twittsev.com

Situs Web Pendidikan Terupdate

Pendidikan

Pengertian peta

Pengertian peta

Pengertian peta

Pengertian peta

Peta adalah gambaran konvensional muka bumi atau benda angkasa yang meliputi perwujudan, letak maupun data yang berkaitan, seperti tampaknya apabila dilihat dari atas.

Dasar-dasar dalam pembuatan peta

Yang digunakan sebagai dasar-dasar atau patokan dalam pembuatan peta adalah berupa hasil pengukuran, foto udara, atau citra satelit.

Syarat-syarat peta secara umum

  1. Jelas, dan tidak membingungkan.
  2. Mudah dimengerti maknanya.
  3. Memberi gambaran mirip dengan wujud dan letak yang sebenarnya.
  4. Bertampilan menarik, rapi, dan bersih.

Syarat-syarat peta secara khusus

  1. Judul peta mencerminkan isi peta.
  2. Skala peta merupakan perbandingan jarak di peta dan jarak yang sebenarnya.
  3. Orientasi peta (petunjuk arah, biasanya berupa angka, panah dan huruf U).
  4. Sumber peta, dicantumkan agar diketahui darimana sumber peta, data peta, dan pembuatanya.
  5. Tahun pembuatan atau penerbitan peta, penting untuk kemungkinan perubahan data dalam waktu tertentu.
  6. Inset peta, berfungsi sebagai petunjuk lokasi daerah yang dipetakan terhadap daerah sekitarnya.
  7. Warna peta, mempresentasikan (mewakili) objek dilapangan sehingga memiliki kemiripan dengan objek yang sesungguhnya di lapangan.
  8. Tulisan (lettering), berfungsi memberikan penjelasan terhadap informasi lokasi, letak, dan kenampakan objek geografi di dalam peta.
  9. Garis tepi peta, berfungsi membatasi peta dengan semua komponen peta antara daerah yang dipetakan dengan daerah disekitarnya.
  10. Garis astronomi, berfungsi memberikan informasi posisi atau letak absolute suatu daerah yang dipetakan berdasarkan letak lintang dan bujurnya.
  11. Legenda peta, yang menyajikan symbol, tanda, atau singkatan yang digunakan pada peta.

Macam-macam inset pada peta

  1. Inset pembesaran, berfungsi menerangkan dan memperjelas informasi penting dari suatu lokasi atau wilayah peta utama yang kenampakanya kecil (tidak jelas).
  2. Insert lokasi wilayah, berfungsi memberikan gambaran yang baik mengenai posisi geografi daerah yang dipetakan terhadap daerah sekitarnya.

Baca Juga :

Kelengkapan dan Jenis Atlas

Kelengkapan dan Jenis Atlas

Kelengkapan dan Jenis Atlas

Kelengkapan dan Jenis Atlas

Atlas memuat informasi geografis yang sangat banyak dan memiliki variasi gejala alam serta sosial. Informasi geografi di dalam atlas akan lebih mudah ditemukan jika atlas memiliki petunjuk penggunaan atlas, yaitu daftar isi dan daftar indeks.

Daftar isi adalah kumpulan judul-judul atau tema-tema peta yang ada dalam atlas. Daftar isi memudahkan kita dalam menemukan informasi tentang peta dari atlas tersebut. Pada umumnya, daftar isi ditemukan setelah halaman judul atlas. Daftar indeks adalah suatu daftar yang memuat unsur geografis dalam atlas. Unsur itu seperti nama kota atau tempat, gunung, sungai, danau, dan waduk. Coba kalian perhatikan contoh indeks berikut ini.

 

Berdasarkan contoh di atas, kita dapat menemukan kota Kabajahe pada halaman 6, kolom D, dan lajur b.

Atlas dibagi menjadi dua jenis, yaitu atlas umum dan atlas khusus. Atlas umum memuat kumpulan peta yang informasinya bersifat umum. Contohnya Atlas Indonesia dan Atlas Dunia.

