twittsev.com

Situs Web Pendidikan Terupdate

Pendidikan

Pastikan Kawal Bansos Tepat Sasaran Bersama Polri

Pastikan Kawal Bansos Tepat Sasaran Bersama Polri

Pastikan Kawal Bansos Tepat Sasaran Bersama Polri

 

 

Pastikan Kawal Bansos Tepat Sasaran Bersama Polri

KEPANJEN

Dalam rangka upaya pengentasan berskala nasional dan bisa menerobos ke pelosok Indonesia salah satunya di Kabupaten Malang, Wakil Bupati Malang Drs. H. M. Sanusi bersama Wakapolres Polres Malang dan Kepala Dinas Sosial Kabupaten Malang menyaksikan Kapolri Jenderal Pol Tito Karnavian dan Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita saat menandatangani nota kesepahaman (MoU) antara Polri dan Kemensos di Mabes Polri Jakarta tentang keseriusan penanganan Bantuan Sosial (Bansos), melalui video conference di Mapolres Malang Kepanjen Jumat, (11/1) pagi tadi.

Bantuan Sosial pemerintah pusat

“Bantuan Sosial pemerintah pusat ataupun daerah memang sangat perlu perhatian, pengawasan serta ketepatan sasaran, maka dari itu dengan sinergitas seluruh lembaga pemerintah dan masyarakat dalam hal ini adanya keberadaan pihak kepolisian turut serta dalam mengawal Bansos hingga ke pelosok negeri sangatlah tepat,” ungkap Pak Sanusi di saat terpisah.

Adapun, ruang lingkup nota kesepahaman tersebut mencakup pertukaran data dan informasi, bantuan pengamanan, penegakkan hukum, dan kerja sama lain yang disepakati. “Keterlibatan pemerintah pusat hingga daerah bersama kepolisian sangat erat dengan kebutuhan akurasi data untuk kondisi setiap penduduk miskin yang akan dituju untuk memenuhi kriteria layak dan tidaknya menerima bantuan”, tambah Wabup.

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Malang

Nur Hasyim, S.H, M.Si selaku Kepala Dinas Sosial Kabupaten Malang usai mengikuti acara tersebut menyebutkan bahwa di Kabupaten Malang tercatat penurunan angka kemiskinan mencapai 1% dari data terbaru saat ini 739.158 orang.

“Dari penurunan 1 % tersebut di Tahun 2019, kami akan melakukan upaya dan terobosan inovatif baik melalui PKH, kesehatan hingga pendidikan terlebih masyarakat yang belum dapat kartu KIS lebih dari 200 ribu warga yang nantinya akan dianggarkan oleh APBD,” ulas Nur Hasyim. https://bandarlampungkota.go.id/blog/contoh-report-text/

“Kami selaku pihak dinas juga akan menyatukan update data untuk status masyarakat miskin dari sumber awal yaitu pihak kepala desa, sehingga tepat sasaran serta tepat kondisi. Selain itu jika ada keterangan kemiskinan yang tidak sesuai fakta maka kami juga akan lakukan langkah-langkah pencegahan hingga penindakan sanksi hukum dengan bekerja sama dengan pihak kepolisian,” tambahnya.

Dalam video conference tersebut

Kapolri Tito menyambut baik kerja sama ini. Polri, kata Tito akan menindaklanjuti MoU ini dengan membentuk satuan tugas untuk membantu bantuan sosial, untuk Satgas Polri akan dipimpin oleh Koordinator Staf Ahli Kapolri Irjen Pol Muktiono.

“Nanti dari Polri akan membentuk satgas untuk membantu Kemensos secara maksimal,” ujar Kapolri. Dalam acara menyaksikan video conference ini hadir seluruh seluruh jajaran perwira Polres Malang serta para Kapolsek di seluruh wilayah Kabupaten Malang.

Pemkab Malang Raih Piala Adipura ke 11 Secara Beruntun

Pemkab Malang Raih Piala Adipura ke 11 Secara Beruntun

Pemkab Malang Raih Piala Adipura ke 11 Secara Beruntun

 

Pemkab Malang Raih Piala Adipura ke 11 Secara Beruntun

Pemerintah Kabupaten

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Malang kembali meraih penghargaan Adipura tahun 2018 untuk kategori kota kecil yang diraih Kota Kepanjen. Penghargaan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia ini diterima Kabupaten Malang secara beruntun untuk kali ke-11. Penyerahan Piala Adipura diserahkan langsung Wakil Presiden, Jusuf Kalla didampingi Menteri KLHK, Siti Nurbaya Bakar  kepada Wakil Bupati Malang, Drs. H.M. Sanusi, MM di Auditorium Dr. Soedjarwo, Manggala Wanabakti, Jakarta, Senin (14/1/) siang.

Dalam kesempatan ini

Pemerintah Pusat mengingatkan Program Adipura merupakan salah satu intrumen pemerintah dalam mendorong implementasi kebijakan lingkungan dengan sejumlah pendekatan. Antara lain, pendekatan wilayah, pendekatan implementasi kebijakan persampahan, dan pendekatan implementasi penghijauan. Salah satu kriteria penilaian Adipura adalah dalam hal implementasi atas amanat UU Nomor 18 tahun 2008 tentang pengelolaan sampah, upaya dan hasil dalam memenuhi target nasional pengelolaan sampah.

Target nasional pengelolaan sampah

”Target nasional pengelolaan sampah yang dimaksud, adalah pengurangan sampah 30 persen dan penanganan sampah 70 persen pada tahun 2025. Serta upaya mendorong penerapan sistem pengelolaan sampah secara terpadu mulai dari hulu sampai hilir di setiap kabupaten/kota. Prinsip utama penerapan Adipura yaitu sejauh mana peran aktif masyarakat dalam peningkatan pemahaman dan kesadaran sebagai kunci perubahan perilaku, terpasangnya sistem pengelolaan sampah dengan basis sistem teruji dan data yang akurat terverifikasi, serta pemenuhan ruang terbuka hijau sesuai dipersyaratkan peraturan dan undang-undang,” terang Wabup.

Pria ramah ini lantas menjelaskan

pemerintah berharap prinsip tersebut akan menjadi dasar pergeseran paradigma pengelolaan sampah dengan harus bergerak ke hulu. Sehingga, kata Wabup, upaya-upaya pengurangan sampah menjadi penentu yang penting. Serta, pengklasifikasikan kota menurut leveled playing system. Artinya kota dan kabupaten akan bersaing dalam level kapasitas sistem pengelolaan sampah dan pemenuhan ruang terbuka hijau yang setara. Ia pun bersyukur, Kabupaten Malang pun mampu meraih prestasi bergengsi di bidang kebersihan itu. https://bandarlampungkota.go.id/blog/kata-bijak-bahasa-inggris/

”Tentunya, prestasi ini diraih setelah upaya pengelolaan lingkungan dan sampah mendapat poin lebih dari kementerian. Prestasi 11 kali berturut-turut dalam pengolahan lingkungan hidup ini karena kerja keras dan sinergi antara pemerintah dengan masyarakat dan berbagai pihak terkait yang peduli lingkungan. Terlebih, memperkuat daya dukung lingkungan hidup merupakan bagian dari tiga strategi umum pembangunan oleh Pemkab Malang,” jelasnya.

Pemkab Malang melalui Dinas Lingkungan Hidup

Banyak proses dilalui Pemkab Malang melalui Dinas Lingkungan Hidup dalam upaya mempertahankan prestasi Adipura. Diantaranya, mendirikan bank sampah yang kini hampir seluruhnya sudah memiliki bank sampah aktif. Masyarakat juga melakukan pengelolaan sampah secara mandiri. Ada  juga pengolahan sampah 3R (Reduce, Reuse, Recycle), dan Tempat Penampungan Akhir (TPA) berbasis Edukasi dan Wisata. Selain itu ada 60 titik pantau kota bersih, hijau dan teduh, berada di sekolah, pasar, perkantoran, ruang publik dan TPA. Bahkan, Kabupaten Malang memastikan diri sebagai daerah percontohan dalam pengelolaan sampah terbaik skala nasional.

‘Seperti di TPA Wisata Edukasi Talangagung

Kepanjen menjadi ruang belajar dalam pengelolaan sampah menjadi gas methane sebagai sumber bahan bakar masyarakat. Pada tahun 2018, Kabupaten Malang menargetkan raih Adipura Kencana, dan semoga terwujud. Harapan saya, seluruh masyarakat Kabupaten Malang tetap menjaga kepedulian dan bertanggung jawab terhadap lingkungan sekitarnya. Mewujudkan Kabupaten Malang yang bersih, teduh dan bebas polusi,” tambah Wabup kepada Humas dan Protokol Setda Kabupaten Malang.

