twittsev.com

Situs Web Pendidikan Terupdate

Pendidikan

Pendidikan Karakter Harus Diperkuat

Pendidikan Karakter Harus Diperkuat

Pendidikan Karakter Harus Diperkuat

Pendidikan Karakter Harus Diperkuat

Pendidikan Karakter Harus Diperkuat

Pengamat dari Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Cecep Darmawan mengungkapkan, hingga saat ini jika dirata-rata tingkat pendidikan orang Indonesia masih belum lulus SMP.

Beberapa hal memang kita mengalami kemajuan dari sisi angka meskipun kita masih ketinggalan dalam rata-rata lama sekolah secara nasional, masih belum lulus SMP, artinya orang Indonesia yang sekian banyak yang lulusan S2, SE kalau di rata-rata masih banyak yang smp,” kata Cecep kepada Kantor Berita RMOLJabar, Sabtu (4/5).

Disaat yang bersamaan persaingan global membutuhkan sumber daya manusia (SDM)

ang unggul. Selain itu Cecep juga menyoroti dari sisi karakter, menurutnya perlu adanya penguatan pendidikan karakter.

“Karena beberapa hal banyak kita menyaksikan misalnya banyak penyimpangan-penyimpangan misalnya terkait lingkup moralitas, korupsi ada di bidang pendidikan kita juga menemukan beberapa hal seperti itu,” ujar Cecep.

Menurutnya sistem pendidikan di Indonesia saat ini masih temporer, dan terlalu jangka

pendek dengan hanya dilihat dari sisi kuantitatif angka-angka, untuk mengejar target internasional. Padahal substansinya, pendidikan adalah soal karakter, seperti halnya iman, taqwa, disiplin, dan mandiri.

“Makanya pengejaran kognisi-kognisi sekolahan melalui ujian itu harus dipertimbangkan ulang, jadi yang terpenting sebenarnya pemerintah sekarang mau seperti apa membuat pendidikan kita.” tandas Cecep.

 

Baca Juga :

 

 

Pendidikan Harus Memajukan Kebudayaan Bangsa

Pendidikan Harus Memajukan Kebudayaan Bangsa

Pendidikan Harus Memajukan Kebudayaan Bangsa

Pendidikan Harus Memajukan Kebudayaan Bangsa

Pendidikan Harus Memajukan Kebudayaan Bangsa

Pemerintah Kabupaten Purwakarta menggelar apel peringatan Hari Pendidikan Nasional

(Hardiknas) di Taman Pasanggrahan Padjajaran Purwakarta, Kamis

Sekretaris Daerah (Sekda) Purwakarta, Iyus Permana, yang hadir sebagai inspektur upacara, mengatakan, majunya sebuah kebudayaan karena kuatnya pendidikan dalam suatu bangsa.

Menurutnya, pembangunan pendidikan di Purwakarta yang berkarakter salah satu cara memupuk pendidikan dalam berkebudayaan sesungguhnya. “Dimana dalam pendidikan berkarakter dimaksudkan agar membentuk manusia berahlak mulia, berilmu, kreatif, serta mandiri dan bertanggung jawab,” kata Iyus dalam arahannya.

 

Iyus mengatakan bahwa dalam perspektif yang dijalankan Kemendikbud

pembangunan sumber daya manusia menekankan dua penguatan, yaitu pendidikan berkarakter dan penyiapan generasi terdidik yang terampil dalam memasuki dunia kerja.

Apalagi hadirnya revolusi 4.0 telah mempengaruhi cara kita hidup, bekerja, dan belajar. Sehingga tangtangan kedepan terutama generasi penerus untuk memiliki daya saing.

“Perkembangan teknologi yang semakin canggih pun dapat mempengaruhi cara berpikir, selain itu tangtangan kedepan agar kuat berdaya saing apalagi dengan adanya revolusi 4.0,” ucap Iyus.

 

Melalui momentum hari pendidikan nasional ini, Iyus mengajak kepada seluruh generasi muda

termasuk para pendidik terus berkonsentrasi menggali potensi agar pendidikab bukan hanya nilai tapi esensi yang dibangun.

“Pendidikan nasional yang menitikberatkan pembangunan sumber daya manusia yang dilandasi karakter yang kuat, keterampilan, dan kecakapan yang tinggi, sehingga mampu menjawab tantangan perkembangan zaman yang kompetitif,” ujarnya.

