twittsev.com

Situs Web Pendidikan Terupdate

BIOGRAFI DAN PERAN CUT NYAK DIEN

BIOGRAFI DAN PERAN CUT NYAK DIEN

BIOGRAFI DAN PERAN CUT NYAK DIEN

Cut Nyak Dien adalah seorang pahlawan Nasional wanita Indonesia yang berasal dari Aceh.

Cut Nyak Dien lahir di Lampadang, yaitu pada tahun 1848 dari keluarga bangsawan yang agamis di Aceh Besar. Ayahnya yang bernama Teuku Nanta Setia adalah seorang ulubalang VI Mukim yang juga mempunyai keturunan dari Datuk Makhudum Sati perantau dari Minangkabau. Ayahnya merupakan seorang keturunan Minangkabau. Sedangkan ibunya adalah putri ulubalang Lampagar.
Cut Nyak Dien merupakan anak yang cantik dan taat beragama. Ia mendapatkan pendidikan agama dari orang tua dan guru agama. Pengetahuan mengenai rumah tangga, baik memasak maupun cara menghadapi atau melayani suami dan hal-hal yang menyangkut kehidupan sehari-hari, didapatkan dari ibunda dan kerabatnya. Karena pengaruh didikan agama yang kuat, dan didukung suasana lingkungannya, Cut Nyak Dien memiliki sifat tabah, teguh pendirian dan tawakal. Cut Nyak Dien dibesarkan dalam lingkungan suasana perjuangan yang amat dahsyat, yaitu suasana perng Aceh.Ketika usia Cut Nyak Dien menginjak 12 tahun, ia dinikahkan dengan Teuku Cek Ibrahim Lamnga putra dari ulubalang Lam Nga XII pada tahun 1862. Kehidupan pasangan ini berjalan baik dan harmonis. Mereka dikaruniai seorang anak laki-laki. Pada saat perang Aceh melawan Belanda, suami Cut Nyak Dien, yaitu Teuku Cek Ibrahim turut aktif di garis depan sehingga suami Cut Nyak Dien merupakan tokoh peperangan di daerah Mukim VI.
Cut Nyak Dien mempunyai peran sangat penting dalam perjuangan dan perlawanan rakyat Aceh melawan kolonialisme Belanda. Keterlibatan Cut Nyak Dien dalam perang Aceh nampak sekali ketika terjadi pembakaran terhadap Masjid Besar Aceh. Bertahun-tahun peperangan kian berkecamuk. Namun, karena keunggulan Belanda dalam hal persenjataan membuat satu per satu benteng pertahanan Aceh berjatuhan, termasuk Kuta (benteng) Lampadang. Karena terdesak Cut Nyak Dien beserta keluarganya terpaksa mengungsi. Pada pertempuran di Sela Glee Tarun, Teuku Ibrahim Lamnga gugur, yang konon hal ini terjadi karena adanya pengkhianatan dari Habib Abdurrahman. Meski kematian suaminya menimbulkan kesedihan yang dalam bagi Cut Nyak Dien, tapi ini tak membuatnya murung dan mengurung diri. Tetapi sebaliknya, semangat juangnya kian berkobar. Sebagai janda muda dengan seorang anak, ia tetap ikut bergerilya melawan Belanda. Menurut pendapat orang yang dekat dengannya, Cut Nyak Dien pernah bersumpah hanya akan menikah dengan orang yang mau membantunya dalam melawan Belanda. Kehadiran sosok Teuku Umar yang juga adalah seorang pemimpin perjuangan yang gagah berani, sangatlah berarti bagi rencana perjuangan Cut Nyak Dien. Meski keduanya masih saudara sepupu, tetapi keduanya baru bertemu saat acara pemakaman suami Cut Nyak Dien. Karena sama-sama terikat Sabilillah maka pasangan ini kemudian menikah pada tahun 1878 dan dikaruniai seorang anak.
Selama Cut Nyak Dien mendampingi Teuku Umar banyak hal yang dapat dijadikan sebuah pengalaman yang menarik. Teuku Umar adalah sosok pejuang rakyat yang unik, ia dicintai rakyat tetapi ia pernah dibenci juga. Taktik Teuku Umar dalam peperangan melawan Belanda tergolong “aneh” bagi orang lain dan juga Cut Nyak Dien. Teuku Umar pernah membantu Belanda atas permintaan Gubernur Loging Tobias, untuk membebaskan kapal Inggris yang terdampar kemudian disita oleh Teuku Imam Muda Raja Tenom. Namun pada saat itu terjadi penyerangan terhadap awak kapal yang dilakukan oleh anak buah Teuku Umar. Sesudah peristiwa tersebut Teuku Umar kembali ke Lampisang dan ia tidak mau bekerja sama lagi dengan Belanda. Karena itu Teuku Umar kembali bersatu dengan pejuang Aceh, tetapi pejuang Aceh tidak yakin akan tekad baik Teuku Umar.

