twittsev.com

Situs Web Pendidikan Terupdate

Deskripsi Pekerjaan Konsultan IT

Deskripsi Pekerjaan Konsultan IT

Deskripsi Pekerjaan Konsultan IT

Deskripsi Pekerjaan Konsultan IT

Konsultan IT bekerja secara partnership dengan client

menganjurkan mereka bagaimana untuk menggunakan teknologi informasi agar memenuhi sasaran bisnis atau menyelesaikan suatu masalah. Konsultan bekerja untuk memperbaiki struktur dan efisiensi dan sistem IT organisasi.
Konsultan IT dapat terlibat dalam bermacam aktivitas seperti marketing, manajemen proyek, customer relationship management (CRM) dan system development.

Mereka juga bertanggungjawab untuk pelatihan user

dan feedback. Pada banyak perusahaan, tugas tersebut dilakukan oleh IT project team. Konsultan IT makin terlibat dalam penjualan dan pengembangan bisnis.

 

Aktivitas Kerja Konsultan IT

Tugas khusus yang dilakukan oleh konsultan IT meliputi:

  • Bertemu dengan client untuk menentukan keperluan
  • Bekerja dengan client untuk menetapkan jangkauan dari suatu proyek
  • Merencanakan timescale dan kebutuhan sumber daya
  • Menjelaskan spesifikasi sistem client, memahami kebiasaan kerja mereka (client) dan sifat dasar dari bisnisnya
  • Bepergian ke tempat customer
  • Berhubungan dengan staff pada semua tingkat dari organisasi client
  • Menetapkan software, hardware dan kebutuhan jaringan
  • Menganalisa kebutuhan IT dalam perusahaan dan memberikan nasehat yang independen dan objektif dalam penggunaan IT
  • Men-develop solusi yang cocok dan mengimplementasikan sistem baru
  • Memberikan solusi dalam laporan tertulis ataupun lisan
  • Membantu client pada aktivitas perubahan manajemen
  • Membeli sistem jika cocok
  • Merancang, menguji, memasang dan memonitoring sistem baru
  • Menyiapkan dokumentasi dan memberikan laporan proses pada customer
  • Mengatur pelatihan untuk user dan konsultan lain
  • Mengenali potential client dan membangun dan memelihara hubungan

Kemampuan Konsultan IT

Orang-orang yang ingin berprofesi di bidang ini harus memiliki kemampuan sebagai berikut:

  • Kemampun untuk memimpin
  • Kemampuan komunikasi dan interpersonal
  • Kemampuan teamwork
  • Pendekatan logis untuk problem solving/analytical skills
  • Kemampuan untuk cepat belajar
  • Kepercayaan ketika membuat keputusan
  • Kemampuan presentasi
  • Kemampuan customer service yang baik
  • Kemampuan organisasional yang baik untuk mengatur heavy workload
  • Kemampuan untuk berkomunikasi informasi teknis pada client non-IT dan kolega
  • Fleksibilitas dan adaptabilitas
  • Kemampuan manajemen waktu

Baca Juga :

Mengenal Faktor yang Mempengaruhi Dividen

Mengenal Faktor yang Mempengaruhi Dividen

Mengenal Faktor yang Mempengaruhi Dividen

Mengenal Faktor yang Mempengaruhi Dividen

Mengenal Faktor yang Mempengaruhi Dividen

C. Van Hore dan John M. Wachowicz (2007:280) menyatakan ada beberapa faktor yang mempengaruhi kebijakan dividen, yaitu:

1. Aturan-aturan Hukum

Hukum badan perusahaan memutuskan legalitas distribusi apa pun kepada para pemegang saham biasa perusahaan. Aturan-aturan hukum ini berkaitan dengan penurunan nilai modal, insolvensi (kebangkrutan), dan penahanan laba yang tidak dibenarkan.

2. Kebutuhan Pendanaan Perusahaan

Menentukan arus kas dan posisi kas perusahaan yang akan terjadi ditengah ketiadaan perubahan kebijakan dividen. Selain melihat perkiraan hasil, harus dipertimbangkan juga risiko bisnis agar bisa mendapatkan kisaran hasil arus kas yang mungkin terjadi.

3. Likuiditas

Likuiditas perusahaan merupakan pertimbangan utama dalam banyak keputusan dividen. Karena dividen menentukan arus kas keluar, semakin besar posisi kas dan keseluruhan likuditas perusahaan, maka semakin besar kemampuan perusahaan untuk membayar dividen.

4. Kemampuan untuk Meminjam

Posisi yang likuid tidak hanya merupakan cara untuk memberikan fleksibilitas keuangan dan melindungi dari ketidakpastian. Jika perusahaan memiliki kemampuan untuk meminjam dalam jangka waktu yang relatif singkat, maka dapat dikatakan perusahaan tersebut fleksibel secara keuangan.

