twittsev.com

Situs Web Pendidikan Terupdate

Mourinho Masih Memikirkan Kaka

Mourinho Masih Memikirkan Kaka

Mourinho Masih Memikirkan Kaka

Mourinho Masih Memikirkan Kaka

Mourinho Masih Memikirkan Kaka

Bintang Real Madrid asal Brasil, Kaka, kudu merasa beruntung mempunyai pelatih sekelas Jose Mourinho. Atas jasa Special One, karier Kaka di lapangan hijau terselamatkan. Hal itu merujuk pernyataan spesialis bedah terkemuka, dokter Marc Martens, yang menangani operasi lutut Kaka di Antwerp, Belgia.

Seperti diketahui, setelah menjalani pemeriksaan di sebuah rumah sakit di Los Angeles, Amerika Serikat, Selasa (4/8) lalu, tulang rawan pada lutut kaki kiri Kaka mengalami cedera yang cukup parah. Alhasil, dalam pertemuan yang digagas dokter tim Carlos Diez dan Mourinho, Kaka diinstruksikan untuk segera naik meja operasi (Baca: Kian Panjang Cuti Kaka) .

Keputusan yang dibuat Mourinho mendapat acungan jempol dari dokter Martens. Pasalnya, andaikata terlambat, bisa-bisa karier Kaka di lapangan hijau bakal berakhir. ”Cedera seperti itu bisa membuat tamat kariernya (Kaka). Sebab, cederanya sangat serius. Dampaknya benar-benar dapat membahayakan. Tapi, syukurlah operasi dapat dilakukan tepat waktu dan segala sesuatunya berjalan dengan lancar,” aku dokter Martens.

Menurut harian Marca, cedera yang dialami Kaka terjadi saat memperkuat Timnas Brasil di putaran final Piala Dunia (PD) 2010 di Afrika Selatan. “Ia tampil dengan kondisi yang tak baik dan berakhir dengan rasa sakit yang luar biasa, Saya paham jika ajang PD merupakan turnamen khusus dan unik. Tapi, ia menjalaninya dengan rasa nyeri,” ujar dokter Martens.(MEG/Goal)

Baca Juga : 

Mitos Saat Berhubungan Intim

Mitos Saat Berhubungan Intim

Mitos Saat Berhubungan Intim

Mitos Saat Berhubungan Intim

Mitos Saat Berhubungan Intim

Meskipun terdengar tidak mungkin, banyak orang meyakini mitos seksual tertentu dan mempercayainya selama bertahun-tahun. Berikut penjelasan ketidakbenaran dari mitos tersebut dan apa yang sebenarnya terjadi ketika melakukan hubungan intim.

Mitos 1: Wanita tidak akan hamil jika hubungan intim selagi menstruasi.

Fakta: Kemungkinan hamil memang kecil, tetapi anda perlu memahami bahwa hanya ada 24 jam dalam satu bulan dimana seorang wanita dapat hamil. Masalahnya terletak pada menghitung dimana hari tersebut. Karena sperma dapat hidup di dalam wanita selama 5 hari, tidak menutup kemungkinan hamil ketika ia tengah menstruasi.

Mitos 2: Hanya wanita yang mengalami orgasme berkali-kali.

Fakta: Meskipun sekitar 30% wanita mengalami orgasme berkali-kali, hanya 10 % mengalaminya secara teratur. Dan sebaliknya dari keyakinan umum dimana beberapa pria dapat dengan jelas mengalami orgasme berkali-kali tanpa kehilangan ereksi. Walaupun lebih umum terjadi pada remaja pria.

Mitos 3: Mengangkatnya menjelang orgasme saat tak memakai kondom, wanita tidak akan hamil.

Fakta: Tidak hanya memiliki kemungkinan besar ia hamil, anda juga memiliki peluang besar terjangkit penyakit kelamin. Bahkan sebelum ejakulasi, penis biasanya mengeluarkan mani yang mengandung ribuan sperma yang dapat menyebabkan hamil.

Mitos 4: Masturbasi membuat penis lebih besar.

Fakta: Meskipun ini terasa mengasyikan untuk mendapatkan kesenangan sendiri, kemungkinan penis menjadi lebih besar adalah tidak benar.

