twittsev.com

Situs Web Pendidikan Terupdate

Materi Pondok Ramadan Lengkap, Narasumber Beragam

Materi Pondok Ramadan Lengkap, Narasumber Beragam

Materi Pondok Ramadan Lengkap, Narasumber Beragam

Materi Pondok Ramadan Lengkap, Narasumber Beragam

Materi Pondok Ramadan Lengkap, Narasumber Beragam

Di SMPN 5 Sidoarjo kegiatan pondok Ramadan berlangsung sejak Jumat

(9/6). Sebanyak 300 siswa dari kelas VII dan VIII wajib mengikuti kegiatan tersebut. ’’Di pondok Ramadan, pembahasan materi keagamaannya lebih mendalam,’’ kata Kepala SMPN 5 Sidoarjo Achmad Lutfi.

Dia mencontohkan pembelajaran tentang adab dalam memperlakukan jenazah. Siswa tidak hanya diajari tata cara salat jenazah. Tetapi juga diajarkan cara memandikan jenazah sesuai dengan tuntunan agama. Mulai ujung rambut sampai ujung kaki.

Yang jadi pembeda, seluruh pemateri dan pengisi acara berasal dari luar sekolah. Dengan begitu, tercipta suasana yang baru. ’’Kami bekerja sama juga dengan lembaga pendidikan maarif Sidoarjo,’’ kata Lutfi. Hari ini (13/6) yang mengisi kegiatan dokter Puskesmas Sidoarjo. Ada pembelajaran khusus bagi siswa perempuan. Terutama tentang kesehatan reproduksi. ’’Salah satunya terkait menstruasi dan kesehatan organ reproduksi,’’ lanjutnya.

Materi Pondok Ramadan Lengkap, Narasumber Beragam

Aneka Kegiatan Pondok Ramadan (Grafis: Herlambang/Jawa Pos/JawaPos.com)

Pada Kamis (15/6) Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Sidoarjo juga didatangkan untuk mengisi materi bahaya penyalahgunaan narkoba beserta cara menghindarkan diri dari pengaruh narkoba. ’’Ada juga dari Rohisda mengenai materi bagaimana biar tidak terpengaruh paham-paham radikal,’’ tutur Lutfi.

Pada Selasa (13/6) para peserta pondok Ramadan mengadakan salat Tarawih bersama sekaligus buka bersama. ’’Dua hari sebelumnya mereka pulang sore, tidak sampai salat Tarawih,’’ ucap Lutfi. Hari ini pula mereka menyelenggarakan bagi-bagi makanan untuk berbuka di depan halaman sekolah.

’’Kalau di SMPN 2 Sedati semua materi diisi guru,’’ jelas Waka Kesiswaan SMPN 2

Sedati Trapsusilowati. Sebanyak 365 siswa kelas VII dan 328 siswa kelas VIII mengikuti acara tahunan tersebut. ’’Kami padatkan materi terkait agama. Setiap hari ada praktik salat Duha,’’ papar perempuan yang akrab disapa Trap itu.

Pemantapan materi tersebut mencakup rukun Islam. ’’Terkait pembelajaran zakat. Beberapa hari lagi mulai digelar pengumpulan zakat,’’ ungkapnya. Siswa jadi panitia penerimaan dan pembagian zakat. Mereka mengumpulkan dan mendata setiap zakat fitrah. Juga, menyalurkannya ke siswa lain yang dianggap kurang mampu. Ada juga yang diserahkan ke masjid di sekitar sekolah. ’’Semua mereka kelola sendiri. Kami yang mengarahkan biar dapat pengalaman langsung,’’ jelasnya.

 

Baca Juga :

 

 

Supaya Yang Malu Berani Berekspresi, Cuap-Cuap lewat Radio Ramadan

Supaya Yang Malu Berani Berekspresi, Cuap-Cuap lewat Radio Ramadan

Supaya Yang Malu Berani Berekspresi, Cuap-Cuap lewat Radio Ramadan

Supaya Yang Malu Berani Berekspresi, Cuap-Cuap lewat Radio Ramadan

Supaya Yang Malu Berani Berekspresi, Cuap-Cuap lewat Radio Ramadan

Bulan Ramadan menjadi momen bagi umat muslim untuk meningkatkan amal ibadah.

Di sekolah-sekolah, kegiatan yang berkaitan dengan keagamaan semakin ditingkatkan.