5. Batasan-batasan dalam Kontrak Utang

Syarat perjanjian utang (covenant) sebagai pelindung dalam kesepakatan obligasi atau perjanjian peminjaman sering kali meliputi batasan untuk pembayaran dividen. Batasan tersebut ditentukan oleh pihak pemberi pinjaman untuk menjaga kemampuan perusahaan membayar utang.

6. Pengendalian

Jika suatu perusahaan membayar dividen dalam jumlah yang cukup besar, maka perusahaan perlu mengumpulkan modal di kemudian hari melalui penjualan saham agar dapat membiayai berbagai peluang investasi yang menguntungkan. Berdasarkan situasi semacam ini, pihak yang memiliki kendali atas perusahaan (controlling interest) dapat terdilusi jika pemegang saham mayoritas tidak dapat memesan saham tambahan.

Artikel Jaringan Tumbuhan Lengkap

Artikel Jaringan Tumbuhan Lengkap

Artikel Jaringan Tumbuhan Lengkap

Artikel Jaringan Tumbuhan Lengkap

Jaringan Gabus

 

jaringan-gabus

Fungsi jaringan gabus adalah untuk melindungi jaringan lain agar tidak kehilangan banyak air, mengingat sel-sel gabus yang bersifat kedap air. Pada Dikotil, jaringan gabus dibentuk oleh kambium gabus atau felogen, pembentukan jaringan gabus ke arah dalam berupa sel-sel hidup yang disebut feloderm, ke arah luar berupa sel-sel mati yang disebut felem.

ORGAN TUMBUHAN

  • Organ tumbuhan biji yang penting ada 3, yakni:
  1. Akar ( Radix)
  2. Batang ( Caulis0
  3. Daun. ( Follium)

1 sampai 3 membentuk sistem organ nutritivum

Sedang bagian lain dari ketiga organ tersebut adalah modifikasinya, contoh:

  1. umbi modifikasi akar
  2. bunga modifikasi dari ranting dan daun.
  3. buah (bunga yang diserbuki)
  4. biji ada di buah

2 – 4 membentuk organ reproduktivum

Berikut akan dibahas Organ organ itu OK

AKAR

  • Asal akar adalah dari akar lembaga (radix)
  • Pada Dikotil, akar lembaga terus tumbuh sehingga membentuk akar tunggang
  • Pada Monokotil, akar lembaga mati, kemudian pada pangkal batang akan tumbuh akar-akar yang memiliki ukuran hampir sama sehingga membentuk akar serabut.
  • Akar monokotil dan dikotil ujungnya dilindungi oleh tudung akar atau kaliptra, yang fungsinya melindungi ujung akar sewaktu menembus tanah, sel-sel kaliptra ada yang mengandung butir-butir amylum, dinamakan kolumela.
  1. Fungsi Akar
  1. Untuk menambatkan tubuh tumbuhan pada tanah
  2. Dapat berfungsi untuk menyimpan cadangan makanan
  3. Menyerap air dam garam-garam mineral terlarut
  1. Anatomi Akar

 

Pada akar muda bila dilakukan potongan melintang akan terlihat bagian-bagian dari luar ke dalam.

  1. Epidermis
  2. Korteks
  3. Endodermis
  4. Silinder Pusat/Stele

Epidermis

  • Susunan sel-selnya rapat
  • Setebal satu lapis sel
  • Dinding selnya mudah dilewati air (semi permeable)
  • Bulu akar merupakan modifikasi dari sel epidermis akar
  • Bulu akar bertugas menyerap air dan garam-garam mineral terlarut
  • Bulu akar hanya satu sel hasil modifikasi epidermis untuk memperluas permukaan akar.

Korteks

  • Letaknya langsung di bawah epidermis
  • sel-selnya tidak tersusun rapat sehingga banyak memiliki ruang antar sel
  • Kortex adalah jaringan dasar ( parenkin) yang nantinya akan berperan sesuai jenis tanamannya.
  • Sebagian besar dibangun oleh jaringan parenkim yang belum menebal

Endodermis

  • Merupakan lapisan pemisah antara korteks dengan silinder pusat.
  • Sel-sel endodermis dapat mengalami penebalan zat gabus pada dindingnya dan memben tuk seperti titik-titik, dinamakan titik Caspary.
  • Pada pertumbuhan selanjutnya penebalan zat gabus sampai pada dinding sel yang menghadap silinder pusat,
  • Bila diamati di bawah mikroskop akan tampak seperti hutuf U, disebut sel U,
  • Sel U mengalami penebalan dan impemeable sehingga memungkinkan air dapat masuk ke silinder pusat.
  • Sel-sel tersebut dinamakan sel penerus/sel peresap.