Mitos 5: Makanan dapat merubah rasa mani.

Fakta: Tidak ada bukti ilmiah yang membuktikan hal ini. Beberapa yakin menghentikan konsumsi dan menghindari produk sehari-hari seperti kembang kol, brokoli dan asparagus dapat meningkatkan rasa sementara lainya meyakini bahwa pembatasan makan yang banyak mengandung bawang putih juga memiliki rasa tersendiri. Begitu juga merokok dan minum diyakini mempengaruhi rasa mani.

Mitos 6: Wanita lebih suka pria berpenis besar.

Fakta: Ini tidak semuanya benar. Beberapa wanita mungkin menyukai pria dengan penis besar, tetapi sebagian besar wanita juga memiliki pasangan dengan ukuran penis normal. Rata-rata ukuran penis antara 5 dan 6 inch dalam kondisi ereksi.

Mitos 7: Tidak ada G-spot.

Fakta: Meskipun ada beberapa ahli bertahan mengatakan G-spot tidak lebih dari sekedar mitos, banyak wanita dan pria menganggapnya berbeda. G-spot merupakan tempat yang berada kira-kira dua inch di dalam dinding vagina depan.

Mitos 8: Wanita tidak suka memberi seks oral.

Fakta: Lebih banyak wanita dibanding pria mengakui menikmati memberikan seks oral pada pasangannya. Banyak wanita menikmati aktivitas ini pada kebaikan dari seks oral itu sendiri.

Mitos 9: Beberapa wanita tidak memiliki klitoris.

Fakta: Tanpa terkecuali, setiap wanita memiliki klitoris hanya berbeda dari ukuran, beberapa klitoris sangat kecil dan mungkin yang lain sangat besar. Beberapa lebih sensitif dibanding yang lain.

Mitos 10: Jika pasangan tidak orgasme, ia tidak menikmati hubungan intim.

Fakta: Percaya atau tidak, hanya sekitar setengah dari seluruh wanita mengalami orgasme dalam hubungan intim mereka. Kebanyakan wanita memerlukan rangsangan klitoris untuk mencapai orgasme apakah hal ini terjadi selama hubungan intim atau tidak. Tetapi banyak wanita menikmati seks sekalipun mereka tidak selalu mencapai klimaks.

Sumber : https://belinda-carlisle.com/picsart-pro-mod/

Lazio Resmi Gaet Hernanes

Lazio Resmi Gaet Hernanes

Lazio Resmi Gaet Hernanes

Lazio Resmi Gaet Hernanes

Lazio Resmi Gaet Hernanes

Liputan6.com, Roma: Lazio menunjuk gelandang asal Brasil, Hernanes, sebagai target utama mereka di bursa transfer awal musim. Lazio begitu optimistis mendapatkan pemain berusia 25 tahun itu dari Sao Paolo yang kemudian menepis anggapan tersebut (Baca: Sao Paulo Bantah Deal Hernanes).

Namun, akhirnya Lazio mengumumkan resmi menggaet pemain yang memiliki nama panjang Anderson Hernanes de Carvalho Viana Lima. Tidak menjabarkan secara spesifik fee transfer yang dikeluarkan Lazio, namun surat kabar di Sao Paulo menyebutkan, Hernanes di boyong tim ibukota Italia itu seharga 13,5 juta euro (Rp 160 miliar).

Hernanes menandatangani kontrak lima tahun bersama Lazio, demikian pernyataan Biancoceleste dari laman resmi milik mereka. Karena Sao Paulo tersingkir dari babak semifinal Piala Libertadores, Hernanes bisa langsung bergabung dengan rekan-rekan barunya setelah membela Timnas Brasil untuk pertandingan persahabatan.

Menurut kabar, per tahunnya Hernanes mendapat bayaran 1 juta pound (Rp 14,3 miliar) yang belum termasuk bonus. Hernanes diharapkan sudah bisa berlatih bersama pertengahan bulan ini, sebelum Lazio membuka musim kompetisi baru Serie A melawan Sampdoria pada 29 Agustus.