PUKUL 09.30, waktunya istirahat bagi para siswa Sekolah Alam Insan Mulia (SAIM). Mereka mulai berhamburan keluar kelas. Ada yang bermain di halaman, ada pula yang duduk-duduk sambil mengobrol dengan temannya.
Supaya Yang Malu Berani Berekspresi, Cuap-Cuap lewat Radio Ramadan
Radio Ramadan Punya SAIM (Grafis: Rizky Janu/Jawa Pos/.com)

Namun, tak semuanya asyik menikmati jam istirahat dengan bermain. Ada beberapa siswa yang harus melaksanakan tugas khusus hari itu. Yakni, menjadi penyiar dalam kegiatan Radio Ramadan SAIM. Mereka harus belajar bersikap profesional, mendahulukan tugas demi menghibur teman-teman dan seluruh penghuni SAIM.

”Assalamualaikum, hai teman-teman. Hari ini Ambo akan menghibur kalian,” u

cap Sultan Flambo Albana mengawali siaran. Senin (12/6) siswa kelas III Gandaria itu bertugas sebagai penyiar Radio Ramadan. Ambo tidak sendiri. Dia ditemani Ustadah Fira Karim dan Ustadah Ma’rufah. Selain itu, ada M. Hamzah Khadira Rahman dan M. Chalid Khadira Rahman. Si kembar dari TK B.

Sesi pertama diisi dengan pembacaan Surah Al Alaq sekaligus artinya oleh Ambo, Hamzah, dan Chalid. Ustadah Fira dan Mami Ipeh, sapaan Ustadzah Ma’rufah, memuji bacaan ketiganya. ”Semangat sekali bacanya, hayo ini pada puasa enggak?” tanya Ustadah Fira. ”Puasa!” ketiganya menjawab kompak.

Kemudian, ustadah bertanya lagi. ”(Puasa) beduk atau sampai magrib?” sahutnya. ”Sampai magrib,” jawab Ambo, Hamzah, dan Chalid lagi-lagi secara bersamaan.

Mendengar jawaban murid-muridnya, kedua ustadah memberikan tepuk tangan.

Kemudian, mereka bertanya kepada para siswa apa kuncinya bisa tetap ceria meski sedang berpuasa. Ambo yang berada paling dekat dengan keduanya langsung semangat menjawab. Rupanya dia selalu sahur dengan nasi sedikit, minum susu, dan minum air banyak-banyak. ”Berapa ember airnya, Ambo?” tanya Ustadah Fira sambil bercanda. ”Cuma tiga sampai lima gelas saja, ustadah,” jawabnya.

Sesi berbagi tip kuat puasa pun selesai. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan penampilan siswa kelas TK B. Mereka bersama-sama menyanyikan lagu anak-anak yang berkaitan dengan bulan Ramadan. Selesai bernyanyi, anak-anak tersebut menghibur pendengar dengan permainan musik angklung. Mereka memainkan lagi Twinkle-Twinkle Little Star sambil bernyanyi.

Radio Ramadan hanya siaran satu jam saat waktu istirahat. Pukul 10.30, siaran selesai. Aktivitas belajar kembali dimulai. Para siswa kembali ke kelas mengikuti pelajaran. Radio Ramadan memang kegiatan khusus sekolah selama bulan puasa. Karena itu, kegiatan tersebut diisi tema-tema keagamaan.

Koordinator kegiatan Ramadan SD Ustad Sukur Afandi menuturkan, kegiatan dimulai pukul 08.00. Para siswa dan guru berdoa bersama selama 15 menit. Setelah itu, mereka mengikuti materi di kelas. Kemudian, ada Radio Ramadan selama jam istirahat. ”Selama puasa tidak ada pelajaran akademik. Kalaupun ada, hanya satu jam sehari,” tuturnya.

Radio Ramadan diisi oleh siswa, mulai TK hingga SMA. Menurut Afandi, penyiar ditunjuk oleh anggota OSIS. Penunjukan tidak didasarkan pada siswa yang aktif dan pandai berbicara di depan umum. Justru mereka memilih siswa yang pemalu. Tujuannya pembelajaran agar mereka berani tampil.

Begitu pula para pengisi acara hiburan. Siswa yang biasanya tidak berani tampil diharuskan mengisi acara. Mereka boleh menampilkan apa saja. Asalkan bisa didengarkan melalui radio. Harapannya, mereka termotivasi untuk berani unjuk gigi di depan umum.