Atlas khusus atau disebut juga atlas tematik merupakan kumpulan dari peta tematik. Kumpulan peta dalam atlas khusus harus dapat menggambarkan informasi atau tema-tema tertentu.

Info Untukmu!

Atlas berasal dari nama Dewa Atlas yang berdiam di Pegunungan Atlas Afrika Utara.  Dewa Atlas bertugas  memikul dunia sesuai kepercayaan Romawi Kuno. Atlas ar tinya membuat gambaran-gambaran  dari bentuk muka bumi. Atlas yang terkenal dibuat oleh Henr icus dan Jan Janszoon (keduanya anak dan menantu Mercar tor) tahun 1595 yang disebut Atlas Baru. Atlas tersebut merupakan kumpulan peta yang disusun oleh Mercartor.

Mencari Informasi Keruangan dari Atlas 

Jika ingin mengetahui peta suatu daerah maka gunakan daftar isi. Sementara daftar indeks digunakan untuk mencari letak suatu kota, sungai, gunung, danau, pegunungan, selat, laut, dan teluk. Misalnya, kita ingin mencari Kota Kabuhibul. Kota Kabuhibul di indeks atlas terdaftar dalam kelompok huruf K dan tertulis Kabuhibul … 12 Bc. Artinya, Kota Kabuhibul dapat ditemukan di halaman 12 (dalam buku atlas tersebut), dalam kotak B (kolom), dan kotak c (baris). Lebih jelas amatilah Gambar 6.8 dan carilah Kota Kabuhibul yang dimaksud.

 

Prinsip mencari unsur geografi dalam atlas tetap sama. Misalnya, dalam atlas tertulis Singkawang … 24 C3. Artinya, Singkawang pada atlas itu terdapat di halaman 24, dalam kotak pada garis C, dan kolom 3.

Syarat-syarat Atlas

Atlas sebagai sumber informasi geografi hendaknya memenuhi syarat sebagai berikut.

  1. Menggambarkan suatu daerah dengan data yang akurat.
  2. Memiliki formulasi warna atau simbol lain yang tepat sehingga menarik.
  3. Dilengkapi dengan diagram-diagram dan data statistik daerah yang dipetakan.
  4. Dalam membuat peta harus mengikuti aturan-aturan kartografi dan menggunakan proyeksi peta tertentu yang disesuaikan dengan tujuan.

Sumber: https://penirumherbal.co.id/

Jenis-jenis Atlas

Jenis-jenis Atlas

Jenis-jenis Atlas

Jenis-jenis Atlas

Pengelompokan jenis atlas biasanya didasarkan pada isi yang terkandung pada peta-peta yang ditampilkan. Beberapa jenis atlas antara lain.

1) Atlas Wilayah
Atlas wilayah adalah atlas yang menyajikan informasi unsur-unsur geografi umum baik alamiah maupun budaya suatu wilayah.
Beberapa contoh atlas wilayah:
a) Atlas Nasional, menyajikan informasi geografis dan data yang terdapat pada wilayah negara tertentu yang dilengkapi dengan peta tiap-tiap propinsi.
b) Atlas Regional, menyajikan informasi geografi dan data dari beberapa negara dalam satu kawasan tertentu maupun dalam kawasan benua.
c) Atlas Dunia, menyajikan informasi geografi dan data yang terdapat pada benua–benua beserta negara-negara di dunia.

2) Atlas Tematik
Atlas tematik adalah atlas yang menyajikan informasi tema tertentu yang sifatnya khusus. Beberapa contoh atlas tematik yaitu  atlas anatomi, atlas patologi, atlas histologi (berisi gambar-gambar bagian tubuh dan sel-sel manusia yang diperlukan di bidang kedokteran) dan  atlas geologi, (berisi informasi tentang berbagai batuan atau mineral yang terdapat di bumi), atlas sejarah, dan lain-lain.

