twittsev.com

Situs Web Pendidikan Terupdate

Teori-Teori Dalam Etika

Teori-Teori Dalam Etika

Etika sebagai ilmu memiliki sejumlah ruang lingkup kajian, Yakni: Etika menginvestigasi sejarah dalam sekian banyak aliran, lama dan baru mengenai tingkah laku manusia, etika membicarakan tentang cara- teknik menghukum,, menilai baik dan buruk sebuah pekerjaan, etika menginvestigasi faktor- hal penting yang mencetak memenuhi, dan mendorong lahirnya tingkah laku manusia.

Egoisme Adalah tindakan yang memberi hasil atau manfaat untuk diri sendiri. Egoisme secara praktis terlihat dalam aliran inilah ini.

Hedonisme

Hedonisme berarti corak kebiasaan yang lebih mengutamakan kesukaan dalam hati yang mempunyai sifat materi. Mereka berasumsi ukuran makmur atau tidaknya sebuah kehidupan, bahagia atau tidaknya sebuah kehidupan seseorang melulu dapat di identifikasi. dengan kesukaan materi. Mereka hendak memenuhi keakuannya guna mendapatkan kenikamatan apapun bakal mereka kerjakan untuk mengejar kesenangan tersebut tanpa adanya rasa putus asa.

Eudaemonisme

Eudaemonisme berarti bahagia atau kebahagiaan yang lebih tertuju pada rasaa bahagia yang bertujuan untuk mendapat kebahagiaan. Aristoteles berasumsi bahwa kebahagiaan terjangkau dalam pekerjaan yang merrealisasikan bakat bakat dan kesukaan manusia. Setiap insan harus hidup dengan mengembangkan bakat dan keterampilan yang terdapat pada dirinya, sampai-sampai kebahagiaan yang adalahtujuan tersebut akan tercapai.

Deontologisme

Deontologisme berasumsi baik buruknya sebuah tindakan tidak diukur menurut dampak yang ditimbulkannya, namun menurut sifat-sifat tertentu dar itindakan dan tindakan yang bakal dilakukan. Bentuk dari Deontologisme terdapat 2, yaitu:

1) Deontologisme perbuatan Tema sentralnya ialah baik dan buruknya sebuah tindakan bisa dirumuskan untuk kondisi tertentu dan sama sekali tidak terdapat ketentuan umum.

2) Deontologisme ketentuan Kaidah yang berlaku ialah baik buruknya perbuatan diukur pada satu atau sejumlah peraturan yang berlaku umum, tidak disaksikan dari baik buruknya tindakan itu.

Utilitarianisme

Teori ini berasumsi bahwa baik buruknya perbuatan seseorang tersebut diukur dari dampak yang ditimbulkannya, jadi sebuah perbuatan disebutkan baik andai membawa manfaat. Sebaliknya, disebutkan buruk andai menimbulkan mudharak. Untuk tersebut paham ini mengatakan supaya setiap orang menjadikan dirinya membawa guna sebesar-besarnya. Ada 2 format utilitarianisme:

1)Utilitariaanisme perbuatan format ini menganjurkan supaya segala tindakan insan menghasilkan dampak baik yang sebesar mungkin, semua teknik harus ditempuh dan dilakukan untuk menjangkau tujuan dari perbuatan tersebut.

2)Utilitarianisme ketentuan Bentuk dari utilitarianisme peraturan ialah bertindaklah tidak jarang kali sesuai dengan kaidah-kaidah, yang penetapannya mengahasilkn kelebihan dampak baik yang sebesar mungkin dikomparasikan dengan akibat-akibat buruknya.