Recent Posts

KONDISI OMAN DI ERA MODERN

KONDISI OMAN DI ERA MODERN

Pada tahun 796, Oman dikuasai oleh pemerintahan Imam Ibadiyah yang berusaha mempertahankan sistem kesukuan, pertanian dan mengintegrasikan warga nomadik dan warga pemukiman. Ibadiyah berusaha memperluas jaringan perdagangan Oman dengan cara mendirikan koloni dagang di Basrah, Siraf, Aden, India dan wilayah pesisir Afrika Timur.
Portugis memasuki Oman pada abad ke-16 setelah Vasco da Gama berhasil memasuki India. Kemudian Portugis memerintahkan Alfonso de Albuquerque untuk mendirikan sebuah imperium di Timur. Alfonso berpendapat bahwa untuk bisa mendirikan sebuah imperium terlebih dahulu harus menguasai lautan yang menghubungkan antara Timur dan Barat, yaitu Oman sebab posisinya yang berada di mulut Teluk Persia. Pendudukan Portugis atas Oman terjadi pada tahun 1507 dan berakhir pada tahun 1650.
Namun pada abad ke-19, Mesir mengambil alih lalu lintas Samudera Hindia melalui rute perdagangan Laut Merah. Akibatnya perdagangan bangsa Oman dibawah dominasi Ibadiyah hancur. Kemudian Oman berusaha bangkit dengan cara mengintegrasikan masyarakatnya menjadi masyarakat tunggal disertai pengakuan Ibadiyah sebagai mazhab resmi negara yang akan mengatur hukum perdata dan pidana di Oman.

Oman merupakan satu-satunya negara yang paling koservatif di kawasan Teluk Persia.

Kebangkitan kembali Oman terjadi pada abad ke-17 dan ke-18 ketika Oman berhasil mengusir Portugis keluar dari kawasan Afrika timur. Selain itu pada abad ke-19, para sultan dari dinasti Bu Sa’id pun berhasil memperkuat kembali jaringan perdagangan mereka. Oman memperbaiki kembali kontrol atas Zanzibar dan beberapa kota lainnya di Afrika Timur.
Pada tahun 1749 Ahmad ibn Sa’id terpilih menjadi khalifah Oman dan mendirikan dinasti al-Bu Sa’id yang memerintah Oman hingga sekarang. Disamping itu dominasi Portugis yang telah hilang kemudian digantikan oleh Inggris. Langkah Inggris dalam usaha untuk menguasai Oman terhalang oleh adanya niat yang sama dari Perancis. Sehingga hampir satu abad lamanya Inggris berusaha membuat perjanjian dagang dengan Oman namun baru berhasil pada tanggal 31 Mei 1839. Oman berada sepenuhnya dalam penguasaan protektorat Inggris pada tahun 1854, ketika sultan Oman, Sa’id ibn Sulthan (1791-1856), menghadiahkan pulau Kuria Muria kepada Inggris.
Pada tahun 1955, Sa’id ibn Taymur (1932-1970) dengan bantuan Inggris, merampas seluruh wilayah negeri dibawah pemerintahannya. Pola pemerintahan yang sempit dan tiranis memancing sejumlah gerakan oposisi. Salah satunya ialah Front Pembebasan Masyarakat Oman dibentuk tahun 1965 oleh para pelajar dan The Dhofar Liberation Front mengorganisir perlawanan terhadap pemilikan tanah pribadi para sultan. Sa’id ibn Taymur mampu mempertahankan keutuhan kekuasaan atas negeri ini lantaran jasa para perwira militernya dari Inggris dan lantaran kebijakan isolasi Oman dari dunia luar.
Tahun 1970-an, putranya yang bernama Qabus ibn Sa’id naik tahta untuk membentuk sebuah rezim yang lebih modern. Ia menumpas semua kekuatan perlawan yang dilakukan oleh oposisi. Selain itu, ketika Qabus mengambil kontrol atas pemerintahan ia kemudian membuka isolasi Oman dari dunia luar. Ia melakukan pembangunan dan pembaruan di segala sektor seperti jalanan, sekolah-sekolah, kesehatan, komunikasi, layanan keuangan, sumber air, dan perumahan. Ia berkeyakinan bahwa kebijakan baru tersebut dapat mentransformasikan Oman kearah kemajuan.
Citra Oman segera berubah sejak ditemukannya ladang minyak dan adanya ambisi yang kuat dari sultan Qabus untuk mengakhiri isolasi tersebut. Oman menjadi salah satu negara maju dengan perkembangan yang pesat dalam berbagai bidang. Kesejahteraan sosial di negara yang beribukota di Muskat itu mengandalkan pengusaha dan jaringan kerabat. Jika ada masyarakat yang berusia lanjut, memiliki keterbatasan fisik serta mengalami keterbatasan ekonomi maka akan dirawat oleh jaringan kerabat.


