twittsev.com

Situs Web Pendidikan Terupdate

Pendidikan

Sinergi Lembaga Komunitas Diharapkan Permudah Akses Pendidikan

Sinergi Lembaga Komunitas Diharapkan Permudah Akses Pendidikan

Sinergi Lembaga Komunitas Diharapkan Permudah Akses Pendidikan

Sinergi Lembaga Komunitas Diharapkan Permudah Akses Pendidikan

Sinergi Lembaga Komunitas Diharapkan Permudah Akses Pendidikan

Pendidikan merupakan permasalahan serius yang perlu penanganan secara massif

terutama para pihak-pihak yeng memiliki kewenangan untuk memajukan bidang pendidikan. Terutama dalam hal pemerataan pendidikan hingga pelosok daerah.

Selain lembaga terkait, ada juga komunitas-komunitas yang cukup memberikan perhatian terhadap dunia pendidikan, salah satunya dari komunitas GreatEdu.

CEO GreatEdu, Robert E Sudarwan mengatakan, Jakarta memiliki banyak potensi tidak hanya potensi materil, melainkan juga potensi kumpulan manusianya yakni komunitas. Data Jakarta mencatat ada 33 komunitas di Jakarta yang aktif di berbagai aktivitas pendidikan.

Baca Juga:

Penerapan Sistem Zonasi Membutuhkan Perpres

Sinergi Komunitas Penting untuk Wujudkan Pendidikan Berkualitas

“Banyak komunitas yang tentunya belum tercatat dan memiliki banyak potensi dan prestasi.

Acara ini diinisiasi oleh GreatEdu bahwa hadirnya komunitas memberikan banyak impact bagi lingkungan sekitar,” kata Robert dalam acara Rembuk Komunitas Pendidikan di Kedai Kepikiran Kopi, Pasar Minggu, Kamis 23 Mei 2019.

“Jika komunitas-komunitas tersebut bersinergi dan berkolaborasi untuk pendidikan, akan lebih banyak lagi manfaat yang bisa dirasakan masyarakat. Terutama kemudahan akses pendidikan berkualitas yang merupakan salah satu persoalan utama dibalik keberadaan sekolah-sekolah berprestasi,” sambungnya.

Robert mengungkapkan, rembug ini bertujuan menyamakan kepahaman dan sinergi mengenai keresahan dan masalah yang dihadapi oleh masing-masing komunitas. Acara yang dihadiri oleh 17 komunitas ini membuka mata bahwa masih banyak masyarakat yang belum bisa menerima akses pendidikan yang baik.

“Komunitas ini banyak bercerita sulitnya akses pendidikan itu tidak hanya milik masyarkat

desa tetapi yang utama justru berada di masyarakat miskin kota. Mengenai pendidikan pada masyarakat miskin kota ini menjadi konsern bagi komunitas

Dalam Rembuk Komunitas Pendidikan Jakarta ini,” ungkapnya.

M Chozin Amirullah, pemantik diskusi mengatakan, ini adalah awal dari terciptakanya kemudahan akses pendidikan yang digerakan langsung oleh orang terdekat di masyarakat yaitu komunitas.

“Acara ini akan berlanjut untuk mensinergikan antar komunitas agar tergali lagi potensi masing-masing yang belum termaksimalkan. Harapannya komunitas ini mampu membantu masyarakat untuk akses pendidikan yang lebih baik,” pungkasnya.

 

 

Baca Juga :

DPR Pertanyakan Siswa Tak Diluluskan karena Kritik Kebijakan Sekolah

DPR Pertanyakan Siswa Tak Diluluskan karena Kritik Kebijakan Sekolah

DPR Pertanyakan Siswa Tak Diluluskan karena Kritik Kebijakan Sekolah

DPR Pertanyakan Siswa Tak Diluluskan karena Kritik Kebijakan Sekolah

DPR Pertanyakan Siswa Tak Diluluskan karena Kritik Kebijakan Sekolah

Siswa Kelas XII jurusan IPS SMAN 1 Sembalun Lombok Timur, NTB Aldi Irpan

disebutkan tidak lulus dikarenakan mengkritik kebijakan sekolah. DPR menyoroti peristiwa tersebut.

Wakil Ketua Komisi X DPR, Reni Marlinawati kebijakan sekolah yang tidak meloloskan siswa karena mengkritik kebijakan sekolah. “Kami menyayangkan kebijakan sekolah yang tidak meloloskan siswa karena dipicu mengkritik kebijakan sekolah. Jika itu menjadi dasarnya, ini jelas melanggar prinsip demokratisasi di dunia pendidikan,” ujar Reni di Gedung DPR, Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Senin (20/5/2019).

Reni meminta agar persoalan yang telah menjadi perbincangan di publik i

ni dapat segera direspons oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan. “Perlu ada klarifikasi secara mendalam atas persoalan tersebut. Jika memang ketidaklulusan siswa hanya dipicu oleh karena mengkritik kebijakan sekolah, harus ada koreksi atas kebijakan tersebut,” tambah Reni.

Baca Juga:

DPR Nilai Pernyataan Praktisi Pendidikan Setyono Bisa Menyulut Polemik

Kasus Pemalsuan SKD, Kemendikbud Serahkan ke Daerah

Wakil Ketua Umum DPP PPP ini menyebutkan dunia pendidikan harus menjadi ruang dialektika bagi pendidik, siswa dan stakeholder pendidikan lainnya. “Dialektika di dunia pendidikan harus dalam koridor etik dan harus dipertanggungjawabkan,” tandas Reni.

 

Sumber :

https://www.deviantart.com/gimadelija/journal/Your-High-School-Diploma-Online-804324339

Dilakukan Melalui Sistem Online, Pendaftar Harus Cermat

Dilakukan Melalui Sistem Online, Pendaftar Harus Cermat

Dilakukan Melalui Sistem Online, Pendaftar Harus Cermat

Dilakukan Melalui Sistem Online, Pendaftar Harus Cermat

Dilakukan Melalui Sistem Online, Pendaftar Harus Cermat

Pendaftaran Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2019 akan dimulai hari ini (10/6) hingga 24 Juni mendatang. Pendaftaran dilakukan melalui sistem online. Pendaftar harus teliti agar semua syarat terpenuhi. Ketua Lembaga Tes Masuk Perguruan Tinggi Negeri (LTMPT) Ravik Karsidi mengatakan, hari ini pendaftaran akan dibuka pada pukul 13.00 WIB.