Kegiatan Radio Ramadan juga tidak berbeda dengan radio kebanyakan. Mereka bisa mengirimkan salam kepada siapa saja. ”Anak yang tadinya malu-malu jadi berani menyampaikan salam ke orang tuanya. Setidaknya unek-uneknya bisa tersampaikan,” jelasnya

 

Sumber :

https://articles.abilogic.com/372235/chemical-periodic-table-system.html

Penambahan Jam Belajar Siswa, KPAI: Bisa Perbesar Kasus Bull‎ying di Sekolah

Penambahan Jam Belajar Siswa, KPAI Bisa Perbesar Kasus Bull‎ying di Sekolah

Penambahan Jam Belajar Siswa, KPAI: Bisa Perbesar Kasus Bull‎ying di Sekolah

Penambahan Jam Belajar Siswa, KPAI Bisa Perbesar Kasus Bull‎ying di Sekolah

Penambahan Jam Belajar Siswa, KPAI Bisa Perbesar Kasus Bull‎ying di Sekolah

Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Asrorun Ni’am Sholeh

mengatakan, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy yang berencana menambah jam belajar siswa menjadi 8 jam sehari dinilai tidak akan efektif, hanya untuk menghilangkan kekerasan dan bullying.

Menurut Asrorun, data KPAI dalam 5 tahun terakhir, kasus kekerasan dan bullying yang terjadi di lingkungan sekolah masih cukup tinggi. Bahkan menduduki peringkat ketiga dari kasus yang masuk ke KPAI.

“Dan ditambahnya jam belajar siswsa ini tidak bisa dijawab hanya dengan mengandangkan anak di sekolah,” ujar Asrorun dalam keterangan tertulis yang diterima JawaPos.com, Rabu (14/6).

Asrorun menilai, kompleksitas permasalahan pendidikan yang salah satunya soal tindak kekerasan

, bukan dipicu oleh kurangnya jam di sekolah. Tetapi masalah tata kelola dan komitmen terhadap lingkungan yang ramah bagi anak.

Hal yang mendesak untuk dilakukan adalah perbaikan sistem pendidikan dengan spirit menjadikan lingkungan sekolah yang ramah bagi anak. Mewujudkan sekolah yang ramah anak jauh lebih mendasar ketimbang memanjangkan jam sekolah.

“Memanjangkan waktu sekolah tanpa disertai pewujudan lingkungan yang ramah anak justru

akan memperbesar potensi terjadinya kekerasan terhadap anak,” pungkasnya.

Sebelumnya, Mendikbud Muhadjir Effendy berencana mengubah hari belajar menjadi Senin sampai Jumat. Aturan ini dikabarkan mulai berlaku pada tahun ajaran baru 2017-2018. Muhadjir menjelaskan, setiap harinya siswa akan belajar di sekolah selama 8 jam.

Menurut Muhadjir, selama ini di sekolah negeri khusunya memang hanya belajar dari Senin hingga Jumat. Hanya saja siswa masih terbebani dengan kegiatan ekstrakulikuler pada Sabtu atau Minggu.

Dengan adanya aturan ini, siswa tidak perlu lagi berkegiatan di hari Sabtu ataupun Minggu. Dua hari itu nantinya benar-benar menjadi hari libur bagi para siswa.

 

Sumber :

https://articles.abilogic.com/372234/examples-explanatory-texts-definition-structure.html

Indonesia – Tiongkok Resmi Jalin Kerja Sama Bidang STI

Indonesia – Tiongkok Resmi Jalin Kerja Sama Bidang STI

Indonesia – Tiongkok Resmi Jalin Kerja Sama Bidang STI

Indonesia – Tiongkok Resmi Jalin Kerja Sama Bidang STI

Indonesia – Tiongkok Resmi Jalin Kerja Sama Bidang STI

Pemerintah Indonesia dan Tiongkok mengaktualkan kerja sama di bidang di bidang sains, teknologi, dan inovasi (STI) hari ini, Senin (27/11). Kerja sama itu nantinya akan berlangsung selama tiga tahun ke depan.

Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kemenko PMK Agus Sartono menuturkan, era globalisasi saat ini negara yang didukung oleh kemajuan sains, teknologi, dan inovasi, akan memiliki kekuatan perekonomian nasional yang berdaya saing tinggi.

Oleh karena itu, pengembangan sumber daya manusia, merupakan langkah strategis yang diperlukan guna memberikan kemajuan sains, teknologi dan inovasi pada sebuah negara.
Kemenko PMK
Menristekdikti M Nasir saat menandatangani kerja sama dengan Wakil Perdana Menteri RRT Liu Yandong. (Kemenko PMK)

“Indonesia mengundang mitra internasional, termasuk RRT sebagai mitra strategis dalam bekerja sama untuk meningkatkan kapasitas sains, teknologi, dan inovasi,” jelasnya yang mewakili Menko PMK Puan Maharani di Gedung Kemristekdikti, Jakarta.

Kerja sama itu ditandatangani Menristekdikti Mohamad Nasir dan Menteri Ilmu Pengetahuan dan Teknologi RRT Wang Zhigang. Disaksikan juga oleh Wakil Perdana Menteri Republik Rakyat Tiongkok (RRT) Liu Yandong dan Deputi Bidang Koordinasi Pendidikan dan Agama Kemenko PMK Agus Sartono.