Apel peringatan Hari Pendidikan Nasional, diikuti oleh seluruh ASN Pemda, hingga para pendidik termasuk siswa di Purwakarta

 

Sumber :

https://dcckotabumi.ac.id/pages/sejarah-proklamasi/

Telkom University Jadi Kampus Pertama Miliki Command Center

Telkom University Jadi Kampus Pertama Miliki Command Center

Telkom University Jadi Kampus Pertama Miliki Command Center

Telkom University Jadi Kampus Pertama Miliki Command Center

Telkom University Jadi Kampus Pertama Miliki Command Center

Telkom University menjadi kampus pertama di tanah air yang kini

mulai membangun Command Center atau Pusat Komando Keamanan Berbasis Teknologi.

Perguruan tinggi ternama yang berdiri di Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung itu juga menyiapkan panic botton (tombol panik) dibeberapa titik area kampus.

Rektor Telkom University Adiwijaya berharap Command Center ini bisa membuat civitas akademika bisa merasa aman dan nyaman selama ada di kampus saat menimba ilmu.

 

“Dalam mendukung operasional command center akan disiapkan 300 CCTV

. Saat ini jumlah kamera CCTV baru terpasang 152 unit,” ungkap Adiwijaya kepada wartawan, Jumat (24/5).

Menurut Adiwihaya, jangkauan pemantauan keamanan CCTV yang disiapkan pihaknya ini tak hanya untuk di dalam kawasan kampus namun juga sampai ke area luar universitas.

“Untuk panic botton yang juga terhubung ke Command Center bisa digunakan oleh siapapun pada saat tengah terdesak dan perlu bantuan pihak keamanan,” katanya.

 

Tak hanya itu, lanjut Adiwijaya, Telkom University juga secara perdana kini

meluncurkan aplikasi Halo Rektor yang bisa diakses civitas akademika di kampusnya.

“Apalikasi itu untuk menyampaikan keluhan dan masukan kepada kampus. Langkah tersebut kami harapkan bisa meningkatkan perbaikan fasilitas dan layanan,” tandasnya.

 

Sumber :

https://dcckotabumi.ac.id/pages/contoh-soal-teks-ulasan-kelas-8/

Hubungan antara Konflik bersama dengan Terjadinya Integrasi Sosial

Hubungan antara Konflik bersama dengan Terjadinya Integrasi Sosial

Konflik merupakan bagian dari sistem sosial yang lumrah dan tidak mesti dihindari. Itu karena, konflik terjadi dapat berguna sebagai faktor positif atau pendukung bagi tumbuh kembangnya modal kedamaian sosial. Konflik nyatanya juga berupa konstruktif (membangun) terhadap keutuhan group dan integrasi sosial masyarakat di dalam skala yang lebih luas.

Manusia punya permintaan untuk bergaul. Dalam pergaulannya, terjadi suatu hubungan yang saling memengaruhi agar dapat menimbulkan suatu perasaan yang saling membutuhkan. Untuk mengenal upaya manusia yang merupakan bagian dari masyakatnya, terdapat beberapa perilaku yang terjalin bersama dengan tindakan dan hubungan sosial sebagai jalan untuk meraih target manusia sebagai makhluk sosial sebagai jalan untuk mencapat target manusia sebagai makhluk sosial. Selain itu, di dalam merawat segala tindakan dan hubungan sosial, juga terdapat nilai dan norma sosial sebagai standar penilaian umum yang dapat membentuk kedisiplinan hubungan antar manusia menuju terciptanya integrasi sosial yang mantap.

Pada dasarnya masyarakat berada di dalam suasana integrasi di dalam norma-norma dan nilai-nilai. Integrasi normatif diakui perlu, sebab;
Terwujudnya keselarasan norma, terjalin bersama dengan berbagai tingkah laku manusia di dalam suasana yang berlainan.
Terwujud tingkat kepatuhan yang tinggi antara norma-norma dan tingkah laku warga masyarakat yang sebenarnya. Oleh karena itu, kesepakatan mesti dan konsensus nilai-nilai merupakan asas integrasi sosial di dalam suatu masyarakat.
Masyarakat merupakan sistem yang terdiri atas komponen-komponennya, sebagai suatu sistem, masyarakat mempunyai manfaat integrasi untuk meraih suasana serasi, atau hubungan yang selaras di antara bagian-bagian dari suatu sistem sosial. Hal selanjutnya mencakup identitas masyarakat, keanggotaan seseorang di dalam masyarakat, dan lapisan normatif dari bagian-bagian itu.