Sumberhttp://casathome.ihep.ac.cn/team_display.php?teamid=479512

Keunggulan dari model Course Review Horay

Keunggulan dari model Course Review Horay

Keunggulan dari model Course Review Horay

Keunggulan dari model Course Review Horay

Keunggulan dari model Course Review Horay

Keunggulan dari model Course Review Horay dalam pembelajaran tersebut menjadi bahan menarik bagi peneliti dalam meningkatkan hasil belajar peserta didik. Penelitian model pembelajaran Course Review Horay pernah dilakukan beberapa peneliti, diantaranya penelitian yang dilakukan oleh Widyani Made dkk pada tahun 2014 dengan judul “PENGARUH MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE COURSE REVIEW HORAY (CRH) BERBANTUAN MEDIA AUDIO VISUAL TERHADAP HASIL BELAJAR IPA PESERTA DIDIK KELAS V SD SARASWATI 2 DENPASAR”. Hasil penelitian menunjukkan uji-t diperoleh t hitung = 8,35 dan taraf signifikan 5%, sehingga terdapat perbedaan hasil belajar IPA dengan model Course Review Horay (CRH) dengan rata-rata sebesar 76,43 sedangkan pembelajaran konvensional dengan rata-rata 70,75. Pada tahun 2013 Liliana dkk telah melakukan penelitian dengan judul “EFEKTIVITAS MODEL PEMBELAJARAN COURSE REVIEW HORAY TERHADAP HASIL BELAJAR SISWA MATA PELAJARAN EKONOMI”. Hasil penelitian menunjukan nilai kelas eksperimen lebih tinggi dibanding kelas kontrol. Penelitian dengan judul “KEFEKTIFAN MODEL COURSE REVIEW HORAY TERHADAP PENINGKATAN HASIL BELAJAR IPS” yang dilakukan oleh Meidian Kusumahati memberikan hasil thitung > ttabel (5,1311 > 2, 373). Hal ini menyatakan bahwa pembelajaran yang menggunakan model Course Review Horay lebih tinggi dengan rata-rata 81,25 dibanding pembelajaran konvensional dengan rata-rata nilai 68,55.
Pada penelitian di atas terdapat persamaan dan perbedaan. Persamaan dalam penelitian tersebut terletak pada model pembelajaran, fokus terhadap hasil belajar dan instrument observasi serta tes dalam melaksanakan penelitian. Persamaan lain yang terlihat yaitu hasil belajar peserta didik dalam pembelajaran yang menggunakan Course Review Horay mengalami peningkatan yang signifikan. Sedangkan perbedaan pada penelitian tersebut terletak pada media penelitian, mata pelajaran yang akan diteliti, subyek penelitian dan rancangan desain penelitian.
Jenis penelitian yang dilakukan peneliti adalah penelitian kuasi eksperimen. Penelitian menggunakan metode eksperimen dan nonequivalent control group design. Penelitian ini mencari pengaruh perlakuan model Course Review Horay terhadap hasil belajar IPS peserta didik. Pada penelitian terdahulu, diketahui bahwa model Course Review Horay dapat meningkatkan hasil belajar peserta didik sehingga penelitian tersebut dapat sebagai acuan dan memperkuat teori dalam penelitian ini. Pada penelitian ini, peneliti menggunakan variabel yang sama dan lokasi penelitian yang lebih luas dibanding dengan penelitian sebelumnya. Peneliti juga menggunakan instrument yang mencakup wawancara terstruktur, observasi, tes dan dokumentasi. Adanya indikator hasil belajar yang lebih jelas dalam aspek kognitif mencakup pengetahuan, pemahaman, penerapan, dan analisis sehingga proses pencapaian hasil belajar peserta didik terlihat dengan jelas. Kejelasan dari hasil belajar tercermin dari tujuan instruksional yang berisi rumusan kemampuan yang dikuasai peserta didik sebagai dasar penilaian. Sehingga, hasil belajar menandakan hasil tercapainya tujuan dari proses pembelajaran.
Berdasarkan uraian latar belakang tersebut, peneliti memandang penting penelitian ini untuk menambah kajian tentang model pembelajaran Course Review Horay dan hasil belajar. Dengan demikian, judul penelitian yang peneliti laksanakan adalah “KEEFEKTIFAN MODEL TIPE COURSE REVIEW HORAY TERHADAP HASIL BELAJAR IPS PESERTA DIDIK KELAS IV SDN DI GUGUS X”.

KEEFEKTIFAN MODEL TIPE COURSE REVIEW HORAY

KEEFEKTIFAN MODEL TIPE COURSE REVIEW HORAY

KEEFEKTIFAN MODEL TIPE COURSE REVIEW HORAY

KEEFEKTIFAN MODEL TIPE COURSE REVIEW HORAY

KEEFEKTIFAN MODEL TIPE COURSE REVIEW HORAY

Pendidikan merupakan sarana untuk meningkatkan kualitas manusia dengan segala upaya secara sadar untuk mengubah tingkah laku seseorang dalam keberlangsungan pembangunan bangsa. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 1 Ayat 1 menyebutkan bahwa pendidikan adalah usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta ketrampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara.
Permendikbud Nomor 65 Tahun 2013 menyebutkan bahwa proses pembelajaran pada satuan pendidikan diselenggarakan secara interaktif, inspiratif, menyenangkan, menantang, memotivasi peserta didik untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup prakarsa, kreativitas, dan kemandirian sesuai bakat, minat, dan perkembangan fisik serta psikologis peserta didik. Untuk itu setiap satuan pendidikan melaksanakan proses pembelajaran, pelaksanaan pembelajaran serta penilaian proses pembelajaran untuk meningkatkan efisiensi dan efektivitas ketercapaian kompetensi lulusan.
Selaras dengan pernyataan di atas, Standar Kompetensi dan Kompetensi Dasar tingkat SD/MI dalam Permendikbud Nomor 22 Tahun 2006 tentang Standar Isi untuk satuan pendidikan dasar dan menengah menyatakan bahwa Ilmu Pengetahuan Sosial (IPS) merupakan salah satu mata pelajaran yang diberikan mulai dari SD/MI/SLB sampai SMP/MTs/SMPLB. IPS mengkaji seperangkat peristiwa, fakta, konsep, dan generalisasi yang terkait dengan isu sosial. Pada jenjang SD/MI mata pelajaran IPS mengarahkan peserta didik untuk menjadi warga negara Indonesia yang demokratis, dan bertanggung jawab, serta warga yang cinta damai. Oleh sebab itu, mata pelajaran IPS dirancang untuk mengembangkan pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan untuk menyesuaikan terhadap kondisi sosial di masyarakat dalam memasuki kehidupan masyarakat yang dinamis.
Pembelajaran IPS yang dilakukan seorang guru harus interaktif dalam rangka mencapai tujuan yang diharapkan. Keberhasilan dari kegiatan pembelajaran dapat dicapai apabila guru melaksanakan pembelajaran yang efektif bagi peserta didik. Keefektifan pembelajaran bagi peserta didik di kelas dapat dicapai dengan perencanaan yang tepat, pelaksanaan kegiatan pembelajaran yang baik, pengalaman pembelajaran bermakna, indikator dan penilaian proses pembelajaran. Untuk menciptakan keefektifan pembelajaran dalam kegiatan pembelajaran, maka diperlukan model dan strategi pembelajaran agar menunjang proses pembelajaran dan memberikan pengalaman pembelajaran yang bermakna bagi peserta didik (Trianto, 2014 : 19).

