twittsev.com

Situs Web Pendidikan Terupdate

Penjualan langsung

Penjualan langsungPenjualan langsung

            Penjualan langsung merupakan cara penjualan di mana penjual langsung berhubungan, berhadapan atau bertatap muka dengan calon pembeli atau langganannya.
Disini pembeli dapat langsung mengemukakan keinginannya bahkan sering terjadi tawar-menawar untuk mencapai kesesuaian. Penjual sebagai alat penghubung bagi perusahaan dan sebagai wakil perusahaan dalam menghadapi pembeli dapat membantu pembeli untuk menetukan pilihannya.

 

Tetapi sering terjadi bahwa penjual justru mempengaruhi pembeli dalam proses pembeliannya. Penjualan langsung ini dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu penjualan melalui toko dan penjualan diluar toko.

1)      Penjualan Melalui toko

Penjualan melalui toko ini sering dilakukan untuk penjualan eceran. Namun, tidak berarti bahwa penjualan eceran itu selalu dilakukan melalui toko. Penjualan partai besar dapat dilakukan oleh penjual yang memiliki took. Dalam penjualan ini, pembeli harus datang ke toko untuk mendapatkan kebutuhannya. Jadi, transaksi jual beli yang dilakukan oleh penjual dan pembeli itu terjadi di toko. Semua contoh barang yang ditawarkan oleh penjual ditempatkan di toko.

Recent Posts

 

 SISTEM PENJUALAN

 SISTEM PENJUALAN SISTEM PENJUALAN

            Penjualan adalah suatu proses kegiatan penyerahan barang atau jasa berdasarkan yang telah disepakati oleh kedua belah pihak yang terkait dalam kegiatan itu. Orang yang menyerahkan barang atau jasa disebut penjual. Setelah penyerahan barang itu, maka penjual akan menerima sejumlah uang (sesuai harga) dari pembeli yang membeli barang atau jasa tersebut. Bentuk penyerahan barang atau jasa tersebut dapat dilakukan sepenuhnya dengan cara pemindahan fisik atau hanya pemindahan hak saja. Sebenarnya suatu penjualan sangat berkaitan erat dengan pengetahuan ilmu menjual. Yaitu kegiatan dengan cara mempengaruhi orang-orang at agar mau membeli barang atau jasa yang ditawarkan, sehingga terjadi suatu kesepakatan jual beli yang diakhiri dengan kepuasan antara penjual dan pembeli.

 

Untuk terjadinya suatu penjualan

 

, seorang penjual harus mengemukakan beberapa hal mengenai barang, antara lain :

  1. Penjelasan mengenai harga yang memadai untuk pemilihan barang yang ditawarkan.
  2. Faedah atau kegunaan barang.
  3. Kekhususan atau keistimewaan barang
  4. Keuntungan tertentu yang mungkin timbul dan diperoleh pembeli dari pemilihan barang itu.

 

sumber :

http://blog.dinamika.ac.id/arya/2020/07/08/jasa-penulis-artikel/

Alasan-alasan Penjualan

Alasan-alasan PenjualanAlasan-alasan Penjualan

Yang dimasud alasan penjualan adalah faktor-faktor yang dapat dikemukakan oleh penjual kepada calon pembeli mengenai barang-barang yang akan dijual. Misalnya, mengenai mutunya, manfaatnya, nilai ekonominya, dan sebagainya.Setiap perbuatan yang menunjukkan hal-hal yang menyenangkan calon pembeli itu disebut alas an-alasan penjualan.Misalnya, penjual mengatakan bahwa sarung ini tidak luntur. Setelah calon pembeli mendengar, menjadi sadar akan nilai dan keuntungan yang mungkin nanti diperolehnya bila membeli barang tersebut. Jika alasan penjual itu dapat sesuai dengan barang yang terjual, maka tentu calon pembeli dapat menjadi langganan kita.

