twittsev.com

Situs Web Pendidikan Terupdate

Pendidikan

Sebanyak 70 Persen Lulusan SMKN 13 Bandung Diterima Bekerja

Sebanyak 70 Persen Lulusan SMKN 13 Bandung Diterima Bekerja

Sebanyak 70 Persen Lulusan SMKN 13 Bandung Diterima Bekerja

Sebanyak 70 Persen Lulusan SMKN 13 Bandung Diterima Bekerja

Sebanyak 70 Persen Lulusan SMKN 13 Bandung Diterima Bekerja

Sekolah Menengah Kejuruan Negeri (SMKN) 13 Bandung mewisuda 345 lulusan tahun ajaran 2018/2019

. Prosesi wisuda ini berlangsung di Gedung Balai Sartika Bikasoga, Jln. Suryalaya Indah No. 1-3, Kota Bandung, Senin (8/7/2019). Bahkan, sebanyak 70% lulusan SMK yang merupakan reviltalisasi pemerintah ini sudah diterima bekerja di beberapa perusahaan.

Sekolah yang memiliki 3 program studi unggulan ini sudah mendapatkan akreditasi A. Salah satu keunggulan yang dimiliki sekolah ini, yakni kerja sama dengan pihak industri. Hal ini tentu memudahkan siswa untuk mendapatkan pekerjaan sesuai keahliannya. Selain itu, pengembangan pendidikan karakter dan kreativitas melalui ekstrakurikuler pun dikedepankan.

Kepala SMKN 13 Bandung, Ino Soprano menegaskan komitmennya dalam mengoptimalkan kerja sama

dengan pihak industri. Selain membuat program pengenalan lapangan (PPL) untuk memudahkan akses lapangan pekerjaan bagi siswa, pihak sekolah juga menjalin kerja sama dengan mengadakan kelas industri.

“Jadi siswa bukan hanya melaksanakan PPL, tapi juga kita buatkan program kelas industri, yakni kelas yang dibina langsung oleh pihak industri,” ungkapnya saat ditemui di SMKN 13 Bandung, Jln. Soekarno-Hatta KM 10, Kota Bandung, Senin (8/7/2019).

Program kelas industri tersebut, lanjut Ino, mencakup pembelajaran yang lebih menyeluruh mengenai industri terkait.

Sehingga, anak mendapatkan ilmu yang lebih komperehensif. Selain itu, kerja sama ini juga memiliki program lain, yakni kunjungan industri, guru magang, dan guru tamu.

“Salah satunya, sekolah mengirimkan guru ke industri melalui guru magang. Sedangkan program guru tamu, yakni mengundang pihak industri untuk datang ke sekolah serta membawa bahan dan alat pembelajaran,” tuturnya.

Siswa SMKN 13 Bandung yang diwisuda, antara lain kompetensi keahlian kimia analisis sebanyak 178 orang, keahlian teknik komputer 102 orang, dan rekayasa perangkat lunak 65 orang.***

 

Baca Juga :

Kilas Balik: Mengintip Kerja Operator Sekolah Saat PPDB 2019

Kilas Balik Mengintip Kerja Operator Sekolah Saat PPDB 2019

Kilas Balik: Mengintip Kerja Operator Sekolah Saat PPDB 2019

Kilas Balik Mengintip Kerja Operator Sekolah Saat PPDB 2019

Kilas Balik Mengintip Kerja Operator Sekolah Saat PPDB 2019

Di balik terselenggaranya Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2019 di Jawa Barat

, ada andil operator di setiap sekolah yang berperan ganda, yakni sebagai kepanjangan tangan dari tim teknis panitia PPDB pusat dan penjamin berjalannya sistem PPDB di satuan pendidikan. Demi memastikan semuanya berjalan lancar, tak sedikit operator yang rela meluangkan waktu lebih lama di sekolah. Salah satunya, Mochamad Ridwan Saputra, operator Sekolah Menengah Atas Negeri (SMAN) 13 Bandung.

“PPDB tahun ini sangat luar biasa. Jika tahun kemarin pendaftaran dibagi menjadi dua bagian, sekarang semua disekaliguskan,” ucapnya, saat ditemui di SMAN 13 Bandung, Jalan Raya Cibeureum No. 52, Kota Bandung, Jumat (5/7/2019).