Model pembelajaran Course Review Horay adalah salah satu model pembelajaran yang dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi peserta didik. Model pembelajaran Course Review Horay merupakan model pembelajaran inovatif yang menciptakan pembelajaran yang efektif dengan suasana yang meriah, menyenangkan dan menarik. Model pembelajaran ini juga melatih peserta didik untuk saling menghargai, berdiskusi dan kerjasama dalam menyelesaikan tugas-tugasnya. Sehingga model pembelajaran Course Review Horay dapat menciptakan kelas dengan pembelajaran yang efektif yang dapat meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia (Huda, 2014 : 229-230).

Berbeda dengan pernyataan di atas, pembelajaran yang terjadi di Indonesia masih rendah. Supardi (2012 : 114) menyatakan model kegiatan pendidikan di Indonesia lebih banyak menyeragamkan pola pengajaran secara klasikal dengan slogan “masuk bareng keluar bareng” yang menyalahi dari konsep pendidikan yang sesungguhnya. Pembelajaran di sekolah sebagai salah satu bentuk model pendidikan, seharusnya dilakukan dengan azas demokrasi yang disesuaikan dengan potensi dan kecepatan daya tangkap masing-masing peserta didik. Selain itu, faktor proses dan hasil dari pembelajaran juga mempengaruhi kualitas pendidikan di Indonesia. Hal ini dibuktikan dalam laporan UNESCO pada tahun 2012 yang mengungkapkan bahwa Indonesia berada diperingkat ke-64 dari 120 negara berdasarkan Education Development Index (EDI) atau Indeks Pembangunan Pendidikan. Total nilai EDI itu diperoleh dari rangkuman perolehan empat kategori penilaian, yaitu angka partisipasi pendidikan dasar, angka melek huruf pada usia 15 tahun ke atas, angka partisipasi menurut kesetaraan gender, angka bertahan siswa hingga kelas V Sekolah Dasar (Jakaria, 2014 : 500). Dari permasalahan diatas, maka harus dilakukan peningkatan kualitas pendidikan dengan meningkatkan kualitas pembelajaran, penggunaan model inovatif pembelajaran, sarana dan prasarana pembelajaran sekolah.
Rendahnya kualitas pembelajaran di Indonesia juga terjadi di SDN Gugus X. Hasil pembelajaran IPS untuk mengembangkan pengetahuan, pemahaman, dan kemampuan peserta didik masih rendah. Pada proses pembelajaran IPS di SDN Gugus X, guru masih menerapkan model pembelajaran expository didominasi metode ceramah. Proses pembelajaran yang tidak menggunakan model pembelajaran inovatif dan berpusat pada guru mengakibatkan peserta didik menjadi pasif dan tidak tertarik dengan materi yang diberikan guru. Hal ini sangat mempengaruhi hasil belajar peserta didik.
Berdasarkan hasil wawancara terstruktur didapatkan informasi bahwa proses pembelajaran IPS guru menggunakan model pembelajaran ekspositori yang didominasi metode ceramah, dan tidak ada model pembelajaran inovatif yang digunakan dalam pembelajaran. Saat pembelajaran berlangsung, peserta didik diberi penjelasan materi yang banyak sehingga materi tidak dikuasai peserta didik dengan optimal. Peserta didik juga kurang giat mengulang pelajaran IPS, kurang fokus dalam pelajaran, rasa kantuk yang menular ke peserta didik lain dan rasa bosan terhadap pembelajaran sehingga terkadang guru mengambil langkah untuk bernyanyi bersama sambil tepuk tangan untuk mengembalikan semangat belajar peserta didik. Rasa senang yang dirasakan peserta didik dapat mengembalikan pembelajaran yang kondusif Ditemukan hasil belajar beberapa peserta didik belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) yang telah ditentukan, yaitu 67. Oleh karena itu, diperlukan suatu penelitian yang memberikan inovasi pembelajaran dengan suasana belajar yang lebih menarik, interaktif, menyenangkan karena peserta didik dapat bermain dan bernyanyi bersama serta memberikan ruang untuk berpartisipasi aktif dalam pembelajaran yang efektif.
Belajar efektif mempunyai arti penting bagi setiap peserta didik. Belajar adalah bentuk kegiatan psikologis, fisik, dan sosial menuju ke perkembangan pribadi seutuhnya. Belajar akan mengolah kegiatan jiwa dan raga untuk mendapatkan suatu perubahan tingkah laku. Perubahan tingkah laku dari belajar bersifat permanen sebagai hasil dari interaksi pengalaman dengan lingkungannya (Suprijono, 2013 : 3).
Model pembelajaran sebagai suatu inovasi pembelajaran yang dirancang untuk membantu peserta didik memahami teori melalui pengalaman belajar dan praktik empirik. Pembelajaran Course Review Horay (CRH) merupakan cara pembelajaran yang dapat menciptakan suasana kelas menjadi meriah dan menyenangkan karena setiap siswa yang dapat menjawab benar diwajibkan berteriak ‘hore!!’ atau yel-yel lainnya. Metode ini menguji pemahaman siswa dalam menjawab soal, di mana soal tersebut dituliskan pada kartu atau kotak yang telah dilengkapi nomor (Huda, 2014 : 229).
Model Course Review Horay (CRH) termasuk model pembelajaran kooperatif yang merupakan bagian dari strategi pembelajaran inovatif dan dapat mendorong peserta didik menjadi aktif. Pembelajaran kooperatif merupakan pembelajaran yang diyakini sebagai praktik pedagogis untuk meningkatkan proses pembelajaran, gaya berpikir tingkat tinggi, perilaku sosial sekaligus kepedulian terhadap peserta didik yang memiliki latar belakang kemampuan, penyesuaian, dan kebutuhan yang berbeda-beda. Aktivitas pembelajaran kelompok bahwa setiap peserta didik bertanggung jawab atas pembelajarannya sendiri dan meningkatkan pembelajaran anggota dalam kelompoknya (Huda, 2015 : 27).
Proses pembelajaran model Course Review Horay dapat memacu peserta didik untuk selalu berinteraksi dengan tim, berpikir kritis untuk menyelesaikan masalah bersama, munculnya ide-ide kreativitas, dan menjaga kekompakan tim. Keunggulan dari model ini adalah strukturnya yang menarik, tidak monoton karena diselingi dengan hiburan sehingga suasana tidak menegangkan, semangat belajar yang meningkat karena suasana pembelajaran berlangsung menyenangkan dan skill kerja sama antar siswa yang semakin terlatih (Huda, 2014 : 231).
Penggunaan model pembelajaran kooperatif tipe Course Review Horay terhadap pembelajaran IPS materi masalah sosial dengan Standar Kompetensi 2. Mengenal sumber daya alam, kegiatan ekonomi, dan kemajuan teknologi di lingkungan kab/kota dan provinsi dan Kompetensi Dasar 2.4 Mengenal permasalahan sosial di daerahnya akan menciptakan keefektifan pembelajaran, pengalaman yang bermakna, dan tercapainya tujuan pembelajaran IPS. Pembelajaran IPS yang mengkaji konsep kehidupan nyata dan masalah sosial di masyarakat akan terbantu dengan penerapan model pembelajaran Course Review Horay. Pembelajaran IPS dengan model pembelajaran Course Review Horay dapat mendorong peserta didik dalam menerapkan bimbingan oleh tim, meningkatkan motivasi belajar, menggali makna pengetahuan, mengungkap sudut pandang pengetahuan yang berbeda, menciptakan pemahaman yang bermakna, menghargai pendapat antara anggota, dan memberikan ruang untuk berpartisipasi dalam pembelajaran. Penggunaan model inovatif ini memotivasi peserta didik untuk lebih aktif dan giat dalam proses pembelajaran serta menciptakan situasi pembelajaran yang kondusif dan ideal. Selain itu, pembelajaran model pembelajaran Course Review Horay secara tidak langsung akan meningkatkan hasil belajar IPS peserta didik.