Diawal tahun 2019

KLHK memberikan anugerah Adipura periode 2017-2018 kepada 146 penerima penghargaan. Terdiri dari satu Adipura Kencana, 119 Adipura, 10 Sertifikat Adipura, dan lima Plakat Adipura. KLHK juga memberikan penghargaan Nirwasita Tantra 2018 kepada tiga Gubernur, enam Walikota dan enam enam Bupati. Pada periode sebelumnya, Bupati Malang, Dr. H. Rendra Kresna menerima penghargaan Nirwasita Tantra tersebut dari Wapres.

Kapitalisme Eropa dan Kehadiranya VOC di Nusantara

Kapitalisme Eropa dan Kehadiranya VOC di Nusantara

Kapitalisme Eropa dan Kehadiranya VOC di Nusantara

Kapitalisme Eropa dan Kehadiranya VOC di Nusantara

Kapitalisme Eropa dan Kehadiranya VOC di Nusantara

 

Kapitalisme Eropa membawa dampak yang sangat besar

terhadap perdagangan di Asia Tenggara. Hal ditadai dengan datanganya pertama kali bangsa portugis di Malaka dan disusul oleh Belanda dan Inggris. Kedatangan bangsa barat ke Asia Tenggara tidak terlepas dari keadaan di Eropa pada masa itu. Dimana kekuasaan islam berhasil menguasai perdagangan di Eropa akan tetapi orang – orang eropa seperti bangsa Portugis berhasil mencapai kemajuan dibidang teknologi tertentu yang kemudian melibatkan bangsa portugis dalam sala satu pertualangan mengarungi samudera yang paling berani pada zmaannya. Sehingga Untuk menjelajah kearahh timur petunjuk didapat melalui informasi – informasi dari Marcopolo[1].

Kedatangan portugis di Asia dilatar belakangi kejatuhan konstatinopel

ketangan turki sehingga pusat – pusat perdangangan di Timur Tengah termasuk sebagian daerah Mediterania dikuasai oleh orang – orang islam. Dengan ini monopoli perdagangan antara Eropa dan Asia jatuh ketangan orang islam yang menjual harga rempah – rempah dengan sangat tinggi. Keadaan inilah yang membuat bangsa Portugis mulai sadar mereka harus mendapatkan rempah – rempah sendiri dan datang kedunia timur yaitu Indonesia. Keinginan ini juga tidak terlepas untuk mengembagkan ajaran kristen sekaligus mengahancurkan kekuasaan islam, apalagi setelah islam menguasai Semenajung Liberia. Sehingga tahun 1511 Alfonso alburquerque menaklukan Malaka.

Belanda datang ke Asia tahun 1640

sebelum Belanda datang ke Asia dibawah pimpinan Cornelis De Houtman 1596. Bangsa belanda merupakan pedagang – pedangan yang mengambil rempah – rempah dari Indonesia di Lisabon ( Portugal) dan dan memperdagangkan keseluruh Eropa . tahun 1594 Belanda dilarang mengambil rempah – rempah di Lisabon karena ketika itu Lisabon merupakan wilayah Spanyol yang baru siap melawan Belanda dalam perang 80 tahun. Karena itulah Lisabon tidak mau menjual rempah – rempah kepada Belanda sehingga Belanda mencari sendiri pusat rempah – rempah kedunia timur. Yang memudahkan Belanda sampai kedunia timur adalah buku “ Itinerario oleh Van Linschoten”[2]. Kedatagan Belanda membuat geram Portugis yang waktu itu penguasa Selat Malaka dan Rempah di Goa. Belanda berhasil menduduki Malaka tahun 1641 setelah mengalahkan Portugis.

Inggris tidak begitu melihat persainganya di Malaka

Karena Inggris juga tidak bisa menandingi kekuasaan Belanda di Malaka. Perimbangan kekuasaan setahap demi etahap berubah hal ini dsiebabkan karena revolusi Prancis dan perang Napeleon di Eropa, dimana tentara Napaleon berhasil menduduki Belanda dan seluruh daerah jajahan Belanda jatuh ke Tagan Inggris termasuk Asia tengara dan Inggris memanfaatkan kondisi ini untuk merebut Malaka ( 1975 ) dan Nusantara (1811). Setelah berakhir perang Napoleon nanti seluruh wilayah jajahan Belanda dikembalikan kepada Belanda oleh Inggris. Sedangankan di Nusantara Inggris hanya menduduki Bengkulu.

Sumber : https://dosen.co.id/

Tingkatkan SDM, Kementrian ESDM Adakan Kerjasama dengan Dinas Pendidikan Jawa Barat

Tingkatkan SDM, Kementrian ESDM Adakan Kerjasama dengan Dinas Pendidikan Jawa Barat

Tingkatkan SDM, Kementrian ESDM Adakan Kerjasama dengan Dinas Pendidikan Jawa Barat

 

Tingkatkan SDM, Kementrian ESDM Adakan Kerjasama dengan Dinas Pendidikan Jawa Barat

Guna meningkatkan kualitas dan daya saing sumber daya manusia Indonesia

Pusat Pengembangan Sumber Daya Kelistrikan, Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (PPSDM KEBTKE) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) bekerja dengan Bidang Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (PSMK) Dinas Pendidikan Jawa Barat. Salah satu bentuk kerjasamanya adalah meningkatkan akses sertifikasi lulusan SMK yang terkait dengan bidang energi dan sumber daya mineral.

Kepala Subbidang Evaluasi PPSDM KEBTKE

Ahmad Nasarudin mengutarakan, kerjasama ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang ketenagalistrikan di tingkat SMK. Program ini juga merupakan langkah mengimplementasikan Instruksi Presiden (Inpres) nomor 9 tahun 2016 tentang Revitalisasi Sekolah Menengah Kejuruan Dalam Rangka Peningkatan Kualitas dan Daya Saing Sumber Daya Manusia di Indonesia.

“Berangkat dari Inpres tersebut

kami bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Jawa Barat untuk meningkat kualitas siswa SMK, khususnya di bidang ketenagalistrikan dengan melakukan uji kompetensi untuk mendapatkan sertifikasi,” tutur Nasarudin saat ditemui di Kantor Dinas Pendidikan Jawa Barat, Jalan Radjiman nomor 6, Kota Bandung, Senin, 8 Oktober 2018.

Karena masih tahap awal

kerjasama ini masih berbentuk sosialisasi dari pihak PPSDM KEBTKE ke seluruh Kepala Sekolah SMK Jawa Barat yang akan dilaksanakan besok di Wisma PPSDM Aparatur, Jalan Cisitu Lama nomor 37, Kota Bandung.

Nasarudin berharap, lewat kegiatan ini peserta didik SMK semakin berdaya saing dan berkeunggulan untuk menyambut Masyarakat Ekonomi Asian (MEA). “Dari pemetaan yang kita buat, Jawa Barat sangat berpotensi  memenuhi kriteria untuk meningkatkan peserta didik yang unggul dan memiliki kompetensi yang lebih baik,” ucap Nasarudin.

Staf PSMK Dinas Pendidikan Jawa Barat, Nelli Yohana menyambut baik kerjasama tersebut. Ia mengatakan dengan diadakannya sertfikasi untuk peserta didik SMK akan meningkatkan kualitas peserta didik Jawa Barat di bidang ketenagalistrikan. “Kami sangat merespon baik program yang akan diadakan oleh PPSDM KEBKTE Kementrian ESDM. Kita berharap di proses sosialiasi besok, banyak SMK yang tertarik untuk mengikuti kerjasama tersebut,” tutur Nelly.

 

Artikel Terkait:

Olahraga Bocce, Latih Konsentrasi dan Rangsang Motorik Anak Bekebutuhan Khusus

Olahraga Bocce, Latih Konsentrasi dan Rangsang Motorik Anak Bekebutuhan Khusus

Olahraga Bocce, Latih Konsentrasi dan Rangsang Motorik Anak Bekebutuhan Khusus

 

Olahraga Bocce, Latih Konsentrasi dan Rangsang Motorik Anak Bekebutuhan Khusus

Bocce atau boccia

Bocce atau boccia merupakan salah satu olahraga khusus anak-anak penyandang tunagrahita, yang masih belum dikenal namanya di Indonesia. Boccia ini menjadi salah satu cabang olahraga yang dipertandingkan di Asian Para Games 2018. Selain di Asian Para Games 2018, olahraga ini pun diperkenalakan di Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN) 2018 yang dilaksanakan di Yogyakarta pada beberapa waktu lalu.

Boccia merupakan olahraga melempar bola yang bertujuan untukmecapai atau mendekati satu target

Pada olahraga Boccia, terdapat tiga nomor pertandingan, yaitu nomor individu, pasangan dan beregu. Pemainnya terdiri tiga orang yaitu BC 1, satu orang dan BC 2, dua orang. Seperti dirilis dari kompas.com, ada empat kategori pertandingan unutk nomor individu, yakni BC1, BC2, BC3, dan BC4.