Silinder Pusat/Stele

  • Silinder pusat/stele merupakan bagian terdalam dari akar.
  • Terdiri dari berbagai macam jaringan :

Persikel/Perikambium

  • Merupakan lapisan terluar dari stele.
  • Akar cabang terbentuk dari pertumbuhan persikel ke arah luar.

Berkas Pembuluh Angkut/Vasis

  • Terdiri atas xilem dan floem yang tersusun bergantian menurut arah jari jari.
  • Pada dikotil di antara xilem dan floem terdapat jaringan kambium.

Empulur

  • Letaknya paling dalam atau di antara berkas pembuluh angkut terdiri dari jaringan parenkim.

Perhatikan gambarnya ya …………OK

BATANG

  • Terdapat perbedaan antara batang dikotil dan monokotil dalam susunan anatominya.
  • Terlihat berkas pengangkut pada Dikotil melingkar teratur karena berkambium bertipe kolateral terbuka , sedang pada monokotil tersebar karena tidak berkambium dan tipe berkas pengangkutnya Kolateral tertutup



Batang Dikotil

 

Pada batang dikotil terdapat lapisan-lapisan dari luar ke dalam :

  1. Epidermis
  2. Kortex
  3. Penyolkong ( kolenkim – Sklerenkim)
  4. Pembuluh angkut ( Xylem – Floem)

Epidermis

  • Terdiri atas selaput sel yang tersusun rapat, tidak mempunyai ruang antar sel.
  • Fungsi epidermis untuk melindungi jaringan di bawahnya.
  • Pada batang yang mengalami pertumbuhan sekunder, lapisan epidermis digantikan oleh lapisan gabus yang dibentuk dari kambium gabus.

Korteks

  • Korteks batang disebut juga kulit pertama, terdiri dari beberapa lapis sel, yang dekat dengan lapisan epidermis tersusun atas jaringan kolenkim, makin ke dalam tersusun atas jaringan parenkim.

Stele/ Silinder Pusat

  • Merupakan lapisan terdalam dari batang.
  • Lapisan terluar dari stele disebut kambium.
  • lkatan pembuluh pada stele disebut tipe kolateral yang artinya xilem dan floem.
  • Letak saling bersisian, xilem di sebelah dalam dan floem sebelah luar.
  • Antara xilem dan floem terdapat kambium intravasikuler, pada perkembangan selanjutnya jaringan parenkim yang terdapat di antara berkas pembuluh angkut juga berubah menjadi kambium, yang disebut kambium intervasikuler.
  • Keduanya dapat mengadakan pertumbuhan sekunder yang mengakibatkan bertambah besarnya diameter batang.
  • Pada tumbuhan Dikotil, berkayu keras dan hidupnya menahun,
  • Pertumbuhan menebal sekunder tidak berlangsung terus-menerus
  • Tetapi hanya pada saat air dan zat hara tersedia cukup, sedang pada musim kering tidak terjadi pertumbuhan sehingga pertumbuhan menebalnyae
  • Sehingga pada batang tampak berlapis-lapis, setiap lapis menunjukkan aktivitas pertumbuhan selama satu tahun,
  • Perapisan -perlapisan itu membentuk lingkaran tersebut dinamakan Lingkaran Tahun.

 

Batang Monokotil

  • Pada batang Monokotil, epidermis terdiri dari satu lapis sel, batas antara korteks dan stele umumnya tidak jelas.
  • Pada stele monokotil terdapat ikatan pembuluh yang menyebar dan bertipe kolateral tertutup yang artinya di antara xilem dan floem tidak ditemukan kambium.
  • Tidak adanya kambium pada Monokotil menyebabkan batang Monokotil tidak dapat tumbuh membesar, dengan perkataan lain tidak terjadi pertumbuhan menebal sekunder.
  • Meskipun demikian, ada Monokotil yang dapat mengadakan pertumbuhan menebal sekunder, misalnya pada pohon Hanjuang (Cordyline sp) dan pohon Nenas seberang (Agave sp).

