualitas seadanya, yang lazim ditemui pada pasar monopoli
5. Kebutuhan konsumen dapat dipenuhi karena produsen telah meningkatkan kualitas dan layanannya
6. Menjadikan harga barang dan jasa ideal, secara kualitas maupun biaya produksi
7. Membuka pasar sehingga kesempatan bagi pelaku usaha menjadi lebih banyak
8. Menciptakan inovasi dalam perusahaan
F. Sanksi dalam Antimonopoli dan Persaingan Usaha
Pasal 36 UU Anti Monopoli, salah satu wewenang KPPU adalah melakukan penelitian, penyelidikan dan menyimpulkan hasil penyelidikan mengenai ada tidaknya praktik monopoli dan atau persaingan usaha tidak sehat. Masih di pasal yang sama, KPPU juga berwenang menjatuhkan sanksi administratif kepada pelaku usaha yang melanggar UU Anti Monopoli. Apa saja yang termasuk dalam sanksi administratif diatur dalam Pasal 47 Ayat (2) UU Anti Monopoli. Meski KPPU hanya diberikan kewenangan menjatuhkan sanksi administratif, UU Anti Monopoli juga mengatur mengenai sanksi pidana. Pasal 48 menyebutkan mengenai pidana pokok. Sementara pidana tambahan dijelaskan dalam Pasal 49.
Pasal 48
(1) Pelanggaran terhadap ketentuan Pasal 4, Pasal 9 sampai dengan Pasal 14, Pasal 16 sampai dengan Pasal 19, Pasal 25, Pasal 27, dan Pasal 28 diancam pidana denda serendah-rendahnya Rp25.000.000.000 (dua puluh lima miliar rupiah) dan setinggi-tingginya Rp100.000.000.000 (seratus miliar rupiah), atau pidana kurungan pengganti denda selama-lamanya 6 (enam) bulan.
(2) Pelanggaran terhadap ketentuan Pasal 5 sampai dengan Pasal 8, Pasal 15, Pasal 20 sampai dengan Pasal 24, dan Pasal 26 Undang-Undang ini diancam pidana denda serendah-rendahnya Rp5.000.000.000 ( lima miliar rupiah) dan setinggi-tingginya Rp25.000.000.000 (dua puluh lima miliar rupialh), atau pidana kurungan pengganti denda selama-lamanya 5 (lima) bulan.
(3) Pelanggaran terhadap ketentuan Pasal 41 Undang-undang ini diancam pidana denda serendah-rendahnya Rp1.000.000.000 (satu miliar rupiah) dan setinggi-tingginya Rp5.000.000.000 (lima miliar rupiah), atau pidana kurungan pengganti denda selama-lamanya 3 (tiga) bulan.