Ada 3 warna bola dalam Boccia, yakni putih, merah, dan biru. Bola putih disebut dengan bola Jack yaitusasaran lempar bola merah dan enam bola biru yang dipegang tim. Semakin dekat jarak bola dengan sasaran, semakin besar kesempatan untuk memenangi pertandingan. Jarak bola dihitung menggunakan alat ukur yang berbentuk seperti jangka. Pelemparan bola dilakukan bergantian. Durasi pertandingannya juga berbeda di setiap nomor. Durasi empat menit untuk individu, lima menit untuk pasangan, dan enam menit untuk beregu.

Olahraga Boccia sangat baik untuk anak-anak Tunagrahita

Dalam olahraga ini, anak dituntut untuk melakukan beberapa gerakan sederhana yang baik untuk merangsang saraf dan gerakan motorik tubuh. Olahraga ini dapat melatih mototrik tangan dan kaki, melatih konsentrasi hingga melatih sosialisasi saat berada dalam tim.

Kepala Sekolah SLB-B Sukapura

Anna Bhudiarti mengatakan olahraga ini dapat melatih kemampuan membidik dan melatih keseimbangan. Anak-anak dibimbing agar melempar bola sejauh-jauhnya, sehingga dapat diukur sejauh mana bola tersebut terjatuh. Selain itu, permainan bola ini dapat meningkatkan konsentrasi.

“Permainan ini pertama kali berasal dari Inggris, khusus diberikan untuk anak-anak down  syndrome. Saat diberikan ternyata mereka juga mampu membidik sesuai arahan,” ujar Anna.

 

Sumber : https://pengajar.co.id/

Olimpiade

Olimpiade

Olimpiade

Olimpiade

Olimpiade

Pertandingan Olimpiade (bahasa Perancis: les Jeux olympiques, JO) adalah ajang olahraga internasional empat tahunan yang mempertandingkan cabang-cabang olahraga musim panas dan musim dingin serta diikuti oleh ribuan atlet yang berkompetisi dalam berbagai pertandingan olahraga. Olimpiade merupakan kompetisi olahraga terbesar dan terkemuka di dunia, dengan lebih dari 200 negara berpartisipasi.

Awalnya, Olimpiade hanya berlangsung di Yunani kuno sampai akhirnya pada tahun 393 M Olimpiade kuno ini dihentikan oleh Kaisar Romawi, Theodosius. Olimpiade kemudian dihidupkan kembali oleh seorang bangsawan Perancis bernama Pierre Frèdy Baron de Coubertin pada tahun 1896. Dalam kongres pada tahun 1894 yang diselenggarakan di Paris, didirikanlah Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan ibu kota Yunani, Athena dipilih sebagai tuan rumah Olimpiade modern pertama tahun 1896. Selanjutnya, sejak tahun 1896 sampai sekarang, setiap empat tahun sekali Olimpiade Musim Panas senantiasa diadakan kecuali tahun-tahun pada masa Perang Dunia II. Edisi khusus untuk olahraga musim dingin; Olimpiade Musim Dingin, mulai diadakan pada tahun 1924. Awalnya Olimpiade Musim Dingin diadakan pada tahun yang sama dengan Olimpiade Musim Panas, namun sejak tahun 1994 Olimpiade Musim Dingin diadakan setiap empat tahun sekali, dengan selang waktu dua tahun dari penyelenggaraan Olimpiade Musim Panas.

Evolusi yang dilakukan oleh IOC selama abad ke-20 dan 21 telah menyebabkan beberapa perubahan pada penyelenggaraan Olimpiade. Beberapa penyesuaian dilakukan, termasuk penciptaan Olimpiade Musim Dingin untuk olahraga es dan salju, Paralimpiade untuk atlet dengan kekurangan fisik dan Olimpiade Remaja untuk para atlet remaja. Dalam perkembangannya, Olimpiade telah menghadapi berbagai tantangan, seperti pemboikotan, penggunaan obat-obatan, penyuapan dan terorisme. Olimpiade juga merupakan kesempatan besar bagi kota dan negara tuan rumah untuk menampilkan diri kepada dunia.

Di Indonesia, Olimpiade yang sering dikenal dan secara rutin diikuti adalah Olimpiade Musim Panas. Indonesia sendiri pertama kali berpartisipasi pada Olimpiade Helsinki 1952 di Finlandia, dan tak pernah absen berpartisipasi pada tahun-tahun berikutnya, kecuali pada tahun 1964 dan 1980.

Sejak ribuan tahun lalu bangsa Yunani sudah mengenal olahraga dalam arti yang paling sederhana. Mereka melakukannya untuk kepentingan pasukan perang atau kemiliteran. Dengan berolahraga diharapkan para prajurit akan tangkas dan sigap dalam bertempur. Olimpiade yang paling awal konon sudah diselenggarakan bangsa Yunani kuno pada tahun 776 Sebelum Masehi. Kegiatan itu diikuti seluruh bangsa Yunani dan dilangsungkan untuk menghormati dewa tertinggi mereka, Zeus. Zeus bermukim di Gunung Olimpus yang kemudian dipakai sebagai nama Olimpiade hingga sekarang. Olimpiade kuno juga diselenggarakan setiap empat tahun, para olahragawan terbaik dari seluruh Yunani berdatangan ke arena di sekitar Gunung Olimpus. Mereka bertanding secara perorangan, bukan atas nama tim. Para atlet yang akan bertanding terlebih dulu berlatih keras selama sepuluh bulan di daerah masing-masing. Dulu, di Yunani sering terjadi perang saudara, namun ketika pesta olahraga berlangsung, pihak yang bertikai melakukan gencatan senjata. Siapa yang melanggar konsensus akan dikenakan denda. Bangsa Sparta pernah diharuskan membayar denda karena melanggar gencatan senjata selama Perang Peloponnesus. Menjelang pertandingan, panitia pelaksana menyembelih babi kurban.

Saat ini di wilayah Olympia, Yunani terdapat sekelompok bangunan kecil dan gelanggang di alam terbuka. Sisa-sisa puing gelanggang latihan itu merupakan peninggalan arkeologis yang dilestarikan pemerintah Yunani. Pada pesta Olimpiade kerap terjadi perjanjian perdamaian atau persekutuan antar bangsa. Juga timbul berbagai kegiatan transaksi. Barang-barang yang dijajakan antara lain anggur, makanan, jimat, dan benda-benda ibadah. Olimpiade kuno mempertandingkan cabang-cabang atletik seperti lari, loncat, dan lempar. Ada juga pacuan kuda dan pacuan kereta. Karena aturannya belum baku, para penonton sering terkena lemparan batu atau ditabrak kereta kuda para peserta.

Di Olympia juga masih dijumpai batu-batu yang merupakan pijakan olahraga lari. Pijakan batu itu disusun sedemikian rupa agar para pelari bisa mendapat ruang gerak ke kiri dan ke kanan. Pada saat start para pelari harus menempatkan telapak kaki pada batu-batu pijakan itu. Ada pula panel-panel tentang lomba lari khusus membawa perisai. Lomba ini banyak disukai penonton karena dianggap lucu. Pembukaan Olimpiade selalu diwarnai lomba kereta dengan empat kuda. Sekitar 40 kereta dijajarkan dalam kandang di gerbang keluar. Jarak yang ditempuh hampir 14 km, yakni 12 kali pulang pergi antara dua tiang batu yang ditancapkan di tanah. Berbeda dengan Olimpiade modern, dulu mahkota kemenangan tidak diberikan kepada sais atau joki, melainkan kepada pemilik kereta dan kuda yang umumnya orang-orang kaya. Orang kaya yang haus kehormatan biasanya mengirim paling sedikit tujuh kereta kuda untuk mengikuti perlombaan.

Berbagai pertandingan dalam Olimpiade kuno boleh dikatakan serba keras. Para pelari berpacu secepat-cepatnya tanpa memakai alas kaki. Para penunggang kuda berlomba habis-habisan tanpa pelana atau sanggurdi. Para peloncat membawa pemberat yang diayun-ayunkan untuk menambah dorongan maju. Olahraga yang terkeras adalah pankration, yakni perpaduan antara gulat dan tinju gaya tradisional. Para atlet boleh menyepak atau mencekik lawan, yang tidak diperbolehkan adalah memijit mata, menggigit, dan mematahkan jari. Fairplay benar-benar diperhatikan para atlet. Beberaba artefak purba memperlihatkan adegan tinju antara dua atlet. Pemenang adu tinju adalah pihak yang dapat memukul kepala lawan. Pihak yang kalah harus mengacungkan jari tanda mengaku kalah.