Sumber: https://appbrain.co.id/

BELUT SAWAH

BELUT SAWAH

  • Di Indonesia dikenal ada tiga jenis ikan yang disebut belut. Ketiga jenis ikan tersebut adalah Monopterus albus Zuiew, Synbranchus bengalensis Mc. Clellland, serta Macrotema caligans Cantor. Monopterus albus Zuiew di Indonesia dikenal dengan sebutan welut, lindung. Sementara itu, Synbranchus bengalensis Mc. Clellland, dikenal dengan sebutan kirai. Sedangkan Macrotema caligans Cantor dikenal dengan istilah belut.
  • Ketiga jenis ikan di atas termasuk dalam Family Synbranchidae serta Ordo Synbranchoidea. Dari ketiga jenis belut tersebut, Monopterus albus termasuk dalam jenis belut sawah yang sering dijumpai di lahan-lahan persawahan.
  • Tubuh belut sawah licin berbentuk bulat panjang seperti ular, tetapi tidak memiliki sisik. Belut sawah memiliki sirip punggung serta sirip dubur. Sirip-sirip tersebut berbentuk lipatan-lipatan kulit tanpa jari sirip.
  • Belut sawah tergolong binatang hermaprodit protogyni. Daur hidupnya dimulai dari masa juvenil (hermaprodit), berkembang menjadi belut betina, selanjutnya masuk dalam masa inter-sex, kemudian berkembang lagi menjadi belut jantan. Namun, hingga saat ini belum ada kepastian kapan belut sawah mengalami perubahan kelamin tersebut. Berbagai penelitian telah dilakukan, tetapi hasilnya masih sangat bervariasi. Beberapa ahli telah melakukan penelitian terhadap perubahan jenis kelamin maupun ukuran tubuhnya.
Berdasarkan hasil penelitian, dilakukan oleh Ir. Djatmika D.H. di daerah Magelang, Jawa Tengah dan Bantul, Yogyakarta, pada tahun 1982, diperoleh hasil mengenai ukuran serta jenis kelamin belut sawah sebagai berikut:
  • Benih, merupakan belut berukuran 2-2.7 cm, berwarna putih dengan sedikit warna merah muda. Di dekat kepala, terdapat bagian berwarna hijau, bagian ini merupakan kantong kuning telur cadangan makanannya.
  • Belut betina memiliki panjang tubuh sekitar 20-28 cm , warna punggungnya hijau kecoklatan atau kehitaman, warna perut putih kekuning-kuningan, sedangkan ukuran kepala maupun tengkuknya relatif kecil. Ekor berbentuk memanjang serta bagian ujungnya lancip.
  • Fase Intersex terjadi pada belut yang memiliki panjang tubuh antara 29-35 cm, warna tubuh bagian atas atau punggungnya coklat kehitaman, sedangkan warna bagian perut kuning kecoklatan, ukuran kepala maupun tengkuk relatif lebih besar bila dibanding belut betina, ekor agak panjang serta bagian ujungnya agak tumpul.
  • Belut jantan memiliki panjang tubuh antara 36-48 cm, bahkan di lapangan seringkali ditemui belut jantan berukuran lebih panjang daripada ukuran tersebut. Bagian tubuh atas atau punggung berwarna coklat kehijauan, sementara bagian perut berwarna kuning kecoklatan. Ukuran kepala maupun tengkungnya relatif besar, ekornya pendek, serta bagian ujungnya tumpul.

LINGKUNGAN HIDUP:

  • Belut sawah hidup di daerah persawahan maupun parit-parit di sawah. Mereka hidup di daerah lumpur atau tanah becek sampai kedalaman berkisar 10 cm. Biasanya banyak ditemukan di daerah-daerah pertanaman padi, terutama pada saat masa-masa awal penanaman. Hal ini disebabkan pada masa-masa tersebut, sawah masih digenangi air sehingga masih berlumpur. Sarangnya dibuat dengan cara menggali lubang seperti terowongan berliku, dalam hal ini pola sarang menyerupai huruf U. Binatang ini menyukai media dingin sebagai tempat tinggalnya. Suhu optimal saat budidaya berkisar antara 21 – 27 derajat celsius. Apabila mengalami kenaikan temperatur air, maka belut sawah akan meninggalkan tempat tersebut. Belut sawah mampu hidup di perairan dengan kandungan oksigen terlarut rendah, dimana pada kondisi tersebut, ikan-ikan air tawar lainnya sudah tidak lagi mampu mempertahankan hidupnya. Hal tersebut dikarenakan selain bernapas menggunakan insang juga memiliki alat pernapasan tambahan berupa lipatan-lipatan kulit tipis (lipatan kulit tipis ini terdapat di rongga mulutnya). Oleh karena itu, tidak mengherankan jika Monopterus albus memiliki daya hidup cukup baik. Inilah salah satu kelebihannya sebagai salah satu komoditas perikanan masa depan. Tingginya daya hidup tersebut membuat potensi agribisnis budidaya ikan jenis ini semakin terbuka lebar, sehingga keberhasilan usaha budidaya lebih terjamin.

