twittsev.com

Situs Web Pendidikan Terupdate

Pendidikan

Lebih 91 Persen SMA/SMK di Banten Selenggarakan UNBK Mandiri

Lebih 91 Persen SMA SMK di Banten Selenggarakan UNBK Mandiri

Lebih 91 Persen SMA/SMK di Banten Selenggarakan UNBK Mandiri

Lebih 91 Persen SMA SMK di Banten Selenggarakan UNBK Mandiri

Lebih 91 Persen SMA SMK di Banten Selenggarakan UNBK Mandiri

Sebanyak 1.095 atau 91,32 persen SMA/SMK di Banten telah menyelenggarakan Ujian Nasional

Berbasis Komputer (UNBK) secara mandiri atau melakukannya di gedung sekolahnya masing-masing.

Hanya 104 sekolah atau 0,68 persen SMA/SMK di Banten yang masih menyelenggarakan UNBK dengan cara menumpang ke sekolah lainnya pada tahun ini.

“Pemprov Banten terus meningkatkan fasilitas sekolah SMA/SMK yang sejak beberapa tahun ini kewenangannya dilimpahkan ke provinsi dari sebelumnya di kabupaten/kota,” kata Wakil Gubernur Banten Andika Hazrumy usai meninjau penyelenggaraan UNBK tingkat SMA sederajat di SMAN 1 Baros, Kabupaten Serang, Kamis (4/4/2019).

Andika yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Engkos Kosasih

Samanhudi sempat meninjau ruang kelas baru di sekolah tersebut. Andika mengaku puas dengan kondisi ruang kelas baru di sekolah tersebut.

Bahkan Andika sempat mencoba duduk di bangku belajar yang terdapat di ruang kelas baru tersebut. “Wah, ini sih bangkunya saja sudah seperti bangku kuliah di perguruan tinggi nih,” kata Andika.

Andika mengakui telah ada peningkatan pelayanan pendidikan di Provinsi Banten. Selain infrastruktur berupa ruang kelas dan penunjangnya seperti mebel, Andika memastikan kesejahteraan guru juga menjadi perhatian Pemprov Banten.

“Jadi sudah tidak ada alasan lagi sekarang warga Banten tidak bisa melanjutkan sekolah ke tingkat SMA sederajat, karena semua (pembiayaan) kita upayakan ter-cover melalui Biaya Operasional Sekolah Daerah (Bosda),” ujarnya.

Andika mengatakan pelaksanaan UNBK untuk tingkat SMA/SMK dan sederajat tahun ini relatif lancar.

Semua kebutuhan penyelenggaraan UNBK mulai dari unit komputer hingga jaringan internet dilaporkan relatif tidak ada masalah.

“Hari ini saya lihat sendiri di sekolah ini semuanya lancar,” ujarnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Banten Engkos Kosasih Samanhudi mengungkapkan sudah sejak dua tahun terakhir, semua SMA/SMK di Banten menyelenggarakan UNBK atau sudah tidak ada lagi sekolah yang menggelar UN tidak berbasis komputer atau secara manual.

Hal ini, kata Engkos, tidak lain sebagai upaya Pemprov Banten meningkatkan kualitas pendidikan di Provinsi Banten sesuai dengan kebijakan pemerintah pusat.

“Sudah 100 persen SMA/SMK di Banten menyelenggarakan UNBK sejak dua tahun lalu,” katanya.

 

Sumber :

http://fenilu95.web.stmikayani.ac.id/sejarah-sunan-bejagung/

Pekan Kebudayaan Nasional Ajang Populerkan Permainan Tradisional

Pekan Kebudayaan Nasional Ajang Populerkan Permainan Tradisional

Pekan Kebudayaan Nasional Ajang Populerkan Permainan Tradisional

Pekan Kebudayaan Nasional Ajang Populerkan Permainan Tradisional

Pekan Kebudayaan Nasional Ajang Populerkan Permainan Tradisional

Direktorat Kebudayaan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) terus melakukan upaya

dalam mempopulerkan kembali tradisi dan budaya tradisional di seluruh Indonesia melalui Pekan Kebudayaan Nasional (PKN). Kegiatan ini menjadi salah satu resolusi Kongres Kebudayaan Indonesia 2018 yang dilaksanakan di tingkat kabupaten dan kota di seluruh Indonesia dan puncaknya dilaksanakan pada 14 sampai 19 Oktober di Jakarta.