Olimpiade kuno hanya boleh ditonton dan diikuti oleh para pria. Sebab para atlet harus bertanding dengan tubuh telanjang, kecuali untuk kesempatan khusus, seperti lomba kereta kuda. Mereka berbusana beraneka ragam untuk menunjukkan status sosial si pemilik kereta dan kuda. Bagi orang Yunani telanjang merupakan cara paling sesuai untuk berolahraga. Mereka bangga kalau memiliki tubuh yang atletis. Pemenang pertandingan mendapatkan mahkota dedaunan, seperti daun zaitun liar sebagai pengganti medali. Kadang-kadang sang juara diarak masuk kota melalui sebuah lubang yang dibuat khusus pada tembok kota. Mereka dielu-elukan di jalan kota dan disambut pembacaan puisi. Penghargaan lain kepada olahragawan berprestasi berupa pembebasan dari pajak dan mendapat makanan gratis. Beberapa kota juga memberikan bonus uang dalam jumlah besar. Bahkan di kota kediaman pemenang didirikan patung mereka. Banyak patung batu dan perunggu masih tersisa sampai kini dan itulah hadiah paling abadi milik sang juara. Salah satu bagian cabang atletik yang masih tetap dikenal hingga kini adalah maraton, yakni perlombaan lari sejauh kira-kira 42 km.

Olimpiade mencapai puncaknya pada abad ke-6 dan ke-5 SM, tetapi kemudian secara bertahap mengalami penurunan seiring jatuhnya Yunani ke tangan Romawi. Tidak ada konsensus yang menyatakan secara resmi mengenai berakhirnya Olimpiade, namun teori yang paling umum dipegang saat ini adalah pada tahun 393 M, saat Kaisar Romawi, Theodosius menyatakan bahwa semua budaya praktik-praktik kuno Yunani harus dihilangkan. Kemudian, pada tahun 426 M, Theodosius II memerintahkan penghancuran semua kuil Yunani. Setelah itu, Olimpiade tidak diadakan lagi sampai akhir abad ke-19.

Ajang olahraga pertama yang pelaksanaannya serupa dengan Olimpiade kuno adalah L’Olympiade de la République, sebuah festival olahraga nasional yang diadakan pada tahun 1796 sampai 1798 selama masa Revolusi Perancis. Dalam pelaksanaannya, ajang ini mengadopsi beberapa peraturan-peraturan yang berlaku dalam Olimpiade kuno. Ajang ini juga menandai diterapkannya sistem metrik ke dalam cabang-cabang olahraga.

Pada tahun 1850 sebuah Kelas Olimpiade didirikan oleh Dr. William Penny Brookes di Much Wenlock, Shropshire, Inggris. Selanjutnya, pada tahun 1859, Dr. Brookes mengganti nama Kelas Olimpiade menjadi Olimpiade Wenlock. Ajang tersebut tetap diadakan hingga hari ini. Tanggal 15 November 1860, Dr. Brookes membentuk Perkumpulan Olimpiade Wenlock.

Antara tahun 1862 dan 1867, di Liverpool diadakan ajang Grand Olympic Festival. Ajang ini dicetuskan oleh John Hulley dan Charles Melly dan merupakan ajang olahraga pertama yang bersifat internasional, meskipun atlet-atlet yang berpartisipasi kebanyakan merupakan “atlet amatir”. Penyelenggaraan Olimpiade modern pertama di Athena pada tahun 1896 hampir identik dengan Olimpiade Liverpool. Pada tahun 1865, Hulley, Dr. Brookes dan EG Ravenstein mendirikan Asosiasi Olimpiade Nasional di Liverpool, yang merupakan cikal bakal terbentuknya Asosiasi Olimpiade Britania Raya. Selanjutnya, pada tahun 1866, sebuah ajang bernama Olimpiade Nasional Britania Raya diselenggarakan di London untuk pertama kalinya.

Semangat bangsa Yunani untuk menghidupkan kembali Olimpiade dimulai seiring dengan berlangsungnya Perang Kemerdekaan antara Yunani dengan Kekaisaran Ottoman pada tahun 1821. Ide untuk membangkitkan Olimpiade pertama kali dicetuskan oleh seorang penyair dan editor majalah bernama Panagiotis Soutsos lewat puisinya yang berjudul “Dialogue of the Dead” yang diterbitkan pada tahun 1833. Evangelis Zappas, seorang bangsawan Yunani-Rumania adalah orang yang pertama kali menulis kepada Raja Otto, menawarkan untuk mendanai kebangkitan Olimpiade. 14 Zappas mensponsori penyelenggaraan Olimpiade pada tahun 1859 yang diselenggarakan di pusat kota Athena. Atlet-atlet yang berpartisipasi dalam ajang tersebut berasal dari Yunani dan Kekaisaran Ottoman. Zappas juga mendanai perenovasian Stadion Panathinaiko kuno agar dapat dipakai sebagai tempat penyelenggaraan Olimpiade pada tahun-tahun berikutnya.

Stadion Panathinaiko digunakan sebagai tempat penyelenggaraan Olimpiade tahun 1870 dan 1875., 13–23, 81 Sekitar Tiga puluh ribu penonton menghadiri Olimpiade pada tahun 1870 namun tidak ada catatan kehadiran resmi yang tersedia untuk penyelenggaraan Olimpiade tahun 1875. Pada tahun 1890, setelah menghadiri Olimpiade Wenlock, seorang sejarawan Perancis bernama Baron Pierre de Coubertin terinspirasi untuk mendirikan Komite Olimpiade Internasional (International Olympic Committee/IOC). Coubertin punya ide untuk menyelenggarakan suatu ajang Olimpiade internasional setiap empat tahun sekali berdasarkan ajang Olimpiade Yunani yang dibangkitkan oleh Brookes dan Zappas. Dia mempresentasikan ide ini dalam kongres pertama IOC yang berlangsung pada tanggal 16-23 Juni 1894 di Universitas Sorbonne, Paris. Pada hari terakhir kongres, diputuskan bahwa penyelenggaraan Olimpiade internasional berada di bawah naungan IOC dan penyelenggaraan pertamanya akan dilangsungkan di Athena, Yunani pada tahun 1896. Hasil kongres juga memutuskan bahwa Demetrius Vikelas dari Yunani terpilih sebagai presiden IOC pertama.

Olimpiade 1896

Olimpiade pertama yang diadakan di bawah naungan IOC berlangsung di stadion Panathinaiko, Athena, pada tahun 1896. Olimpiade pertama ini diikuti oleh 14 negara dengan total 241 atlet yang berlaga dalam 43 pertandingan. Seperti janjinya pada Pemerintah Yunani, Zappas dan sepupunya, Konstantinos Zappas turut membantu membiayai penyelenggaraan Olimpiade 1896. George Averoff, seorang pengusaha Yunani bersedia untuk mendanai perenovasian stadion dalam rangka persiapan Olimpiade. Pemerintah Yunani juga turut menyediakan dana, berharap dana tersebut dapat diperoleh kembali melalui penjualan tiket dan dari penjualan set perangko peringatan Olimpiade pertama.

Sebagian besar atlet yang berpartisipasi dalam Olimpiade Athena 1896 berasal dari Yunani, Jerman, Perancis, dan Britania Raya. Negara-negara tersebut juga menguasai perolehan medali. Pada saat itu, wanita tidak boleh berpartisipasi. Penyelenggara menyebut kesertaan mereka tidak praktis, tidak menarik, dan tidak tepat. Sekitar 80.000 penonton hadir, termasuk Raja George I dari Yunani.

Meskipun Yunani tidak berpengalaman dalam menyelenggarakan ajang olahraga internasional dan awalnya juga mempunyai masalah keuangan, namun akhirnya berhasil mempersiapkan segalanya tepat waktu. Jumlah atlet yang berpartisipasi juga terbilang kecil jika dibandingkan dengan ukuran saat ini, namun Olimpiade 1896 merupakan keikut sertaan internasional terbesar untuk ajang olahraga pada masanya. Olimpiade tersebut pun terbukti sukses bagi rakyat Yunani.

Perubahan dan adaptasi

Setelah kesuksesan Olimpiade 1896, Olimpiade memasuki masa-masa stagnasi yang mengancam keberlangsungan ajang tersebut. Olimpiade Paris 1900 dan Olimpiade St. Louis 1904 adalah buktinya. Olimpiade Paris tidak memiliki stadion, namun ini adalah Olimpiade di mana pertama kalinya wanita diijinkan ikut serta dalam pertandingan. Olimpiade St. Louis tahun 1904 diikuti oleh 650 atlet, namun 580 di antaranya berasal dari Amerika Serikat. Hal-hal di atas menjadi dasar bagi IOC untuk melakukan perubahan pada Olimpiade. Olimpiade di tata ulang setelah diadakannya Olimpiade Interkala (disebut demikian karena Olimpiade ini adalah Olimpiade ketiga yang diadakan sebelum waktu penyelenggaraan Olimpiade ketiga) pada tahun 1906 di Athena. Olimpiade Interkala ini tidak diakui secara resmi oleh IOC dan tidak pernah diselenggarakan lagi sejak saat itu. Namun, Olimpiade Interkala yang diselenggarakan di Stadion Panathinaiko, Athena ini telah menarik minat banyak peserta secara internasional dan menghasilkan kepentingan publik yang besar, menandai kenaikan popularitas dan ukuran dari Olimpiade itu sendiri.