Guru memiliki kesulitan dalam pembelajaran matematika

Guru memiliki kesulitan dalam pembelajaran matematika

Guru memiliki kesulitan dalam pembelajaran matematika

Guru memiliki kesulitan dalam pembelajaran matematika

Guru memiliki kesulitan dalam pembelajaran matematika

Guru memiliki kesulitan dalam pembelajaran matematika. Kesulitan yang pertama yaitu rendahnya aktivitas yang dimiliki siswa pada saat mengikuti pembelajaran matematika. Siswa cenderung pasif dan kurang antusias dalam mengikuti pembelajaran. Guru sudah memberikan kesempatan untuk aktif dalam pembelajaran yaitu dengan cara mengerjakan soal di depan kelas, namun siswa tidak berpartisipasi jika belum ditunjuk oleh guru. Perilaku tersebut menunjukkan masih rendahnya aktivitas dalam diri siswa untuk belajar matematika. Kesulitan kedua yaitu masih banyak siswa yang sulit memahami materi yang diajarkan. Hal ini dikarenakan pembelajaran hanya berpusat pada guru tanpa adanya timbal balik dari siswa.
Siswa hanya menerima informasi yang sampaikan oleh guru. Kebanyakan siswa menerima informasi yang disampaikan oleh guru tanpa dipahami terlebih dahulu. Metode yang digunakan oleh siswa dalam belajar yaitu dengan cara menghafal. Jadi, guru menyampaikan informasi dan siswa hanya menghafal serta menelan mentah-mentah informasi tersebut tanpa memahami terlebih dahulu. Siswa dapat memahami contoh soal yang disampaikan oleh guru di papan tulis, namun ketika diberikan soal yang berbeda siswa tidak dapat mengerjakan soal tersebut. Kondisi yang demikian membuat siswa menjadi bosan dan kurang tertarik pada pembelajaran. Pembelajaran yang menggunakan model konvensional menyebabkan hasil belajar tidak tercapai secara maksimal karena tidak berlangsung secara efektif.
Berdasarkan wawancara dengan guru kelas VA dan VB, menjelaskan siswa kurang aktif dalam pembelajaran matematika. Terdapat siswa yang tidak memperhatikan penjelasan guru, berbicara dengan teman sebangku, dan bermain sendiri. Hal tersebut menjadi hambatan dalam pembelajaran matematika, sehingga belum bisa mencapai hasil pembelajaran yang maksimal.
Faktor lain yang menjadi hambatan pembelajaran matematika yaitu tingkat kemampuan dan kecerdasan siswa yang beraneka ragam. Hal ini menuntut siswa untuk belajar lebih giat daripada siswa yang sudah memiliki kemampuan di atas rata-rata. Beberapa siswa juga beranggapan bahwa matematika merupakan mata pelajaran yang menakutkan, membosankan, dan cenderung tidak menyenangkan dibandingkan mata pelajaran yang lain. Hal ini berdampak kepada aktivitas belajar siswa menjadi rendah baik aktivitas fisik maupun mental sehingga berdampak pada hasil belajar matematika yang kurang maksimal.
Berdasarkan hasil dokumentasi, nilai ulangan akhir semester pembelajaran matematika pada kelas V masih tergolong rendah. Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) untuk mata pelajaran matematika adalah 65. Jumlah siswa kelas V SD Negeri X yaitu sebanyak 50 dan terdapat 30 siswa yang nilainya belum mencapai Kriteria Ketuntasan Minimal (KKM) atau 60%.
Depdikbud (1996) dalam Trianto (2011 : 241) menjelaskan, suatu kelas dikatakan tuntas belajar secara klasikal apabila dalam kelas tersebut terdapat 85% siswa yang tuntas belajarnya. Berdasarkan nilai yang diperoleh, dapat disimpulkan bahwa siswa masih memiliki kemampuan yang rendah dalam pembelajaran matematika. Hal ini dikarenakan guru belum menerapkan model pembelajaran yang tepat sehingga aktivitas dan hasil belajar siswa masih rendah.
Berdasarkan permasalahan di atas perlu adanya alternatif pemecahan masalah, yaitu dengan menciptakan pembelajaran yang efektif. Pembelajaran efektif dapat tercapai dengan cara menciptakan suasana kelas yang menyenangkan, sehingga siswa mendapatkan kesempatan untuk berinteraksi satu sama lain (Hamruni, 2012 : 29). Pembelajaran yang menyenangkan dapat terlaksana apabila siswa terbebas dari rasa takut dan ketegangan. Suasana yang demikian dapat mengembangkan seluruh potensi yang dimiliki siswa.