Dia mengatakan, pendaftaran SBMPTN tidak dilakukan secara offline di masing-masing kampus, melainkan mendaftar online melalui laman http://pendaftaran.sbmptn.ac.id. “Calon pendaftar harus cermat memperhatikan dengan teliti semua persyaratan dan tahapan pendaftaran di laman tersebut,” katanya kemarin.

Calon mahasiswa jalur SBMPTN diketahui harus memenuhi syarat siswa lulusan SMA/MA/SMK yang lulus pada 2017 dan 2018 harus sudah memiliki ijazah. Sementara siswa SMA/MA/SMK/sederajat lulusan 2019 memiliki surat keterangan lulus pendidikan menengah. Syarat terbaru tahun ini ialah mereka harus mengikuti Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) dan telah memiliki hasil nilai UTBK-nya.

Baca Juga:

Kasus Pemalsuan SKD, Kemendikbud Serahkan ke Daerah

Penerapan Sistem Zonasi Membutuhkan Perpres

Memiliki kesehatan yang memadai sehingga tidak mengganggu kelancaran proses studi. Selain itu juga memiliki NISN. Peserta yang memilih program studi bidang seni dan olahraga wajib mengunggah portofolio. Biaya UTBK ditanggung oleh peserta dan subsidi pemerintah serta syarat terakhir adalah tidak lulus jalur SNMPTN 2019.

Mantan rektor Universitas Negeri Sebelas Maret Solo ini menjelaskan, pemerintah menetapkan melalui Permenristekdikti No 60/ 2018 bahwa kuota setiap program studi yang disediakan untuk calon mahasiswa baru yang mengikuti SBMPTN ditetapkan paling sedikit 40% dari daya tampung program studi di PTN.

Pendaftaran mahasiswa baru dibagi tiga yakni Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN) 20%, SBMPTN 40%, dan jalur mandiri maksimum 30% dari daya tampung PTN. Ravik menekankan, calon peserta penerima beasiswa Bidikmisi yang telah dinyatakan lulus SNMPTN 2019 dan calon peserta non-Bidikmisi yang dinyatakan lulus SNMPTN 2019 tidak diperbolehkan mendaftar SBMPTN 2019.

“Calon peserta bisa melihat dulu ke laman untuk mempertimbangkan program studi,

daya tampung per PTN, dan juga jumlah peminat program studi PTN tahun 2018. Kami juga mengingatkan kepada peserta pelamar Bidikmisi mempelajari prosedur pendaftaran di laman http://bidikmisi.belmawa.ristekdikti.go.id,” jelasnya.

Untuk menghindari penipuan, Ravik mengingatkan kepada masyarakat dan khususnya para calon pendaftar SBMPTN 2019 bahwa LTMPT tidak menjalin kerja sama dengan pihak mana pun dalam pelaksanaan SBMPTN 2019. Semua informasi resmi dan setiap terjadi perubahan ketentuan yang berkaitan dengan pelaksanaan SBMPTN 2019, katanya, selalu diinformasikan melalui laman resmi di http://sbmptn.ac.id.

Sebelumnya diberitakan, sesi UTBK 2019 telah selesai dilaksanakan sesuai jadwal. UTBK

yang dilaksanakan pada 25 Mei 2019 dengan total peserta terdaftar sebanyak 113.189 peserta yang terbagi pada sesi pagi sebanyak 58.140 peserta dan sesi siang sebanyak 55.049 peserta.

Sesi pagi terdiri atas kelompok Saintek sebanyak 34.167 peserta dan Soshum 23.973 peserta dengan menggunakan 2.016 ruang yang berada di 64 pusat UTBK. Untuk sesi siang peserta kelompok Saintek sebanyak 29.568 peserta dan Soshum 25.481 peserta dengan ruang yang digunakan sebanyak 1.918 ruang yang berada di 56 pusat UTBK

 

Sumber :

https://rahulraheja.atavist.com/school-education-completion-broadening-opportunities

Menganalisis Politik Sultan Agung Menghadapi VOC

Menganalisis Politik Sultan Agung Menghadapi VOC

Belajar berasal dari Perjalanan jihad Sultan Agung berasal dari Mataram. Upaya untuk menegakkan syari’at islam membutuhkan perjuangan dan pengorbanan. Kerajaan Mataram Islam ini udah melaksanakan syariat islam. Pada th. 1613-1645 M Mataram Islam diperintah oleh Sultan Agung yang bertekad mengantarkan mataram menuju puncak kejayaan.

Sultan agung memiliki nama lain yakni Mas Rangsang. Ia adalah anak berasal dari raja ke-3 sultan mataram yang bernama Panembahan Anyakrawati atau Mas Jolang. Setelah ia diangkat menjadi raja bergelar Kanjeng Sultan Agung Senapati Ing Alaga Ngabdurahman Sayidin Panatagama yang berarti raja yang besar sebagai panglima perang kala berperang, tetapi ia juga hamba Allah dan juga pemimpin agama.

Sesudah lima th. memerintah, Sultan Agung memindah ibu kota kerajaan Mataram berasal dari Kotagede ke Kerto yang jaraknya sekitar 5 km di sebelah selatan Kotagede. Pemindahan ini memiliki nilai strategis lebih-lebih bidang kenegaraan dan pemerintahan, lebih-lebih di dalam bidang kemiliteran agar tambah kuat. Karena Sultan Agung memperkuat prajurit angkatan laut dan membawa dampak kolam telaga yang lebar dan luas, yang disebut Segarayasa di desa Wonokromo.