Menurut Agus Sartono melalui forum kerjasama bidang STI Indonesia dan Tiongkok ini, para ilmuwan Indonesia dan Tiongkok harus dapat meningkatkan kerja sama di masa depan. Mengingat, kedua negara diuntungkan dengan pesatnya pertumbuhan populasi muda di negara masing-masing. Untuk itu, diharapkan forum ini dapat dilaksanakan dua tahun sekali sebagai sarana untuk menampilkan kemajuan dan keberhasilan yang dicapai dari kerjasama bilateral.

Agus juga menilai bahwa kerjasama Indonesia-Tiongkok merupakan suatu kolaborasi strategis.

Kolaborasi ini tentunya dapat diprioritaskan pada penggunaan sains dan teknologi terapan di bidang pertanian, perikanan, industri pengolahan, energi, teknologi informasi dan komunikasi, dan lain sebagainya.

“Kerja sama Indonesia-Tiongkok, diharapkan dapat memberikan nilai tambah pada ke 2 (dua) Negara, dalam bidang sains, teknologi, dan inovasi” ujarnya.

Beberapa contoh kerjasama Indonesia-Tiongkok dalam bidang sains, teknologi, dan inovasi sedang dilakukan saat ini di antaranya, laboratorium bersama bio-teknologi, laboratorium bersama Reaktor Gas Temperatur Tinggi, dan pusat transfer teknologi Indonesia-Tiongkok.

Wakil Perdana Menteri RRT Liu Yandong pun menyatakan sepenuhnya mendukung inisiatif baru yang akan dilakukan. Terutama terkait Science Techno Park, Pengembangan Konstruksi Pelabuhan, Laboratorium Bersama untuk Pencegahan dan Mitigasi Bencana.

“Saya sangat mengapresiasi atas Rencana Aksi 2018-2020 tentang Kerjasama Sains

, Teknologi dan Inovasi antara Indonesia dan Tiongkok ini” katanya. Liu Yandong pun mengharapkan kerja sama di bidang STI ini akan bermanfaat bagi kedua negara dan juga dunia.

Sementara itu, Menristekdikti Mohamad Nasir meyakini bahwa dengan memperkuat kolaborasi dalam bidang Iptekin dan Dikti antara Indonesia dan Tiongkok, sebagai Negara dengan jumlah penduduk terbesar pertama dan ke empat di dunia, kedua Negara akan dapat menjadi pioneer dalam pengembangan iptek dan inovasi dunia.

“Saya meyakini kontribusi kerjasama IPTEKIN Indonesia dan Tiongkok ini akan membawa manfaat bagi peningkatan pembangunan maupun kehidupan kualitas masyarakat tidak hanya bagi kedua Negara, tetapi juga untuk dunia,” jelas M Nasir.

Acara dilanjutkan dengan pelaksanaan forum kerjasama bidang ilmu pengetahuan,

teknologi dan inovasi Indonesia Tiongkok pada tingkat eselon I. Forum yang akan berlangsung selama dua sesi ini menghadirkan beberapa narasumber ahli di bidangnya masing-masing yang terkait ilmu pengetahuan, teknologi dan inovasi.

Hadir pada acara ini Menteri dan anggota Delegasi RRT; Kepala LPNK, beberapa Rektor Perguruan Tinggi, Kepala Science Techno Parks (STP), Kepala Pusat Unggulan Iptek (PUI) serta lembaga riset dan pendanaan riset.

 

Baca Juga :

Dispendik Surabaya Siap Kembali Gelar USBN SD

Dispendik Surabaya Siap Kembali Gelar USBN SD

Dispendik Surabaya Siap Kembali Gelar USBN SD

Dispendik Surabaya Siap Kembali Gelar USBN SD

Dispendik Surabaya Siap Kembali Gelar USBN SD

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Surabaya menyatakan siap m

enggelar ujian sekolah berstandar nasional (USBN). Pemberlakuannya dimulai pada awal Januari 2018. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Surabaya Ihksan mengatakan pihaknya sudah mempersiapkan pelaksaan USBN untuk SD.

Hanya, mereka masih menunggu petunjuk teknis dari pemerintah pusat. “Sudah siap jangan khawatir. Persiapan sudah jalan,” kata Ihksan saat ditemui wartawan, Minggu (24/12).