Guna memberi pelayanan optimal, lanjut Ridwan, persiapan pun dilakukan sejak dua minggu

sebelum pelaksanaan pendaftaran. Sesuai instruksi kepala sekolah, Ridwan dan timnya mulai mempersiapkan segala keperluan, seperti memasang perangkat komputer dan mempersiapkan sistem.

“Saking seriusnya melakukan persiapan, kadang sampai lupa makan dan pulang. Kadang pulang jam sembilan malam, pernah juga nginep di sekolah,” ungkapnya.

Namun, bagi Ridwan, kerja kerasnya terbayarkan ketika mampu melayani calon peserta didik dan orang tua dengan optimal. “Alhamdulillah bisa melayani masyarakat dengan penuh sukacita, animo masyarakat benar-benar tinggi. Apalagi ketika melihat salah satu orang tua siswa yang sudah sepuh, tapi beliau tetap semangat,” ujar alumni Univesitas Islam Bandung (Unisba) ini.

Ridwan pun mengungkapkan pengalaman lucu saat proses pendaftaran kemarin. Ia bercerita,

ketika server sempat bermasalah, di hadapannya ada orang tua berwajah garang. Ia pun merasa berdebar karena harus menjelaskan kepada orang tua tersebut bahwa beliau harus menunggu beberapa saat.

Namun alih-alih mendapatkan perlakuan kasar, Bapak tersebut meresponnya dengan ucapan santai, tak semengerikan yang Ridwan pikirkan. “Kirain bakal ngambek, ternyata baik. Mungkin itu salah satu hikmahnya ya, untuk enggak menilai orang dari penampilannya,” tuturnya sambil tertawa.

Mengenai hasil pengumuman seleksi, Ridwan pun mengucapkan selamat kepada seluruh peserta didik yang diterima di sekolah pilihannya. “Peserta didik yang lolos seleksi harus jadi insan pendidikan yang baik, jangan sampai berhenti di sini. Setelah masuk, harus tunjukkan kemampuannya,” pungkasnya.***

 

Sumber :

https://weareglory.com/sejarah-kerajaan-kalingga/

Mendikbud: Zonasi juga Berlaku untuk Guru

Mendikbud Zonasi juga Berlaku untuk Guru

Mendikbud: Zonasi juga Berlaku untuk Guru

Mendikbud Zonasi juga Berlaku untuk Guru

Mendikbud Zonasi juga Berlaku untuk Guru

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud), Muhadjir Effendy

menilai, kebijakan zonasi merupakan bentuk implementasi Sila ke-5 Pancasila, yakni Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia. Keadilan ini bukan dikhususkan bagi siswa, tapi juga untuk guru karena guru pun akan dirotasi.

“Guru harus mengakomodasi semua siswa. Tidak hanya mengajar yang pintar, tapi juga mengajar siswa yang tidak pintar menjadi pintar. Itu baru guru profesional,” jelas Mendikbud, saat menjadi pembicara pada acara diskusi bertajuk “Menakar Sisi Positif dan Negatif Zonasi Sekolah” di Gedung Nusantara I Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Jakarta, Selasa (2/7/2019) seperti diwartaka

Mendikbud mengatakan, negara maju yang telah lebih dulu menerapkan sistem zonasi

adalah Jepang. Jepang merupakan negara dengan sistem pendidikan zonasi terbaik. Meski dalam proses pemerataan zonasi, Jepang membutuhkan waktu sekitar 30 tahun, namun hal itu menjadikan kualitas pendidikan di Jepang saat ini bagus dan merata.

Hal senada diungkapkan pakar pendidikan, Fasli Jalal. Ia mengapresiasi Mendikbud yang berani mengeluarkan peraturan baru terkait Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) dengan zonasi. Faisal mengatakan, penerapan sistem zonasi merupakan upaya meningkatkan pemerataan kualitas pendidikan yang baik.

Kendati demikian, Fasli menyatakan, bagian penting dalam pemerataan mutu pendidikan

adalah guru dan siswanya. Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) dan kementerian terkait lainnya harus berusaha maksimal dalam pengelolaan dan pengawasan dana pendidikan di daerah-daerah.