“Untuk pekan ini, PKN disenggarakan di Kabupaten Tasikmalaya, Jawa Barat (Jabar),” kata Direktur Pelestarian Cagar Budaya dan Permuseuman (PCBM) Kemdikbud, Fitra Arda berdasarkan siaran pers yang diterima Beritasatu.com, Rabu (3/4/2019).

Dijelaskan Fitra Arda, PKN yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kabupaten (Pemkab)

Tasikmalaya bertujuan untuk mempopulerkan kembali permainan tradisional. Pasalnya, banyak permainan tradisional yang terancam punah seiring perkembangan teknologi. “Ditjen Kebudayaan Kemendikbud berupaya mengembalikan roh permainan tradisional di tengah-tengah masyarakat modern,” kata Fitra Arda.

Lanjut Fitra Arda, rangkaian PKN Kabupaten Tasikmalaya memperlombakan permainan tradisional yakni jajangkungan, kelom batok, pecle, hingga perepet jengkol. Permainan tradisonal khas Sunda itu sudah hampir punah di tengah banyaknya permainan modern.

Dengan terselenggaranya kegiatan tersebut, Fitra Arda berharap, ke depannya tumbuh nilai-nilai pendidikan karakter dan pemajuan kebudayaan secara konkret. “Kami harap kegiatan seperti ini juga digelar di kabupaten dan kota lain, sehingga pada Pekan Kebudayaan Nasional nanti lebih banyak daerah yang terlibat,” ungkap Fitra Arda.

Sementara Bupati Tasikmalaya, Ade Sugianto, menuturkan permainan tradisional

ini sungguh luar biasa dan mungkin jarang didengar misalnya, prepet jengkol dan serodot galpok. “Kita wajib melestarikan karena banyak nilai kebaikan yang tercermin dalam permainan tradisional. Permainan ini tidak hanya menumbuhkan nilai kekompakkan atau kebersamaaan, tapi juga nilai pendidikan,” imbuh Ade Sugianto.

Seperti diketahui, PKN 2019 dapat disenggarakan di kabupaten atas inisiatif komunitas yang didukung oleh pemerintah daerah dan pemerintah pusat. Dalam program yang akan berjenjang hingga tingkat nasional ini terdapat kegiatan perlombaan, pameran dan berbagai diskusi.

PKN merupakan sarana interaksi budaya dan memberi ruang akses kepada publik agar bisa terlibat langsung dalam perlindungan, pengembangan dan pemanfaatan kekayaan budaya. PKN sebelumnya telah digelar di Kabupaten Tulungagung (Jatim), dan Kabupaten Asahan (Sumut).

 

Sumber :

http://devitameliani.blog.unesa.ac.id/sejarah-wuku

Enam Siswi Afghanistan Batal Ikut Kompetisi Robot di AS

Enam Siswi Afghanistan Batal Ikut Kompetisi Robot di AS

Enam Siswi Afghanistan Batal Ikut Kompetisi Robot di AS

Enam Siswi Afghanistan Batal Ikut Kompetisi Robot di AS

Enam Siswi Afghanistan Batal Ikut Kompetisi Robot di AS

Sebanyak enam siswi dari Afghanistan terpaksa menelan kenyataan bahwa mereka tidak bisa mengikuti k

ompetisi robotika internasional di Amerika Serikat bulan ini. Hal ini lantaran permohonan visa mereka ditolak sebanyak dua kali.

Gadis-gadis itu ingin menunjukkan kepada dunia bahwa orang Afghanistan juga bisa membuat robot buatan tangan. Namun dari 162 tim yang berencana berpartisipasi, gadis-gadis Afghanistan adalah satu-satunya tim yang ditolak visa oleh AS dan harus berpartisipasi dari jauh melalui sambungan video,

“Ketika kami mendengar bahwa kami ditolak, kami kehilangan harapan,” kata Sumaya Farooqi,

salah seorang siswi yang ditolak visanya.

“Kami mengajukan permohonan visa AS dan kami ditolak lagi,” sambung gadis berusia 14 tahun ini seperti dimuat Associated Press.

Farooqi dan rekan setimnya sudah menghadapi hambatan yang tampaknya tidak dapat diatasi bahkan sampai pada suatu titik di mana mereka dapat meminta izin untuk hadir. Butuh waktu enam bulan untuk mempersiapkan diri, sering bekerja tujuh hari dalam seminggu, karena mereka membangun robot yang bisa memilah bola, memiliki kemampuan untuk mengenali warna oranye dan biru, dan dapat memindahkan benda-benda untuk menempatkannya di tempat yang benar.