Olimpiade Musim Dingin

Olimpiade Musim Dingin (pertama kali diadakan di Chamonix, Perancis, pada tahun 1924) diciptakan untuk memperlombakan cabang-cabang olahraga musim dingin seperti seluncur es dan ski yang tidak bisa diperlombakan dalam Olimpiade Musim Panas. Seluncur es (tahun 1908 dan 1920) serta hoki (tahun 1920) pernah diperlombakan dalam ajang Olimpiade Musim Panas. IOC ingin memperluas daftar tersebut dengan ikut memperlombakan cabang-cabang olahraga untuk musim dingin lainnya. Pada kongres Olimpiade tahun 1921 di Lausanne, diputuskan untuk menyelenggarakan versi musim dingin dari Olimpiade. Acara bertajuk Pekan Olahraga Musim Dingin diadakan pada tahun 1924 di Chamonix, Perancis. Acara ini menjadi penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin pertama.

Pada awalnya, IOC memutuskan untuk menyelenggarakan Olimpiade Musim Dingin pada tahun yang sama dengan penyelenggaraan Olimpiade Musim Panas. Tradisi ini bertahan sampai Olimpiade Musim Dingin 1992 di Albertville, Perancis. Setelah itu, sejak tahun 1994 Olimpiade Musim Dingin diadakan setiap dua tahun berselang setelah penyelenggaraan Olimpiade Musim Panas. Jumlah negara yang berpartisipasi dalam Olimpiade Musim Dingin juga lebih sedikit dibandingkan Olimpiade Musim Panas, karena negara-negara yang berada di ekuator tidak mengenal olahraga musim dingin dan juga tidak memiliki fasilitas untuk olahraga tersebut.

Paralimpiade

Pada tahun 1948, Sir Ludwig Guttmann, yang bertekad untuk mempromosikan rehabilitasi prajurit yang cacat akibat Perang Dunia II menyelenggarakan pertandingan olahraga antar rumah sakit bertepatan dengan penyelenggaraan Olimpiade London 1948. Pertandingan tersebut dikenal sebagai Stoke Mandeville Games dan selanjutnya diselenggarakan setiap tahunnya selama dua belas tahun. Kemudian, dalam Olimpiade Roma 1960, Guttman membawa 400 atlet untuk berlaga dalam ajang Olimpiade Paralel, yang kemudian dikenal sebagai Paralimpiade pertama. Sejak itu, Paralimpiade telah diselenggarakan di setiap tahun penyelenggaraan Olimpiade. Dalam Olimpiade 1988, Seoul sebagai kota tuan rumah juga menjadi tuan rumah untuk penyelenggaraan Paralimpiade. Pada tahun 2001, Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan Komite Paralimpiade Internasional (IPC) menandatangani perjanjian yang menjamin bahwa kota tuan rumah Olimpiade juga akan dikontrak untuk menjadi tuan rumah Paralimpiade. Perjanjian ini mulai diberlakukan dalam penyelenggaraan Olimpiade Musim Panas Beijing 2008 dan Olimpiade Musim Dingin Vancouver 2010. Ketua panitia Olimpiade Musim Panas London 2012, Lord Coe, menyatakan soal penyelenggaraan Olimpiade dan Paralimpiade 2012 di London:

“ Kami ingin mengubah sikap publik terhadap kecacatan, merayakan kehebatan olahraga Paralimpik dan untuk menegaskan bahwa dua pertandingan ini adalah satu keseluruhan yang utuh. ”

Pada tahun 2010, Olimpiade menambah daftar pertandingannya dengan menyertakan Olimpiade Remaja ke dalam penyelenggaraan Olimpiade. Olimpiade Remaja ini dimaksudkan untuk memberi kesempatan kepada atlet yang berusia antara 14 sampai 18 tahun untuk berkompetisi dalam Olimpiade. Olimpiade Remaja sebenarnya sudah dicetuskan oleh Presiden IOC, Jacques Rogge pada tahun 2001 dan baru disetujui dalam Kongres IOC ke 119 pada tahun 2007. Olimpiade Remaja Musim Panas pertama diselenggarakan di Singapura pada tanggal 14-26 Agustus 2010, sedangkan Olimpiade Remaja Musim Dingin pertama diselenggarakan di Innsbruck, Austria pada bulan Januari 2012. Waktu penyelenggaraan Olimpiade Remaja ini akan lebih singkat dibanding Olimpiade yang lainnya; versi musim panasnya berlangsung selama dua belas hari, sedangkan versi musim dinginnya berlangsung selama sembilan hari. IOC mengizinkan 3.500 atlet dan 875 ofisial untuk berpartisipasi dalam Olimpiade Remaja Musim Panas, serta 970 atlet dan 580 ofisial di Olimpiade Remaja Musim Dingin. Cabang olahraga yang diperlombakan akan disesuaikan dengan Olimpiade yang lainnya, namun akan ada variasi pada beberapa cabang olahraga, misalnya tim negara campuran dan tim gender campuran serta dikuranginya beberapa cabang dan peraturan pertandingan.

Olimpiade masa kini

Dengan 241 atlet yang mewakili 14 negara pada tahun 1896, peserta Olimpiade terus tumbuh sepanjang tahun. Pada Olimpiade Beijing 2008, terhitung sebanyak 10.500 atlet dari 204 negara turut berkompetisi dalam Olimpiade. Sedangkan ruang lingkup dan skala dari Olimpiade Musim Dingin lebih kecil. Dalam Olimpiade Musim Dingin 2006 di Turin, Italia, cuma sekitar 2.508 atlet dari 80 negara yang berpartisipasi. Selama Olimpiade berlangsung, para atlet dan ofisial mereka tinggal di sebuah lokasi yang dinamakan “desa Olimpiade”. Desa ini dimaksudkan untuk menjadi sebuah lokasi mandiri bagi semua peserta Olimpiade. Lokasi tersebut juga dilengkapi dengan kafetaria, klinik kesehatan dan tempat ibadah.

IOC memperbolehkan pembentukan Komite Olimpiade Nasional (NOC) yang mewakili negara-negara yang tidak berdaulat namun diakui secara internasional. Akibatnya, negara-negara koloni, teritori dan dependensi diizinkan untuk berlaga di Olimpiade. Negara-negara ini termasuk wilayah seperti Puerto Riko, Bermuda, Palestina dan Hong Kong, yang semuanya berkompetisi membawa nama negara mereka sendiri meskipun secara hukum merupakan bagian dari negara lain. Pada tahun 2011, terdapat 206 NOC yang mewakili negara berdaulat dan daerah geografis lainnya. Kesemua 192 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa mempunyai Komite Olimpiade Nasional beserta 14 teritori lainnya. Sedangkan NOC lainnya yang belum diakui oleh IOC meliputi Catalan, Gibraltar Britania, Polinesia Perancis, Niue, Kosovo, Somaliland, Kaledonia Baru, Kurdistan Irak,Siprus Utara,Abkhazia,Kepulauan Faroe,Anguilla, Montserrat, dan Kepulauan Turk & Caicos

Gerakan Olimpiade terdiri dari sejumlah besar organisasi dan federasi olahraga nasional dan internasional, termasuk mitra media beserta atlet, ofisial, juri serta setiap orang dan lembaga yang setuju untuk mematuhi aturan dari Piagam Olimpiade. Sebagai organisasi payung dari Gerakan Olimpiade, Komite Olimpiade Internasional (IOC) bertanggung jawab untuk memilih kota tuan rumah, mengawasi perencanaan dan pelaksanaan Olimpiade, memperbaharui dan menyetujui cabang-cabang olahraga yang dipertandingkan dan bernegosiasi dengan sponsor serta pemberian hak siar pada media. Komite Olimpiade Internasional terdiri dari tiga badan utama, yaitu:

Federasi Internasional (International Federations/IF): merupakan badan yang mengawasi olahraga di tingkat internasional. Sebagai contoh: Federasi Internasional Sepak Bola (FIFA) adalah IF untuk olahraga sepak bola, Federasi Bola Voli Internasional (FIVB) adalah IF untuk olahraga bola voli. Saat ini ada 35 IF dalam Gerakan Olimpiade, mewakili masing-masing cabang olahraga yang dipertandingkan dalam Olimpiade.
Komite Olimpiade Nasional (National Olympic Committees/NOC): merupakan organisasi yang mengatur Gerakan Olimpiade di masing-masing negara. Sebagai contoh: Komite Olimpiade Amerika Serikat (USOC) adalah NOC Amerika Serikat, Komite Olimpiade Indonesia adalah NOC Indonesia, dan sebagainya. Saat ini ada 206 NOC yang diakui oleh IOC.
Komite Pengorganisasian Olimpiade (Organizing Committees for the Olympic Games/OCOG): merupakan komite sementara yang bertanggung jawab untuk perayaan saat Olimpiade berlangsung. OCOG dibubarkan setelah Olimpiade berakhir dan setelah laporan akhir dikirim ke IOC.
Bahasa Perancis dan bahasa Inggris merupakan bahasa resmi dari Gerakan Olimpiade. Bahasa lain yang digunakan pada setiap Olimpiade adalah bahasa negara tuan rumah. Setiap acara proklamasi (pengumuman nama-nama negara peserta dalam upacara pembukaan) diucapkan dalam tiga atau dua bahasa, tergantung pada negara tuan rumah; apakah negara tersebut menggunakan bahasa Inggris atau Perancis.

