twittsev.com

Situs Web Pendidikan Terupdate

 Penggolongan (Klasifikasi) enzim

 Penggolongan (Klasifikasi) enzim

 Penggolongan (Klasifikasi) enzim Penggolongan (Klasifikasi) enzim

  1. Oksidoreduktase

Enzim yang melaksanakan katalis dengan melibatkan reaksi oksidasi suatu senyawa ataupun reduksi dengan senyawa lain

  1. Transferase

Enzim melaksanakan katalis reaksi yang mengalihkan suatu gugus yang mengandung C, P, N, S suatu senyawa ke senyawa lain

  1. Hidrolase

Enzim yang melaksanakan katalis pemecah hidroik atau sebaliknya

  1. Lyase

Enzim yang melaksanakan katalis pemusatan ikatan C-C, C-O, C-N dsb, tanpa melibatkan hidrolisis atau oksidasi reduksi

  1. Isomerase

Enzim yang melaksanakan katalis reaksi isomerisasi yang merupakan penataan kembali atom yang membentuk suatu molekul

  1. Ligase

Enzim yang melaksanakan katalis reaksi-reaksi pembentukan ikatan antara dua moekul substrat yang terkait dengan pemusatan ikatan pirofosfat dalam ATP atau senyawa energgi tinggi lainnya

Sumber :

https://deevalemon.co.id/

Tata Nama Enzim

Tata Nama Enzim

Tata Nama EnzimTata Nama Enzim

Biasanya enzim mempunyai akhiran –ase. Di depan –ase digunakan nama substrat di mana enzim itu bekerja., atau nama reaksi yang dikatalisis. Misal : selulase, dehidrogenase, urease, dan lain-lain. Tetapi pedoman pemberian nama tersebut diatas tidak selalu digunakann. Hal ini disebabkan nama tersebut digunakan sebelum pedoman pemberian nama diterima dan nama tersebut sudah umum digunakan. Misalnya pepsin, tripsin, dan lain-lain. Dalam Daftar Istilah Kimia Organik (1978), akhiran –ase tersebut diganti dengan –asa.

Satu abad lalu, baru

\ada beberapa enzim yang dikenal dan kebanyakan di antaranya mengatalisis reaksi hidrolisis ikatan kovalen. Semua enzim ini diidentifikasi dengan penambahan akhiran –ase pada nama substansi atau substrat yang dihidrolisisnya. Jadi, lipase menghidrolisis lemak (Yunani lipos), amilase menghidrolisis pati (Yunani amylon), dan protease menghidrolisis protein. Meskipun banyak sisa peristilahan ini masih tetap bertahan sampai sekarang, pemakaiannya sudah terbukti tidak memadai ketika ditemukan berbagai enzim yang mengatalisis reaksi yang berbeda terhadap substrat yang sama, misal, oksidasi atau reduksi terhadap fungsi alcohol suatu gula. Sementara akhiran –ase tetap digunakan, nama enzim yang ada sekarang ini lebih menekankan pada tipe reaksi yang dikatalisisnya. Sebagai contoh, enzim dehidrogenase mengatalisis pengeluaran hidrogen, sementara enzim transferase mengatalisis reaksi pemindahan gugus.

Sumber :

https://etrading.co.id/

Pengertian Identitas Nasional

Pengertian Identitas Nasional

Pengertian Identitas Nasional

Istilah identitas nasional dapat disamakan dengan identitas kebangsaan. Secara etimologis , identitas nasional berasal dari kata “identitas” dan “ nasional”. Kata identitas berasal dari bahasa Inggris identity yang memiliki pengertian harfiah; ciri, tanda atau jati diri yang melekat pada seseorang, kelompok atau . sesuatu sehingga membedakan dengan yang lain. Kata “nasional” merujuk pada konsep kebangsaan. Jadi, pegertian Identitas Nasional adalah pandangan hidup bangsa, kepribadian bangsa, filsafat pancasila dan juga sebagai Ideologi Negara sehingga mempunyai kedudukan paling tinggi dalam tatanan kehidupan berbangsa dan bernegara termasuk disini adalah tatanan hukum yang berlaku di Indonesia, dalam arti lain juga sebagai Dasar Negara yang merupakan norma peraturan yang harus dijnjung tinggi oleh semua warga Negara tanpa kecuali “rule of law”, yang mengatur mengenai hak dan kewajiban warga Negara, demokrasi serta hak asasi manusia yang berkembang semakin dinamis di Indonesia.