Sumber: https://bengkelharga.com/

SEJARAH MASUKNYA ISLAM KE OMAN

SEJARAH MASUKNYA ISLAM KE OMAN

Sebelum datangnya Islam, Oman termasuk kedalam bagian jaringan perdagangan kerajaan Sasania di Persia yang membentang dari Teluk Persia hingga ke Sindu. Disamping mendapatkan keuntungan dari perdagangan, Oman juga menjadi masyarakat pertanian yang sangat maju sebab berada di wilayah Arab yang subur. Pengaruh Persia memegang peranan yang sangat penting dalam menentukan lingkungan budaya Oman. Persia mengenalkan pengembangan sistem irigasi falaj untuk menggantikan sistem irigasi sederhana yang sebelumnya dilakukan. Pengembangan ini dilakukan kedalam dua tahap, yang pertama meliputi sisi barat dari pegunungan di utara Oman ke Jauf dan Sharqiyah serta yang kedua di lembah-lembah gunung khususnya di Ghadaf.

Selama periode Sasania,

terutama setelah dikembangkannya sistem irigasi yang lebih maju maka pengaruh perdagangan laut meningkat dan jalur-jalur perdagangan dikembangkan dengan Afrika Timur dan China menggunakan kapal-kapal. Kapal-kapal tersebut menggunakan pelabuhan Apologas di Mesopotamia Selatan untuk berlayar hingga menuju ke India dan China. Bahkan pelaut-pelaut Oman memainkan peranan penting dalam membawa barang-barang dagangan dari Afrika Timur, India, China dan melakukan kontak dengan wilayah-wilayah lain melalui lautan.
Islam masuk ke Oman pada tahun 630 M ketika Nabi Muhammad saw mengutus Amr ibn al-‘Ash menemui Julanda Abd dan Jaifar untuk mengajak mereka menganut kepercayaan baru. Hal ini dilakukan setelah adanya persetujuan syekh-syekh Arab dan pengiriman seorang delegasi ke Madinah. Amr bin al-‘Ash tetap berada di Oman untuk mengajarkan masyarakat tentang Islam dan mendorong mereka untuk melawan terhadap Persia. Orang-orang Persia yang mengalami kekalahan kemudian memutuskan berdamai dengan orang-orang Arab. Mereka menarik iri ke Iran sehingga Oman menjadi milik muslim dan orang-orang Arab. Kemudian kebijakan Rasulullah saw yang diserahkan kepada pemerintahan muslim dengan sangat mudah diterapkan di Oman, terutama yang berkaitan dengan zakat. Karena zakat yang terkumpul di wilayah Oman tetap dibiarkan didistribusikan kepada penduduk miskin dan tidak diserahkan ke pemerintahan pusat di Madinah.