Sultan Agung adalah raja terbesar Mataram yang bercita-cita: mempersatukan semua Jawa di bawah Mataram, dan mengusir Perserikatan Perusahaan Hindia Timur atau Perusahaan Hindia Timur Belanda atauVereenigde Oostindische Compagnie(VOC) berasal dari Pulau Jawa. Untuk merealisasikan cita-citanya, ia berniat membendung usaha-usaha Kompeni menggerakkan penetrasi politik dan monopoli perdagangan.
Ekspedisi Jihad
Pada selagi Sultan Agung memimpin Kerajaan Mataram, beliau mengirim pasukan untuk menghimpun semua Jawa. Pasukan Mataram merasa menaklukkan kota-kota kecil seputar Surabaya (1614 M), Wirasaba (1615), Lasem (1616), Pasuruan (1617) dan Madura (1624). Kota Surabaya bisa dikuasai secara menyeluruh pada th. 1628, disebabkan pasukan angkatan laut mataram kalah dan pasukan darat juga kalah. Pasukan Sultan Agung bisa mengalahkan Surabaya bersama langkah membendung sungai Surabaya yang kemudian di alirkan ke sungai porong agar pasukan surabaya kekurangan air.

Pada th. 1628, lokasi Mataram nyaris termasuk semua jawa. Tetapi tetap ada batu sandungan untuk menghimpun semua jawa yakni VOC yang membawa benteng pertahanan di Batavia. Oleh gara-gara itu Sultan Agung berniat mengusir VOC berasal dari Jawa. Niatan ini bukan hanya keinginan saja, tetapi dibuktikan oleh Sultan Agung. Ia mengirim pasukan untuk menyerang Batavia hingga 2 kali serangan.
Serangan pertama, pada bulan Agustus 1628 M dan dilakukan di dalam dua gelombang. Ia mengirim sekitar 20.000 pasukan bersama pakai 60 kapal untuk menyerang Batavia. Gelombang I di bawah pimpinan Baurekso dan Dipati Ukur, sedangkan gelombang II di bawah pimpinan Suro Agul-Agul, Manduroredjo dan Uposonto. Batavia dikepung berasal dari darat dan laut selama tiga bulan, tetapi tidak menyerah. Bahkan sebaliknya, tentara Mataram pada akhirnya terpukul mundur.

Serangan ke dua dilancarkan pada bulan September 1629 M di bawah pimpinan Dipati Purbaya dan Tumenggung Singaranu. Sebanyak 80.000 pasukan mataram diterjunkan dan ditambah bersama persenjataan meriam. Mereka juga menghimpun beras di pelabuhan Tegal dan Cirebon. Untuk memenuhi keperluan makanan pasukan mataram. Dan dibuat lumbung padi di Karawang.

Akhirnya rahasia lumbung padi ini bocor. J.P. Coen pemimpin VOC menyadari hal itu, maka ia tidak tinggal diam. Ia pun mengirimkan kapal-kapal perang belanda ke pelabuhan Tegal dan Cirebon untuk membakar gudang-gudang beras punya pasukan Mataram. Akibat berasal dari pembakaran lumbung padi ini pasukan Mataram kelaparan dan juga di serang penyakit busung lapar dan kolera, agar sebagian besar berasal dari mereka meninggal dunia.

Belajar Dari Pengalaman
Pengalaman adalah guru yang berharga, berasal dari kegagalan serangan Sultan Agung ke Batavia. Ia membawa dampak trik baru di dalam menghimpun Pulau Jawa. Diantara gara-gara kegagalan di dalam perang melawan VOC di Batavia adalah berasal dari segi persenjataan Mataram kalah, berasal dari segi logistik untuk menyuplai pasukan udah bocor lebih-lebih dahulu kemudian oleh Belanda dibakar, berasal dari segi jarak tempuh pada Mataram menuju Batavia jauh, dan berasal dari segi kesegaran pasukan Mataram banyak terjangkiti wabah penyakit.

Di pada faktor yang lain adalah kondisi alam yang tidak menolong gara-gara bertepatan musim penghujan taktik Sultan Agung yakni di dalam usaha membendung sungai Ciliwung pada akhirnya menuai kegagalan juga.

Belajar berasal dari pengalaman ini Sultan Agung melaksanakan rekonsiliasi dan penyatuan secara spiritual bersama kalangan keagamaan. Langkah-langkah yang di membuat adalah penetapan pemakaian penanggalan Islam berdasarkan Qomariah, menikahkan keturunan Sunan Giri di Gresik bersama adik Sultan Agung, dan untuk memperkuat posisinya sebagai sultan di Jawa,Sultan Agung mengutus utusan ke Makah untuk memohon gelar untuk dirinya.
Setahun berikutnya utusan itu kembali bersama membawa restu berasal dari penguasa Makah. Sultan Agung mendapat gelar Sultan Abdullah Muhammad Maulana Matarani. Akhirnya Sultan Agung meninggal pada th. 1645 M dan ia dimakamkan di kompleks makam raja-raja mataram di Imogiri.

Sumber : https://www.kumpulansurat.co.id/

Baca Juga :

Hubungan Sultan Agung dan VOC Pra Konflik 1628-1629

Hubungan Sultan Agung dan VOC Pra Konflik 1628-1629

Mulanya sikap Sultan Agung tahu dan tegas, beliau dambakan berdagang bersama pihak manapun asalkan tidak mengganggu kemerdekaan wilayah kekuasaannya. Sikap yang demikianlah ini ditunjukkan terhadap utusan pertama VOC, Caspar Van Surck yang datang ke Mataram di th. 1614, dan ketika itu Sultan Agung mengemukakan sebuah pesan yaitu beliau berkata:

Buatlah sebuah benteng atau kalau diinginkan sebuah tempat tinggal sedemikian kuat sehingga sanggup bertahan kalau diserbu musuh, hingga saya sanggup berikan bantuan…. Saya tahu benar bahwa tuan-tuan singgah tidak untuk mendiami tanah Jawa…. Saya tidak bermusuhan bersama Banten, bakal tetapi kecuali tuan-tuan diganggu oleh Banten, saya bakal menambahkan 40 gorap (atau Kapal) sebagai bentuan kepada tuan-tuan, balaslah perbuatan mereka (H. J. De Graaf, 1986: 54).