Sebagai contoh, ada masyarakat petani, pedagang, pegawai pemerintah, pejabat, polisi, hakim, dll. Semua itu merupakan identitas manusia di dalam kehidupan masyarakat yang punya manfaat antara yang satu bersama dengan yang lainnya. Setiap bagian masyarakat itu dapat terjadi sesuai bersama dengan aturan-aturan di dalam bidang kehidupannya yang dianut sebagai nilai-nilai bersama.

Asasi integrasi sosial tidak hanya dilandaskan karena adanya saling kebergantungan di dalam kebutuhan ekonomi, juga dapat muncul dari efek adanya konflik khususnya dahulu. Konflik yang dimaksud tentu saja adalah yang menumbuhkan perasaan atau solidaritas ke dalam. https://www.biologi.co.id/6-ciri-ciri-makhluk-hidup/

Agar di di dalam masyarakat integrasi dapat terjadi bersama dengan baik, mesti diperhatikan faktor-faktor sosial yang memengaruhi kehidupan masyarakat, layaknya target yang hendak mengidamkan dicapai masyarakat, sistem sosial, sistem tindakan, dan sistem sanksi. Dengan kata lain, faktor-faktor yang memengaruhi sistem integrasi sosial adalah;
Tercapainya suatu konsensus tentang nilai-nilai dan norma-norma sosial.
Norma-norma yang berlaku berkesinambungan dan tidak berubah-ubah.
Ada target bersama dengan yang mengidamkan dicapai.
Anggota masyarakat saling tergantung di dalam mengisi kebutuhan-kebutuhannya.
Dilatarbelakangi oleh adanya konflik di dalam suatu kelompok.

Demikianlah ulasan tentang “Hubungan antara Konflik bersama dengan Terjadinya Integrasi Sosial”, yang terhadap peluang ini dapat dibahas bersama dengan lancar. Semoga berguna bagi yang membaca…

Baca Juga :

Faktor-Faktor Terbentuknya Integrasi

Faktor-Faktor Terbentuknya Integrasi

Integrasi sosial adalah proses penyesuaian di antara unsur-unsur yang saling tidak serupa yang ada didalam kehidupan sosial sehingga menghasilkan suatu pola kehidupan yang cocok fungsinya bagi masyarakat itu. Integrasi merupakan suatu proses sosial yang tidak sanggup ditunaikan dan ditempuh didalam sementara singkat. Sebab, integrasi membutuhkan proses pembudayaan sosial politik di antara suku bangsa yang ada. Integrasi bangsa wajib benar-benar diwujudkan gara-gara merupakan permintaan banyak pihak sehingga tercipta kecocokan dan ketertiban. Jangan hingga integrasi tersebut tetap dibayang-bayangi oleh konflik yang timbul gara-gara tidak terdapatnya kesadaran bakal pentingnya integrasi tersebut. Untuk mewujudkan integrasi masyarakat yang tangguh, dibutuhkan terdapatnya nilai-nilai umum yang sanggup menjadi pedoman bagi masyarakat didalam bertindak.

Ada beberapa syarat yang dibutuhkan sehingga integrasi didalam masyarakat itu tangguh dan tidak dibayang-bayangi munculnya suatu konflik.
Syarat-syaratnya;
Sebagian besar bagian masyarakat setuju mengenai batas-batas teritorial berasal dari negara sebagai suatu kehidupan politik di mana mereka menjadi warganya.
Sebagian besar bagian masyarakat itu bersepakat mengenai struktur pemerintahan dan aturan-aturan berasal dari pada proses-proses politik yang diberlakukan di semua masyarakat di atas lokasi itu.
Suatu integrasi nasional yang handal dan tangguh hanya bakal berkembang di atas konsensus nasional mengenai batas-batas suatu masyarakat politik dan proses politik yang berlaku bagi semua masyarakat itu. Selanjutnya, suatu konsensus nasional mengenai bagaimana suatu suatu kehidupan dengan sebagai bangsa itu, wajib diwujudkan atau diselenggarakan melalui suatu konsensus nasional mengenai proses nilai yang bakal mendasari hubungan-hubungan sosial di antara suatu masyarakat negara.

