twittsev.com

Situs Web Pendidikan Terupdate

Di Cimahi, Gorong-Gorong Dibersihkan

Di Cimahi, Gorong-Gorong Dibersihkan

Di Cimahi, Gorong-Gorong Dibersihkan

Di Cimahi, Gorong-Gorong Dibersihkan

Di Cimahi, Gorong-Gorong Dibersihkan

CIMAHI-Bila hujan turun, kawasan Cimindi, terutama di sebelah barat mulut

Jalan Gunung Batu atau sebelah timur Kantor Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung, banjir cileuncang. Salah satu penyebabnya, drainase atau gorong-gorong tersumbat oleh sampah sehingga air meluap ke luar drainase.

Untuk mencegah agar tidak terjadi banjir Cileuncang di kawasan tersebut, “pasukan biru” Kecamatan Cicendo melakukan pengerukan dan pembersihan gorong-gorong. Sampah-sampah dan lumpur yang menyumbat diangkat.

“Mudah-mudahan dengan cara membersihkan sampah yang menyumbat

pada gorong-gorong, di wilayah ini tidak banjir cileuncang lagi kalau hujan turun,” kata Karman, salah seorang petugas pembersih gorong-gorong di Wilayah Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Cicendo, Kota Bandung kepada jabarprov.go.id, Senin (22/12).

Pembersihan gorong-gorong oleh pasukan biru Kecamatan Cicendo tersebut mendapat tanggapan positif pengguna jalan yang bisa melintas di kawasan tersebut.

“Kalau hujan turun, di wilayah Cimindi ini langganan banjir cileuncang

. Akibatnya, lalu lintas kendaraan suka macet. Mudah-mudahan dengan dibersihkannya gorong-gorong, tidak lagi banjir cileuncang,” kata Daus, warga Kelurahan Cibeureum, Kecamatan Cimahi Selatan, Kota Cimahi.

 

Baca Juga :

Wagub Resmikan Kluster Jamur Merang Karawang

Wagub Resmikan Kluster Jamur Merang Karawang

Wagub Resmikan Kluster Jamur Merang Karawang

Wagub Resmikan Kluster Jamur Merang Karawang

Wagub Resmikan Kluster Jamur Merang Karawang

 

KAB. KARAWANG – Wakil Gubernur Jawa Barat Deddy Mizwar meresmikan Klaster

Jamur Merang di Desa Balonggandu, Kec. Jatisari, Kabupaten Karawang, Rabu (24/12). Program pengembangan petani jamur merang ini merupakan bagian dari Program Bina Lingkungan Mandiri Bersama Mandiri (MBM) PT Bank Mandiri (Persero) Tbk.

Pada peresmian yang turut pula dihadiri oleh Plt. Bupati Karawang Cellica Nurrachadiana, Kadis Perindustrian & Perdagangan Jabar, Kepala BKPPW II Jabar, Ketua Komisi II DPRD Jabar, Senior Vice President Bank Mandiri, Kepala Kantor Bank Mandiri Wilayah VI Bandung, Ketua/Perwakilan LPPM ITB, serta Kepala Desa dan petani Jamur Desa Balonggandu, Wagub Deddy Mizwar mengungkapkan apresiasinya kepada Bank Mandiri atas perhatian dan kepeduliannya membangun sektor pertanian di Jawa Barat, khususnya untuk kemajuan usaha para petani budi daya Jamur Merang melalui MBM Kalster Jamur Merang ini.

Menurut Wagub, hal tersebut merupakan cara untuk meningkatkan produktivitas sektor

pertanian yang berkesinambungan. “Saya menyambut baik program realisasi CSR yang diluncurkan PT Bank Mandiri, Tbk dalam kerangka peningkatan produktivitas sektor pertanian secara berkesinambungan”, ungkap Wagub dalam sambutannya.

Selain itu, Wagub pun mengungkapkan program ini tidak hanya terpaku pada pengembangan budi daya semata, tetapi juga telah mencakup kegiatan hulu dan hilirnya dalam mengoptimalkan peluang usaha sektor pertanian (agribisnis) Jawa Barat yang sangat potensial, yang secara ekonomis dapat meningkatkan kesempatan kerja dan berusaha serta meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat.

Pada program ini Bank Mandiri menggelar pelatihan serta pembangunan sarana-prasarana umum

bagi sekitar 30 komunitas jamur merang di Desa Balonggandu tersebut. Diharapkan kegiatan ini dapat meningkatkan produktifitas panen jamur merang petani hingga lebih dari 60%.