“Kemendagri perlu memastikan dalam beberapa tahun ke depan terkait sirkulasi guru yang berkualitas baik ini dipindahkan, diberikan motivasi dan promosi sehingga guru-guru yang baik nantinya tidak malu-malu atau merasa heroik ketika dipindahkan ke sekolah yang bukan unggulan. Itu mesti kita carikan solusinya,” ujar Mantan Wakil Menteri Pendidikan ini.***

 

Sumber :

https://weareglory.com/sholat-tarawih/

Kedudukan Bank Indonesia

Tugas Bank Sentral

Kedudukan Bank Indonesia

Tugas Bank Sentral

Tugas Bank Sentral

Dilihat dari sistem ketatanegaraan Republik Indonesia, kedudukan BI sebagai lembaga negara yang independen tidak sejajar dengan lembaga tinggi negara seperti Dewan Perwakilan Rakyat, Badan Pemeriksa Keuangan, dan Mahkamah Agung. Kedudukan BI juga tidak sama dengan Departemen karena kedudukan BI berada di luar pemerintahan. Status dan kedudukan yang khusus tersebut diperlukan agar BI dapat melaksanakan peran dan fungsinya sebagai Otoritas Moneter secara lebih efektif dan efisien. Meskipun BI berkedudukan sebagai lembaga negara independen, dalam melaksanakan tugasnya, BI mempunyai hubungan kerja dan koordinasi yang baik dengan DPR, BPK, Pemerintah dan pihak lainnya.

Dalam hubungannya dengan Presiden dan DPR, BI setiap awal tahun anggaran menyampaikan informasi tertulis mengenai evaluasi pelaksanaan kebijakan moneter dan rencana kebijakan moneter yang akan datang. Khusus kepada DPR, pelaksanaan tugas dan wewenang setiap triwulan dan sewaktu-waktu bila diminta oleh DPR. Selain itu, BI menyampaikan rencana dan realiasasi anggaran tahunan kepada Pemerintah dan DPR. Dalam hubungannya dengan BPK, BI wajib menyampaikan laporan keuangan tahunan kepada BPK.

  1. Hubungan BI dengan Pemerintah: Hubungan Keuangan.

Dalam hal hubungan keuangan dengan Pemerintah, Bank Indonesia membantu menerbitkan dan menempatkan surat-surat hutang negara guna membiayai Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) tanpa diperbolehkan membeli sendiri surat-surat hutang negara tersebut.

Bank Indonesia juga bertindak sebagai kasir Pemerintah yang menatausahakan rekening Pemerintah di Bank Indonesia, dan atas permintaan Pemerintah, dapat menerima pinjaman luar negeri untuk dan atas nama Pemerintah Indonesia. Namun demikian, agar pelaksanaan tugas Bank Indonesia benar-benar terfokus serta agar efektivitas pengendalian moneter tidak terganggu, pemberian kredit kepada Pemerintah guna mengatasi deficit spending – yang selama ini dilakukan oleh Bank Indonesia berdasarkan undang-undang yang lama – kini tidak dapat lagi dilakukan oleh Bank Indonesia.

  1. Hubungan BI dengan Pemerintah: Independensi dalam Interdependensi.

Meskipun Bank Indonesia merupakan lembaga negara yang independen, tetap diperlukan koordinasi yang bersifat konsultatif dengan Pemerintah, sebab tugas-tugas Bank Indonesia merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kebijakan-kebijakan ekonomi nasional secara keseluruhan.

Koordinasi di antara Bank Indonesia dan Pemerintah diperlukan pada sidang kabinet yang membahas masalah ekonomi, perbankan dan keuangan yang berkaitan dengan tugas-tugas Bank Indonesia. Dalam sidang kabinet tersebut Pemerintah dapat meminta pendapat Bank Indonesia.

Selain itu, Bank Indonesia juga dapat memberikan masukan, pendapat serta pertimbangan kepada Pemerintah mengenai Rancangan APBN serta kebijakan-kebijakan lain yang berkaitan dengan tugas dan wewenangnya.