Sumber: https://ngegas.com/

Perekonomian Indonesia Saat Ini

Perekonomian Indonesia Saat Ini

Perekonomian Indonesia Saat IniPerekonomian Indonesia Saat Ini

Di lihat dari sedikit perekonomian makro dibidang perbankan ini dapat kita rasakan pertumbuhan ekonomi itu meningkat.Bank Indonesia (BI) memperkirakan pertumbuhan ekonomi sepanjang triwulan I-2011 masih akan tumbuh tinggi, yakni di kisaran 6,4 persen. Sehingga, sepanjang tahun ini, perekonomian Indonesia diproyeksikan tumbuh di kisaran 6-6,5 persen. Ekonomi indonesia saat ini optimis pertumbuhan ekonomi yang meningkat.dengan pertumbuhan dan pendapatan nasional yang semakin meningkat kita dapat melihat perkembangan dan kemajuan kita pada negara lain. dengan pendapatan nasional per tahun indonesia mampu memberikan kemajuan.

  1. Perkembangan Sistem Ekonomi Sebelum Orde Baru

Sejak negara republik Indonesia berdiri sudah banyak tokoh-tokoh negara yang telah merumuskan perekonomian yang tepat bagi bangsa Indonesia, baik secra individu maupun melalui diskusi kelompok. Dinegara Amerika tahun 1949 menegaskan bahwa yang dicita-citakan adalah ekonomi semacam campuran tetapi telah disepakati suatu bentuk ekonomi baru yang dinamakan sebagai sistem ekonomi pancasila yang didalamnya mengandung unsur penting yang disebut demokrasi ekonomi. Demokrasi ekonomi dipilih, karena memiliki ciri-ciri yang positif diantaranya adalah :

 

Recent Posts

 Sistem Perekonomian

 Sistem Perekonomian

 Sistem Perekonomian Sistem Perekonomian

Sistem perekonomian adalah sistem yang digunakan oleh suatu negara untuk mengalokasikan sumber daya yang dimilikinya baik kepada individu maupun organisasi di negara tersebut. Perbedaan mendasar antara sebuah sistem ekonomi dengan sistem ekonomi lainnya adalah bagaimana cara sistem itu mengatur faktor produksinya. Dalam beberapa sistem, seorang individu boleh memiliki semua faktor produksi. Sementara dalam sistem lainnya, semua faktor tersebut di pegang oleh pemerintah. Kebanyakan sistem ekonomi di dunia berada di antara dua sistem ekstrem tersebut.

  1. Perekonomian Terencana

Ada dua bentuk utama perekonomian terencana, yaitu komunisme dan sosialisme. Sebagai wujud pemikiran Karl Marx, komunisme adalah sistem yang mengharuskan pemerintah memiliki dan menggunakan seluruh faktor produksi. Namun, lanjutnya, kepemilikan pemerintah atas faktor-faktor produksi tersebut hanyalah sementara; Ketika perekonomian masyarakat dianggap telah matang, pemerintah harus memberikan hak atas faktor-faktor produksi itu kepada para buruh. Uni Soviet. dan banyak negara Eropa Timur lainnya menggunakan sistem ekonomi ini hingga akhir abad ke-20.

Sumber :

https://menitpertama.id/

 Pengertian Sistem

 Pengertian Sistem

 Pengertian Sistem Pengertian Sistem

Pengertian sistem adalah merujuk pada sehimpunan gagasan (ide) yang tersusun diorganisasikan, suatu himpunan gagasan, prinsip, doktrin, hukum dsb. yang membentuk suatu kesatuan yang logik dan dikenal sebagai isi buah pikiran tertentu, agama, atau bentuk pemerintahan tertentu. Sistem mengandung ciri-ciri sebagai berikut:

  1. Setiap sistem mempunyai tujuan
  2. Setiap sistem mempunyai batas, akan tetapi sistem itu bersifat terbuka, dalam arti berinteraksi dengan lingkungannya.
  3. Setiap suatu sistem terdiri dari beberapa sub sistem yang biasa pula disebut bagian, unsur atau komponen.
  4. Sistem tidak hanya sekedar sekumpulan dari bagian atau unsur melainkan juga merupakan suatu kebulatan yang utuh dan padu atau mempunyai“wholisme” (keterpaduan).
  5. Terdapat saling hubungan dan saling ketergantungan baik dalam sistem (internal) maupun antara sistem dengan lingkungannya (eksternal).

 

Pengertian Sistem Ekonomi

Menurut Dumairy (1966), Sistem ekonomi adalah suatu sistem yang mengatur serta menjalin hubungan ekonomi antar manusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suatu tatanan kehidupan, selanjutnya dikatakannya pula bahwa suatu sistem ekonomi tidaklah harus berdiri sendiri, tetapi berkaitan dengan falsafah, padangan dan pola hidup masyarakat tempatnya berpijak.