  1. Teknik-teknik Penjualan

Untuk meyakinkan langganan atau calon pembeli supaya mau membeli, tidak dapat dipisahkan dari cara menawarkan. Dalam usaha meyakinkan pembeli, penjual harus berusaha memperkecil kekurangan-kekurangan yang terdapat pada barang dagangannya.Sebaliknya tunjukkanlah sikap kelebihan yang terdapat dalam barangnya, tetapi jangan lupa semua keterangan tersebut harus dapat dibuktikan. Dalam proses penjualan, saat-saat klimaks adalah pada saat pembeli akan mengambil keputusan untuk membeli. Kemudian baru hal-hal yang menyangkut harga, penyerahan dan berakhirlah suatu proses penjualan.

Sumber :

http://dewi_marisa12u.staff.ipb.ac.id/2020/07/12/jasa-penulisan-artikel/

 

dampak positif dan negatif ideologi pancasila

Pengaruh pancasila sebagai modal bangsa

Setelah Proklamasi Kemerdekaan di tanda tangani Soekarno-Hatta dan kemudian di ucapkan oleh Soekarno pada tanggal 17 Agustus 1945, maka Negara Indonesia ada. Proklamis kemerdekaan itu merupakan norma yang pertama sebagai penjelmaan pertama dari sumber segala sumber hukum yaitu Pancasila yang merupakan jiwa dan pandangan hidup Bangsa Indonesia. Pada anggal 18 agustus 1945 sumber dari segal sumber hukum Negara Indonesia itu dijelmakan dalam Pembukaan UUD 1945 dan pembukaan kecuali merupakan penjelmaan sumber dari segala sumber hukum sekaligus juga merupakan Pokok Kaidah Negara yang Fundamental seperti yang di uraikan oleh Notonegoro. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa Proklamasi Kemerdekaan merupakan penjelmaan pertama dari pancasila sebagai sumber hukum yang menegaskan berdirinya Negara Indonesia dan pembukaan merupakan penjelmaan kedua pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum yang memberi tujuan, dasar dan perangkat untuk mencapai tujuan. Keduanya itu berasal dari sumber yang sama tetapi ternyata memiliki fungsi yang sedikit berbeda meskipun tidak dapat dipisahkan. Maka ada yang menyebut Proklamasi Kemerdekaan Indonesia itu sebagai Norma Pertama (Joeniarto, 1966:9), sedangkan menurut Notonegoro Pembukaan merupakan Pokok Kaidah Negara Fundamental dan sekaligus Sumber Tertib Hukum Negara Indonesia yang tertulis.

1. Transformasi Pancasila dalam Kehidupan Bernegara

Setiap sila-sila dalam pancasila sama sekali tidak dapat dipisahkan. Sila-sila tersebut kemudian masuk pada gandung dari pasal-pasal UUD 1945 yang membentuk negara dengan jelas dan menciptakan pasal-pasal yang mengandung dari sila-sila pancasila. Sila ke-4 dengan tegas dapat ditetapkan merupakan sila yang harus menjiwai pasal-pasal yang berkaitan dengan negara. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa pasal-pasal UUD 1945 memberi norma hidup bernegara yang jelas yaitu wilayah negara akan ditentukan bersama dengan negara-negara tetangga.[5]

2. Transformasi Pancasila dalam Kehidupan Berbangsa
Konsep bangsa yang digunakan untuk merumuskan sila sila ketiga
terutama konsep E. Renan yaitu sekelompok manusia yang mempunyai keinginan bersama untuk bersatu dan tetap mempertahankan persatuan, sedangkan faktor-faktor yang mendorong manusia yang ingin bersatu itu bermacam-macam. Maka untuk melacak pasal-pasal yang mentransformasikan sila ke-3 itu orang harus mengingat unsur-unsur konsep bangsa tersebut. Dalam hal ini keinginan bersama untuk bersatu beserta faktor-faktornya.
Norma-norma itulah yang harus diikuti agar orang-orang Indonesia dapat hidup berbangsa sesuai dengan pancasila. Dalam hal ini pengajaran dan kebudayaan merupakan penunjang hidup berbangsa yang amat strategis, sebab lewat kedua hal itu sifat-sifat kesukuan yang mempunyai daya tolak menolak yang memecah belah dapat diperlemah atau bahkan dihilangkan. Sedangkan sifat-sifat kesukuan yang mempunyai daya tarik menarik dan saling melengkapi untuk mencapai kesempurnaan dapat dikembangkan dan disebarluaskan.[6]