Gadis-gadis itu menempuh perjalanan dari rumah mereka di Herat setelah meyakinkan anggota

keluarga untuk membiarkan mereka pergi. Mereka menempuh perjalanan sejauh 800 kilometer ke Kedutaan Besar AS di Kabul dua kali karena permohonan mereka ditolak untuk pertama kalinya, walaupun lokasi tersebut menjadi sasaran sebuah bom truk yang mematikan pada tanggal 31 Mei di mana lebih 150 orang terbunuh dan Lebih dari 400 lainnya luka-luka.

Afghanistan bukan bagian dari larangan perjalanan yang diterapkan oleh Presiden AS Donald Trump.

Departemen Luar Negeri AS menolak untuk mengomentari mengapa aplikasi visa tim Afghanistan ditolak, dengan mengatakan bahwa semua aplikasi visa diadili berdasarkan kasus per kasus sesuai dengan hukum AS. Badan tersebut mengutip sebuah ketentuan dalam Undang-Undang Imigrasi dan Kewarganegaraan Yang “melarang kita membahas kasus visa individual.”

Kompetisi ini merupakan inisiatif oleh First Global, sebuah badan amal nirlaba yang memegang tantangan robotika internasional tahunan dengan harapan memicu semangat sains dan teknologi di kalangan siswa sekolah menengah atas di seluruh dunia. Ini adalah kompetisi bergaya “Olimpiade” di mana satu tim dari setiap negara diundang untuk berpartisipasi dan berlangsung dari 16-18 Juli di Washington D.C

 

Baca Juga :

DPRD Kabupaten Bandung Akui Soal Zonasi Sekolah Kurang Sosialisasi

DPRD Kabupaten Bandung Akui Soal Zonasi Sekolah Kurang Sosialisasi

DPRD Kabupaten Bandung Akui Soal Zonasi Sekolah Kurang Sosialisasi

DPRD Kabupaten Bandung Akui Soal Zonasi Sekolah Kurang Sosialisasi

DPRD Kabupaten Bandung Akui Soal Zonasi Sekolah Kurang Sosialisasi

Pendaftaran siswa baru atau peserta didik baru (PPDB) tingkat SMP di Kabupaten Bandung

menuai protes orang tua siswa, perihal sistem zonasi yang ada di setiap sekolah.

DPRD Kabupaten Bandung, melalui Komisi D DPRD, menyoroti lemahnya sosialisasi soal zonasi pendaftaran sekolah tingkat SMP ini.

Ketua Komisi D DPRD Kabupaten Bandung, Tedi menjeaskan bahwa dalam draft zonasi itu tidak ada patokan soal desa, kecamatan di Kabupaten itu kita hapuskan. Jadi konsentrasi zonasi itu lebih kepada jarak dari rumah ke sekolah.

“Dengan sistem tahun ini, yakni 80 persen sesuai zonasi, 20 persen dari jalur prestasi

dan afirmasi saya rasa sangat bagus sekali. Namun pemahaman di lapangan, membuat orang tua siswa gusar anaknya tak masuk sekolah tersebut,” jelas Tedi.

Untuk di satu wilayah kecamatan, dipastikan calon siswa bisa masuk. Apalagi jika nilai nem tinggi maka akan ada tambahan nilai dalam rumus penentuannya.

“Jadi jangan khawatir anaknya tidak masuk dalam satu zona, dengan jarak 2 meter – 1000 meter mungkin masih bisa kejangkau,” jelasnya.

Dengan sistem seperti ini, dimaksudkan agar siswa-siswa pintar tidak tertumpu berada di satu sekolah saja

, seperti sekolah favorit. Sehingga sekolah yang SMP negeri yang tersebar di seluruh kabupaten ini terisi oleh siswa berprestasi dari seluruh kecamatan di kabupaten Bandung, itu harapannya,” papar Tedi.

DPRD Kabupaten Bandung sendiri akan meninjau pelaksanaan PPDB pada senin pekan depan mendatang.

“Nanti kita rencanakan peninjauan ke beberapa sekolah,” ujarnya.