Jamur Merang telah menjadi salah satu komoditi unggulan Kabupaten Karawang selain beras, yang telah ditetapkan menjadi sentra jamur merang nasional dengan jumlah petani mencapai lebih dari 4.000 petani. Desa Balonggandu memproduksi hampir 20% dari keseluruhan total produksi jamur merang di seluruh Kabupaten Karawang. Jamur merang sendiri adalah budidaya yang hampir seluruhnya memanfaatkan limbah, seperti limah jerami, kapas, dan dedak.

Kepala Kantor Wilayah VI Bandung Bank Mandiri Iman Gunawan mengatakan kegiatan ini merupakan sarana pendukung dan bagian dari implementasi Program MBM dengan alokasi dana hingga Rp 850 juta. “Melalui kegiatan ini kami ingin memberdayakan potensi industri pembudidayaan jamur merang yang dimiliki masyarakat Desa Balonggandu, sehingga pada akhirnya masyarakat dapat memiliki kemampuan produksi dan kemampulabaan secara mandiri”, kata Iman dalam peresmian.

Iman menambahkan, kegiatan yang dilaksanakan bersama PT Interdev Prakarsa sebagai mitra konsultannya ini, meliputi pembuatan SOP budidaya jamur merang, pelatihan pembuatan bibit, penyediaan dan pelatihan penggunaan teknologi tepat guna serta pelatihan manajemen dan strategi bisnis. Di samping itu, petani juga akan memperoleh pelatihan tentang pengolahan jamur merang, penyediaan mesin vacuum serta pemanfaatan mesin kemasan dan mesin vacuum frying.

Sedangkan pembangunan sarana pendukung meliputi pendirian demoplot kumbung jamur merang, pendirian laboratorium bibit serta pembangunan gapura menuju Desa Balonggandu. Kegiatan pelatihan dan pembangunan sarana & prasarana tersebut akan berlangsung selama 6 bulan – 3 tahun.

 

Sumber :

http://www.digiworldseo.com/jenis-pendidikan-yang-diterapkan-di-indonesia/

Pengembang Menunggu Keberpihakan Pemerintah

Pengembang Menunggu Keberpihakan Pemerintah

Pengembang Menunggu Keberpihakan Pemerintah

Pengembang Menunggu Keberpihakan Pemerintah

Pengembang Menunggu Keberpihakan Pemerintah

BANDUNG-Program pengembangan perumahan masih belum berjalan dan menunggu

kejelasan dari pemerintahan baru Kabinet Jokowi- JK. Pengembang berharap segera ada kebijakan dari pemerintah termasuk menetapkan dirjen perumahan rakyat (pera).

“Sejak dilantik 27 Oktober sampai saat ini sudah dua bulan tanpa dirjen, saya kira terlalu lama. Januari mestinya sudah ada dirjen. Para pengembang menunggu segera adanya dirjen ini,” ujar Ketua DPP Asosiasi Pengembang Perumahan Rakyat Seluruh Indonesia (AP2ERSI) Fery Sandiyana.

Fery meminta agar pemerintah memilih orang yang tepat. Apalagi dirjen

perumahan rakyat haruslah orang yang memiliki keberpihakan kepada masyarakat berpenghasilan rendah.

Dia berharap, dengan dirjen yang baru kebijakan terkait subsidi perumahan rakyat akan tetap ada. Terlebih terjadinya sinergi antara pemerintah pusat dan daerah dalam hal regulasi. Jangan lagi ada tumpang tindih program antara pemerintah pusat dan daerah.

“Kerja sama yang apik antara pemerintah pusat dan daerah sangat kami perlukan

. Jangan sampai ada road map yang tidak sejalan antara pusat dan daerah,” katanya.

Dia meminta tata ruang wilayah dibenahi. Kalau memang perumahan perumahan rakyat diarahkan lebih ke dalam atau pinggir perkotaan, infrastruktur pendukung harus dibenahi. jo

 

Sumber :

http://posad.org/begini-struktur-penulisan-teks-eksplanasi/

PD Kebersihan Harus Siapkan Relokasi Korban Kebakaran

PD Kebersihan Harus Siapkan Relokasi Korban Kebakaran

PD Kebersihan Harus Siapkan Relokasi Korban Kebakaran

PD Kebersihan Harus Siapkan Relokasi Korban Kebakaran

PD Kebersihan Harus Siapkan Relokasi Korban Kebakaran

BANDUNG- Pemerintah Kota Bandung tidak tinggal diam

menyusul musibah yang menimpa para pedagang Pasar Gedebage beberapa waktu lalu yang menghanguskan sekitar 100 unit kios.