Hernanes merupakan salah satu pemain muda terbaik versi surat kabar terbitan Inggris, The Times, untuk tahun 2009. Dia memenangi dua gelar Liga Utama Brasil atau Campeonato Brasileiro bersama Sao Paulo, klub satu-satunya yang menjadi tempat Hernanes merintis karier, dan sudah mengoleksi 35 gol dari 217 bermain.(DIM/Football Italia)

Sumber : https://belinda-carlisle.com/terragenesis-apk/

Pengertian dan tugas manager

Pengertian dan tugas manager

Pengertian dan tugas manager

Pengertian dan tugas manager

Pengertian dan tugas manager

Yang dimaksud dengan manager adalah orang atau seseorang yang harus mampu membuat orang-orang dalam organisasi yang berbagai karakteristik, latar belakang budaya, akan tetapi memiliki ciri yang sesuai dengan tujuan (goals) dan teknologi (technology).

Dan tugas seorang manager adalah bagaimana mengintegrasikan berbagai macam variabel (karakteristik, budaya, pendidikan dan lain sebagainya) kedalam suatu tujuan organisasi yang sama dengan cara melakukan mekanisme penyesuaian.

Adapun mekanisme yang diperlukan untuk menyatukan variabel diatas adalah sebagai berikut:

  • Pengarahan (direction) yang mencakup pembuatan keputusan, kebijaksanaan, supervisi, dan lain-lain.
  • Rancangan organisasi dan pekerjaan.
  • Seleksi, pelatihan, penilaian, dan pengembangan.
  • Sistem komunikasi dan pengendalian.
  • Sistem reward.

Sumber : https://jilbabbayi.co.id/wolf-online-apk/

Model Teori Management SDM

Model Teori Management SDM

Model Teori Management SDM

Model Teori Management SDM

Model Teori Management SDM

Ada tiga teori utama management SDM yang hingga kini masih terpakai di dalam dunia usaha, diantaranya adalah:

  • Teori Management Tradisional, teori ini berkembang pada abad 19 yang menitikberatkan pada bagaimana para pegawai/karyawan untuk mematuhi/mengikuti langkah-langkah yang sudah ditetapkan bagi pelaksanaan pekerjaan mereka. Para bawahan tidak diberi kesempatan untuk mengembangkan kreatifitas, kemandirian, melainkan hanya dilatih untuk menjadi setia dan loyal. Dua konsep utama yang merupakan pusat model tradisional ini adalah: (a) Ketertiban dan stabilitas (orderliness) dan (b) kewenangan yang didasarkan pada kemampuan.
  • Teori Human Relations, teori ini merupakan pengembangan dan penggabungan dari teori model tradisional dimana management harus berhubungan dengan manusia seutuhnya daripada hanya ketrampilan dan bakat. Dengan demikian penekanan pada unsur manusia selalu dikaitkan dengan hasil yang lebih baik, produksi yang lebih tinggi, efisiensi yang meningkat,dan efektifitas yang meningkat.
  • Teori Human Resources Management, teori ini berangkat dari pemahaman dasar atas kebutuhan dasar manusia sesuai dengan teori Abraham Maslow (1> Basic physical needs, 2> Safety and security needs, 3> Need to belong – to be wanted and loved, 4>Need for achievement, status, and self-esteem, 5> Self actualization) sehingga pengakuan luar kurang penting ketimbang kepuasan bathiniah. Model ini menekankan bahwa jika menginginkan performansi suatu bagian lebih baik, maka seorang manager harus lebih baik banyak memanfaatkan seoptimal mungkin sumber daya bawahannya.

Sumber : https://jilbabbayi.co.id/amigo-pancho-apk/

ASPEK PEMIKIRAN CYBERCRIME LAW

ASPEK PEMIKIRAN CYBERCRIME LAW

ASPEK PEMIKIRAN CYBERCRIME LAW

ASPEK PEMIKIRAN CYBERCRIME LAW

ASPEK PEMIKIRAN CYBERCRIME LAW

Sebelum melangkah ke proses pembentukan undang-undang itu sendiri ada hal-hal yang perlu diketahui sejalan dengan adanya perubahan dari kondisi interaksi masyarakat dari sebelum ke sesudah adanya dunia maya. Perkembangan teknologi telah mengubah kebiasaan hidup dan memperluas lingkungan interaksi.