Baca juga:

Cara Dan Teknik Budidaya Belut Hasil Maksimal

Cara Dan Teknik Budidaya Belut Hasil Maksimal

Cara Dan Teknik Budidaya Belut Hasil Maksimal – BUDIDAYA BELUT merupakan salah satu cabang usaha perikanan darat yang memiliki potensi bisnis sangat tinggi sehingga kegiatan tersebut memegang peranan penting dalam kegiatan ekonomi di sektor perikanan. Produktivitas kegiatan budidaya di sektor perikanan masih memungkinkan untuk dikembangkan, salah satunya adalah memperbaiki dan meningkatkan teknologi budidaya serta melakukan inovasi dalam kombinasi faktor-faktor produksi. Berternak belut merupakan kegiatan agribisnis perikanan yang perlu mendapatkan perhatian serius, mengingat potensi bisnisnya begitu besar bahkan teknologi budidaya yang diterapkan pun relatif lebih mudah diaplikasikan oleh petani atau peternak belut. Salah satu kelemahan dari usaha budidaya ini adalah minimnya pasokan benih belut, sehingga petani banyak yang kesulitan untuk mendapatkan benih. Berikut selengkapnya Cara Dan Teknik Budidaya Belut Hasil Maksimal untuk anda:

PELUANG USAHA BUDIDAYA BELUT SAWAH:

  • Kegiatan budidaya untuk jenis ikan belut memang belum banyak dilakukan secara kultur di kolam-kolam atau tempat-tempat pemeliharaan lain, karena dianggap kurang diminati konsumen. Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, kini banyak diproduksi makanan olahan berbahan dasar belut, baik dalam bentuk basah maupun kering. Hal ini menyebabkan peningkatan permintaan masyarakat terhadap komoditas perikanan. Meningkatkan permintaan terhadap komoditas belut secara otomatis akan menciptakan peluang agribisnis tersendiri. Oleh karena itu, tidaklah mengherankan jika kini berternak belut mulai banyak dilirik oleh pelaku agribisnis. Mereka berusaha membidik peluang pasar budidaya ini meskipun di daerah-daerah tertentu pengadaan benih belut sangat sulit untuk didapatkan. Pada artikel pendek ini, hanya akan dibahas mengenai cara budidaya untuk konsumsi, dengan masa budidaya selama 2-3 bulan.
CARA BUDIDAYA:
  • Meskipun mudah dilakukan, tetapi teknik atau cara budidaya belum banyak diketahui oleh peternak belut. Hal ini disebabkan secara kultur teknis ternak belut memang masih belum banyak dilakukan. Untuk mendapatkan informasi mengenai teknik budidaya yang baik dapat Anda simak pada ulasan-ulasan di bawah ini, namun sebelum melangkah lebih lanjut, tidak ada salahnya kalau kita mengenal belut lebih dalam lagi untuk sedikitnya membantu memudahkan proses budidaya disamping juga menambah wawasan kita sebagai seorang petani belut.

Sumber: https://newsinfilm.com/

PEMBESARAN IKAN HIAS CUPANG

  • PEMBESARAN IKAN HIAS CUPANG

  • Induk ikan hias cupang betina akan mengeluarkan telurnya yang segera akan diikuti induk jantan dengan menyemprotkan spermanya. Telur-telur akan melekat di busa yang berwarna putih itu. Sebagian telur yang jatuh akan dipungut oleh kedua induknya dan ditempatkan bersama sekumpulan telur yang lain.
  • Telur yang dibuahi oleh sperma ikan hias cupang jantan akan menetas dalam tempo tidak lebih dari 24 jam, pada suhu 24°C. Benih yang telah menetas akan berdiam di sekitar tempatnya semula. Baru setelah melewati masa tiga hari benih-benih akan mulai terlihat berpindah, berenang bebas. Pada saat inilah harus diberikan makanan, sebab kandungan kuning telurnya sudah habis. Juga jangan lupa memindahkan induk jantannya. Sedangkan induk betina sudah harus dipisah begitu selesai memijah.

IKAN HIAS CUPANG

  • Mengingat tempat pemijahan yang relatif sempit dan untuk menyelamatkan benih-benih yang masih lemah, maka setelah berumur seminggu benih sudah boleh dipindahkan ke lain tempat. Tempat yang baru, boleh berupa bak semen atau akuarium yang berukuran agak besar.
  • Pemindahan dilakukan pagi hari di saat suhu masih rendah dengan mengikutsertakan sebagian airnya. Air yang dipakai di tempat baru sebaiknya telah diendapkan sehari semalam, dengan ketinggian air tidak boleh lebih dari 25 cm. Di dalam bak ini boleh ditempatkan satu atau dua rumput eceng gondok yang berakar rimbun sebagai tempat peneduh dan perlindungan dari tetesan air hujan. Jangan lupa membersihkan lebih dulu sebelum menempatkan dalam bak pendederan, sebab jika alpa dapat fatal akibatnya.
  • Makanan pertama kali yang diberikan oleh infusaria atau air hijau yang dapat diperoleh dari permukaan kolam. Kemudian rotifera yang disusul kutu air yang kecil, sebelum akhirnya benih mampu menelan cacing sutra.
  • Penggantian air dilakukan seminggu sekali dengan membuang tidak lebih dari 2/3 bagian air lama. Penggantian air dilakukan dengan menyipon air lama memakai slang dan menggantinya dengan air yang telah diendapkan sehari semalam.
  • Pemindahan kedua dilakukan setelah benih berumur sebulan, ke bak yang lebih lapang. Atau bisa juga dengan mengurangi kepadatan benih dalam kolam dengan memindahkan sebagian ke bak lain. Sementara itu induk ikan hias cupang dapat dikawinkan lagi setelah waktu empat minggu, kadang-kadang malah bisa kurang.
Sekian Informasi yang dapat kami sampaikan mengenai Cara Budidaya Ikan Hias Berkualitas untuk anda sekalian, semoga dapat membantu anda. Kunjungi juga Cara Dan Teknik Budidaya Belut Hasil Maksimal sebagai tambahan referensi untuk anda. Salam sukses dan terimakasih.