Di lain pihak, Pemerintah juga dapat menghadiri Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia dengan hak bicara tetapi tanpa hak suara. Oleh sebab itu, implementasi independensi justru sangat dipengaruhi oleh kemantapan hubungan kerja yang proporsional di antara Bank Indonesia di satu pihak dan Pemerintah serta lembaga-lembaga terkait lainnya di lain pihak, dengan tetap berlandaskan pembagian tugas dan wewenang masing-masing.

  1. Kerjasama BI dengan Lembaga Lain.

Menyadari pentingnya dukungan dari berbagai pihak bagi keberhasilan tugasnya, BI senantiasa bekerja sama dan berkoordinasi dengan berbagai lembaga negara dan unsur masyarakat lainnya. Beberapa kerjasama ini dituangkan dalam nota kesepahaman (MoU), keputusan bersama (SKB), serta perjanjian-perjanjian, yang ditujukan untuk menciptakan sinergi dan kejelasan pembagian tugas antar lembaga serta mendorong penegakan hukum yang lebih efektif.

Sumber : https://www.anythingbutipod.com/

Tugas Bank Sentral

Tugas Bank Sentral

Tugas Bank Sentral

Tugas Bank Sentral

Tugas Bank Sentral

Bank sentral memiliki tugas penting dalam setiap aktifitasnya yaitu menjaga kestabilan setiap unsur perekonomian dalam negeri dan juga menjadi sebuah lembaga yang bertanggung jawab dalam kestabilan harga kebutuhan atau nilai mata uang dalam hal ini valas yang sedang berlangsung di suatu negara.

Kenaikan inflasi atau yang biasa kita alami dengan kenaikan setiap harga baik harga kebutuhan atau harga lain yang bersifat kebutuhan pokok seperti beras, listrik, air juga turut diatur oleh Bank Sentral. Biasanya penurunan nilai uang yang terjadi karena sentimen negatif dari pasar uang yang akhirnya turut mendorong perekonomian suatu negara menjadi melemah atau menjadikan nilai inflasi dalam suatu waktu kurun waktu tertentu di suatu negara melonjak sehingga tercipta keadaan yang sembrawut dalam arti kata terjadi penurunan kesehatan ekonomi.

  1. Peranan Bank Sentral.

Bank sentral memiliki peranan penting dalam perekonomian setiap negara. Dengan adanya bank sentral maka kenaikan inflasi yang tidak diinginkan dapat terhindar dan harus berada pada nilai inflasi yang sangat kecil, jika tidak bisa bernilai kecil harus ditahan seminimal mungkin sehingga terjadinya suatu kestabilan antara jumlah uang dan barang. Ketika uang yang beredar di masyarakat terlalu banyak maka menjadi tugas dari bank sentral untuk menggunakan regulasi yang dimiliki supaya terjadi kestabilan antara dua hal tersebut.

  1. Tanggung Jawab Bank Sentral.

Bank sentral adalah bank yang memiliki tanggung jawab terhadap setiap kebijakan moneter yang diberlakukan oleh setiap negara yang memiliki lembaga ini. Dibandingkan dengan perbankan lainnya maka bank sentral tidak memiliki kepentingan profit dalam menjalankan tugasnya karena bank sentral memiliki tugas sebagai penjaga kebijakan moneter dari pemerintahan yang sangat berbeda jelas dengan bank bank konvensional di setiap negara. Tugas dari bank sentral yang utama yaitu menjaga kestabilan dari nilai kurs dalam negeri dalam hal ini kurs mata uang dari suatu negara, menjaga kestabilan bisnis perbankan dan juga sistem perekonomian negara secara menyeluruh sehingga bank sentral menjadi lembaga yang penting dari suatu negara.

Bank sentral umumnya terdapat di berbagai negara. Dengan adanya bank sentral maka kestabilan dan segala kebijakan moneter yang harus dihadapi dari suatu negara telah terurus dengan baik oleh adanya bank ini. Di Indonesia sendiri dengan sistem perekonomian yang rumit dan perbankan baik perbankan BUMN maupun perbankan swasta yang menjamur keberadaannya menjadikan kebutuhan akan bank sentral sangat diperlukan untuk menjaga kestabilitas perekonomian sehari-hari. Jika di luar negeri seperti Amerika Serikat memiliki The Fed dan Australia memiliki Reserve bank of Australia atau RBA maka di Indonesia kita memiliki Bank Sentral sendiri yang dinamakan Bank IndonesiaBank Indonesia resmi didirikan untuk menjadi sebuah bank sentral di negara kita.