Dalam konferensi ‘Digital Cops in A Virtual Environment’ yang diadakan oleh Yale University Law School, 26 -28 Maret 2004, dikatakan bahwa pergeseran ke lingkungan digital (digital environment) mengakibatkan 6 (enam) fenomena, yaitu:

1. Perubahan Tempat Kejadian Perkara (crime scene).

Tempat terjadinya kejahatan bukan lagi harus di suatu lokasi yang secara fisik ada, melainkan di situs web, ruang chatting, email atau di atas jaringan komputer.

2. Lahirnya Bentuk-Bentuk Kejahatan Baru

Seperti yang telah dibahas sebelumnya, semakin mudahnya melakukan kejahatan yang meliputi penyalah gunaan informasi elektronik untuk terorisme, espionase, trafik data ilegal, penipuan identitas dll.

3. Perubahan Secara Radikal Cara Pelaksanaan Penegakkan Hukum

Mengingat bahwa kejadian di dunia maya ini sulit terdeteksi, maka perlu dipertimbangkan adanya suatu koloborasi dari masyarakat sipil dan aparat penegak hukum untuk melakukan suatu aksi. Ini berarti adanya kemungkinan bagi masyarakat untuk mengambil langkah hukum tertentu untuk menghalangi suatu kejahatan terjadi. Misalnya, bila ada suatu situs yang mempropagandakan terorisme atau pornografi, maka sebuah perusahaan penyedia jasa internet (Internet Service Provider / ISP) secara hukum dibenarkan untuk menutup situs tersebut. Hal ini melindungi ISP dari tuntutan yang bersifat diskriminasi atau penolakan terhadap layanan publik.

4. Penyediaan Sarana Pengawasan Jaringan Moderen Bagi Penegak Hukum

Di beberapa negara yang belum memberlakukan cybercrime law, maka teknik-teknik penyidikan yang menggunakan peralatan canggih belum dapat diterima di persidangan, seperti, alat penyadap jaringan. Meskipun alat penyadap jaringan tersebut dibutuhkan sebagai rekaman otentik terjadinya suatu pelanggaran, namun penggunaan alat ini dapat juga dinilai melanggar hak pribadi seseorang (privacy act). Jadi, perlu ditetapkan alat-alat elektronik / digital apa saja yang bisa digunakan untuk melakukan investigasi, menganalisa kejahatan, mengambil data, menelusuri jaringan dan melindungi infrastruktur masyarakat. Kekhawatiran sebagian besar masyarakat akan kehadiran peralatan tersebut adalah terciptanya suatu super-power control dari pemerintah terhadap kehidupan individu.

5. Terjadinya Antisipasi & Tantangan Terhadap Bentuk Proses Legal

Ruang pengadilan akan mengalami perubahan bentuk dengan dihadirkannya video conferencing. Ini berarti proses menjatuhkan sanksi hukum bisa dilakukan melalui internet pula. Namun bagaimana bila terjadi manipulasi jaringan selama proses tersebut sedang berlangsung yang mengakibatkan terjadi distorsi terhadap keputusan itu sendiri? Seperti halnya sekarang dengan sistem perpajakan di Indonesia di mana laporan tahunan oleh setiap wajib pajak boleh diberikan (malah dianjurkan) melalui online, maka ini berati memungkinkan untuk pengajuan segala bentuk laporan hukum juga boleh disampaikan melalui Internet.

6. Timbulnya Kebebasan Politik Dalam Bentuk Hacktivism

Di Amerika setiap warga mempunyai kebebasan untuk mengungkapkan pendapat. Seringkali kebebasan ini digunakan untuk melakukan indoktrinasi politik terhadap masyarakat luas. Di dunia cyber batasan antara kebebasan berpolitik ke kejahatan politik sulit dibendung. Informasi dari pihak tertentu dapat saja didiseminasikan kepada publik dengan paksa (email spamming). Kejahatan yang eksrim terjadi bila kebebasan ini dipakai untuk memasuk situs-situs lawan politiknya atau yang lebih halus adalah dengan cara ‘tidak sengaja’ mengirimkan ke konstituen lawan politik. Pemerintah Cina telah mengeluarkan suatu undang-undang yang memberikan aparat penegak hukum untuk melakukan filtering terhadap segala informasi yang berada di atas jaringan internet. Filtering ini adalah upaya kegiatan counter surveillance yang ditujukan demi keamanan nasional dan juga kestabilan politik.