Penerapan pembelajaran yang efektif dilaksanakan dengan menerapkan pembelajaran kooperatif. Pembelajaran kooperatif merupakan rangkaian kegiatan belajar yang dilakukan oleh siswa dalam kelompok-kelompok tertentu untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah dirumuskan (Andayani, 2014 : 193). Tujuan pembelajaran kooperatif tidak hanya meningkatkan potensi akademik, akan tetapi juga meningkatkan keterampilan sosial siswa.
Pembelajaran kooperatif memiliki berbagai macam model di dalamnya. Model pembelajaran merupakan suatu perencanaan atau suatu pola yang digunakan sebagai pedoman dalam merencanakan pembelajaran di kelas (Ngalimun, 2014 : 27). Model pembelajaran yang diterapkan harus disesuaikan dengan karakteristik siswa.
Siswa pada jenjang sekolah dasar memiliki karakteristik senang bermain, bergerak, bekerja dalam kelompok, dan melakukan sesuatu secara langsung. Guru perlu mengembangkan pembelajaran yang mengandung unsur permainan dan mengusahakan siswa berpindah atau bergerak. Belajar dalam kelompok dapat memberikan kesempatan bagi siswa untuk terlibat langsung dalam pembelajaran (Desmita, 2014 : 35).
Salah satu model pembelajaran yang menjadi alternatif pemecahan masalah pada mata pelajaran matematika yaitu model pembelajaran Two Stay Two Stray (TSTS). Model pembelajaran ini dilaksanakan dengan cara berbagi pengetahuan dan pengalaman dengan kelompok lain. Huda (2014b : 207) menyatakan model Two Stay Two Stray mempunyai tujuan agar siswa dapat bekerja sama, bertanggung jawab, saling membantu memecahkan masalah dan melatih siswa untuk bersosialisasi dengan baik.
Peneliti memilih model pembelajaran Two Stay Two Stray dengan alasan prosedur dalam model pembelajaran tersebut dapat mengaktifkan siswa dalam pembelajaran. Setiap siswa mempunyai tanggung jawab untuk menyelesaikan tugas masing-masing meskipun dilaksanakan secara berkelompok. Model pembelajaran Two Stay Two Stray dapat meningkatkan keterampilan sosial karena setiap siswa berinteraksi dengan berkunjung ke kelompok yang lain ataupun menerima tamu dari kelompok lain.
Pelaksanaan model pembelajaran harus didukung oleh perangkat yang lain, salah satunya yaitu penggunaan teori belajar. Salah satu teori yang dapat digunakan guru dalam pembelajaran matematika yaitu teori Van Hiele. Alasan pemilihan teori Van Hiele yaitu karena teori tersebut mempunyai fase-fase yang dapat memberi kemudahan bagi siswa untuk memahami materi geometri. Pemilihan teori Van Hiele disesuaikan dengan materi yang akan disampaikan yaitu materi geometri tentang bangun datar. Terdapat lima fase dalam melaksanakan pembelajaran teori Van Hiele yaitu fase informasi, orientasi, penjelasan, orientasi bebas dan integrasi (Aisyah, 2007 : 4-9-10).
Model pembelajaran Two Stay Two Stray pernah diterapkan dalam pembelajaran pada jenjang sekolah dasar yang dilaksanakan oleh Dwitantra (2011) yang berjudul “Efektivitas Pembelajaran Misi Kebudayaan Internasional melalui Model Two Stay Two Stray terhadap Hasil Belajar Siswa Kelas IV SD Negeri Kaligangsa Kulon 1 Brebes“. Penerapan teori belajar Van Hiele telah dilakukan dalam penelitian eksperimen oleh Safrina dkk (2014) dari Universitas Syiah Kuala dengan judul “Peningkatan Kemampuan Pemecahan Masalah Geometri melalui Pembelajaran Kooperatif Berbasis Teori Van Hiele“.
Beberapa kajian empiris di atas, menjadi landasan peneliti untuk menerapkan model pembelajaran Two Stay Two Stray berbasis teori Van Hiele dalam mengatasi permasalahan pembelajaran matematika pada siswa kelas V SD Negeri X. Diharapkan melalui penerapan model pembelajaran Two Stay Two Stray berbasis teori Van Hiele pembelajaran matematika dapat berlangsung secara efektif sehingga tujuan pembelajaran tercapai dengan optimal. Penerapan model pembelajaran Two Stay Two Stray berbasis teori Van Hiele sebagai bentuk pengujian keefektifan model dan teori pembelajaran pada mata pelajaran matematika kelas V SD.