 

Sumber :

Mengetahui Definisi Bakteri Secara Lengkap

Pemusatan Latihan Paskibraka, Mantapkan Nilai-Nilai Kebangsaan

Pemusatan Latihan Paskibraka, Mantapkan Nilai-Nilai Kebangsaan

Pemusatan Latihan Paskibraka, Mantapkan Nilai-Nilai Kebangsaan

Pemusatan Latihan Paskibraka, Mantapkan Nilai-Nilai Kebangsaan

Pemusatan Latihan Paskibraka, Mantapkan Nilai-Nilai Kebangsaan

Pasukan pengibar bendera pusaka (Paskibraka) merupakan putra putri terpilih yang berasal

dari generasi muda terbaik bangsa. Paskibraka dilatih dan dididik dengan berbagai kedisiplinan dan semangat kebangsaan.

Pendidikan dan pelatihan Paskibraka diarahkan guna menumbuhkan dan memantapkan nilai-nilai kebangsaan, persatuan dan kesatuan, cinta tanah air, serta rela berkorban untuk bangsa dan negara.

Paskibraka tidak bisa dipisahkan dari peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Negara Republik Indonesia sebagai momentum sejarah yang harus diperingati oleh seluruh bangsa Indonesia.

Demikian keterangan yang disampaikan oleh Ahmad Arif Imamulhaq selaku Kabid Kepemudaan Dinas Kepemudaan,

Olahraga, Pariwisata dan Kebudayaan (Disporaparbud) Kabupaten Purwakarta usai pembukaan pemusatan latihan bagi Paskibraka Kabupaten Purwakarta Tahun 2017 di lapangan tenis Sport Center Jaya Perkasa, 19 Juli 2017.

“Kami berharap dengan pemusatan latihan ini, semangat kebangsaan dan patriotisme semakin tumbuh di kalangan generasi muda, khususnya paskibraka. Karenanya, paskibraka mestilah menjadi garda terdepan dan suri tauladan bagi generasi muda lainnya,” tutur Arif didampingi Eman Sunarya, Kasi Kepemimpinan dan Kepeloporan.

Sementara itu, Anas Gunadi, ST selaku Ketua Purna Paskibraka Indonesia (PPI) Kabupaten Purwakarta mengungkapkan bahwa sebanyak 50 orang putra putri terbaik dari berbagai SMA/SMK/MA di Kabupaten Purwakarta akan mengikuti pemusatan latihan tersebut yang dimulai tanggal 19 Juli hingga 18 Agustus 2017.

“Insyaallah pemusatan akan kita mulai hari ini. Sebanyak 50 orang pelajar terpilih sudah siap mengikuti

. Ada beberapa tahapan kegiatan yang akan dilalui oleh mereka, diantaranya ; pra pemusatan selama 22 hari, pemusatan 10 dan dilanjutkan dengan pengukuhan dan pelaksanaan pengibaran maupun penurunan bendera,” ujarnya ditemani beberapa orang pengurus PPI Kabupaten Purwakarta.

Anas menambahkan bila kegiatan pemusatan ini mendapatkan dukungan penuh dari pemerintah daerah, kodim 0619, dan batalyon armed 9/2/1.

“Alhamdulillah kami sangat bersyukur dan berterimakasih atas segala bantuan dan dukungan dari bapak Bupati beserta jajarannya, pa Dandim bersama jajaran Kodim 016 serta pa Danyon beserta prajurit batalyon 9/2/1 Kostrad. Demikian juga kepada orangtua dan kepala sekolah yang telah memberikan izin bagi putra putrinya guna mengikuti pemusatan latihan ini,” ujarnya.

Pemusatan latihan yang dimulai hari rabu kemarin, dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah, Padil Karsoma.

 

Sumber :

https://princehisham.com/mengetahui-tentang-pengertian-komunikasi/

Pendidikan Karakter Harus Diperkuat

Pendidikan Karakter Harus Diperkuat

Pendidikan Karakter Harus Diperkuat

Pendidikan Karakter Harus Diperkuat

Pendidikan Karakter Harus Diperkuat

Pengamat dari Pendidikan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)

Cecep Darmawan mengungkapkan, hingga saat ini jika dirata-rata tingkat pendidikan orang Indonesia masih belum lulus SMP.

Beberapa hal memang kita mengalami kemajuan dari sisi angka meskipun kita masih ketinggalan dalam rata-rata lama sekolah secara nasional, masih belum lulus SMP, artinya orang Indonesia yang sekian banyak yang lulusan S2, SE kalau di rata-rata masih banyak yang smp,” kata Cecep kepada Kantor Berita RMOLJabar, Sabtu (4/5).