Maka dari perkataan tersebut Sultan Agung sebetulnya tidak menganggap VOC sebagai sebuah ancaman bagi kedaulatan Mataram. Beliau lebih-lebih bersedia menunjang kesulitan-kesulitan VOC didalam hadapi tekanan-tekanan kerajaan Banten serta bersedia menunjang memfasilitasi pembangunan pangkalan dagang di Jepara.

Dalam rangka pembangunan pangkalan dagang atau disebut Loji, VOC di Jepara diputuskan untuk menghendaki perlindungan bahan bangunan melalui kepala dagang Andries Soury dan kepala Loji Steven Doenssen kepada Gubernur Kendal, Kyai Sundana. Tanggal 27 Juli 1615 Kyai Sundana singgah ke loji yang pas itu tengah step pembangunan, dan disepakati bahwa dari pihak Mataram bersedia sedia kan bahan bangunan, lebih-lebih batu bata, untuk pembangunan loji bersama ukuran 25 wadem pesegi (1Vadem= 1,88m) bersama imbalan 4 buah meriam. Serta disepakati pula, sebagai angsuran pertama diserahkan lebih-lebih dahulu dua meriam tersebut segala perlengkapannya (H. J. De Graaf, 1986: 55-56).

Kesepakatan ini tidak berjalan bersama baik, terbukti bersama diutusnya duta VOC untuk mengajukan keberatan-keberatan mereka kepada Sultan Agung sebanyak dua kali. Duta pertama ialah Gerret Fredericks Druyff yang singgah terhadap th. 1616, mengadukan masalah suplai batu bata yang tidak sesuai bersama kesepakatan serta tersedia masalah kesusahan meraih beras. Namun kebutuhan beras seterusnya sanggup dipenuhi bersama baik hingga bersama th. 1618 di pas Mataram menerapkan larangan ekspor beras gara-gara tengah mengalami krisis pangan. Karena larangan ini maka dicabutlah untuk pihak VOC sesudah duta kedua, Cornelis Van Maseyek sanggup berunding bersama Temunggung Singaranu di Mataram. Pada tanggal 22 Juli 1618 rombongan Cornelis Van Maseyck tiba ulang di Jepara bersama membawa bukti tetulis berkenaan pembebasan bea cukai dan pemenuhan kebutuhan beras (H. J. De Graaf, 1986: 58-59).

Hubungan privat bersama VOC bersama Mataram terlampau buruk, itu gara-gara sikap kepala pedagang VOC di Jepara, yaitu Balthasarvan Eyndhoven terlampau tidak baik dan tidak menyenakan, dan selain itu termasuk penyerangan serta perampasan kapal-kapal Mataram oleh VOC termasuk banyak terjadi. Berdasarkan 2 Hal atau alasan ini, maka sesudah itu syah bandar Jepara, Koja Hulubalang terhadap bulan Agustus 1618 atas nama Sultan Agung menyerang loji VOC. Serangan ini nampaknya menewaskan tiga orang Belanda dan menawan yang lainnya (Ricklefs, 2005: 69). Dekatnya pas pada penyampaian bukti tertulis dari pusat Mataram bersama penyerangan loji tersebut cukup mengakibatkan pertanyaan, mungkinkah didalam surat tersebut termasuk terdapat perintah tersirat untuk menyerang loji VOC?. Padahal di awalnya utusan tersebut sudah di terima bersama ramah tamah di pusat Mataram dan sudah pula menambahkan beraneka macam persembahan. Ataukah ini hanya semacam tindakan yang terburu-buru dari syah bandar Koja Hulubalang?. Dengan mengingat sesudah itu surat ke-2 singgah dari Tumenggung Singaranu untuk membebaskan para tawanan Belanda dan memperbolehkannya untuk singgah dan berdagang ulang di Jepara sepanjang tidak mengulang ulang perbuatan-perbuatan jahatnya (H. J. De Graaf, 1986: 61).

Kejadian ini rupanya menyebabkan JP Coen selaku Gubernur Jenderal VOC di Batavia marah besar. Meskipun demikianlah ia menahan dirinya, untuk tidak memakai langkah kekerasan militer, ia lebih mengedepankan kepentingannya meraih logistik dari Mataram dan menahan diri untuk membalas perbuatan Mataram. Barulah di bulan November 1618, diperintahkannya Ven der Marer untuk “menghukum” orang-orang Jawa yang salah. VOC mengadakan ekspedisi lintas darat bersama 160 pasukan. Dengan itu kelanjutannya sukses mendiami benteng Jepara, membakar loji dan rumah-rumah disekitarnya, dan merampas kapal-kapal di depan Demak dan Jepara, serta menewaskan lebih kurang 30 orang Jawa. ternyata tidak cukup ekspedisi itu saja, VOC masih termasuk melancarkan serangan untuk ke-2 kalinya terhadap 23 Mei 1619, termasuk termasuk membakar pos Maskapai Hindia Timur milik Inggris (Ricklefs, 2005: 69).

Penaklukan VOC atas Batavia di th. 1619 merupakan titik balik menentukan, gara-gara VOC sudah melaksanakan apa yang harusnya tidak dilakukan mereka bersama merebut lebih dari satu pulau Jawa untuk diperintah dan dikuasai sendiri. Meskipun demikian, Sultan Agung senantiasa fokus untuk menaklukan Surabaya sudah menunda untuk pas perhatiannya terhadap pergantian konstelasi politik di Batavia. Beliau lebih-lebih membebaskan lebih dari satu tawanan orang belanda dan menambahkan perlindungan beras terhadap th. 1621 (H. J. De Graaf 1986: 60).

Baca Juga :

Apa itu visualisasi informasi Jelaskan dan berikan contohnya

Apa itu visualisasi informasi Jelaskan dan berikan contohnya

Apa itu visualisasi informasi Jelaskan dan berikan contohnya

Apa itu visualisasi informasi Jelaskan dan berikan contohnya

Apa itu visualisasi informasi Jelaskan dan berikan contohnya

Informasi merupakan suatu kumpulan data yang telah diolah menjadi suatu bentuk yang bermanfaat untuk penerima yang bisa dijadikan suatu pengambil keputusan
Visualisasi adalah suatu tindakan seseorang dengan menghubungkan konstruk dalaman dengan perkara yang didapat dari kepekaan.

