twittsev.com

Situs Web Pendidikan Terupdate

Pendidikan

Olimpiade

Olimpiade

Olimpiade

Olimpiade

Olimpiade

Pertandingan Olimpiade (bahasa Perancis: les Jeux olympiques, JO) adalah ajang olahraga internasional empat tahunan yang mempertandingkan cabang-cabang olahraga musim panas dan musim dingin serta diikuti oleh ribuan atlet yang berkompetisi dalam berbagai pertandingan olahraga. Olimpiade merupakan kompetisi olahraga terbesar dan terkemuka di dunia, dengan lebih dari 200 negara berpartisipasi.

Awalnya, Olimpiade hanya berlangsung di Yunani kuno sampai akhirnya pada tahun 393 M Olimpiade kuno ini dihentikan oleh Kaisar Romawi, Theodosius. Olimpiade kemudian dihidupkan kembali oleh seorang bangsawan Perancis bernama Pierre Frèdy Baron de Coubertin pada tahun 1896. Dalam kongres pada tahun 1894 yang diselenggarakan di Paris, didirikanlah Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan ibu kota Yunani, Athena dipilih sebagai tuan rumah Olimpiade modern pertama tahun 1896. Selanjutnya, sejak tahun 1896 sampai sekarang, setiap empat tahun sekali Olimpiade Musim Panas senantiasa diadakan kecuali tahun-tahun pada masa Perang Dunia II. Edisi khusus untuk olahraga musim dingin; Olimpiade Musim Dingin, mulai diadakan pada tahun 1924. Awalnya Olimpiade Musim Dingin diadakan pada tahun yang sama dengan Olimpiade Musim Panas, namun sejak tahun 1994 Olimpiade Musim Dingin diadakan setiap empat tahun sekali, dengan selang waktu dua tahun dari penyelenggaraan Olimpiade Musim Panas.

Evolusi yang dilakukan oleh IOC selama abad ke-20 dan 21 telah menyebabkan beberapa perubahan pada penyelenggaraan Olimpiade. Beberapa penyesuaian dilakukan, termasuk penciptaan Olimpiade Musim Dingin untuk olahraga es dan salju, Paralimpiade untuk atlet dengan kekurangan fisik dan Olimpiade Remaja untuk para atlet remaja. Dalam perkembangannya, Olimpiade telah menghadapi berbagai tantangan, seperti pemboikotan, penggunaan obat-obatan, penyuapan dan terorisme. Olimpiade juga merupakan kesempatan besar bagi kota dan negara tuan rumah untuk menampilkan diri kepada dunia.

Di Indonesia, Olimpiade yang sering dikenal dan secara rutin diikuti adalah Olimpiade Musim Panas. Indonesia sendiri pertama kali berpartisipasi pada Olimpiade Helsinki 1952 di Finlandia, dan tak pernah absen berpartisipasi pada tahun-tahun berikutnya, kecuali pada tahun 1964 dan 1980.

Sejak ribuan tahun lalu bangsa Yunani sudah mengenal olahraga dalam arti yang paling sederhana. Mereka melakukannya untuk kepentingan pasukan perang atau kemiliteran. Dengan berolahraga diharapkan para prajurit akan tangkas dan sigap dalam bertempur. Olimpiade yang paling awal konon sudah diselenggarakan bangsa Yunani kuno pada tahun 776 Sebelum Masehi. Kegiatan itu diikuti seluruh bangsa Yunani dan dilangsungkan untuk menghormati dewa tertinggi mereka, Zeus. Zeus bermukim di Gunung Olimpus yang kemudian dipakai sebagai nama Olimpiade hingga sekarang. Olimpiade kuno juga diselenggarakan setiap empat tahun, para olahragawan terbaik dari seluruh Yunani berdatangan ke arena di sekitar Gunung Olimpus. Mereka bertanding secara perorangan, bukan atas nama tim. Para atlet yang akan bertanding terlebih dulu berlatih keras selama sepuluh bulan di daerah masing-masing. Dulu, di Yunani sering terjadi perang saudara, namun ketika pesta olahraga berlangsung, pihak yang bertikai melakukan gencatan senjata. Siapa yang melanggar konsensus akan dikenakan denda. Bangsa Sparta pernah diharuskan membayar denda karena melanggar gencatan senjata selama Perang Peloponnesus. Menjelang pertandingan, panitia pelaksana menyembelih babi kurban.

Saat ini di wilayah Olympia, Yunani terdapat sekelompok bangunan kecil dan gelanggang di alam terbuka. Sisa-sisa puing gelanggang latihan itu merupakan peninggalan arkeologis yang dilestarikan pemerintah Yunani. Pada pesta Olimpiade kerap terjadi perjanjian perdamaian atau persekutuan antar bangsa. Juga timbul berbagai kegiatan transaksi. Barang-barang yang dijajakan antara lain anggur, makanan, jimat, dan benda-benda ibadah. Olimpiade kuno mempertandingkan cabang-cabang atletik seperti lari, loncat, dan lempar. Ada juga pacuan kuda dan pacuan kereta. Karena aturannya belum baku, para penonton sering terkena lemparan batu atau ditabrak kereta kuda para peserta.

Di Olympia juga masih dijumpai batu-batu yang merupakan pijakan olahraga lari. Pijakan batu itu disusun sedemikian rupa agar para pelari bisa mendapat ruang gerak ke kiri dan ke kanan. Pada saat start para pelari harus menempatkan telapak kaki pada batu-batu pijakan itu. Ada pula panel-panel tentang lomba lari khusus membawa perisai. Lomba ini banyak disukai penonton karena dianggap lucu. Pembukaan Olimpiade selalu diwarnai lomba kereta dengan empat kuda. Sekitar 40 kereta dijajarkan dalam kandang di gerbang keluar. Jarak yang ditempuh hampir 14 km, yakni 12 kali pulang pergi antara dua tiang batu yang ditancapkan di tanah. Berbeda dengan Olimpiade modern, dulu mahkota kemenangan tidak diberikan kepada sais atau joki, melainkan kepada pemilik kereta dan kuda yang umumnya orang-orang kaya. Orang kaya yang haus kehormatan biasanya mengirim paling sedikit tujuh kereta kuda untuk mengikuti perlombaan.

Berbagai pertandingan dalam Olimpiade kuno boleh dikatakan serba keras. Para pelari berpacu secepat-cepatnya tanpa memakai alas kaki. Para penunggang kuda berlomba habis-habisan tanpa pelana atau sanggurdi. Para peloncat membawa pemberat yang diayun-ayunkan untuk menambah dorongan maju. Olahraga yang terkeras adalah pankration, yakni perpaduan antara gulat dan tinju gaya tradisional. Para atlet boleh menyepak atau mencekik lawan, yang tidak diperbolehkan adalah memijit mata, menggigit, dan mematahkan jari. Fairplay benar-benar diperhatikan para atlet. Beberaba artefak purba memperlihatkan adegan tinju antara dua atlet. Pemenang adu tinju adalah pihak yang dapat memukul kepala lawan. Pihak yang kalah harus mengacungkan jari tanda mengaku kalah.

Olimpiade kuno hanya boleh ditonton dan diikuti oleh para pria. Sebab para atlet harus bertanding dengan tubuh telanjang, kecuali untuk kesempatan khusus, seperti lomba kereta kuda. Mereka berbusana beraneka ragam untuk menunjukkan status sosial si pemilik kereta dan kuda. Bagi orang Yunani telanjang merupakan cara paling sesuai untuk berolahraga. Mereka bangga kalau memiliki tubuh yang atletis. Pemenang pertandingan mendapatkan mahkota dedaunan, seperti daun zaitun liar sebagai pengganti medali. Kadang-kadang sang juara diarak masuk kota melalui sebuah lubang yang dibuat khusus pada tembok kota. Mereka dielu-elukan di jalan kota dan disambut pembacaan puisi. Penghargaan lain kepada olahragawan berprestasi berupa pembebasan dari pajak dan mendapat makanan gratis. Beberapa kota juga memberikan bonus uang dalam jumlah besar. Bahkan di kota kediaman pemenang didirikan patung mereka. Banyak patung batu dan perunggu masih tersisa sampai kini dan itulah hadiah paling abadi milik sang juara. Salah satu bagian cabang atletik yang masih tetap dikenal hingga kini adalah maraton, yakni perlombaan lari sejauh kira-kira 42 km.

Olimpiade mencapai puncaknya pada abad ke-6 dan ke-5 SM, tetapi kemudian secara bertahap mengalami penurunan seiring jatuhnya Yunani ke tangan Romawi. Tidak ada konsensus yang menyatakan secara resmi mengenai berakhirnya Olimpiade, namun teori yang paling umum dipegang saat ini adalah pada tahun 393 M, saat Kaisar Romawi, Theodosius menyatakan bahwa semua budaya praktik-praktik kuno Yunani harus dihilangkan. Kemudian, pada tahun 426 M, Theodosius II memerintahkan penghancuran semua kuil Yunani. Setelah itu, Olimpiade tidak diadakan lagi sampai akhir abad ke-19.

Ajang olahraga pertama yang pelaksanaannya serupa dengan Olimpiade kuno adalah L’Olympiade de la République, sebuah festival olahraga nasional yang diadakan pada tahun 1796 sampai 1798 selama masa Revolusi Perancis. Dalam pelaksanaannya, ajang ini mengadopsi beberapa peraturan-peraturan yang berlaku dalam Olimpiade kuno. Ajang ini juga menandai diterapkannya sistem metrik ke dalam cabang-cabang olahraga.

Pada tahun 1850 sebuah Kelas Olimpiade didirikan oleh Dr. William Penny Brookes di Much Wenlock, Shropshire, Inggris. Selanjutnya, pada tahun 1859, Dr. Brookes mengganti nama Kelas Olimpiade menjadi Olimpiade Wenlock. Ajang tersebut tetap diadakan hingga hari ini. Tanggal 15 November 1860, Dr. Brookes membentuk Perkumpulan Olimpiade Wenlock.