KONSEP-KONSEP SOSIOLOGI HUKUM

KONSEP-KONSEP SOSIOLOGI HUKUM

  1. Hukum Berfungsi Sebagai Sarana Social Control (Pengendalian Sosial)

    Hukum sebagai sosial control : kepastian hukum, dalam artian undang-undang yang dilakukan benar-benar terlaksana oleh penguasa, penegak hukum. Fungsinya masalah penginteraksian tampak dominan, dengan terjadinya beberapa-perubahan pada faktor tersebut diatas, hukum wajib menjalankan usahanya semaksimal mungkin sehingga konflik-konflik serta kepincangan kepincangan yang mungkin timbul tidak mengganggu ketertiban serta produktivitas masyarakat
    Pengendalian sosial adalah suatu cara untuk menciptakan kondisi seimbang di dalam masyarakat, yang bertujuan terciptanya suatu keadaan yang serasi antara stabilitas dan perubahan di dalam masyarakat. Maksudnya adalah hukum sebagai alat memelihara ketertiban dan tercapainya keadilan. Pengendalian sosial terdiri atas semua elemen yang menciptakan serta memelihara ikatan sosial. Hukum merupakan sarana yang dipaksakan untuk melindungi warga masyarakat dari perbuatan dan ancaman yang membahayakan dirinya dan harta bendanya.

  2. Hukum Berfungsi Sebagai Sarana Social Engineering
    Hukum dapat bersifat sosial engineering : merupakan fungsi hukum dalam pengertian konservatif, fungsi tersebut diperlukan dalam tiap bentuk masyarakat, termasuk pada masyarakat yang sedang mengalami proses pergolakan dan pembangunan. Mencakup kekuatan-kekuatan yang menciptakan serta memelihara ikatan sosial yang menganut teori imperative tentang fungsi hukum.
    Hal tersebut dimaksudkan dalam rangka memperkenalkan lembaga-lembaga hukum modern untuk mengubah alam pikiran masyarakat yang selama ini tidak mengenalnya, sebagai konsekuensi Negara sedang membangun, yang kaitannya menuju modernisasi dalam meningkatkan taraf hidup masyarakat.
    Maksudnya adalah hukum sebagai sarana pembaharuan dalam masyarakat. Hukum bisa berperan dalam mengubah bentuk pemikiran masyarakat dari pola pemikiran yang tradisional ke dalam pola pemikiran yang rasional/modern.

 

  SEJARAH PERKEMBANGAN SOSIOLOGI HUKUM

  SEJARAH PERKEMBANGAN SOSIOLOGI HUKUM

  SEJARAH PERKEMBANGAN SOSIOLOGI HUKUM

  SEJARAH PERKEMBANGAN SOSIOLOGI HUKUM

  1.  Pengaruh Dari Filsafat Hukum

Pengaruhnya yang khas adalah dari istilah ‘Law In Action’, yaitu beraksinya atau berprosesnya hukum. Menurut Pound, bahwa hukum adalah suatu proses yang mendapatkan bentuk dalam pembentukan peraturan perundang-undangan dan keputusan hakim atau pengadilan. Dengan maksud yaitu kegiatan untuk menetralisasikan atau merelatifkan dogmatif hukum. Juga hukum sebagai sarana untuk mengarahkan dan membina masyarakat.

  1.  Ilmu Hukum (Hans Kelsen)

Ajaran Kelsen “The Pure Theory of Law” (Ajaran Murni Tentang Hukum), mengakui bahwa hukum dipengaruhi oleh faktor-faktor politisi sosiologis, filosofis dan seterusnya. Kelsen juga mengemukakan bahwa setiap data hukum merupakan susunan daripada kaedah-kaedah (stufenbau), yang berisikan hal-hal sebagai berikut :

  1. Suatu tata kaedah hukum merupakan sistem kaedah-kaedah hukum secara hierarkis.
  2. Susunan kaedh-kaedah hukum yang sangat disederhanakan dari tingkat terbawah keatas, adalah :

1)        Kaedah-kaedah individuil dari badan-badan pelaksana hukum terutama pengadilan.