Redmi 7 Hadir Resmi di Indonesia, Harga Rp1 Jutaan

Redmi 7 Hadir Resmi di Indonesia, Harga Rp1 Jutaan

Redmi 7 Hadir Resmi di Indonesia, Harga Rp1 Jutaan

Redmi 7 Hadir Resmi di Indonesia, Harga Rp1 Jutaan

Redmi 7 Hadir Resmi di Indonesia, Harga Rp1 Jutaan

Setelah memboyong Redmi Note 7, Redmi kembali membuat

kejutan di pasar Indonesia. Sub-brand dari Xiaomi ini kembali memboyong satu smartphone barunya, Redmi 7. Smartphone ini pun diklaim oleh Redmi membawa banyak perubahan dan peningkatan dari pendahulunya.

Untuk urusan layar, smartphone ini datang dengan bentang berukuran 6,26 inci dan memiliki resolusi HD+. Tidak ketinggalan, smartphone ini juga dipercantik oleh Redmi dengan poni Dot Drop yang menjadi rumah dari kamera depan.

Punya bezel yang lebih kecil, Redmi 7 hadir dalam tiga pilihan warna, yakni Comet Blue, Lunar Red dan Eclipse Black. Sedangkan aspek rasio yang dimiliki oleh smartphone ini adalah 19:9. Layar Redmi 7 juga sudah lulus sertifikasi dari TUV Rheinland serta diproteksi Corning Gorilla Glass 5.

Lantas, bagaimana dengan dapur pacunya? Redmi

mempercayakan SoC Qualcomm Snapdragon 632. Chipset ini dibangun menggunakan Qualcomm Kryo 250 Octa-core yang terdiri dari empat inti performa serta empat inti hemat daya.

Chipset yang dibenamkan juga telah dipasangkan dengan pilihan RAM 2 GB dan 3 GB serta internal storage berkapasitas 16 GB dan 32 GB. Sementara untuk memperluas kapasitas penyimpanan datanya, Redmi 7 juga sudah dibekali slot microSD berkapasitas hingga 512 GB.

Untuk urusan catu dayanya, Redmi telah membenamkan

baterai berkapasitas jumbo, yakni 4.000 mAh. Untuk memotret, Redmi 7 telah dibekali dengan kamera belakang ganda 12 MP + 2 MP serta kamera depan 8 MP. Tidak ketinggalan, Redmi juga menyisipkan teknologi AI.

 

Baca Juga :

Redmi Y3 Muncul dalam Sebuah Video Pendek

Redmi Y3 Muncul dalam Sebuah Video Pendek

Redmi Y3 Muncul dalam Sebuah Video Pendek

Redmi Y3 Muncul dalam Sebuah Video Pendek

Redmi Y3 Muncul dalam Sebuah Video Pendek

Redmi yang kini menjadi sub-brand dari Xiaomi di minggu ini akan merilis Redmi Y3. Perangkat kelas menengah ini akan menjadi smartphone pertama Redmi yang datang dengan dukungan kamera depan alias selfie-camera bereselosi 32 MP.

Namun menjelang peluncurannya, Xiaomi India telah merilis video yang menguji kualitas dari smartphone tersebut. Video berdurasi kurang dari satu menit itu mengonfirmasi bahwa perangkat memang akan diluncurkan sebagai Redmi Y3.

Smartphone ini memiliki dukungan kamera belakang ganda yang diposisikan

secara vertikal di sudut kiri. LED flash ditempatkan di bawah sensor kamera dan pemindai sidik jari ada di tengah. Perangkat yang dipertontonkan berwarna biru, tetapi karena desainnya perangkat tersebut memantulkan warna pelangi.

How about the build quality? See it for yourself. Will you drop your phone like that? #32MPSuperSelfie arriving on 24-04-2019. pic.twitter.com/rYOguJazj3

— Mi India (@XiaomiIndia) April 20, 2019

Di bagian depan, Redmi Y3 memiliki layar yang dipercantik

dengan poni tetesan air. Ya! Poni inilah yang menjadi rumah dari kamera depan dengan resolusi 32 MP. Lantas, bagaimana dengan durabilitas atau daya tahan smartphone tersebut?