Disaat yang bersamaan persaingan global membutuhkan sumber daya manusia (SDM)

ang unggul. Selain itu Cecep juga menyoroti dari sisi karakter, menurutnya perlu adanya penguatan pendidikan karakter.

“Karena beberapa hal banyak kita menyaksikan misalnya banyak penyimpangan-penyimpangan misalnya terkait lingkup moralitas, korupsi ada di bidang pendidikan kita juga menemukan beberapa hal seperti itu,” ujar Cecep.

Menurutnya sistem pendidikan di Indonesia saat ini masih temporer, dan terlalu jangka

pendek dengan hanya dilihat dari sisi kuantitatif angka-angka, untuk mengejar target internasional. Padahal substansinya, pendidikan adalah soal karakter, seperti halnya iman, taqwa, disiplin, dan mandiri.

“Makanya pengejaran kognisi-kognisi sekolahan melalui ujian itu harus dipertimbangkan ulang, jadi yang terpenting sebenarnya pemerintah sekarang mau seperti apa membuat pendidikan kita.” tandas Cecep.

 

Baca Juga :

 

 

Pendidikan Harus Memajukan Kebudayaan Bangsa

Pendidikan Harus Memajukan Kebudayaan Bangsa

Pendidikan Harus Memajukan Kebudayaan Bangsa

Pendidikan Harus Memajukan Kebudayaan Bangsa

Pendidikan Harus Memajukan Kebudayaan Bangsa

Pemerintah Kabupaten Purwakarta menggelar apel peringatan Hari Pendidikan Nasional

(Hardiknas) di Taman Pasanggrahan Padjajaran Purwakarta, Kamis

Sekretaris Daerah (Sekda) Purwakarta, Iyus Permana, yang hadir sebagai inspektur upacara, mengatakan, majunya sebuah kebudayaan karena kuatnya pendidikan dalam suatu bangsa.

Menurutnya, pembangunan pendidikan di Purwakarta yang berkarakter salah satu cara memupuk pendidikan dalam berkebudayaan sesungguhnya. “Dimana dalam pendidikan berkarakter dimaksudkan agar membentuk manusia berahlak mulia, berilmu, kreatif, serta mandiri dan bertanggung jawab,” kata Iyus dalam arahannya.

 

Iyus mengatakan bahwa dalam perspektif yang dijalankan Kemendikbud

pembangunan sumber daya manusia menekankan dua penguatan, yaitu pendidikan berkarakter dan penyiapan generasi terdidik yang terampil dalam memasuki dunia kerja.

Apalagi hadirnya revolusi 4.0 telah mempengaruhi cara kita hidup, bekerja, dan belajar. Sehingga tangtangan kedepan terutama generasi penerus untuk memiliki daya saing.

“Perkembangan teknologi yang semakin canggih pun dapat mempengaruhi cara berpikir, selain itu tangtangan kedepan agar kuat berdaya saing apalagi dengan adanya revolusi 4.0,” ucap Iyus.

 

Melalui momentum hari pendidikan nasional ini, Iyus mengajak kepada seluruh generasi muda

termasuk para pendidik terus berkonsentrasi menggali potensi agar pendidikab bukan hanya nilai tapi esensi yang dibangun.

“Pendidikan nasional yang menitikberatkan pembangunan sumber daya manusia yang dilandasi karakter yang kuat, keterampilan, dan kecakapan yang tinggi, sehingga mampu menjawab tantangan perkembangan zaman yang kompetitif,” ujarnya.

Apel peringatan Hari Pendidikan Nasional, diikuti oleh seluruh ASN Pemda, hingga para pendidik termasuk siswa di Purwakarta

 

Sumber :

https://dcckotabumi.ac.id/pages/sejarah-proklamasi/

Telkom University Jadi Kampus Pertama Miliki Command Center

Telkom University Jadi Kampus Pertama Miliki Command Center

Telkom University Jadi Kampus Pertama Miliki Command Center

Telkom University Jadi Kampus Pertama Miliki Command Center

Telkom University Jadi Kampus Pertama Miliki Command Center

Telkom University menjadi kampus pertama di tanah air yang kini

mulai membangun Command Center atau Pusat Komando Keamanan Berbasis Teknologi.

Perguruan tinggi ternama yang berdiri di Kecamatan Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung itu juga menyiapkan panic botton (tombol panik) dibeberapa titik area kampus.