Sementara, Ketua Badan Standar Nasional Pendidikan (BSNP) Bambang Suryadi mengatakan, pada 2018 semua sekolah jenjang SD hingga SMA dan yang sederajat akan diberlakukan USBN. Ujian tersebut mengujikan semua mata pelajaran.
Latihan Soal US SD/MI

Ilustrasi: Latihan Soal US SD/MI Tahun 2018

(.org)

Lebih lanjut, Bambang menjelaskan, pelaksanaan USBN dilakukan oleh masing-masing satuan pendidikan. Porsi soal ujiannya, 25 persen disiapkan pihak Kementerian pendidikan dan Kebudayaan. Sisanya, atau 75 – 80 persen disiapkan para guru yang tergabung dalam Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP).

Kemudian, lanjutnya, penyelenggara USBN diberi kebebasan dalam menentukan bentuk soal ujian. Dapat berupa ujian berbasis kertas atau komputer. Jika berbasis komputer, tiap satuan pendidikan memiliki kewenangan dalam penggunaan aplikasinya. “Jadi, tidak memakai aplikasi UNBK dari Puspendik,” kata Bambang.

Sebagai informasi, ujian sekolah pada jenjang SD dan MI masih mencakup

tiga mata pelajaran. Yakni, bahasa Indonesia, matematika, dan IPA. Saat diberlakukan USBN, mata pelajaran yang diujikan terdiri dari bahasa Indonesia, matematika, IPA, IPS, PKN, seni budaya dan prakarya (SBDP), pendidikan jasmani olah raga dan kesehatan (PJOK) dan pelajaran agama.

 

Sumber :

KATA SIFAT (ADJEKTIFA) DAN CIRI-CIRINYA

Peringati Hari Ibu, UMM Punya Cara Mendidik Ibu-ibu Zaman Now

Peringati Hari Ibu, UMM Punya Cara Mendidik Ibu-ibu Zaman Now

Peringati Hari Ibu, UMM Punya Cara Mendidik Ibu-ibu Zaman Now

Peringati Hari Ibu, UMM Punya Cara Mendidik Ibu-ibu Zaman Now

Peringati Hari Ibu, UMM Punya Cara Mendidik Ibu-ibu Zaman Now

Peringatan Hari Ibu tidak hanya dengan berbagi bunga. Bisa juga dengan menggelar kajian

dan kegiatan berbagi ilmu. Seperti yang dilakukan Lembaga Pengkajian dan Pemberdayaan Perempuan dan Anak (LP3A) Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Jumat (22/12).

Tema kajian tersebut adalah “Tantangan Menjadi Ibu Cerdas di Era Kekinian: Smart Mom, Smart Parents, Smart Kid” yang digelar di auditorium. Menghadirkan pemerhati perempuan dan anak, Dr Vina Salviana DS MSi dan Nur Afifah Khurin Maknin MKes sebagai pemateri.

Kepala LP3A UMM, Dra Thathit Manon Andini MHum mengungkapkan, dengan membidik berbagai unsur peserta dalam kegiatan ini, ilmu yang dibagikan dapat diteruskan ke berbagai elemen baik pada bidang pendidikan, rumah tangga maupun mahasiswa. ”Tujuannya agar peserta yang hadir dapat menjadi agent of change dengan cara menjadi ibu cerdas di era kekinian,” ungkap Thathit.

Sedangkan Vina yang memaparkan tentang self concept mengatakan, kata-kata yang diucapkan

oleh ibu mempunyai pengaruh besar terhadap perilaku dan karakter seorang anak. Apa yang dikatakan seorang ibu akan melekat dalam benak si anak.

”Jika seorang Ibu sering berkata kasar, misalnya membodoh-bodohkan seorang anak, maka kata-kata itulah yang tertancap di benak si anak,” ujar Vina yang juga dosen Program Studi Sosiologi itu.

Senada dengan Vina, Nur Afifah meyakini pola pengasuhan dan perlakuan juga mempengaruhi tumbuh kembang serta karakter anak. Hal itu tidak dapat dilakukan dalam waktu yang singkat. Parenting menurut Nur Afifah adalah sebuah perjalanan panjang.

Apa yang diajarkan orang tua terhadap anak terkait pendidikan karakter, tidak bisa instan dirasakan

. Butuh waktu bertahun-tahun untuk melihat hasilnya. ”Oleh sebab itu apa yang dilakukan oleh orang tua saat ini, tidak terlepas dari yang diterimanya dulu,” tukas Kepala Program Studi Tarbiyah itu.

Peserta Kajian Hari Ibu itu terdiri dari berbagai elemen. Antara lain, guru Taman Kanak-Kanak (TK), Pimpinan Daerah Aisiyah (PDA) dari Kota dan Kabupaten Malang, PDA Kota Batu, dosen dan Sahabat LP3A (SAPA) yang merupakan mahasiswa UMM.