3. Transformasi Pancasila dalam Kehidupan Bermasyarakat
Hidup bermasyarakat ialah hidup bersama. Kehidupan bersama ini dapat dilihat dari beberapa segi. Segi ekonomi menampakkan kegiatan berproduksi, pembagian dan penggunaan barang dan jasa, segi kehidupan politik menampakkan kegiatan penggunaan kekuasaan dalam masyarakat, segi agama dsb. Dalam kehidupan bersama itu selalu nampak unsur-unsur sosial yang menjadi objek studi sosiologi. Unsur-unsur sosial yang pokok ialah norma-norma sosial, lembaga-lembaga sosial, kelompok-kelompok sosial serta lapisan sosial. Unsur-unsur itu terjalin menjadi satu sama lain dan keseluruhannya disebut struktur sosial. Pengaruh timbal balik antara segi-segi kehidupan tersebut disebut proses sosial.[7]

Recent Posts

Peran Pemerintah sebagai Pengatur Kegiatan Ekonomi

Peran Pemerintah sebagai Pengatur Kegiatan Ekonomi

      Pemerintah memegang peranan penting sebagai pusat atau pengatur perekonomian. Dengan adanya pemerintah, akan ada perubahan dalam proses penentuan keseimbangan pendapatan nasional. Seperti pungutan pajak yang berfungsi untuk mengurangi pengeluaran agregat dengan mengurangi pengeluaran rumah tangga. Selain itu pajak dapat membuat pemerintah menaikkan pembelanjaan yang bersifat agregat. Perekonomian 3 sektor tidak melibatkan proses ekspor dan import, sehingga perekonomian 3 sektor dinamakan sebagai kegiatan ekonomi tertutup.

      Selain sebagai pengatur, pemerintah juga memiliki peranan sebagai konsumen produk barang dan jasa. Pemerintah harus menggunakan berbagai produk seperti alat-alat kantor, kelengkapan Negara, jasa aparatur Negara dan lain-lain, Pemerintah memiliki tugas sebagai prosusen yang mengelola berbagai perusahaan Negara untuk menghasilkan produk yang berkaitan dengan hajat hidup orang banyak. Contoh: air,gas, listrik,dll.

       Pajak Pemerintah memiliki tugas untuk menarik pajak dari setiap wajib pajak untuk mempertahankan stabilitas ekonomi Negara.

 

Recent Posts

Masalah Makro Ekonomi Dan Kebijakan Fiskal

Masalah Makro Ekonomi Dan Kebijakan Fiskal

Masalah Makro Ekonomi Dan Kebijakan Fiskal
Langkah-langkah pemerintah untuk membuat perubahan-perubahan dalam sistem pajak atau dalam pembelanjannya dengan maksud unttuk mengatasi masalah-masalah ekonomi yang dihadapi dinamakan kebijakan fiskal . Dalam suatu perekonomian tertutup, yaitu perekonomianyang tidak menjalankan kegiatan perdagangan luar negeri. Dua masalah makro ekonomi yang utama adalah pengangguran dan inflasi.

Pada hakekatnya kebijakan fiskal tersebut merupakan kebijakan T (mengubah tarif-tarif pajak) dan kebijakan G (mengubah pengeluaran pemerintah) dengan tujuan untuk mempengaruhi aktivitas perekonomian yang bersangkutan sesuai dengan sasaran-sasaran yang digariskan oleh pemerintah yang bersangkutan .