Berbagai permasalahan ekonomi yang dihadapi oleh semua negara di dunia, hanya dapat diselesaikan berdasarkan sistem ekonomi yang dianut oleh masing–masing negara. Perbedaan penerapan sistem ekonomi dapat terjadi karena perbedaan pemilikan sumber daya maupun perbedaan sistem pemerintahan suatu negara. Sistem ekonomi merupakan perpaduan dari aturan–aturan atau cara–cara yang menjadi satu kesatuan dan digunakan untuk mencapai tujuan dalam perekonomian. Suatu sistem dapat diibaratkan seperti lingkaran-lingkaran kecil yang saling berhubungan satu dengan yang lainnya. Lingkaran-lingkaran kecil tersebut merupakan suatu subsistem. Subsistem tersebut saling berinteraksi dan akhirnya membentuk suatu kesatuan sistem dalam lingkaran besar yang bergerak sesuai aturan yang ada.

 

Sumber :

https://tokopediaaplikasi.id/

Kebijakan Bani Umayyah di dalam dan luar Syria

Kebijakan Bani Umayyah di dalam dan luar Syria

Dinasti Bani Umayyah berlangsung kurang lebih 90 tahun, Ibu kota Negara dipindahkan oleh Muawiayah dari Madinah ke Damaskus, tempat ia berkuasa sebagai gubernur sebelumnya. Walaupun dengan menggunakan berbagai cara dan strategi yang kurang baik yaitu dengan cara kekerasan, diplomasi dan tipu daya serta tidak dengan pemilihan yang demokrasi Muawiyah tetap dianggap sebagai pendiri Dinasti Umayyah yang telah banyak melakukan kebijakan-kebijakan yang baru dalam bidang politik, pendidikan, pemerintahan dan lain sebagainya.

Berikut beberapa kebijakan yang pada masa Daulah ini berkuasa:

1. Memindahkan ibu kota dari Madinah ke Damaskus (syria)
Telah dibahas sekilas di atas bahwa Muawiyah memindahkan ibu kotanya setelah ia menjabat sebagai khalifah. Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi tindakan-tindakan yang timbul daari reaksi pemebentukan kekuasaan, khususnya dari kelompok yang tidak menyukainya.
2. Pemisahan kekuasaan
Pemisahan kekuasaan antara kekuasaan agama (Spiritual power) dengan kekuasaan politik (temporal power). Muawiyah bukanlah seorang yang ahli dalam soal-soal keagamaan, maka masalah keagamaan diserahkan kepada para ulama.
3. Merubah Sistem Pemerintahan Menjadi Monarki Absolut
Pada awal kepemimpinan Muawiyah masih menerapkan kekuasaan secara dekomokratis, tetapi setelah berjalannya waktu Muawiyah mengubah model pemerintahan menjadi monarki atau turun temurun. Hal ini mendapat pengaruh oleh sistem monarki dari Persia dan Bizantium. Dengan adanya perubahan tersebut menunjukkan bahwa Muawiyah telah memulai mengubah pemerintahan dari demokratis menjadi dinastian, yang segala bentuk kekuasaan mutlak ada di tangannya.
Tidak ada lagi suksesi kepemimpinan berdasar musyawarah dalam menentukan seorang pemimpin baru. Muawiyah telah mengubah model kekuasaan menjadi model putra mahkota. Sehingga tidak ada ruang dan kesempatan bagi orang di luar keturunan Muawiyah unutk memimpin pemerintah umat Islam.
4. Penataan Administrasi
Pada saat menjabat sebagai khalifah salah satu strategi yang dilakukan Muawiyah adalah meningkatkan pengelolaan administrasi negara yang kemudian disempurnakan oleh khalifah-khalifah selanjutnya. Berikut ini beberapa diwan yang dibentuk:
a. Diwan al Rasul yaitu semacam sekretaris jenderal yang berfungsi untuk mengurus surat surat negara yang ditujukan kepada para gubernur atau menerima surat-surat mereka;
b. Diwan al Kharraj yang berfungsi mengurus pajak
c. Diwan al Barid yang berfungsi sebagai penyampai berita-berita rahasia daerah kepada pemerintah pusat
d. Diwan al Khatam yang berfungsi untuk mencatat atau menyalin peraturan yyang dikeluarkan khalifah
e. Diwan Musghilat yang berfungsi untuk menangani berbagai kepentingan umum.