Dalam video tersebut bisa kita lihat, Redmi Y3 dimasukkan

ke dalam keranjang sampah yang kemudian dijatuhkan menuruni anak tangga. Dari kejauhan, smartphone tersebut tidak mengalami masalah, tetapi kita tidak bisa melihat dari dekat untuk mengetahui apakah bodinya selamat tanpa cedera.

 

sumber :

https://synthesisters.com/seekers-notes-apk/

Ikutan OPPO, Realme Garap Smartphone dengan Kamera Pop-up

Ikutan OPPO, Realme Garap Smartphone dengan Kamera Pop-up

Ikutan OPPO, Realme Garap Smartphone dengan Kamera Pop-up

Ikutan OPPO, Realme Garap Smartphone dengan Kamera Pop-up

Ikutan OPPO, Realme Garap Smartphone dengan Kamera Pop-up

Realme secara resmi telah merilis Realme 3 Pro dan Realme C2 di pasar India.

Ya! Dalam waktu dekat, Realme juga akan memperkenalkan perangkat barunya itu di pasar Indonesia. Nah! Selain Indonesia, Realme juga akan menyasar pasar Cina.

Terkait dengan kehadiran Realme di pasar Cina, beberapa smartphone baru Realme juga telah lolos sertifikasi TENAA. Menariknya, salah satu dari dua model smartphone Realme yang akan hadir di Cina memiliki desain layar penuh, sekaligus mengisyaratkan desain kamera pop-up.

Dua model smartphone Realme yang telah lolos sertifikasi TENAA

adalah RMX1901 dan RMX1851. Model pertama yang disebutkan tampaknya akan menyasar konsumen kelas premium. Menurut TENAA, RMX1901 akan disokong modul kamera ganda yang ditempatkan secara vertikal di bagian belakang.

Selain itu, TENAA juga menyebutkan ketebalan 9,4 mm, yang selanjutnya mengisyaratkan solusi kamera mekanis pop-up untuk para penyuka foto selfie. Spesifikasi lainnya adalah layar berukuran 6,5 inci dan dukungan baterai berkapasitas 3.680 mAh.

Dari dambar yang diperlihatkan oleh TENAA, tampaknya smartphone tersebut tidak memiliki pemindai sidik jari yang ditempatkan di bagian belakang perangkat. Cukup masuk akal jika RMX1901 ini akan datang dengan pemindai sidik jari di dalam layar alias fingerprint under display.

Model kedua, yakni RMX1851 sepertinya mirip dengan Realme 3 Pro

. Jadi, besar kemungkinan smartphone ini akan meluncur dengan spesifikasi yang sama seperti versi mid-range yang sudah muncul lebih dulu di India dan dalam waktu dekat akan nongol di Indonesia.

Realme 3 Pro datang dengan layar IPS LCD berukuran 6,3 inci dan memiliki resolusi FullHD+. Satu hal yang cukup menarik, smartphone yang dipacu dengan SoC Snapdragon 710 ini layarnya sudah diproteksi dengan Corning Gorilla Glass 5.

 

sumber :

https://synthesisters.com/quickpic-gallery-apk/

Teknologi yang Terkait Antarmuka Telematika

Teknologi yang Terkait Antarmuka Telematika

Teknologi yang Terkait Antarmuka Telematika

Teknologi yang Terkait Antarmuka Telematika

Teknologi yang Terkait Antarmuka Telematika

Antarmuka pemakai (User Interface)
(User Interface) merupakan mekanisme komunikasi antara pengguna (user) dengan sistem. Antarmuka pemakai (User Interface) dapat menerima informasi dari pengguna (user) dan memberikan informasi kepada pengguna (user) untuk membantu mengarahkan alur penelusuran masalah sampai ditemukan suatu solusi.
Macam-macam teknologi yang terkait antara lain, yaitu:

Head-up display
Tampilan Head-up display (HUD) adalah setiap tampilan transparan yang menyajikan data tanpa mengharuskan pengguna untuk melihat dari sudut pandang yang biasa mereka. Asal usul nama berasal dari pilot yang dapat melihat informasi dengan kepala “up” dan melihat ke depan. Meskipun Head-up display pada awalnya dikembangkan untuk penerbangan militer, HUDs sekarang digunakan dalam pesawat komersial, mobil, dan aplikasi lainnya.

HUD of an F/A-18C

HUD in a BMW E60

Tangible user interface
Sebuah user interface yang nyata (TUI) adalah sebuah antarmuka pengguna di mana seseorang berinteraksi dengan informasi digital melalui lingkungan fisik.
Karakteristik Tangible User Interface
1. representasi fisik adalah komputasi digabungkan dengan informasi digital yang mendasari.
2. representasi fisik mewujudkan mekanisme kontrol interaktif.
3. representasi fisik adalah perseptual digabungkan dengan representasi digital secara aktif dimediasi.
4. keadaan fisik tangibles mencakup aspek kunci dari negara digital sistem.

Computer Vision
visi Komputer adalah ilmu dan teknologi mesin yang melihat, di mana lihat dalam hal ini berarti bahwa mesin mampu mengekstrak informasi dari gambar yang diperlukan untuk menyelesaikan tugas tertentu. Data gambar dapat mengambil banyak bentuk, seperti urutan video, pandangan dari beberapa kamera, atau data multi-dimensi dari scanner medis.