Sumber : https://merkbagus.id/

UI Umumkan Daftar Kampus Hijau Terbaik Dunia

UI Umumkan Daftar Kampus Hijau Terbaik Dunia

UI Umumkan Daftar Kampus Hijau Terbaik Dunia

UI Umumkan Daftar Kampus Hijau Terbaik Dunia

UI Umumkan Daftar Kampus Hijau Terbaik Dunia

Universitas Indonesia (UI) mengumumkan Kampus Hijau Terbaik di dunia berdasarkan UI GreenMetric

World University Rankings 2018.

Wageningen University Research, Belanda menjadi juara kampus hijau terbaik di dunia berdasarkan UI GreenMetric World University Rankings 2018. Torehan ini merupakan kali kedua bagi Wageningen menjadi juara pertama setelah sebelumnya menjadi juara pada ajang yang sama di tahun 2017.

Sedangkan peringkat kedua dan ketiga diraih oleh University of Nottingham, Inggris dan University of California Davis, Amerika Serikat (AS).

Sementara untuk tingkat Indonesia, Universitas Indonesia (UI) kembali meraih predikat Kampus Hijau Terbaik, yang diikuti oleh Institut Pertanian Bogor (IPB) dan Universitas Diponegoro (Undip) pada urutan kedua dan ketiga serta Universitas Gadjah Mada (UGM) di peringkat keenam.

Direktur Jenderal Penguatan Riset dan Pengembangan Kemristekdikti, Muhammad Dimyati,

mengapresiasi gelaran UI GreenMetric. Menurutnya, ajang ini menjadi genderang yang mampu diciptakan Indonesia, dimana universitas-universitas di luar negeri mau mengikuti dan UI mampu menjadi trendsetter yang diikuti di seluruh penjuru dunia.

“UI GreenMetric ini perlu terus digaungkan ke seluruh penjuru dunia. Kami berharap kesadaran akan lingkungan yang baik dapat membekali para calon pimpinan yang lahir dari kampus,” ujar Dimyati dalam Acara Penganugerahan UI GreenMetric di Balai Sidang UI, Kota Depok, Jawa Barat, Rabu (19/12).

Ketua UI GreenMetric, Prof Riri Fitri Sari, menuturkan, Wageningen University & Research memiliki keunggulan hampir pada seluruh kriteria dalam UI GreenMetric, yakni pada tiga kriteria yaitu Pengelolaan Limbah, Pengelolaan Air, dan Pendidikan sehingga mampu membawa universitas di Belanda tersebut kembali meraih predikat perguruan tinggi hijau terbaik nomor satu dunia.

Sedangkan University of Nottingham menunjukkan keunggulannya pada kriteria Energi

dan Perubahan Iklim karena memiliki 4 sumber energi terbarukan, yaitu clean biomass, solar cell, geothermal, combine heat and power dan pengelolaan smart-eco building yang sudah mencapai lebih dari 75 persen.

Prof Riri memaparkan, dari tahun ke tahun, terjadi peningkatan antusiasme peserta perguruan tinggi di dunia untuk berpartisipasi dalam pemeringkatan kampus terhijau, dimana tahun ini mencapai 719 universitas dari 81 negara di dunia. Sedangkan pada tahun 2017 sebanyak 619 Perguruan Tinggi dari 76 negara.

“Pemeringkatan UI GreenMetric of World Universities dilandasi oleh tiga filosofi dasar, yakni Environment, Economic, dan Equity (3’E) dengan bobot indikator penilaian yang terdiri atas Keadaan dan Infrastruktur Kampus (15 persen), Energi dan Perubahan Iklim (21 persen), Pengelolaan Sampah (18 persen), Penggunaan Air (10 persen), Transportasi (18 persen), dan Pendidikan (18 persen).