Kritik

IOC sering dikritik dan dicap sebagai “organisasi yang keras kepala” dengan para pemimpin yang penuh kontroversi. Avery Brundage dan Juan Antonio Samaranch adalah dua Presiden IOC yang paling kontroversial. Brundage adalah presiden yang menjabat lebih dari 20 tahun, dan selama masa jabatannya, Brundage melarang dan melindungi Olimpiade dari keterlibatan politik. Dia juga dituduh rasisme karena melarang delegasi dari Afrika Selatan bergabung dalam IOC. Sedangkan Di bawah pemerintahan Samaranch, IOC terpuruk kedalam kasus nepotisme dan korupsi. Hubungan antara Samaranch dengan rezim Franco di Spanyol juga menjadi sumber kritik.

Pada tahun 1998, terungkap bahwa beberapa anggota IOC telah menerima suap dari anggota komite Salt Lake City untuk menjadikan kota tersebut sebagai tuan rumah Olimpiade Musim Dingin 2002. Atas peristiwa ini, empat orang anggota IOC mengundurkan diri dan enam lainnya dipecat. Skandal ini telah memicu dilakukannya reformasi lebih lanjut mengenai pemilihan kota-kota yang akan menjadi tuan rumah Olimpiade untuk menghindari terjadinya kasus serupa pada masa mendatang.

Sebuah film dokumenter BBC berjudul Panorama: Buying the Games ditayangkan pada bulan Agustus 2004. Film ini menyelidiki tentang adanya dugaan suap dalam prosesi pemilihan London sebagai tuan rumah Olimpiade Musim Panas 2012. Disebutkan bahwa anggota Komite Olimpiade Britania Raya kemungkinan besar menyuap IOC setelah London kalah tipis dari Paris dalam pemilihan kota tuan rumah untuk penyelenggaraan Olimpiade Musim Panas 2012. Wali kota Paris, Bertrand Delanoë menuduh Perdana Menteri Inggris, Tony Blair dan anggota Komite Olimpiade London (yang diketuai oleh mantan juara Olimpiade Sebastian Coe) telah melakukan kecurangan dalam pemilihan kota tuan rumah Olimpiade Musim Panas 2012, namun tuduhan itu tidak pernah benar-benar diselidiki. Pemilihan Turin, Italia sebagai tuan rumah Olimpiade Musim Dingin 2006 juga penuh kontroversi. Seorang anggota IOC terkemuka bernama Marc Hodler menduga telah terjadi kasus suap oleh anggota panitia Turin terhadap anggota IOC. Tuduhan ini menyebabkan penyelidikan luas dan dari hasil penyelidikan, terbukti bahwa sebagian besar anggota IOC menolak pencalonan Sion, Swiss sebagai kota tuan rumah supaya Turin bisa mendapatkan status tersebut.

OC awalnya menolak pendanaan Olimpiade dari perusahaan sponsor. Namun, setelah presiden Avery Brundage pensiun pada tahun 1972, IOC mulai mengeksplorasi potensi media televisi dan pasar iklan yang akan menguntungkan mereka. Di bawah kepemimpinan Juan Antonio Samaranch, Olimpiade mulai membuka diri terhadap sponsor-sponsor internasional yang ingin mendanai Olimpiade dan menciptakan produk-produk dagang dengan logo Olimpiade.

Anggaran

Pada awal dan pertengahan abad ke-20, IOC dibiayai dengan anggaran yang kecil. Avery Brundage, presiden IOC periode 1952-1972 menolak mengkomersialisasikan IOC. Brundage menganggap bahwa komersialisasi di tubuh IOC akan berdampak terhadap pengambilan keputusan dalam organisasi tersebut. Brundage melarang perusahaan-perusahaan yang ingin mendanai Olimpiade dan menolak penggunaan logo Olimpiade untuk tujuan komersial. Ketika Brundage pensiun tahun 1972, IOC hanya memiliki aset sebesar $2 juta. Delapan tahun kemudian, pundi-pundi IOC telah membengkak menjadi $45 juta. Hal ini terutama sekali disebabkan oleh pergeseran ideologi IOC ke arah perluasan pendanaan Olimpiade melalui penarikan sponsor dan penjualan hak siar ke stasiun-stasiun televisi. Saat Juan Antonio Samaranch terpilih sebagai presiden IOC pada tahun 1980, dia berkeinginan untuk menjadikan IOC sebagai organisasi yang mandiri secara finansial.

Olimpiade Los Angeles 1984 merupakan Olimpiade yang paling menguntungkan dalam sejarah penyelenggaraan Olimpiade. Panitia Olimpiade Los Angeles yang dipimpin oleh Peter Ueberroth mampu menghasilkan surplus sebesar $ 225 juta, jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya pada waktu itu. Surplus sebesar itu sukses diraup oleh panitia berkat menjual hak sponsor hanya kepada perusahaan-perusahaan terpilih. IOC berusaha mengontrol hak-hak sponsor tersebut. Samaranch kemudian mendirikan The Olympic Program (TOP) pada tahun 1985 untuk menciptakan sebuah merek dagang Olimpiade. Keanggotaan di TOP sangat eksklusif dan mahal. Biaya untuk masuk saja sebesar $50 juta untuk keanggotaan selama 4 tahun. Perusahaan-perusahaan yang menjadi anggota TOP menerima hak eksklusif global untuk mengiklankan produk mereka dalam penyelenggaraan Olimpiade serta bebas menggunakan logo Olimpiade dalam publikasi dan iklan produk mereka.

Olimpiade Berlin 1936 adalah Olimpiade pertama yang penyelenggaraannya disiarkan melalui televisi, meskipun hanya untuk penonton lokal. Baru pada Olimpiade Musim Dingin 1956 di Cortina d’Ampezzo, Italia, acara Olimpiade disiarkan oleh televisi secara Internasional, dan pada Olimpiade Musim Dingin berikutnya, untuk pertama kalinya hak siar Olimpiade dijual ke saluran televisi CBS, yang membayar sebesar $394.000 untuk hak siar di Amerika Serikat, serta Uni Penyiaran Eropa (EBU) yang membayar sebesar $660.000 untuk hak siar di seluruh Eropa. Pada dekade berikutnya, Olimpiade memanfaatkan Perang Dingin untuk mengeruk keuntungan. Negara adidaya saling berebut supremasi politik, dan IOC ingin mengambil keuntungan melalui media penyiaran. Penjualan hak siar memungkinkan IOC untuk meningkatkan eksposur Olimpiade, sehingga menghasilkan keuntungan dan jumlah pemirsa yang lebih banyak, yang pada gilirannya akan menciptakan daya tarik bagi para pengiklan di televisi. Siklus ini memungkinkan IOC untuk menaikkan biaya penjualan hak siar Olimpiade. Sebagai contoh, CBS merogoh $375 juta untuk membeli hak siar Olimpiade Musim Dingin 1998 di Nagano, sedangkan NBC menghabiskan $3,5 miliar untuk mendapatkan hak siar seluruh pertandingan Olimpiade dari tahun 2000 sampai tahun 2012.