Antara tahun 1862 dan 1867, di Liverpool diadakan ajang Grand Olympic Festival. Ajang ini dicetuskan oleh John Hulley dan Charles Melly dan merupakan ajang olahraga pertama yang bersifat internasional, meskipun atlet-atlet yang berpartisipasi kebanyakan merupakan “atlet amatir”. Penyelenggaraan Olimpiade modern pertama di Athena pada tahun 1896 hampir identik dengan Olimpiade Liverpool. Pada tahun 1865, Hulley, Dr. Brookes dan EG Ravenstein mendirikan Asosiasi Olimpiade Nasional di Liverpool, yang merupakan cikal bakal terbentuknya Asosiasi Olimpiade Britania Raya. Selanjutnya, pada tahun 1866, sebuah ajang bernama Olimpiade Nasional Britania Raya diselenggarakan di London untuk pertama kalinya.

Semangat bangsa Yunani untuk menghidupkan kembali Olimpiade dimulai seiring dengan berlangsungnya Perang Kemerdekaan antara Yunani dengan Kekaisaran Ottoman pada tahun 1821. Ide untuk membangkitkan Olimpiade pertama kali dicetuskan oleh seorang penyair dan editor majalah bernama Panagiotis Soutsos lewat puisinya yang berjudul “Dialogue of the Dead” yang diterbitkan pada tahun 1833. Evangelis Zappas, seorang bangsawan Yunani-Rumania adalah orang yang pertama kali menulis kepada Raja Otto, menawarkan untuk mendanai kebangkitan Olimpiade. 14 Zappas mensponsori penyelenggaraan Olimpiade pada tahun 1859 yang diselenggarakan di pusat kota Athena. Atlet-atlet yang berpartisipasi dalam ajang tersebut berasal dari Yunani dan Kekaisaran Ottoman. Zappas juga mendanai perenovasian Stadion Panathinaiko kuno agar dapat dipakai sebagai tempat penyelenggaraan Olimpiade pada tahun-tahun berikutnya.

Stadion Panathinaiko digunakan sebagai tempat penyelenggaraan Olimpiade tahun 1870 dan 1875., 13–23, 81 Sekitar Tiga puluh ribu penonton menghadiri Olimpiade pada tahun 1870 namun tidak ada catatan kehadiran resmi yang tersedia untuk penyelenggaraan Olimpiade tahun 1875. Pada tahun 1890, setelah menghadiri Olimpiade Wenlock, seorang sejarawan Perancis bernama Baron Pierre de Coubertin terinspirasi untuk mendirikan Komite Olimpiade Internasional (International Olympic Committee/IOC). Coubertin punya ide untuk menyelenggarakan suatu ajang Olimpiade internasional setiap empat tahun sekali berdasarkan ajang Olimpiade Yunani yang dibangkitkan oleh Brookes dan Zappas. Dia mempresentasikan ide ini dalam kongres pertama IOC yang berlangsung pada tanggal 16-23 Juni 1894 di Universitas Sorbonne, Paris. Pada hari terakhir kongres, diputuskan bahwa penyelenggaraan Olimpiade internasional berada di bawah naungan IOC dan penyelenggaraan pertamanya akan dilangsungkan di Athena, Yunani pada tahun 1896. Hasil kongres juga memutuskan bahwa Demetrius Vikelas dari Yunani terpilih sebagai presiden IOC pertama.

Olimpiade 1896

Olimpiade pertama yang diadakan di bawah naungan IOC berlangsung di stadion Panathinaiko, Athena, pada tahun 1896. Olimpiade pertama ini diikuti oleh 14 negara dengan total 241 atlet yang berlaga dalam 43 pertandingan. Seperti janjinya pada Pemerintah Yunani, Zappas dan sepupunya, Konstantinos Zappas turut membantu membiayai penyelenggaraan Olimpiade 1896. George Averoff, seorang pengusaha Yunani bersedia untuk mendanai perenovasian stadion dalam rangka persiapan Olimpiade. Pemerintah Yunani juga turut menyediakan dana, berharap dana tersebut dapat diperoleh kembali melalui penjualan tiket dan dari penjualan set perangko peringatan Olimpiade pertama.

Sebagian besar atlet yang berpartisipasi dalam Olimpiade Athena 1896 berasal dari Yunani, Jerman, Perancis, dan Britania Raya. Negara-negara tersebut juga menguasai perolehan medali. Pada saat itu, wanita tidak boleh berpartisipasi. Penyelenggara menyebut kesertaan mereka tidak praktis, tidak menarik, dan tidak tepat. Sekitar 80.000 penonton hadir, termasuk Raja George I dari Yunani.

Meskipun Yunani tidak berpengalaman dalam menyelenggarakan ajang olahraga internasional dan awalnya juga mempunyai masalah keuangan, namun akhirnya berhasil mempersiapkan segalanya tepat waktu. Jumlah atlet yang berpartisipasi juga terbilang kecil jika dibandingkan dengan ukuran saat ini, namun Olimpiade 1896 merupakan keikut sertaan internasional terbesar untuk ajang olahraga pada masanya. Olimpiade tersebut pun terbukti sukses bagi rakyat Yunani.

Perubahan dan adaptasi

Setelah kesuksesan Olimpiade 1896, Olimpiade memasuki masa-masa stagnasi yang mengancam keberlangsungan ajang tersebut. Olimpiade Paris 1900 dan Olimpiade St. Louis 1904 adalah buktinya. Olimpiade Paris tidak memiliki stadion, namun ini adalah Olimpiade di mana pertama kalinya wanita diijinkan ikut serta dalam pertandingan. Olimpiade St. Louis tahun 1904 diikuti oleh 650 atlet, namun 580 di antaranya berasal dari Amerika Serikat. Hal-hal di atas menjadi dasar bagi IOC untuk melakukan perubahan pada Olimpiade. Olimpiade di tata ulang setelah diadakannya Olimpiade Interkala (disebut demikian karena Olimpiade ini adalah Olimpiade ketiga yang diadakan sebelum waktu penyelenggaraan Olimpiade ketiga) pada tahun 1906 di Athena. Olimpiade Interkala ini tidak diakui secara resmi oleh IOC dan tidak pernah diselenggarakan lagi sejak saat itu. Namun, Olimpiade Interkala yang diselenggarakan di Stadion Panathinaiko, Athena ini telah menarik minat banyak peserta secara internasional dan menghasilkan kepentingan publik yang besar, menandai kenaikan popularitas dan ukuran dari Olimpiade itu sendiri.

Olimpiade Musim Dingin

Olimpiade Musim Dingin (pertama kali diadakan di Chamonix, Perancis, pada tahun 1924) diciptakan untuk memperlombakan cabang-cabang olahraga musim dingin seperti seluncur es dan ski yang tidak bisa diperlombakan dalam Olimpiade Musim Panas. Seluncur es (tahun 1908 dan 1920) serta hoki (tahun 1920) pernah diperlombakan dalam ajang Olimpiade Musim Panas. IOC ingin memperluas daftar tersebut dengan ikut memperlombakan cabang-cabang olahraga untuk musim dingin lainnya. Pada kongres Olimpiade tahun 1921 di Lausanne, diputuskan untuk menyelenggarakan versi musim dingin dari Olimpiade. Acara bertajuk Pekan Olahraga Musim Dingin diadakan pada tahun 1924 di Chamonix, Perancis. Acara ini menjadi penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin pertama.

Pada awalnya, IOC memutuskan untuk menyelenggarakan Olimpiade Musim Dingin pada tahun yang sama dengan penyelenggaraan Olimpiade Musim Panas. Tradisi ini bertahan sampai Olimpiade Musim Dingin 1992 di Albertville, Perancis. Setelah itu, sejak tahun 1994 Olimpiade Musim Dingin diadakan setiap dua tahun berselang setelah penyelenggaraan Olimpiade Musim Panas. Jumlah negara yang berpartisipasi dalam Olimpiade Musim Dingin juga lebih sedikit dibandingkan Olimpiade Musim Panas, karena negara-negara yang berada di ekuator tidak mengenal olahraga musim dingin dan juga tidak memiliki fasilitas untuk olahraga tersebut.

Paralimpiade

Pada tahun 1948, Sir Ludwig Guttmann, yang bertekad untuk mempromosikan rehabilitasi prajurit yang cacat akibat Perang Dunia II menyelenggarakan pertandingan olahraga antar rumah sakit bertepatan dengan penyelenggaraan Olimpiade London 1948. Pertandingan tersebut dikenal sebagai Stoke Mandeville Games dan selanjutnya diselenggarakan setiap tahunnya selama dua belas tahun. Kemudian, dalam Olimpiade Roma 1960, Guttman membawa 400 atlet untuk berlaga dalam ajang Olimpiade Paralel, yang kemudian dikenal sebagai Paralimpiade pertama. Sejak itu, Paralimpiade telah diselenggarakan di setiap tahun penyelenggaraan Olimpiade. Dalam Olimpiade 1988, Seoul sebagai kota tuan rumah juga menjadi tuan rumah untuk penyelenggaraan Paralimpiade. Pada tahun 2001, Komite Olimpiade Internasional (IOC) dan Komite Paralimpiade Internasional (IPC) menandatangani perjanjian yang menjamin bahwa kota tuan rumah Olimpiade juga akan dikontrak untuk menjadi tuan rumah Paralimpiade. Perjanjian ini mulai diberlakukan dalam penyelenggaraan Olimpiade Musim Panas Beijing 2008 dan Olimpiade Musim Dingin Vancouver 2010. Ketua panitia Olimpiade Musim Panas London 2012, Lord Coe, menyatakan soal penyelenggaraan Olimpiade dan Paralimpiade 2012 di London:

“ Kami ingin mengubah sikap publik terhadap kecacatan, merayakan kehebatan olahraga Paralimpik dan untuk menegaskan bahwa dua pertandingan ini adalah satu keseluruhan yang utuh. ”

Pada tahun 2010, Olimpiade menambah daftar pertandingannya dengan menyertakan Olimpiade Remaja ke dalam penyelenggaraan Olimpiade. Olimpiade Remaja ini dimaksudkan untuk memberi kesempatan kepada atlet yang berusia antara 14 sampai 18 tahun untuk berkompetisi dalam Olimpiade. Olimpiade Remaja sebenarnya sudah dicetuskan oleh Presiden IOC, Jacques Rogge pada tahun 2001 dan baru disetujui dalam Kongres IOC ke 119 pada tahun 2007. Olimpiade Remaja Musim Panas pertama diselenggarakan di Singapura pada tanggal 14-26 Agustus 2010, sedangkan Olimpiade Remaja Musim Dingin pertama diselenggarakan di Innsbruck, Austria pada bulan Januari 2012. Waktu penyelenggaraan Olimpiade Remaja ini akan lebih singkat dibanding Olimpiade yang lainnya; versi musim panasnya berlangsung selama dua belas hari, sedangkan versi musim dinginnya berlangsung selama sembilan hari. IOC mengizinkan 3.500 atlet dan 875 ofisial untuk berpartisipasi dalam Olimpiade Remaja Musim Panas, serta 970 atlet dan 580 ofisial di Olimpiade Remaja Musim Dingin. Cabang olahraga yang diperlombakan akan disesuaikan dengan Olimpiade yang lainnya, namun akan ada variasi pada beberapa cabang olahraga, misalnya tim negara campuran dan tim gender campuran serta dikuranginya beberapa cabang dan peraturan pertandingan.

Olimpiade masa kini

Dengan 241 atlet yang mewakili 14 negara pada tahun 1896, peserta Olimpiade terus tumbuh sepanjang tahun. Pada Olimpiade Beijing 2008, terhitung sebanyak 10.500 atlet dari 204 negara turut berkompetisi dalam Olimpiade. Sedangkan ruang lingkup dan skala dari Olimpiade Musim Dingin lebih kecil. Dalam Olimpiade Musim Dingin 2006 di Turin, Italia, cuma sekitar 2.508 atlet dari 80 negara yang berpartisipasi. Selama Olimpiade berlangsung, para atlet dan ofisial mereka tinggal di sebuah lokasi yang dinamakan “desa Olimpiade”. Desa ini dimaksudkan untuk menjadi sebuah lokasi mandiri bagi semua peserta Olimpiade. Lokasi tersebut juga dilengkapi dengan kafetaria, klinik kesehatan dan tempat ibadah.

IOC memperbolehkan pembentukan Komite Olimpiade Nasional (NOC) yang mewakili negara-negara yang tidak berdaulat namun diakui secara internasional. Akibatnya, negara-negara koloni, teritori dan dependensi diizinkan untuk berlaga di Olimpiade. Negara-negara ini termasuk wilayah seperti Puerto Riko, Bermuda, Palestina dan Hong Kong, yang semuanya berkompetisi membawa nama negara mereka sendiri meskipun secara hukum merupakan bagian dari negara lain. Pada tahun 2011, terdapat 206 NOC yang mewakili negara berdaulat dan daerah geografis lainnya. Kesemua 192 negara anggota Perserikatan Bangsa-Bangsa mempunyai Komite Olimpiade Nasional beserta 14 teritori lainnya. Sedangkan NOC lainnya yang belum diakui oleh IOC meliputi Catalan, Gibraltar Britania, Polinesia Perancis, Niue, Kosovo, Somaliland, Kaledonia Baru, Kurdistan Irak,Siprus Utara,Abkhazia,Kepulauan Faroe,Anguilla, Montserrat, dan Kepulauan Turk & Caicos

Gerakan Olimpiade terdiri dari sejumlah besar organisasi dan federasi olahraga nasional dan internasional, termasuk mitra media beserta atlet, ofisial, juri serta setiap orang dan lembaga yang setuju untuk mematuhi aturan dari Piagam Olimpiade. Sebagai organisasi payung dari Gerakan Olimpiade, Komite Olimpiade Internasional (IOC) bertanggung jawab untuk memilih kota tuan rumah, mengawasi perencanaan dan pelaksanaan Olimpiade, memperbaharui dan menyetujui cabang-cabang olahraga yang dipertandingkan dan bernegosiasi dengan sponsor serta pemberian hak siar pada media. Komite Olimpiade Internasional terdiri dari tiga badan utama, yaitu:

Federasi Internasional (International Federations/IF): merupakan badan yang mengawasi olahraga di tingkat internasional. Sebagai contoh: Federasi Internasional Sepak Bola (FIFA) adalah IF untuk olahraga sepak bola, Federasi Bola Voli Internasional (FIVB) adalah IF untuk olahraga bola voli. Saat ini ada 35 IF dalam Gerakan Olimpiade, mewakili masing-masing cabang olahraga yang dipertandingkan dalam Olimpiade.
Komite Olimpiade Nasional (National Olympic Committees/NOC): merupakan organisasi yang mengatur Gerakan Olimpiade di masing-masing negara. Sebagai contoh: Komite Olimpiade Amerika Serikat (USOC) adalah NOC Amerika Serikat, Komite Olimpiade Indonesia adalah NOC Indonesia, dan sebagainya. Saat ini ada 206 NOC yang diakui oleh IOC.
Komite Pengorganisasian Olimpiade (Organizing Committees for the Olympic Games/OCOG): merupakan komite sementara yang bertanggung jawab untuk perayaan saat Olimpiade berlangsung. OCOG dibubarkan setelah Olimpiade berakhir dan setelah laporan akhir dikirim ke IOC.
Bahasa Perancis dan bahasa Inggris merupakan bahasa resmi dari Gerakan Olimpiade. Bahasa lain yang digunakan pada setiap Olimpiade adalah bahasa negara tuan rumah. Setiap acara proklamasi (pengumuman nama-nama negara peserta dalam upacara pembukaan) diucapkan dalam tiga atau dua bahasa, tergantung pada negara tuan rumah; apakah negara tersebut menggunakan bahasa Inggris atau Perancis.

Kritik

IOC sering dikritik dan dicap sebagai “organisasi yang keras kepala” dengan para pemimpin yang penuh kontroversi. Avery Brundage dan Juan Antonio Samaranch adalah dua Presiden IOC yang paling kontroversial. Brundage adalah presiden yang menjabat lebih dari 20 tahun, dan selama masa jabatannya, Brundage melarang dan melindungi Olimpiade dari keterlibatan politik. Dia juga dituduh rasisme karena melarang delegasi dari Afrika Selatan bergabung dalam IOC. Sedangkan Di bawah pemerintahan Samaranch, IOC terpuruk kedalam kasus nepotisme dan korupsi. Hubungan antara Samaranch dengan rezim Franco di Spanyol juga menjadi sumber kritik.

Pada tahun 1998, terungkap bahwa beberapa anggota IOC telah menerima suap dari anggota komite Salt Lake City untuk menjadikan kota tersebut sebagai tuan rumah Olimpiade Musim Dingin 2002. Atas peristiwa ini, empat orang anggota IOC mengundurkan diri dan enam lainnya dipecat. Skandal ini telah memicu dilakukannya reformasi lebih lanjut mengenai pemilihan kota-kota yang akan menjadi tuan rumah Olimpiade untuk menghindari terjadinya kasus serupa pada masa mendatang.

Sebuah film dokumenter BBC berjudul Panorama: Buying the Games ditayangkan pada bulan Agustus 2004. Film ini menyelidiki tentang adanya dugaan suap dalam prosesi pemilihan London sebagai tuan rumah Olimpiade Musim Panas 2012. Disebutkan bahwa anggota Komite Olimpiade Britania Raya kemungkinan besar menyuap IOC setelah London kalah tipis dari Paris dalam pemilihan kota tuan rumah untuk penyelenggaraan Olimpiade Musim Panas 2012. Wali kota Paris, Bertrand Delanoë menuduh Perdana Menteri Inggris, Tony Blair dan anggota Komite Olimpiade London (yang diketuai oleh mantan juara Olimpiade Sebastian Coe) telah melakukan kecurangan dalam pemilihan kota tuan rumah Olimpiade Musim Panas 2012, namun tuduhan itu tidak pernah benar-benar diselidiki. Pemilihan Turin, Italia sebagai tuan rumah Olimpiade Musim Dingin 2006 juga penuh kontroversi. Seorang anggota IOC terkemuka bernama Marc Hodler menduga telah terjadi kasus suap oleh anggota panitia Turin terhadap anggota IOC. Tuduhan ini menyebabkan penyelidikan luas dan dari hasil penyelidikan, terbukti bahwa sebagian besar anggota IOC menolak pencalonan Sion, Swiss sebagai kota tuan rumah supaya Turin bisa mendapatkan status tersebut.

OC awalnya menolak pendanaan Olimpiade dari perusahaan sponsor. Namun, setelah presiden Avery Brundage pensiun pada tahun 1972, IOC mulai mengeksplorasi potensi media televisi dan pasar iklan yang akan menguntungkan mereka. Di bawah kepemimpinan Juan Antonio Samaranch, Olimpiade mulai membuka diri terhadap sponsor-sponsor internasional yang ingin mendanai Olimpiade dan menciptakan produk-produk dagang dengan logo Olimpiade.