Pertimbangan dan pemikiran di atas tersebut masih bisa diperluas lagi dengan menyesuaikan kondisi di Indonesia. Mengingat di Indonesia juga terdapat produk hukum lain, seperti hukum adat dan hukum syariat Islam, maka kompleksitas pembentukan undang-undang ini dinilai cukup tinggi. Itulah sebabnya para legislator kita memerlukan bukan saja keahlian hukum-hukum yang ada di Indonesia, tetapi juga pakar-pakar teknologi informasi dalam menyusun cybercrime law.

Baca Juga :

Lalu bagaimana Hukum Cyber di Amerika???

Lalu bagaimana Hukum Cyber di Amerika

Lalu bagaimana Hukum Cyber di Amerika???

Lalu bagaimana Hukum Cyber di Amerika

Lalu bagaimana Hukum Cyber di Amerika

Sebagaimana kita tahu pusat teknologi yang terkenal terdapat di PAMAN SAM alias Amerika, bagaimana penegakan hukum tentang kejahatan dunia maya di negri Paman Sam ini?

Pada bulan April 2002 di New Jersey, Amerika Serikat, seorang wanita bernama Patricia Barteck memanggil polisi ketika melihat seorang pria asing mengawasinya dari mobilnya yang diparkir di depan rumahnya. Pria tersebut mendatangi rumah Patricia karena mendapat undangan dari Internet untuk melakukan ‘fantasi perkosaan’. Sebenarnya, undangan ini dikeluarkan oleh ipar Patricia yang bernama Jonathan Gilberti. Jonathan menggunakan identitas, data-data fisik, dan alamat rumah Patricia untuk berpartisipasi dalam suatu sex fantasy chat room . Jonathan menggunakan media ini untuk menyatakan ‘keinginannya’ merealisasikan hasratnya untuk diperkosa.

Beruntunglah Patricia segera meminta perlindungan polisi dan aparat hukum sehingga kejadian perkosaan tersebut tidak terjadi. Atas tindakan Jonathan yang membahayakan jiwa Patricia, ia dikenakan hukuman 10 tahun penjara. Proses pengadilan atas diri Jonathan dipenuhi dengan konflik dan perdebatan antara pengacara Jonathan dengan pihak penegak hukum. Masalah timbul ketika harus membuktikan / memberikan barang bukti bahwa telah terjadi suatu kejahatan. Bukti bahwa kejahatan di dunia maya adalah sesuatu yang nyata dan benar-benar membahayakan. Kasus Patricia Barteck mendapat perhatian dari parlemen dan Gubernur New Jersey, Richard Codey, yang pada akhirnya mengeluarkan “Internet Luring Statue”. Undang-undang ini berbunyi:

Seseorang yang melakukan kejahatan tingkat ke-tiga adalah jika orang tersebut mencoba, melalui media elektronik atau yang lain, memancing atau mengimingi orang lain untuk masuk ke suatu kendaraan mobil/motor, tempat/gedung yang terisolasi, atau bertemu di suatu tempat dengan maksud melakukan pelanggaran / tindakan kriminal terhadap orang lain yang telah terpancing atau masuk dalam perangkap.

Khusus tentang satu kejadian tersebut di atas saja, para legislator ditantang untuk mewujudkan suatu undang-undang yang adil, bijaksana dan tepat. Ada beberapa aspek yang perlu dipikirkan dengan mendalam, yakni:

1. a. Bagaimana membuktikan suatu tindakan adalah ‘niat melakukan kejahatan’ versus ‘ekspresi fantasi belaka’? Mengingat salah satu kenyamanan di dunia maya adalah kebebasan menyampaikan, melontarkan dan mengekspresikan ide atau pendapat, maka sangat sulit bagi para legislator untuk menentukan tindakan yang boleh dikategorikan sebagai suatu kejahatan. Ada yang berpendapat sah-sah saja mempunyai ide yang sangat beda dari pendapat umum dan dituangkan ke dalam suatu situs. Jadi kembali lagi ke pertanyaan semula, sudah merupakan suatu kejahatankah bila seseorang menuliskan seksual fantasinya di internet?