Integrasi sosial didalam bakal sanggup terwujud terkecuali ada faktor-faktor berikut;
Adanya rasa toleransi, saling menghormati, dan tenggang rasa.
Terjadinya perkawinan campuran antar suku.
Semakin tumbuhnya komunikasi dan transportasi antar daerah.
Meningkatnya solidaritas sosial yang tergoda intensifnya kerja sama group didalam masyarakat menghadapi perihal bersama.
Fungsi pemerintah yang semakin berlangsung baik dan bijaksana terutama yang menyentuh masyarakat bawah. https://materisekolah.co.id/contoh-teks-eksplanasi-pengertian-ciri-struktur-kaidah-kebahasaan-dan-contoh-lengkap/

Demikianlah ulasan mengenai “Faktor-faktor Terbentuknya Integrasi” yang pada kesempatan ini, sanggup di bahas dengan singkat. Semoga bermanfaat, bagi kamu para pembaca, cukup sekian dan hingga jumpa!

Baca Juga :

Perbedaan Suku Bangsa

Perbedaan Suku Bangsa

Diperkirakan nenek moyang bangsa Indonesia berasala dari Yunani, lantas melakukan perjalanan laut dan sampailah di Nusantara (Indonesia). Sebelum kehadiran orang-orang Yunani itu di Indonesia telah tinggal sebagian suku bangsa, yaitu Negrito dan Weddoid. Antara orang-orang Yunani dan suku asli Indonesia lantas berbaur hingga menjadi kebudayaan layaknya sekarang. Suku bangsa adalah anggota dari suatu bangsa. Suku bangsa membawa beberapa ciri mendasar tertentu. Ciri-cirinya kebanyakan mengenai bersama asal-usul dan kebudayaan. Ada sebagian ciri dapat digunakan untuk mengenal suatu suku bangsa, yaitu ciri bahasa, fisik, adat istiadat, dan kesenian yang sama, misal ciri fisik, pada lain warna kulit, rambut, wajah dan bentuk badan. Ciri inilah yang membedakan satu suku bangsa bersama suku bangsa lainnya.

Suku bangsa merupakan kumpulan kerabat (keluarga) luas. Mereka percaya bahwa mereka berasal dari keturunan yang sama. Mereka merasa sebagai satu golongan dan juga di dalam kehidupan sehari-hari mereka membawa bhs dan adat istiadat sendiri yang berasal dari nenek moyang mereka.

Menurut Koentjaraningrat suku bangsa artinya sekelompok manusia yang punya kesatuan budaya dan mengenai oleh kesadaran dan identitas itu, suku bangsa disering disebut Etnik. Kesadaran dan identitas kebanyakan diikuti oleh kesatuan bahasa, bersama demikian suku bangsa merupakan paduan sosial yang dibedakan dari golongan-golongan sosial gara-gara membawa beberapa ciri paling basic dan lazim mengenai bersama asal-usul dan area dan juga asal kebudayaan. Ada teori yang menunjukkan penduduk Indonesia berasal dari dataran Tiongkok Selatan, Provinsi Yunan sekarang. Ada juga teori “Nusantara”. Menurut teori pertama suku bangsa Yunan mampir ke Indonesia secara bergelombang. Ada dua gelombang terpenting.
Gelombang pertama kira-kira tiga ribu tahun yang lalu. Mereka yang pindah dalam periode ini lantas dikenal sebagai rumpun bangsa “Proto Melayu”. Proto Melayu disebut juga Melayu Polynesia. Rumpun bangsa Proto Melayu tersebar dari Madagaskar hingga Pasifik Timur. Mereka bermukim di area pantai. Termasuk dalam bangsa Melayu tua adalah suku bangsa Batak di Sumatera, Dayak di Kalimantan, dan Toraja di Sulawesi.
Gelombang ke dua terjadi kira-kira dua ribu tahun lalu, disebut “Deotro Melayu”. Mereka disebut penduduk Melayu muda. Mereka mendesak Melayu tua ke pedalaman Nusantara. Termasuk bangsa Melayu muda adalah suku bangsa Jawa, Minangkabau, bali, Makassar, Bugis, dan Sunda.
Menurut teori “Nusantara”, penduduk Indonesia tidak berasal dari luar. Teori di dukung banyak ahli, layaknya J. Crawfurd, K. Himly, Sultan Takdir Alisjahbana, dan Golys Keraf. Menurut para ahli ini, penduduk Indonesia (bangsa Melayu) telah punya peradaban yang tinggi pada abad ke-19 SM. Tidak diketahui secara tentu berapa jumlah suku bangsa di Indonesia. Diperkirakan ada 300 hingga 500 suku bangsa yang tinggal di Indonesia.