Rektor Telkom University Adiwijaya berharap Command Center ini bisa membuat civitas akademika bisa merasa aman dan nyaman selama ada di kampus saat menimba ilmu.

 

“Dalam mendukung operasional command center akan disiapkan 300 CCTV

. Saat ini jumlah kamera CCTV baru terpasang 152 unit,” ungkap Adiwijaya kepada wartawan, Jumat (24/5).

Menurut Adiwihaya, jangkauan pemantauan keamanan CCTV yang disiapkan pihaknya ini tak hanya untuk di dalam kawasan kampus namun juga sampai ke area luar universitas.

“Untuk panic botton yang juga terhubung ke Command Center bisa digunakan oleh siapapun pada saat tengah terdesak dan perlu bantuan pihak keamanan,” katanya.

 

Tak hanya itu, lanjut Adiwijaya, Telkom University juga secara perdana kini

meluncurkan aplikasi Halo Rektor yang bisa diakses civitas akademika di kampusnya.

“Apalikasi itu untuk menyampaikan keluhan dan masukan kepada kampus. Langkah tersebut kami harapkan bisa meningkatkan perbaikan fasilitas dan layanan,” tandasnya.

 

Sumber :

https://dcckotabumi.ac.id/pages/contoh-soal-teks-ulasan-kelas-8/

Hubungan antara Konflik bersama dengan Terjadinya Integrasi Sosial

Hubungan antara Konflik bersama dengan Terjadinya Integrasi Sosial

Konflik merupakan bagian dari sistem sosial yang lumrah dan tidak mesti dihindari. Itu karena, konflik terjadi dapat berguna sebagai faktor positif atau pendukung bagi tumbuh kembangnya modal kedamaian sosial. Konflik nyatanya juga berupa konstruktif (membangun) terhadap keutuhan group dan integrasi sosial masyarakat di dalam skala yang lebih luas.

Manusia punya permintaan untuk bergaul. Dalam pergaulannya, terjadi suatu hubungan yang saling memengaruhi agar dapat menimbulkan suatu perasaan yang saling membutuhkan. Untuk mengenal upaya manusia yang merupakan bagian dari masyakatnya, terdapat beberapa perilaku yang terjalin bersama dengan tindakan dan hubungan sosial sebagai jalan untuk meraih target manusia sebagai makhluk sosial sebagai jalan untuk mencapat target manusia sebagai makhluk sosial. Selain itu, di dalam merawat segala tindakan dan hubungan sosial, juga terdapat nilai dan norma sosial sebagai standar penilaian umum yang dapat membentuk kedisiplinan hubungan antar manusia menuju terciptanya integrasi sosial yang mantap.

Pada dasarnya masyarakat berada di dalam suasana integrasi di dalam norma-norma dan nilai-nilai. Integrasi normatif diakui perlu, sebab;
Terwujudnya keselarasan norma, terjalin bersama dengan berbagai tingkah laku manusia di dalam suasana yang berlainan.
Terwujud tingkat kepatuhan yang tinggi antara norma-norma dan tingkah laku warga masyarakat yang sebenarnya. Oleh karena itu, kesepakatan mesti dan konsensus nilai-nilai merupakan asas integrasi sosial di dalam suatu masyarakat.
Masyarakat merupakan sistem yang terdiri atas komponen-komponennya, sebagai suatu sistem, masyarakat mempunyai manfaat integrasi untuk meraih suasana serasi, atau hubungan yang selaras di antara bagian-bagian dari suatu sistem sosial. Hal selanjutnya mencakup identitas masyarakat, keanggotaan seseorang di dalam masyarakat, dan lapisan normatif dari bagian-bagian itu.

Sebagai contoh, ada masyarakat petani, pedagang, pegawai pemerintah, pejabat, polisi, hakim, dll. Semua itu merupakan identitas manusia di dalam kehidupan masyarakat yang punya manfaat antara yang satu bersama dengan yang lainnya. Setiap bagian masyarakat itu dapat terjadi sesuai bersama dengan aturan-aturan di dalam bidang kehidupannya yang dianut sebagai nilai-nilai bersama.