1. b. Andaikan ada suatu undang-undang cybercrime yang menyatakan bahwa ekspresi tertulis mengenai suatu tindakan asusila sudah merupakan kejahatan di Indonesia, bagaimana melakukan prosekusi terhadap penulisnya bila tulisan tersebut dilakukan di luar Indonesia? Padahal, korban berada di dalam wilayah hukum Indonesia. Demi memberikan proteksi kepada warga negara Indonesia, maka apakah kita berhak melakukan ekstensifikasi hukum ke negara lain?

1. c. Dapatkah suatu email atau percakapan internet menjadi barang bukti yang cukup kuat dalam suatu kejahatan (mengingat identitas penulis email atau pelaku percakapan dapat saja palsu atau tidak benar)?

1. d. Adalah suatu polemik bila suatu kejahatan mempunyai pilihan untuk dituntut dengan undang-undang yang dianggap ‘menguntungkan’. Contohnya, seseorang melakukan ancaman terhadap rekan kerjanya. Bila kejadian ini dilakukan oleh orang tersebut dengan menulis surat di kertas kemudian dikirimkan kepada rekannya, maka undang-undang yang menjeratnya adalah undang-undang pidana. Dalam hal ini, mungkin hukumannya adalah 3 tahun. Tetapi, bila dilakukan melalui email, maka undang-undang yang berlaku adalah undang-undang cybercrime di mana dapat diancam hukuman 4 tahun. Akan terasa aneh bila terdapat pilihan terhadap suatu kejahatan yang notabene sama.

Seperti yang dikatakan sebelumnya, tantangan yang baru saja kita bahas hanya sebatas satu tipe kejahatan yang muncul di dunia Internet. Padahal ada banyak jenis kejahatan yang termasuk cybercrime. Untuk itulah diperlukan suatu tim khusus di dalam badan legislatif yang merumuskan berbagai aspek kejahatan, situasi dan penanganan hukum demi melindungi warga negaranya.

II. DASAR PEMBENTUKAN CYBERCRIME LAW – Ketahanan & Keamanan Nasional

Bentuk cybercrime sudah sedemikian banyak dan semakin tak dapat dihentikan kecanggihannya berkat kemajuan teknologi, sehingga masyarakat semakin terekspos dan tidak terlindungi. Tidak dapat dipungkiri pula bahwa kebutuhan akan undang-undang ini adalah juga untuk menjaga keamanan dan ketahanan nasional (national security).

Seperti kita ketahui bahwa di atas jaringan / infrastruktur komputer terdapat jutaan aliran data yang terkoneksi dengan server (rumah data). Meskipun data-data tersebut telah dilindungi dengan peranti keras dan lunak yang paling mutakhir, namun tetap saja cybercrime dapat terjadi. Masalahnya justru bukan dikarenakan ada yang berhasil menembus jaringan (hacking), tetapi justru ada pihak-pihak dari dalam yang melakukan transportasi data secara ilegal (trade secret / industrial espionage). Kegiatan seperti ini popular disebut net-espionage.

Hal lain yang perlu dipertimbangkan dalam keamanan nasional adalah terorisme. Saat ini yang sudah terjadi di Indonesia adalah penggunaan email, chat-rooms dan website untuk melakukan kegiatan terorisme. Salah satu bentuk nyata kegiatan terorisme yang menggunakan Internet adalah aksi menebar fitnah / penghasutan, pengajaran cara merakit bom, pengiriman perintah eksekusi melalui email, dll.

Masih ada banyak lagi bentuk-bentuk cybercrime yang perlu dibuatkan bentuk penanganan hukumnya, antara lain, fraud / pemalsuan identitas, penipuan, spam, harassment / threats / ancaman, perjudian, hacking, penyalah-gunaan password / akses ilegal, pelanggaran hak-cipta / patent online, pengiriman virus, intersepsi / pencurian data, penyalah gunaan sistem / jaringan maupun peranti pendukungnya.