3) Atlas Semesta
Atlas semesta adalah atlas yang menyajikan informasi keadaan jagat raya berupa peta langit, susunan tata surya, rasi bintang, dan galaksi.

Manfaat Atlas

Atlas dapat dipergunakan dalam berbagai kebutuhan diantaranya

  1. Mengetahui informasi letak suatu fenomena geografi tertentu, misalnya: gurun, sungai, kota, kabupaten.
  2. Mengetahui informasi keadaan fisik wilayah tertentu misalnya struktur batuan dan pertambangan.
  3. Mengetahui informasi keadaan sosial ekonomi suatu daerah, misalnya mata pencaharian penduduk dan tingkat pendapatan.
  4. Mengetahui informasi keadaan budaya suatu daerah, misalnya kota dan desa.

Sumber: https://ironmanfactory.com/

Dampak Modernisasi dan Globalisasi

Dampak Modernisasi dan Globalisasi

Dampak Modernisasi dan Globalisasi

Dampak Modernisasi dan Globalisasi

Dampak Modernisasi dan Globalisasi

Modernisasi dan globalisasi memiliki dampak atau akibat bagi manusia dan lingkungannya, dampak yang baik (positif) ataupun buruk (negatif).

1. Dampak Positif

Dampak positif dari modernisasi dan globalisasi antara lain sebagai berikut.
a. Memudahkan untuk mendapatkan barang yang berkualitas bagus dengan harga yang paling murah.
b. Tersedianya lapangan pekerjaan bagi tenaga profesional.
c. Perkembangan teknologi untuk kesejahteraan masyarakat dunia.
d. Komunikasi tanpa dibatasi jarak dan waktu sehingga dapat memperlancar perdagangan internasional.
e. Terbukanya peluang bisnis dan kemudahan di bidang pendidikan, politik, pertahanan dan keamanan.

Pembangunan yang lebih terencana dan berorientasi

pada kebutuhan hidup warga dunia.
g. Penanaman modal asing memicu pertumbuhan ekonomi negara berkembang.
h. Terjadinya migrasi yang tinggi dalam suatu negara maupun dari negara yang satu ke negara yang lain.
i. Bercampurnya berbagai kebudayaan dari berbagai daerah dan negara.

Dampak Negatif

Dampak negatif dari modernisasi dan globalisasi antara lain sebagai berikut.
a. Bergesernya nilai-nilai dan sikap seseorang karena pengaruh negatif dari teknologi komputerisasi, media massa, dan alat komunikasi.
b. Tumbuhnya mental frustasi, minder, stres dan tertekan karena tidak dapat mengikuti perkembangan teknologi komunikasi dan informasi.
c. Posisi tawar yang selalu kalah bagi negara berkembang yang dikalahkan oleh negara maju membuat negara berkembang semakin terpuruk dan tidak dapat berkompetisi dengan negara maju.

Orientasi hidup hanya pada nilai ekonomi

menyebabkan bergesernya nilai-nilai kemanusiaan, keharmonisan hidup dengan lingkungan dan kehangatan persahabatan.
e. Hilangnya budaya asli daerah tertentu akibat tidak dipatenkan.
f. Makin merajalelalnya kaum kapitalis atau pemilik modal yang dengan leluasa menanamkan modalnya di segala penjuru dunia.
g. Kemajuan teknologi yang dimanfaatkan untuk merusak dunia menjadi ketakutan semua pihak.


Baca Juga :

Perubahan Sosial

Perubahan Sosial

Perubahan Sosial

Perubahan Sosial

Perubahan Sosial

Setiap saat masyarakat selalu mengalami perubahan. Jika dibandingkan apa yang tejadi saat ini dengan beberapa tahun yang lalu. Maka akan banyak ditemukan perubahan baik yang direncanakan atau tidak, kecil atau besar, serta cepat atau lambat. Perubahan-perubahan tersebut dilakukan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi lingkungan sosial yang ada. Dimana manusia selalu tidak puas dengan apa yang telah dicapainya. Oleh karena itu manusia selalu mencari sesuatu agar hidupnya lebih baik.