Jumlah pemirsa yang menonton Olimpiade meningkat secara eksponensial dari tahun 1960 sampai akhir abad ini. Hal ini disebabkan oleh penggunaan satelit untuk menyiarkan siaran langsung di seluruh dunia pada tahun 1964 dan pengenalan televisi berwarna pada tahun 1968. Perkiraan penonton global dalam Olimpiade Mexico City 1968 adalah 600 juta, sedangkan dalam Olimpiade Los Angeles 1984, jumlah penonton meningkat menjadi 900 juta. Jumlah ini terus membengkak menjadi 3,5 miliar pada Olimpiade Barcelona 1992. Namun, pada Olimpiade Sydney 2000, NBC mencatatkan jumlah pemirsa terendah untuk setiap ajang Olimpiade sejak tahun 1968. Hal ini antara lain disebabkan oleh dua faktor: meningkatnya persaingan dari saluran televisi kabel dan perkembangan internet, yang mampu menampilkan hasil dan video pertandingan secara tepat waktu. Sementara perusahaan televisi masih mengandalkan rekaman tunda pertandingan, suatu hal yang sangat ketinggalan di era informasi. Penurunan jumlah pemirsa membuat saluran televisi harus mengurangi iklan yang berarti kurangnya pemasukan bagi mereka. Dengan biaya yang tinggi untuk menyiarkan pertandingan ditambah dengan tekanan dari internet dan meningkatnya kompetisi dari TV kabel membuat perusahaan televisi pemegang hak siar menuntut konsesi dari IOC untuk meningkatkan jumlah pemirsa. IOC menanggapinya dengan membuat sejumlah perubahan pada acara pertandingan Olimpiade. Pada Olimpiade Musim Panas, kompetisi cabang-cabang olahraga populer seperti senam, renang dan loncat indah ditayangkan pada jam-jam primetime, yaitu pukul 6 hingga 9 malam dan gala Champions ditambahkan untuk menarik minat pemirsa televisi. Hasilnya beragam: jumlah pemirsa pada Olimpiade Musim Dingin 2006 di Turin secara signifikan lebih rendah dibanding dengan jumlah pemirsa dalam Olimpiade Musim Dingin 2002 di Salt Lake City, sementara terjadi peningkatan tajam jumlah pemirsa pada Olimpiade Beijing 2008.

Biaya

Biaya Olimpiade (Musim Panas dan Musim Dingin) telah diteliti oleh sarjana Oxford, Bent Flyvbjerg dan Allison Stewart.  Mereka menemukan bahwa selama 50 tahun terakhir, penyelenggaraan Olimpiade dengan biaya paling mahal adalah Olimpiade Sochi 2014, yaitu US$ 51 miliar, diikuti oleh Olimpiade Beijing 2008 ($44 miliar), dan Olimpiade London 2012 ($14,8 miliar). Biaya di sini hanya mencakup biaya yang berhubungan dengan olahraga, tidak termasuk biaya umum lainnya seperti konstruksi jalan, rel, infrastruktur bandara, atau biaya pribadi lainnya seperti akomodasi dan investasi bisnis yang terjadi dalam persiapan Olimpiade yang besarnya bervariasi, tergantung kondisi ekonomi kota tuan rumah dan sulit untuk membandingkannya secara konsisten.

Flyvbjerg dan Stewart lebih lanjut menemukan bahwa cost overrun (pembengkakan biaya) merupakan masalah yang terus-menerus terjadi dalam penyelenggaraan Olimpiade:

Pembengkakan biaya dalam penyelenggaraan Olimpiade mencapai angka 100 %. Tidak ada mega proyek yang bisa diprediksi pembengkakan biayanya. Biasanya, mega proyek seperti konstruksi, infrastruktur, bendungan dan ICT biayanya dianggarkan secara bertahap dari waktu ke waktu, namun hal seperti ini tidak berlaku dalam penyelenggaraan Olimpiade.
Dengan rata-rata pembengkakan biaya riil 179 % dan 324 % secara nominal, pembengkakan biaya dalam Olimpiade secara historis merupakan yang terbesar dibanding mega proyek lainnya di dunia.
Pembengkakan biaya terbesar dalam sejarah Olimpiade terjadi dalam penyelenggaraan Olimpiade Montreal 1976 (796%), Barcelona 1992 (417%) dan Lake Placid 1980 (321%).
Data menunjukkan bahwa kota dan negara yang memutuskan untuk menjadi tuan rumah Olimpiade harus siap menghadapi risiko finansial terburuk mereka. Sebagai contoh, pembengkakan biaya dalam Olimpiade 2004 menyebabkan Athena mengalami kebangkrutan dan harus berutang, secara substansial turut memperburuk kondisi keuangan negara dan menjadi salah satu penyebab krisis ekonomi Yunani 2008-2012. Sementara itu, Montreal membutuhkan waktu 30 tahun untuk melunasi utang akibat pembengkakan biaya yang terjadi dalam penyelenggaraan Olimpiade 1976.
Pada akhirnya, Flyvbjerg dan Stewart menyimpulkan bahwa selama satu dekade terakhir, pembengkakan biaya dalam Olimpiade sudah mengalami penurunan. Untuk periode 2000-2010 rata-rata pembengkakan biaya adalah 47 %, padahal sebelum itu rata-ratanya mencapai 258 %. Namun, Olimpiade London 2012 telah mengembalikan tren ini dengan pembengkakan biaya yang dikeluarkannya yang menembus angka 101 persen; mengembalikannya ke angka tiga digit. Ke depannya, merupakan tantangan bagi para perencana dan pengelola Olimpiade untuk menurunkan kembali pembengkakan biaya tersebut.

Gerakan Olimpiade menggunakan simbol untuk mewakili cita-cita yang terkandung dalam Piagam Olimpiade. Simbol Olimpiade- yang lebih dikenal dengan nama cincin Olimpiade- terdiri dari lima buah cincin yang saling berkait dan merupakan kesatuan dari lima benua yang ada di bumi (Amerika, Afrika, Asia, Australasia dan Eropa). Versi berwarna dari simbol itu berupa cincin-cincin yang berwarna biru, kuning, hitam, hijau dan merah dengan latar berwarna putih yang membentuk bendera Olimpiade. Warna-warna ini dipilih karena setiap negara setidaknya memiliki satu dari warna-warna tersebut dalam bendera nasionalnya. Bendera ini diadopsi pada tahun 1914 tetapi baru dikibarkan pertama kali dalam Olimpiade Antwerpen 1920 di Belgia. Setelah itu, bendera ini selalu berkibar dalam perayaan Olimpiade setiap tahunnya.

Baca Artikel Lainnya:

Perbedaan Fill In Dan Fill Out Beserta Pola Lengkap Nya

Perbedaan Fill In Dan Fill Out Beserta Pola Lengkap Nya

Perbedaan Fill In Dan Fill Out Beserta Pola Lengkap Nya

Perbedaan Fill In Dan Fill Out Beserta Pola Lengkap Nya

Perbedaan Fill In Dan Fill Out Beserta Pola Lengkap Nya

Dalam bahan pelajaran Bahasa Inggris edisi kali ini, kita mencoba memahami perbedaan “"Fill in" dan "Fill out".

Nantinya setelah dijelaskan perbedaannya, kita sanggup memakai kedua kata tersebut tanpa merasa galau lagi.

Apakah anda pernah mengisi biodata baik itu di selembar kerta atau pengisian secara online ?

Bagi anda-anda yang bergelut dengan dunia internet, terkadang begitu anda mendaftar pada suatu situs untuk keperluan tertentu, terkadadang terdapat sebuah kalimat menyerupai :

“Please fill in the information in this form and click the Next button”
(Silahkan isi informasi dalam form ini dan klik tombol Next)

Nah kini coba bandingkan dengan kalimat berikut :

“Please fill out the document and send to me after you are done with all the information being asked”. (Silahkan isi dokumen dan kirim ke saya setelah selesai dengan semua informasi yang diminta)

Apa yang anda pikirkan dari kedua kalimat di atas ?

Sepintas jikalau kita artikan dalam bahasa indonesia, fill in dan fill out bermakna mengisi.
Bahkan ada yang menyampaikan bahwa English British lebih sering memakai "fill in"menyerupai pada kalimat :
“We fill in forms”Sedangkan  "fill out" lebih sering digunakan  dalam American English, menyerupai kalimat :
“they fill out forms”.

Lalu apa bedanya "fill in" dengan "fill out" ?

Walaupun ada beberapa sumber yang menyatakan kedua kata tersebut sama saja dan sanggup dipertukarkan penerapannya dan bermakna sama, dimana letak perbedaannya khusus pada kebiasaan penerapannya  : "fill in" dipakai dalam English British dan "fill out" dipakai dalam American English.

Namun banyak juga literatur yang menyatakan makna kedua kata tersebut tidak sama.

Fill in

Fill in digunkan dalam kondisi :

  • Untuk menulis informasi di ruang kosong, menyerupai pada formulir.
  • Digunakan ketika dalam bahasa tidak formal untuk menyediakan informasi yang sangat penting atau gres diperoleh.
  • Bertindak sebagai pengganti, seorang pemain pengganti yang mengisi pada menit terakhir.

 

Contoh dan Penjelasan : 

“Please fill in the name field on this form.”
(Silahkan isi kolom nama pada form ini.”)“Please fill in the blanks on the Test A of your exam.”
(Tolong diisi pada bab yang kosong di Tes A ujian anda).