Recent Posts

Faktor – Faktor kemunduran Turki Utsmani

Faktor – Faktor kemunduran Turki Utsmani

Keruntuhan Turki Utsmani dimulai setelah diangkatnya Sultan Salim II (1566-1574 M). Hal ini ditandai engan melemahnya semangat perjuangan prajurit Utsmani yang menyebabkan sejumlah kekalahan dalam pertempuran menhgghadapi musuh-musuhnya. Pada tahun 1663, Tentara Utsmani menderita kekalahan dalam penyerbuan Hungaria. Tahun1676 Turki kalah dalam pertempuran di Mohakez, Hungaria dan dipaksa menandatangani perjanjian karlowits pada tahun 1699 yang didalamnya berisi pernyataan mengenai seluruh wilayah Hungaria, sebagian besar Slovenia dan Croasia kepada penguasa Venetia.
Pada tahun 1774, penguasa Utsmani, Abdul Hamid menandatangani perjanjian dengan Rusia yang berisi pengakuan kemerdekaan Crimenia dan penyerahan benteng-benteng pertahanan di laut hitam serta memberikan izin kepada Rusia untuk melintasi selat antara laut hitam dengan laut putih.
Selain itu terdapat beberapa wilayah kekuasaan yang melancarkan pemberontakan akibat sadar akan mulai menurunnya kekuasaan Turki Utsmani. Gerakan separatisme terus gencar hingga Abad ke-19 dan ke-20. Ditambah dengan munculnya gerakan modernisasi politik di pusat pemerintahan, Kerajaan Turki akhirnya berakhir dengan berdirinya Republik Turki pada tahun 1924 M, dan mengangkat Mustafa Kemal Attaturk sebagai presiden pertama di Republik Turki.
Apabila dikategorikan,

maka faktor-faktor keruntuhan kerajaan Utsmani yaitu :

a. Faktor Internal :
 Karena luasnya wiayah kekuasaan dan Kelemahan para penguasa
 Heterogenitas penduduk dan agama
 Kehidupan istimewa yang bermegahan
 Merosotnya perekonomian negara

b. Faktor Eksternal
 Munculnya gerakan nasionaisme dari wilayah yang tunduk dengan kekuasaan Turki
 Terjadinya kemajuan Teknologi di barat khusunya dalam bidang persenjataan

BAB III
PENUTUP

A. Kesimpulan
Kerajaan Turki Utsmani merupakan kerajaan bercorak islam yang berkuasa cukup lama. Kerajaan tersebut mengalami dinamika perjalanan dari awal perkembangan sebuah daerah kecil hingga menjadi kerajan yang besar. Kerajaan Turki Utsmani memiliki kebijakan ekspansionisme yang mana membuat kerajaan ini lebih condong kemiliteranya. Berkat strategi dan dukungan militer yang kuat, kerajaan ini mampu menguasai berbagai benua. Sayangnya dalam hal ilmu engetahuan kurang begitu berkembang karena beberapa factor. Kerajaan ini juga mengalami kemunduran setelah menikmati masa kejayaan, hal itu dimulai sejak wafatnya Sultan Sulaiman Al Qanuni. Kemunduran kerajaan ini dipicu oleh factor intern dan factor ekstern.