Secara global, identitas nasional indonesia adalah:

  1. Bahasa Nasional atau Bahasa Persatuan yaitu Bahasa Indonesia
  2. Bendera negara yaitu Sang Merah Putih
  3.  Lagu Kebangsaan yaitu Indonesia Raya
  4. Lambang Negara yaitu Pancasila
  5. Semboyan Negara yaitu Bhinneka Tunggal Ika
  6. Dasar Falsafah negara yaitu Pancasila
  7. Konstitusi (Hukum Dasar) negara yaitu UUD 1945
  8. Bentuk Negara Kesatuan Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat
  9. Konsepsi Wawasan Nusantara
  10. Kebudayaan daerah yang telah diterima sebagai Kebudayaan Nasiona

 

Sumber :

https://bloggermuslimah.id/

Keharusan Pendidikan

Keharusan Pendidikan

Keharusan PendidikanKeharusan Pendidikan

Anak didik adalah anak atau orang yang belum dewasa atau belum memperoleh kedewasaan atau seseorang yang masih menjadi tanggung jawab seseorang pendidik tertentu. Anak didik adalah anak yang memiliki sifat ketergantungan kepada pendidiknya untuk dapat menyelenggarakan dan melanjutkan hidupnya secara jasmani maupun rohani.

Manusia adalah subjek pendidikan sekaligus objek pendidikan. Sebagai subjek pendidikan, manusia (dewasa) bertanggung jawab dalam menyelenggarakan pendidikan secara moral, berkewajiban atas perkembangan pribadi anak-anak mereka.

Sebagai objek pendidikan, manusia (anak) merupakan sasaran pembinaan dalam melaksanakan pendidikan yang pada hakikatnya ia memiliki pribadi yang sama seperti manusia dewasa namun karena kodratnya belum.

Dalam realita sekarang ini banyak anak didik yang moralnya buruk, seperti tawuran, memakai narkoba, dll. Untuk itu pendidikan agama harus ditingkatkan, baik itu di keluarga, sekolah, maupun lingkungan masyarakat. Dengan ditanamkannya ajaran tentang agama sejak dini sehingga anak didik akan dapat membedakan antara yang baik dan yang buruk. Betapa pentingnya pendidikan agama bagi warga negara Indonesia, terbukti dari peraturan pemerintah yang mengharuskan pendidikan agama diberikan sejak anak itu bersekolah di TK sampai perguruan tinggi.

Ada beberapa alasan yang menjadi dasar mengapa manusia harus dididik dan memperoleh pendidikan, yaitu :

Recent Posts

Peristiwa Merah Putih di Manado

Peristiwa Merah Putih di Manado

Peristiwa Merah Putih di ManadoPeristiwa Merah Putih di Manado

Peristiwa ini terjadi pada tanggal 14 februari 1946 di Manado. Para pemuda Manado bersama laskar rakyat dari barisan pejuang melakukan perebutan kekuasaan pemerintahan di Manado, Tomohon, dan Minahasa. Sekitar 600 orang pasukan dan pejabat Belanda berhasil ditahan.