Sumber : https://busbagus.co.id/

Perjanjian yang dilarang penggabungan

Perjanjian yang dilarang penggabungan

Perjanjian yang dilarang penggabungan

Perjanjian yang dilarang penggabungan

Perjanjian yang dilarang penggabungan

Perjanjian yang dilarang penggabungan, peleburan, dan pengambil-alihan
– Penggabungan adalah perbuatan hukum yang dilakukan oleh satu Perseroan/Badan Usaha atau lebih untuk menggabungkan diri dengan Perseroan/Badan Usaha lain yang telah ada yang mengakibatkan aktiva dan pasivadari Perseroan/Badan Usaha yang menggabungkan beralih karena hukum kepadaPerseroan/Badan Usaha yang menerima Penggabungan dan selanjutnya Perseroan/Badan Usaha yang menggabungkan diri berakhir karena hukum.
– Peleburan adalah perbuatan hukum yang dilakukan oleh satu Perseroan/Badan Usaha atau lebih untuk meleburkan diri dengan cara mendirikan satu Perseroan/Badan Usaha baru yang karena hukum memperoleh aktiva dan pasiva dari Perseroan/Badan Usaha yang meleburkan diri dan Perseroan/Badan Usaha yang meleburkan diri berakhir karena hukum.
– Pengambilalihan adalah perbuatan hukum yang dilakukan oleh pelaku usaha untuk memperoleh atau mendapatkan baik seluruh atau sebagian saham dan atau aset Perseroan/Badan Usaha. yang dapat mengakibatkan beralihnya pengendalian terhadap Perseroan/Badan Usaha tersebut
Terdapat sepuluh jenis perjanjian dan kegiatan usaha yang dikecualikan dari aturan UU No. 5/1999 (sebagaimana diatur di pasal 50 dan 51 UU No.5/1999). Sepuluh jenis perjanjian dan kegiatan usaha yang dikecualikan tersebut berpotensi menimbulkan masalah dalam pelaksanaannya karena dimungkinkan munculnya penafsiran yang berbeda-beda antara pelaku usaha dan KPPU tentang bagaimana seharusnya melaksanakan sepuluh jenis perjanjian dan kegiatan usaha tersebut tanpa melanggar UU No. 5/1999. Bisa jadi suatu perjanjian atau suatu kegiatan usaha dianggap masuk dalam kategori pasal 50 UU No. 5/1999 oleh pelaku usaha, tetapi justru dianggap melanggar undang-undang oleh KPPU. Oleh karena itu, perlu adanya ketentuan lanjutan yang lebih detil mengatur pelaksanaan sepuluh jenis perjanjian dan kegiatan usaha tersebut demi menghindarkan salah tafsir dan memberikan kepastian hukum baik bagi pengusaha maupun bagi KPPU. Sebagaimana dapat dibaca di pasal 50 dan 51, aturan tentang sepuluh jenis perjanjian dan kegiatan usaha tersebut masing-masingnya diatur dengan sangat singkat, dalam satu kalimat saja.
D. Hal-hal yang Dikecualikan dalam Monopoli
Hal-hal yang dilarang oleh Undang-Undang Anti Monopoli adalah sebagai berikut :
(1) Perjanjian-perjanjian tertentu yang berdampak tidak baik untuk persaingan pasar,
yang terdiri dari :
(a) Oligopoli
(b) Penetapan harga
(c) Pembagian wilayah
(d) Pemboikotan
(e) Kartel
(f) Trust
(g) Oligopsoni
(h) Integrasi vertikal
(i) Perjanjian tertutup
(j) Perjanjian dengan pihak luar negeri
(2) Kegiatan-kegiatan tertentu yang berdampak tidak baik untuk persaingan pasar,
yang meliputi kegiatan-kegiatan sebagai berikut :
(a) Monopoli
(b) Monopsoni
(c) Penguasaan pasar
(d) Persekongkolan
(3) Posisi dominan, yang meliputi :
(a) Pencegahan konsumen untuk memperoleh barang atau jasa yang bersaing
(b) Pembatasan pasar dan pengembangan teknologi
(c) Menghambat pesaing untuk bisa masuk pasar
(d) Jabatan rangkap
(e) Pemilikan saham
(f) Merger, akuisisi, konsolidasi

Sumber : https://vhost.id/

Pawai Ta’aruf Madrasah Diniyah di Kaliori, Bupati Acungi Jempol

Pawai Ta’aruf Madrasah Diniyah di Kaliori, Bupati Acungi Jempol

Pawai Ta’aruf Madrasah Diniyah di Kaliori, Bupati Acungi Jempol

Pawai Ta’aruf Madrasah Diniyah di Kaliori, Bupati Acungi Jempol

Pawai Ta’aruf Madrasah Diniyah di Kaliori, Bupati Acungi Jempol

Pawai Ta’aruf dan pekan madaris yang diselenggarakan dipusatkan di lapangan Desa Tambakagung

Kecamatan Kaliori, Rembang pada Minggu (4/3/2018) kemarin, mendapat apresiasi yang cukup membanggakan dari Bupati Rembang Abdul Hafidz.

Orang nomor satu di Rembang itu mengaku bangga. Dengan terselenggaranya pawai ta’aruf dan pekan madaris, terlebih di tingkat Kecamatan, menunjukkan bahwa eksistensi Madrasah Diniyah di Rembang perlu diakui.

“Mudah-mudahan. Mudah-mudahan dengan syi’arnya madrasah diniyah ini bisa membangkitkan kita semua membangkitkan warga Kaliori, semua masyarakat Kaliori bisa tahu ilmu agama dan bisa sejahtera tidak sejahtera di dunia tetapi sejahtera di akherat.” harapnya.