Anggaran

Pada awal dan pertengahan abad ke-20, IOC dibiayai dengan anggaran yang kecil. Avery Brundage, presiden IOC periode 1952-1972 menolak mengkomersialisasikan IOC. Brundage menganggap bahwa komersialisasi di tubuh IOC akan berdampak terhadap pengambilan keputusan dalam organisasi tersebut. Brundage melarang perusahaan-perusahaan yang ingin mendanai Olimpiade dan menolak penggunaan logo Olimpiade untuk tujuan komersial. Ketika Brundage pensiun tahun 1972, IOC hanya memiliki aset sebesar $2 juta. Delapan tahun kemudian, pundi-pundi IOC telah membengkak menjadi $45 juta. Hal ini terutama sekali disebabkan oleh pergeseran ideologi IOC ke arah perluasan pendanaan Olimpiade melalui penarikan sponsor dan penjualan hak siar ke stasiun-stasiun televisi. Saat Juan Antonio Samaranch terpilih sebagai presiden IOC pada tahun 1980, dia berkeinginan untuk menjadikan IOC sebagai organisasi yang mandiri secara finansial.

Olimpiade Los Angeles 1984 merupakan Olimpiade yang paling menguntungkan dalam sejarah penyelenggaraan Olimpiade. Panitia Olimpiade Los Angeles yang dipimpin oleh Peter Ueberroth mampu menghasilkan surplus sebesar $ 225 juta, jumlah yang belum pernah terjadi sebelumnya pada waktu itu. Surplus sebesar itu sukses diraup oleh panitia berkat menjual hak sponsor hanya kepada perusahaan-perusahaan terpilih. IOC berusaha mengontrol hak-hak sponsor tersebut. Samaranch kemudian mendirikan The Olympic Program (TOP) pada tahun 1985 untuk menciptakan sebuah merek dagang Olimpiade. Keanggotaan di TOP sangat eksklusif dan mahal. Biaya untuk masuk saja sebesar $50 juta untuk keanggotaan selama 4 tahun. Perusahaan-perusahaan yang menjadi anggota TOP menerima hak eksklusif global untuk mengiklankan produk mereka dalam penyelenggaraan Olimpiade serta bebas menggunakan logo Olimpiade dalam publikasi dan iklan produk mereka.

Olimpiade Berlin 1936 adalah Olimpiade pertama yang penyelenggaraannya disiarkan melalui televisi, meskipun hanya untuk penonton lokal. Baru pada Olimpiade Musim Dingin 1956 di Cortina d’Ampezzo, Italia, acara Olimpiade disiarkan oleh televisi secara Internasional, dan pada Olimpiade Musim Dingin berikutnya, untuk pertama kalinya hak siar Olimpiade dijual ke saluran televisi CBS, yang membayar sebesar $394.000 untuk hak siar di Amerika Serikat, serta Uni Penyiaran Eropa (EBU) yang membayar sebesar $660.000 untuk hak siar di seluruh Eropa. Pada dekade berikutnya, Olimpiade memanfaatkan Perang Dingin untuk mengeruk keuntungan. Negara adidaya saling berebut supremasi politik, dan IOC ingin mengambil keuntungan melalui media penyiaran. Penjualan hak siar memungkinkan IOC untuk meningkatkan eksposur Olimpiade, sehingga menghasilkan keuntungan dan jumlah pemirsa yang lebih banyak, yang pada gilirannya akan menciptakan daya tarik bagi para pengiklan di televisi. Siklus ini memungkinkan IOC untuk menaikkan biaya penjualan hak siar Olimpiade. Sebagai contoh, CBS merogoh $375 juta untuk membeli hak siar Olimpiade Musim Dingin 1998 di Nagano, sedangkan NBC menghabiskan $3,5 miliar untuk mendapatkan hak siar seluruh pertandingan Olimpiade dari tahun 2000 sampai tahun 2012.

Jumlah pemirsa yang menonton Olimpiade meningkat secara eksponensial dari tahun 1960 sampai akhir abad ini. Hal ini disebabkan oleh penggunaan satelit untuk menyiarkan siaran langsung di seluruh dunia pada tahun 1964 dan pengenalan televisi berwarna pada tahun 1968. Perkiraan penonton global dalam Olimpiade Mexico City 1968 adalah 600 juta, sedangkan dalam Olimpiade Los Angeles 1984, jumlah penonton meningkat menjadi 900 juta. Jumlah ini terus membengkak menjadi 3,5 miliar pada Olimpiade Barcelona 1992. Namun, pada Olimpiade Sydney 2000, NBC mencatatkan jumlah pemirsa terendah untuk setiap ajang Olimpiade sejak tahun 1968. Hal ini antara lain disebabkan oleh dua faktor: meningkatnya persaingan dari saluran televisi kabel dan perkembangan internet, yang mampu menampilkan hasil dan video pertandingan secara tepat waktu. Sementara perusahaan televisi masih mengandalkan rekaman tunda pertandingan, suatu hal yang sangat ketinggalan di era informasi. Penurunan jumlah pemirsa membuat saluran televisi harus mengurangi iklan yang berarti kurangnya pemasukan bagi mereka. Dengan biaya yang tinggi untuk menyiarkan pertandingan ditambah dengan tekanan dari internet dan meningkatnya kompetisi dari TV kabel membuat perusahaan televisi pemegang hak siar menuntut konsesi dari IOC untuk meningkatkan jumlah pemirsa. IOC menanggapinya dengan membuat sejumlah perubahan pada acara pertandingan Olimpiade. Pada Olimpiade Musim Panas, kompetisi cabang-cabang olahraga populer seperti senam, renang dan loncat indah ditayangkan pada jam-jam primetime, yaitu pukul 6 hingga 9 malam dan gala Champions ditambahkan untuk menarik minat pemirsa televisi. Hasilnya beragam: jumlah pemirsa pada Olimpiade Musim Dingin 2006 di Turin secara signifikan lebih rendah dibanding dengan jumlah pemirsa dalam Olimpiade Musim Dingin 2002 di Salt Lake City, sementara terjadi peningkatan tajam jumlah pemirsa pada Olimpiade Beijing 2008.

Biaya

Biaya Olimpiade (Musim Panas dan Musim Dingin) telah diteliti oleh sarjana Oxford, Bent Flyvbjerg dan Allison Stewart.  Mereka menemukan bahwa selama 50 tahun terakhir, penyelenggaraan Olimpiade dengan biaya paling mahal adalah Olimpiade Sochi 2014, yaitu US$ 51 miliar, diikuti oleh Olimpiade Beijing 2008 ($44 miliar), dan Olimpiade London 2012 ($14,8 miliar). Biaya di sini hanya mencakup biaya yang berhubungan dengan olahraga, tidak termasuk biaya umum lainnya seperti konstruksi jalan, rel, infrastruktur bandara, atau biaya pribadi lainnya seperti akomodasi dan investasi bisnis yang terjadi dalam persiapan Olimpiade yang besarnya bervariasi, tergantung kondisi ekonomi kota tuan rumah dan sulit untuk membandingkannya secara konsisten.

Flyvbjerg dan Stewart lebih lanjut menemukan bahwa cost overrun (pembengkakan biaya) merupakan masalah yang terus-menerus terjadi dalam penyelenggaraan Olimpiade:

Pembengkakan biaya dalam penyelenggaraan Olimpiade mencapai angka 100 %. Tidak ada mega proyek yang bisa diprediksi pembengkakan biayanya. Biasanya, mega proyek seperti konstruksi, infrastruktur, bendungan dan ICT biayanya dianggarkan secara bertahap dari waktu ke waktu, namun hal seperti ini tidak berlaku dalam penyelenggaraan Olimpiade.
Dengan rata-rata pembengkakan biaya riil 179 % dan 324 % secara nominal, pembengkakan biaya dalam Olimpiade secara historis merupakan yang terbesar dibanding mega proyek lainnya di dunia.
Pembengkakan biaya terbesar dalam sejarah Olimpiade terjadi dalam penyelenggaraan Olimpiade Montreal 1976 (796%), Barcelona 1992 (417%) dan Lake Placid 1980 (321%).
Data menunjukkan bahwa kota dan negara yang memutuskan untuk menjadi tuan rumah Olimpiade harus siap menghadapi risiko finansial terburuk mereka. Sebagai contoh, pembengkakan biaya dalam Olimpiade 2004 menyebabkan Athena mengalami kebangkrutan dan harus berutang, secara substansial turut memperburuk kondisi keuangan negara dan menjadi salah satu penyebab krisis ekonomi Yunani 2008-2012. Sementara itu, Montreal membutuhkan waktu 30 tahun untuk melunasi utang akibat pembengkakan biaya yang terjadi dalam penyelenggaraan Olimpiade 1976.
Pada akhirnya, Flyvbjerg dan Stewart menyimpulkan bahwa selama satu dekade terakhir, pembengkakan biaya dalam Olimpiade sudah mengalami penurunan. Untuk periode 2000-2010 rata-rata pembengkakan biaya adalah 47 %, padahal sebelum itu rata-ratanya mencapai 258 %. Namun, Olimpiade London 2012 telah mengembalikan tren ini dengan pembengkakan biaya yang dikeluarkannya yang menembus angka 101 persen; mengembalikannya ke angka tiga digit. Ke depannya, merupakan tantangan bagi para perencana dan pengelola Olimpiade untuk menurunkan kembali pembengkakan biaya tersebut.

Gerakan Olimpiade menggunakan simbol untuk mewakili cita-cita yang terkandung dalam Piagam Olimpiade. Simbol Olimpiade- yang lebih dikenal dengan nama cincin Olimpiade- terdiri dari lima buah cincin yang saling berkait dan merupakan kesatuan dari lima benua yang ada di bumi (Amerika, Afrika, Asia, Australasia dan Eropa). Versi berwarna dari simbol itu berupa cincin-cincin yang berwarna biru, kuning, hitam, hijau dan merah dengan latar berwarna putih yang membentuk bendera Olimpiade. Warna-warna ini dipilih karena setiap negara setidaknya memiliki satu dari warna-warna tersebut dalam bendera nasionalnya. Bendera ini diadopsi pada tahun 1914 tetapi baru dikibarkan pertama kali dalam Olimpiade Antwerpen 1920 di Belgia. Setelah itu, bendera ini selalu berkibar dalam perayaan Olimpiade setiap tahunnya.