Walikota Bandung, Ridwan Kamil menyatakan, pihaknya menyerahkan semuanya kepada PD Pasar Bermartabat untuk mencari relokasi bagi para pedagang Pasar Gedebage, pasca kebakaran

“Persoalan relokasi pedagang Pasar Gedebage

yang menjadi korban kebakaran, menjadi kewenangan penuh PD Pasar Bermartabat,” ujarnya.

Walikota mengharapkan, para pedagang yang kiosnya terbakar bisa secepatnya kembali berjualan di tempat yang sudah disiapkan PD Pasar Bermartabat.

“Saya menginginkan para pedagang bisa kembali

berjualan secepatnya. Adapun masalah teknis, saya menyarankan pedagang untuk berdiskusi langsung dengan PD Pasar Bermartabat,” katanya.

 

Baca Juga :

Unpad Wisuda 2776 Lulusannya

Unpad Wisuda 2776 Lulusannya

Unpad Wisuda 2776 Lulusannya

Unpad Wisuda 2776 Lulusannya

Unpad Wisuda 2776 Lulusannya

BANDUNG-Universitas Padjadjaran kembali akan menyelenggarakan kegiatan akademik

berupa pelaksanaan Wisuda Gelombang IV Tahun Akademik 2014/2015, yang akan dilaksanakan selama 3 (tiga) hari berturut-turut yakni pada hari Selasa, Rabu & Kamis, tanggal 4, 5 & 6 Agustus 2015. Peserta wisuda yang akan dilantik sebanyak 2776 orang.

Pelaksanaan wisuda yang dilaksanakan selama 3 (tiga) hari tersebut akan

dibagi ke dalam 6 (enam) sesi. Sesi pagi dijadwalkan pukul 09.00 – 11.00 WIB, sedangkan sesi siang pukul 14.00-16.00 WIB. (Adapun informasi detail jadwal wisuda terlampir). Upaya pembagian sesi ini dilakukan untuk memberikan kenyamanan dan meningkatkan kualitas pelayanan yang lebih baik dan khidmat kepada para wisudawan, orangtua dan stakeholder lainnya. Untuk mensosialisasikan tata cara prosesi wisuda maka akan dilaksanakan gladi resik yang wajib diikuti oleh seluruh wisudawan pada hari Senin, 3 Agustus 2015, bertempat di Aula Unpad, mulai pukul 09.00 – 11.00 WIB.

Seperti biasanya upacara pelepasan wisuda ini akan dilaksanakan dalam Sidang

Terbuka Senat Universitas yang akan dipimpin langsung oleh Rektor Unpad merangkap Ketua Senat Universitas, Prof. Dr. med. Tri Hanggono Achmad, dr. Mahasiswa yang diwisuda terdiri dari mahasiswa Program Diploma-III dan Diploma-IV, Program Sarjana, Pendidikan Spesialis dan Profesi, serta Program Pascasarjana.

Selain itu untuk menghindari kemacetan, para wisudawan dan orangtua wisudawan

diharapkan hanya mengantar wisudawan dan orangtua di gerbang utama Unpad. Parkir kendaraan dapat dilakukan di area parkir Monumen Perjuangan dan sekitar kampus Unpad seperti Jln. Teuku Umar dan Jln. Hasanuddin. jo

 

Sumber :

https://susansblog.kinja.com/how-to-become-expert-via-online-learning-platform-and-e-1835176218

 

DPR Minta Kementerian Pertanian Serius Hadapi Kemarau Panjang

DPR Minta Kementerian Pertanian Serius Hadapi Kemarau Panjang

DPR Minta Kementerian Pertanian Serius Hadapi Kemarau Panjang

DPR Minta Kementerian Pertanian Serius Hadapi Kemarau Panjang

DPR Minta Kementerian Pertanian Serius Hadapi Kemarau Panjang

JAKARTA – Anggota Komisi IV DPR RI, Andi Akmal Pasluddin dalam release

yang diterima jabarprov.go.id, Senin (3/8) pihak Komisi IV DPR RI meminta Kementerian Pertanian (Kementan) serius melakukan langkah antisipasi gangguan produk pangan akibat kemarau panjang.

Menurut Akmal, dua agenda besar pertahanan pangan mengalami gangguan akibat musim kemarau yang berkepanjangan, yakni agenda tanam dan panen. Dengan gagalnya tanam dan panen, maka akan mengakibatkan terganggunya stok pangan selama dua periode masa tanam.

“Perhatian terhadap aktivitas produksi berbagai produk pangan ini harus serius, dan ini menjadi tanggung jawab Kementerian Pertanian sebagai representasi pemerintah.