Atas nama Pemerintah Kabupaten Rembang merasa bangga dan mengapresiasi terhadap para guru pendidik

madrasah diniyah, kepala desa, muspika dan wali murid yang bersama-sama menciptakan kader-kader bangsa yang berakhlakul karimah.

Bupati mengakui bahwa pemerintah belum mampu mencukupi untuk memfasilitasi keberadaan madrasah di kabupaten Rembang khususnya di kecamatan Kaliori. Namun, madrasah diniyah justru selalu semangat dan kian menunjukkan eksistensi syiarnya.

Sementara itu, Ketua panitia pawai ta’aruf dan pekan madaris, Yunani menerangkan, kegiatan pekan madaris

yang digelar selama 2 hari yaitu sabtu (3/3) dan minggu (4/3) diikuti sebanyak 21 madrasah diniyah di kecamatan Kaliori dan kecamatan Batangan Pati.

“Rute pawai ta’aruf dimulai dari lapangan desa Tambakagung, menuju pertigaan masjid Kaliori, jalur pantura desa Batursari Batangan ke selatan, pertigaan Kedalon Batangan ke timur dan kembali ke lapangan desa Tambakagung. Sedangkan lomba pekan madaris diisi lomba seni baca Al-Qur’an, tartil Qur’an, sampai dengan pentas senipentas seni,” tuturnya. [DM38]

 

Baca Juga :

Gelar Pajero, Ratusan Siswa SDIT Avicenna Bagikan 2.018 Kurma

Gelar Pajero, Ratusan Siswa SDIT Avicenna Bagikan 2.018 Kurma

Gelar Pajero, Ratusan Siswa SDIT Avicenna Bagikan 2.018 Kurma

Gelar Pajero, Ratusan Siswa SDIT Avicenna Bagikan 2.018 Kurma

Gelar Pajero, Ratusan Siswa SDIT Avicenna Bagikan 2.018 Kurma

Tak kurang dari 300 siswa Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Avicenna Kecamatan Lasem

, Rembang, menggelar pawai jelang Romadhon (Pajero), menyusuri jalanan Kecamatan Lasem, Rabu (9/5/2018).

Para peserta berjalan kaki menempuh jarak sekitar 3 kilometer. Rute yang dilintasi yakni mulai dari halaman sekolah setempat menuju ke barat hingga persimpangan masjid Jami’ Lasem. Dilanjutkan belok ke selatan hingga persimpangan cap jago Kecamatan Lasem.

Kemudian belok ke arah timur hingga Pondok Pesantren Al Wahdah Sumbergirang

, Lasem dan kembali ke halaman SDIT Avicenna Lasem.

Selama perjalanan, para siswa peserta pawai membawa sejumlah atribut sosialisasi bernadakan ajakan untuk berpuasa. Yang menarik perhatian adalam barisan pawai tersebut juga diisi tim marching band dari siswa SD.

Dibantu oleh guru, para siswa juga membagikan buah kurma sebanyak 2.018 buah kepada para pengguna jalan yang melintas, dan masyarakat yang terlintasi rute pawai.

Ratusan Siswa SDIT Avicenna – Berita Rembang
Kepala SDIT Avicenna Lasem, Muhammad Suyuti menyebutkan, kegiatan tersebut selain sebagai media edukasi pada siswa untuk senantiasa berbagi kepada sesama, juga mengingatkan pada masyarakat bahwa bulan puasa segera tiba.

“Buah kurma ini sendiri memang kan sudah semacam menjadi ikon Ramadhan.

Karena merupakan sunnah nabi untuk makan buah tersebut waktu puasa,” jelasnya.

Ia berharap, melalui kegiatan yang telah digelar setiap tahun itu, dapat mengedukasi masyarakat bahwa siswa-siswi yang masih dibawah umur pun bersemangat dalam menyambut bulan suci Ramadhan.

“Kegiatan ini rutin dilaksanakan tiap tahun untuk memberitahu masyarakat bahwa Ramadhan segera tiba, agar menyambutnya dengan sukacita. Dan mempersiapkan diri karena cuaca tahun ini panasnya ekstrim,” katanya.