Sumber: https://vds.co.id/

Sejarah Berdirinya Dinasti Turki Utsmani

Sejarah Berdirinya Dinasti Turki Utsmani

Dinasti Turki utsmani

merupakan dinasti yang menjadikan islam eksis kembali di abad ke 13 M. Pada Awalnya bangsa Turki mempunyai dua dinasti. Pertama, dinasti Turki Saljuk, dan kedua, dinasti Turki Utsmani. Akan tetapi pada akhirnya kerajaan Turki Saljuk hancur oleh serangan pasukan mongol, yang nantinya merupakan momen terbentuknya dinasti Turki Utsmani.
Ketika masih berupa kelompok suku, Turki Utsmani dipimpin oleh Ertoghrol bin Sulaiman. Pada saat serangan Mongol mereda, ia bersama Sulaiman menyeberangi sungai Eufrat. Akan tetapi yang terjadi justru Ayah dari Ertogrol tenggelam dan ertoghrol melanjutkan perjalanannya menuju Asia Kecil.
Ertoghtol dan kelompoknya mengabdikan diri kepada Dinasti Saljuk yang saat itu dipimpin oeh Sultan Alaudin II. Ketika terjadi sebuah penyerangan oleh Byzantium, Pasukan Turki Ertogrhol membantu peperangan hingga Sultan Alaudin II mencapai kemenangan. Oleh sebab itu, Ertoghrol diberi sejumlah daerah sebagai imbalan jasannya.
Ditahun 1288 Ertoghrol meninggal dunia, kepemimpinanpun dianjutkan oleh anaknya yang bernama Utsman. Utsman juga ikut mengabdikan dirinya kepada Dinasti Saljuk. Utsman juga banyak berjasa terhadap kekuasaan Dinasi saljuk, yang mana hal itu membuat Sultan Alaudin II semakin simpati dan memperlakukan Utsman secara istimewa.
Bangsa Mongol menyerang kekuasaan Saljuk ditahun 1300 dan membuat Sultan Saljuk terbunuh. Sultan saljuk meninggal dan tidak memiliki penerus. Akhirnya Utsman mengambil alih kekosongan dengan memerdekakan daerah-daerah Saljuk serta memproklamirkan wilayahnya dengan sebutan Kesultanan Utsmani.
Dalam perjalanannya, kerajaan Utsmani mampu berkembang menjadi besar berkat ekspansinya ke berbagai wilayah. Hal ni tentunya juga didukung ole militer yang kuat dan siap siaga.
Puncak kejayaan Turki Utsmani terjadi pada masa kepemimpinan sultan Sulaiman I yang bergelar Al Qanuni berkat kebijakannya yang berhasil membuat undang-undang. Ia melakukan berbagai pembaruan.
Meski di bidang meliter begitu maju, ilmu pengetahuan tidak banyak berkembang karena beberapa factor, seperti adanya kefanatikan mahdzab, ditutupnya pintu ijtihad, dan lain sebagainya.


Sumber: https://pss-sleman.co.id/

Implikasi Mencuatnya Premanisme

Implikasi Mencuatnya Premanisme

Implikasi Mencuatnya PremanismeImplikasi Mencuatnya Premanisme

Tindakan kejahatan oleh premanisme tersebut menimbulkan dampak  yang meresahakan masyarakat dan lingkungan sekitar, diantaranya:

–          Meningkatnya kasus kriminalitas.

–          Mengganggu stabilitas keamanan masyarakat.

Premanisme memang sudah merajalela  di berbagai daerah, sehingga munculnya kelompok- kelompok kriminal atau geng dapat menimbulkan rasa kurang aman dan meresahkan bagi masyarakat karena adanya gangguan dan ancaman.

–          Dapat merugikan banyak pihak.

Preman yang biasanya menggunakan kekerasan dan kejahatan dapat merugikan banyak pihak. Contohnya dengan adanya pembunuhan, pasti keluarga yang ditinggalkan korban akan merasa sedih dan kehilangan atau melakukan kerusakan pada fasilitas umum jadi banyak pihak yang merasa dirugikan. Bahkan bagi masyarakat yang merasa trauma karena ulah kejahatan preman akan selalu merasa resah .

Fenomena yang seperti ini perlu diatasi dengan melibatkan pihak yang berwajib agarkeamanan dapat teratasi dari adanya gangguan, ancaman, dan tindak kejahatan, disamping itu kita sebagai masyarakat harus saling menjaga keamanan lingkungan agar terhindar dari gejala premanisme.


  1. Solusi Menghadapi Budaya Premanisme

Di zaman yang modern ini, banyak faktor yang Memicu timbulnya sikap premanisme. Berbagai media telah banyak mempublikasikan masalah itu.Perilaku anarki yang selalu mereka tunjukkan kepada masyarakat mengakibatkan banyak dampak negatif. Dampak Dalam aspek fisik bisa berupa kematian dan kerusakan prasarana-prasarana masyarakat. Sedangkan dalam aspek moral adalah trauma yang dialami oleh para korban, merusak mental para generasi muda dan masih banyak yang lain. televisi dan Internet menjadi faktor utama dalam masalah ini. Tidak bisa dipungkiri bahwa dizaman yang serba modern ini, media massa seperti televisi dan internet telah merasuk dalam jiwa masyarakat.

 

Recent Posts