Sebagai contoh kasus, dahulu keluarga sepenuhnya berfungsi sebagai tempat perlindungan bagi anak-anak yang belum dewasa, sumber pengetahuan (pendidikan) dan keterampilan serta sumber ekonomi. Namun, pada masa sekarang, fungsi keluarga mengalami perubahan. Anak-anak tidak hanya memperoleh pengetahuan dari keluarga, tetapi juga melalui berbagai media massa, seperti televisi, radio, koran dan internet.

1. Pengertian Perubahan Sosial

Ada beberapa ahli sosiologi yang memberikan definisi perubahan sosial, antara lain.

a. J.L Gillin dan J.P Gillin

Perubahan sosial adalah suatu variasi dari cara hidup yang diterima, akibat adanya perubahan kondisi geografis, kebudayaan material, kompoisisi penduduk, ideologi, maupun karena difusi dan penemuan baru dalam masyarakat.

b. Kingsley Davis 

Mengartikan perubahan sosial sebagai perubahan-perubahan yang terjadi dalam struktur dan fungsi masyarakat. Misalnya, timbulnya pengorganisasian buruh dalam masyarakat kapitalis telah menyebabkan perubahan-perubahan dalam hubungan antara buruh dengan majikan dan seterusnya menyebabkan perubahan-perubahan dalam organisasi ekonomi dan politik.

c. William F Ogburn 

Mengemukakan ruang lingkup perubahan-perubahan sosial meliputi unsur-unsur kebudayaan baik yang material maupun yang immaterial, yang ditekankan adalah pengaruh besar unsur-unsur kebudayaan material terhadap unsur-unsur immaterial.

 

d. Selo Soemardjan

Perubahan sosial adalah perubahan-perubahan pada lembaga-lembaga kemasyarakatan di dalam suatu masyarakat yang mempengaruhi sistem sosialnya, termasuk di dalamnya nilai-nilai, sikap dan pola perilaku di antara kelompok-kelompok dalam masyarakat.

e. Samuel Koening 

Perubahan sosial menunjuk pada modifikasi-modifikasi yang yang terjadi dalam pola-pola kehidupan manusia yang terjadi karena sebab-sebab intern maupun sebab-sebab ekstern.

f. Mac Iver

Perubahan sosial adalah perubahan-perubahan dalam hubungan sosial atau sebagai perubahan terhadap keseimbangan hubungan sosial.

Berdasarkan definisi-definisi tersebut, dapat disimpulkan bahwa perubahan sosial adalah perubahan yang terjadi dalam struktur sosial dan lembaga sosial masyarakat. Perubahan sosial meliputi perubahan dalam berbagai hal, seperti perubahan teknologi, perilaku, sistem sosial dan norma. Perubahan tersebut mempengaruhi individu dalam masyarakat tertentu.


Sumber: https://dunebuggyforsale.org/farmer-sim-apk/

Globalisasi Kebudayaan dan Cirinya

Globalisasi Kebudayaan dan Cirinya

Globalisasi Kebudayaan dan Cirinya

Globalisasi Kebudayaan dan Cirinya

Globalisasi Kebudayaan dan Cirinya

Globalisasi budaya dimana kebudayaan

diartikan sebagai nilai-nilai yang dianut oleh masyarakat ataupun persepsi yang dimiliki oleh warga masyarakat terhadap berbagai hal. Baik nilai-nilai maupun persepsi berkaitan dengan aspek-aspek kejiwaan atau psikologis, yaitu apa yang terdapat dalam alam pikiran. Aspek-aspek kejiwaan ini menjadi penting artinya apabila disadari, bahwa tingkah laku seseorang sangat dipengaruhi oleh apa yang ada dalam alam pikiran orang yang bersangkutan.