 

Sumber :

http://blog.ub.ac.id/petrusarjuna/gunner-diary/

 

Para Murid yang Tak Mau Ketinggalan ‘Iuran’ Bantuan Gempa Lombok

Para Murid yang Tak Mau Ketinggalan ‘Iuran’ Bantuan Gempa Lombok

Para Murid yang Tak Mau Ketinggalan ‘Iuran’ Bantuan Gempa Lombok

Para Murid yang Tak Mau Ketinggalan ‘Iuran’ Bantuan Gempa Lombok

Para Murid yang Tak Mau Ketinggalan ‘Iuran’ Bantuan Gempa Lombok

Para murid Madrasah Diniyah Manbaul Huda Kecamatan Pamotan, Rembang

juga tak mau ketinggalan menunjukkan kepedulian mereka terhadap para korban musibah bencana gempa bumi yang terjadi di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Selama sepekan, mulai hari Senin (13/8) sampai Sabtu (18/8) kemarin, para siswa sepakat untuk melakukan iuran dana dengan nominal sukarela, yang diambil dari sisa uang jajan mereka. Para guru pengajar setempat juga tak ketinggalan ikut beriuran.

Ketua LP Ma’arif MWC NU Pamotan, Yasir Arofat mengatakan, dari hasil iuran

tersebut total telah terkumpul dana sebesar Rp 4.680.000. Dana tersebut langsung diserahkan kepada PCNU Rembang.

“Penghimpunan dana ini inisiatif siswa yang dikoordinasikan oleh guru madrasah dan LP Ma’arif MWC NU Pamotan,” terang Yasir dalam keterangannya yang diterima nurfmrembang.com, Selasa (21/8/18).

Yasir yang juga sebagai Ustadz di Madrasah Manbaul Huda mengatakan bahwa pesan

yang ingin disampaikan yaitu jiwa gemar membantu terhadap sesama harus ditanamkan sedini mungkin.

“Bahwa dengan membantu lillahi ta’ala dan ikhlas, kita memiliki kekayaan yang tidak dapat diukur dengan materi,” tandasnya.

Dia berharap bantuan tersebut bisa tersalurkan pada mereka yang berhak, dan dapat membantu meringankan beban masyarakat yang tertimpa musibah. Selain itu menurutnya hal tersebut juga mengajarkan kepada siswa-siswi madrasah yang notabane pendidikan Islam akan arti pentingnya tolong menolong antar sesama. (

 

Sumber :

https://nisachoi.blog.uns.ac.id/blood-card/

4 Cara Didik Si Kecil Agar Mandiri Sejak Dini

4 Cara Didik Si Kecil Agar Mandiri Sejak Dini

4 Cara Didik Si Kecil Agar Mandiri Sejak Dini

4 Cara Didik Si Kecil Agar Mandiri Sejak Dini

4 Cara Didik Si Kecil Agar Mandiri Sejak Dini

Tanggung jawab orang tua pada anak adalah mengusahakan yang terbaik

dan memberikan arahan serta didikan yang tepat untuk si kecil. Karena itu, sebagai orang tua juga harus terus belajar dari waktu ke waktu cara yang benar dalam mengasuh anak.

Orang tua juga perlu memilih dan memilah metode yang tepat dalam mendidik si kecil sesuai kepribadiannya agar bisa menjadi pribadi yang baik dan mandiri atau tidak manja. Sebab, karakter dan kepribadian setiap anak berbeda-beda satu sama lain. Apalagi, mendidik anak agar tidak manja memang penuh dengan tantangan dan kesabaran, namun orang tua bisa memulai dari hal-hal yang sederhana. Dilansir PortalMadura.Com, Kamis (11/7/2019), pada laman fimela.com.

Nah, berikut ini empat cara mendidik anak agar tidak manja sejak dini:

Beri Tanggung Jawab Pekerjaan di Rumah

Dilansir dari verywellfamily.com, salah satu cara yang bisa membantu meningkatkan rasa percaya diri dan tanggung jawab anak mulai sejak dini, yaitu dengan memberi mereka pekerjaan di rumah yang disesuaikan dengan usianya.