Perlu diketahui;
Keragaman suku bangsa Indonesia pada lain disebabkan oleh; perbedaan ras asal, perbedaan lingkungan geografis dan pertumbuhan daerah, perbedaan latar belakang, perbedaan agama atau kepercayaan, dan juga kebolehan adaptasi atau mengatur diri.
Ciri-ciri mendasar yang membedakan suku bangsa satu bersama lainnya, pada lain bhs daerah, adat istiadat, sistem kekerabatan, kesenian daerah, dan area asal. Keberagaman bangsa Indonesia diakibatkan oleh jumlah suku bangsa yang mendiami lokasi Indonesia.

Demikianlah ulasan mengenai “Perbedaan Suku Bangsa” yang pada kesempatan ini dapat di bahas bersama singkat dan untuk kurang lebihnya mohon maaf. Cukup sekian, semoga berfaedah bagi yang membaca. Terima Kasih…

Baca Juga :

Penanaman Perilaku Hidup Sehat Harus Dimulai dari Rumah dan Sekolah

Penanaman Perilaku Hidup Sehat Harus Dimulai dari Rumah dan Sekolah

Penanaman Perilaku Hidup Sehat Harus Dimulai dari Rumah dan Sekolah

Penanaman Perilaku Hidup Sehat Harus Dimulai dari Rumah dan Sekolah

Penanaman Perilaku Hidup Sehat Harus Dimulai dari Rumah dan Sekolah

Kemendikbud — Penanaman perilaku hidup sehat harus dimulai sejak dini,

dari lingkungan rumah dan sekolah. Perilaku hidup sehat yang sudah menjadi kebiasaan sejak kecil akan terbawa hingga seseorang dewasa.

Direktur Jenderal (Dirjen) Kesehatan Masyarakat Kementerian Kesehatan, Kirana Pritasari, mengatakan kunci penanaman perilaku hidup sehat adalah rumah dan sekolah. “Di rumah dan sekolah harus nyambung, kalau tidak akan terjadi kebingungan pada anak mana yang harus diikuti,” kata Kirana ketika membuka Lokakarya (Workshop) Akselerasi Usaha Kesehatan Sekolah/Madrasah (UKS/M) di Hotel Aston Jakarta Selatan, Senin (17/6/2019).

Jumlah anak usia sekolah yang mencapai 24 persen populasi rakyat Indonesia,

adalah jumlah yang sangat besar, dan harus dipersiapkan untuk menjadi generasi yang sehat jasmani dan rohani. “Bonus demografi yang akan terjadi di Indonesia hanya bisa dirasakan manfaatnya jika generasi mudanya sehat jasmani dan rohaninya, serta memiliki daya saing,” tambah Dirjen Kesehatan Masyarakat.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pembinaan Sekolah Menengah Kejuruan (Direktur PSMK) Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, M. Bakrun, mengatakan sinergi tim pembina UKS/M di pusat, provinsi, dan kabupaten/kota harus ditingkatkan. “UKS/M yang sudah digagas sejak 1984 harus lebih berdampak kegiatan-kegiatannya, dan ini menjadi tanggung jawab semua pihak terkait,” kata M. Bakrun.

Hal-hal yang dirumuskan dari lokakarya ini adalah desain besar pengembangan UKS/M,

dan rancangan Peraturan Presiden tentang pengembangan UKS/M. “Perpres ini sangat penting sebagai payung hukum, karena ini melibatkan berbagai kementerian dan lembaga,” tambah Direktur PSMK. Lokakarya selama tiga hari ini diikuti 309 peserta dari Tim Pembina UKS/M pusat, provinsi, dan kabupaten/kota.

 

Baca Juga :

 

 

Memberi Kemudahan melalui Safari Layanan

Memberi Kemudahan melalui Safari Layanan

Memberi Kemudahan melalui Safari Layanan

Memberi Kemudahan melalui Safari Layanan

Memberi Kemudahan melalui Safari Layanan

Banjarbaru, Kemendikbud — Tahun 2019 menjadi tahun yang bersejarah bagi Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Kalimantan Selatan (LPMP Kalsel), karena memulai Safari Layanan sebagai gebrakan inovasi. Safari Layanan adalah layanan yang diberikan dalam mobil layanan yang dibuat mirip seperti kondisi Unit Layanan Terpadu dan berkunjung ke daerah daerah tertentu yang jauh dari pusat kota. Masyarakat dapat meminta informasi, menyampaikan pengaduan, bertanya, berdialog, memberikan saran dan masukan, serta konsultasi terkait layanan yang ada di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

Ide ini muncul dari Kepala LPMP Kalsel, Nuryanto, pada akhir Februari lalu. Safari Layanan berawal dari masukan pihak internal dan eksternal Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud), karena menganggap informasi yang didapat oleh guru-guru di tingkat kabupaten/kota tentang kebijakan kementerian masih kurang.