Masalah pengangguran dan inflasi

Tingkat kegiatan ekonomi negara yang wujud pada suatu waktu tertentu adalah berbentuk salah satu dari tiga keadaan berikut:
-Mencapai tingkat konsumsi tenaga kerja penuh
-Menghadapi masalah pengangguran
-Menghadapi masalah inflasi

 

Sumber :

http://www.unmermadiun.ac.id/sewulan/index.php/2020/07/situs-jasa-penulis-artikel/

Multiplier pengeluaran pemerintah

Multiplier pengeluaran pemerintah
Multiplier pengeluaran pemerintah

Sistem pajak tetap
Dalam perekonomian yang menggunakan sistem pajak tetap, nilai multiplier pengeluaran pemerintah adalah 1/(1-b) dan kenaikan pendapatan nasional (ΔY) dapat dihitung dengan persamaan:

ΔY= 1/(1-b) ΔG

Sistem pajak proporsional
Dalam perekonomian yang menggunakan sistem pajak proporsional, nilai multiplier pengeluaran pemerintah adalah 1/(1-b+bt) dan kenaikkan pendapatan ΔY dapat dihitung menggunakan persamaan:
ΔY= 1/(1-b+bt) ΔG

Multiplier pajak

Sistem pajak tetap
Pengurangan pajak sebanyak ΔI akan menambah PN (ΔY) sebanyak b/(1-b) dikali dengan pengurangan pajak yang dilakukan. Dalam pajak tetap nilai multiplier perubahan pajak (MT) adalah:
M_T= ΔY/ΔT= b/(1-b )

Sistem pajak proporsional
Pertambahan dalam pendapatan nasional (ΔY = Y2 – Y) dapat ditentukan dengan menggunakan formula:
ΔY= 1/(1-b+bt) (tΔT)
atau
ΔY= b/(1-b+bt) (ΔT)

Sumber :

https://mhs.blog.ui.ac.id/abd.jalil/jasa-penulis-artikel/

 

Personality individu sendiri, seperti

Personality individu sendiri, sepertiPersonality individu sendiri, seperti

  1. Mempunyai kepribadian yang lemah karena lingkungan pembentuk psikis yang tidaktepat.
  2.  Ciri-ciri kepribadian, seperti yang dinyatakan oleh Conger, 1973, Haditono, 1999,remaja yang terlalu PD, memberontak, ambivalen terhadap otoritas, mendendam, bermusuhan, curiga, destruktif, implusif, dan kontrol batin yang kurang.
  3. Tidak suka mentaati norma, dengan perilaku awal ditunjukkan dengan suka membolos,merokok pada usia awal, dan pelanggaran norma-norma sekitarnya.
  4. Penampilan fisik yang berbeda dengan kelompoknya.
  5. Psikis, seperti IQ rendah, kecenderungan psikopat, dan sukar dididik.

2)      Latar belakang keluaraga, seperti:

  1. Orangtua broken home
  2. Situasi yang memaksa.
  3. Orangtua kerja seharian, sehingga kurang perhatian dan hanya pemenuhan kebutuhanmateri.
  4. Orangtua terlalu melindungi (over protective).
  5. Orangtua sangat memanjakan.
  6. Status ekonomi orangtua yang rendah.
  7. Duplikat orangtua yang berperilaku kurang baik.

3)      Latar belakang masyarakat, seperti:

  1.  Pengaruh peer group .
  2. Pengaruh media massa yang tidak terbendung.
  3. Kekangan sekolah dan lingkungan sosial yang tidak menentu.

 

Recent Posts

Perkembangan Soasial

Perkembangan Soasial

Pada masa remaja berkembang “social cognition”, yaitu kemampuan untuk memahami orang lain. Remaja memahami orang lain sebagai individu yang unik, baik menyangkut sifat pribadi, minat, nilai-nilai, maupun perasaannya. Pada masa ini juga berkembang sikap “conformity”, yaitu kecenderungan untuk menyerah atau mengikuti opini, pendapat, nilai, kebiasaan, kegemaran atau keinginan orang lain (teman sebaya).