Sumber :

http://www.rumahtanahdijual.com/usaha-menghadapi-tantangan-pendidikan-di-era-global/

 

Jelaskan pengertian migrasi

Jelaskan pengertian migrasi

Jelaskan pengertian migrasi

Jelaskan pengertian migrasi

Jelaskan pengertian migrasi

Jelaskan pengertian migrasi

Perpindahan penduduk orang banyak beranggapan adalah migrasi, migrasi adalah perpindahan penduduk dari suatu tempat/wilayah ketempat lain dengan berbagai alasan tertentu mereka berimigrasi demi berkelangsungan hidupnya adapun faktor-faktor manusia itu melakukan imigrasi faktor ekonomi, politik, sosial, budaya, bencana alam, dan keamanan.


Berdasarkan suatu letak dan juga keamanan individual imigrasi dapat dibedakan menjadi dua yaitu:

• Migrasi Internasional
Migrasi internasional adalah suatu perpindahan penduduk dari satu Negara ke Negara lain anatar Negara migrasi internasional terdiri atas berikut ini

Imigrasi adalah

datangnya pendudukan dari suatu Negara ke Negara lain dengan tujuan menetap atau ada sebuah pekerjaan yang memaksakan menetap dinegara itu orang yang telah melakukan suatu imigrasi banyak yang menyebutkan dengan nama imigran
2. Emigrasi adlah keluarnya penduduk dari suatu Negara ke Negara lain
3. Remigrasi adalah kembalinya imigran ke Negara asalnya

Migrasi nasional

Migrasi nasional atau internal adalah perpindahan penduduk didalam satu Negara, migrasi ini terdiri dari atas beberapa jenis yaitu
1. Urbanisasi adalah perpindahan penduduk dari desa ke kota dengan tujuan menetap
2. Transmigrasi adalah perpindahan penduduk dari wilayah yang padat penduduknya ke wilayah yang jarang penduduknya
3. Fultralisasi adalah perpindahan penduduk kota ke desa dengan tujuan menetap

Sumber : https://miralaonline.net/sejarah-bahasa-ngapak/

Jelaskan pengertian penduduk,masyarakat

Jelaskan pengertian penduduk,masyarakat

Jelaskan pengertian penduduk,masyarakat

Jelaskan pengertian penduduk,masyarakat

Jelaskan pengertian penduduk,masyarakat

Jelaskan pengertian penduduk,masyarakat, dan kebudayaan

• Penduduk
Penduduk atau warga suatu negara atau daerah bisa didefinisikan menjadi dua
Orang yang bermukim atau bertempat tinggal di daerah tertentu
Orang yang mempunyai bukti-bukti kuat atas kependudukannya sebagai penduduk dinegara tersebut akan tetapi ia malah memilih bertempat tinggal diwilayah tertentu di Negara tersebut.

• Masyarakat
Interaksi sosial adalah salah satu cara manusia dalam menyampaikan aspirasinya sebagai manusia dan manusia pun tidak bisa hidup sendiri pasti ada kalanya ia bergabung diberbagai kelompok-kelompok yang menerima dia apadanya, maka bisa disebut kalau arti masyarakat adalah sejumlah manusia yang menjadi satu kelompok yang tinggal disuatu wilayah, dengan adanya banyak manusia dengan berbagai macam suku dan juga ras maka dari situlah muncul sebuah kebudayaan , apabila adasebuah pertentangan antar sesame dalam kelompok itu mak hancur lah nama baik masyrakat dan juga lingkungannya

Factor-faktor terjadinya masyarakat Menurut Soerjono Soekanto

alam masyarakat setidaknya memuat unsur sebagai berikut ini :
1. Berangotakan minimal dua orang.
2. Anggotanya sadar sebagai satu kesatuan.
3. Berhubungan dalam waktu yang cukup lama yang menghasilkan manusia baru yang saling berkomunikasi dan membuat aturan-aturan hubungan antar anggota masyarakat.
4. Menjadi sistem hidup bersama yang menimbulkan kebudayaan serta keterkaitan satu sama lain sebagai anggota masyarakat.

Ciri / Kriteria Masyarakat Yang Baik

Menurut Marion Levy diperlukan empat kriteria yang harus dipenuhi agar sekumpolan manusia bisa dikatakan / disebut sebagai masyarakat.
1. Ada sistem tindakan utama.
2. Saling setia pada sistem tindakan utama.
3. Mampu bertahan lebih dari masa hidup seorang anggota.
4. Sebagian atan seluruh anggota baru didapat dari kelahiran / reproduksi manusia.
Sumber: http://organisasi.org/pengertian-masyarakat-unsur-dan-kriteria-masyarakat-dalam-kehidupan-sosial-antar-manusia