Menindaklanjuti ide pimpinannya, jajaran LPMP Kalsel kemudian mengadakan rapat untuk mendiskusikan tim yang akan diberangkatkan serta memilih kabupaten/kota yang dituju dalam kegiatan perdana yang bertajuk Safari Layanan ini.

Tahap berikutnya, LPMP Kalsel mengirim surat kepada Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten

yang ditunjuk sambil mengutarakan maksud dan tujuan Safari Layanan. Kabupaten Kota Baru dan Kabupaten Tanah Bumbu menjadi prioritas untuk dikunjungi karena merupakan daerah yang terjauh dari pusat kota dan tercatat sebagai daerah yang paling sedikit berkunjung ke Unit Layanan Terpadu (ULT) LPMP. Setelah mendapat persetujuan dari dinas pendidikan setempat, ditentukan lokasi, tanggal dan tempat pelaksanaan Safari Layanan.

Dalam misi pertamanya ke Kota Baru pada Maret lalu, mobil layanan harus menempuh perjalanan selama 11 jam melalui jalur darat dan laut. “Minibus yang kami miliki kami setting (rancang) dengan sarana penunjang seperti kursi, meja, kontak power diesel, laptop, lampu darurat, spanduk atau banner, dan lain-lain,” ujar Koordinator Layanan Informasi ULT LPMP Kalsel, M.Jazuli. Ia sudah memimpin ULT sejak Maret 2018 lalu.

Lebih lanjut ia menerangkan, layanan yang diberikan dalam mobil layanan dibuat mirip seperti kondisi layanan di Kantor LPMP Kalsel. “Petugas terdiri dari tiga orang dan satu orang supir,” ujarnya saat ditemui dalam Gebyar Hardiknas di Kantor Balai Pengembangan Pendidikan Anak Usia Dini Dan Pendidikan Masyarakat (BP PAUD Dikmas), di Landasan Ulin, Banjar Baru, Kalsel, beberapa waktu lalu.

Ia juga bercerita mengenai animo pengunjung yang datang ke dua daerah tersebut. “Mereka sangat berterimakasih dapat dilayani di tempat mereka dan berharap untuk dijadwalkan rutin kunjungan ke daerah,” ucapnya penuh antusias.

Apresiasi terhadap keberadaan Safari Layanan juga datang dari Dinas Pendidikan Kabupaten Kota Baru dan Dinas Pendidikan Kabupaten Tanah Bumbu. Mereka berharap, kunjungan akan merambah hingga ke tingkat kecamatan dan diadakan secara terus menerus.

Merespons aspirasi masyarakat, Jazuli mengatakan Safari Layanan direncanakan akan mengunjungi dua sampai tiga kabupaten/kota sekaligus. Waktu yang dibutuhkan untuk melakukan perjalanan tersebut berkisar antara dua sampai tiga bulan.

Ia juga menyampaikan pentingnya koordinasi antar unit pelaksana teknis (UPT)

untuk menciptakan keselarasan dalam optimalisasi layanan. “Sebelum layanan dimulai, kami koordinasi dengan BP PAUD Dikmas meminta agar operator NUPTK/Dapodik stand by untuk membantu layanan sehingga jika kami terkendala saat menghadapi guru-guru jenjang TK/PAUD, ada yang membantu. Begitu juga dengan operator disdik provinsi jenjang SMA/SMK dan operator disdik kabupaten /kota untuk jenjang SD dan SMP yang kami siagakan untuk mem-back up layanan kami,” tuturnya.