Menampilkan data dengan menggunakan gambar.

• Menemukan cara terbaik untuk mengingat informasi dengan cara penerimaan alami manusia
Contoh: struktur tree dan grafik

Sebutkan dan jelaskan teknik-teknik visualisasi informasi!

·         PENGUMPULAN JUMLAH
– Mengakumulasi elemen individual ke dalam sebuah unit yang lebih besar untuk menghadirkannya seperti sesuatu yang utuh/lengkap.
·         OVERVIEW DAN DETAIL
– Menyediakan tinjauan global maupun kemampuan detail zooming.
·         FOKUS + KONTEKS
– Menunjukkan detail dari satu atau lebih daerah di dalam sebuah konteks global yang lebih besar (eg, fisheye).
·         DRILL-DOWN
– Memilih item individual atau set yang lebih kecil dari sebuah tampilan untuk sebuah pendapat detail / analisis.
·         BRUSHING
·         Memilih atau menunjuk / memspesifikasikan nilai, kemudian melihat item yang tepat di tempat lain pada tampilan.

Jelaskan apa yang dimaksud dengan peripheral awareness!

Peripheral awareness adalah pandangan atau penglihatan yang mampu mengenali situasi di sekeliling / samping. Kemampuan ini sering disebut juga penglihatan luas, yakni mampu melihat berbagai hal yang berada jauh dari titik fokus penglihatan. Kemampuan ini harus dilatih, tidak sembarang dilatih. Harus dilatih dengan cara yang benar dan efektif!

6. Sebutkan dan jelaskan tipe-tipe agent!

Agent: Satu entitas yang mempunyai beberapa tingkat inteligensi tiruan dan akan diprogram untuk melakukan berbagai tugas yang bermanfaat bagi massa.
·
– Autonomy: Agent dapat melakukan tugas secara mandiri dan tidak dipengaruhi secara langsung oleh user, agent lain ataupun oleh lingkungan (environment). Untuk mencapai tujuan dalam melakukan tugasnya secara mandiri, agent harus memiliki kemampuan kontrol terhadap setiap aksi yang mereka perbuat, baik aksi keluar maupun kedalam [Woolridge et. al.,1995].
·   – Intelligence, Reasoning, dan Learning: Setiap agent harus mempunyai standar minimum untuk bisa disebut agent, yaitu intelegensi (intelligence). Dalam konsep intelligence, ada tiga komponen yang harus dimiliki: internal knowledge base, kemampuan reasoning berdasar pada knowledge base yang dimiliki, dan kemampuan learning untuk beradaptasi dalam perubahan lingkungan.
·   – Mobility dan Stationary: Khusus untuk mobile agent, dia harus memiliki kemampuan yang merupakan karakteristik tertinggi yang dia miliki yaitu mobilitas. Berkebalikan dari hal tersebut adalah stationary agent. Bagaimanapun juga keduanya tetap harus memiliki kemampuan untuk mengirim pesan dan berkomunikasi dengan agent lain.

– Delegation: Sesuai dengan namanya dan seperti yang sudah kita bahas pada bagian definisi, agent bergerak dalam kerangka menjalankan tugas yang diperintahkan oleh user. Fenomena pendelegasian (delegation) ini adalah karakteristik utama suatu program disebut agent.
·   – Reactivity: Karakteristik agent yang lain adalah kemampuan untuk bisa cepat beradaptasi dengan adanya perubahan informasi yang ada dalam suatu lingkungan (enviornment). Lingkungan itu bisa mencakup: agent lain, user, adanya informasi dari luar, dsb [Brenner et. al., 1998].
·  – Proactivity dan Goal-Oriented: Sifat proactivity boleh dikata adalah kelanjutan dari sifat reactivity. Agent tidak hanya dituntut bisa beradaptasi terhadap perubahan lingkungan, tetapi juga harus mengambil inisiatif langkah penyelesaian apa yang harus diambil [Brenner et. al., 1998]. Untuk itu agent harus didesain memiliki tujuan (goal) yang jelas, dan selalu berorientasi kepada tujuan yang diembannya (goal-oriented).

· – Communication and Coordination Capability:

Agent harus memiliki kemampuan berkomunikasi dengan user dan juga agent lain. Masalah komunikasi dengan user adalah masuk ke masalah user interface dan perangkatnya,sedangkan masalah komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi dengan agent lain adalah masalah sentral penelitian Multi Agent System (MAS). Bagaimanapun juga untuk bisa berkoordinasi dengan agent lain dalam menjalankan tugas,perlu bahasa standard untuk berkomunikasi. Tim Finin [Finin et al., 1993] [Finin et al., 1994] [Finin et al., 1995] [Finin et al., 1997]dan Yannis Labrou [Labrou et al., 1994] [Labrou et al., 1997] adalah peneliti software agent yang banyak berkecimpung dalam riset mengenai bahasa dan protokol komunikasi antar agent. Salah satu produk mereka adalah Knowledge Query and Manipulation Language (KQML). Kemudian masih berhubungan  dengan ini komunikasi antar agent adalah Knowledge Interchange Format (KIF).