 

Perkembangan globalisasi kebudayaan secara intensif

terjadi pada awal abad ke-20 dengan berkembangnya teknologi komunikasi. Kontak melalui media menggantikan kontak fisik sebagai sarana utama komunikasi antarbangsa. Perubahan tersebut menjadikan komunikasi antarbangsa lebih mudah dilakukan, hal ini menyebabkan semakin cepatnya perkembangan globalisasi kebudayaan.

 

Ciri berkembangnya globalisasi kebudayaan antara lain sebagai berikut.

a. Berkembangnya pertukaran kebudayaan internasional.
b. Penyebaran prinsip multikebudayaan, dan kemudahan akses suatu individu terhadap kebudayaan lain di luar kebudayaannya.
c. Berkembangnya turisme dan pariwisata.
d. Semakin banyaknya imigrasi dari suatu negara ke negara lain.
e. Berkembangnya mode yang berskala global, seperti pakaian, film dan lain-lain.
f. Bertambah banyaknya event-event berskala global seperti Piala Dunia.


Sumber: https://multi-part.co.id/re-volt-classic-3d-apk/

Syarat dan Ukuran Sampel

Syarat dan Ukuran Sampel

Syarat  sampel

  1. Akurasi atau ketepatan , yaitu tingkat ketidakadaan “bias” (kekeliruan) dalam sampel. Dengan kata lain makin sedikit tingkat kekeliruan yang ada dalamsampel, makin akurat sampel tersebut. Tolak ukur adanya“bias” atau kekeliruan adalah populasi.
  2. Agar sampel dapat memprediksi dengan baik populasi, sampel harus mempunyai selengkap mungkin karakteristik populasi.

Ukuran sampel

  1. Ukuran sampel harus mewakili  populasi.
  2. Ukuran sampel mempengaruhi tingkat kesalahan yang terjadi.
  3. Semakin banyak ukuran sampel maka semakin kecil tingkat kesalahan generalisasi yang terjadi dan sebaliknya.
  1. Teknik Pengambilan Sampel

Probability Sampling, menyatakan bahwa :

  1. Setiap anggota populasi mempunyai  peluang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel
  2. hasil penelitian dijadikan ukuran untuk mengestimasi populasi (melakukan generalisasi)

Non probability Sampling, menyatakan bahwa :

  1. Setiap anggota populasi tidak mempunyai  peluang sama untuk dipilih menjadi anggota sampel
  2. Hasil penelitian tidak untuk melakukan generalisasi

PROBABILITY SAMPLING

  1. Setiap elemen dalam populasi mempunyai kesempatan yang sama untuk diseleksi sebagai subyek dalam sampel.
  2. Menentukan probabilitas atau besarnya kemungkinan setiap unsur dijadikan sampel. Dalam merencanakan sampling probabilitas, idealnya peneliti telah memenuhi beberapa persyaratan berikut:
  1. Diketahui besarnya populasi induk
    1. Besarnya sampel yang diinginkan telah ditentukan

 Simple Random Sampling

  1. Teknik sampling secara acak, setiap individu dalam populasi memiliki peluang yang sama untuk dijadikan sampel
  2. Syarat: anggota populasi dianggap homogen
  3. Cara pengambilan sampel bisa melalui undian
  4. Sampling ini memiliki bias terkecil dan generalisasi tinggi
  5. Banyak digunakan dalam penelitian sains.