II.C. Sejarah Pada Masa Orde Lama ( 1945 – 1966 )

Orde Lama adalah sebutan bagi masa pemerintahan Presiden Soekarno di Indonesia. Ir. Soekarno adalah presiden Indonesia pertama yang menjabat pada periode 1945 – 1966. Ia memainkan peranan penting untuk memerdekakan bangsa Indonesia dari penjajahan Belanda. Ia adalah penggali Pancasila. Ia adalah Proklamator Kemerdekaan Indonesia (bersama dengan Mohammad Hatta) yang terjadi pada tanggal 17 Agustus 1945. Soekarno menandatangani Surat Perintah 11 Maret 1966 Supersemar yang kontroversial, yang isinya – berdasarkan versi yang dikeluarkan Markas Besar Angkatan darat – menugaskan Letnan Jenderal Soeharto untuk mengamankan dan menjaga keamanan negara dan institusi kepresidenan. Supersemar menjadi dasar Letnan Jenderal Soeharto untuk membubarkan Partai Komunis Indonesia (PKI) dan mengganti anggota-anggotanya yang duduk di parlemen. Setelah pertanggung jawabannya ditolak Majelis Permusyawaratan Rakyat Sementara (MPRS) pada sidang umum ke empat tahun 1967, Presiden Soekarno diberhentikan dari jabatannya sebagai presiden pada Sidang Istimewa MPRS di tahun yang sama dan mengangkat Soeharto sebagai pejabat Presiden Republik Indonesia.

Orde Lama berlangsung dari tahun 1945 hingga 1968. Dalam jangka waktu tersebut, Indonesia menggunakan bergantian sistem ekonomi liberal dan sistem ekonomi komando.Di saat menggunakan sistem ekonomi liberal, Indonesia menggunakan sistem pemerintahan parlementer. Presiden Soekarno di gulingkan waktu Indonesia menggunakan sistem ekonomi komando.

Sumber :

https://weshop.co.id/

Tindakan Heroik Di Aceh

Tindakan Heroik Di Aceh

Tindakan Heroik Di Aceh

Di Aceh terjadi sebuah pertempuran besar. Pertempuran tersebut terjadi karena pembentukan Organisasi yang dibentuk oleh para pemuda pada tanggal 6 oktober 1945 yang diberi nama Angkatan Pemuda Indonesia (API), namun seminggu berdirinya organisasi tersebut kemudian jepang melarang berdirinya Organisasi tersebut. Walaupun dipakasa untuk membubarkan API, tapi para pemuda menolak dengan keras dan timbullah pertempuran. Para pemuda melucuti senjata Jepang. Selain itu, para pemuda juga mengambil alih kantor-kantor pemerintah Jepang dan mengibarkan bendera merah putih.

  1. Tindakan Heroik Di Palembang

Di Palembang pada 8 Oktober 1945 Dr.A.K.Gani memimpin rakyat mengadakan upacar pengibarab Bendera Merah-Putih. Perekutan kekuasaan di Plembnag dilakukan tanpa Insiden. Pihak Jepang berusaha menghindari pertempuran.

  1. Tindakan Heroik Di Kalimantan

Di Kalimantan dukungan Proklamasi Kemerdekaan dilakukan dengan berdemokrasi, pengibaran Bendera Merah-Putih dan mengadakan rapat-rapat. Pada 14 November 1945 dengan beraninya sekitar 8000 orang berkumpul di komplek NICA dengan mengarak Bendera Merah-Putih.

Sumber :

https://rianablog.com/

 Hikmah Disyariatkannya Berqurban

 Hikmah Disyariatkannya Berqurban

  1. Taqqarub (medekatkan diri) kepada Allah subhanahu wa ta’ala,karena Allah telah berfirman

فَصَلِّ لِرَبِّكَ وَانْحَرْ

“Maka shalatlah untuk Rabbmu dan sembelihlah (berqurban).”

  1. Menghidupkan sunah imam ahli tauhid, Ibrahim ‘alaihissalam ketika beliau diperintahkan oleh Allah untuk menyembelih putranya Ismail ‘alaihissalam, kemudian Allah menggantinya dengan domba yang besar, Allah berfirman:

وفديناه بذبح عظيم [الصافات:107].