Baca Artikel Lainnya:

Perbedaan Fill In Dan Fill Out Beserta Pola Lengkap Nya

Perbedaan Fill In Dan Fill Out Beserta Pola Lengkap Nya

Perbedaan Fill In Dan Fill Out Beserta Pola Lengkap Nya

Perbedaan Fill In Dan Fill Out Beserta Pola Lengkap Nya

Perbedaan Fill In Dan Fill Out Beserta Pola Lengkap Nya

Dalam bahan pelajaran Bahasa Inggris edisi kali ini, kita mencoba memahami perbedaan “"Fill in" dan "Fill out".

Nantinya setelah dijelaskan perbedaannya, kita sanggup memakai kedua kata tersebut tanpa merasa galau lagi.

Apakah anda pernah mengisi biodata baik itu di selembar kerta atau pengisian secara online ?

Bagi anda-anda yang bergelut dengan dunia internet, terkadang begitu anda mendaftar pada suatu situs untuk keperluan tertentu, terkadadang terdapat sebuah kalimat menyerupai :

“Please fill in the information in this form and click the Next button”
(Silahkan isi informasi dalam form ini dan klik tombol Next)

Nah kini coba bandingkan dengan kalimat berikut :

“Please fill out the document and send to me after you are done with all the information being asked”. (Silahkan isi dokumen dan kirim ke saya setelah selesai dengan semua informasi yang diminta)

Apa yang anda pikirkan dari kedua kalimat di atas ?

Sepintas jikalau kita artikan dalam bahasa indonesia, fill in dan fill out bermakna mengisi.
Bahkan ada yang menyampaikan bahwa English British lebih sering memakai "fill in"menyerupai pada kalimat :
“We fill in forms”Sedangkan  "fill out" lebih sering digunakan  dalam American English, menyerupai kalimat :
“they fill out forms”.

Lalu apa bedanya "fill in" dengan "fill out" ?

Walaupun ada beberapa sumber yang menyatakan kedua kata tersebut sama saja dan sanggup dipertukarkan penerapannya dan bermakna sama, dimana letak perbedaannya khusus pada kebiasaan penerapannya  : "fill in" dipakai dalam English British dan "fill out" dipakai dalam American English.

Namun banyak juga literatur yang menyatakan makna kedua kata tersebut tidak sama.

Fill in

Fill in digunkan dalam kondisi :

  • Untuk menulis informasi di ruang kosong, menyerupai pada formulir.
  • Digunakan ketika dalam bahasa tidak formal untuk menyediakan informasi yang sangat penting atau gres diperoleh.
  • Bertindak sebagai pengganti, seorang pemain pengganti yang mengisi pada menit terakhir.

 

Contoh dan Penjelasan : 

“Please fill in the name field on this form.”
(Silahkan isi kolom nama pada form ini.”)“Please fill in the blanks on the Test A of your exam.”
(Tolong diisi pada bab yang kosong di Tes A ujian anda).

I was not there, would you fill me in ?
(Saya tidak ada disana, maukah anda menggantikan saya ?)

Can you find someone to fill in for me while I’m away ?
(Bisakah kau mencari pengganti saya di ketika saya sedang tidak ada?)

Dan jikalau temukan kata to ‘fill someone in’  dalam sebuah kalimat, maka kata tersebut akan mempunyai arti perihal  mempersembahkan informasi kepada seseorang atau memberitahukan mereka mengenai sesuatu.

 

Berikut ini teladan kalimatnya :

Fill me in on all the news from your holiday.
(Ayo ceritakan apa saja yang terjadi selama liburan kamu)

Fill out

Fill out digunkan dalam kondisi :

  • Untuk melengkapi menyerupai formulir dengan mempersembahkan informasi yang dibutuhkan.
  • Digunakan ketika menyatakan seseorang lebih meliputi atau gemuk.

Contoh dan Penjelasan :

Filled out the job application carefully.
(Isilah aplikasi pekerjaaan dengan hati-hati)He filled out after age 35.
(Dia bertambah gemuk setelah berumur 35 tahun)

Kumpulan Puisi Guru Pendidikan

Kumpulan Puisi Guru Pendidikan

Kumpulan Puisi Guru Pendidikan

Kumpulan Puisi Guru Pendidikan

Seorang guru adalah Pendidik dan Pengajar pada pendidikan anak usia dini jalur sekolah atau pendidikan Formal, Pendidikan dasar, Pendidikan menengah. Guru-guru mempunyai semacam kualifikasi Formal, Di dalam Difinisi yang sangat luas. setiap orang yang mengajarkan suatu hal yang baru, bisa juga di anggab sebagai seorang guru.

Kumpulan Puisi Guru Pendidikan

Secara Formal Seorang guru adalah seorang pengajar di sekolah negri atau swasta yang memiliki kemampuan yang berdasarkan latar belakang pendidikan formal minimal berstatus Sarjana. Yang telah memiliki ketetapan hukum yang sah sebagai Guru yang berdasarkan Undang-undang Guru / Dosen yang berlaku. Nah sekarang berikut di bawah ini sengaja saya share buat anda Kumpulan Puisi Guru.

Terimakasih Guruku

Guru… Engkaulah pembimbing
Engkaulah mengjarku
Engkaulah pendidikku

Guru… Itulah julukanmu
Yang tak pernah bosan
Dalam mengajar dan membimbingku

Guru… Engkau bagaikan cahaya
Yang menerangi jiwa dan segala gelapnya dunia
Engkau adalah setetes embun yang menyejukkan hati

Guru… Engkau adalah pahlawan yang tak mengharapkan imbalan
Dan segala yang engkau lakukan
Engkau lakukan dengan keiklasan

Guru… Tampamu aku akan hancur
Tampamu aku akan sengsara
Tampamu aku akan sesat

Guru… Tampamu aku tak bisa menulis
Tampamu aku tak bisa membaca
Tampamu aku tak bisa berhitung

Guru… Terimakasihku ucapkan
Atas segala Jasa-jasa yang telah kau berikan
Selama ku belajar di sekolah ini
(Puisi Dari Anggita Nurul Taeyeon)

Guruku Pahlawaku

Andai kata matahari telah tiada
Dunia akan beku dan bisu
Pelangi takkan pernah terpancar
Kehidupan takkan pernah terlaksana

Di saat titik kegalauan menghampiri
Terlihat setitik cahaya yang kami cari
Yang tampak dari Sudut-sudut bibirmu
Dan Gerak-gerik tubuhmu

Engkau menyinari Jalan-jlan kami yang buntu
Yang hampir menjerumuskan masa depan
Engkau terangi kami dalam lentera ilmu
Yang takkan pernah sima di terpa angin usia

Guru… Engkau guru yang tak pernah mengharapkan balasan
Di saat kami tak mendengarkan mu
Engkau yang tak pernah mengeluh dan menyerah

Untuk mendidik kami

Darimu kami mengenal banyak hal
Tentang Warna-warna yang indah
Tentang garis yang harus di lukis
Juga tantang kata yang harus di baca
Engkau membuat hidup kami sangat berarti

Guru… Tiada kata yang pantas kami ucapkan
Selain terimakasih atas semua Jasa-jasa mu
Maafkan kami bila telah membuatmu kecewa
Jasa-jasamu akan kami semat abadi di sepanjang hidup kami
Terimakasih guruku.. Engkau pahlawanku
(Puisi Dari Upee)

Guru

Guru… Engkau membimbingku setiap hari
Setiap waktu dan setiap saat
Hatimu sungguh mulia
Engkau adalah orang tua yang ke dua dalam hidupku

Setiap hari…
Engkau curahkan ilmu
Untuk bekalku nanti
Engkau adlah Patriot pahlawan bangsa

Terimakasih guru ku
Karna engkaulah aku menjadi pintar
Engkau ku sebut…
Pahlawan tampa tanda jasa
(Puisi Dari Zaneta N.A.J)

Pahlawan Tampa Tanda Jasa

Pahlawan tampa tanda jasa
Adalah Guru ku
Yang mendidikku
Yang membekali ku ilmu

Dengan tulus dan sabar
Senyumu memberiku semangat
Menyongsong masa depan yang lebih baik
Setitik peluhmu

 

 

Baca Juga :

KANTOR VIRTUAL

KANTOR VIRTUAL

KANTOR VIRTUAL

KANTOR VIRTUAL

KANTOR VIRTUAL

Definisi

Kantor virtual adalah pekerjaan yang dapat dikerjakan di lokasi geografis manapun selama tempat itu terhubung dengan lokasi tetap perusahaan melalui sejenis komunikasi elektronik.

Keuntungan dari kantor virtual:

1. Pengurangan biaya fasilitas
2. Pengurangan biaya peralatan
3. Jaringan komunikasi formal
4. Pengurangan penghentian kerja
5. Kontribusi social

Kerugian dari kantor virtual:

1. Rasa tidak memiliki
2. Takut kehilangan pekerjaan
3. Semangat kerja rendah
4. Ketegangan keluarga

Strategi yang disarankan untuk kantor virtual

1. Sediakan sumber daya komputer
2. Sediakan akses ke sumber daya informasi
3. Sediakan perlengkapan non komputer
4. Gunakan konferensi telepon
5. Sediakan pertemuan rutin
6. Lakukan rutinitas kerja

Baca Artikel Lainnya:

Tingkatkan Jiwa Kepemimpinan Melalui Latihan Dasar Kepempinan Siswa

Tingkatkan Jiwa Kepemimpinan Melalui Latihan Dasar Kepempinan Siswa

Tingkatkan Jiwa Kepemimpinan Melalui Latihan Dasar Kepempinan Siswa

 

Tingkatkan Jiwa Kepemimpinan Melalui Latihan Dasar Kepempinan Siswa

Guna meningkatkan pendidikan karakter

SMA Al Biruni Cerdas Mulia selenggrakan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) di Vila Merah Cilengkrang, Kabupaten Bandung. Kegiatan yang berlangsung pada pertengahan Desember tersebut diikuti oleh 50 siswa yang tergabung dalam Organisasi Siswa Intra Sekolah (OSIS). Kegiatan ini diharapkan mampu meningkatkann jiwa kepeminpinan siswa sejak usia remaja.

Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan, Rudi Zamal Mutakin mengatakan, kegiatan tersebut merupakan program tahunan yang selalu dilaksanakan oleh sekolah dengan tujuan untuk menggali karakter kepemimpinan siswa. “Karena setiap siswa harus bisa menjadi pemimpin, minimal mepimpin dan mengendalikan dirinya sendiri untuk melaksanakan peraturan sekolah,  aturan di rumah dan norma di masyarakat luas,” tuturnya baru-baru ini.

Kepemimpinan menjadi penting untuk terus digali dan dilatih

karena, masih menurut Rudli,  karakter tersebut adalah kunci untuk berhasil di masa depan, dimana zaman berubah menjadi sangat kompleks. “Tanpa mempunyai jiwa kepemimpinan yang cerdas, tangguh, taqwa, mandiri dan berakahlaq mulia, maka akan sulit untuk menggapai kesuksesan di mana depan,” ucapnya.

Cara menumbuhkan karakter kepemimpinan

Salah satu cara menumbuhkan karakter kepemimpinan tersebut adalah dengan simulasi pemecahan masalah yang dikemas sebagai permainan kelompok. Lewat permainan tersebut, siswa diharuskan mampu memecahkan masalah secara tim. “Bisa  diibaratkan masalah yang dihadapi di lingkungan mereka,  ketika di tangani dengan peranan yang tepat, maka masalah tersebut akan bisa dipecahkan dengan sangat mudah,” kata Rudli

Salah satu siswa Al Biruni Cerdas Gemilang, Ahmad Syifa Maarif  mengatakan sangat mendapatkan pelajaran dari acara LDKS ini. Selain mendapatkan ilmu yang baru, Siswa kelas XI tersebut pun mendapatkan ilmu keorganisasian, khususnya di bidang kepemimpinan. “Dapet banyak ilmu dan semoga bisa membanggakan sekolah ,” ucapnya.

Yayasan Al Biruni Cerdas Mulia

Yayasan Al Biruni Cerdas Mulia merupakan Yayasan di kota Bandung yang mengelola sekolah inklusi mulai dari TK hingga SMA. Sekolah yang beralamat di Kecamatan Panyileukan, Kota Bandung tersebut memiliki visi untuk menjadikan sekolah terbaik yang berorientasi pada keunggulan dan penghargaan terhadap ragam potensi dan kecerdasan dalam rangka membentuk cendekiawan muslim yang tangguh, cerdas, kreatif dan berakhlak mulia.

 

Sumber : https://pendidikan.co.id/

Mengenal Tokoh-tokoh Nasional di dalam Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Mengenal Tokoh-tokoh Nasional di dalam Proklamasi Kemerdekaan Indonesia

Tidak jadi ya Squad, sebentar lagi kami akan merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) Republik Indonesia yang ke-73. Pasti pernak-pernik perlombaan tengah dipersiapkan ya? Baik di sekolah atau pun di lingkungan tempat tinggalmu, HUT kemerdekaan ini tentu sama juga bersama dengan perlombaan.

Iya, betul sekali. Perlombaan di dalam rangka menyambut kemerdekaan Republik Indonesia menanamkan nilai stimulan juang para pahlawan yang berjuang melawan penjajah terhadap waktu itu. Dalam artikel ini kami nggak bahas macam-macam perlombaan di dalam 17-an ya Squad. Kita akan bahas tokoh-tokoh nasional yang tersedia dibalik proklamasi kemerdekaan Indonesia. Ada siapa saja ya?

Siapa sih yang nggak kenal bersama dengan beliau? Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno. Beliau lahir di Surabaya, 6 Juni 1901. Soekarno yang lebih akrab sapa Bung Karno ini perannya banyak sekali lho Squad. Terlebih di dalam bidang politik sejak jaman pergerakan nasional sampai orde lama.

Kamu sadar nggak jika Soekarno itu pernah “diculik”? Diculik di sini bukan berarti disekap lho ya. Maksudnya, Soekarno itu pernah didesak oleh golongan gampang supaya langsung memproklamasikan kemerdekaan Indonesia. Saat itu, Hiroshima dan Nagasaki baru saja dibom oleh Sekutu. Oleh dikarenakan itu, menurut pengamatan golongan muda, ini merupakan waktu yang tepat untuk memproklamirkan kemerdekaan. Para golongan muda kelanjutannya memindahkan Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok terhadap 16 Agustus 1945.

Keesokan harinya, tepat tanggal 17 Agustus 1945 pukul 10:00, Soekarno bersama dengan sura lantang membacakan teks proklamasi yang merupakan sinyal Indonesia telah merdeka. Soekarno wafat terhadap tanggal 21 Juni 1970. Beliau dikukuhkan sebagai Pahlawan Proklamator berdasarkan Keputusan Presiden No. 081/TK/1986 tanggal 23 Oktober 1986. Di tahun 2012 Soekarno juga dikukuhkan sebagai Pahlawan Nasional berdasarkan Keputusan Presiden No. 83/2012.

Pernah atau puas nonton Captain Tsubasa nggak? Siapa pasangan emas dari Tsubasa? Yap. Misaki. Kalau Tsubasa punyai Misaki, maka Bung Karno punyai Bung Hatta sebagai pasangan emas di dalam membangun negara. Nama lengkap Bung Hatta ialah Mohammad Hatta yang lahir di Bukittingi, Sumatera Barat terhadap 12 Agustus 1902. Sama seperti Soekarno, Hatta juga “diculik” ke Rengasdengklok terhadap tanggal 16 Agustus 1945 untuk merumuskan proklamasi.

Di tanggal 17 Agustus, tepat sebelum membacakan proklamasi, Hatta datang menghampiri Soekarno yang tengah demam waktu itu. Hatta datang beri tambahan pemberian kepada Soekarno supaya sanggup bersama langsung memproklamasikan kemerdekaan. Selain dikenal sebagai proklamator, beliau dikenal sebagai seorang yang setia dan berkenan berkorban. Kalian kudu sadar nih Squad bahwa Hatta pernah bersumpah tidak akan menikah sebelum Indonesia Merdeka.

Hatta wafat terhadap 14 Maret 1980. Sesuai bersama dengan amanahnya bahwa beliau ingin dikuburkan di tengah-tengah rakyat, maka dari itu jenazahnya tidak dimakamkan di taman makam pahlawan, melainkan di pemakaman umum Tanah Kusir. Pemerintah Republik Indonesia menganugerahi Hatta gelar Pahlawan Proklamator berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI No.081/TK/1986, tanggal 23 Oktober 1986 dan juga dikukuhkan sebagai Pahlawan Nasional berdasarkan Keputusan Presiden No. 84/2012.

Salah satu golongan muda yang memiliki rencana penculikan Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok ya Sutan Sjahrir. Beliau yang lahir di Padang Panjang, Sumatera Barat terhadap tanggal 5 Maret 1909 ini punyai intektual tinggi di dalam pergerakan nasional. Sjahrir yang menjabat sebagai pemimpin gerakan bawah tanah, meraih kabar dari radio luar negeri bahwa Jepang telah menyerah kepada Sekutu sesudah pengeboman Hiroshima dan Nagasaki.

Langsung sesudah mendengar berita itu Sjahrir buru-buru kasih tau nih berita berikut ke Bung Hatta. Tapi apa respon Bung Hatta? Kurang mempercayai berita berikut dikarenakan kudu menanti kepastian tentang kekalahan Jepang. Maklum saja, Bung Hatta waktu itu baru tiba dari Dalat, Vietnam, dan Sjahrir langsung memberitahu.

Nah, Syahrir kecewa tuh Squad dan kelanjutannya mengoordinasikan para pemuda untuk mengamankan Soekarno-Hatta ke Rengasdengklok. Kenapa sih yang dipilih Rengasdengklok? Menurut Syahrir dan golongan muda, Rengasdengklok di tempat Karawang itu merupakan tempat yang safe dari dampak Jepang supaya Soekarno-Hatta sanggup fokus menyusun proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia.

Sutan Sjahrir wafat terhadap 9 April 1966 di Zurich, Swiss dikarenakan penyakit darah tinggi. Pemerintah Indonesia sesudah itu menganugerahi gelar Pahlawan Nasional untuk menghormati jasa-jasanya melalui S.K.Presiden No.76 tahun 1966 tanggal 9 April 1966.

Diplomat yang lahir 23 Maret 1896 di Teluk Jambe, Karawang, merupakan penengah dari perbedaan pandangan golongan tua dan golongan muda tentang proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Golongan muda itu kan ingin Soekarno-Hatta langsung memproklamasikan kemerdekaan Indonesia, tetapi golongan tua itu maunya sabar pernah nih, nunggu konfirmasi jika Jepang telah benar-benar kalah atau belum. Ahmad Soebardjo yang sadar dari Wikana bahwa Soekarno-Hatta tengah berunding di Rengasdengklok bersama dengan para pemuda, langsung menemui dan ingin mempunyai Soekarno-Hatta lagi ke Jakarta. Ahmad Soebardjo di depan para pemuda mengatakan….

kalau kamu mendengar ucapan dari Ahmad Soebardjo seperti itu, gimana perasaan kalian? Golongan muda yang tadinya nggak yakin bahwa golongan tua akan lakukan proklamasi sesuai bersama dengan desakan para pemuda, bersama dengan ucapan dari Ahmad Soebardjo berikut langsung yakin bahwa tanggal 17 Agustus 1945 akan dilakukan Proklamasi.