Baca Juga : 

Tugas Softskill Interaksi Manusia dan Komputer

Tugas Softskill Interaksi Manusia dan Komputer

Tugas Softskill Interaksi Manusia dan Komputer

Tugas Softskill Interaksi Manusia dan Komputer

Tugas Softskill Interaksi Manusia dan Komputer

1. Contoh : Ibu sedang memasak di Dapur

2. Jenis LTM yang menyimpan data berdasarkan waktu adalah Episodik
3. Proses memanggil kembali informasi secara langsung disebut Recall
4. Membagi tugas kedalam sub-sub tugas merupakan teknik analisa tugas yaitu Dekomposisi Tugas
5. Mengumpulkan informasi dengan cara mengurutkan dan memisahkan entri berdasarkan beberapa atribut
merupakan teknik analisa tugas yaitu Klasifikasi

6. Visual Basic merupakan salah satu contoh prototyping tools tipe Interface Builders

7. Proses login pada v-class sebagai pengganti absensi di kelas konvensiaonal merupakan contoh prinsip design grafis yaitu Consistency

8. Bentuk mouse yang nyaman digenggam adalah hasil dari hubungan ilmu IMK dengan ilmu Ergonomi

9. Informasi yang sudah lama berada di LTM akan lambat laun terlupakan merupakan proses melupakan informasi yang disebut Decay
10. Informasi akan terlupakan karena adanya informasi baru merupakan proses melupakan informasi yang disebut Interference
11. Teknik penggunaan huruf, karakter, symbol, pada design grafis disebut Typography
12. Dalam design grafis, yang digunakan untuk melambangkan suatu menu/perintah dan juga membuat perintah tersebut mudah dikenali yaitu Icon
13. Garis tersembunyi yang digunakan untuk membantu mengalokasikan komponen jendela disebut Grids
14. HTML merupakan salah satu contoh prototyping tools tipe Scripted Simulations
15. Bahasa komputer yang berupa urutan dan struktur dari input hingga output adalah Sintaksis

16. Salah satu contoh notasi diagramatik adalah Flow Chart

17. Jenis dialog yang berfokus pada menus, buttons, forms, icons adalah WIMP
18. Prinsip design grafis yang mengatur tentang kedekatan objek-objek yang terkait misalnya antara textbox dengan variabelnya adalah Proximity
19. Jenis user interface yang menggunakan unsur multimedia adalah GUI
20. Panjang gelombang spectrum cahaya pada warna disebut Hue
21. Bahasa komputer yang paling rendah dan berupa icon-icon pada layar adalah Leksikal
22. Metode rapid prototyping yang ditemukan tahun 1986 di USA, disebut Stereolithography
23. Corel draw merupakan salah satu contoh prototyping tools tipe Draw/Paint Program
24. Yang merupakan salah satu contoh prototyping tools tipe Scripted simulations adalah Power Point
25. Prinsip design grafis yang terlihat dari senadanya header pada halaman suatu website adalah Metaphor/Metafora
26. Rata kiri, rata kanan atau rata tengah adalah contoh prinsip design grafis yaitu Alignment
27. Yang merupakan salah satu contoh prototyping tools tipe Interface builders adalah Delphy
28. Dapat memvisualisasikan dan memanipulasi informasi yang sama dalam representasi yang berbeda adalah fungsi dari paradigma jenis VDU

29. Contoh dari paradigma Direct Manipulation adalah konsep WYSIWYG

30. Untuk memudahkan kita dalam mengingat kadang kita mengelompokkan deretan angka atau huruf ke dalam kelompok-kelompok angka atau huruf yang lebih kecil, deretan angka atau huruf itu disebut Chunk
31. Proses tersimpannya suatu informasi karena pengulangan disebut Rehearsal

Interaksi Manusia dan Komputer

Interaksi Manusia dan Komputer

Interaksi Manusia dan Komputer

Interaksi Manusia dan Komputer

Interaksi Manusia dan Komputer

Pengertian Interaksi Manusia Dan Komputer

Interaksi manusia dan komputer adalah ilmu yang mempelajari tentang bagaimana mendesain, mengevaluasi, dan mengimplementasikan sistem komputer yang interaktif sehingga dapat digunakan oleh manusia dengan mudah. Interaksi adalah komunikasi 2 arah antara manusia (user) dan sistem komputer. Interaksi menjadi maksimal apabila kedua belah pihak mampu memberikan stimulan dan respon (aksi & reaksi) yang saling mendukung. Jika salah satu tidak bisa, maka interaksi akan mengalami hambatan atau bahkan menuju pembiasan tujuan.

Human-Computer Interaction (HCI) atau Interaksi Manusia-Komputer.

Pada HCI ini cakupan atau fokus perhatiannya lebih luas, tidak hanya berfokus pada rancangan antarmuka saja, tetapi juga memperhatikan semua aspek yang berhubungan dengan interaksi antara manusia dan komputer. HCI ini kemudian berkembang sebagai disiplin ilmu tersendiri (yang merupakan bidang ilmu interdisipliner) yang membahas hubungan tirnbal balik antara manusia-komputer beserta efek-efek yang terjadi diantaranya.
Dengan demikian terlihat jelas bahwa fokus perhatian HCI tidak hanya pada keindahan tampilannya saja atau hanya tertuju pada tampilan antarmukanya saja, tetapi juga memperhatikan aspek-aspek pamakai, implementasi sistem rancangannya dan fenomena lingkungannya, dan lainnya. Misalnya, rancangan sistem itu harus memperhatikan kenyamanan pemakai, kemudahan dalam pemakaian, mudah untuk dipelajari dlsb.

Tujuan dari HCI adalah

untuk menghasilkan sistem yang bermanfaat (usable) dan aman (safe), artinya sistem tersebut dapat berfungsi dengan baik. Sistem tersebut bisa untuk mengembangkan dan meningkatkan keamanan (safety), utilitas (utility), ketergunaan (usability), efektifitas (efectiveness) dan efisiensinya (eficiency). Sistem yang dimaksud konteksnya tidak hanya pada perangkat keras dan perangkat lunak, tetapi juga mencakup lingkungan secara keseluruhan, baik itu lingkungan organisasi masyarakat kerja atau lingkungan keluarga. Sedangkan utilitas mengacu kepada fungsionalitas sistem atau sistem tersebut dapat meningkatkan efektifitas dan efesiensi kerjanya. Ketergunaan (usability) disini dimaksudkan bahwa sstem yang dibuat tersebut mudah digunakan dan mudah dipelajari baik secara individu ataupun kelompok.