Misalnya, merapikan tempat tidurnya sendiri, menyuruh anak untuk mencuci piringnya

usai makan, dan melatih anak menyapu rumah dengan benar. Praktik ini bisa menjadi latihan yang baik untuk mengajarkan pentingnya tanggung jawab pada si kecil.

Anda pun bisa membantu anak untuk melakukan sebuah pekerjaan di rumah supaya si kecil memahami bahwa Anda tidak bisa selalu bergantung pada orang lain untuk melakukan sesuatu.

 

Baca Juga :

Setop! Jangan Lakukan Kebiasaan Menggelitik pada Anak

Setop! Jangan Lakukan Kebiasaan Menggelitik pada Anak

Setop! Jangan Lakukan Kebiasaan Menggelitik pada Anak

Setop! Jangan Lakukan Kebiasaan Menggelitik pada Anak

Setop! Jangan Lakukan Kebiasaan Menggelitik pada Anak

Selain menjadi aktivitas yang menyenangkan, menggelitik anak juga bisa melatih kepekaan

dan respons tubuh terhadap sentuhan. Sehingga kadangkala mereka tertawa terbahak-bahak karena hal itu menimbulkan rasa geli.

Namun ternyata, kebiasaan menggelitik jangan dilakukan dan harus dihentikan karena menimbulkan efek buruk pada anak. Berikut ini beberapa efek negatif dari kebiasaan menggelitik anak dilansir dari liputan6.com yang mengutip dari situs Brightside.

Anak Bisa Sangat Tak Nyaman

Hanya karena seorang anak tertawa bukan berarti mereka senang digelitik.

Anak-anak, terutama yang geli, tidak bisa berhenti tertawa ketika digelitik. Bahkan jika mereka benar-benar membencinya.

Tawa karena geli ini seperti ilusi. Anak seperti menikmatinya padahal sebenarnya tidak. Dalam sebuah penelitian yang dilakukan di University of California pada 1997, para ilmuwan menemukan bahwa menggelitik tidak menciptakan perasaan bahagia yang sama seperti yang diciptakan ketika seseorang menertawakan lelucon lucu. Menggelitik hanya menciptakan ilusi lahiriah bahwa seseorang sedang tertawa.
Promoted Content
Mgid
Kerja hanya 1 jam sehari tapi berpenghasilan 80 Juta perbulan
wartabisnis
Cacing akan keluar dari tubuhmu, cukup makan ini sebelum sarapan
detocline
Turun 7 kg dalam seminggu! Cara cerdik bersihkan tubuh dari lemak
asiabeauty
Ini akan buat rambut anda tumbuh seperti sulap
asia-secrets

Baca Juga: Pemilik Toko Mebel Diduga Tewas Dianiaya, Pelakunya Lebih Satu Orang

 

Anak Tak Bisa Mengontrol Dirinya
Anak yang digelitik kehilangan kendali dirinya. Perjuangan untuk mendapatkan kendali bisa jadi hal sangat sulit bagi anak dan bisa meninggalkan kenangan yang tidak menyenangkan seumur hidup.

 

 

Sumber :

https://ojs.hh.se/index.php/JISIB/comment/view/94/0/106145

Wali Murid Keluhkan Daftar Ulang PPDB Capai Rp 3 Juta

Wali Murid Keluhkan Daftar Ulang PPDB Capai Rp 3 Juta

Wali Murid Keluhkan Daftar Ulang PPDB Capai Rp 3 Juta

Wali Murid Keluhkan Daftar Ulang PPDB Capai Rp 3 Juta

Wali Murid Keluhkan Daftar Ulang PPDB Capai Rp 3 Juta

Wali murid mengeluhkan biaya masuk sekolah di jenjang pendidikan SMA Negeri di Kabupaten Sumenep

, Madura, Jawa Timur.

Pasalnya, daftar ulang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun ajaran 2019/2020 ini mencapai Rp 3 juta lebih dengan alasan pembelian paket seragam siswa dan sumbangan pembangunan gedung. Biaya tinggi masuk sekolah itu terjadi di SMA Negeri 2 Sumenep.