I was not there, would you fill me in ?
(Saya tidak ada disana, maukah anda menggantikan saya ?)

Can you find someone to fill in for me while I’m away ?
(Bisakah kau mencari pengganti saya di ketika saya sedang tidak ada?)

Dan jikalau temukan kata to ‘fill someone in’  dalam sebuah kalimat, maka kata tersebut akan mempunyai arti perihal  mempersembahkan informasi kepada seseorang atau memberitahukan mereka mengenai sesuatu.

 

Berikut ini teladan kalimatnya :

Fill me in on all the news from your holiday.
(Ayo ceritakan apa saja yang terjadi selama liburan kamu)

Fill out

Fill out digunkan dalam kondisi :

  • Untuk melengkapi menyerupai formulir dengan mempersembahkan informasi yang dibutuhkan.
  • Digunakan ketika menyatakan seseorang lebih meliputi atau gemuk.

Contoh dan Penjelasan :

Filled out the job application carefully.
(Isilah aplikasi pekerjaaan dengan hati-hati)He filled out after age 35.
(Dia bertambah gemuk setelah berumur 35 tahun)

Kumpulan Puisi Guru Pendidikan

Kumpulan Puisi Guru Pendidikan

Kumpulan Puisi Guru Pendidikan

Kumpulan Puisi Guru Pendidikan

Seorang guru adalah Pendidik dan Pengajar pada pendidikan anak usia dini jalur sekolah atau pendidikan Formal, Pendidikan dasar, Pendidikan menengah. Guru-guru mempunyai semacam kualifikasi Formal, Di dalam Difinisi yang sangat luas. setiap orang yang mengajarkan suatu hal yang baru, bisa juga di anggab sebagai seorang guru.

Kumpulan Puisi Guru Pendidikan

Secara Formal Seorang guru adalah seorang pengajar di sekolah negri atau swasta yang memiliki kemampuan yang berdasarkan latar belakang pendidikan formal minimal berstatus Sarjana. Yang telah memiliki ketetapan hukum yang sah sebagai Guru yang berdasarkan Undang-undang Guru / Dosen yang berlaku. Nah sekarang berikut di bawah ini sengaja saya share buat anda Kumpulan Puisi Guru.

Terimakasih Guruku

Guru… Engkaulah pembimbing
Engkaulah mengjarku
Engkaulah pendidikku

Guru… Itulah julukanmu
Yang tak pernah bosan
Dalam mengajar dan membimbingku

Guru… Engkau bagaikan cahaya
Yang menerangi jiwa dan segala gelapnya dunia
Engkau adalah setetes embun yang menyejukkan hati

Guru… Engkau adalah pahlawan yang tak mengharapkan imbalan
Dan segala yang engkau lakukan
Engkau lakukan dengan keiklasan

Guru… Tampamu aku akan hancur
Tampamu aku akan sengsara
Tampamu aku akan sesat

Guru… Tampamu aku tak bisa menulis
Tampamu aku tak bisa membaca
Tampamu aku tak bisa berhitung

Guru… Terimakasihku ucapkan
Atas segala Jasa-jasa yang telah kau berikan
Selama ku belajar di sekolah ini
(Puisi Dari Anggita Nurul Taeyeon)

Guruku Pahlawaku

Andai kata matahari telah tiada
Dunia akan beku dan bisu
Pelangi takkan pernah terpancar
Kehidupan takkan pernah terlaksana

Di saat titik kegalauan menghampiri
Terlihat setitik cahaya yang kami cari
Yang tampak dari Sudut-sudut bibirmu
Dan Gerak-gerik tubuhmu

Engkau menyinari Jalan-jlan kami yang buntu
Yang hampir menjerumuskan masa depan
Engkau terangi kami dalam lentera ilmu
Yang takkan pernah sima di terpa angin usia

Guru… Engkau guru yang tak pernah mengharapkan balasan
Di saat kami tak mendengarkan mu
Engkau yang tak pernah mengeluh dan menyerah

Untuk mendidik kami

Darimu kami mengenal banyak hal
Tentang Warna-warna yang indah
Tentang garis yang harus di lukis
Juga tantang kata yang harus di baca
Engkau membuat hidup kami sangat berarti

Guru… Tiada kata yang pantas kami ucapkan
Selain terimakasih atas semua Jasa-jasa mu
Maafkan kami bila telah membuatmu kecewa
Jasa-jasamu akan kami semat abadi di sepanjang hidup kami
Terimakasih guruku.. Engkau pahlawanku
(Puisi Dari Upee)

Guru

Guru… Engkau membimbingku setiap hari
Setiap waktu dan setiap saat
Hatimu sungguh mulia
Engkau adalah orang tua yang ke dua dalam hidupku

Setiap hari…
Engkau curahkan ilmu
Untuk bekalku nanti
Engkau adlah Patriot pahlawan bangsa

Terimakasih guru ku
Karna engkaulah aku menjadi pintar
Engkau ku sebut…
Pahlawan tampa tanda jasa
(Puisi Dari Zaneta N.A.J)

Pahlawan Tampa Tanda Jasa

Pahlawan tampa tanda jasa
Adalah Guru ku
Yang mendidikku
Yang membekali ku ilmu

Dengan tulus dan sabar
Senyumu memberiku semangat
Menyongsong masa depan yang lebih baik
Setitik peluhmu

 

 

Baca Juga :

KANTOR VIRTUAL

KANTOR VIRTUAL

KANTOR VIRTUAL

KANTOR VIRTUAL

KANTOR VIRTUAL

Definisi

Kantor virtual adalah pekerjaan yang dapat dikerjakan di lokasi geografis manapun selama tempat itu terhubung dengan lokasi tetap perusahaan melalui sejenis komunikasi elektronik.

Keuntungan dari kantor virtual:

1. Pengurangan biaya fasilitas
2. Pengurangan biaya peralatan
3. Jaringan komunikasi formal
4. Pengurangan penghentian kerja
5. Kontribusi social

Kerugian dari kantor virtual:

1. Rasa tidak memiliki
2. Takut kehilangan pekerjaan
3. Semangat kerja rendah
4. Ketegangan keluarga

Strategi yang disarankan untuk kantor virtual

1. Sediakan sumber daya komputer
2. Sediakan akses ke sumber daya informasi
3. Sediakan perlengkapan non komputer
4. Gunakan konferensi telepon
5. Sediakan pertemuan rutin
6. Lakukan rutinitas kerja

Baca Artikel Lainnya:

Tugas Analisis Sistem Informasi

Tugas Analisis Sistem Informasi

Tugas Analisis Sistem Informasi

Tugas Analisis Sistem Informasi

Tugas Analisis Sistem Informasi

Sistem Manajemen

System manajemen pada perusahaan ini yaitu proses merumuskan dan mengimplementasikan strategi untuk mewujudkan visi secara terstruktur
Strategi yang digunakan perusahaan ini bercirikan mengandalkan anggaran tahunan, berjangka panjang, dan berfokus pasa kinerja keuangan.

System manajemen strategis tetap diperlukan perusahaan untuk berkembanng secara terencana dan terukur, sehingga memerlukan langkah-langkah strategis, dan perlu mengarahkan kemmpuan dan komitmen SDM untuk mewujudkan tujuan perusahaan .

Sistem penjualan

Subsistem informasi perusahaan yang mencakup kumpulan prosedur yang melaksanakan, mencatat, mengkalkulasi, membuat dokumen dan informasi penjualan untuk keperluan manajemen dan bagia lain untuk kepentingan.

System Produksi

Perusahaan yang telah kami amati juga memproduksi beberapa barang atau kebutuhan sehari-hari konsumen seperti tisu, kapas, air mineral, gula dll.

System jasa

Perusahaan ini juga melayani jasa pengiriman uang dengan cara instan, ddan bekerjasam, dengan salah satu biro jasa pengiriman uang yaitu western union.

System pemasaran

Berbagai cara yang dilakukan perusahaan ini untuk menarik konsumen agar berbelanja di tempat ini, yaitu dengan memberikan potongan harga pada produk-produk tertentu , ada pula harga khusus, undian maupun hadiah langsung yang diberikan perusahaan ini.

System distribusi

System distribusi dirancang seefisien mungkin dengan jarinagm pemasok yang handal dalam menyediakan produk terkenal dan berkualitas serta SDM yang kompeten, menjadikan perusahaan ini memberikan pelayanan terbaik keada konsumen.

System teknologi informasi

System teknologi informasi perusahaan pada setiap point of sales setiap gerai mencakup system penjualan, persediaan dn penerima barang. System ini dirancang untuk memenuhi kebutuhan saaat ini dengan memperhatikan perkembanngan jumlah gerai dan jumlah transaksi dimasa mendatang.

Sumber: https://sel.co.id/