Procedure :

  1. Susun “sampling frame”
  2. Tetapkan jumlah sampel yang akan diambil
  3. Tentukan alat pemilihan sampel
  4. Pilih sampel sampai dengan jumlah terpenuhi
  1. 2.  Proportionate Stratified Random Sampling
  2. Digunakan untuk mengurangi pengaruh faktor heterogen dan melakukan pembagian elemen-elemen populasi ke dalam strata. Selanjutnya dari masing-masing strata dipilih sampelnya secara random sesuai proporsinya.
  3. Sampling ini banyak digunakan untuk mempelajari karakteristik yang berbeda, misalnya, di sekolah ada kls I, kls II, dan kls III. Atau responden dapat dibedakan menurut jenis kelamin; laki-laki dan perempuan, dll.
  4. Keadaan populasi yang heterogen tidak akan terwakili, bila menggunakan teknik random. Karena hasilnya mungkin satu kelompok terlalu banyak yang terpilih menjadi sampel.

Contoh Stratified Random Sampling:

                                                Populasi 900 orang

 

Baca juga:

Contoh Aplikasi Variabel dalam Penelitian

Contoh Aplikasi Variabel dalam Penelitian

  1. Penelitian tentang perbedaan keberhasilan berdagang antara laki-laki dan perempuan. Dari penelitian tersebut misalnya diketahui bahwa pedagang laki-laki lebih berhasil dibandingkan dengan pedagang perempuan, lalu apa manfaat penelitian ini? Tindak lanjut apa dan bagaimana yang dapat dilakukan? Apakah kita sarankan pedagang perempuan diubah kelaminnya menjadi laki-laki? Atau apakah disarankan yang berdagang hanya laki-laki saja, sementara perempuan mencari pekerjaan lain?

Dengan masalah tersebut anda bisa membantah dan mengusulkan saran yang berguna misalnya : perempuan yang akan berdagang ditingkatkan kemampuannya supaya lebih berhasil. Alasan jenis kelamin juga dapat dikaitkan dengan kegiatan mengasuh anak.

  1. Penelitian tentang faktor-faktor yang berpengaruh terhadap minat baca mahasiswa. Dari makna yang tersirat dalam penelitian ini, peneliti mencoba mengungkap faktor-faktor apa saja yang berpengaruh terhadap minat baca mahasiswa dengan harapan memperoleh manfaat dapat meningkatkan peranan faktor-faktor yang ternyata besar terhadap minat baca mahasiswa.

Cukup bermanfaatkah penelitian ini? Dibandingkan dengan penelitian yang pertama mana yang lebih banyak manfaatnya? Untuk melakukan penelitiannya, tentu peneliti menentukan faktor-faktor yang diperkirakan berpengaruh terhadap minat baca mahasiswa, kemudian melalui kegiatan penelitian nya ia mencari data untuk melihat faktor-faktor mana yang lebih berpengaruh.

Pengertian Populasi dan Sampel

Populasi berasal dari kata bahasa Inggris “population”, yang berarti jumlah penduduk. Oleh karena itu, apabila disebutkan kata populasi, orang kebanyakan menghubungkan dengan masalah-masalah kependudukan. Hal tersebut ada benarnya juga, karena itulah makna kata populasi yang sesungguhnya. Kemudian pada perkembangan yang selanjutnya kata populasi menjadi amat popular dan digunakan di berbagai disiplin ilmu.

Populasi dapat diartikan sebagai  wilayah generalisasi yang terdiri atas: objek/subjek yang mempunyai kualitas dan karakteristik tertentu yang ditetapkan oleh peneliti untuk dipelajari dan kemudian ditarik kesimpulannya. Jadi populasi bukan hanya orang, tetapi juga objek dan benda-benda alam yang lain. Populasi juga bukan sekedar jumlah yang ada pada objek/subjek yang dipelajari, tetapi meliputi seluruh karakteristik/sifat yang dimiliki oleh objek/subjek itu.

Misalnya akan melakukan penelitian di sekolah X, maka sekolah X ini merupakan populasi. Sekolah X mempunyai sejumlah orang/subyek dan obyek yang lain. Hal ini berarti populasi dalam arti jumlah/kuantitas. Tetapi sekolah X juga mempunyai karakteristik orang-orangnya, misalnya motivasi kedanya, disiplin kedanya, kepemimpinannya, iklim organisasinya dan lain-lain. Satu orang pun dapat digunakan sebagai populasi, karena satu barang itu mempunyai berbagai karakteristik, misalnya gaya bicaranya, disiplin pribadi, hobi, cara bergaul, kepemimpinannya dan lain-lain.