• Kebudayaan
Kebudayaan adalah suatu pola tingkah laku manusia yang tidak bisa digambarkan dikarenakan selalu berubah oleh lekangnya zaman dan juga waktu, kebudayaan tercipta karena dari sekelompok mnusia yang dari berbagai ras dan juga suku maka tercipta kebudayaan, didalam kebudayaan banyak sekali yang tercipta seperti sebuah bahasa, tarian, pakaian tradisional dan masih banyak lagi

Penetrasi kebudayaan adalah

masuknya kebudayaan luar ke Negara sendiri padahal Negara tersebut sudah mempunyai kebudayaan penetrasi dibagi menjadi dua yaitu adalah:
1. Penetrasi damai (penetration pasifique)
Masuknya sebuah kebudayaan dengan jalan damai. Misalnya, masuknya pengaruh kebudayaan Hindu dan Islam ke Indonesia. Penerimaan kedua macam kebudayaan tersebut tidak mengakibatkan konflik, tetapi memperkaya khasanah budaya masyarakat setempat. Pengaruh kedua kebudayaan ini pun tidak mengakibatkan hilangnya unsur-unsur asli budaya masyarakat.
Penyebaran kebudayaan secara damai akan menghasilkan Akulturasi, Asimilasi, atau Sintesis. Akulturasi adalah bersatunya dua kebudayaan sehingga membentuk kebudayaan baru tanpa menghilangkan unsur kebudayaan asli. Contohnya, bentuk bangunan Candi Borobudur yang merupakan perpaduan antara kebudayaan asli Indonesia dan kebudayaan India. Asimilasi adalah bercampurnya dua kebudayaan sehingga membentuk kebudayaan baru. Sedangkan Sintesis adalah bercampurnya dua kebudayaan yang berakibat pada terbentuknya sebuah kebudayaan baru yang sangat berbeda dengan kebudayaan asli.
2. Penetrasi Kekerasan (penetration violante)
Masuknya sebuah kebudayaan dengan cara memaksa dan merusak. Contohnya, masuknya kebudayaan Barat ke Indonesia pada zaman penjajahan disertai dengan kekerasan sehingga menimbulkan goncangan-goncangan yang merusak keseimbangan dalam masyarakat. Wujud budaya dunia barat antara lain adalah budaya dari Belanda yang menjajah selama 350 tahun lamanya. Budaya warisan Belanda masih melekat di Indonesia antara lain pada sistem pemerintahan Indonesia

Sumber : https://miralaonline.net/materi-kimia-inti/

WT Berbagi Tips Kewirausahaan dan Kampanye Anti Hoax

WT Berbagi Tips Kewirausahaan dan Kampanye Anti Hoax

WT Berbagi Tips Kewirausahaan dan Kampanye Anti Hoax

WT Berbagi Tips Kewirausahaan dan Kampanye Anti Hoax

WT Berbagi Tips Kewirausahaan dan Kampanye Anti Hoax

Indonesia dalam beberapa tahun ke depan bersiap menghadapi bonus demografi. Sebuah kondisi di mana meningkatnya usia produktif. Kondisi inilah yang melatari hadirnya Indonesia Millenial Institute (I’M Institute).

Dalam kurun setahun terakhir, I’M Insitute terus melakukan berbagai program

pemberdayaan terhadap kaum milenial. Salah satunya melalui sharing pelatihan kewirausahaan (enterprenuership) di sejumlah kampus.

Kali ini, I’M Insitute menyambangi Universitas Diponegoro (Undip), Semarang, Jawa Tengah, Selasa (23/10).

Di Depan 1600 mahasiswa Undip, Founder I’M Insitute, Witjaksono berkesempatan memberikan sejumlah tips menjadi kewirausahaan di era digital.

Dalam salah satu paparannya, WT-sapaannya- mengungkapkan pentingnya motivasi dan kecintaan dalam berbisnis. Menurut WT, mereka yang berhasil dalam berbisnis adalah orang-orang mencintai dengan apa yang digelutinya.

WT mengatakan, mengetahui minat dan bakat dalam bisnis merupakan satu hal penting.

“Karena anda akan sepenuh hati menjalankannya. Sekalipun mengalami kegagalan

, anda tetap tenang. Percaya dengan kemampuan sendiri,” ujar WT melalui siaran persnya, Minggu (28/10).

Selanjutnya adalah keberanian memulai. Menurut WT, tak sedikit dari kaum milenial sejatinya memiliki ide-ide menarik dalam berbisnis.

“Faktornya bisa karena takut rugi, takut gagal, takut tak untung. Hal-hal ini harus dihilangkan dari mindset seorang pebisnis atau wirausaha. Jalankan segera, evaluasi, dan terus istiqomah,” jelas dia.