Kegiatan Safari Layanan ULT LPMP Kalsel berlangsung mulai tanggal 26-27 Maret 2019 di Kabupaten Kota Baru dan dilanjutkan pada tanggal 28-29 Maret 2019 di Kabupaten Tanah Bumbu. Untuk Kabupaten Kota Baru, jumlah pengunjung sebagian besar berasal dari guru SD, yakni 41,1 persen dari total 176 pengunjung. Sebagian besar pengunjung mengurus Nomor Unik Pendidik dan Tenaga Kependidikan (NUPTK), dengan persentase sebesar 75,3 persen dari keseluruhan layanan yang diberikan.

Sama dengan daerah sebelumnya, pengunjung di Kabupaten Tanah Bumbu

sebagian besar berasal dari guru SD atau 40,7 persen dari total 86 pengunjung. Sebagian besar berkaitan dengan NUPTK dengan persentase sebesar 84,7 persen.

Semua pengunjung baik di Kabupaten Tanah Bumbu maupun di Kabupaten Kota Baru diberikan instrumen kepuasan layanan. Dari 86 responden yang berasal dari Tanah Bumbu, sebanyak 94,2 persen menyatakan puas dengan layanan petugas. Bahkan 100 persen pengunjung di Kabupaten Kota Baru merasakan puas terhadap layanan yang diberikan.

Ke depan, Jazuli berkeinginan ada peningkatan sarana untuk mendukung Safari Layanan. “Perlu disediakan mobil yang sesuai dengan standar sehingga nyaman bagi petugas dan pelanggan,” katanya. (Denty Anugrahmawaty/Desliana Maulipaksi).

 

Sumber :

http://bengawan.uns.ac.id/jam-tangan-pengukur-tensi/

Peserta KKP 2019 Belajar Kepemimpinan bersama Walikota Bogor

Peserta KKP 2019 Belajar Kepemimpinan bersama Walikota Bogor

Peserta KKP 2019 Belajar Kepemimpinan bersama Walikota Bogor

Peserta KKP 2019 Belajar Kepemimpinan bersama Walikota Bogor

Peserta KKP 2019 Belajar Kepemimpinan bersama Walikota Bogor

Bogor, Kemendikbud — Peserta Kawah Kepemimpinan Pelajar (KKP) berkesempatan mengunjungi Kebun Raya Bogor,

Rabu (01/05/2019). Di sini para siswa dapat melihat berbagai macam tanaman dengan susasana yang sejuk dan asri. Namun yang sangat spesial dalam acara kunjungan hari itu adalah bertemu dengan sosok pemimpin muda dan inspiratif yaitu Walikota Bogor, Bima Arya Sugiarto.

Bima Arya meyambut dengan sangat antusias kedatangan 272 peserta KKP dari seluruh Indonesia. Ia berpesan agar pelajar Indonesia giat belajar, gali potensi dalam berorganisasi, dan dapat mengatur waktu dengan baik antara belajar dan berorganisasi.

“Menjadi walikota/bupati memang melalui politik, namun ada yang lebih penting

dari itu semua yaitu belajar dengan giat dan aktif di lingkungan masyarakat. Jika kalian senang berorganisasi, manfaatkan waktu sebaik mungkin agar tidak mengganggu waktu belajar,” cerita Bima memotivasi peserta. Ia juga bercerita ketika SMA dirinya aktif mengikuti berbagai macam kegiatan di sekolah, dan ini penting untuk dijadikan pengalaman menuju kesuksesan.

Tak henti-hentinya Bima Arya dihujani banyak pertanyaan dari peserta, mengenai kepemimpinan. Salah satunya Jovanka, siswa asal Taruna Nusantara Magelang ini menanyakan apa yang Arya lakukan sebagai pemimpin di kota Bogor. “Menjadi pemimpin harus meletakkan sikap jujur diatas banyak hal. Memimpin itu adalah ajang untuk kita mewujudkan tujuan bersama, bukan tujuan pribadi,” Jawab Bima Arya.

Jovanka yang saat ini menjabat sebagai Ketua OSIS di SMA Taruna Nusantara Magelang

ini mengaku mendapatkan banyak ilmu kepemimpinan dari Arya Bima, yang dapat diterapkannya di sekolahnya nanti. “Menjadi pemimpin adalah seseorang yang mampu membawahi orang-orang yang dipimpinnya untuk mewujudkan kepentingan bersama. Sebagai ketua OSIS, saya memegang prinsip bapak pendidikan kita, Ki Hajar Dewantara,” Ujar Jovanka yang bercita-cita menjadi presiden ini.