Ahmad Soebardjo wafat di Jakarta terhadap 15 Desember 1978. Atas jasa-jasanya terhadap Indonesia, Pemerintah RI menganugerahi gelar Pahlawan Nasional berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor : 058/TK/Tahun 2009 tanggal 6 November 2009.

Selengkapnya : https://www.biologi.co.id/

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Apa yang Harus Dicermati Orangtua?

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), Apa yang Harus Dicermati Orangtua? – Pendidikan anak umur dini sejatinya ialah sebuah investasi jangka panjang guna anak meraih kesuksesan di masa mendatang. Berkaca pada urusan itu, masing-masing orangtua tentu mengharapkan pendidikan terbaik guna buah hatinya.

Pertanyaan yang lantas mengemuka merupakan, bagaimana teknik orangtua memilih lembaga edukasi anak umur dini atau pre-school yang tepat guna putra-putrinya? Serta hal apa saja yang mesti diamati dalam pemilihan tersebut?

Pada dasarnya, dikutip pada Jumat, (22/1/2016), edukasi terbaik bakal dapat didapatkan anak saat metode dan sistem pembelajaran di ruang belajar sesuai dengan gaya belajar mereka.

Oleh karena tersebut sebelum menilai opsi sekolah mana yang bakal dimasuki, usahakan orangtua mesti terlebih dahulu mengetahui keterampilan dan keperluan si buah hati. Hal ini guna meyakinkan anak dapat mengekor proses pembelajaran dengan mengasyikkan tanpa merasa tertekan.

Kemudian, setelah tersebut barulah orangtua dapat melihat hal lainnya yang wajib diamati saat menilai pre-school guna anak. Berikut pembahasannya.

1. Tenaga pendidik yang cakap

Baik atau tidaknya kualitas pre-school yang bakal dipilih dapat dilihat lewat tenaga pendidiknya. Kerap dilafalkan bahwa tenaga pendidik atau guru ialah ujung tombak yang menilai anak bakal belajar dan bermain dengan mengasyikkan atau tidak.

Di samping harus mempunyai background edukasi yang sesuai, seorang guru pun harus cakap dalam menyerahkan pengajaran yang baik supaya mereka nyaman sedang di kelas.

“Hal utama yang mesti dilaksanakan guru ialah membuat anak didik nyaman terlebih dahulu sedang di kelas. Jika urusan itu sudah tercapai, maka mereka bakal mempunyai rasa trust untuk guru sampai-sampai pembelajaran menjadi lebih optimal,” ungkap Koordinator Guru Early Years Sinarmas World Academy, Len, Jumat (6/10/2018).

Lebih lanjut, seorang guru pun harus pandai menyaksikan perkembangan dan urusan apa saja yang diperlukan anak. Terlebih bila anak mempunyai masalah dalam proses belajar melatih di kelas. Guru yang baik bakal mengkomunikasikan untuk orangtua tentang pertumbuhan maupun kendala-kendala yang barangkali saja dihadapi si buah hati.

2. Lingkungan sekolah

Hal selanjutnya yang mesti diamati dalam memilih pre-school ialah lingkungan sekolah (environment) tersebut sendiri. Perhatikan, apakah sekolah mempunyai sarana dan prasarana yang mencukupi atau tidak?

Selain tersebut cermati pun ruang belajar anak didik. Melansir Senin (21/5/2018), kelas yang baik untuk siswa pre-school mesti mempunyai furnitur yang cocok ukuran dengan tubuh anak-anak. Dengan begini mereka dapat mengambil barang yang dibutuhkannya sendiri tanpa bergantung untuk orang dewasa.

Komposisi jumlah siswa dengan guru pun harus dicocokkan dengan ruang kelas. Jangan sampai ruang belajar terasa sarat dan sesak. Co-Principal Early Years and Elementary School SWA Kelly mengungkapkan, idealnya jumlah murid dalam satu ruang belajar berjumlah 6-15 anak.

“Hal ini agar anak didik bisa lebih nyaman berada di ruang belajar dan guru dapat melihat perkembangan setiap anak dengan lebih fokus,” jelasnya.

3. Nilai dasar atau filosofi sekolah

Setiap sekolah memiliki nilai dasar dan filosofinya masing-masing. Meskipun secara kasat mata komponen ini tidak tidak sedikit diperhatikan oleh orangtua, namun nyatanya urusan ini paling penting. Sebab, nilai dasar dan filosofi sekolah menilai bagaimana kebiasaan belajar melatih di ruang belajar berlangsung.

Hal terpenting yang mesti Anda kerjakan sebagai orangtua ialah kenali terlebih dahulu nilai-nilai dasar yang dipegang teguh oleh sekolah. Kemudian, sesuaikan pula dengan keperluan anak Anda, apakah jati diri dan gaya belajar si anak sesuai atau tidak.

4. Penggunaan kurikulum

Kurikulum dan pembelajaran adalah satu kesatuan yang saling menyokong dalam suatu pendidikan. Kurikulum yang tepat bakal dapat menyerahkan pembelajaran yang sesuai sampai-sampai proses belajar melatih pun bakal berjalan lancar.

Oleh sebab itu, urgen hukumnya merealisasikan kurikulum yang tepat untuk membuat pendidikan yang berkualitas. Hal ini laksana yang diterapkan oleh Sinarmas World Academy (SWA).

“Pada  https://www.bahasainggris.co.id edukasi anak umur dini, ada sejumlah tahapan bertolak belakang yang dipunyai anak cocok usianya. Dalam urusan ini berarti lain usia maka lain skills pun yang bakal dipelajari,” ungkap Kelly.

Melihat kenyataan tersebut, SWA memakai dua kurikulum yang bertolak belakang sesuai dengan tahapan umur anak, yaitu Early Years Foundation Stage (EYFS) dan Cambridge Primary Curriculum Stage 1.

“Kurikulum EYFS dipakai untuk ruang belajar Toddler (0-2 tahun), Nursery (2-3 tahun), Pre Kindergarten (3-4 tahun), dan Kindergarten 1 (4-5 tahun). Kami menilai kurikulum ini sesuai untuk mereka sebab menyeimbangkan pekerjaan bermain dan belajar,” jelas Kelly.

Pada etape ini peserta didik difokuskan pada empat lokasi pembelajaran, seperti edukasi literasi, matematika dasar, seni dan desain ekspresif, serta pengetahuan dasar komputer dan robotik.

Setelah anak meningkat usia pada rentang 5-6 tahun, lanjut Kelly, mereka bakal masuk ke dalam ruang belajar Kindergarten 2.

“Pada ruang belajar ini kami memakai Cambridge Primary Curriculum Stage 1 yang berfokus pada persiapan peserta didik masuk ke jenjang berikutnya, yaitu sekolah dasar,” ujarnya lagi.

Pembelajaran komputasi matematika mulai diluncurkan di ruang belajar ini. Di samping itu, latihan ilmu pengetahuan alam, bahasa Inggris, bahasa Mandarin, dan kesenian pun mulai difokuskan.

Di samping pentingnya eksistensi kurikulum, ternyata peran orangtua terhadap pertumbuhan anak umur dini di sekolah pun mempunyai posisi yang strategis.

“Orangtua mesti berlaku supportive, cooperative, dan open minded dalam edukasi anak umur dini. Di samping itu, komunikasi yang rapi juga mesti terjalin antara orangtua dan guru, jadi terjalin hubungan yang terbuka,” ujar Kelly.

Dengan begitu, diharapakan murid usia dini dapat mendapatkan edukasi yang berkualitas sebagai bekal guna mengecap edukasi selanjutnya.

baca juga: OPSI 2018, Jadikan Meneliti Hal yang Seru bagi Siswa

OPSI 2018, Jadikan Meneliti Hal yang Seru bagi Siswa

OPSI 2018, Jadikan Meneliti Hal yang Seru bagi Siswa – Olimpiade Penelitian Siswa Indonesia (OPSI) menjadi di antara agenda urgen Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Atas dalam rangka membangun insan Indonesia unggul.

Sejak tahun 2009, pekerjaan ini diadakan sebagai wadah untuk siswa SMA/MA mengembangkan bakat, minat, dan keterampilan dalam menganalisis dan berinovasi, serta menumbuh kembangkan kebiasaan meneliti di kalangan siswa.

Di samping itu, pekerjaan OPSI pun menjadi ajang seleksi karya riset unggul guna diikutsertakan dalam sekian banyak ajang lomba riset tingkat internasional.

Tahun ini OPSI diselenggarakan tanggal 15-20 Oktober 2018 di kota Semarang, Jawa Tengah. OPSI 2018 mengangkat semangat dengan tema ”Meneliti Itu Seru”.

Menumbuhkan minat riset siswa

“OPSI hendak mengganti pandangan umum murid terhadap riset yang dirasakan serius, susah dan membosankan. OPSI hendak memberikan murid pengalaman menganalisis dengan teknik menyenangkan, sampai-sampai minat menganalisis terus bertambah dan bisa ditularkan pada rekan dan lingkungannya,” jelas Kasubdit Peserta Didik, Juandanilsyah.

Bidang lomba pada OPSI tahun 2018 dikelompokkan menjadi 3 kelompok bidang penelitian, yaitu:
1. Bidang Matematika, Sains, dan Teknologi (Math, Science, and Technology)
2. Bidang Fisika Terapan dan Rekayasa (Applied Physics and Engineering)
3. Bidang lmu Sosial dan Humaniora (Social Sciences and Humanities)

Minat riset kian bertumbuh

“Antusiasme peserta yang mengekor OPSI tahun ini paling menggembirakan menjangkau 1.593 proposal riset dari 30 provinsi. Jumlah SMA yang tercebur pada OPSI 2018 sejumlah 275 SMA dan 55 Madrasah Aliyah,” tambah Juanda.