“Keberhasilan butuh proses. Nah, salah satu yang harus dilewatinya itu ya kesulitan, kegagalan. Tapi ketika itu semua bisa dilewati, kita akan merasakan hasilnya,” pungkas WT.

Kampanye Anti Hoax

Dalam kesempatan itu, WT juga tak lupa mengkampanyekan pentingnya memerangi hoax. I’M Insitute sebagai organisasi kaum milenial, siap berada di garda terdepan dalam memberantas hoax.

“I’M Institute akan terus melahirkan para agen-agen pemberantas hoax. Menciptakan generasi milenial hoax,” jelasnya.

WT mengajak kepada seluruh mahasiswa Undip, untuk senantiasa meningkatkan budaya literasi. Terutama kesadaran memeverifikasi informasi. “Sebagai kaum terdidik, mahasiswa punya tanggung jawab moril memberikan pencerahan kepada masyarakat,” tutup dia.

 

Baca Juga :

 

 

Angkatan Saya Berkali-kali Jadi Percobaan

Angkatan Saya Berkali-kali Jadi Percobaan

Angkatan Saya Berkali-kali Jadi Percobaan

Angkatan Saya Berkali-kali Jadi Percobaan

Angkatan Saya Berkali-kali Jadi Percobaan

Begitu naik ke kelas XII, seluruh energi saya dan teman-teman seangkatan tercurah untuk persiapan ujian, ujian, ujian. Begitu tahun pelajaran baru, dimulai dengan memilih lembaga bimbingan belajar atau belajar sendiri atau privat. Atau, malah tiga-tiganya.

Sekolah dan lembaga bimbingan belajar yang saya ikuti sudah menjadwalkan pengayaan.

Juga, beberapa sesi tryout yang wajib diikuti.

Kegiatan-kegiatan kurang penting mesti dihentikan. Termasuk OSIS

dan macam-macam kegiatan ekstrakurikuler. Semua dilimpahkan ke adik kelas.

Tapi, saya meminta kepada orang tua untuk diberi sedikit kelonggaran. Misalnya, akhir pekan minta diizinkan main game, nonton, atau 3-4 teman menginap di rumah. Biar nggak sumpek.

Membaca artikel Ujian Dahulu, setelah Itu Melamar ke PTN di harian ini edisi kemarin (23/10) dan berita-berita serupa di media online membuat kelas langsung ramai. Sesuai dengan yang diberitakan, ada perbedaan antara SBMPTN selama ini dan SBMPTN tahun depan. Pada SBM PTN selama ini, pelamar mendaftar prodi sekaligus menjalani ujian tulis berbasis kertas atau komputer.

Mulai tahun depan pelamar harus mengikuti ujian tulis berbasis komputer (UTBK)

lebih dahulu. Panitia menyiapkan 12 kali pelaksanaan UTBK sepanjang 2019. Di tiap pelaksanaan ada dua sesi.

Seluruhnya menggunakan komputer. Pelamar nanti harus mengikuti UTBK tersebut. Setelah mengikuti ujian, nilainya keluar.

Kemudian, ketika pendaftaran SBMPTN dibuka, pelamar tersebut

tinggal memilih kampus mana sesuai dengan hasil UTBK yang dia dapat. Pelamar diperbolehkan mengikuti UTBK maksimal dua kali. Untuk antisipasi jika nilai UTBK yang pertama dirasa kurang maksimal. Biaya untuk mengikuti satu kali UTBK adalah Rp 200 ribu.

Semua ngomongin sistem baru ini. Teman-teman mengaku bingung. Saya awalnya cuma mendengarkan omongan mereka. Tapi, akhirnya saya juga ikut bingung harus bagaimana. Ini harus menyiapkan yang mana dulu? UNBK (ujian nasional berbasis komputer) atau ujian untuk bisa kuliah di kampus idaman?

Guru-guru belum memberikan pengarahan apa-apa tentang hal ini. Mungkin karena memang masih baru. Lembaga bimbingan belajar yang saya ikuti juga belum memberi tahu persiapan untuk tes tersebut.

Angkatan saya berkali-kali jadi percobaan. Dulu, sewaktu SMP kelas VII, kamilah yang mengawali K-13 (Kurikulum 2013). Kemudian, dalam seleksi masuk SMP khusus Surabaya, ada TPA (tes potensi akademik).

Selain itu, kamilah yang pertama mengikuti unas pakai komputer menjelang lulus SMP. Kami juga merasakan peralihan pengelolaan SMA dari Kota Surabaya ke Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Yang paling baru, cara seleksi masuk perguruan tinggi juga berubah. Ya udah lah, namanya ujian, ya dikerjakan saja.

*) Pelajar Kelas XII SMA di Surabaya

 

Sumber :

https://symbiantweet.com/aliran-sastra/