Selanjutnya, dalam berinteraksi dengan komputer, para pemakai pertama kali akan berhadapan dengan perangkat keras komputer. Untuk sampai pada isi yang ingin disampaikan oleh perangkat lunak, pemakai dihadapkan terlebih dahulu dengan seperangkat alat seperti papan ketik (keyboard), monitor, mouse, joystick, dan lain-lain. Pemakai harus dapat mengoperasikan seperangkat alat tersebut. Selanjutnya, pemakai akan berhadapan dengan macam-macam tampilan menu, macam-macam perintah yang terdiri dari kata atau kata-kata yang harus diketikkannya, misalnya save, copy, delete, atau macam-macam ikon. Peralatan, perintah, ikon dan lain-lain yang disebutkan di atas dikenal dengan nama interface (antarmuka). Interface ini merupakan lapisan pertama yang langsung bertatap muka dengan pemakai.

 

II. Implementasi IMK dalam kehidupan sehari-hari :

Berikut ini adalah beberapa contoh implementasi IMK dalam kehidupan sehari-hari:
 Penggunaan Komputer
Tanpa disadari kita (manusia/user) telah berinteraksi/berdialog dengan sebuah benda (layar monitor), yaitu dalam bentuk menekan tombol berupa tombol angka dan huruf yang ada pada keyboard atau melakukan satu sentuhan kecil pada mouse, kemudian hasil inputan ini akan berubah bentuk menjadi informasi atau data yang seperti diharapkan manusia dengan tertampilnya informasi baru tersebut pada layar monitor atau bahkan mesin pencetak (printer).
 Penggunaan Automatic Teller Machine (ATM)
Pada ATM yang biasa kita gunakan juga merupakan sebuah Interaksi Manusia dan juga Komputer. Pada sebuah ATM kita dapat melihat sebuah sistem antarmuka (Interface), kita dapat melihat menu-menu yang tesedia pada layar ATM. Melakukan transfer, cek saldo, dsb
 Penggunaan Laser Pada Operasi Medis
Pada bidang kedokteran IMK juga banyak berperan, seperti Sistem pakar, Operasi medis menggunakan bantuan laser,dsb. Mesin yang telah di desain (coding) sedemikian rupa akan di jalankan untuk melakukan operasi. Spesialis (dokter) melakukan penentuan koordinat pada bagian tubuh yang akan di lakukan operasi. Maka, input atau yang di lakukan Dokter ini akan di terima oleh Mesin, dan akan langsung segera di lakukan pembedahan.
 Situs Website
Situs web merupakan salah satu aplikasi sistem komputer yang banyak digunakan oleh manusia saat ini. Selain akses yang mudah dan jaringan yang luas, informasi-informasi sangat mudah didapatkan melalui sistem ini. Pencapaian informasi tersebut tentunya sangat terkait dengan desain antarmuka. Seperti yang dijelaskan sebelumnya, begitu banyak hal yang dapat mengakibatkan kegagalan pada pengguna. Sangat disayangkan apabila informasi-informasi yang sangat mudah didapatkan melalui situs-situs web tidak dimaksimalkan atau justru memberikan dampak buruk bagi penggunanya.

Materi Pondok Ramadan Lengkap, Narasumber Beragam

Materi Pondok Ramadan Lengkap, Narasumber Beragam

Materi Pondok Ramadan Lengkap, Narasumber Beragam

Materi Pondok Ramadan Lengkap, Narasumber Beragam

Materi Pondok Ramadan Lengkap, Narasumber Beragam

Di SMPN 5 Sidoarjo kegiatan pondok Ramadan berlangsung sejak Jumat

(9/6). Sebanyak 300 siswa dari kelas VII dan VIII wajib mengikuti kegiatan tersebut. ’’Di pondok Ramadan, pembahasan materi keagamaannya lebih mendalam,’’ kata Kepala SMPN 5 Sidoarjo Achmad Lutfi.

Dia mencontohkan pembelajaran tentang adab dalam memperlakukan jenazah. Siswa tidak hanya diajari tata cara salat jenazah. Tetapi juga diajarkan cara memandikan jenazah sesuai dengan tuntunan agama. Mulai ujung rambut sampai ujung kaki.

Yang jadi pembeda, seluruh pemateri dan pengisi acara berasal dari luar sekolah. Dengan begitu, tercipta suasana yang baru. ’’Kami bekerja sama juga dengan lembaga pendidikan maarif Sidoarjo,’’ kata Lutfi. Hari ini (13/6) yang mengisi kegiatan dokter Puskesmas Sidoarjo. Ada pembelajaran khusus bagi siswa perempuan. Terutama tentang kesehatan reproduksi. ’’Salah satunya terkait menstruasi dan kesehatan organ reproduksi,’’ lanjutnya.

Materi Pondok Ramadan Lengkap, Narasumber Beragam

Aneka Kegiatan Pondok Ramadan (Grafis: Herlambang/Jawa Pos/JawaPos.com)

Pada Kamis (15/6) Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sidoarjo juga didatangkan untuk mengisi materi bahaya penyalahgunaan narkoba beserta cara menghindarkan diri dari pengaruh narkoba. ’’Ada juga dari Rohisda mengenai materi bagaimana biar tidak terpengaruh paham-paham radikal,’’ tutur Lutfi.

Pada Selasa (13/6) para peserta pondok Ramadan mengadakan salat Tarawih bersama sekaligus buka bersama. ’’Dua hari sebelumnya mereka pulang sore, tidak sampai salat Tarawih,’’ ucap Lutfi. Hari ini pula mereka menyelenggarakan bagi-bagi makanan untuk berbuka di depan halaman sekolah.

’’Kalau di SMPN 2 Sedati semua materi diisi guru,’’ jelas Waka Kesiswaan SMPN 2

Sedati Trapsusilowati. Sebanyak 365 siswa kelas VII dan 328 siswa kelas VIII mengikuti acara tahunan tersebut. ’’Kami padatkan materi terkait agama. Setiap hari ada praktik salat Duha,’’ papar perempuan yang akrab disapa Trap itu.