Rektor UI, Muhammad Anis, menuturkan, UI mengambil peran untuk meningkatkan upaya keberlanjutan lingkungan hidup di lingkungan global melalui UI GreenMetric.

 

Baca Juga :

Program Tesis Gugah Kesadaran Sosial Siswa

Program Tesis Gugah Kesadaran Sosial Siswa

Program Tesis Gugah Kesadaran Sosial Siswa

Program Tesis Gugah Kesadaran Sosial Siswa

Program Tesis Gugah Kesadaran Sosial Siswa

Kalangan generasi muda belakangan banyak terkontaminasi perkembangan zaman

yang menyebabkan mereka kurang peka dengan kondisi sosial dan masyarakat.

Mencermati kondisi tersebut, SMAN 8 Jakarta mengirimkan siswanya selama tiga hari ke tengah masyarakat untuk menggelar program kegiatan Temu Sosial dan Ilmiah SMA Negeri 8 Jakarta (Tesis).

Kepala Sekolah SMAN 8, Agusman Anwar SPd, mengatakan, kegiatan Tesis yang tekah diselenggarakan sejak tahun 2001, bertujuan meningkatkan kesadaran sosial siswa terhadap lingkungan masyarakat.

“Penyelenggaraan kegiatan Tesis sebagai salah satu bentuk pelayanan kepada peserta didik,

yang terdiri dari pelatihan dan bimbingan penulisan ilmiah, pengambilan data dengan cara terjun ke lapangan sekaligus melakukan bakti sosial,” kata Agusman Anwar, di Jakarta, Senin (17/12)

Untuk tahun ini, kata Agusman, kegiatan Tesis diikuti oleh 352 siswa kelas XI dimana terdiri dari 8 kelas jurusan IPA dan 1 kelas jurusan IPS. “Tahun ini, Tesis dilakukan di Desa Alam Endah, Kecamatan Rancabali, Ciwidey Bandung, Jawa Barat,” ungkapnya.

Agusman menambahkan, melalui kegiatan ini, para siswa SMAN 8 diharapkan dapat menjadi generasi

penerus yang memiliki kepedulian terhadap masyarakat.

“Kita ingin menyiapkan generasi mendatang yang cerdas, terampil, tangguh dan peka sosial. Kami bersyukur, kegiatan ini juga mendapat dukungan dari orang tua siswa,” tegasnya.

Rangkaian kegiatan tesis sendiri terdiri atas pelatihan dan bimbingan penulisan ilmiah, pengambilan sample atau data dengan cara terjun ke lapangan sekaligus melakukan bakti sosial. Lebih dari itu, agar para siswa itu diharapkan menjadi pribadi yang terampil, tangguh dan peka terhadap lingkungan sosial.

“Dari data yang didapat, kemudian dianalisa dan disajikan dalam bentuk tulisan, yang kemudian di presentasikan di depan penguji. Karya ilmiah tersebut dikerjakan secara berkelompok, dimana setiap kelompok beranggotakan 9 siswa,” tambahnya.

 

Sumber :

https://vidmate.co.id/

Ganjar Hapus SKTM dalam PPDB

Ganjar Hapus SKTM dalam PPDB

Ganjar Hapus SKTM dalam PPDB

Ganjar Hapus SKTM dalam PPDB

Ganjar Hapus SKTM dalam PPDB

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo menggagas penghapusan Surat Keterangan Tidak Mampu

(SKTM) dalam persyaratan Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB). Gagasan itu merupakan hasil evaluasi sektor pendidikan Jawa Tengah 2018.

Tiga poin yang jadi evaluasi mendalam Ganjar di sektor pendidikan itu adalah zonasi, kurikulum, serta persyaratan. Ganjar berharap evaluasi dari tiga poin tersebut bakal melahirkan sistem informasi pendidikan yang akuntabel, salah satunya soal penghapusan SKTM dari pada PPDB.

“Sudah ada pengkajian dan penjajakan untuk memisahkan syarat SKTM dalam penerimaan

(PPDB). Kalau tidak mampu ya kita kasih beasiswa,” katanya, Jumat (4/1).