2)        Kaedah-kaedah umum didalam undang-undang atau hukum kebiasaan.

3)         Kaedah daripada konstitusi

  1. Sahnya kaedah hukum dari golongan tingkat yang lebih rendah tergantung atau ditentukan oleh kaedah yang termasuk golongan tingkat yang lebih tinggi.
  2.  Sosiologi (Pengaruh ajaran-ajaran Durkheim dan Weber)

Durkheim berpendapat bahwa hukum sebagai kaedah yang bersanksi, dimana berat ringan sanksi tergantung pada sifat pelanggaran, anggapan serta keyakinan masyarakat tentang baik buruknya perikelakuan tertentu, peranan sanksi tersebut dalam masyarakat. Setiap kaedah hukum mempunyai tujuan berganda yaitu :

  1. menetapkan dan merumuskan kewajiban-kewajiban
  2. menetapkan dan merumuskan sanksi-sanksi.

Sedangkan ajaran-ajaran yang menarik dari Max Weber adalah tipe-tipe ideal dari hukum yang sekaligus menunjukkan suatu perkembangan yaitu :

  1. hukum irrasionil dan materiel, dimana pembentuk undang-undang dan hakim mendasarkan keputusan-keputusannya semata-mata pada nilai-nilai emosional tanpa mengacu pada suatu kaedah hukum.
  2. hukum irrasionil dan formil, dimana pembentuk undang-undang dan hakim berpedoman pada kaedah-kaedah yang didasarkan pada wahyu dan ramalan-ramalan.
  3. hukum irrasionil dan materiel dimana keputusan para pembentuk undang-undang dan hakim didasarkan ada kitab suci, idiologi atau kebijaksanaan penguasa.
  4. hukum irrasionil dan formil, dimana hukum dibentuk atas dasar konsep-konsep dari ilmu hukum

Sumber :

https://nomorcallcenter.id/

Kesimpulan

Kesimpulan

  1. Secara fitrah, manusia adalah makhluk sosial yang tidak bisa mengisolasi diri. Manusia saling bahu membahu untuk memenuhi kebutuhan bersama dengan membentuk institusi sebagai sarana untuk mewujudkan cita-cita kebutuhan bersama, termasuk kebutuhan akan terwujudnya keadilan dan perlunya institusi hukum sebagai sarana untuk mewujudkannya.
  2. Sosiologi adalah ilmu yang mempelajari tentang kemasyarakatan, baik itu proses sosial, interaksi sosial masyarakat, lembaga sosial masyarakat, perubahan gaya hidup, struktur sosial masyarakat, mobilitas sosial, gender, perubahan sosial, perlawanan sosial, konflik, integrasi sosial, keluarga dan sebagainya.
  3. Hukum adalah keseluruhan norma yang oleh penguasa masyarakat yang berwenang menetapkan hukum, dinyatakan atau dianggap sebagai peraturan yang mengikat bagi sebagian atau seluruh anggota masyarakat tertentu, dengan tujuan untuk mengadakan suatu tata yang dikehendaki oleh penguasa tersebut.
  4. Sosiologi hukum merupakan cabang ilmu pengetahuan yang memahami, mempelajari, menjelaskan secara analiti sempiris tentang persoalan hukum dihadapkan dengan fenomena-fenomena lain dimasyarakat. Hubungan timbal balik antara hukum dengan gejala-gejala sosial lainnya merupakan bagian yang tidak terpisahkan dalam mempelajari sosiologi hukum. Jadi, titik tekan Sosiologi hukum ini lebih mengarah kepada pola perilaku masyarakat dalam memandang hukum yang terjadi disekitar mereka. Bagaimana suatu masyarakat mentaati hukum, dan melanggar hukum, dan menjalani hukum tersebut. Sosiologi hukumpun sangat dibutuhkan oleh masyarakat karena sosiologi hukum ini akan memberi penjelasan dari setiap objek yang dipelajarinya,
  5. Kelahiran dan perkembangan aliran dan pemikiran dalam sosiologi hukum telah dipengaruhi oleh aliran filsafat hukum dan pemikiran para sosiolog, seperti Emile Durkheim dan Max Weber.
  6. Ruang lingkup sosiologi hukum secara umum, yaitu hubungan antara hukum dengan gejala-gejala sosial sehingga membentuk kedalam suatu lembaga sosial ( social institution) yang merupakan himpunan nilai-nilai, kaidah-kaidah dan pola-pola perikelakuan yang berkisar pada kebutuhan-kebutuhan pokok manusia yang hidup dimasyarakat dan atau dalam lingkup proses hukumnya ( law in action) bukanlah terletak pada peristiwa hukumnya (law in the books).
  7. Saran

Dalam penyajian makalah ini dirasakan penulis masih jauh dalam kesempurnaan, oleh karenanya memohon kritik yang membangun guna penyempurnaan dan perbaikan dari penyajian makalah ini, selanjutnya diharapkan dengan adanya pembahasan ini dapat lebih memahami arti, aliran pemikiran, ruang lingkup dan masalah yang dijumpai dalam materi sosiologi hukum.