Sumber : https://busbagus.co.id/art-of-conquest-apk/

Regulasi cyber crime internasional

Regulasi cyber crime internasional

Regulasi cyber crime internasional

 Regulasi cyber crime internasional

Regulasi cyber crime internasional

Belum ada hukum yang mampu menangani tindak kejahatan mayantara ini (paling tidak untuk saat ini). Terlebih sosialisasi mengenai hukum cyber dimasyarakat masih sangat minim. Bandingkan dengan negara seperti Malaysia, Singapura atau Amerika yang telah mempunyai Undang-undang yang menetapkan ketentuan dunia cyber. Atau bahkan negara seperti India yang sudah mempunyai “polisi Cyber”. Kendati beberapa rancangan Undang-undang telah diusulkan ke DPR, namun hasil yang signifikan belum terwujud, terlebih belum tentu ada kesesuaian antara undangundang yang akan dibuat dengan kondisi sosial yang terjadi dimasyarakat.

Berbagai upaya telah dipersiapkan untuk memerangi cyber crime. The Organization for Economic Co-operation and Development (OECD) telah membuat guidelines bagi para pembuat kebijakan yang berhubungan dengan computer related crime , dimana pada tahun 1986 OECD telah mempublikasikan laporan yang berisi hasil survei terhadap peraturan perundang-undangan negaranegara anggota, beserta rekomendasi perubahannya dalam menanggulangi computer related crime, yang diakui bahwa sistem telekomunikasi memiliki peran penting didalam kejahatan tersebut. Melengkapi laporan OECD, The Council of Europe (CE) berinisiatif melakukan studi mengenai kejahatan tersebut. Studi ini memberikan guidelines lanjutan bagi para pengambil kebijakan untuk menentukan tindakan-tindakan apa yang seharusnya dilarang berdasakan hukum pidana negara-negara anggota dengan tetap memperhatikan keseimbangan antara hak-hak sipil warga negara dan kebutuhan untuk melakukan proteksi terhadap computer related crime tersebut

Ketentuan hukum yang ada saat ini bisa digunakan, maka pelaksanaannya akan berbeda dengan dengan penegakan di dunia hukum biasa, Khususnya mengenai apa yang harus dilakukan aparat kepolisian. Maka perlu dibentuk polisi cyber, hakim cyber, dan jaksa cyber yang keahliannya menangani cyber crime. Cyber Crime dalam konvensi Palermo tentang kejahatan transnasional merupakan bagian dari bentuk kejahatan trans nasional

yang disebut dengan hasil kejahatan adalah harta yang diperoleh secara langsung atau tidak langsung melalui bentuk pelanggaran.” Jadi yang dimaksud adalah memiliki atau mengambil barang orang lain tanpa ijin atau melalui pelanggaran hukum.

penegakan Cyber Crime sebagai bukti keseriusan untu melaksanakan kaidah Konsensi Palermo, berupa UU no. 11 tahun 2008 tentan ITE. Konvensi ini digunakan untuk semakin terjaminnya keamananan Internasional dalam menghadapi kejahatan transnasional dalam kerjasama internasional.

Pasal 27 ayat 1 menerangkan bahwa ;“Pihak Negara-negara akan bekerjasama dengan erat satu sama lain sesuai dengan rumah tangga masing-masing sesuai hukum dan administrasi untuk meningkatkan efektifitas penegakan hukum untuk memerangi tindakan pelanggaran yang mencakup dalam konvensi tiap Negara wajib mengadobsi langkah-langkah efektif tersebut.” Bentuk kerjasama dapat berupa organisasi artau konsensi dan atau merespon tiap informasi secara bersama-sama.

Implementasi dari konvensi ini adalah tertuang dalam pasal 34 ayat ;

  1. Setiap negara harus mengambil langkah-langkah yang diperlukan termasuk legislatif dan tindakan-tindakan administratif sesuai dengan prinsip-prinsip dah hukum domestik, untuk menjamin kewajiban dalam konvensi ini.
  2. Pelanggaran yang sesuai dengan pasal 5.6, 8 dan 23 dalam pasal konvesi ini harus dibentuk dalam setiap negara untuk menghadapi kriminal yang mencakup wilayah transnaional baik pribadi maupun kelompok.
  3. Setiap negara harus mengadobsi konvensi ini.