Ia menambahkan, dari jumlah tersebut sudah tersaring sejumlah 900 naskah laporan riset di tahap evaluasi naskah dan lantas menjadi 105 naskah terbaik dari 199 siswa.

Pada https://www.sekolahan.co.id  etape ini dilaksanakan penilaian poster/infografis dan evaluasi presentasi guna finalis. Kemudian bakal dipilih 9 naskah terbaik guna mendapatkan Medali Emas, 9 naskah medali perak, 9 naskah medali perunggu dan 9 naskah guna diberikah penghargaan khusus.

Berbagi empiris dan peluncuran buku

Dalam pekerjaan ini juga dikenalkan secara resmi kitab “Meneliti Itu Seru” yang dibentuk oleh pembina OPSI dan diterbitkan Direktorat Pembinaan SMA, Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar dan Menengah, Kemendikbud.

Karya kitab “Meneliti Itu Seru” dimaksudkan sebagai wujud nyata untuk menjangkau tujuan OPSI dan pun untuk menyerahkan panduan penelitian untuk peneliti muda.

Tidak melulu kegiatan final penjurian, dalam pekerjaan OPSI ini siswa pun diberikan sekian banyak pembekalan dalam format seminar dengan menghadirkan semua peneliti guna berbagi empiris dan pengetahuan.

baca juga: Jangan Anggap Sepele, Kenali Gejala Awal Penyakit Kanker Sarkoma

Pendekatan Saintifik/Ilmiah dalam Proses Pembelajaran

Pendekatan Saintifik/Ilmiah dalam Proses Pembelajaran

Pendekatan Saintifik

Pendekatan Saintifik

 

Permendikbud No. 65 Tahun 2013 tentang Standar Proses Pendidikan Dasar dan Menengah telah mengisyaratkan tentang perlunya proses pembelajaran yang dipandu dengan kaidah-kaidah pendekatan saintifik/ilmiah. Upaya penerapan Pendekatan saintifik/ilmiah dalam proses pembelajaran ini sering disebut-sebut sebagai ciri khas dan menjadi kekuatan tersendiri dari keberadaan Kurikulum 2013, yang tentunya menarik untuk dipelajari dan dielaborasi lebih lanjut.
Melalui tulisan ini, saya akan sedikit bercerita tentang pendekatan saintifik/ilmiah dalam proses pembelajaran sebagaimana yang telah saya pahami selama ini. Menurut hemat saya, upaya penerapan pendekatan saintifik/ilmiah dalam proses pembelajaran bukan hal yang aneh dan mengada-ada tetapi memang itulah yang seharusnya terjadi dalam proses pembelajaran, karena sesungguhnya pembelajaran itu sendiri adalah sebuah proses ilmiah (keilmuan).
Banyak para ahli yang meyakini bahwa melalui pendekatan saintifik/ilmiah, selain dapat menjadikan siswa lebih aktif dalam mengkonstruksi pengetahuan dan keterampilannya, juga dapat mendorong siswa untuk melakukan penyelidikan guna menemukan fakta-fakta dari suatu fenomena atau kejadian. Artinya, dalam proses pembelajaran, siswa dibelajarkan dan dibiasakan untuk menemukan kebenaran ilmiah, bukan diajak untuk beropini apalagi fitnah dalam melihat suatu fenomena. Mereka dilatih untuk mampu berfikir logis, runut dan sistematis, dengan menggunakan kapasistas berfikir tingkat tinggi (High Order Thingking/HOT). Combie White (1997) dalam bukunya yang berjudul “Curriculum Innovation; A Celebration of Classroom Practice” telah mengingatkan kita tentang pentingnya membelajarkan para siswa tentang fakta-fakta. “Tidak ada yang lebih penting, selain  fakta“,  demikian ungkapnya.


Penerapan pendekatan saintifik/ilmiah dalam pembelajaran menuntut adanya perubahan setting dan bentuk pembelajaran tersendiri yang berbeda dengan pembelajaran konvensional. Beberapa metode pembelajaran yang dipandang sejalan dengan prinsip-prinsip pendekatan saintifik/ilmiah, antara lain metode: (1) Problem Based Learning; (2) Project Based Learning; (3) Inkuiri/Inkuiri Sosial; dan (4) Group Investigation. Metode-metode ini berusaha membelajarkan siswa untuk mengenal masalah, merumuskan masalah, mencari solusi  atau menguji  jawaban sementara atas suatu masalah/pertanyaan dengan melakukan penyelidikan (menemukan fakta-fakta melalui penginderaan), pada akhirnya dapat menarik kesimpulan dan menyajikannya secara lisan maupun tulisan.

Pendekatan Saintifik-Ilmiah

Apakah pendekatan saintifik/ilmiah dengan langkah-langkah seperti dikemukakan di atas bisa diterapkan di semua jenjang pendidikan? Jawabannya tentu akan menjadi perdebatan keilmuan, tetapi saya memegang satu teori yang sudah kita kenal yaitu Teori Perkembangan Kognitif dari Piaget yang  mengatakan bahwa mulai usia 11 tahun hingga dewasa (tahap formal-operasional), seorang individu telah memiliki kemampuan mengkoordinasikan baik secara simultan maupun berurutan dua ragam kemampuan kognitif yaitu: (1) Kapasitas menggunakan hipotesis; kemampuan berfikir mengenai sesuatu khususnya dalam hal pemecahan masalah dengan menggunakan anggapan dasar yang relevan dengan lingkungan yang dia respons; dan (2) Kapasitas menggunakan prinsip-prinsip abstrak; kemampuan untuk mempelajari materi-materi pelajaran yang abstrak secara luas dan mendalam.

Dengan demikian, tampaknya pendekatan saintifik/ilmiah dalam pembelajaran sangat mungkin untuk diberikan mulai pada usia tahapan ini. Tentu saja, harus dilakukan secara bertahap, dimulai dari penggunaan hipotesis dan berfikir abstrak yang sederhana, kemudian seiring dengan perkembangan kemampuan berfikirnya dapat ditingkatkan dengan menggunakan hipotesis dan berfikir abstrak yang lebih kompleks.
Sementara itu, Kemendikbud (2013) memberikan konsepsi tersendiri  bahwa pendekatan ilmiah (scientific appoach) dalam pembelajaran didalamnya mencakup komponen: mengamati, menanya, mencoba, mengolah, menyajikan, menyimpulkan, dan mencipta. Komponen-komponen tersebut seyogyanya  dapat dimunculkan dalam setiap praktik pembelajaran,  tetapi bukanlah sebuah siklus pembelajaran.

Materi PARADIGMA KUANTITATIF POSITIVISTIK

Materi PARADIGMA KUANTITATIF POSITIVISTIK

PARADIGMA KUANTITATIF POSITIVISTIK

 

Munculnya aliran filsafat positivisme ini dipelopori oleh seorang filsuf yang bernama August Comte (1798 – 1875). Comte jugalah yang menciptakan istilah ”sosiologi” sebagai disiplin ilmu yang mengkaji masyarakat secara ilmiah. Mulai abad 20-an sampai dengan saat ini, aliran positivisme mampu mendominasi wacana ilmu pengetahuan. Aliran ini menetapkan kriteria-kriteria yang harus dipenuhi oleh ilmu-ilmu manusia maupun alam untuk dapat disebut sebagai ilmu pengetahuan yang benar, yaitu berdasarkan kriteria-kriteria eksplanatoris dan prediktif. Untuk dapat memenuhi kriteria-kriteria dimaksud, maka semua ilmu harus mempunyai pandangan dunia positivistik,

yaitu : 1) Objektif. Teori-teori tentang semesta haruslah bebas nilai; 2) Fenomenalisme. Ilmu pengetahuan hanya bicara tentang semesta yang teramati. Substansi metafisis yang diandaikan berada di belakang gejala-gejala penampakan disingkirkan; 3) Reduksionisme. Semesta direduksi menjadi fakta-fakta keras yang dapat diamati; dan 4) Naturalisme. Alam semesta adalah obyek-obyek yang bergerak secara mekanis seperti bekerjanya jam (Burhan Bungis: 2005; 31-32).


Kekuatan pengaruh aliran positivistik ini dikarenakan adalah klaim-klaim terhadap ilmu pengetahuan itu sendiri, yaitu imu pengetahuan haruslah nyata dan positivistik. Klaim-klain tersebut adalah : 1) Klaim Kesatuan Ilmu. Ilmu-ilmu manusia dan alam berada di bawah satu payung paradigma yang sama, yaitu paradigma positivistik; 2) Klaim Kesatuan Bahasa. Bahasa perlu dimurnikan dari konsep-konsep metafisis dengan mengajukan parameter verifikasi; dan 3) Klaim Kesatuan Metode. Metode verifikasi bersifat universal, berlaku baik ilmu-ilmu manusia maupun alam.

Aliran positivistik ini akhirnya melahirkan pendekatan-pendekatan paradigma kuantitatif dalam penelitian, dimana obyek penelitian dilihat memiliki keberaturan yang naturalistik, empiris, dan behavioristik, dimana semua obyek penelitian harus dapat direduksi menjadi fakta yang dapat diamati, tidak terlalu mementingkan fakta sebagai makna tetapi mementingkan fenomena yang tampak, serta serba bebas nilai (obyektif) dengan menentang secara tajam sikap subyektif. Tradisi positivistik ini membawa paradigma penelitian sebagai aliran yang berlawanan dengan paradigma kualitatif- fenomenologis.

Sumber : Ngelag.Com