“Daftar ulang PBDB di SMA Negeri 2 ini sangat tinggi mencapai jutaan rupiah

,” kata salah satu wali murid calon siswa SMA Negeri 2 Sumenep, MK, Jumat (28/6/2019).

Di SMA Negeri 2 Sumenep, biaya daftar ulang siswa baru yang harus dibayar

mencapai Rp 3.055.000 untuk siswa, dan Rp 3.076.000 untuk siswi. Dari Rp 3 juta lebih yang harus dibayar itu Rp 1,5 juta untuk sumbangan pembangunan musala, sedangkan sisanya untuk kebutuhan seragam.

“Uang sebesar Rp 3 juta lebih itu tidak bisa dicicil, kecuali dilengkapi dengan keterangan tidak mampu,” ucapnya.

 

Sumber :

http://asage.org/index.php/ASAGE/comment/view/8/0/38906

sifat dari perilaku konsumen yaitu

sifat dari perilaku konsumen yaitu

sifat dari perilaku konsumen yaitu

sifat dari perilaku konsumen yaitu

sifat dari perilaku konsumen yaitu

1. Consumer Behavior Is Dynamic
Perilaku konsumen dikatakan dinamis karena proses berpikir, merasakan, dan aksi dari setiap individu konsumen, kelompok konsumen, dan perhimpunan besar konsumen selalu berubah secara konstan. Sifat yang dinamis demikian menyebabkan pengembangan strategi pemasaran menjadi sangat menantang sekaligus sulit. Suatu strategi dapat berhasil pada suatu saat dan tempat tertentu tapi gagal pada saat dan tempat lain. Karena itu suatu perusahaan harus senantiasa melakukan inovasi-inovasi secara berkala untuk meraih
konsumennya.

2. Consumer Behavior Involves Interactions
Dalam perilaku konsumen terdapat interaksi antara pemikiran, perasaan, dan tindakan manusia, serta lingkungan. Semakin dalam suatu perusahaan memahami bagaimana interaksi tersebut mempengaruhi konsumen semakin baik perusahaan tersebut dalam memuaskan kebutuhan dan keinginan konsumen serta memberikan value atau nilai bagi konsumen.
3. Consumer Behavior Involves Exchange
Perilaku konsumen melibatkan pertukaran antara manusia. Dalam kata lain seseorang memberikan sesuatu untuk orang lain dan menerima sesuatu sebagai gantinya.

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Perilaku Pelanggan
Ada beberapa faktor yang mempengaruhi perilaku pelanggan. Faktor-faktor tersebut dibedakan menjadi 2 bagian yaitu faktor-faktor yang berasal dari dalam diri pribadi seorang konsumen dan faktor-faktor yang berasal dari lingkungan sekitar seorang konsumen.