“Dan kami gantikan gengan sembelihan yang besar.”(Ash-Shaaffat: 107)

  1. Berbagi kesenangan kepada orang fakir dan miskin, dengan daging yang disedekahkan kepada mereka.
  2. Merupakan bentuk syukur kepada Allah yang telah menundukkan binatang ternak kepada kita. Allah berfirman:

: فَكُلُوا مِنْهَا وَأَطْعِمُوا الْقَانِعَ وَالْمُعْتَرَّ كَذَلِكَ سَخَّرْنَاهَا لَكُمْ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ (36) لَن يَنَالَ اللَّهَ لُحُومُهَا وَلَا دِمَاؤُهَا وَلَكِن يَنَالُهُ التَّقْوَى مِنكُمْ كَذَلِكَ سَخَّرَهَا لَكُمْ لِتُكَبِّرُوا اللَّهَ عَلَى مَا هَدَاكُمْ وَبَشِّرِ الْمُحْسِنِينَ [الحج:37،36].

“Maka makanlah sebahagiannya dan beri makanlah orang yang rela dengan apa yang ada padanya (yang tidak meminta-minta) dan orang yang meminta. Demikianlah Kami telah menundukan unta-unta itu kepada kamu, mudah-mudahan kamu bersyukur.Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketaqwan dari kamulah yang dapat mencapainya. Demikianlah Allah telah menundukkanya untuk kamu supaya kamu mengagungkan Allah terhadap hidayah-Nya kepada kamu. Dan berilah kabar gembira kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-Hajj:36-37)

2.4            Syarat Binatang Qurban

Adapun kriterian hewan yang boleh dijadikan sebagai kurban mencakup lima hal :

  1. Merupakan hewan ternak. Makna al-an’am sesuai dengan makna lughawi dan kultur arab adalah hewan ternak yang berupa unta, sapi dan domba. (lisanul arab 14/212-213) hal ini juga serupa dengan ungkapan dari syaikh Ibnu Utsaimin dalam asy-Syarhu al-Mumthi’ 7/273). Jadi jenis yang boleh dijadikan kurban adalah unta, sapi dan domba. Sedangkan kerbau menurut beberapa ulama’ seperti syaikh shalih al-fauzan, syaikh al-Utsaimin dan lainnya hukumnya boleh karena termasuk dalam kategori sapi.
  2. Cukup Umur.Ketentuan tentang umur telah ditentukan oleh syar’i. Rasulullah bersabda “janganlah kamu menyembelih kurban kecuali musinnah kecuali kamu kesulitan, maka boleh kamu menyembelih domba jadha’ah” (muslim, 2797).Musinnah atau biasa disebut dengan istilah tsaniyyah adalah setiap binatang piaraan (onta, sapi atau kambing) yang telah gugur salah satu gigi depannya yang berjumlah empat (dua di bagian atas dan dua di bagian bawah). Adapun dikatakan onta yang musinnah biasanya onta tersebut telah berumur 5 tahun sempurna, sapi yng musinnah adalah sapi yang telah berumur 2 tahun sempurna dan disebut kambing yang musinnah biasanya kambing tersebut satu tahun sempurna. Sedangkan domba jadha’ah yaitu domba yang belum genap berumur 1 tahun. (talkhish kitab ahkam al-udhiyyah wadh-dhakah, oleh syaikh Ibnu Utsaimin, Fiqh as-sunah 2/34 dan al-mu’jam al-wasith 101-102)
  3. Tidak Cacat. Rasulullah pernah bersabda mengenai keadaan hewan yang layak untuk kurban “ada empat (yang harus dihindari) yaitu pincang yang benar-benar jelas pincangnya, buta sebelah yang jelas-jelas butanya, sakit yang jelas-jelas lemah atau kurusnya” (HR Abu Daud 2802, at-Tirmidzi 1541, an-nasa’I 7/214, Ibnu Majah 3144, dan dishahihkan al-Albani dalam misykat al-Mshabih 1465).Yang termasuk cacat adalah pincang, sebelah matanya buta bukan sekedar juling, sakit yang menyebabkan lemah, lemah atau kurus akibat terlalu tua, gila dan terpotong sebagian telinga dan cacat lain yang lebih parah. Ahli fiqh memakruhkan al-adbhaa’ (hewan yang hilang lebih dari separuh telinga atautanduknya), al-Muqaabalah (putus ujung telinganya), al-Mudaabirah (putus telinganya sobek oleh besi pembuat tanda pada binatang), al-kahrqaa (sobek telinganya), al-Bahqaa (sebelah matanya tidak melihat), al-batraa (yang tidak memiliki ekor), al-Musyayyah (yang lemah) dan al-mushfarah (terputus telinganya).Milik pribadi, Maka tidak sah berkurban dengan hewan hasil merampok dan mencuri, atau hewan tersebut milik dua orang yang beserikat kecuali dengan izin teman serikatnya tersebut.