Sampel adalah bagian dari jumlah dan karakteristik yang dimiliki oleh populasi tersebut. Bila populasi besar, dan peneliti tidak mungkin mempelajari semua yang ada pada populasi, misalnya karena keterbatasan dana, tenaga dan waktu, maka peneliti dapat menggunakan sampel yang diambil dari populasi itu. Apa yang dipelajari dari sampel itu. kesimpulannya akan dapat diberlakukan populasi. Untuk itu sampel yang diambil dari populasi harus betul-betul representatif (mewakili).

Bila sampel tidak representatif, maka ibarat orang buta disuruh menyimpulkan karakteristik gajah. Satu orang memegang telinga gajah, maka la menyimpulkan gajah itu seperti kipas. Orang kedua memegang badan gajah, maka ia menyimpulkan gajah itu seperti tembok besar. Satu orang lagi memegang ekornya, maka la menyimpulkan gajah itu kecil seperti seutas tali. Begitulah kalau sampel yang dipilih tidak representatif, maka ibarat 3 orang buta itu yang membuat kesimpulan salah tentang gajah.

Sumber: https://ngegas.com/tactics-squad-apk/

Macam-macam Variabel Penelitian

Macam-macam Variabel Penelitian

1. Variabel Independent

Variable ini sering disebut variable stimulus, predictor, antecedent. Dalam bahasa Indonesia sering disebut variable bebas. Variabel bebas adalah merupakan variable yang mempengaruhi atau yang menjadi sebab perubahannya atau timbulnya variable dependen (terikat). Contohnya : Pengaruh Therapi Musik terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan.
2. Variabel Dependen
Sering disebut sebagai variable output, criteria, konsekuen. Dalam bahasa Indonesia sering disebut sebagai variable tertikat. Variable terikat merupakan variabel ynag dipengaruhi atau yang menjadi akibat, karena adanya variable bebas. Misalnya : Pengaruh Therapi Musik terhadap Penurunan Tingkat Kecemasan.
3. Variabel Moderator
Variabel moderator adalah variable yang mempengaruhi (memperkuat dan memperlemah) hubungan antara variable independen dengan dependen. Variable tersebut juga sebagai variable independen kedua.
Contoh hubungan Variabel Independen – Moderator – Dependen :
Hubungan motivasi (bebas) dan prestasi belajar (terikat) akan semakin kuat bila peranan dosen dalam menciptakan iklim/lingkungan (moderator) belajar sangat baik, dan hubungan semakin rendah bila peranan dosen kurang baikdalam menciptakan iklim belajar.
4. Variable Intervening
Variabel intervening adalah variable yang secara teoritis mempengaruhi hubungan antara variable independen dengan dependen menjadi hubungan yang tidak langsung dan tidak dapat diamati dan diukur. Variable ini merupakan variable penyela/antara yang terletak diantara variable independen, sehingga variable independen tidak langsung mempengaruhi berubahnya atau timbulnya variable dependen.
Contoh :
Tinggi rendahnya penghasilan (bebas) akan mempengaruhi secara tidak langsung terhadap umur (terikat) harapan hidup. Di sini ada varaibel antaranya yaitu yang berupa Gaya Hidup seseorang (intervening). Antara variabel penghasilan dan gaya hidup terdapat variabel moderator yaitu Budaya Lingkungan Tempat Tinggal (moderator).
5. Variabel Kontrol
Variabel control adalah variable yang dikendalikan atau dibuat konstan sehingga pengaruh variable independen terhadap dependen tidak dipengaruhi oleh factor luar yang tidak diteliti. Variable control sering digunakan oleh peneliti, bila akan melakukan penelitian yang besifat membandingkan.
Contoh :
Pengaruh Metode Pembelajaran terhadap Penguasaan Keterampilan terhadap Penguasaan Keterampilan Pertolongan Persalinan
Variabel Bebasnya adalah Metode Pembelajaran, misalnya Metode Ceramah & Metode Demonstrasi. Sedangkan Variabel Kontrol yangditetapkan adalah sama, misalnya Standard Keterampilan sama, dari kelompok mahasiswa dengan latar belakang sama (tingkat/semesternya sama), dari institusi yang sama. Dengan adanya Variabel Kontrol tersebut, maka besarnya pengaruh Metode Pembelajaran terhadap Penguasaan Keterampilan Pertolongan Persalinan dapat diketahui lebih pasti.