 

Sumber :

https://callcenters.id/

PENAGIHAN KAS

PENAGIHAN KAS

PENAGIHAN KAS

PENAGIHAN KAS

PENAGIHAN KAS

 

A.        ADMINISTRASI PENERIMAAN KAS

salah satu tujuan utama manajemen keuangan adalah mengusahakan adanya penggunaan secara berhati-hati dan efisien. ditinjau dari segi penagihan kas, ada dua fase yaitu;
1.         mempercepat penagihan
2.         pengendalian yang intern yang layak tehadap penaguhan.

B.        MEMPERCEPAT PENAGIHAN

Ada dua metode yang lasim dipergunakan untuk mempercepat pengalihan, yaitu lock-box sistem dan area concentration banking.    lock-box system meliputi penyelenggaraan berbagai rekening/simpanan dalam berbagai area geografis yang mempunyai pengalihan kas dalam jumlah besar, sehinggah penyetor dan para pelanggan akan memakan waktu yang lebih sedikit dalam perjalanan, paling baik apabila tidak lebih dari satu hari.

Menurut sistem area concentration banking

unit lokal perusahaan yang menagih pembayaran dan disetor/ disimpan dalam bank setempat. dari bank lokal, biasanya melalui kiriman kawat/telegram, dana dipindahkan dengan sangat cepat kepada beberapa area atau concentration bank. dana lebih dipindahkan secara otomatis  melalui talegram kepada bank dari kanor pusat perusahaan. dalam cara ini maka waktu dalam perjalanan dapat dipersingkat.
controller diharapkan mengetahui kedua cara tersebut dan cara-cara lain untuk mempercepat penagihan, dan membantu kepala bagian keuangan, bilamana perlu.

C.       PENGENDALIAN INTERN ATAS PENERIMAAN KAS

Dalam organisasi perusahaan pada umumnya dijumpai banyak jenis transaksi yang biasa atau rutin. Beberapa sumber yang rutin adalah ;
a)     Penerimaan melalui pos,
b)     Penjualan kontan,
c)      Penjualan kredit.
Tentunya semua perusahaan mempunyai transaksi lain yang kurang bersifat rutin, seperti penerimaan penjualan harga tetap, yang dapat ditangani oleh pejabat tertentu atau memerlukan prosedur khusus. Kebanyakan masalah kas akan berpusat pada transaksi yang baru dikemukakan diatas, karena untuk penerimaan kas yang lebih bersifat luar biasa atau kurang banyak dengan mudah dapat dekenakan suatu pengecekan yang sederhana.
Dengan tidak mempersoalkan sumber kasnya, basis untuk pencegahan kesalahan atau kecurangan adalah prinsip pengecekan  intern (internai check). System tersebut meliputi pemisahan fungsi antara pengurusan fisik uang dengan penyelenggaraan pembukuannya. System itu mengharuskan pekerjaan seseorang pegawai dengan pegawai lain dapat saling melengkapi.
System pengendalian intern harus dirancang atas dasar masing-masing organisasi. Akan tetapi terdapat saran umum yang dapat membantu controller dalam menelaah situasi pada perusahannya sendiri:
  1. Semua penerimaan kas melalui pos harus dicatat sebelum ditransfer kepada kasir.
  2. Semua penerimaan harus disetor sepenuhnya setiap hari.
  3. Tanggung jawab untuk menangani kas harus dirumuskan dengan jelas dan ditetapkan secara pasti.
  4. Biasanya fungsi penerimaan kas dan pengeluaran kas harus diisahkan sama sekali (kecuali dalam lembaga keuangan).
  5. Penanganan fisik kas harus dipisahkan seluruhnya dari penyelenggaraan pembukaan, dan kasir tidak brwenang/berhak terhadap pembukuan.
  6. Para agen dan walil lapangan diharuskan memberikan kwitansi tanda terima, tentunya dengan meninggalkan tembusan untuk arsip.
  7. Rekonsiliasi bank harus dilakukan oleh mereka yang tidak menangani kas atau menyelenggarakan pembukaan.
  8. Semua pegawai yang menangani kas atau pembukuan kas diharuskan mengambil cuti, orang lain harus menggantikannya selama masa cuti.

Baca Juga :