Asasi integrasi sosial tidak hanya dilandaskan karena adanya saling kebergantungan di dalam kebutuhan ekonomi, juga dapat muncul dari efek adanya konflik khususnya dahulu. Konflik yang dimaksud tentu saja adalah yang menumbuhkan perasaan atau solidaritas ke dalam. https://www.biologi.co.id/6-ciri-ciri-makhluk-hidup/

Agar di di dalam masyarakat integrasi dapat terjadi bersama dengan baik, mesti diperhatikan faktor-faktor sosial yang memengaruhi kehidupan masyarakat, layaknya target yang hendak mengidamkan dicapai masyarakat, sistem sosial, sistem tindakan, dan sistem sanksi. Dengan kata lain, faktor-faktor yang memengaruhi sistem integrasi sosial adalah;
Tercapainya suatu konsensus tentang nilai-nilai dan norma-norma sosial.
Norma-norma yang berlaku berkesinambungan dan tidak berubah-ubah.
Ada target bersama dengan yang mengidamkan dicapai.
Anggota masyarakat saling tergantung di dalam mengisi kebutuhan-kebutuhannya.
Dilatarbelakangi oleh adanya konflik di dalam suatu kelompok.

Demikianlah ulasan tentang “Hubungan antara Konflik bersama dengan Terjadinya Integrasi Sosial”, yang terhadap peluang ini dapat dibahas bersama dengan lancar. Semoga berguna bagi yang membaca…

Baca Juga :

Faktor-Faktor Terbentuknya Integrasi

Faktor-Faktor Terbentuknya Integrasi

Integrasi sosial adalah proses penyesuaian di antara unsur-unsur yang saling tidak serupa yang ada didalam kehidupan sosial sehingga menghasilkan suatu pola kehidupan yang cocok fungsinya bagi masyarakat itu. Integrasi merupakan suatu proses sosial yang tidak sanggup ditunaikan dan ditempuh didalam sementara singkat. Sebab, integrasi membutuhkan proses pembudayaan sosial politik di antara suku bangsa yang ada. Integrasi bangsa wajib benar-benar diwujudkan gara-gara merupakan permintaan banyak pihak sehingga tercipta kecocokan dan ketertiban. Jangan hingga integrasi tersebut tetap dibayang-bayangi oleh konflik yang timbul gara-gara tidak terdapatnya kesadaran bakal pentingnya integrasi tersebut. Untuk mewujudkan integrasi masyarakat yang tangguh, dibutuhkan terdapatnya nilai-nilai umum yang sanggup menjadi pedoman bagi masyarakat didalam bertindak.

Ada beberapa syarat yang dibutuhkan sehingga integrasi didalam masyarakat itu tangguh dan tidak dibayang-bayangi munculnya suatu konflik.
Syarat-syaratnya;
Sebagian besar bagian masyarakat setuju mengenai batas-batas teritorial berasal dari negara sebagai suatu kehidupan politik di mana mereka menjadi warganya.
Sebagian besar bagian masyarakat itu bersepakat mengenai struktur pemerintahan dan aturan-aturan berasal dari pada proses-proses politik yang diberlakukan di semua masyarakat di atas lokasi itu.
Suatu integrasi nasional yang handal dan tangguh hanya bakal berkembang di atas konsensus nasional mengenai batas-batas suatu masyarakat politik dan proses politik yang berlaku bagi semua masyarakat itu. Selanjutnya, suatu konsensus nasional mengenai bagaimana suatu suatu kehidupan dengan sebagai bangsa itu, wajib diwujudkan atau diselenggarakan melalui suatu konsensus nasional mengenai proses nilai yang bakal mendasari hubungan-hubungan sosial di antara suatu masyarakat negara.

Integrasi sosial didalam bakal sanggup terwujud terkecuali ada faktor-faktor berikut;
Adanya rasa toleransi, saling menghormati, dan tenggang rasa.
Terjadinya perkawinan campuran antar suku.
Semakin tumbuhnya komunikasi dan transportasi antar daerah.
Meningkatnya solidaritas sosial yang tergoda intensifnya kerja sama group didalam masyarakat menghadapi perihal bersama.
Fungsi pemerintah yang semakin berlangsung baik dan bijaksana terutama yang menyentuh masyarakat bawah. https://materisekolah.co.id/contoh-teks-eksplanasi-pengertian-ciri-struktur-kaidah-kebahasaan-dan-contoh-lengkap/

Demikianlah ulasan mengenai “Faktor-faktor Terbentuknya Integrasi” yang pada kesempatan ini, sanggup di bahas dengan singkat. Semoga bermanfaat, bagi kamu para pembaca, cukup sekian dan hingga jumpa!

Baca Juga :