أربع لا تجوز في الأضاحي: العوراء البيّن عورها، والمريضة البيّن مرضها، والعرجاء البيّن عرجها، والكسيرة التي لا تُنقي ـ يعني لا نَقي فيها ـ أي لا مخ في عظامها وهي الهزيلة العجفاء } [أحمد:4/284، 281، وأبو داود:2802].

“Empat hewan yang tidak diperbolehkan untuk berqurban: buta yang jelas kebutaanya, sakit yang nyta sakitnya, pincang yang jelas kepincangannya dan kurus yang tidak berdaging.”(HR.Ahmad dan Abu Dawud)

 

Sumber :

https://robinschone.com/droidjoy-gamepad-apk/

KONSEP-KONSEP SOSIOLOGI HUKUM

KONSEP-KONSEP SOSIOLOGI HUKUM

  1. Hukum Berfungsi Sebagai Sarana Social Control (Pengendalian Sosial)

    Hukum sebagai sosial control : kepastian hukum, dalam artian undang-undang yang dilakukan benar-benar terlaksana oleh penguasa, penegak hukum. Fungsinya masalah penginteraksian tampak dominan, dengan terjadinya beberapa-perubahan pada faktor tersebut diatas, hukum wajib menjalankan usahanya semaksimal mungkin sehingga konflik-konflik serta kepincangan kepincangan yang mungkin timbul tidak mengganggu ketertiban serta produktivitas masyarakat
    Pengendalian sosial adalah suatu cara untuk menciptakan kondisi seimbang di dalam masyarakat, yang bertujuan terciptanya suatu keadaan yang serasi antara stabilitas dan perubahan di dalam masyarakat. Maksudnya adalah hukum sebagai alat memelihara ketertiban dan tercapainya keadilan. Pengendalian sosial terdiri atas semua elemen yang menciptakan serta memelihara ikatan sosial. Hukum merupakan sarana yang dipaksakan untuk melindungi warga masyarakat dari perbuatan dan ancaman yang membahayakan dirinya dan harta bendanya.

  2. Hukum Berfungsi Sebagai Sarana Social Engineering
    Hukum dapat bersifat sosial engineering : merupakan fungsi hukum dalam pengertian konservatif, fungsi tersebut diperlukan dalam tiap bentuk masyarakat, termasuk pada masyarakat yang sedang mengalami proses pergolakan dan pembangunan. Mencakup kekuatan-kekuatan yang menciptakan serta memelihara ikatan sosial yang menganut teori imperative tentang fungsi hukum.
    Hal tersebut dimaksudkan dalam rangka memperkenalkan lembaga-lembaga hukum modern untuk mengubah alam pikiran masyarakat yang selama ini tidak mengenalnya, sebagai konsekuensi Negara sedang membangun, yang kaitannya menuju modernisasi dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat.
    Maksudnya adalah hukum sebagai sarana pembaharuan dalam masyarakat. Hukum bisa berperan dalam mengubah bentuk pemikiran masyarakat dari pola pemikiran yang tradisional ke dalam pola pemikiran yang rasional/modern.