Inilah yang mendasari dibuatnya sebuah hukum yang mengatur dalam mengatasi kejathatan transnasional dalam hal ini cyber crime. Konvensi Cybercrime Budapest, 23.XI.2001isinya merupakan kerjasama dengan negara lain pihak untuk Konvensi cyber Crime. Diyakinkan akan kebutuhan yang, seperti soal prioritas, pidana umum yang bertujuan untuk melindungi masyarakat

terhadap cybercrime, antara lain mengadopsi undang-undang yang sesuai dan mendorong kerjasama internasional. Sadar akan perubahan besar yang dibawa oleh digitalisation, konvergensi dan terus globalisasi komputer jaringan. Keprihatin dengan resiko bahwa komputer dan jaringan informasi elektronik dapat juga digunakan untuk melakukan pelanggaran pidana dan bukti-bukti yang

Isi kesepakatan adalah :

  1. Definisi tentang Cyber Crime Devinisi untuk tujuan Konvensi ini dari sebuah :
  2. “sistem komputer” adalah salah satu komponen atau sekelompok saling terkait atau perangkat, satu atau lebih yang berdasarkan program, melakukan pengolahan data otomatis.
  3. “komputer data” merupakan salah satu perwakilan dari fakta, konsep atau informasi dalam bentuk yang sesuai untuk diproses dalam sistem komputer, termasuk program yang cocok untuk menyebabkan sistem komputer untuk melakukan fungsi.
  4. “layanan” berarti publik atau badan swasta yang memberikan kepada pengguna layanan dengan kemampuan untuk berkomunikasi dengan sistem komputer, dan entitas lain yang proses atau toko-toko komputer data atas nama seperti komunikasi atau pengguna layanan dari operator.
  5. “lalu lintas data” berarti komputer manapun yang berkaitan dengan data yang komunikasi dengan sistem komputer, yang dihasilkan oleh sistem komputer yang membentuk bagian dalam rantai komunikasi, menunjukkan komunikasi dari asal, tujuan, rute, waktu, tanggal, ukuran, durasi, atau jenis layanan.
  1. Langkah-langkah yang akan diambil di tingkat nasional.
  2. substantif hukum pidana
  3. Substansi Hukum Pidana
  4. Prosedur Hukum
  5. Yurisdiksi
  6. Kerjasama Internasional
  7. General prinsip yang berhubungan dengan kerjasama.
  8. General prinsip yang berhubungan dengan ekstradisi
  9. General prinsip yang berhubungan dengan bantuan
  10. Ekspekditen kelestarian komputer yang digunakan.

Sumber : https://vhost.id/arcaea-apk/

Dua iPad Pro Terbaru jadi Perangkat Mobile Terngebut

Dua iPad Pro Terbaru jadi Perangkat Mobile Terngebut

Dua iPad Pro Terbaru jadi Perangkat Mobile Terngebut

Dua iPad Pro Terbaru jadi Perangkat Mobile Terngebut

Dua iPad Pro Terbaru jadi Perangkat Mobile Terngebut

Dua tablet anyar iPad Pro 11 dan iPad Pro 12.9 disebut-sebut adalah

tablet terkencang di dunia. Keduanya menggunakan otak Apple 12X Bionic yang merupakan versi lebih kencang dari Apple A12 Bionic yang digunakan iPhone Xr, iPhone Xs, dan iPhone Xs Max.

Bisa dibayangkan, Apple A12 saja sudah bisa mencetak skor benchmark

sangat tinggi, yakni mencapai 340 ribu poin saat diuji AnTuTu. Nah, bagaimana dengan Apple A12X yang memang lebih kencang? Gambaran performanya bisa kita lihat melalui skor Geekbench-nya.

Apple 12 sendiri adalah chipset dengan 6-core CPU dan 4-core GPU. Sedangkan Apple 12X memiliki 8-core CPU dan 7-core GPU. Berdasarkan info dari Apple sendiri, chipset Apple A12X menawarkan performa multi-core hingga 90 persen lebih tinggi dari iPad Pro generasi sebelumnya.

Kembali soal skor benchmark, ada dua perangkat iPad yang belum terindentifikasi tipenya,

namun terlihat menggunakan chipset Apple A12X dengan kapasitas RAM 6 GB. Perangkat tersebut mendapat skor pengujian single-core 5 ribu poin dan multi-core hampir 18 ribu poin. Skor yang didapat adalah yang tertinggi untuk kategori smartphone dan tablet.

 

Baca Juga :