Peringatan untuk mengantisipasi terhadap kekeringan ini sudah  disampaikan sejak dua bulan lalu

ketika Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) dan Kementerian Kehutanan (Kemenhut) berkoordinasi terkait antisipasi kebakaran hutan.

Saat itu, sudah disampaikan ada ancaman besar yang harus dipersiapkan oleh Kementan akibat kemarau panjang yaitu gagal panen dan sulitnya mempersiapkan penanaman berikutnya.

Meskipun terjadi peluang bagi Kementerian Kelautan Perikanan (KKP) sebagai penyangga pangan akibat fenomena naiknya hasil tangkap ikan akibat musim kemarau, dengan pesatnya pertumbuhan klorofil dari plangton sehingga ikan mendapat pasokan makanan berlebih, namun akan terjadi bencana kekeringan yang menyulitkan kinerja Kementan dalam memproduksi tanaman pangan maupun hortikultura.

“Kenyataan yang terjadi saat ini, hampir seluruh sentra produksi padi di Indonesia t

elah kering dan terjadi Puso atau gagal panen.

Meskipun ada beberapa tanaman yang mengalami kenaikan produksi seperti blewah dan semangka, tapi mayoritas petani di Indonesia yang mengalami kekeringan adalah petani padi, dan akan berdampak buruk bagi ekonomi petani padi.

“Jika pemerintah tidak memberikan perhatian, ujar kmal maka jumlah kemiskinan dalam waktu singkat akan kembali melonjak. (NR)

 

 

Sumber :

https://oneworldherald.com/2019/05/28/rees-mogg-receives-criticism-for-his-new-book/

 

MEA, Lahan Persaiangan Industri Manufaktur

MEA, Lahan Persaiangan Industri Manufaktur

MEA, Lahan Persaiangan Industri Manufaktur

MEA, Lahan Persaiangan Industri Manufaktur

MEA, Lahan Persaiangan Industri Manufaktur

BANDUNG – Pemprov Jabar mendorong industri hulu hilir di era MEA

saat ini. Menurut Gubernur Jabar Ahmad Heryawan, industri hulu hilir dalam bidang produksi atau manufaktur harus ditingkatkan untuk menghindari Jawa Barat hanya jadi pasar negara lain, jika industri hulu hilirnya lemah.

“Persaiangan sesungguhnya bukan di bidang infrastruktur

tetapi di bidang industri hulu hilir. Maksud Saya, Jawa Barat harus mampu menghadirkan industri hulu hilir agar lebih kuat lagi dan tidak hanya menjadi pasar di era MEA ini” katanya. Selain itu, jika memungkinkan, industri Jawa Barat juga bisa merambah ke daerah lain dengan membangun pabrik di luar Jawa Barat. Senin (15/2)

“Tujuannya, selain daerah luar Jawa itu masih relatif l

uas untuk pengembangannya, juga menghemat biaya distribusi. Para industriawan bisa mengembangkan pabriknya di Sumatera Kalimantan dan sebagainya” kata Aher. Untuk bidang tenaga kerja dan SDM, di Jawa Barat juga cukup memadai sehingga menurut Gubernur tidak usah dikhawatirkan persaingan SDM dalam era MEA saat ini.

 

Baca Juga :

Persoalan Kemiskinan Tidak Selesai dengan Program Biasa

Persoalan Kemiskinan Tidak Selesai dengan Program Biasa

Persoalan Kemiskinan Tidak Selesai dengan Program Biasa

Persoalan Kemiskinan Tidak Selesai dengan Program Biasa

Persoalan Kemiskinan Tidak Selesai dengan Program Biasa

BANDUNG- Anggota Komisi VIII DPR RI Fikri Fakih

menegaskan persoalan kemiskinan tidak bisa diselesaikan dengan program yang biasa saja. Sebabnya, kemiskinan adalah persoalan yang selalu menjadi momok, sehingga perlu langkah yang tidak biasa dilakukan oleh pemerintah sebelumnya.

“Sebagai contoh Program Keluarga Harapan (PHK)

yang selalu diandalkan pemerintah pusat dalam pengentasan kemiskinan. Faktanya, program tersebut belum memberikan dampak signifikan, bahkan sebaliknya dalam dua tahun terakhir angka kemiskinan justru meningkat,” kata Fikri dalam siaran pers yang diterima jabarprov.go.id, Rabu (17/2).