Pencantuman SKTM dalam persyaratan penerimaan siswa baru di SMA/SMK beberapa waktu lalu menuai masalah. Muncul banyak SKTM palsu yang dibuat orang tua siswa agar anaknya mendapat tambahan nilai sehingga dapat diterima di sekolah favorit.

Karena itu Ganjar mengambil langkah tegas untuk menghapus SKTM.

“SKTM kami usulkan tidak bisa lagi masuk syarat daftar sekolah. Mohon maaf siswa

yang nilainya kurang tidak bisa lagi pakai SKTM apalagi memilih sekolah,” katanya.

Kemudian untuk siswa yang benar-benar tidak mampu, Pemprov akan menyiapkan bantuan lain yang lebih tepat sasaran dan mendidik. “Misalnya kami kasih beasiswa,” tegas gubernur.

Ganjar menjelaskan, langkah yang dia ambil tersebut telah sepengetahuan dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy. Karena, usai sengkarut SKTM lalu, Ganjar beberapa kali menjalin komunikasi dengan menteri yang menjanjikan penyesuaian peraturan dengan kondisi sosiologis di daerah.

“Karena memang yang mengatur semuanya dari pusat. Namun setelah kejadian banyak kemarin itu, saya laporkan sama Pak Menteri, Pak Menteri bilang, ‘Kalau ada usulan silakan dimasukkan. Kita akan menyesuaikan kondisi sosiologis, kami akan menyesuaikan’,” kata Ganjar.

Di sisi lain, lanjut Ganjar, telah ada perangkat sahih untuk memvalidasi siswa dari keluarga tidak mampu. Misalnya Kartu Indonesia Pintar, Kartu Indonesia Sehat, dan data kependudukan daerah.

“Ada sebenarnya yang bisa lebih mudah, yaitu kalau kita diizinkan mengakses data kependudukan di Kemdagri. Di situ sudah ada tanda-tanda siapa yang masuk kategori-kategori (mampu atau tidak mampu). Kalau itu bisa diakses, kita akan jauh lebih mudah mengaplikasikan di dalam melakukan kontrol terhadap calon siswa. Sementara kita hanya bisa diberi hardcopy-nya. Kita mengalah saja untuk melakukan verifikasi faktual secara manual,” katanya.

Ganjar akan mengawal sendiri kajian terhadap penerimaan peserta didik. Ia menargetkan kebijakan baru dapat diterapkan dalam penerimaan siswa tahun ini.

“Tentu saja ini baru untuk siswa SMA, SMK, dan SLB sesuai kewenangan provinsi,” tandasnya.

 

Sumber :

https://daftarpaket.co.id/

Siswa Sebut UN Bahasa Indonesia Tidak Sulit

Siswa Sebut UN Bahasa Indonesia Tidak Sulit

Siswa Sebut UN Bahasa Indonesia Tidak Sulit

Siswa Sebut UN Bahasa Indonesia Tidak Sulit

Siswa Sebut UN Bahasa Indonesia Tidak Sulit

Siswa SMA Negeri 38 Jakarta menyebutkan ujian nasional mata pelajaran Bahasa Indonesia

yang diujikan hari ini tidak sulit dan cenderung dapat dikuasai.

“Nggak susah, jawabannya ada yang rancu. Yakin bisa, tapi nggak yakin semua,” kata salah satu siswi SMAN 38 Jakarta Lutfia Handayani di Jakarta, Senin (1/4/2019).

Siswi lainnya, Syifa Sarah meyakini nilai dari ujian Bahasa Indonesia yang baru saja dilakukan dapat memenuhi standar minimal meski berharap bisa mendapat nilai yang lebih tinggi.

Handayani juga berharap agar ujian mata pelajaran Matematika yang akan diselenggarakan besok Selasa (2/4) tidak terlalu sulit seperti yang dikeluhkan para siswa pada ujian nasional tahun lalu.

SMA Negeri 38 Jakarta melaksanakan ujian nasional dengan berbasis komputer (UNBK)

seluruhnya. Sekolah juga telah melakukan simulasi UNBK pada empat mata pelajaran yang diujikan beberapa waktu sebelumnya untuk mengecek kelancaran jaringan internet dan mengantisipasi masalah teknik lainnya.