 

Hakekat Green Advertising

Hakekat Green Advertising

Hakekat Green Advertising

Di Indonesia, diperkirakan kegiatan

perusahaan berwawasan lingkungan mulai marak tahun 1990-an.Sejumlah organisasi seperti pemerintah, lembaga swadaya masyarakat, maupun kelompok konsumen, telah secara langsung maupun tidak, turut menjadikan gerakan ini menjadi kian berkembang.Tidak diragukan jika semakin hari, semakin panjang saja daftar perusahaan yang telah memperoleh sertifikat ISO 14000 sebagai perusahaan berwawasan lingkungan. Semakin kentaranya kegiatan perusahaan berwawasan lingkungan ini tentu tak terlepas dari adanya upaya untuk mengkomunikasikannya ke khalayak mealui berbagi kesempatan dan alat komunikasi, salah satunya adalah periklanan.
Periklanan secara konvensional diartikan sebagai “komunikasi non-individu, dengan sejumlah biaya, melalui berbagai media yang dilakukan oleh perusahaan, lembaga non-laba, serta individu-individu” (Usep 2002). Beriklan bisa dilakukan dengan siapa saja dengan berbagai maksud dan memuat berupa-rupa pesan yang dikomunikasikan khalayak.Dari waktu ke waktu, periklanan terus mengalami perubahan dan perkembangan sesuai dengan berbagai tuntunan sehingga pada masanya munculnya istilah green advertising.
Green advertising adalah periklanan yang pada tampilannya berwawasan lingkungan. Periklanan model ini dapat termasuk suatu seri dari elemen-elemen yang digunakan untuk mengkomunikasikan kepedulian suatu perusahaan atau produk terhadap lingkungan (Karna and Juslin, 2001).Sebagai contoh iklan yang berorientasi kepada lingkungan dapat memuat satu atau lebih dari hal-hal berikut : warna hijau, pemandangan alam, eco labels, pernyataan kepedulian terhadap lingkungan, perlakuan terhadap bahan baku, proses produksi yang ramah lingkungan, maupun bisa didaur ulang.
Selain itu, suatu iklan bisa dibilang berwawasan lingkungan jika memenuhi satu atau lebih dari criteria berikut (Karna and Juslin, 2001):
a.) Baik secara eksplisit maupun implicit menunjukkan hubungan antara produk atau jasa dan lingkungan biophysical.Misalnya disebutkan bahwa produk yang diiklankan tidak mengandung CFC sehingga aman bagi kelestarian lapisan ozon
b.) Mempromosikan suatu gaya hidup berwawasan lingkungan. Misalnya menganjurkan keoada konsumen agar kemasan habis pakai dibuang ke tempat sampah.
c.) Menghadirkan suatu corporate image yang mengandung environmental responsibility.Misalnya memunculkan sertifikat ISO 14001 dalam iklannya.
Pada dasarnya, green advertising atau periklanan brwawasan lingkungan, terbagi ke dalam dua bagian. (Suhud, 2002)
a.) Pertama adalah periklanan yang sejak awal memiliki suatu tujuan yang jelas, yaitu mengiklankan produk secara pokok berbeda dan ramah lingkungan, karena itu dipromosikan sebagai produk hijau.
b.) Kedua, perikalan yang ditujukan untuk produk-produk yang sedikit telah terlihat berubah atau bahkan tanpa perubahan sama sekali tetapi dipromosikan sebagai produk hijau.
Ada lima langkah untuk membangun kampanye iklan berwawasan lingkungan. (Suhud, 2002) menyajikan seperti berikut ini:
a.) Mission. Memutuskan apa yang akan dijadikan tujuan dari green advertising.Beberapa tujuan yang mungkin jadi adalah :
– Menginformasikan kepada konsumen tentang adanya produk hijau baru atau menjelaskn dimensi mana yang dikatakan hijau dari produk yang dimaksud.
– Mengingatkan konsumen tentang level hijau dari produk atau perusahaan yang memproduksinya
– Membujuk konsumen agar berpaling pada produk-produk hijau
– Money.Mengalokasikan sejumlah dana untuk kampanye.
b.) Message.Pesan iklan seharusnya kompak dengan konsep produk.Untuk mencipatakan suatu pesan yang dapat membujuk konsumen potensial perlu disiapkan dengan cermat, tergantung pada media yang digunakan, warna, desai, tone, music, seta tambahan aksi yang lain, bisa ditambahkan untuk mendapatkan keseluruhan pesan yang ingin disampaikan.
c.) Media.Media harus dipilih untuk memastikan bahwa pesan menjangkau dan mempengaruhi pasar target,Penggunaan media bisa berbeda-beda tergantung pada pesan yang ingin disampaikan, biaya, target pasar.
d.) Measurement.Riset iklan dibutuhkan untuk melakukan evaluasi efektifitas dari kampanye periklanan dan untuk membuat penilaian jika dibutuhkan.
Suatu produk yang dibuat oleh suatu perusahan, memiliki setumpuk keistimewaan yang bisa dijdikan klaim dalam iklan.Misalnya bahan baku yang digunakan, dari mana bahan baku itu diperoleh, bagaimana proses produksinys, bagaimana dampak saat penggunaan, atau pun mau dikemanakan produk itu setelah penggunaan.Beberapa hal yang umum dijadikan klaim dari green advertisisng, diantaranya adalah (http://ens.lycos.com/ens/apr99):
a.) Recycled. Biasanya ditandai dengan simbol anak panah yang melingkar.Dimaksudkan bahwa produk atau kemasan dari produk tersebut dapat didaur ulang.
b.) Ozone Friendly. Produk yang digunakan tidak mengancam lapisan ozon. Biasanya klaim dari produk-produk lemari es.
c.) Biodegradable. Produk tidak mencemari udara, angin dan air.
d.) Phosphate Free. Produk terbebas dari phosphate yang dapat mencemari lingkungan, khususnya air.
e.) Organic. Produk telah menggunakan zat organic tertentu untuk mengganti zat- zat kimia atau zat lainnya yang dapat mengganggu kesehatan dan keselamatan konsumen.
f.) Fat-free. Produk bebas lemak seperti produk makanan ringan, permen.
g.) Non-toxic. Produk tidak mengandung zat yang mengandung racun yang dapat mengancam keselamatan konsumen.Digunakan zat-zat yang aman bagi kesehatan untuk mengganti bahan kimiawi.