Sumber: https://ngegas.com/kakaotalk-apk/

Deskripsi Pekerjaan Konsultan IT

Deskripsi Pekerjaan Konsultan IT

Deskripsi Pekerjaan Konsultan IT

Deskripsi Pekerjaan Konsultan IT

Konsultan IT bekerja secara partnership dengan client

menganjurkan mereka bagaimana untuk menggunakan teknologi informasi agar memenuhi sasaran bisnis atau menyelesaikan suatu masalah. Konsultan bekerja untuk memperbaiki struktur dan efisiensi dan sistem IT organisasi.
Konsultan IT dapat terlibat dalam bermacam aktivitas seperti marketing, manajemen proyek, customer relationship management (CRM) dan system development.

Mereka juga bertanggungjawab untuk pelatihan user

dan feedback. Pada banyak perusahaan, tugas tersebut dilakukan oleh IT project team. Konsultan IT makin terlibat dalam penjualan dan pengembangan bisnis.

 

Aktivitas Kerja Konsultan IT

Tugas khusus yang dilakukan oleh konsultan IT meliputi:

  • Bertemu dengan client untuk menentukan keperluan
  • Bekerja dengan client untuk menetapkan jangkauan dari suatu proyek
  • Merencanakan timescale dan kebutuhan sumber daya
  • Menjelaskan spesifikasi sistem client, memahami kebiasaan kerja mereka (client) dan sifat dasar dari bisnisnya
  • Bepergian ke tempat customer
  • Berhubungan dengan staff pada semua tingkat dari organisasi client
  • Menetapkan software, hardware dan kebutuhan jaringan
  • Menganalisa kebutuhan IT dalam perusahaan dan memberikan nasehat yang independen dan objektif dalam penggunaan IT
  • Men-develop solusi yang cocok dan mengimplementasikan sistem baru
  • Memberikan solusi dalam laporan tertulis ataupun lisan
  • Membantu client pada aktivitas perubahan manajemen
  • Membeli sistem jika cocok
  • Merancang, menguji, memasang dan memonitoring sistem baru
  • Menyiapkan dokumentasi dan memberikan laporan proses pada customer
  • Mengatur pelatihan untuk user dan konsultan lain
  • Mengenali potential client dan membangun dan memelihara hubungan

Kemampuan Konsultan IT

Orang-orang yang ingin berprofesi di bidang ini harus memiliki kemampuan sebagai berikut:

  • Kemampun untuk memimpin
  • Kemampuan komunikasi dan interpersonal
  • Kemampuan teamwork
  • Pendekatan logis untuk problem solving/analytical skills
  • Kemampuan untuk cepat belajar
  • Kepercayaan ketika membuat keputusan
  • Kemampuan presentasi
  • Kemampuan customer service yang baik
  • Kemampuan organisasional yang baik untuk mengatur heavy workload
  • Kemampuan untuk berkomunikasi informasi teknis pada client non-IT dan kolega
  • Fleksibilitas dan adaptabilitas
  • Kemampuan manajemen waktu

Baca Juga :