Sebagai disiplin teknologi, visi komputer berusaha untuk menerapkan teori dan model untuk pembangunan sistem visi komputer. Contoh aplikasi dari visi komputer mencakup sistem untuk:
* Pengendalian proses (misalnya, sebuah robot industri atau kendaraan otonom).
* Mendeteksi peristiwa (misalnya, untuk pengawasan visual atau orang menghitung).
* Mengorganisir informasi (misalnya, untuk pengindeksan database foto dan gambar urutan).
* Modeling benda atau lingkungan (misalnya, inspeksi industri, analisis citra medis atau model topografi).
* Interaksi (misalnya, sebagai input ke perangkat untuk interaksi komputer-manusia).

Jadi computer vision sangatlah dibutuhkan dan berkembang dalam beberapa bidang yaitu medis atau pengolahan citra medis, dicirikan oleh ekstraksi informasi dari data citra untuk tujuan membuat diagnosis medis pasien. Secara umum, data citra dalam bentuk gambar mikroskop, gambar X-ray, gambar angiografi, gambar ultrasonik, dan gambar tomografi, industri visi komputer, kadang-kadang disebut visi mesin, dimana informasi ini diekstraksi untuk tujuan mendukung proses manufaktur. Salah satu contohnya adalah kendali mutu dimana rincian atau produk akhir yang secara otomatis diperiksa untuk menemukan cacat. Militer visi computer, yang berguna untuk deteksi tentara musuh atau kendaraan dan bimbingan rudal musuh. Atau bisa juga untuk panduan mengirim rudal-rudal ke suatu daerah target dengan lebih spesifik, pendidikan dan teknologi

Baca Juga : 

Pengertian Work Breakdown Structure

Pengertian Work Breakdown Structure

Pengertian Work Breakdown Structure

Pengertian Work Breakdown Structure

Pengertian Work Breakdown Structure

WBS adalah suatu metode pengorganisaian proyek menjadi struktur pelaporan hierarakis. WBS digunakan untuk melakukan Breakdown atau memecahkan tiap proses pekerjaan menjadi lebih detail.hal ini dimaksudkan agar proses perencanaan proyek memiliki tingkat yang lebih baik.
WBS disusun bedasarkan dasar pembelajaran seluruh dokumen proyek yang meliputi kontrak, gambar-gambar, dan spesifikasi. Proyek kemudian diuraikan menjadi bagian-bagian dengan mengikuti pola struktur dan hirarki tertentu menjadi item-item pekerjaan yang cukup terperinci, yang disebut sebagai Wok Breakdown Structure.

Pada prinsipnya Work Breakdown Structure (WBS) adalah pemecahan atau pembagian pekerjaan ke dalam bagian yang lebih kecil (sub-kegiatan), alasan perlunya WBS adalah :
• Pengembangan WBS di awal Project Life Cycle memungkinkan diperolehnya pengertian cakupan proyek dengan jelas, dan proses pengembangan WBS ini membantu semua anggota untuk lebih mengerti tentang proyek selama tahap awal.
• WBS membantu dalam pengawasan dan peramalan biaya, jadwal, dan informasi mengenai produktifitas yang meyakinkan anggota manajemen proyek sebagai dasar untuk membuat perundingan.

ManfaatWork Breakdown Structure (WBS)

  1. Mengurangi kompleksitas
  2. Fasilitas penjadwalan dan pengendalian
  3. Estimasi Biaya (Cost Estimation)
  4. Penyusunan anggaran (Cost Budgeting)
  5. Perencanaan manajemen Risiko
  6. (Risk Management Planning)
  7. Identifikasi aktivitas(Activity Definition)

Sumber : https://anchorstates.net/

Strategi Pengulangan Biaya Manajemen Informasi

Strategi Pengulangan Biaya Manajemen Informasi

Strategi Pengulangan Biaya Manajemen Informasi

Strategi Pengulangan Biaya Manajemen Informasi

Strategi Pengulangan Biaya Manajemen Informasi

Strategi yang paling banyak dimanfaatkan adalah :

1. Strategi Konsolidasi, dapat diikuti dengan mengurangi jumlah lokasi sumber daya informasi yang terpisah. Alasannya adalah sejumlah kecil pemusatan sumber daya yang besar dapat beroperasi lebih efisien dari pada banyak pemusatan sumber daya yang kecil.

2. Downsizing, adalah transfer berbagai aplikasi berbasis komputer perusahaan dari konfigurasi peralatan besar, seperti mainframe ke platform yang lebih kecil seperti komputer mini. Dalam beberapa kasus, platform yang lebih kecil tetap berada dalam IS, dan dalam kasus lain ditempatkan di area pemakai. Pemindahan ke sistem yang kurang mahal tetapi penuh daya ini disebut Smartsizing. Keuntungan downsizing : sistem yang user friendly.

3. Outsourcing, ukuran pemotongan biaya yang dapat berdampak lebih besar bagi IS dari pada downsizing adalah outsourcing. Outsourcing adalah mengkontrakkan keluar semua atau sebagian operasi komputer perusahaan kepada organisasi jasa di luar perusahaan.

Jasa-jasa yang ditawarkan Outsourcers mencakup :

– Entry data dan pengolahan sederhana.

– Kontrak pemrograman.

– Manajemen fasilitas, operasi lengkap dari suatu pusat komputer.

– Integrasi sistem, adalah kinerja semua tugas-tugas siklus hidup pengembangan sistem.

– Dukungan operasi untuk pemeliharaan, pelayanan atau pemulihan dari bencana.

Sumber : https://abovethefraymag.com/