A. Individual Determinants of Consumer Behavior
1. Demografis, psikografis, dan kepribadian
Demografis berhubungan dengan ukuran, struktur, dan pendistribusian populasi. Demografis berperan penting dalam pemasaran. Demografis membantu peramalan trend suatu produk bertahun-tahun mendatang serta perubahan permintaan dan pola konsumsi.
Psikografis adalah sebuah teknik operasional untuk mengukur gaya hidup. Dalam kata lain psikografis adalah penelitian mengenai profil psikologi dari konsumen. Psikografis memberikan pengukuran secara kuantitatif maupun kualitatif. Bila demografis menjelaskan siapa yang membeli suatu produk, psikografis menekankan pada penjelasan mengapa produk tersebut dibeli. Sangat penting untuk meneliti faktor psikografis termasuk kepercayaan dan nilai karena kesuksesan industri organik akan bergantung pada tingkat kemampuan memobilisasi konsumen untuk menerima produk organik (Lea & Worsley, 2005).
Kepribadian dalam bidang pemasaran memiliki arti sebagai respon yang konsisten terhadap pengaruh lingkungan. Kepribadian adalah tampilan psikologi individu yang unik dimana mempengaruhi secara konsisten bagaimana seseorang merespon lingkungannya.
2. Motivasi konsumen
Dalam menjawab pertanyaan mengenai mengapa seseorang membeli produk tertentu, hal ini berhubungan dengan motivasi seorang konsumen. Motivasi konsumen mewakili dorongan untuk memuaskan kebutuhan baik yang bersifat fisiologis maupun psikologis melalui pembelian dan penggunaan suatu produk.
3. Pengetahuan konsumen
Pengetahuan konsumen dapat diartikan sebagai himpunan dari jumlah total atas informasi yang dimemori yang relevan dengan pembelian produk dan penggunaan produk. Misalnya apakah makanan organik itu, kandungan nutrisi yang terdapat di dalamnya, manfaatnya bagi kesehatan, dan lain-lain.
4. Intensi, sikap, kepercayaan, dan perasaan konsumen
Intensi adalah pendapat subjektif mengenai bagaimana seseorang bersikap di masa depan. Ada beberapa jenis intensi konsumen. Intensi pembelian adalah pendapat mengenai apa yang akan dibeli. Intensi pembelian kembali adalah apakah akan membeli barang yang sama dengan sebelumnya. Intensi pembelanjaan adalah dimana konsumen akan merencanakan sebuah produk akan dibeli. Intensi pengeluaran adalah berapa banyak uang yang akan digunakan. Intensi pencarian mengindikasikan keinginan seseorang untuk melakukan pencarian. Intensi konsumsi adalah keinginan seseorang untuk terikat dalam aktifitas konsumsi.
Sikap mewakili apa yang disukai maupun tidak disukai oleh seseorang. Sikap seorang konsumen mendorong konsumen untuk melakukan pemilihan terhadap beberapa produk. Sehingga sikap terkadang diukur dalam bentuk preferensi atau pilihan konsumen. Preferensi itu sendiri dapat dikatakan sebagai suatu sikap terhadap sebuah objek dan relasinya terhadap objek lain. Kepercayaan dapat didefinisikan sebagai penilaian subjektif mengenai hubungan antara dua atau lebih benda. Suatu kepercayaan dibentuk dari
pengetahuan. Apa yang telah seseorang pelajari mengenai suatu produk mendorong timbulnya kepercayaan tertentu mengenai produk tersebut. Perasaan adalah suatu keadaan yang memiliki pengaruh (seperti mood seseorang) atau reaksi. Perasaan dapat bersifat positif maupun negatif tergantung kepada setiap individu. Perasaan juga memiliki pengaruh terhadap penentuan sikap seorang konsumen.

 

Baca Juga :

Tipe – Tipe Perilaku Pembelian

Tipe – Tipe Perilaku Pembelian

Tipe – Tipe Perilaku Pembelian

Tipe – Tipe Perilaku Pembelian

Tipe – Tipe Perilaku Pembelian

Menurut Wilkie (1990), tipe perilaku konsumen dalam melakukan pembelian dikelompokkan menjadi empat berdasarkan tingkat keterlibatan pembeli dan tingkat keterlibatan diferensiasi merek, yang dijelaskan sebagai berikut :
a. Budget Allocation (Pengalokasian budget)
Pilihan konsumen terhadap suatu barang dipengaruhi oleh cara bagaimana membelanjakan atau menyimpan dana yang tersedia, kapan waktu yang tepat untuk membelanjakan uang dan apakah perlu melakukan pinjaman untuk melakukan pembelian.
b. Product Purchase or Not (Membeli produk atau tidak)
Perilaku pembelian yang menggambarkan pilihan yang dibuat oleh konsumen, berkenaan dengan tiap kategori produk atau jasa itu sendiri.
c. Store Patronage (Pemilihan tempat untuk mendapatkan produk)
Perilaku pembelian berdasarkan pilihan konsumen, berdasarkan tempat atau di mana konsumen akan melaksanakan pembelian produk atau jasa tersebut. Misalnya, apakah lokasi bakery menjadi salah satu faktor yang menentukan konsumen dalam melakukan proses pembelian.
d. Brand and Style Decision (Keputusan atas merek dan gaya)
Pilihan konsumen untuk memutuskan secara terperinci mengenai produk apa yang sebenarnya ingin dibeli.

Sumber :https://obatwasirambeien.id/