Apabila kelompok teman sebaya yang diikuti menampilkan sikap dan perilaku yang secara moral dan agama dapat dipertanggung jawabkan maka kemungkinan besar remaja tersebut akan menampilkan pribadinya yang baik. Sedangkan, apabila kelompoknya itu menampilkan dan perilaku yang melecehkan nilai-nilai moral maka sangat dimungkinkan remaja akan melakukan perilaku seperti kelompoknya tersebut.


  1. Bahaya dan Masalah – Masalah Pada Masa Remaja

Seiring dengan perkembangan fisik yang sangat cepat dapat berakibat pada masa remajayang tidak dapat menyesuaikan diri secara baik, sering menimbulkan bahaya-bahaya yang muncul pada masa remaja. Menurut Hurlock (1991: 236-237) Tidak semua remaja dapat memenuhi tugas-tugas tersebut dengan baik. Menurut Hurlock(1973) ada beberapa masalah yang dialami remaja dalam memenuhi tugas-tugas tersebut, yaitu:

1)       Masalah pribadi, yaitu masalah-masalah yang berhubungan dengan situasi dan kondisi dirumah, sekolah, kondisi fisik, penampilan, emosi, penyesuaian sosial, tugas dan nilai-nilai.

2)      Masalah khas remaja, yaitu masalah yang timbul akibat status yang tidak jelas pada remaja, seperti masalah pencapaian kemandirian, kesalah pahaman atau penilaian berdasarkan stereotip yang keliru, adanya hak-hak yang lebih besar dan lebih sedikit kewajiban dibebankan oleh orangtua.

Selain itu, Hurlock juga berpendapat bahwa terdapat dua bahaya yang dapat muncul padamasa remaja, yaitu:

1)      Bahaya fisik, yaitu bahaya yang meliputi kematian, bunuh diri atau percobaan bunuh diri,cacat fisik, kecanggungan, dan kekakuan.

 

Sumber :

http://rahmad.blog.unismuhpalu.ac.id/jasa-penulis-artikel/

Perkembangan Emosi

Perkembangan EmosiPerkembangan Emosi

Emosi dan perasaan adalah dua hak yang berbeda. Tetapi perbedaan antara keduanya tidak dapat dinyatakan dengan tegas. Emosi dan perasaan merupakan suatu gejala emosional yang secara kualitatif berkelanjutan, akan tetapi tidak jelas batasnya. Pada suatu saat warna efektif dapat dikatan sebagai perasaan, tetapi juga dapat dikatakan sebagai emosi. Contohnya marah yang akan ditunjukkan dalam bentuk diam. Jadi sukar sekali kita mendefinisikan emosi. Jadi, emosi adalah pengalaman efektif yang disertai penyesuaian dari dalam diri individu tentang keadaan mental dan fisik dan berwujud suatu tingkah laku yang tampak.

Masa remaja merupakan masa yang penuh badai dan tekanan. Ketegangan emosi meninggi akibat perubahan fisik dan juga kelenjar. Rata-rata emosi para remaja menjadi tinggi karena mereka sedang berada dibawah tekanan sosial dan juga mereka sedang menghadapi kondisi baru, sedangkan selama anak-anak mereka kurang mempersiapkan diri.

Pola emosi masa remaja adalah sama dengan pola emosi masa kanak-kanak. Jenis emosi yang secara normal dialami adalah: cinta/kasih sayang, gembira, amarah, takut dan cemas, cemburu sedih, dan lain-lain. Perbedaannya terletak pada macam dan derajat rangsangan yang membangkitkan emosinya, dan khususnya pola pengendalian yang dilakukan individu terhadap ungkapan emosi mereka.

Sumber :

https://civitas.uns.ac.id/kasiono/jasa-penulis-artikel/