Pemantapan materi tersebut mencakup rukun Islam. ’’Terkait pembelajaran zakat. Beberapa hari lagi mulai digelar pengumpulan zakat,’’ ungkapnya. Siswa jadi panitia penerimaan dan pembagian zakat. Mereka mengumpulkan dan mendata setiap zakat fitrah. Juga, menyalurkannya ke siswa lain yang dianggap kurang mampu. Ada juga yang diserahkan ke masjid di sekitar sekolah. ’’Semua mereka kelola sendiri. Kami yang mengarahkan biar dapat pengalaman langsung,’’ jelasnya.

 

Baca Juga :

 

 

Supaya Yang Malu Berani Berekspresi, Cuap-Cuap lewat Radio Ramadan

Supaya Yang Malu Berani Berekspresi, Cuap-Cuap lewat Radio Ramadan

Supaya Yang Malu Berani Berekspresi, Cuap-Cuap lewat Radio Ramadan

Supaya Yang Malu Berani Berekspresi, Cuap-Cuap lewat Radio Ramadan

Supaya Yang Malu Berani Berekspresi, Cuap-Cuap lewat Radio Ramadan

Bulan Ramadan menjadi momen bagi umat muslim untuk meningkatkan amal ibadah.

Di sekolah-sekolah, kegiatan yang berkaitan dengan keagamaan semakin ditingkatkan.

PUKUL 09.30, waktunya istirahat bagi para siswa Sekolah Alam Insan Mulia (SAIM). Mereka mulai berhamburan keluar kelas. Ada yang bermain di halaman, ada pula yang duduk-duduk sambil mengobrol dengan temannya.
Supaya Yang Malu Berani Berekspresi, Cuap-Cuap lewat Radio Ramadan
Radio Ramadan Punya SAIM (Grafis: Rizky Janu/Jawa Pos/.com)

Namun, tak semuanya asyik menikmati jam istirahat dengan bermain. Ada beberapa siswa yang harus melaksanakan tugas khusus hari itu. Yakni, menjadi penyiar dalam kegiatan Radio Ramadan SAIM. Mereka harus belajar bersikap profesional, mendahulukan tugas demi menghibur teman-teman dan seluruh penghuni SAIM.

”Assalamualaikum, hai teman-teman. Hari ini Ambo akan menghibur kalian,” u

cap Sultan Flambo Albana mengawali siaran. Senin (12/6) siswa kelas III Gandaria itu bertugas sebagai penyiar Radio Ramadan. Ambo tidak sendiri. Dia ditemani Ustadah Fira Karim dan Ustadah Ma’rufah. Selain itu, ada M. Hamzah Khadira Rahman dan M. Chalid Khadira Rahman. Si kembar dari TK B.

Sesi pertama diisi dengan pembacaan Surah Al Alaq sekaligus artinya oleh Ambo, Hamzah, dan Chalid. Ustadah Fira dan Mami Ipeh, sapaan Ustadzah Ma’rufah, memuji bacaan ketiganya. ”Semangat sekali bacanya, hayo ini pada puasa enggak?” tanya Ustadah Fira. ”Puasa!” ketiganya menjawab kompak.

Kemudian, ustadah bertanya lagi. ”(Puasa) beduk atau sampai magrib?” sahutnya. ”Sampai magrib,” jawab Ambo, Hamzah, dan Chalid lagi-lagi secara bersamaan.

Mendengar jawaban murid-muridnya, kedua ustadah memberikan tepuk tangan.

Kemudian, mereka bertanya kepada para siswa apa kuncinya bisa tetap ceria meski sedang berpuasa. Ambo yang berada paling dekat dengan keduanya langsung semangat menjawab. Rupanya dia selalu sahur dengan nasi sedikit, minum susu, dan minum air banyak-banyak. ”Berapa ember airnya, Ambo?” tanya Ustadah Fira sambil bercanda. ”Cuma tiga sampai lima gelas saja, ustadah,” jawabnya.

Sesi berbagi tip kuat puasa pun selesai. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan penampilan siswa kelas TK B. Mereka bersama-sama menyanyikan lagu anak-anak yang berkaitan dengan bulan Ramadan. Selesai bernyanyi, anak-anak tersebut menghibur pendengar dengan permainan musik angklung. Mereka memainkan lagi Twinkle-Twinkle Little Star sambil bernyanyi.

Radio Ramadan hanya siaran satu jam saat waktu istirahat. Pukul 10.30, siaran selesai. Aktivitas belajar kembali dimulai. Para siswa kembali ke kelas mengikuti pelajaran. Radio Ramadan memang kegiatan khusus sekolah selama bulan puasa. Karena itu, kegiatan tersebut diisi tema-tema keagamaan.

Koordinator kegiatan Ramadan SD Ustad Sukur Afandi menuturkan, kegiatan dimulai pukul 08.00. Para siswa dan guru berdoa bersama selama 15 menit. Setelah itu, mereka mengikuti materi di kelas. Kemudian, ada Radio Ramadan selama jam istirahat. ”Selama puasa tidak ada pelajaran akademik. Kalaupun ada, hanya satu jam sehari,” tuturnya.

Radio Ramadan diisi oleh siswa, mulai TK hingga SMA. Menurut Afandi, penyiar ditunjuk oleh anggota OSIS. Penunjukan tidak didasarkan pada siswa yang aktif dan pandai berbicara di depan umum. Justru mereka memilih siswa yang pemalu. Tujuannya pembelajaran agar mereka berani tampil.

Begitu pula para pengisi acara hiburan. Siswa yang biasanya tidak berani tampil diharuskan mengisi acara. Mereka boleh menampilkan apa saja. Asalkan bisa didengarkan melalui radio. Harapannya, mereka termotivasi untuk berani unjuk gigi di depan umum.

Kegiatan Radio Ramadan juga tidak berbeda dengan radio kebanyakan. Mereka bisa mengirimkan salam kepada siapa saja. ”Anak yang tadinya malu-malu jadi berani menyampaikan salam ke orang tuanya. Setidaknya unek-uneknya bisa tersampaikan,” jelasnya

 

Sumber :

https://articles.abilogic.com/372235/chemical-periodic-table-system.html