Fikri mengungkapkan, data Badan Pusat Statistik (BPS)

menyebutkan bahwa penduduk Indonesia yang hidup di bawah garis kemiskinan hingga September 2015 mencapai 28,51 juta orang atau 11,13% dari jumlah penduduk secara keseluruhan. Angka ini mengalami peningkatan jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun 2014.

Oleh karena itu, Fikri mengusulkan agar program PKH tidak lagi bertujuan untuk membuat ketergantungan masyarakat. Tapi, seharusnya menumbuhkan kemandirian bagi masyarakat.

“Kemensos perlu memiliki skema program untuk menanggulangi dampak negatif, seperti ketergantungan masyarakat,” katanya.

 

Sumber :

https://www.kiwibox.com/alistudio/blog/entry/148435535/sejarah-kerajaan-kutai/

 

Anggota DPR Ajak Anak Muda Menjadi Nelayan Profesional

Anggota DPR Ajak Anak Muda Menjadi Nelayan Profesional

Anggota DPR Ajak Anak Muda Menjadi Nelayan Profesional

Anggota DPR Ajak Anak Muda Menjadi Nelayan Profesional

Anggota DPR Ajak Anak Muda Menjadi Nelayan Profesional

BANDUNG- Anggota Komisi IV (kelautan dan perikanan) DPR RI

Akmal Pasluddin mengajak para pemuda dan pemudi terbaik di Indonesia untuk turut serta menjadi nelayan profesional. Ajakan tersebut diharapkan Akmal kelak pasca disahkannya RUU Nelayan sebagai bagian untuk mengangkat profesi nelayan menjadi lebih terhormat.

“Dengan adanya insentif dan perlindungan, Fraksi PKS

berharap anak muda Indonesia banyak yang jadi nelayan profesional yang bervisi pengusaha atau bisnis. Jangan sampai menjadi nelayan adalah keterdesakan karena tidak ada pekerjaan lain,” kata Akmal dalam siaran pers yang diterima jabarprov.go.id, Rabu (17/2).

RUU inisiatif Fraksi PKS ini, kata Akmal, juga akan memastikan perlindungan bagi petambak garam, terutama terkait isu impor dan inovasi teknologi.

“Ada masalah impor yang tidak pernah bertemu antara

Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan Kementerian Perdagangan. Kalau impor terus datang, petani garam kita akan gulung tikar. Salah satu alasannya adalah petani kita tidak punya teknologi refinery (pemurnian) garam yang tinggi untuk memasukkan garam ke sektor industri,” katanya.

 

Sumber :

https://www.kiwibox.com/alistudio/blog/entry/148435467/materi-kingdom-fungi/

Pramuka dan bjb membuat program KTA Pramuka

Pramuka dan bjb membuat program KTA Pramuka

Pramuka dan bjb membuat program KTA Pramuka

Pramuka dan bjb membuat program KTA Pramuka

Pramuka dan bjb membuat program KTA Pramuka

BANDUNG-Pramuka dan bjb membuat terobosan baru yaitu menggelar

program menabung. Program tersebut, dikenal dengan program KTA Pramuka co-Branding ATM BJB.

Hal tersebut, mengemuka dalam jumpa pers yang berlangsung di Kantor Kwarda Pramuka Jabar, Jalan Cikutra , Kamis (28/7). Dalam jumpa pers tersebut, Wakil Ketua Epul mengatakan program tersebut merupakan tindak lanjut dari MoU yang dibuat antara Dirut BJB dengan Ketua Kwarda Jabar tahun 2015.

Adapun yang menjadi tujuan dari program ini antara lain

: pendataan potensi keanggotaan Pramuka di Jabar serta penguatan program menabung sejak dini. Adapun jenis tabungan menabung yang disiapkan meliputi tabungan bjb simpel, Tabungan bjb tabunganku dan tabungan bjb tandamata.

Dengan tabungan tersebut, banyak manfaat bagi organisasi gerakan Pramuka pertama, mempunyai data dasar lengkap dalam bentuk softcopy dari bjb sebagai salah satu komponen yang membantu dalam mengambil kebijakan program Kwartir ke depan.

Kedua, menghemat biaya investasi dan operasional Kwartir karena

tidak harus memiliki server database dan personil petugas penginput data serta mendapatkan uang pembinaan organisasi dari setiap anggota Pramuka yang membuka rekening pada program sebesar Rp. 5.000,- per rekening.

Adapun langkah-langkah yang dilaksanakan,ujar Epul  meliputi koordinasi internal Kwartir, sosialisasi dari tingkat Kwartir sampai ke tingkat gugus depan serta setiap even Kwartir ber-KTA co branding. (NR)

 

Baca Juga :