h.) Cruelty free. Produk dibuat tidak melalui percobaan terhadap hewan, seperti produk obat-obatan maupun kosmetik.


Baca Juga :

Budaya atau kebudayaan adalah

Budaya atau kebudayaan adalah

Budaya atau kebudayaan adalah

Budaya atau kebudayaan adalah

Budaya atau kebudayaan adalah

Budaya atau kebudayaan berasal dari bahasa Sanskerta yaitu buddhayah, yang merupakan bentuk jamak dari buddhi (budi atau akal) diartikan sebagai hal-hal yang berkaitan dengan budi dan akal manusia. Dalam bahasa Inggris, kebudayaan disebut culture, yang berasal dari kata Latin Colere, yaitu mengolah atau mengerjakan. Bisa diartikan juga sebagai mengolah tanah atau bertani. Kata culture juga kadang diterjemahkan sebagai “kultur” dalam bahasa Indonesia.
Daftar isi

1 Definisi Budaya
2 Pengertian kebudayaan
3 Unsur-Unsur
4 Wujud dan komponen
4.1 Wujud
4.2 Komponen
5 Hubungan Antara Unsur-Unsur Kebudayaan
5.1 Peralatan dan perlengkapan hidup (teknologi)
5.2 Sistem mata pencaharian
5.3 Sistem kekerabatan dan organisasi sosial
5.4 Bahasa
5.5 Kesenian
5.6 Sistem Kepercayaan
5.6.1 Agama Samawi
5.6.2 Agama dan filsafat dari Timur
5.6.3 Agama tradisional
5.6.4 “American Dream”
5.6.5 Pernikahan
5.7 Sistem ilmu dan pengetahuan
6 Perubahan sosial budaya
7 Penetrasi kebudayaan
8 Cara pandang terhadap kebudayaan
8.1 Kebudayaan sebagai peradaban
8.2 Kebudayaan sebagai “sudut pandang umum”
8.3 Kebudayaan sebagai mekanisme stabilisasi
9 Kebudayaan di antara masyarakat
10 Kebudayaan menurut wilayah
11 Referensi
12 Daftar pustaka
13 Lihat pula
14 Pranala luar

Baca Juga :