 

Sumber :

Makna Proklamasi Bagi Bangsa Indonesia

Sumber :

Makna Proklamasi Bagi Bangsa Indonesia

3 Jenis Pengelolaan Kelas Maya

3 Jenis Pengelolaan Kelas Maya

3 Jenis Pengelolaan Kelas Maya

3 Jenis Pengelolaan Kelas Maya

1. Learning Management System

LMS atau sering dikenal sebagai Learning Management System adalah suatu perangkat lunak atau software aplikasi untuk keperluan kegiatan secara online, ruang kelas virtual, dan program instruktur yang terpimpin.
Contoh dari LMS antara lain; Moodle, Dokeos, aTutor.

2. Learning Content Management System

LCMS atau  Learning Content Management System adalah aplikasi komputer yang digunakan untuk membuat, memperbarui, atau mempublikasikan isi dalam sebuah sistem yang terorganisir dan konsisten yang bisa diakses dari intranet di jaringan lokal atau internet. LCMS juga dapat mengelola e-book atau modul-modul dan mengedit semua bagian yang bisa membentuk sebuah kumpulan pelatihan. LCMS dapat mempunyai file media yang dikembangkan membentuk suatu konten Contoh dari LCMS antara lain; Claroline, e-doceo solutions.

3. Social Learning Network

SLN atau Social Learning Network adalah jejaring sosial untuk pembelajaran yang terjadi pada skala yang lebih luas daripada kelompok belajar seperti Edmodo. Penggunaan SLN sebagai media sosial untuk pembelajaran menjadi hal baru yang ada di Indonesia akan tetapi metode SLN sebagai pembelajaran sudah berlangsung sejak lama di negara-negara maju. Akan tetapi metode ini kurang menyeluruh di Indonesia karena sebagian penggunaan komputer dan laptop masih jauh dari kata merata di Indonesia

Setelah mengenal jenis pengelolaan kelas maya mari kita mengetahui

Apa saja Fitur Kelas Maya ?

1. Konten yang relevan dengan tujuan belajar , dengan konten yang relevan pelajar di Indonesia diharapkan mampu menunjang semangat belajar
2. Menggunakan metode instruksional seperti contoh dan praktek untuk membantu belajar siswa , dapat memudahkan kegiatan belajar siswa dalam memahami materi yang dipelajari
3. Menggunakan elemen media seperti kalimat dan gambar untuk mendistribusikan konten dan metode belajar, dengan perpaduan kalimat dan gambar diharapkan dapat menarik perhatian pelajar dalam pembelajaran
4. Pembelajaran dapat secara langsung dengan instruktur (synchronus) ataupun belajar secara individu/otodidak, dengan pembelajaran secara langsung siswa dapat mepelajari dengan mudah
5. Membangun wawasan dan teknik baru yang dihubungkan dengan tujuan belajar, agar pelajar dapat memberikan inovasi dan kreasi terhadap teknik yang diberikan

Selain fitur dalam kelas maya berikut

Beberapa Manfaat Kelas Maya

1. Mendorong pelajar untuk meningkatkan ilmu pengetahuan teknologi (iptek)
2. Dapat melatih pelajar untuk berinteraksi dan memberikan pendapatnya
3. Mendorong pelajar untuk lebih ingin tahu
4. Melatih pemikiran kreatif dan inovatif dengan menarik dan beralasan

Pemanfaatan Kelas Maya

1. Konektivitas
Dengan konektivitas akses terhadapa beranda ragam informasi tersedia dalam skala global
2. FleksibilitasDengan flesibilitas belajar dapat dilaksanakan dimana saja dan kapa saja
3. Interaksi
Interaksi bisa mengevaluasi belajar yang dapat dilaksanakan seketika dan mandiri
4. Kolaborasi
Dengan kolaborasi penggunaan perangkat diskusi dapat mendukung pembelajaran kolaborasi diluar ruang kelas
5. Peluang pengembangan
Konten digital dapat terus menerus dikembangkan sehingga dapat memperkaya pembelajaran dalam ke;as konvensional
6. Motivasi
Multimedia dapat membiat pembelajaran lebih menarik,inovatif, dan kreatif

Oke , dapat disimpulkan bahwa perkembangan iptek sangat memberikan pengaruh positif yang sangat besar bagi para pelajar dengan kelas maya , pelajar dapat menjadi lebih aktif dalam kegiatan belajar

Saya yakin dengan metode pembelajaran online pelajar di Indonesia dapat termotivasi semangat untuk kegiatan belajarnya

 

Artikel terkait :