Handayani dan Syifa juga berpendapat bahwa wacana peniadaan pelaksanaan ujian nasional yang ramai diperbincangkan beberapa waktu lalu dapat diterapkan hanya untuk SMA.

Handayani berargumen ujian harus tetap dilaksanakan untuk mengukur indeks prestasi sekolah

, khususnya untuk SD dan SMP yang dapat digunakan untuk seleksi sekolah di tingkat selanjutnya.

Sementara untuk SMA, kata dia, nilai UN tidak berpengaruh pada seleksi perguruan tinggi yang harus mengikuti ujian tersendiri.

Namun, Handayani setuju bahwa apabila ujian nasional ditiadakan namun tetap diadakan evaluasi pada tahap akhir sekolah seperti yang disebutkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan.

 

Baca Juga :

Lebih 91 Persen SMA/SMK di Banten Selenggarakan UNBK Mandiri

Lebih 91 Persen SMA SMK di Banten Selenggarakan UNBK Mandiri

Lebih 91 Persen SMA/SMK di Banten Selenggarakan UNBK Mandiri

Lebih 91 Persen SMA SMK di Banten Selenggarakan UNBK Mandiri

Lebih 91 Persen SMA SMK di Banten Selenggarakan UNBK Mandiri

Sebanyak 1.095 atau 91,32 persen SMA/SMK di Banten telah menyelenggarakan Ujian Nasional

Berbasis Komputer (UNBK) secara mandiri atau melakukannya di gedung sekolahnya masing-masing.

Hanya 104 sekolah atau 0,68 persen SMA/SMK di Banten yang masih menyelenggarakan UNBK dengan cara menumpang ke sekolah lainnya pada tahun ini.

“Pemprov Banten terus meningkatkan fasilitas sekolah SMA/SMK yang sejak beberapa tahun ini kewenangannya dilimpahkan ke provinsi dari sebelumnya di kabupaten/kota,” kata Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy usai meninjau penyelenggaraan UNBK tingkat SMA sederajat di SMAN 1 Baros, Kabupaten Serang, Kamis (4/4/2019).

Andika yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Engkos Kosasih

Samanhudi sempat meninjau ruang kelas baru di sekolah tersebut. Andika mengaku puas dengan kondisi ruang kelas baru di sekolah tersebut.

Bahkan Andika sempat mencoba duduk di bangku belajar yang terdapat di ruang kelas baru tersebut. “Wah, ini sih bangkunya saja sudah seperti bangku kuliah di perguruan tinggi nih,” kata Andika.

Andika mengakui telah ada peningkatan pelayanan pendidikan di Provinsi Banten. Selain infrastruktur berupa ruang kelas dan penunjangnya seperti mebel, Andika memastikan kesejahteraan guru juga menjadi perhatian Pemprov Banten.

“Jadi sudah tidak ada alasan lagi sekarang warga Banten tidak bisa melanjutkan sekolah ke tingkat SMA sederajat, karena semua (pembiayaan) kita upayakan ter-cover melalui Biaya Operasional Sekolah Daerah (Bosda),” ujarnya.

Andika mengatakan pelaksanaan UNBK untuk tingkat SMA/SMK dan sederajat tahun ini relatif lancar.

Semua kebutuhan penyelenggaraan UNBK mulai dari unit komputer hingga jaringan internet dilaporkan relatif tidak ada masalah.

“Hari ini saya lihat sendiri di sekolah ini semuanya lancar,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Engkos Kosasih Samanhudi mengungkapkan sudah sejak dua tahun terakhir, semua SMA/SMK di Banten menyelenggarakan UNBK atau sudah tidak ada lagi sekolah yang menggelar UN tidak berbasis komputer atau secara manual.

Hal ini, kata Engkos, tidak lain sebagai upaya Pemprov Banten meningkatkan kualitas pendidikan di Provinsi Banten sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat.

“Sudah 100 persen SMA/SMK di Banten menyelenggarakan UNBK sejak dua tahun lalu,” katanya.

 

Sumber :

http://fenilu95.web.stmikayani.ac.id/sejarah-sunan-bejagung/